Penyakit Jantung Bawaan pada anak Klasifikasi •Asianotik : DSA DSV PDA Stenosis aorta Stenosis mitral Stenosis

pulmonal Insufisiensi mitral Insufisiensi aorta •Sianotik : Tetralogi Fallot Atresia pulmonal Atresia trikuspid Anomali Ebstein Trunkus arteriosus Transposisi arteri besar

Defek Ostium Primum : letak lubang di bagian bawah septum. ASD primum biasanya disertai dengan kelainan katup atrio-ventrikular dan VSD. yakni : 1. mungkin disertai kelainan katup mitral. Epidemiologi •Defek septum secundum paling sering terjadi dengan insiden 10% •Pada wanita 56% Kriteria diagnosis Anamnesis . 3. Defek Sinus Venosus : lubang berada diantara Vena Cava Superior dan Atrium Kanan. Defek Ostium Secundum : letak lubang di tengah septum (defek pada foramen ovale). 2.Defek septum atrium Kelainan jantung bawaan akibat adanya lubang pada septum interatrial Klasifikasi Menurut lokasinya Atrial Septal Defect dibagi menjadi tiga.

Echokardiografi . Pemanjangan interval PR dan deviasi sumbu QRS ke kiri mengarah pada kemungkinan defek septum atrium primum.bising ini terjadi akibat aliran melewati katup tricuspid yang berlebihan pada defek yang besar. terdengar bunyi jantung III •Adanya pembesaran jantung kanan •Bising ejeksi sistolik (Ejection sistolik murmur) pada SIC 2-3 sinistra •Bising mid diastolic mungkin terdengar di SIC 4 parasternal sinistra. EKG Didapatkan gambaran deviasi sumbu QRS ke kanan. sesak nafas . hipertropi ventrikel kanan.Foto thoraks kardiomegali pada atrium dan ventrikel kanan segmen pulmonal menonjol dan vaskularisasi paru meningkat (pletora) pada kasus lanjut dengan hipertensi pulmonal . maka perlu dipikirkan kemungkinan defek sinus venosus. sifatnya menggenderang dan meningkat dengan inspirasi. Merupakan akibat dari keterlambatan penutupan katup pulmonal karena overload di jantung kanan •Jika telah terjadi pulmonary hypertension. infeksi paru Pemeriksaan fisik pada umumnya normal •Bunyi jantung 1 yang normal atau mengeras •Bunyi jantung kedua terpisah lebar dan tidak mengikuti variasi pernafasan (wide fixed split). Bila sumbu gelombang P negative.Asimtomatik Pada pirau kecil -> pertumbuhan normal pada pirau besar ->gangguan pertumbuhan . vaskularisasi di tepi pulmonal berkurang 2. 3. Pemeriksaan penunjang 1. dan IRBBB.

serta pada kateterisasi jantung didapatkan tahanan arteri pulmonalis lebih dari 10U. maka penderita dapat diajukan untuk operasi tanpa didahului pemeriksaan kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung dilakukan bila defek interatrial pada echokardiografi tidak jelas terlihat atau bila terdapat hipertensi pulmonal. •Bila telah terjadi hipertensi pulmonal dan penyakit vaskuler paru. karena selama puluhan tahun tidak menunjukkan keluhan dalam perjalanannya. •Bila pemeriksaan klinis dan EKG sudah dapat memastikan adanya defek septum atrium dengan pirau yang bermakna. 4.Gagal Jantung .dilatasi pada ventrikel kanan dapat melihat lokasi dan besarnya defek interatrial . tetapi dalam waktu sangat pendek terutama dengan timbulnya hipertensi pulmonal akan mengarah ke suatu keadaan klinis yang berat. . maka penutupan defek septum atrium merupakan kontra indikasi. Komplikasi . Penatalaksanaan •Pembedahan dilakukan bila rasio aliran pulmonal terhadap aliran sistemik lebih dari 2.Hipertensi pulmonal .m2 yang tidak responsive dengan pemberian oksigen 100%.Endokarditis Prognosis •untuk defek ostium primum lebih muda lagi. ASD sangat membahayakan. •Timbulnya filbrasi atrium dan gagal jantung merupakan gejala yang berat.

Defek Septum Ventrikel •Kelainan jantung bawaaan berupa lubang pada septum interventrikular Etiologi •Lubang dapat 1 atau lebih akibat kegagalan fusi septum interventrikular semasa janin dalam kandungan Epidemiologi •VSD paling sering dijumpai 33% dari seluruh PJB Klasifikasi •Berdasarkan lokasi lubang : 1.Tipe perimembanous merupakan tipe yang paling sering ditemukan (80%). menggambarkan defisiensi dari membran septum langsung dibawah katup aorta. .

Bunyi jantung biasanya normal. Pada auskultasi terdengar bunyi getaran bising dengan pungtum maksimum di sela iga III-IV garis parasternal kiri yang menjalar ke seluruh prekordium. takipnu. Ditemukan pula bising pansistolik yang biasanya keras disertai getaran bising dengan pungtum maksimum di sela iga III-IV garis parasternal kiri dan menjalar ke sepanjang sternum kiri. bahkan ke seluruh prekordium.Double committed subarterial ventricular septal defect sebagian dari batas defek dibentuk oleh terusan jaringan ikat katup aorta dan pulmonal •Berdasrakan fisiologi : DSV kecil DSV sedang DSV besar Kriteria diagnosis •DSV Kecil Biasanya asimtomatik. dan sering menderita infeksi paru yang lama sembuhnya Infeksi paru ini dapat mendahului terjadinya gagal jantung yang mungkin terjadi pada umur 3 bulan. Jantung normal atau sedikit membesar dan tidak ada gangguan tumbuh kembang. serta retraksi. Pada pasien yang besar.2. •DSV Sedang Gejala timbul pada masa bayi berupa sesak napas saat minum atau memerlukan waktu lebih lama/tidak mampu menyelesaikan makan dan minum kenaikan berat badan tidak memuaskan. . dada mungkin sudah menonjol. Bayi tampak kurus dengan dispnu. Bentuk dada biasanya masih normal. Tipe Muskular Dimana defek dibatasi oleh daerah otot . dapat ditemukan bising sistolik dini pendek yang mungkin didahului early systolic click.

terutama pada tahun pertama kehidupan. Bayi sesak napas saat istirahat. kadang tampak sianosis karena kekurangan oksigen akibat gangguan pernapasan. Pemeriksaan •Foto thorax : dapat ditemukan kardiomegali dengan LVH. Pada minggu I sampai III dapat terjadi pirau kiri ke kanan yang bermakna dan sering menimbulkan dispnu. dapat mengukur rasio aliran ke paru dan sistemik serta mengukur tahanan paru. melemah pada akhir sistolik karena terjadi tekanan sistolik yang sama besar pada kedua ventrikel. dengan atau tanpa getaran bising. diuretik atau vasodilator •Operasi •Bila terjadi hipertensi pulmunol . sering didahului infeksi saluran napas bawah. Bising mid-diastolik di daerah mitral mungkin terdengar akibat flow murmur pada fase pengisian cepat. vaskularisasi paru meningkat. angigrafi ventrikel kiri dilakukan untuk melihat jumlah dan lokasi VSD Penatalaksanaan •Bila terdapat gagal jantung -> obat digitalis . Biasanya bunyi jantung masih normal. pembedahan tidah dianjurkan Prognosis •Kemungkinan penutupan spontan defek kecil cukup besar. dapat didengar bising pansistolik. Gagal jantung biasanya timbul setelah minggu VI. bila terjadi penyakit vaskuler tampak pruned tree disertai penonjolan a. Kemungkinan penutupan spontan sangat berkurang setelah pasien berusia 2 .•DSV Besar Gejala dapat timbul pada masa neonatus. Gangguan pertumbuhan sangat nyata. pulmonal •Ekokardiografi : dengan M-mode dapat diukur dimensi atrium kiri dan ventrikel kiri •Kateterisasi jantung : dilakukan pada penderita dengan hipertensi pulmonal.

ebih tinggi . pulmonalis dengan aorta •Pada bayi normal secara fungsional menutup pada 10-15 jam setelah lahir •Secara anatomis -> ligamentum arteriosum pada usia 2-3 mgg Epidemiologi •Pada bayi cukup bulan -> 1 dari 2000 kelahiran atau 5-10% PJB •Pada bayi prematur angka nya . dan umumnya tidak ada kemungkinan lagi di atas usia 6 tahun. terutama bila terjadi distres pernapasan Kriteria diagnosis Anamnesis pirau besar -> sesak nafas . pernafasana cepat . tampak lelah sewaktu minum susu .tahun. Secara keseluruhan penutupan spontan Duktus Arteriosus Persisten •Duktus arteriosus yang tetap terbuka setelah bayi lahir •Duktus arterosus : saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada janin yang menghubungkan a. sering batuk .

pulmonalis menonjol -Plektora EKG -Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri -Bila trjdi hipertensi pulmonal -> hipertrofi ventrikel kanan Ekokardogram -Dilatasi atrium dan ventrikel kiri serta gambaran ventrikel kiri yg hiperdinamik Kateterisasi Kenaikan saturasi Oksigen di A. pulmonalis komplikasi .Pemeriksaan fisik -Takipneu -Sianosis pada sindrom Eisenmenger -Nadi perifer terasa menghentak -Bising kontinu -> machinary murmur -Thrill pada ICS 11 sinistra yang menjalar ke bawah kalvikula sinistra -Bila hipertensi pulmonal -> BJ II mengeras dan bising diastolik melemah atau hilang Pemeriksaan penunjang Foto thoraks -Kardiomegali pada atrium dan ventrikel kiri\ -Aorta membesar -A.

Etiologi •Demam reumatik •Sifilis •Endokarditis bakterialis •Diseksi aorta •Ruptur katup miksomatosa Gejala •Pulsasi arteri karotis yang nyata •Denyut apkes saat pasien berbaring ke sisi kiri .•Endokarditis infektif Penatalaksanaan •Harus di operasi secepatnyabila usia 14-16 mgg -> untuk mencegah komplikasi •Operasi berupa ligasi atau pemotongan PDA •Bila hipertensi pulmonal KI untuk operasi Insufisiensi Aorta Definisi Adanya aliran diastolik melalui katup aorta yang terbuka langsung ke dalam ventrikel kiri .

dan puncaknya tunggal atau ganda .subklavia (Corrigan’s bruit de souffle) Auskultasi : BJ 1 -> Normal dan BJ II -> lemah •Bising diastolik bernada inggi •Bising presistolik Austin Flint terdengar di apeks •Bising Duroziez (bising sistolik dan diastolik di atas a. ST-T berbentuk tipe diastolic overload . interval PR memanjang Ekokardigram : peningkatan dimesi aorta -> insufisiensi kronik -Katup aorta harus diganti sebelum timbul kerusakan ventrikel kiri yg irreversible . atrium kanan membesar .•Denyut jantung prematur •Pada penderita insufisiensi kronik timbul : gejala gagal jantung . termasuk dispneu waktu aktivitas . amplitudi QRS meningkat . tekanan nadi hanya naik sedang . dilatasi aorta insufisiensi akut -> edema paru •EKG : Hipertrofi ventrikel kiri . Pemeriksaan penunjang •Foto rontgen dada : ventrikel kiri membesar .femoralis yg setengah ditekan) •“suara pistol” (suara traube) diatas arteri2 perifer . •Pd insufisiensi berat akut . ortopneu . edema paru dan kelelahan . Tanda •Nadi arteri pd insufisiensi berat kronik ditandai oleh nadi yg amplitudonya sangat lebar . dispneu paroksismal nokturna . tekanan nadi tinggi . sering ada pulsus alternans •Thrill dan bising sistolik-> ICS 2-3 linea parasternal kiri dgn penjalana ke a.karotis dan a.

Kateterisasi jantung : untuk menilai derajat insufisiensi .dipantau scr berkala Prognosis •Insufisiensi aorta sedang-berat cenderung progresif •Insufisiensi aorta akut dan edema paru -> buruk . menilai fungsi ventrikel kiri dan mencari kelainan jantung lainnya Pemeriksaan radionuklid : ventrikulogram Tc 99cm saat istirahat dan kerja dapat dilakukan untuk menghitung jmlh aliran insufisiensi dan menentukan fraksi ejeksi untuk mennentukan saat paling optimum untuk penggantian katup . Terapi •Terapi profilaksis -> endokarditis bakterialis •Gagal jantung diobati dengan obat digitalis . diuretik . Indikasi operasi : pada insufisiensi berat dgn gejala penderita tanpa gejala namun dgn disfungsi ventrikel kiri yg jelas pada saat istirahat •Post operasi harus mendapat antikoagulanjangka panjang . dan vasodilator .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful