SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) ASI EKSKLUSIF A.

Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang ASI eksklusif berhubungan dengan kurang informasi tentang ASI eksklusif. B. Pokok Bahasan C. Penyuluh D. Sasaran E. Waktu F. Pertemuan Ke G. Hari/ Tanggal H. Tempat : Pengetahuan tentang ASI eksklusif. : Sumardi : Pasien dan keluarga pasien : 1 x 30 menit :1 : Rabu, 8 Mei 2013 : R. Rawat Gabung RSUD Sukoharjo

I. TIU (TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM) Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan pasien dan keluarga pasien mengerti tentang ASI eksklusif.

II. TIK (TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS) Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan pasien dan keluarga pasien mampu mengetahui : a) Pengertian ASI eksklusif. b) Menyebutkan kembali 3 dari 5 manfaat ASI eksklusif. c) Menyebutkan kembali cara memberikan ASI eksklusif. d) Menyebutkan kembali masalah dalam menyusui.

III. POKOK MATERI

: Terlampir

IV. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Metode : Ceramah, tanya jawab.

manfaat cara ASI eksklusif. Menjelaskan masalah dalam menyusui. manfaat ASI eksklusif. manfaat ASI eksklusif. Menanyakan kembali . ASI memberikan dan eksklusif.pasien mengerti tujuan . 4. masalah dalam memyusui. 5 menit Terminasi 1. dan masalah dalam memyusui. Mengingatkan kontrak 2. Memberikan reward 4. Menjelaskan manfaat ASI eksklusif. dan masalah dalam memyusui. . Memberi salam penutup . Menjelaskan pengertian ASI eksklusif 2. Menanyakan kesiapan 4. Menjelaskan maksud dan tujuan 3. 3. cara memberikan ASI eksklusif.pasien dan keluarga mengetahui tentang pengertian ASI eksklusif. Melakukan evaluasi 2. Menjelaskan cara memberikan ASI eksklusif.pasien dan keluarga menjawab salam .V.pasien mengingat kontrak . Memberi salam. cara memberikan ASI eksklusif.Pasien merasa senang . . 3. memperkenalkan diri.Pasien dan keluarga menjawab salam pengertian ASI eksklusif. Apersepsi 20 menit Kerja 1.pasien belum tau tentang ASI eksklusif 1.pasien dan keluarga sudah siap . STRATEGI PELAKSANAAN WAKTU 5 menit Orientasi TAHAP RESPON .pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali tentang pengertian ASI eksklusif.pasien mengenal perawat .

Persiapan : 1) 2) 3) 4) b.VI. MEDIA Lembar balik dan leaflet VII. EVALUASI a. Materi sudah siap dan dipelajari 1 hari sebelum penkes Media sudah siap 1 hari sebelum penkes Tempat sudah siap 2 jam sebelum penkes SAP sudah siap 1 hari sebelum penkes : Proses 1) 2) 3) 4) Pasien opname Pasien memperhatikan penjelasan perawat Pasien aktif bertanya atau memberikan pendapat Media dapat digunakan secara efektif c. 1) 2) 3) 4) Hasil : Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali pengertian ASI eksklusif Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali manfaat ASI eksklusif Pasien dan keluarga dapat menyebutkan cara memberikan ASI eksklusif Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali masalah dalam menyusui .

Pada tahun 2000.  15 % bayi di seluruh dunia diberi ASI eksklusif selama 4 bulan dan seringkali pemberian makanan pendamping ASI tidak sesuai dan tidak aman sehingga menyebabkan  1. WHO menganjurkan agar bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sebab terbukti bahwa menyusu eksklusif selama 6 bulan menurunkan angka kematian dan kesakitan pada umumnya dibandingkan menyusu selama 4 bulan. 5 juta anak meninggal karena pemberian makanan yang tidak benar. survei kesehatan demografi WHO menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 4 bulan pertama sangat rendah terutama di Afrika Tengah dan utara. ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada enam bulan pertama bayi baru lahir tanpa adanya makanan pendamping lain. Manfaat ASI eksklusif 1. a) b) c) Ditinjau dari aspek psikologis Mendekatkan hubungan ibu dan bayi Menimbulkan rasa aman bagi bayi Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust) 3. Bagi ibu a) Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara . 2005 ) Menurut laporan tahun 2000 WHO. Ditinjau dari aspek gizi a) b) c) d) e) Kandungan gizi lengkap Mudah dicerna dan diserap Mengandung lipase untuk pencernaan lemak Mempertinggi penyerapan kalsium Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas) 2. LAMPIRAN MATERI A. Pengertian Menurut WHO.VIII.tabloidnakita. Asia dan Amerika Latin.com. B. Ditinjau dari aspek KB a) b) Menunda kembalinya kesuburan Menjarangkan kehamilan 4. Oleh karena itu. ( www.

Memasukkan putting susu a) Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan. Posisi ibu menyusui a) Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu pakailah kursi yang ada sandaran punggung dan lengan b) Gunakan bantal untuk mengganjal bayi. Bagi keluarga a) Aspek Ekonomi : hemat karena tidak membeli susu formula dan bayi jarang sakit sehingga biaya pengobatan dapat dihemat b) Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lain 6. karena sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahahankan menyusui dan memperbanyak produksi ASI 2. letakkanlah kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kanan. dan ibu jari diatasnya. tetapi tidak diatas bagian yang berwarna hitam (aerola mamae) d) Sentuhlah mulut bayi dengan putting susu e) Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar f) Masukkan putting susu secepatnya kedalam mulut sampai daerah berwarna hitam . sebaiknya memperhatikan hal – hal di bawah ini : 1. badan bayi mengahadap ke badan ibu b) Lengan kiri bayi di letakkan di seputar pinggang ibu. Bagi bangsa dan negara a) Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak b) Mengurangi subsidi rumah sakit untuk perawatan ibu dan anak c) Meningkatkan kualitas generasi penerus C. tangan kanan ibu memegang pantat / paha kanan bayi c) Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari tangan kiri dibawahnya. Teknik menyusui Teknik menyusui perlu diperhatikan. agar jarak bayi tidak terlalu jauh dari payudara 3. Cara Pemberian Dalam memberikan ASI Eksklusif.b) c) Mengurangi insiden HPV (Human Papilo Virus) Mempercepat involusi uterus 5.

lepaskanlah isapan bayi dengan cara : a) Masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi atau b) Dengan menekan dagu bayi kebawah c) Dengan menutup lubang hidung bayi d) Jangan menarik putting susu untuk melepaskannya 5. sendawakan bayi sebelum menyusukan dengan payudara yang lain. berbaring.4. sambil digosok punggungnya. Masalah Dalam Menyusui Asi Kurang Seringkali ibu merasa produksi ASInya kurang padahal sebenarnya tidak. Melepaskan hisapan bayi Setelah selesai menyusukan bayi selama 10 menit. dengan cara : a) Sandarkan bayi dipundak ibu tepuklah punggungnya dengan pelan sampai keluar sendawa b) Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu. ibu tergesa-gesa ingin memberikan tambahan susu formula. Hal-hal yang perlu diingat a) b) c) Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara bergantian Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih / teh Selama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada bayi D. 1. berdiri dan digendong 7. apalagi bila bayinya seing menangis. 6. Tanda-tanda menyusui yang benar a) Bayi cukup tenang b) Mulut bayi terbuka lebar c) Bayi menempel betul pada ibu d) Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu e) Seluruh areola tertutup mulut bayi f) Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat g) Putting susu ibu tidak terasa nyeri h) Kuping dengan lengan bayi berada pada satu garis i) Posisi ibu menyusui duduk. Menyendawakan bayi Setelah hisapan bayi dilepaskan . Penanggulangannya : a) b) Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi Menyusuilah dengan sabar .

Payudara Bengkak Pada hari-hari pertama.c) d) Menyusui secara bergantian antara kedua payudara Minimalkan penggunaan alat (misal : dot) karena akan membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi rangsangan untuk memproduksi ASI 2. jangan dijadwalkan Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyususi yang benar Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompa Penanggulangan : a) b) c) Bayi disusukan untuk menghindari pembengkakan Berikan kompres dingin untuk menguragi nyeri Lakukan pengurutan atau massage payudara 4. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan nyeri. Putting Susu Nyeri Atau Lecet Rasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya putting susu yang masuk ke dalam mulut bayi sedangkan areola tidak masuk mulut. Disamping itu juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara. Bayi Bingung Putting Bayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI akan mengalami nipple confusion sehingga waktu menyusu ibunya sering terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusu ibunya. Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah : a) b) c) d) Susui bayi segera setelah bayi lahir Susui menurut kehendak bayi. menekan pembuluh darah dan saluran limfe. Penanggulangan : a) b) c) Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif Menyusui dengan cara yang benar Menyusui lebih lama dan sering 3. seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI mengumpul di dalam payudara. Penanggulangan : a) b) c) Lakukan tehnik menyususi yang benar Menyususi pada payudara yang tidak lecet Jangan membersihkan putting dengan sabun atau alcohol .

Asuhan Antenatal. Asuhan Keperawatan Ibu Hamil. Penanggulangan : a) b) c) d) e) f) Kompres air hangat Ibu tetap menyusui bayinya pada payudara yang tidak terinfeksi Cukup istirahat Minum air putih minimal 2 liter/hari Minum anti biotik Lakukan perawatan payudara DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI. Obstetri Fisiologi. FKUI. Edisi 2. Persis Mary Hamilton. Buku 2. Leman: Bandung. FKUI. 2000. 2001. Modul Diklat Jarak Jauh. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. E. Jakarta. 2002. Marilyn. FKUI. EGC. Edisi 3. Ilmu Kebidanan. . Cetakan 1. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. EGC. 2001. Jakarta 2005. Buku Pedoman Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologi Bagi Dosen Diploma III Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka: Jakarta. Biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan yang tersumbat atau luka pada putting yang terinfeksi. Yayasan Bina Pustaka: Jakarta. Jakarta Doengoes. E. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara akibat infeksi.5. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. 2002. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful