BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus meningkat dan mengalami perkembangan yang semakin pesat dari masa ke masa. Hal tersebut berakibat pada peningkatan kebutuhan akan tenaga professional untuk mendukung proses industrialisasi. Oleh karena itu, dunia pendidikan menjadi sarana utama untuk meningkatkan sumber daya manusia disamping lembaga yang lainnya. Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alamnya terutama pada sumber daya minyak dan gas bumi. Pada masa sekarang ini permintaan akan minyak bumi dan gas bumi sangat besar, baik dari dalam negeri maupun di luar negeri sehingga dibutuhan pengolahan minyak dan gas bumi secara tepat dan efisien guna memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, salah satu perusahaan minyak yang cukup berperan dalam mengatasi kebutuhan minyak dan gas bumi di indonesia yaitu PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sungai Gerong. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan minyak mentah dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang digunakan untuk menunjang proses pengolahan minyak tersebut. Kegiatan industri di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sungai Gerong yaitu meliputi pengolahan minyak mentah (eksplorasi), sebagai perusahaan komoditi ekspor untuk sektor migas, dan sebagainya. Unit Pengolahan III Plaju – Sungai gerong tediri dari beberapa unit pengolahan tersebut tersebut mampu memproduksi minyak sebanyak 10.000 ton/hari. Untuk menunjang kegiatan tersebut, PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sungai Gerong memiliki 5 CDU (Colomn Destilation Unit) untuk mengolah minyak mentah (Crude Oil) menjadi bahan bakar. Di setiap CDU terdapat beberapa Accumulator untuk penyediaan aliran refluk dan mencegah terjadinya kerusakan peralatan setelah accumulator akibat fluktuasi aliran kolom. Accumulator ini termasuk bejana tekan (Pressure Vessel).

Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri

1

1.2 Tujuan Kerja Praktek (KP) Tujuan Kerja praktek yaitu : 1. Tujuan Umum a. Mengadakan studi banding untuk mengetahui secara mendalam sampai seberapa jauh pengetahuan yang telah didapat oleh mahasiswa di bangku kuliah yang dapat dipraktekkan di dunia kerja yang sesungguhnya. b. Memahami secara umum kegiatan-kegiatan yang ada di

perusahaan, khususnya di bidang permesinan. c. Mengikat pengalaman, wawasan dan daya nalar mahasiswa tentang pengopersian mesin-mesin dan aspek-aspek keteknikkan dalam aplikasinya dalam dunia industri. d. Meningkatkan profesionalisme mahasiswa Teknik Mesin dengan adanya transfer informasi dari kalangan dunia industri kepada mahasiswa. e. Sebagai sarana diskusi tentang keprofesian Teknik Mesin di masa yang akan datang dan dalam menghadapi persaingan bebas. 2. Tujuan Khusus a. Untuk Universitas, dapat memperoleh gambaran tentang

perusahaan sebagai bahan informasi untuk mrngembangkan kurikulum di jurusan. b. Untuk mahasiswa, dapat mengetahui lebih mendalam penerapan teori yang didapat mahasiswa dan yang diterapkan dalam dunia kerja sesungguhnya. c. Untuk Perusahaan, dapat memperoleh usulan dan saran secara tertulis dari mahasiswa terhadap permasalahan yang terjadi di perusahaan.

1.3 Batasan Masalah Dalam kerja praktek ini, penulis membahas tentang “Konstruksi pressure vessel accumulator pada CDU 4” dengan batasan : 1. Menentukan ketebalan Accumulator

Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri

2

2. 3.

Menentukan korosi pertahunnya Menentukan umur Accumulator

1.4 Metode Penulisan Metode yang dilakukan selama kerja praktik adalah : 1. Observasi ( pengamatan ), dilakukan dengan mengamati tangki yang ada di plaju secara langsung dan mengumpulkan data hasil pengukuran ketebalan dan kondisi Accumulator. Dengan demikian diperoleh data-data serta hasil pengamatan yang akan digunakan dalam analisa. 2. Wawancara dan diskusi dengan pembimbing kerja praktek tentang metode yang digunakan dalam pengukuran, yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang Accumulator secara umum serta data-data non teknis yang berkaitan dengan Accumulator. 3. Study literatur, bertujuan untuk memperoleh data-data mengenai accumulator dengan cara melihat beberapa referensi buku keteknikan yang membahas mengenai Pressure Vessel. 4. Dialog dan Diskusi, diterapkan pada pembimbing dan mekanik yang bekerja di lapangan.

I.5

Waktu dan Tempat Kerja Praktek Kerja praktek ini berlangsung selama 2 bulan dan dilakukan pada tanggal 28 Januari 2013 s/d 28 Maret 2013, kegiatan ini berlangsung di PERTAMINA RU III Plaju-Sungai Gerong.

Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri

3

TANGGAL

WAKTU

TEMPAT BAGIAN

28 Januari 2013 s/d 31 Januari 2013

07.00 – 15.30

Workshop

1 Februari 2013 s/d Selesai Kerja Praktek

07.00 – 15.30

MAINTENANCE AREA I

1.6 Parameter Perhitungan Ada beberapa parameter yang diperlukan untuk perhitungan perancangan Accumulator CDU 4. Parameter yang dibutuhkan dari pompa adalah Diameter luar, Pressure, dan Material. Para

1.5 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kerja praktek ini dilaksanakan di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sungai Gerong mulai dari tanggal 28 Januari sampai 28 Maret 2013. Adapun tempat pelaksanaan kerja praktek adalah Workshop dan Maintenance Area 1.

1.6 Sistematika Penulisan Laporan Dalam proses penyelesaian laporan ini, penulis membuat apa yang

didapat dilapangan dalam bentuk tulisan dengan sistematika sebagai berikut :

Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri

4

Produk Pertamina. Lokasi Tata letak pabrik. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sungai Gerong. metode penulisan. parameter perhitungan. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 5 . tempat dan waktu pelaksanaan serta sistematika penulisan laporan.BAB I Pendahuluan yang meliputi latar belakang. tujuan. struktur organisasi Perusahaan. BAB II Tinjaun umum yang meliputi sejarah PT. batasan masalah. Proses pengolahan minyak. dan Kepegawaian BAB III BAB IV BAB V Dasar Teori Pressure Vessel Accumulator Hasil Perhitungan dan Pembahasan Penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.

1887) Sumur minyak Ledok (Cepu. Hal ini memacu usaha-usaha yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan minyak dan juga gas bumi. Hal ini menuntut ketersediaan energi yang memadai. dan Plaju-Sungai Gerong (1920). Namun eksplorasi tersebut mengalami kegagalan.Pada saat ini. Usaha pencarian minyak bumi di Indonesia diawali dengan eksplorasi yang dilakukan pengusaha Belanda bernama Jan Reerink dan Van Hoevel pada tahun 1871 di kaki Gunung Ceremai. 1901) Sumur minyak Pamusian (Tarakan. Pada tanggal 15 Juni 1885. eksplorasi ini berhasil menemukan sumur minyak bumi komersil pertama di Indonesia dengan kedalaman 121 m. Cepu (1894). usaha selanjutnya dilakukan oleh pengusaha Belanda lain bernama Aieko Jan Zijlker di Telaga Tunggal.Pada saat itu pengeboran minyak masih dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing seperti Royal Dutch Company. Pada Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 6 .1 Sejarah Singkat PERTAMINA Penduduk yang semakin lama kian meningkat jumlahnya menyebabkan kebutuhan akan energi yang seiring ikut meningkat pula. Stanvac. Setelah keberhasilan pengeboran ini maka secara berturut-turut ditemukan sumur sumur minyak di beberapa tempat diantaranya :      Sumur minyak di Telaga Sahid (Sumatera Utara) Sumur minyak Kruka (Jawa Timut. Caltex. 1921) Penemuan sumur-sumur minyak tersebut mendorong berdirinya kilangkilang minyak seperti di Wonokromo (1890). minyak dan gas bumi merupakan sumber energi andalan dan paling banyak dibutuhkan dalam berbagai sektor kehidupan. Pangkalan Brandan (1891).Minyak dan gas bumi merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui. dll. 1905) Sumur minyak Talang Akar Pendopo (Sumatera Selatan. Shell.Baru setelah Indonesia merdeka dilakukan usaha-usaha pengambilan alihan kekuasaan di bidang industri minyak dan gas bumi.BAB II PROFIL PERUSAHAAN II.

27/1968. Selain itu nama PN. yaitu UU No.PERMIGRAN. PERMINA. yaitu sumur minyak dan penyulingan di Cepu. Setelah itu. diserahkan kepada Lemigas. 3/1961 PN. 6/M/MIGAS?66 tanggal 4 Juni 1966. maka pada tanggal 20 Agustus 1968 dibentuk Perusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional (PN. UU No. PERTAMINA.Daerah operasi PERTAMINA RU-III ini meliputi kilang Plaju dan Sungai Gerong serta terminal Pulau Sambu dan Tanjung Uban.Tanggal inilah yang dijadikan sebagai hari jadi PERTAMINA. 8/1971. yaitu :    PN. pada tanggal 10 Desember 1957. dibentuklah tiga perusahaan negara (PN) disektor minyak dan gas bumi. ETMSU (Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara) menjadi PN. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 7 . Semua kekayaan PN.PERMINA dan fasilitas pemasarannya diserahkan kepada PN. PERMIGRAN dibubarkan dengan menggunakan SK Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi No. 199/1961 Pada tahun 1965 PN.PERTAMIN. PERTAMIN berdasarkan PP No.2 Sejarah PERTAMINA RU-III Plaju PERTAMINA RU-III Plaju merupakan satu dari tujuh unit pengolahan yang dimiliki pleh PT.PERTAMIN dan tanggal 15 September 1971 dibuat undang-undang landasan kerja baru. PERMIGAN berdasarkan PP No. 44/1961. sedangkan fasilitas produksinya diserahkan kepada PN. PERMINA berdasarkan PP No. Undang-undang ini menjadikan PERTAMINA sebagai pengelola tunggal dibidang industri minyak dan gas bu mi di Indonesia. Kolonel Ibnu Sutowo memerintahkan perubahan nama PT. PERTAMINA).tahun 1951 didirikan perusahaan minyak nasional pertama di Indonesia dengan nama Perusahaan Tambang Minyak Negara Republik Indonesia (PMTRI). II. PERTAMINA diganti menjadi Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (PERTAMINA). Berdasarkan Undang-Undang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Perusahaan ini merupakan peleburan dari PN. Berdasarkan PP No. 198/1961 PN.

Kedua kilang ini dikenal dengan sebutan Kilang Musi. Bengkulu. Lampung. Sumatera Selatan.Kilang ini mengolah minyak mentah dari Prabumulih dan Jambi. Pada tahun 1973.Dengan adanya penyesuaian terhadap unit yang masih ada.000 t0n pertahun 1973 Pendirian kilang polipropilen untuk memproduksi pellet polytam dengan kapasitas 20. kilang ini diambil alih oleh PT. maka kapasitas produksi kilang Sungai Gerong menjadi 25 MBCD. RU-III telah melakukan beberapa modifikasi yang secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah: Tahun 1903 1926 1965 Sejarah Pembanguna kilang minyak di Plaju oleh Shell (Belanda) Kilang Sungai Gerong dibangun oleh STANVAC (Amerika Serikat) Kilang Plaju/Shell dengan kapasitas 110 MBSD dibeli oleh negara/PERTAMINA 1970 1972 Kilang Sungai Gerong/STANVAC dibeli oleh negara/PERTAMINA Pembangunan Asphalt Blowing Plant berkapasitas 45. Pada tahun 1957. Shell Indonesia.Kilang ini dibawah pengawasan RU-III PERTAMINA dan bertanggung jawab dalam pengadaan BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk wilayah Jambi. Shell Indonesia dan pada tahun 1965 pemerintah Indonesia mengambil alih kilang Plaju dari PT.Kilang yang berkapasitas produksi 70 MBCD ini kemudian dibeli oleh PERTAMINA pada tahun 1970. Selain proses integrasi tersebut.Kilang ini mempunyai kapasitas produksi 100 MBCD (Million Barrel per Calendar Day). Kilang Sungai Gerong didirikan oleh Stanvac pada tahun 1920.000 ton per tahun 1973 1982 Integrasi operasi kilang Plaju-Sungai Gerong Pendirian Plaju Aromatic Center (PAC) dan Proyek Kilang Musi (PKM I) yang berkapasitas 98 MBSD 1982 Pembangunan High-Vacum Unit (HVU) Sungai Gerong dan revamping CDU (konservasi energi) Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 8 . kedua kilang ini mengalami proser integrasi.Kilang minyak Plaju didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1920.

revamping RFCCU-Sungai Gerong dan unit alkilasi. modifikasi unit Redistilling I/II Plaju.1984 Proyek pembangunan kilang TA/PTA dengan kapasitas produksi 150. Tabel.200 ton pertahun.000 ton per tahun 1987 Proyek pengembangan konservasi energi/ Energi Conservation Improvement (ECI) 1988 1990 Proyek Usaha Peningkatan Efisiensi dan Produksi Kilang (UPEK) Debottlenecking kapasitas kilang PTA menjadi 225. 000 ton per tahun 1994 PKM II : Pembangunan unit polipropilen baru dengan kapasitas 45.1 sejarah perusahaan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 9 . redesain siklon RFCCU Sungai Gerong. pemasangan Gas Turbine Generator Complex (GTGC) dan perubahan frekuensi listrik dari 60 Hz ke 50 Hz.000 ton per tahun 1986 Kilang PTA (Purified Terephtalic Acid) mulai berproduksi dengan kapasitas 150. dan pembangunan Water Treatment Unit (WTU) dan Sulphuric Acid Recovery Unit (SAU) 2002 2003 Pembangunan jembatan integrasi Kilang Musi Jembatan integrasi Kilang Musi yang menghubungkan Kilang Plaju dengan Kilang Sungai Gerong diresmikan. 2.

SENIOR VICE PRESIDENT REFINING OPERATION GENERAL MANAGER REFINERY UNIT III SECRETARY ENGINEERING DEVELOPMENT MANAGER RELIABILITY MANAGER PRODUCTION MANAGER MAINTENANCE PLANNING & SUPPORT MANAGER MAINTENANCE EXECUTION MANAGER GENERAL AFFAIRS MANAGER TURN AROUND MANAGER COORDINATOR OPI PROCUREMENT MANAGER HSE MANAGER REFINERY PLANNING & OPTIMIZATION MANAGER Gambar 2.1 Struktur Organisasi Refinery Unit III Plaju Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 10 . maka Pertamina RU III Plaju – Sungai Gerng dilengkapi dengan perangkat kerja yang terbentuk dalam suatu organisasi kerja.II.3 Struktur Organisasi PERTAMINA RU-III Plaju Untuk Menunjang kegiatan operasi kilang.

Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 11 .4 Proses Pengolahan minyak PERTAMINA RU-III Plaju Minyak mentah yang diolah di PERTAMINA RU-III Plaju berasal dari Plamebang Selatan (SPD). dan Alkilasi.II.Hasil dari distilasi merupakan produk BBM. off spec). minyak mentah Jambi Asphaltic Oil/Parafinic Oil (JAO/JPO). Blending. sebagian dari hasil distilasi harus melewati tahapan secondary process. Unit lain digunakan untuk memisahkan residu hasil pemisahan dari unit CD dan Redistiller menjadi fraksi-fraksinya. kombinasi molekul (polimerisasi dan alkalisasi) dan perubahan struktur molekul (reforming).  Secondary Process Proses ini bertujuan untuk mengolah fraksi-fraksi dari primary process. minyak mentah Jene/Kaji. Proses pengolahan di PERTAMINA RUIII Plaju terdiri dari Primary Process. Namun saat ini redistiller dapat digunakan untuk mengolah minyak mentah atau campuran keduanya. dan minyak mentah Lalang. Redistiller digunakan untuk mengolah slop oil (minyak sisa yang tidak memenuhi standar.yang beroperasi pada proses ini adalah FCCU (Fluid Catalityc Cracking Unit). dan Polypropylene Plant. Unit unit. Proses ini meliputi dekomposisi molekul (cracking). minyak mentah dipisahkan menjadi fraksi-fraksi dengan menggunakan prinsip distilasi. Pada secondary process melibatkan terjadinya perubahan struktur kimia dari suatu senyawa.  Primary Process Pada primary process. minyak mentah Talang Akar Pendopo (TAP). Secondary Process. Unit operasi yang digunakan pada proses ini adalah Crude Distiller (CD) dan Redistiller. o o Crude Distiller digunakan untuk memproses minyak mentah. minyak mentah Asamera (Ramba). minyak mentah Bula/Klamono. Treating. Minyak mentah dialirkan ke unit Crude Distiller dan Redist sesuai komposisi dan sumber minyak mentah. Polimerisasi. minyak mentah Duri. minyak mentah Geragai.

 Blending Proses ini bertujuan untuk memenuhi spesifikasi produk.89 1.3 Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 12 .8 2. Buthane-Buthylene Treater (BB Treater). yaitu: o o o Pemurnian bahan mentah menggunakan proses adsorpsi Distilasi dan pengeringan Polimerisasi dan peletisasi serbuk polipropilen menjadi bijih plastik Setiap unit di PERTAMINA RU-III Plaju memiliki kapasitas sendiri. Treating Proses treating bertujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa yang tidak diinginkan dari produk BBM seperti senyawa belerang. Contoh proses blending adalah penambahan TEL (Tetra Ethyl Lead) untuk meningkatkan angka oktan bensin. yaitu : Unit CDU II CDU III CDU IV CDU V CDU VI HVU II Stabilizer CAB BBDistilling Alkylasion C4 Polymerisasion Lokasi Plaju Plaju Plaju Plaju Sungai Gerong Sungai Gerong Plaju Plaju Plaju Plaju Kapasitas (MBSD) 16. dan Sulphuric Acid Recovery Unit (SAU). Proses treating ini dilakukan pada unit CTU (Caustic Treating Unit). Dilakukan dengan penambahan aditif atau dengan pencampuran dua produk yang berbeda spesifikasinya.9 2. Doctor Treater. Proses terbagi menjadi tiga bagian.5 4.  Polypropylene Plant Bahan baku unit ini adalah raw propane-propylene dari hasil perengkahan di FCCU. Tabel dibawah menunjukan kapasitas dari masing masing unit.2 30 30 35 15 53.

5 Non Fuel Products Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 13 .4 Special Fuel Products Non Fuel Products LPG Solvent (SBP-X. chillers Tabel 2.2 Kapasitas Tiap Unit 20. LAWS. etc Cooling media for : air conditioners. frezer.5 II.RFCCU Sungai Gerong Tabel 2. insektiside. special fuel products. Spesifikasi dari produk yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel dibawah : Fuel Products Gasoline Kerosene Diesel Industrial Diesel Oil Industrial Fuel Oil Notification Pso PSO PSO Non PSO Non PSO Tabel 2.3 Fuel Products Majority Uses Fuel for Gasoline Engine Fuel for Cooking Fuel Diesel Engine Fuel Industry Diesel Fuel Industry Diesel Special Fuel Products Avgas Avtur Pertamax The Uses For non jet aircraft For jet aircraft For high compressor cars Tabel 2. link. dan non fuel products. SGO) Musicool Hydrocrbon Refrigerant The Uses For households and industry For melting paint.5 Produk PERTAMINA RU-III Plaju PERTAMINA RU-III Plaju mengolah minyak mentah menjadi produk jadi berupa fuel products. medicine.

Kilang Minyak Plaju Kilang Minyak Sungai Gerong Kilang minyak Plaju terletak di sebelah selatan Sungai Musi dan sebelah barat Sungai Komering. Golf Bagus Kuning 51.Pertamina (Persero) RU.2 dibawah ini : No 1 2 3 4 5 6 7 Tempat Luas (Ha) Area Perkantoran Kilang Plaju 229.III dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 2. sedangkan luas wilayah efektif yang dipergunakan oleh PT.III Plaju merupakan salah satu unit proses produksi dalam jajaran direktorat pengolahan yang terletak di Sumatera Selatan RU.III Plaju ini mempunyai dua buah kilang yaitu : 1.90 Diklat-SDM Sungai Gerong 34.Pertamina (Persero) RU.III dapat dilihat pada tabel 2.2 Lokasi perusahaan Luas wilayah kerja PT.37 Tabel 2.6 Lokasi dan Tata Letak Pabrik PT.20 Lapangan Golf Kenten 80.60 Area Kilang Sungai Gerong 153.6 Luas area perusahaan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 14 .60 RDP Plaju. 2.40 RDP Kenten 21.95 RDP dan Lap.II. Pertamina (Persero) RU. Sungai Gerong Ilir 349.6 Ha.III adalah 1812.Pertamina (Persero) RU. sedangkan kilang minyak Sungai Gerong erletak di persimpangan Sungai Musi dan Sungai Komering. Untuk lebih jelasnya lokasi PT.

Pegawai Pembina b.7Kepegawaian Berdasarkan data yang dihimpun jumlah karyawan yang bekerja di PT.00 WIB : jam 23.III terbagi atas dua bagian. Shift pagi 2.00 WIB s.00 WIB s.III mempekerjakan pegawai-pegawainya secara garis besar terbagi menjadi: a. Karyawan yang bekerja di PT. B.d 12.00 WIB Terdapat empat kelompok shift yaitu A. Yang termasuk dalam bagian ini adalah karyawan yang bekerja di lapangan seperti operator dan kepala jaga. 2. ia akan bekerja di bagian engineering dan pengembangan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 15 .30 WIB : jam 07. Shift siang 3.00 WIB s. Senin – Kamis Istirahat b.III adalah 1821 orang.00 s. dan D pengaturan kerjanya dilakukan dengan sistem 3-1 yang berarti tiga hari kerja berturut-turut dan satu hari libur.Pertamina RU.00 WIB Untuk menjalankan operasinya.Pertamina RU.d 23. Pertamina RU.II. C. yaitu : 1. Karyawan yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Jumat Istirahat : jam 07. Karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi.d 07.d 15. Pegawai Biasa : Pegawai dengan golongan 2 ke atas : Pegawai dengan golongan 5-3 : Pegawai dengan golongan 9-6 : Pegawai dengan golongan 16-10 Seorang sarjana teknik biasanya mula-mula bekerja di bagian kilang dahulu dan turut mendapatkan giliran jaga bersama dengan salah satu kelompok shift.d 15. jam kerja yang berlaku merupakan sistem shift yang terbagi atas : 1. Yang termasuk dalam bagian ini adalah karyawan yang bekerja di dalam kantor seperti engineering dan orang yang bekerja di bagian SDM jam kerja bagi kelompok ini adalah jam kerja reguler yang diatur sebagai berikut : a. Shift malam : jam 07.30 WIB : jam 11.00 WIB s.00 s. Pegawai Utama c. Setelah itu. Pegawai Madya d.30 WIB : jam 12.00 s.d 13.d 15. PT.00 WIB : jam 15.

serta melakukan evaluasi dan audit. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan seputar proses proses yang terjadi di Pertamina kemudian sarjana teknik tersebut berorientasi di Proses Engineering sekitar 1-2 tahun setelah berorientasi di Proses Engineering sarjana tersebut akan ditempatkan di pabrik / kilang sebagai asisten selama 3-5 tahun. pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja PT. Setelah menjadi manajer. Sebelum bekerja di Pertamina. tetapi ada kemungkinan untuk berpindah ke kilang yang lainnya. merevisi prosedur kerja. sehingga dipandang mampu untuk menempati proses manajer. melaksanakan program pelatihan dan mendeteksi secara dini sumber-sumber bahaya. seorang harus memiliki kartu pass ataupun visitor cara (bagi yang non karyawan seperti peserta kerja praktek dan peserta kunjungan pabrik) ataupun kartu identifikasi atau ID card (bagi karyawan) yang dikeluarkan oleh pihak keamanan. Area Kilang merupakan area yang tertutup bagi umum sehingga untuk dapat masuk ke dalam area tersebut. Pertamina mengadakan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan tersebut. Umumnya. dan pengalaman bekerja juga dituntut untuk mempunyai prestasi tertentu. Setelah menjadi Kepala Bagian dapat pula berpeluang menjadi Manajer.khususnya bagian proses engineering.III merupakan suatu industri yang berpotensi tinggi terhadap bahaya kecelakaan. Setelah selesai masa orientasi maka akan ditempatkan kembali bekerja di pabrik sebagai Supervisor ataupun Kepala Bagian. seorang sarjana teknik akan menjadi manajer setelah bekerja selama 15-20 tahun. Seorang sarjana teknik yang ditempatkan di pabrik ini kemungkinan besar tidak berorientasi di satu kilang saja. kebakaran/peledakan. Pertamina (Persero) RU. Jika seorang sudah dapat masuk ke area kilang Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 16 . Selain itu. seorang sarjana teknik yang telah diterima menjadi calon karyawan akan dilatih pada program BPST (Bimbingan Profesi Sarjana Teknik) selama kurang lebih satu tahun. seorang sarjana teknik juga dapat bekerja di labiratorium ataupun di bagian rencana dan ekonomi. seorang sarjana teknik berpeluang untuk menjadi seorang General Manager di Pertamina adalah seseorang yang mempunyai pengalaman bekerja di Pertamina dan disegani karena mempunyai prestasi yang bagus  Peraturan Kerja PT.

yaitu : a. PT. Ketentuan umum. HSE sebagai tempat merokok. Tamu ataupun rekanan tidak diizinkan masuk di daerah kilang tanpa persetujuan/izin dari manager kilang dan security. Pemadam Kerbakaran. Sesuai dengan Undang-Undang No. senjata tajam. terdiri dari : a. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 17 . yaitu : Dilarang keras merokok di daerah kilang kecuali di tempat khusus yang telah disetujui oleh pimpinan perusahaan CQ.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja karyawan yang dikeluarkan oleh Depatemen Tenaga Kerja. Lindungan Lingkungan (LK). e. sepatu safety. sarung tangan. Merokok.III memberikan sebuah badan khusus yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan kerja karyawan.maka ia diharuskan untuk memakai alat-alat keselamatan kerja yang terdiri dari helm pengaman. obta bius atau minuman yang beralkohol ke dalam area kilang. dan sumbat telinga yang harus digunakan dengan sesuai dengan kondisi lingkungan kerja karyawan. ataupun alat pembuat api lainnya. Pertamina RU. b. Tidak dibenarkan membawa senjata api. 2. yaitu : 1. Alat potret dan handphone yaitu : 1. 3. Dilarang menyentuh dan mengoperasikan alat-alat operasi. Dilarang menghasut. d. Badge tanpa pengenal harus dikenakan pada tempat yang mudah dilihat saat memasuki ataupun berada di daerah pabrik/kilang c.Pertamina RU.III memiliki ketentuan-ketentuan umum dan khusus dalam pelaksanaan peraturan kerja. Badan tersebut adalah HSE. b. PT. berkelahi atau berkelakar yang dapat membahayakan. Ketentuan khusus. korek api. Keselamatan dan Keselamatan Kerja. Semua yang akan menggunakan alat potret/kamera di dalam area kilang harus dilindungi oleh surat izin memotret yang dapat diperoleh di bidang HSE. 2. HSE terbagi atas tiga bagian dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu : 1.

Kendaraan. Mematikan semua perlengkapan kemungkinan sumber nyala seperti : rokok. mesin las dan sebagainya. e. seandainya anda masih ragu silahkan bertanya ke HSE. Keselamatan. Tidak diizinkan mengoperasikan handphone dan HT pribadi di dalam kilang c. Personil yang mengemudi kendaraan harus memarkirkan kendaraannyaa ke tepi jalan dan mematikan mesin. c) Sungai Gerong : Belakang kantor CD & L Belakang pemeliharaan d. sebagaimana dianjurkan bagaian keselamatan (HSE) 2. 3. 5.2. 2. Segera menuju ke tempat berkumpul (dengan berjalan kaki) “Assembly Point” (bendera bersimbol A) berlokasi di : b) Plaju : Depan kantor Ren Tek Pem. Depan kantor Lis Kilang. Alat potret hanya boleh digunakan didaerah yang dinyatakan dalam surat izin tersebut dan tidak boleh dialihkan untuk pekerjaan lainnya ataupun di daerah lainnya. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 18 . alat potret dan perlengkapan lainnya harus di switch off. Semua orang memasuki area harus memakai topi pengaman dan alat keselamatan perorangan lainnya. berikan jalan kepada mobil pemadam kebakaran dan mobil ambulance. 3. Depan kantor OM. 4. Setiap orang mengendarai kendaraan bermotor di dalam kilang yang memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan surat izin masuk kendaraan. Depan bengkel bubut. mesin mobil. Ketika melewati daerah terlarang. Keadaan darurat. yaitu : 1. Patuhilah semua tanda-tanda keselamatan. yaitu : 1. yaitu : 1. Alat potret tidak boleh menggunakan lampu blitz.

Batas kecepatan di daerah pabrik adalah 40 km/jam ataupun seperti yang di tetapkan dan 40 km/jam batas kecepatan di jalan-jalan Kompleks perusahaan Pertamina. 3. Pertamina RU. 1. Sarana Kesehatan Sarana kesehatan di PT. dan 131 : 8225. Perumahan Karyawan Sarana perumahan tidak terpusat di dalam komplek PT. 4.III tetapi juga di luar komplek Pertamina 2. Kecelakaan. yaitu : Adalah tanggung jawab setiap orang untuk memelihara daerahnya selalu bersih dan rapi setiap saat dan membuang sampah di tempat pembuangan sampah. sarana olahraga. 76692.III berupa rumah sakit yang merupakan sarana dan layanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif untuk masyarakat perminyakan khususnya rumah sakit didirikan sejak PT. Jangan lebih dari tiga orang sopir di tempat duduk depan dalam setiap kendaraan yang sedang berjalan (khusus untuk mobil pick up) 5. yaitu : Setiap orang yang bertanggung jawab untuk melaporkan setiap kejadian yang menyebabkan rusaknya alat-alat dan lukanya personil ke HSE dengan menghubungi nomor telpon : Plaju Sugai Gerong  : 8777. Pertamina (Persero) RU. f. sarana pendidikan dan wisma. g.2. dan 141 Fasilitas Karyawan Fasilitas karyawan diadakan oleh perusahaan melalui penyediaan perumahan karyawan. sarana ibadah. alat-alat ataupun barang-barang besar dan berat di atas kendaraan beroda dua di dalam area kilang. Setiap kendaraan dilarang memuat melampaui batas muatan maksimum yang diizinkan. Kebersihan. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 19 . Dilarang membawa penumpang. 8222. sarana kesehatan. Shell beroperasi di Plaju pada tanggal 30 Desember 1930.

Sarana Pendidikan Sekolah Yayasan Kesejahteraan Pekerja Pertamina (YKPP) merupakan sarana pendidikan bagi anak-anak pekerja Pertamina maupun umum yang berlokasi di komplek Perumahan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. dan kolam renang. 5.Jati Komplek Pertamina dan Komplek Pertamina Kenten Barat Palembang. Sarana Ibadah Sarana ibadah yang disediakan oleh PT.III Plaju berupa masjid dan gereja 4.III berupa gedung olahraga bowling. Pertamina RU. lapangan tenis. 6. Wisma Wisma Yayasan Kesejahteraan Pekerja Pertamina (Wisma YKPP) berlokasi di Jl. Sarana Olahraga Sarana olahraga yang disediakan oleh PT Pertamina RU. lapangan sepak bola. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 20 .3.

baik untuk pemisah minyak mentah. III. Tebal plat dari kepala bejana tekan ini tergantung dengan hasil perhitungan (calculation) yang ditentukan dari karekteristik fluida yang akan di proses didalam bagian dalam bejana tekan. Kepala bejana tekan ini dapat dihubungan dengan dinding bejana tekan dengan cara pengelasan. Adapun material atau bahan yang digunakan untuk membuat bejana tekan ini adalah plat baja yang terlebih dahulu di rencanakan dan di hitung ketebalan plat yang akan digunakan dan spesifikasi material yang akan direncanakan didalam prosess pabrikasi pembuatan bejana tekan ini. noselnosel (nozzles). untuk ketebalan kepala bejana tekan lebih tebal Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 21 . Kepala bejana tekan yaitu sebagai penutup bagian samping atau bawah dan atas dari suatu bejana tekan tersebut. baik komponen yang berada di dalam maupun luar .1 Bejana Tekan Bejana tekan atau istilah dalam teknik. dimana ukuran atau diameter dari pada kepala bejana tekan harus sama dengan ukuran dinding bejana tekan. sebagai penampung tekanan dalam maupun tekanan luar. adalah tabung tertutup berbentuk silinder. lobang orang (manhole). terdiri dari beberapa bagian utama seperti. penyangga (saddlle) dan aksesoris lainnya yang digunakan sebagai alat pendukung. Adapun komponen-komponen dari suatu bejana tekan.1 Komponen Utama Bejana Tekan Bagian-bagian utama dari bejan tekan antara lain: 1. Sistem penyambungan yang digunakan antara komponen yang satu dengan yang lain digunakan sistim kampuh pengelasan. air dan gas atau fluida lainnya yang akan dipisahkan. sebagai suatu alat proses pemisahan dan penampung. dalam bejana tekan ini juga akan mengendap secara gravitasi di dalam bejana tekan tersebut sehingga terpisah secara sendirinya. dinding (shell).BAB III DASAR TEORI III.1. kepala bejana tekan . bentuk dari kepala bejana tekan ini adalah setengah lingkaran atau ellipsoidal 2:1.

1 Head bejana tekan 2. Dinding (Shell). berbentuk silindar yang dapat menahan tekanan dari dalam maupun tekanan dari luar.sedikit dibandingkan dengan ketebalan dinding. yaitu suatu lubang yang berfungsi untuk keluar masuknya orang untuk membersihkan atau merawat . Lubang orang (Manhole). pada ujung-ujung arah horizontal disambungkan dengan cara pengelasan dapat disesuaikan dengan hasil perhitungan kapasitas dan volume fluida yang akan di proses untuk di pisahkan di dalam alat pemisah ini. Gambar 3. 3. untuk rating di tentukan sesuai dengan rating dari nosel inlet atau outlet dari bejana tekan yang akan direncanakan. Besar dan ukuran dapat di tentukan sesuai ukuran badan orang dewasa yaitu sekitar 20”~24” atau 500mm ~ 600 mm untuk diameter lobang nya. sedangkan untuk jenis material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada dinding. dimana dinding bejana tekan terbuat dari plat baja yang di roll di bentuk menjadi suatu diameter lingkaran yang berbentuk tabung. Tebalnya dinding tergantung dari hasil perhitungan dan dari karekteristik dari fluida yang akan di proses didalam bejana tekan tersebut. Cara pembuatan dari kepala bejana tekan dengan cara punch dish. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 22 .

ini berfungsi sebagai peluncur sewaktu-waktu adanya pertambahan panjang pada separator akibat adanya tegangan tarik yang timbul akibat adanya tekanan dan temperatur yang diakibatkan dari bagian dalam bejana dan untuk menghindari terjadinya pecahnya atau keretakan pada dinding bejana tekan jenis separator. 5. Nosel atau flanges yaitu yang berfungsi sebagai penghubung antara bejana tekan itu sendiri dengan proses pemipaan aliran fluida yang akan dialirkan keluar masuk (nozzle outlet inlet) dari dan ke bejana tekan itu sendiri. Penyangga (saddle). yaitu penyangga berbetuk saddle yang di rencanakan berdasarkan bentuk 1/2 lingkaran yang ditempatkan pada bagian bawah dinding bejan tekan yang berbentuk silinder.Gambar 3. b. Penyangga permanen (Fix saddle) yaitu dipasang di salah satu sisi separator disambung dengan cara pengelasan sedang bagian satu sisi (bawah) disediakan lubang penyangga tersebut baut guna cara untuk dipasang menyambung baut untuk dengan menghubungkan antara pondasi atau kedudukan saddle. yang berfungsi sebagai penyangga bejana tekan. Sedangkan sistim penyambungan dengan penyangga juga menggunakan baut cara pemasangan diberi rengganan (sliding).2 Manhole 4. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 23 . dari dan ke proses lanjutan ke dalam sistim pemipaan atau interface dengan alat-alat instrument pendukung lainnya. Penyangga peluncur (Sliding saddle) yaitu cara penyambungan sama dengan bejana tekan sama dengan poin “a”. Terdiri dari dua tipe yaitu: a.

potongan pipa. Vane type inlet device adalah alat berbentuk lingkaran terbuat dari .2 Bagian-bagian internal Bejana Tekan Bejana tekan mempunyai bagian-bagian internal yang fungsi dan kegunaannya bermacam-macam. sedangkan didalam pipa tersebut di beri plat penyekat atau menyerupai baling-baling. yang bertujuan agar tidak berubah secara fisik dan tidak mudah Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 24 . berikut ini penjelasan mengenai bagaianbagian internal.1. bejana horizontal separator 3-Phase sesuai dengan gambar dibawah ini: 1. Weir. 3. sehingga bercampur menjadi satu dengan minyak yang berada di bawahnya. alat ini berfungsi sebagai pemecah suatu aliran fluida yang masuk kedalam bejana tekan dan sekaligus untuk mengurangi kecepatan supaya fluida antara gas dan cairan bisa dipisahkan oleh vane secara gravitasi secepatnya dan lebih sempurna sehingga untuk proses ini sesuai yang di kehendaki. 2. adalah plat yang dipasang berlapis-lapis dan plat tersebut dilubangi dan tujuan dipasang alat ini adalah sebagai penjebak kondensate yaitu campuran antara minyak dan air tetapi lebih hal ini didominasi minyak sehingga cairan tersebut akan mengalir menuju kebawah secara gravitasi. adalah plat penyekat yang berfungsi sebagai pemisah atau pejebak antara minyak mentah dengan air . Mesh pad and perforated plate. bila sesuatu saat bejan tekan membutuhkan perawatan. karena berat jenis antara minyak dan air berbeda dan minyak berat jenisnya lebih ringan dibandingkan dengan air maka minyak akan mengalir di atas pemukaan air dan melewati plat penyekat tersebut sehingga dengan sendirinya minyak akan berpisah. apabila secara proses produksi tidak lagi effektif bekerja secara normal. Sedangkan plat penyekat dipasang tidak permanen (removable) tujuanya agar weir tersebut dapat di lepas untuk memudahkan pada saat pembersihan atau perawatan (maintenance) didalam bejana tekan tersebut.III. Mesh pad and perforated plate ini material yang di gunakan adalah sejenis plat tahan karat atau stainless steel.

yang diletakan dibagian paling bawah dinding bejana tekan. yaitu sebuah nosel berbentuk flanges yang dihubungkan dengan pipa saluran pembuangan. Vortex breaker atau pemecah aliran. seperti. yaitu suatu alat instrumentasi yang berfungsi sebagai alat keselamatan. alat ini bekerja secara otomatis karena sudah disetting sesuai dengan tekanan maksimal. LSL (Level Swit Low). yaitu suatu katup yang berfungsi sebagai pelindung bejana. Dan masing-masing alat-alat instrumentasi tersebut mempunyai fungsi satu sama lainya yang berbeda-beda. drain nosel tersebut dihubungkan dengan katup atau katup guna menutup atau membuka aliran dari dalam bejana tekan / bejana tekan. Katup Keselamatan. Disetting berdasarkan kebutuhan didalam bejana tekan. adalah alat berbentuk lingkaran terbuat dari potongan pipa sedangkan didalam pipa tersebut di beri plat penyekat atau menyerupai baling-baling. III. dengan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 25 . 4.rapuh akibat dari terkontiminasi dengan CO2 yang terkadung didalam fluida atau minyak mentah. 4. yaitu nosel dihubungkan dengan kebutuhan alat-alat instrumentasi. Venting system. alat ini berfungsi sebagai pemecah suatu aliran fluida yang akan keluar melalui nosel pipa yang akan dialirkan keluar dari bagian dalam bejana tekan. yang berfungsi sebagai alat kontrol guna mengetahui tekanan. Nosel pembungan (drain) ini dalam kondisi normal operasi selalu dalam kondisi tertutup. yang dipasang di bagian atas bejana guna melindungan bejana dari kerusakan material atau sambungan pengelasan. yang mana mutlak harus di install atau dipasang dibagian atas dari bejana tekan. LT (Level Transmiter) dll. PT (Pressure Transmitter). 2. LG ( Level Gauge). suhu . Nosel pembuangan (drain). bila melebihi tekanan yang diijinkan pada bagian dalam dari bejana tekan maka PSV akan membuka dengan secara otomatis. LSH (Level Swit High ). 3. Nosel untuk alat-alat instrumentasi (instrument device).2 Bagian-bagian pendukung / accessories 1.

III. III. Apabila telah melebihi tekanan perencanaan maksimal yang dizinkan maka secara otomatis katup keselamatan akan bekerja sesuai dengan berfungsinya yaitu mengeluarkan tekanan. Venting line di alirkan ke vent system tertutup atau ke flare line atau gas buang hasil dari venting tersebut di bakar ke dalam lubang pembakaran / burn pit.3.3.1 Tanki penyimpanan bahan bakar Bejana tekan dapat difungsikan sebagai alat penyimpan atau penampung bahan bakar baik cair maupun gas. dimana dari water pressure tank ini dapat di injeksikan kedalam suatu sistem yang tekanannya lebih rendah dari tekanan atmosfir. antara lain : III. sehingga tekanan didalam bejana akan normal kembali sesuai dengan normal tekanan kerja yang diizinkan yang telah ditentukan didalam perencaan. maka PSV mengeluarkan fluida yang bertekanan dari bejana tekan. yang dapat di alirkan melalui pipa-pipa penyalur.terdorong pegas keatas yang di tekan oleh tekanan yang terjadi didalam bejana tekan. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 26 . bejana tekan dibagi. III. berapa lama bahan bakar tersebut akan digunakan/disimpan.3. untuk besar dan ukuran dari tanki penyimpan bahan bakar tergantung dari kapasitas yang akan direncanakan berdasarkan kebutuhan.3 Water Pressure Tank Water pressure tank ini merupakan salah satu jenis bejana tekan yang berfungsi sebagai penyimpan air yang bertekanan.2 Tabung Kompresor Tabung kompressor ini merupakan juga salah satu jenis bejan tekan yang berfungsi sebagai penampung udara yang bertekanan/dikompresikan.3 Fungsi bejana tekan Berdasarkan fungsi dan pemakaiannya.

Posisi vertical III. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 27 . Gambar 3.2 Posisi Vertikal Posisi vertikal yaitu posisi tegak lurus terhadap sumbu netral axis.4. Posisi horizontal 2. Jenis bejana tekan bejana tekan vertical ini. dimana posisi ini banyak digunakan didalam installasi anjungan minyak lepas pantai (offshore).1 Posisi Horizontal Bejana tekan pada posisi horizontal banyak ditemukan dan digunakan pada ladang sumur minyak didaratan karena mempunyai kapasitas produksi yang lebih besar.4 Klasifikasi Bejana Tekan Klasifikasi Bejana tekan di bagi menurut posisi atau tata letak bejana tekan yang terdiri dari dua ( 2 ) macam posisi yaitu: 1. yaitu pemisahan antara minyak mentah dan gas saja yang mana pada penggunaan bejana tekan pada posisi vertical ini hasil utama yang akan diproses adalah gas dan cair. banyak di fungsikan sebagai jenis 2-Phase. yaitu pemisahan antara minyak mentah (crude oil). Jenis bejana tekan dengan posisi horizontal ini biasanya berfungsi sebagai separator 3-Phase.3 Horizontal position III.III. air (water) dan gas.4. yang tidak mempunyai tempat yang tidak begitu luas. sehingga gas yang akan dihasilkan lebih kering (dry gas) di bandingkan dengan separator dengan posisi horizontal.

Tekanan kerja (operating pressure). tidak termasuk untuk korosi yang diijinkan pada bahan yang yang akan digunakan dan tebal dinding yang diperlukan. Tekanan ini ditentukan atas dasar kalkulasi terhadap setiap elemen bejana tekan dengan menggunakan tebal nominal. 2. untuk menghitung tebal maksimum yang diizinkan atau menentukan karekteristik fisik bahan-bahan yang akan digunakan didalam bejana tekanan. Tekanan kerja maksimal ini menjadi dasar untuk pengetesan tekanan.Gambar 3. tekanan perencanaan ini lebih besar sedikit sekitar 10% Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 28 . dimana tekanan maksimum kerja yang diizinkan pada pengukur puncak bejana lengkap dalam posisi operasinya pada suhu yang telah ditentukan.adapun hal-hal yang harus diperhatikan didalam merencanakan bejana tekan jenis separator yaitu : 1. tekanan perencanaan digunakan untuk mendisain bejana tekan.5 Perencanaan Bejana Tekan Bejana tekan jenis separator mempunyai tekanan dalam dan luar dalam bejana tekan itu sendiri . selain itu dapat menentukan tekanan kerja maksimum yang diizinkan s esuai dengan bahan atau material yang akan dipakai.4 Vertical position III. Tekanan perencanaan (design pressure).

tekanan hydrosatik. dalam perencanaan bejana tekan jenis separator akan diasumsikan bekerja pada kondisi-kondisi sebagai berikut : a. untuk bahan yang telah dispesifikasikan mempunyai nilai tegangan yang diizinkan. yaitu tekanan yang timbul dari bejana tekanan yang terjadi pada bagian titik terlemah. Nilai tegangan maksimal yang dizinkan (maximum allowable stress value).5 kali dari kondisi maximum tekanan kerja yang diizinkan atau tekanan kerja yang direncanakan. tekanan dari dalam. Material tambahan yang mana akan mempengaruhi tekenan internal. untuk pengetesan bejana tekan dengan cara hydrostatic yaitu dengan cara menaikan tekanan sebesar 1. 3. yang dapat digunakan dalam rumus perencanaan yang tercantum dalam standard material yang akan digunakan didalam perencanaan bejana tekan. 5. dalam kondisi berkarat/terjadinya korosi b. Hydrostatic test pressure (pegetesan bertekanan hydrostatic). dll). dibawah pengaruh temparatur perencanaan (design temperature) c.lebih tinggi dari tekanan kerja (operating pressure) atau tekanan normal pada saat terjadi proses pemisahan di dalam bejana tekan. unit tegangan maksimal yang diizinkan. Tekanan kerja maximum yang diizinkan (maximum allowable working pressure). Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 29 . 4. Adapun rumus-rumus untuk perhitungan Bejana tekan itu sendiri dapat kita lihat dari buku ASME divisi VIII. dalam posisi operasi normal (working pressure) d. dibawah pengaruh-pengaruh beban-beban yang lainnya (beban angin. dibawah ini ada rumus-rumus yang merupakan panduan bagi perancang bejana tekan yang memiliki aturan baku dan telah diakui oleh para ahli. Ini adalah rumus-rumus yang digunakan pada perhitungan dengan diameter luar atau dengan diameter dalam.

Gambar 3.5 Rumus-rumus bejana tekan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 30 .

IV.1 Data Perhitungan Shell Pressure Vessel Accumulator          Jenis Pressure Vessel Tekanan design (P design) Tempratur design (T design) Radius luar (Ro) Material MAWS (S) allowable stress Type joint Radiografi Efisiensi Joint Las (E) : Accumulator Cylinderical Sheel.BAB IV PERHITUNGAN ANALISA DAN PEMBAHASAN Dalam menentukan dimensi atau ukuran dari suatu bejana tekan (Pressure vessel).1.9 psi = 4. tebal dinding head.C : 15700 psi : Butt Joints Double-weld : Spot : 0.0 kg/cm2 : 150 0c : 33. maka akan dibahas mengenai ukuran dan dimensi dalam merencanakan suatu bejana tekan yaitu tebal dinding. yang mempengaruhi bejana tekan tersebut sehingga perlu dianalisa sedemikian sehingga kegagalan dan kondisi buruk dari perancangan dapat diantisipasi. laju korosi dan umurnya.85 Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 31 .1 Shell Accumulator Gambar 4.500 inc : ASTM A-285 GRD. tebal dinding Manhole.1 Shell bejana tekan IV. : 56.

initial) Tebal asli / baru (t.prev) :1939 :13.512 inch : 2008 Tebal min. Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 32 . biasanya dihitung berdasarkan ketebalan korosi pertahun.act) Tebal Minimal Inspect.9 psi = 33. initial) Tahun last inspection (T.339 inc Tahun Inspection (T.00 mm = 0. bila hal itu terjadi maka Vessel akan hancur dan meledak.5 mm = 0. Last Inspect.6 mm = 0.142 inch atau 3.500 inch S (Allowable Stress) = 15700 psi (ASME II Tabel.2 Ketebalan Shell Ketebalan dinding Pressure Vessel tidak boleh kurang dari hasil perhitungan ini.85 (ASME VIII Tabel UW.12) t min (internal pressure) = = = ( ) ( (ASME VIII Appendix 1) ) = 0.335 inch IV.3 Perhitungan Laju korosi (Corrosion Rate) Laju korosi (Corrosion Rate) adalah ketebalan korosi atau penipisan ketebalan Pressure Vessel berdasarkan waktu yang disebabkan korosi dari dalam.prev) : 8. (t.606 mm IV.1. t Pdesign Ro (radius luar) = tebal sheel = 56. 1A) E (Effisiensi Joints las) = 0.      Tahun pasang (T.1.act) : 2012 : 8. (t.

512 inch Tahun last inspection (T.CR (Short term) = = = 0.6 mm atau 0. Untuk short term kita memulainya dari tahunterakhir Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 33 . Untuk long term kita memulai perhitungannya sejak Pressure Vessel tersebut dibangun yaitu tahun 1939 hingga tahun 2012 jadi laju korosi ratanya lebih besar dikarenakan kemungkinan perbedaan laju korosi yang berbeda-beda tiap tahunnya tergantung pada perawatan dan maintenancenya.335 inch .CR (long term) = laju korosi (jangka panjang) perhitungannya dimulai dari pertamakali Pressure Vessel dibangun CR (short term) = laju korosi (jangka pendek) perhitungannya dimulai dari tahun terakhir pengechekan terhadap Pressure Vessel Tahun pasang (T.act) = 8. initial) =1939 =13. (t.002 inch/tahun atau 0.act) = 2012 Tebal Minimal Inspect.initial) Tebal asli / baru (t.001 inch/tahun atau 0. Last Inspect.06 mm/tahun .5 mm atau 0.00 mm atau 0.339 inch Tahun Inspection (T.prev)= 2008 Tebal min.prev)= 8.CR (long term) = = = 0.03 mm/tahun Perbedaan nilai antara long term dan short term pada laju korosi dikarena perbedaan tahun yang panjang dan juga perlakuan terhadap Pressure Vessel. (t.

5 mm atau 0.Remaining life (short term) = = ( ) Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 34 . Remaining life (long term) = Batas umur (jangka panjang) perhitungannya dimulai dari pertamakali Pressure Vessel dibangun Remaining life (short term) = Batas umur (jangka pendek) perhitungannya dimulai dari tahun terakhir pengechekan terhadap Pressure Vessel t min (internal pressure) = 0. Bila kita tidak mengetahui batas aman umur sebuah Pressure Vessel.act) = 8.22 mm Tebal Minimal Inspect. Sehingga perusahaan dapat memprediksi kapan sebuah Pressure Vessel akan diganti.03 mm/tahun = 0.335 inch CR (short term) CR (long term) = 0. ini akan berbahaya dikarenakan Vessel akan meledak bila tidak dapat lagi menahan tekanan yang diberikan kepadanya.001 inch/tahun atau 0. ini bias mengidikasikan perawatan dan maintenancenya cukup baik.324 inch atau 8.1.06 mm/tahun - Remaining life (long term) = = ( ) = 4.002 inch/tahun atau 0. IV.inspeksinya sehingga didapat laju korosinya hanya 0.4 Batas Umur Shell (Remaining Life Shell) Remaining Life Shell ini bertujuan untuk menganalisa berapa lama umur dari sebuah Pressure Vessel. (t.001 inch.51 tahun .

MAWP Ro (radius luar) S (Allowable Stress) E (Effisiensi Joints las) = tekanan maksimum yang diizinkan = 33.4191 kg/cm2 IV.act) = 8.12) Tebal Minimal Inspect.335 inch MAWP = = ( –( ) ) = 133. bila terkanan yang tejadi melebihi batas ini maka Pressure Vessel tersebut akan meledak dak hancur. (t.5 mm atau 0.2 Perhitungan Head/Cover Ellipsoidal Accumulator Gambar 4.= 11.85 (ASME VIII Tabel UW.500 inch = 15700 psi (ASME II Tabel. 1A) = 0.985 psi atau 9.5 Tekanan Maksimum yang Diizinkan (MAWP) MAWP adalah tekanan maksimum yang diizinkan pada Pessure Vessel.1.14 tahun IV.2 Jenis-jenis Head bejana tekan Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 35 .

2.35 inch : 1/6 (2+(ID/2h)2) = 0.00 inch : 24.IV. (t.433 inch Tahun Inspection (T.initial) Tebal asli / baru (t.act) : 2012 : 10.9 psi = 1/6 (2+(ID/2h)2) = 0.35 inch S (Allowable Stress) = 15700 psi (ASME II Tabel.64 (ASME VIII Appendix 1) ID (Diameter dalam) = 1.C : 15700 psi : Butt Joints Double-weld : Spot : 0.429 inch IV.85 (ASME VIII Tabel UW.0 kg/cm2 : 150 0c : 67. initial) Tahun last inspection (T. 1A) E (Effisiensi Joints las) = 0.prev) : 11.9 psi = 4.12) Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 36 .act) Tebal Minimal Inspect.prev) : Accumulator Cylinderical Head : 56.85 :1939 :16.2 Ketebalan Head/Cover Ellipsoidal Ketebalan Head Pressure Vessel tidak boleh kurang dari hasil perhitungan ini.00 mm = 0. Last Inspect.2.90 mm = 0.00 mm = 0. (t. bila hal itu terjadi maka Vessel akan hancur dan meledak.1 Data Perhitungan Head Ellipsoidal Pressure Vessel Accumulator                   Jenis Pressure Vessel Tekanan design (P design) Tempratur design (T design) Diameter Dalam (ID) Tinggi (h) ID/2h Factor k Material MAWS (S) allowable stress Type joint Radiografi Efisiensi Joint Las (E) Tahun pasang (T.64 : ASTM A-285 GRD.63 inch : 2008 Tebal min.80 inch : 1. t Pdesign Factor k = tebal Head = 56.

Sehingga perusahaan dapat memprediksi kapan sebuah Pressure Vessel akan diganti.3 Perhitungan Laju korosi (Corrosion Rate) Laju korosi (Corrosion Rate) adalah ketebalan korosi atau penipisan ketebalan Pressure Vessel berdasarkan waktu yang disebabkan korosi dari dalam.311mm IV.prev)= 2008 Tebal min.091 inch atau 2.2.001 inch/tahun atau 0.prev)= 11.t min (internal pressure) = = ( ) ( ) = 0.act) = 10. Bila kita tidak mengetahui batas aman umur sebuah Pressure Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 37 .00 mm atau 0.4 Batas Umur Head/Cover Ellipsoidal (Remaining Life HeadI) Remaining Life Head Cover Ellipsoidal ini bertujuan untuk menganalisa berapa lama umur dari sebuah Pressure Vessel.025 mm/tahun IV. (t.90 mm atau 0.CR (Short term) = = = 0.2. biasanya dihitung berdasarkan ketebalan korosi pertahun.433 inch Tahun Inspection (T. Last Inspect. (t. CR (short term) = laju korosi (jangka pendek) perhitungannya dimulai dari tahun terakhir pengechekan terhadap Pressure Vessel Tahun last inspection (T.429 inch .act) = 2012 Tebal Minimal Inspect.

936 tahun IV.429 inch Factor k Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 38 . bila terkanan yang tejadi melebihi batas ini maka Pressure Vessel tersebut akan meledak dak hancur.27 mm Tebal Minimal Inspect.64 (ASME VIII Appendix 1) Tebal Minimal Inspect.Vessel. (t.90 mm atau 0. Remaining life (short term) = Batas umur (jangka pendek) perhitungannya dimulai dari tahun terakhir pengechekan terhadap Pressure Vessel t min (internal pressure) = 0. ini akan berbahaya dikarenakan Vessel akan meledak bila tidak dapat lagi menahan tekanan yang diberikan kepadanya.207 inch atau 5.2.85 (ASME VIII Tabel UW.5 Tekanan Maksimum yang Diizinkan (MAWP) MAWP adalah tekanan maksimum yang diizinkan pada Pessure Vessel.500 inch = 15700 psi (ASME II Tabel.025 mm/tahun .act) = 10.429 inch CR (short term) = 0. (t. 1A) = 0.act) = 10.001 inch/tahun atau 0.12) = 1/6 (2+(ID/2h)2) = 0.90 mm atau 0.Remaining life (short term) = = ( ) = 177. MAWP ID (Diameter dalam) S (Allowable Stress) E (Effisiensi Joints las) = tekanan maksimum yang diizinkan = 33.

1 Data Perhitungan Manhole Pressure Vessel Accumulator               Jenis Pressure Vessel Tekanan design (P design) Tempratur design (T design) Radius luar (Ro) Material MAWS (S) allowable stress Type joint Radiografi Efisiensi Joint Las (E) Tahun pasang (T.act) : 2012 : 10.491 psi atau 18. (t.0 kg/cm2 : 150 0c : 10.3.3 mm = 0. : 56.C : 15700 psi : Butt Joints Double-weld : spot : 0.3 Manhole IV.734 kg/cm2 IV.act) Tebal Minimal Inspect.prev) : Accumulator Cylinderical Manhole. (t.MAWP = =( ( ) ( ) ( ) ) = 266. Last Inspect.441 inch Tahun Inspection (T.prev) : 11.00 inch : ASTM A-285 GRD.9 psi = 4.20 mm = 0.85 :1939 : 2008 Tebal min.initial) Tahun last inspection (T.406 inch Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 39 .3 Perhitungan Manhole Gambar 4.

act) = 10.2 Ketebalan Manhole Ketebalan dinding Manhole tidak boleh kurang dari hasil perhitungan ini. bila hal itu terjadi maka Vessel akan hancur dan meledak.3 Perhitungan Laju korosi (Corrosion Rate) Laju korosi (Corrosion Rate) adalah ketebalan korosi atau penipisan ketebalan Pressure Vessel berdasarkan waktu yang disebabkan korosi dari dalam. (t.85 (ASME VIII Tabel UW. Last Inspect.009 inch/tahun atau 0. 1A) E (Effisiensi Joints las) = 0.act) = 2012 Tebal Minimal Inspect.IV.12) t min (internal pressure) = = ( ) ( ) = 0.23 mm/tahun Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 40 .406 inch .9 psi = 10.3. biasanya dihitung berdasarkan ketebalan korosi pertahun.prev)= 11.066 mm IV.20 mm atau 0.prev)= 2008 Tebal min.00 inch S (Allowable Stress) = 15700 psi (ASME II Tabel.CR (Short term) = = = 0.441 inch Tahun Inspection (T. t Pdesign Ro (radius luar) = tebal Manhole = 56.042 inch atau 1. Tahun last inspection (T.3. (t.3 mm atau 0.

act) = 10. 1A) Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 41 .406 inch CR (Short term) = 0.5 Tekanan Maksimum yang Diizinkan (MAWP) MAWP adalah tekanan maksimum yang diizinkan pada Pessure Vessel.Remaining life (short term) = = ( ) = 24.09 mm Tebal Minimal Inspect. MAWP Ro (radius luar) S (Allowable Stress) = tekanan maksimum yang diizinkan = 10. Bila kita tidak mengetahui batas aman umur sebuah Pressure Vessel.009 inch/tahun atau 0. ini akan berbahaya dikarenakan Vessel akan meledak bila tidak dapat lagi menahan tekanan yang diberikan kepadanya.3.4 Batas Umur Manhole (Remaining Life Manhole) Remaining Life hole ini bertujuan untuk menganalisa berapa lama umur dari sebuah Pressure Vessel. bila terkanan yang tejadi melebihi batas ini maka Pressure Vessel tersebut akan meledak dak hancur. Remaining life (short term) = Batas umur (jangka pendek) perhitungannya dimulai dari tahun terakhir pengechekan terhadap Pressure Vessel t min (internal pressure) = 0.IV.00 inch = 15700 psi (ASME II Tabel.44 tahun IV.23 mm/tahun . Sehingga perusahaan dapat memprediksi kapan sebuah Pressure Vessel akan diganti.082 inch atau 2.3 mm atau 0. (t.3.

E (Effisiensi Joints las) = 0.675 psi atau 38.85 (ASME VIII Tabel UW.3 mm atau 0.12) Tebal Minimal Inspect.act) = 10.150 kg/cm2 Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 42 .406 inch MAWP = = ( –( ) ) = 542. (t.

3. Kita harus memiliki landasan suatu literature atau buku sebagai acuan saat kita akan membangun Vessel seperti buku ASME. Disaat penggantian accumulator yang baru nanti diperlukan perencaan Pressure Vessel yang memiliki umur yang panjang hingga puluhan tahun kemudian Laporan Kerja Praktek di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong Teknik Mesin Unsri 43 .1 Kesimpulan 1. 2. Sheel Vessel.2 Saran 1. ASTM dan lainlain. Sebaiknya perawatan pada accumulator harus lebih ditingkatkan agar dapat memperpanjang umur dari accumulator tersebut sehingga ini akan meringankan biaya penggantian accumulator dan akan mengurangi kerugian yang akan diterima perusahaan. 2. V.BAB V PENUTUP V. Pada perencanaan Pressure Vessel ini kita harus hati-hati pada pemilihan material yang sesuai dengan kekuatan yang dibutuhkan dan ketahanan akan korosi yang diakibatkan oleh fluida yang melalui Pressure Vessel tersebut. dan Manhole Vessel. Pada perancangan Pressure Vessel kita akan lebih memperhatikan pada Head Vessel. yang mana ini adalah bagian utama yang dibutuhkan agar Vessel kita aman. API.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful