BAB I PENDAHULUAN

Ulkus dekubitus atau luka baring adalah tipe luka tekan. Terminologi ulkus dekubitus, luka baring, dan luka tekan sering dipertukarkan. Istilah ulkus dekubitus berasal dari bahasa latin decumbere yang berarti berbaring. Penggunaan ulkus dekubitus dinilai kurang tepat untuk menggambarkan luka tekan ini karena ulkus dekebitus tidak hanya terjadi pada pasien yang berbaring tetapi bisa pada pasien yang menggunakan kursi roda atau protesa. Nama lain dari ulkus dekubitus adalah bed ridden, bedridden, bed rest injury, bedrest injury, air-filled beds, air-filled sitting device, low-airloss bed, low air-loss bed, air-fluidized bed, chronic ulceration, pressure ulceration, dan decubitus ulceration.1,2,3,4 Hal yang menjadi permasalahan adalah infeksi pada ulkus dekubitus termasuk sebagai infeksi nosokimial dan di Amerika Serikat menghabiskan dana sekitar satu miliar setiap tahun untuk pengobatannya. Penyakit ini sering terjadi pada pasien dengan tirah baring lama di rumah sakit.2,3, Prevalensi ulkus dekubitus pada rumah sakit sekitar 17-25% dan dua dari tiga pasien yang berusia 70 tahun atau lebih akan mengalami ulkus dekubitus. Di antara pasien dengan kelainan neurologi, angka kejadian ulkus dekubitus setiap tahun sekitar 5-8% dan ulkus dekubitus dinyatakan sebagai 7-8% penyebab kematian pada paraplegia.3,5,6 Pada perawatan akut, insiden ulkus dekubitus 0.4% sampai 38%, pada perawatan yang lama 2.2% sampai 23.9% dan pada perawatan di rumah 0 % sampai 29%. Insiden yang sangat tinggi terdapat pada pasien yang dirawat di ruang ICU. Hal ini terjadi karena immunocompromised penderita, dengan angka kejadian 8% sampai 40%.3,4,5 Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit akut mempunyai angka insiden ulkus dekubitus sebesar 2-11%. Namun, hal yang perlu menjadi perhatian

1

adalah angka kekambuhan pada penderita ulkus dekubitus yang telah mengalami penyembuhan sangat tinggi yakni 90% walaupun mendapatkan terapi medik dan bedah yang baik.3,4 Ulkus dekubitus dapat terbentuk pada orang sulit atau tidak bisa merubah posisi tubuhnya terhadap tekanan, seperti pada pasien dengan paralisis atau kelainan neurologi, pasien yang selalu berbaring, pasien tua, pasien dengan penyakit akut dan pasien yang menggunakan kursi roda. Walaupun demikian tidak semua pasien-pasien tersebut akan mendapatkan ulkus dekubitus. Ulkus dekubitus tidak akan terbentuk pada orang dengan sensivitas, mobilitas dan mental yang normal, karena baik disadari atau tak disadari penekanan yang terlalu lama pada bagian tubuh akan memaksa orang tersebut untuk merubah posisinya, sehingga akan mencegah daerah yang tertekan tersebut mengalami kerusakan yang irreversible. Ulkus dekubitus terjadi jika tekanan yang terjadi pada bagian tubuh melebihi kapasitas tekanan pengisian kapiler, yakni sekitar 32 mmHg3,4 Ulkus dekubitus dapat menjadi sangat progresif dan sulit untuk disembuhkan. Komplikasi ulkus dekubitus sangat sering dan mengancam kehidupan. Komplikasi ulkus dekubitus serius dan tersering adalah infeksi. Hal ini harus dibedakan dengan infeksi yang memang sudah terjadi sebelum terjadi ulkus. 1,2 Masalah ulkus dekubitus menjadi problem yang cukup serius baik di negara maju maupun di negara berkembang, karena mengakibatkan meningkatnya biaya perawatan, memperlambat program rehabilitasi bagi penderita, memperberat penyakit primer dan mengancam kehidupan pasien.3,4,6 Oleh karena itu, perlu pemahaman cukup tentang ulkus dekubitus agar diagnosis dapat ditegakkan secara dini sehingga penatalaksanaan dapat dilakukan dengan segera dan tepat serta dapat dilakukan tindakan untuk mencegah terjadinya ulkus dekubitus tersebut.

2

8 Menurut Webster's New Riverside University Dictionar. seperti duodenum. resulting in necrosis of the tissue). resulting in ischemia. Yunani.1. (As an area of unrelieved pressure over a defined area.7 Bagian tubuh yang sering mengalami ulkus dekubitus adalah bagian dimana terdapat penonjolan tulang. kursi roda. Ulkus dekubitus terjadi jika tekanan yang terjadi pada bagian tubuh melebihi kapasitas tekanan pengisian kapiler dan tidak ada usaha untuk mengurangi atau memperbaikinya sehingga terjadi kerusakan jaringan yang menetap. yang mengakibatkan terjadi iskemik.4. gips. pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang.8 Menurut National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP) tahun 1989.5. Bila tekanan yang terjadi kurang dari 32 mmHg atau ada usaha untuk memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut maka ulkus dekubitus dapat dicegah. and tissue necrosis). sering suatu lesi yang bernanah pada kulit atau mukosa permukaan tubuh internal. bahu. punggung dan kepala bagian belakang. heliosis) adalah suatu kerusakan pada permukaan organ atau jaringan yang terjadi akibat inflamasi jaringan nekrosis. Dorland's Medical Dictionary menggambarkan bahwa ulkus (Latin.BAB II DIAGNOSIS ULKUS DEKUBITUS 2. yaitu sikut. cell death. usually over a bony prominence. ulcus. (An inflammatory. ulkus dekubitus adalah suatu daerah tertekan yang tidak nyeri dengan batas yang tegas. kematian sel dan nekrosis jaringan. tumit.1 Definisi Ulkus dekubitus adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol. biasanya batas penonjolan tulang.8 3 . often suppurating lesion on the skin or an internal mucosal surface of the body.3. pinggul. pergelangan kaki. definisi ulkus adalah suatu inflamasi. yang menghasilkan jaringan nekrosis. as in the duodenum. dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur.2.

tetapi tekanan yang lama dan melewati batas pengisian kapiler akan menyebakan kerusakan jaringan yang menetap.000. usia yang tua.6. berkurangnya fungsi sensorik. leukositosis. Setiap jaringan mempunyai kemampuan untuk mengatasi terjadinya iskemik akibat tekanan. Infeksi adalah komplikasi penting dan sering pada ukus dekubitus.1. Selain itu. dan infeksi bakteri. kontraktur.3 Etiologi dan Faktor Risiko Terbentuknya ulkus dekubitus dipengaruhi oleh banyak faktor.5 pasien di antara 10.8. orang yang kurus.2.2 Morbiditas dan Mortalitas Morbiditas dan mortalitas pasien yang mempunyai predisposisi untuk terjadinya ulkus dekubitus akan meningkat karena ada kemungkinan terjadinya komplikasi berupa infeksi. spastisitas. demam. peningkatan denyut jantung dan perubahan status mental. anemia.1. fistula periuretra dan osifikasi heterotopik. dan Corynebacterium.10 Mortalitas pada pasien dengan ulkus dekubitus meningkat sampai 50%. perawatan di rumah sakit yang lama.2. selulitis. paralisis. Pasien dengan bakterimia lebih sering terinfeksi dengan Bacteroides sp pada ulkus dekubitusnya yang ditandai dengan bau yang tidak sedap.000 orang meninggal setiap tahun karena ulkus dekubitus dan mortalitas meningkat menjadi empat sampai lima kali. Escherichia coli. group D streptococci. hipotensi.8. Sekitar 60. Infeksi yang terjadi pada ulkus dekubitus dapat melibatkan kuman aerob dan anaerob. penurunan 4 . karsinoma sel skuamousa. insensibilitas. tetapi tekanan yang menyebabkan iskemik adalah penyebab utama.9. Staphylococcus species. Mortalitas dan morbiditas ini meningkat dengan terjadinya osteomyelitis.1. merokok. Pseudomonas species. amiloidosis sistemik. arthritis septic. abses sinus.7.8 Penyebab ulkus dekubitus lainnya adalah kurangnya mobilitas.9 2.10 Kuman yang sering dijumpai pada ulkus dekubitus adalah Proteus mirabilis. malnutrisi. Bakterimia terjadi pada 3. inkontinesia urin dan alvi.4. hipoproteinemia.

Tekanan yang Lama Faktor yang paling penting dalam pembentukan ulkus dekubitus adalah tekanan yang tidak terasa nyeri. Klasifikasi Bakteri pada Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak1 2. Allman (1989).8 Tabel 1. Hal ini karena tekanan yang 5 . Patomekanikal Patomekanikal merupakan faktor ekstrisik atau faktor primer terbentuknya ulkus dekubitus. 1.10 a.8. Patomekanikal ulkus dekubitus meliputi.4.4. Kosiak (1991) mengemukakan bahwa tekanan yang lama yang melampaui tekanan kapiler jaringan pada jaringan yang iskemik akan mengakibatkan terbentuknya ulkus dekubitus.4 Patofisologi Ulkus dekubitus dapat terbentuk karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.kesadaran mental dan penyakit lain (seperti diabetes melitus dan gangguan vaskuler) akan mempermudah terjadinya ulkus dekubitus.6. Anthony (1992) dan Brand (1976) membagi mekanisme terbentuknya ulkus dekubitus berdasarkan faktor yang mempengaruhinya menjadi patomekanikal dan patofisilogi.1.

Tekanan pada arteriol dapat meningkat menjadi 60 mmHg pada keadaan hiperemia.10 Pada keadaan iskemik. Adanya substansi H dan akumulasi metabolit seperti kalium. Selanjutnya akan terbentuk perivaskuler infiltrat.10 Pada tahun 1930. 6 . Hal ini sesuai dengan pernyataan Daniel dkk (1981) yang mengemukakan bahwa iskemia primer terjadi pada otot dan kerusakan jaringan kulit terjadi kemudian sesuai dengan kenaikan besar dan lamanya tekanan1. adenosine diphosphat (ADP).1. tekanan darah pada midkapiler sebesar 22 mmHg dan tekanan darah pada venoul sebesar 12 mmHg. bahwa tekanan eksternal sebesar 60 mmHg selama 1 jam akan menimbulkan perubahan degeneratif secara mikroskopis pada semua lapisan jaringan mulai dari kulit sampai tulang.8. sel-sel akan melepaskan substansia H yang mirip dengan histamine.10 Kosiak (1959) membuktikan pada anjing. Reaksi kompensasi sirkulasi akan tampak sebagai hiperemia dan reaksi tersebut masih efektif bila tekanan dihilangkan sebelum periode kritis terjadi yaitu 1-2 jam. agregat platelet yang kemudian berkembang menjadi hemoragik perivaskuler. Hal yang menarik. perubahan patologis oleh karena tekanan eksternal tersebut terjadi lebih berat pada lapisan otot daripada pada lapisan kulit dan subkutaneus. di epidermis tidak didapatkan tanda-tanda nekrosis oleh karena sel-sel epidermis memiliki kemampuan untuk bertahan hidup pada keadaan tanpa oksigen dalam jangka waktu yang cukup lama.8. hidrogen dan asam laktat akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Land melakukan mikroinjeksi pada cabang arteriol dari kapiler pada jari manusia untuk mempelajari tekanan darah kapiler. pada tahap awal ini. Dia melaporkan bahwa tekanan darah arteriol sekitar 32 mmHg.4. Suatu penelitian histologis memperlihatkan bahwa tandatanda kerusakan awal terjadi di dermis antara lain berupa dilatasi kapiler dan vena serta edema dan kerusakan sel-sel endotel. Selain itu.8.lama akan mengurangi asupan oksigen dan nutrisi pada jaringan tersebut sehingga akan menyebabkan iskemik dan hipoksia kemudian menjadi nekrosis dan ulserasi.

2000). 1988. Luncuran Luncuran adalah tekanan mekanik yang langsung paralel terhadap permukaan bidang.6 2. Luncuran mempunyai pengaruh terhadap terbentuknya ulkus dekubitus terutama pada daerah sakrum. Tekanan antar permukaan dipengaruhi oleh kekakuan dan komposisi jaringan tubuh. gesekan adalah gaya antar dua permukaan yang saling berlawanan. bentuk geometrik tubuh yang bersandar dan karakteristik pasien.10 Sumbatan total pada kapiler masih bersifat reversibel bila kurang dari 2 jam.6.8. Pada penderita sklerosis amiotropik lateral risiko untuk terjadinya ulkus dekubitus berkurang karena adanya penebalan kulit dan peningkatan kolagen dan densitasnya (Seiitsu. Russ (1991) menyatakan bahwa tekanan antar permukaan yang melebihi 32 mmHg akan menyebabkan mudahnya penutupan kapiler dan iskemik. Penggunaan tempat tidur yang miring seperti pada bedah kepala dan leher akan meningkatkan tekanan luncuran sehingga memudahkan terjadinya ulkus dekubitus (Defloor.8. perubahan degeneratif tersebut tidak terlihat. Brand (1976) dan Reichel (1958) menjelaskan bahwa gerakan anguler dan vertikal atau posisi setengah berbaring akan mempengaruhi jaringan dan pembuluh darah daerah sacrum sehingga berisiko untuk mengalami kerusakan.11 4.11 Faktor yang juga berpengaruh terhadap tekanan antar permukaan adalah kolagen. Seorang yang terpaksa berbaring berminggu-minggu tidak akan mengalami ulkus dekubitus selama dapat mengganti posisi beberapa kali perjammnya. 1987). Tekanan antar Permukaan Menurut NPUAP tekanan antar permukaan adalah tekanan tegak lurus setiap unit daerah antara tubuh dan permukaan sandaran.8. Gesekan Menurut Makebulst (1983). Gesekan dapat menjadi faktor untuk terjadinya ulkus dekubitus karena gesekan antar penderita dengan sandarannya akan menyebabkan trauma 7 . Watanebe.6.1.12 3.8.sedangkan dengan tekanan 35 mmHg selama 4 jam.4.

thoraks dan genu mudah terjadi ulkus pada tekanan 50 mmHg. maleolus lateralis dan oksiput.8.11 Gambar 1.11 5. Kelembaban yang terjadi akibat kehilangan cairan dan inkontinensia alvi dan urin akan menyebabkan terjadinya maserasi jaringan sehingga kulit cenderung lebih mudah menjadi rusak. Immoblitas Seorang penderita immobil pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring diatas kasur busa maka tekanan daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg. maserasi dan kerusakan jaringan akan meningkatkan tekanan pada kulit. Sedangkan pada pasien posisi telungkup. Pada pasien posisi duduk. Patofisologi terbentuknya Ulkus Dekubitus1 8 . mudah terjadi ulkus bila tekanan berkisar 100 mmHg terutama pada tuberositas ischii. Lindan dkk menyebutkan bahwa pada pasien posisi telentang. tekanan eksternal 40-60 mmHg merupakan tekanan yang paling berpotensi untuk terbentuk ulkus pada daerah sacrum. Kelembaban.3. Tekanan akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut terjadi nekrosis jaringan kulit.makroskopis dan mikroskopis.1.

Pada penderita dengan paralisis. Patofisiologi Faktor patofisiologi (faktor instrinsik atau sekunder) terbentuknya ulkus dekubitus meliputi demam.1.10 Berbeda dengan orang tidur. Hipoalbuminemia yang Gizi yang kurang dan anemia terjadinya dekubitus dan memperlambat proses penyembuhan pada ulkus dekubitus.13 mempermudah memperjelek penyembuhan dekubitus. trauma medula spinalis. Akibatnya. sehingga tidak melakukan perubahan posisi. Gerakan perubahan posisi pada orang tidur biasanya lebih dari 20 kali setiap malam. infeksi.14 9 .11.1. Bila kurang dari 20 kali.11. malnutrisi.10. hipotensi. maka akan berisiko untuk terjadinya ulkus dekubitus. Oleh karena itu. Kandungan kolagen pada kulit yang berubah menyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasi dan kerusakan.13 Selama penuaan. penyakit neurologi. 10.10 b.1.4. regenerasi sel pada kulit menjadi lebih lambat sehingga kulit akan tipis (tortora & anagnostakos. atau dalam anestesi yang lama. untuk mengatasi tekanan yang lama pada daerah tertentu secara otomatis akan terjadi perubahan posisi tubuh setiap 15 menit. sebaliknya bila ada dekubitus akan menyebabkan kadar albumin darah menurun. faktor nutrisi ini juga penting dalam patofisiologi terbentuknya ulkus dekubitus. Sejumlah penyakit yang menimbulkan ulkus dekubitus seperti DM yang menunjukkan insufisiensi kardiovaskuler perifer dan penurunan fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasan menyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun. ulkus dekubitus lebih mudah terbentuk daripada orang normal. kurus. Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem arteriovenosus yang kurang kompeten menyebabkan penurunan perfusi kulit secara progresif. iskemik. Pada orang malnutrisi. usia yang tua dan metabolisme yang tinggi. syaraf aferen tidak mampu untuk memberikan sistem balik sensoromotor. anemia. tanda-tanda tidak menyenangkan dari daerah yang tertekan tidak diterima. 1990).8. hipoksemia.1.11. kelaian neurologi.

siku. Bagian tubuh yang sering terkena ulkus dekubitus adalah tuberositas ischi (30%)i. maleolus. sacrum (15%). scapulae dan processus spinosus vertebrae. lutut. Tingginya frekuensi tersebut tergantung pada posisi penderita.5 Gejala1. jari kaki. Area terbentuknya Ulkus Dekubitus pada Posisi Telentang1 10 .2. Gambar 2. tetapi bagian tubuh yang paling sering terjadi ulkus dekubitus adalah daerah tekanan dan penonjolan tulang.10.7. trochanter mayor (20%).12 Setiap bagian tubuh dapat terkena ulkus dekubitus. tumit (10%).

Berdasarkan gejala klinis. yakni8. Stadium ini umumnya reversibel dan dapat sembuh dalam 5 . Tepi ulkus tidak teratur dan terlihat hiper atau hipopigmentasi dengan fibrosis. jaringan otot sampai tulang.10 hari.14 1.Gejala klinik yang tampak oleh penderita. Stadium 2 Ulserasi mengenai epidermis. infeksi dan hilangnya struktur fibril. Kerusakan yang terjadi dapat meliputi dermis. Stadium ini dapat sembuh dalam 10 . Stadium 1 Ulserasi terbatas pada epidermis dan dermis dengan eritema pada kulit.15 hari. 3. 2. dermis dan meluas sampai ke jaringan adiposa.13. Kadang-kadang terdapat anemia dan infeksi sistemik. Stadium 3 Ulserasi meluas sampai ke lapisan lemak subkutis. Penderita dengan sensibilitas baik akan mengeluh nyeri. dan otot sudah mulai terganggu dengan adanya edema.Terlihat eritema dan indurasi. biasanya berupa kulit yang kemerahan sampai terbentuknya suatu ulkus. inflamasi. 11 . NPUAP mengklasifikasikan ulkus dekubitus menjadi empat stadium. Biasanya sembuh dalam 38 minggu. epidermis.

Tipe normal Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2.4.13. Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya. otot. dekubitus dapat dibagi menjadi tiga:5. Dapat terjadi artritis septik atau osteomielitis dan sering disertai anemia.14 1. Ulkus ini 12 . tulang serta sendi.6 bulan. Dapat sembuh dalam 3 .5oC dibandingkan kulit sekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Stadium 4 Ulserasi dan nekrosis meluas mengenai fasia.

Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. keterlibatan jaringan tulang dan sendi seperti periostitis. jaringan parut. osteomielitis.6 Pemeriksaan1. 13 .2. Ciri tersebut dapat menunjukkan kontaminasi bakteri pada ulkus dekubitus dan penting untuk penatalaksanaan. jaringan nekrotik. bahkan kematian.2.10.4. anemia. hipoalbuminemia.11 Diagnosis ulkus dekubitus biasanya tidak sulit. ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu. sekret luka.7 Komplikasi sering terjadi pada stadium 3 dan 4 walaupun dapat juga pada ulkus yang superfisial. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi (sering brsifat multibakterial. Dengan perawatan. dan kotoran yang berasal dari inkontinensia urin dan alvi. osteitis. tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik. Beberapa pemeriksaan yang penting untuk membantu menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan ulkus dekubitus adalah. septikemia. Satu hal penting yang harus diperhatikan sebagai ciri ulkus dekubitus adalah adanya bau yang khas. Diagnosisnya dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. baik yang aerobik atau pun anerobik). Tipe terminal Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh. Tetapi untuk menegakkan diagnosis ulkus dekubitus diperlukan beberapa pemeriksaan laboratorium dan penujang lainnya.7.terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan.9 2.4. artritis septik. 2. 3. Tipe arterioskelerosis Mempunyai beda temperatur kurang dari 1oC antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya.

Kultur dan analisis urin Kultur ini dibutuhakan pada keadaan inkontinensia untuk melihat apakah ada masalah pada ginjal atau infeksi saluran kencing. Biopsi tulang perlu dilakukan bila terjadi osteomyelitis. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan sinar-X. Kultur darah dibutuhkan jika terjadi bakteremia dan sepsis.1. biopsi bertujuan untuk melihat jenis bakteri yang menginfeksi ulkus dekubitus. 5. 2. scan tulang atau MRI. Pemeriksaan Darah Untuk melihat reaksi inflamasi yang terjadi perlu diperiksa sel darah putih dan laju endap darah. Hal yang perlu diperiksa adalah albumin level. Selain itu. terutama pada trauma medula spinalis. dan serum protein level. Biopsi Biopsi penting pada keadaan luka yang tidak mengalami perbaikan dengan pengobatan yang intensif atau pada ulkus dekubitus kronik untuk melihat apakah terjadi proses yang mengarah pada keganasan. Keadaan Nutrisi Pemeriksaan keadaan nutrisi pada penderita penting untuk proses penyembuhan ulkus dekubitus. 14 . 3. prealbumin level. transferrin level. Kultur Tinja Pemeriksaan ini perlu pada keadaan inkontinesia alvi untuk melihat leukosit dan toksin Clostridium difficile ketika terjadi pseudomembranous colitis. 6. Radiologis Pemeriksaan radiologi untuk melihat adanya kerusakan tulang akibat osteomyelitis. 4.

ointment. kasa.12 1 1 Perawatan luka harus dibedakan ke dalam metode operatif dan Perawatan luka dengan metode nonoperatif dilakukan untuk ulkus nonoperatif. karena proses penyembuhannya yang membutuhkan waktu yang lama.11 15 . tergantung pada stadium ulkus dekubitus dan tujuan pengobatan.10. gelombang ultrasonik.BAB III PENATALAKSANAAN INFEKSI PADA ULKUS DEKUBITUS Penatalaksanaan ulkus dekubitus harus dilakukan dengan baik dan terpadu. pelembaban dan membuang jaringan nekrosis. Pengobatan yang diberikan dapat berupa tempat tidur yang termodifikasi baik untuk penderita ulkus dekubitus. solution. 1994). 1 1 Sekitar 70-90% ulkus dekubitus adalah superfisial dan sembuh dengan Mengurangi tekanan lebih lanjut pada daerah ulkus. Ketika ulkus dekubitus telah terbentuk.10.11. krim. maka pengobatan harus diberikan dengan segera. atau lampu panas ultraviolet.6. Hal yang harus diperhatikan dalam penatalaksanaan ulkus dekubitus adalah. A. dan tindakan bedah. sedangkan untuk stadium 3 dan 4 harus menggunakan metode operatif.4. 1 1 Secara nonmedikamentosa dan medikamentosa. gula. umum penatalaksanaan ulkus dekubitus dibagi menjadi penyembuhan sekunder.13 Pemilihan terapi.seperti proteksi.4. pemberian salap. Nonmedikamentosa1. 1 1 dekubitus stadium 1 dan 2. 6. Agency for Health Care Policy and Research (AHCPR) telah membuat standar baku dalam penatalaksanaan ulkus dekubitus (Bergstrom.

larutan plasma dan larutan Burowi serta larutan antiseptik lainnya. B. Table 2. vitamin dan mineral akan meningkatkan status gizi penderita ulkus dekubitus. exudate absorption. absorb exudate. Mempertahankan keadaan bersih pada ulkus dan sekitarnya Keadaan tersebut akan menyebabkan proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik. Pemberian diet yang tinggi kalori.12 Penatalaksanaan ulkus dekubitus dengan metode medikamentosa meliputi: 1.9%.Penatalaksanaan ulkus dekubitus dengan nonmedikamentosa adalah meliputi pengaturan diet dan rehabilitasi medik. dan pengurutan. pembilasan. short wave diathermy. obliterate dead space. Meningkatnya status gizi penderita ini akan memperbaik sistem imun penderita sehingga mempercepat penyembuha ulkus dekubitus. Delapan Tipe Kompres Mayor dan karakteristiknya8 Major Dressing Categories Alginates (sheets and fillers) Key Performance Characteristics Exudate absorption. Seperti telah disebutkan di atas. and autolytic debridement Foams (sheets and fillers) Obliterate dead space. Sedangkan penggunaan terapi ultrasonik. Untuk hal tersebut dapat dilakukan kompres. retain moisture. retain moisture. sampai saat ini masih terus diselidiki manfaatnya terhadap terapi ulkus dekubitus.9%. and mechanical debridement Gauzes (woven and nonwoven) Hydrocolloids (wafers Obliterate dead space. Tujuan terapi ini adalah untuk memberikan efek peningkatan vaskularisasi sehibgga dapat membantu penyembuhan ulkus. pengeringan dan pemberian bahan-bahan topikal seperti larutan NaC1 0. nutrisi adalah faktor risiko untuk terjadinya ulkus dekubitus. larutan H202 3% dan NaC10. and 16 . Terapi rehabilitasoi medik yang diberikan untuk penyembuhan ulkus dekubitus adalah dengan radiasi infra merah. protein.4. obliterate dead space.6. pencucian. Medikamentosa3. moisture retention. and mechanical debridement Occlusion.

Pada Januari 17 . Terdapat 7 metode yang dapat dilakukan antara lain. Metode ini menggunakan balutan yang lembab untuk memicu autolisis oleh enzim tubuh. kompres semipermiabel. Oleh karena itu dapat membersihkan ulkus dari bakteri. penyerap eksudat. kompres kalsium alginate. yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas dan transfer penguapan air dari kulit dan mencegah maserasi kulit. emollient. or maggot debridement therapy. Beberapa kategori untuk kompres dan topikal yang dapat digunakan adalah antimikrobial. retain moisture. topical circulatory stimulant. • Autolytic debridement. Oleh karena itu pengangkatan jaringan nekrotik akan mempercepat proses penyembuhan ulkus. Metode ini menggunakan maggot (belatung) untuk memakan jaringan nekrosis. moisturizer. Tetapi. kompres ini tidak berfungsi baik pada pasien dengan diaforesis dan eksudat yang banyak. absorb exudate. Selain itu. and autolytic debridement Obliterate dead space. Adanya jaringan nekrotik pada ulkus akan menghambat aliran bebas dari bahan yang terinfeksi dan karenanya juga menghambat pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi. retain moisture. and autolytic debridement Exudate control Kompres yang diberikan pada ulkus dekubitus adalah semipermiabel dan tertutup. 2. • Biological debridement. kompres dari basah/lembab ke kering dan ezim dan cairan atau gel pembentuk film.and fillers) Hydrogels (sheets and fillers) Transparent films Wound fillers Wound pouches autolytic debridement Retain moisture and autolytic debridement Occlusion. Mengangkat jaringan nekrotik. Prosesnya lambat tetapi tidak menimbulkan nyeri. kompres hidrokoloid dan hidrogel. kompres dapat mencegah terjadinya infeksi sekunder dan mencegah faktor trauma.

• • Sharp debridement. Mechanical debridement. pengeringan yang berlebihan dapat memicu terjadinya patah tulang atau pengerasan ligamen. Antibiotik sistemik kurang dianjurkan untuk pengobatan ulkus dekubitus karena akan menimbulkan resistensi.5%. Ini adalah metode yang paling dikenal. Menurunkan dan mengatasi infeksi. Radiasi ultraviolet (terutama UVB) mempunyai efek bakterisidal. FDA menyetujui maggot sebagai live medical devic untuk ulkus dekubitus. Caranya dengan menggunakan kasa basah lalu membiarkannya kering di atas luka kemudian mengangkatnya.2004. Pada ulkus stadium 4. Perlu pemeriksaan kultur dan tes resistensi. cephalosporins. povidon iodin 1%. Teknik ini menggunakan skalpel atau intrumen serupa untuk membuang jaringan yang sudah mati. or enzymatic debridement. Metode ini menggunakan enzim untuk membuang jaringan nekrosis. Teknik ini kurang baik karena kemungkinan jaringan yang sehat akan ikut terbuang. Metode ini memisahkan jaringan nekrosis dari jaringan yang sehat dengan gelombang ultrasonik. Antibiotika sistemik dapat diberikan bila penderita mengalami sepsis dan selulitis. Teknik ini menggunakan gaya untuk membuang jaringan nekrosis. seng sulfat 0. Surgical debridement. • 3. • • Chemical debridement. Ahli bedah dapat membuang jaringan nekrosis dengan cepat tanpa menimbulkan nyeri. Ultrasound-assisted wound therap. fluoroquinolones. Ulkus yang terinfeksi harus dibersihkan beberapa kali sehari dengan larutan antiseptik seperti larutan H202 3%. metronidazole dan trimethoprim. Antibiotik lainnya yang dpat digunakan adalah clindamycin. Antibiotik sistemik yang dapat diberikan meliputi gologan penicillins. dan sulfonamides. 18 . aminoglycosides.

Merangsang dan membantu pembentukan jaringan granulasi dan Untuk mempercepat pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi pada epitelisasi. Terapi ini harus dievaluasi setiap dua minggu untuk menetukan terapi selanjutnya. Tindakan bedah Tindakan bedah bertujuan untuk membersihkan ulkus dan mempercepat penyembuhan dan penutupan ulkus. eksudat dapat dikeluarkan dan material infeksi ditambahkan untuk membantu tubuh membentuk jaringan granulasi dan membentuk kulit baru. Teknik ini menggunakan busa yang ditempatkan pada rongga ulkus yang dibungkus oleh sebuah lapisan yang kedap udara. juga mempunyai efek proliferatif epitel. terutama ulkus dekubitus stadium III & IV dan karenanya sering dilakukan tandur kulit. Dengan demikian. yang merupakan aplikasi tekanan negatif topikal pada luka. 5. Oksigen hiperbarik. myocutaneous flap. menambah jaringan granulasi dan memperbaiki keadaan vaskular. ulkus dekubitus sehingga mempercepat penyembuhan dapat diberikan: • • Bahan-bahan topikal misalnya: salep asam salisilat 2%. 19 . preparat seng (ZnO. ZnSO4).4. selain mempunyai efek bakteriostatik terhadap sejumlah bakteri. Intervensi terbaru terhadap ulkus dekubitus adalah Negative Pressure Wound Therapy. skin graft serta intervensi lainnya terhadap ulkus.

hipoksemia. hipotensi. 1989). karsinoma sel skuamousa. arthritis septic. Prevalensi ulkus dekubitus pada rumah sakit sekitar 17-25% dan dua dari tiga pasien yang berusia 70 tahun atau lebih akan mengalami ulkus dekubitus. 20 . Corynebacterium dan Bacteroides sp. amiloidosis sistemik. Escherichia coli. Sedangkan faktor patofisiologi meliputi demam. Komplikasi yang dapat terjadi berupa osteomyelitis. iskemik. gaya luncuran. Berdasarkan faktor yang mempengaruhinya. Mortalitas pada pasien dengan ulkus dekubitus meningkat sampai 50%. Di antara pasien dengan kelainan neurologi. angka kejadian ulkus dekubitus setiap tahun sekitar 5-8% dan ulkus dekubitus dinyatakan sebagai 7-8% penyebab kematian pada paraplegia. yang mengakibatkan terjadi iskemik. Infeksi kuman yang sering dijumpai pada ulkus dekubitus adalah Proteus mirabilis. Faktor patomekanikal meliputi tekanan yang lama. selulitis. abses sinus. fistula periuretra dan osifikasi heterotopik. biasanya batas penonjolan tulang.000 orang meninggal setiap tahun karena ulkus dekubitus dan mortalitas meningkat menjadi empat sampai lima kali. Sekitar 60. anemia. gesekan. Staphylococcus species. Pseudomonas species. kematian sel dan nekrosis jaringan (NPUAP. mekanisme terbentuknya ulkus dekubitus dibagi menjadi patomekanikal dan patofisilogi. dan immobilitas.BAB IV RINGKASAN Ulkus dekubitus adalah suatu daerah tertekan yang tidak nyeri dengan batas yang tegas. group D streptococci. infeksi.

dan rehabilitasi medik) dan terapi medikamentosa yang terdiri dari mempertahankan keadaan bersih pada ulkus dan sekitarnya. kultur tinja. NPUAP mengklasifikasikan ulkus dekubitus menjadi empat stadium. stadium 2. 21 . pemeriksaan keadaan nutrisi. Gejala klinik yang tampak oleh penderita. yakni stadium1. Berdasarkan gejala klinis. Setiap bagian tubuh dapat terkena ulkus dekubitus. biopsi dan kultur. biasanya berupa kulit yang kemerahan sampai terbentuknya suatu ulkus. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti kultur dan analisis urin. Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhannya ulkus dekubitus dibagi menjadi tiga yakni tipe normal. usia yang tua dan metabolisme yang tinggi. penyakit neurologi. pemeriksaan darah. kurus. Penatalaksanaan ulkus dekubitus meliputi nonmedikamentosa (istirahat. dan pemeriksaan radiologis. stadium 3 dan stadium 4. tetapi bagian tubuh yang paling sering terjadi ulkus dekubitus adalah daerah tekanan dan penonjolan tulang. menurunkan dan mengatasi infeksi.malnutrisi. diet. mengangkat jaringan nekrotik. trauma medula spinalis. merangsang dan membantu pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi dan tindakan bedah. tipe arterioskelerosis dan tipe terminal Diagnosis ulkus dekubitus ditegakkan dengan anamnesis.

com diakses tanggal 20 Juli 2008 4. URL: www. T. Susan L. Availaible from URL: www. Pressure Ulcers. Tahun 1990.id diakses tanggal 20 Juli 2008 5. 2008. Anonim. Hidayat. p1998-90 Staf Mayoklinik. 2005. dkk. Availaible from Juli 2008 6.emedicine. Availaible from URL: www. tanggal 20 Juli 2008 8. Don R Revis.co. DiPiro.emedicine. editor. Availaible from URL: www. Decubitus Ulcer. Djunaedi.kalbe. Pressure Ulcers and Wound Care.wikipedia. 2. Availaible from URL: www.org diakses Salcido. Availaible from URL: Jr. Availaible from URL: www.org diakses tanggal 20 Wilhelmi. 2007. Dalam Joseph Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. Chicago: McGrawHill Company. 2008. dkk. 2006.dermnetnz.com diakses tanggal 20 Juli 2008 7.. dan Mochtar Hamzah. Principles. Richard. Sjaiful Fahmi Daili. 2008. Ulkus Dekubitus . 2008.mayoclinic. Bedsore.com diakses tanggal 20 Juli 2008 3. 64. Surgical Treatment and Anonim. Edisi 6. Dalam Cermin Dunia Kedokteran No. Bradon J. www. Pendland. Bedsores (pressure sores).emedicine. Bedsores. Skin and Soft Tissue Infections.Daftar Pustaka 1.com diakses tanggal 20 Juli 2008 22 .

Integumen Disorder. Kirman. Availaible from URL: www.Christian N. Pressure Ulcers or Decubitus Ulcers. Heri.umy. David R.emedicine.com diakses tanggal 20 Juli 2008 23 .com Susanto.ccjm. Nonsurgical Treatment and Principles. Anonim 2008. Decubitus Ulcer Information and Stages of Wounds. Availaible from URL: www. Availaible from URL: www.com diakses tanggal 20 Juli 2008 12.9. Availaible from URL: from URL: http://expertpages.org diakses tanggal 20 Juli 2008 10. Volume 68 Number 8 Augustus 2001. http://els. 2008. 2006.id diakses tanggal 20 Juli 2008 14. Availaible from URL: www. Anonim. 2008. diakses tanggal 20 Juli 2008 13.expertlaw. Prevention and treatment of pressure ulcers: What works? What doesn’t? Dalam Cleveland Clinic Journal Of Medicine.2008. Pressure Ulcers.apparelyzed.fk. Pressure Sores.com diakses tanggal 20 Juli 2008 11. Decubitus Ulcers. Linda D. Thomas.ac. Pershall.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful