BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau menganggu jalannya isi usus (Sabara, 2007). Setiap tahunnya 1 dari 1000 penduduk dari segala usia didiagnosa ileus (Davidson, 2006). Di Amerika diperkirakan sekitar 300.000-400.000 menderita ileus setiap tahunnya (Jeekel, 2003). Di Indonesia tercatat ada 7.059 kasus ileus paralitik dan obstruktif tanpa hernia yang dirawat inap dan 7.024 pasien rawat jalan pada tahun 2004 menurut Bank data Departemen Kesehatan Indonesia. 1.2 Tujuan              Untuk mengetahui definisi Ileus Obstruktive Untuk mengetahui anatomi Ileus Obstruktive Untuk mengetahui histology Ileus Obstruktive Untuk mengetahui suplay vaskuler Ileus Obstruktive Untuk mengetahui Drainase Pembuluh Limfe Ileus Obstruktive Untuk mengetahui persyarafan usus Ileus Obstruktive Untuk mengetahui fisiologis Ileus Obstruktive Untuk mengetahui etiologi Ileus Obstruktive Untuk mengetahui klasifikasi Ileus Obstruktive Untuk mengetahui patogenesis Ileus Obstruktive Untuk mengetahui manifestasi klinik Ileus Obstruktive Untuk mengetahui diagnosis Ileus Obstruktive Untuk mengetahui penanganan Ileus Obstruktive
1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau menganggu jalannya isi usus (Sabara, 2007). 2.2 Anatomi Usus halus merupakan tabung yang kompleks, berlipat-lipat yang

membentang dari pilorus sampai katup ileosekal. Pada orang hidup panjang usus halus sekitar 12 kaki (22 kaki pada kadaver akibat relaksasi). Usus ini mengisi bagian tengah dan bawah abdomen. Ujung proksimalnya bergaris tengah sekitar 3,8 cm, tetapi semakin kebawah lambat laun garis tengahnya berkurang sampai menjadi sekitar 2,5 cm (Price & Wilson, 1994). Usus halus dibagi menjadi duodenum, jejenum, dan ileum. Pembagian ini agak tidak tepat dan didasarkan pada sedikit perubahan struktur, dan yang relative lebih penting berdasarkan perbedaan fungsi. Duodenum panjangnya sekitar 25 cm, mulai dari pilorus sampai kepada jejenum. Pemisahan duodenum dan jejunum ditandai oleh ligamentum treitz, suatu pita muskulofibrosa yang berorigo pada krus dekstra diafragma dekat hiatus esofagus dan berinsersio pada perbatasan duodenum dan jejenum. Ligamentum ini berperan sebagai ligamentum suspensorium (penggantung). Kira-kira dua perlima dari sisa usus halus adalah jejenum, dan tiga perlima terminalnya adalah ileum.. Jejenum terletak di region abdominalis media sebelah kiri, sedangkan ileum cenderung terletak di region 3

2

abdominalis bawah kanan (Price & Wilson, 1994). Jejunum mulai pada juncture denojejunalis dan ileum berakhir pada junctura ileocaecalis (Snell, 1997). Lekukan-lekukan jejenum dan ileum melekat pada dinding posterior abdomen dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas yang dikenal sebagai messenterium usus halus. Pangkal lipatan yang pendek melanjutkan diri sebagai peritoneum parietal pada dinding posterior abdomen sepanjang garis berjalan ke bawah dan ke kenan dari kiri vertebra lumbalis kedua ke daerah articulatio sacroiliaca kanan. Akar mesenterium memungkinkan keluar dan masuknya cabang-cabang arteri vena mesenterica superior antara kedua lapisan peritoneum yang memgbentuk messenterium (Snell. 1997). Usus besar merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki (sekitar 1,5 m) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani. Diameter usus besar sudah pasti lebih besar daripada usus kecil. Rata-rata sekitar 2,5 inci (sekitar 6,5 cm), tetapi makin dekat anus semakin kecil (Price & Wilson, 1994). Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon dan rektum. Pada sekum terdapat katup ileocaecaal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum. Sekum menempati dekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Katup ileocaecaal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Kolon dibagi lagi menjadi kolon asendens, transversum, desendens dan sigmoid (Price & Wilson, 1994). Kolon ascendens berjalan ke atas dari sekum ke permukaan inferior lobus kanan hati, menduduki regio iliaca dan lumbalis kanan. Setelah mencapai hati, kolon ascendens membelok ke kiri, membentuk fleksura koli dekstra (fleksura hepatik). Kolon transversum menyilang abdomen pada regio umbilikalis dari fleksura koli dekstra sampai fleksura koli sinistra. Kolon transversum, waktu mencapai daerah 4 limpa, membengkok ke bawah, membentuk fleksura koli sinistra (fleksura
3

Kolon sigmoid mulai pada pintu atas panggul. Tunica serosa atau lapisan peritoneum. Kolon sigmoid merupakan lanjutan kolon descendens. tempat lembaran visera dan mesenterica peritoneum bersatu pada tepi usus.3 Histologi Dinding usus halus dibagi kedalam empat lapisan (Sabiston. 1997). 2. Tunica Serosa. tak lengkap di atas duodenum. 4 .1995): 1. meninggalkan pelvis dengan menembus dasar pelvis. hampir lengkap di dalam usus halus mesenterica. kekecualian pada sebagian kecil. Kolon sigmoid bersatu dengan rektum di depan sakrum. Disini rektum melanjutkan diri sebagai anus dalan perineum (Snell. Rektum menduduki bagian posterior rongga pelvis. Rektum ke atas dilanjutkan oleh kolon sigmoid dan berjalan turun di depan sekum. Ia tergantung ke bawah dalam rongga pelvis dalam bentuk lengkungan.lienalis) untuk kemudian menjadi kolon descendens.

Tunica mucosa usus halus. Plexus myentericus saraf (Auerbach) dan saluran limfe terletak diantara kedua lapisan otot. Di samping itu. Vili merupakan tonjolan-tonjolan seperti jari-jari dari mukosa yang jumlahnya sekitar 4 atau 5 juta dan terdapat di sepanjang usus halus. yang terletak di bawah mukosa. Yang terakhir membentuk massa dinding usus. tersusun dalam lipatan sirkular tumpang tindih yang berinterdigitasi secara transversa. Dua selubung otot polos tak bergaris membentuk tunica muscularis usus halus. Dalam ruangan ini berjalan jalinan pembuluh darah halus dan pembuluh limfe. Tela submucosa terdiri dari dari jaringan ikat longgar yang terletak diantara tunica muskularis dan lapisan tipis lamina muskularis mukosa. villi. Ia paling tebal di dalam duodenum dan berkurang tebalnya ke arah distal. 2. Tunica Mucosa. Usus halus ditandai oleh adanya tiga struktur yang sangat menambah luas permukaan dan membantu fungsi absorpsi yang merupakan fungsi utamanya: 1. Lapisan mukosa dan submukosa membentuk lipatan-lipatan sirkular yang dinamakan valvula koniventes (lipatan kerckringi) yang menonjol ke dalam lumen sekitar 3 ampai 10 mm. Tunica Muscularis. Adanya lipatanlipatan ini menyerupai bulu pada radiogram. Villi 5 . 3. Tela Submucosa. kecuali pars superior duodenum. Lipatan-lipatan ini nyata pada duodenum dan jejenum dan menghilang dekat pertengahan ileum. Masing-masing lipatan ini ditutup dengan tonjolan. 4. Lapisan luarnya stratum longitudinale dan lapisan dalamnya stratum circulare.2. di sini ditemukan neuroplexus meissner.

dengan demikian rektum mempunyai satu lapisan otot longitudinal yang lengkap. Bila lapisan permukaan usus halus ini rata. yaitu menigkat seribu kali lipat (Price & Wilson. Taenia bersatu pada sigmoid distal. Lapisan mukosa usus besar jauh lebih tebal daripada lapisan mukosa usus halus dan tidak mengandung villi atau rugae.5 sampai 1 mm (dapat dilihat dengan mata telanjang) dan menyebabkan gambaran mukosa menyerupai beludru. 1994). tetapi terkumpul dalam tiga pita yang dinamakan taenia koli.panjangnya 0. Lapisan otot longitudinal usus besar tidak sempurna.4 Suplai Vaskular Pada usus halus. 1994). vili dan mikrovili bersama-sama menambah luas permukaan absorpsi sampai 2 juta cm². Usus besar memiliki empat lapisan morfologik seperti juga bagian usus lainnya. Panjang taenia lebih pendek daripada usus. 2. Arteri ini mendarahi seluruh usus halus kecuali duodenum yang sebagian atas duodenum adalah arteri pancreotico duodenalis superior. Sedangkan separoh bawah duodenum diperdarahi 6 .00 cm². Mikrovilli terlihat dengan mikroskop elektron dan tampak sebagai brush border pada mikroskop cahaya. ada beberapa gambaran yang khas pada usus besar saja. Mikrovili merupakan tonjolan menyerupai jari-jari dengan panjang sekitar 1 μ pada permukaan luar setiap villus. maka luas permukaannya hanyalah sekitar 2. Kriptus lieberkūn (kelenjar intestinal) terletak lebih dalam dan mempunyai lebih banyak sel goblet daripada usus halus (Price & Wilson. Valvula koniventes. hal ini menyebabkan usus tertarik dan berkerut membentuk kantong-kantong kecil peritoneum yang berisi lemak dan melekat di sepanjang taenia. arteri mesentericus superior dicabangkan dari aorta tepat di bawah arteri seliaka. 3. suatu cabang arteri gastroduoodenalis. Akan tetapi.

dan arteria mesenterika inferior memperdarahi bagian kiri (sepertiga distal kolon transversum. Pembuluh limfe sekum berjalan melewati banyak nodi lymphatici mesentericus dan akhirnya mencapai nodi lymphatici msentericus superior (Snell. Pada usus besar. dan dua pertiga proksimal kolon transversum) : (1) ileokolika. Schwartz. (3) rektalis superior (Price & Wilson. (3) kolika media. 1997). 1994: Snell. kolon ascendens. 1997) Pembuluh limfe jejenum dan ileum berjalan melalui banyak nodi lymphatici mesentericus dan akhirnya mencapai nodi lymphatici mesentericus suprior. kolon descendens dan sigmoid. dan bagian proksimal rektum) : (1) kolika sinistra. suatu cabang arteri mesenterica superior. yang terletak sekitar pangkal arteri mesentericus superior (Snell.1997) 7 .oleh arteri pancreoticoduodenalis inferior. Bagian ileum yang terbawah juga diperdarahi oleh arteri ileocolica. Darah dikembalikan lewat vena messentericus superior yang menyatu dengan vena lienalis membentuk vena porta (Price & Wilson. 1997). Pembuluh-pembuluh darah yang memperdarahi jejenum dan ileum ini beranastomosis satu sama lain untuk membentuk serangkaian arkade. (2) sigmoidalis. 2. 1994. melalui nodi lymphatici pancreoticoduodenalis ke nodi lyphatici mesentericus superior sekitar pangkal arteri mesenterica superior (Snell. arteri mesenterika superior memperdarahi belahan bagian kanan (sekum. (2) kolika dekstra. 2000).5 Drainase Pembuluh Limfe Pembuluh limfe duodenum mengikuti arteri dan mengalirkan cairan limfe ke atas melalui nodi lymphatici pancreoticoduodenalis ke nodi lymphatici gastroduodenalis dan kemudian ke nodi lymphatici coeliacus: dan ke bawah.

1997). berjalan melalui pleksus Auerbach yang terletak dalam lapisan muskularis. sedangkan serabut-serabut parasimpatis mengatur refleks usus. Rangsangan parasimpatis merangasang aktivitas sekresi dan pergerakan. Pada kolon transversum dipersarafi oleh saraf simpatis nervus vagus dan saraf parasimpatis nervus pelvikus. Suplai saraf intrinsik. 1994). 1997). sepertiga distal 8 . Serabut-serabut nervus vagus hanya mempersarafi dua pertiga proksimal kolon transversum. 2. Serabut simpatis berjalan dari pleksus mesentericus superior dan inferior. Untuk kolon ascendens dan dua pertiga dari kolon transversum cairan limfenya akan masuk ke nodi limphatici mesentericus superior.6 Persarafan Usus Saraf-saraf duodenum berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (vagus) dari pleksus mesentericus superior dan pleksus coeliacus. Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf ototonom dengan perkecualian sfingter eksterna yang berada dibawah kontrol voluntar (Price & Wilson. sedangkan yang berasal dari sepertiga distal kolon transversum dan kolon descendens akan masuk ke nodi limphatici mesentericus inferior (Snell. appendiks dan kolon ascendens dipersarafi oleh serabut saraf simpatis dan parasimpatis nervus vagus dari pleksus saraf mesentericus superior. 1994). yang menimbulkan fungsi motorik. Sedangkan saraf untuk jejenum dan ileum berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) dari pleksus mesentericus superior (Snell. Serabut-serabut sensorik sistem simpatis menghantarkan nyeri. dan pleksus Meissner di lapisan submukosa (Price & Wilson.Pembuluh limfe untuk kolon mengalirkan cairan limfe ke kelenjar limfe yang terletak di sepanjang perjalanan arteri vena kolika. sedangkan rangsangan simpatis menghambat pergerakan usus. Sekum.

lemak. 1994). Banyak di antara enzim-enzim ini terdapat pada brush border vili dan mencernakan zat-zat makanan sambil diabsorpsi (Price & Wilson. sedangkan perangsangan parasimpatis mempunyai efek berlawanan (Price & Wilson. dan sekresi usus. Sedangkan pada kolon descendens dipersarafi serabut-serabut simpatis dari pleksus saraf mesentericus inferior dan saraf parasimpatis nervus pelvikus (Snell. Pergerakan segmental usus halus mencampur zat-zat yang dimakan dengan sekret pankreas. Proses pencernaan disempurnakan oleh sejumnlah enzim dalam getah usus (sukus enterikus). yaitu segmental dan peristaltik yang diatur oleh sistem saraf autonom dan hormone (Sjamsuhidajat Jong. Sekresi empedu dari hati membantu proses pencernaan dengan mengemulsikan lemak sehimgga memberikan permukaan lebih luas bagi kerja lipase pankreas (Price & Wilson. dan pepsin terhadap makanan masuk. Adanya bikarbonat dalam sekret pankreas membantu menetralkan asam dan memberikan pH optimal untuk kerja enzim-enzim. dan protein menjadi zat-zat yang lebih sederhana. 2. Isi usus digerakkan oleh peristalsis yang terdiri atas dua jenis gerakan. 2005).7 Fisiologi Usus Usus halus mempunyai dua fungsi utama : pencernaan dan absorpsi bahanbahan nutrisi dan air. 1994). 1997). hepatobiliar. dan pergerakan peristaltik mendorong isi dari salah satu ujung ke ujung lain dengan 9 . serta perangsangan sfingter rektum.dipersarafi oleh saraf parasimpatis nervus pelvikus. Proses dilanjutkan di dalam duodenum terutama oleh kerja enzim-enzim pankreas yang menghidrolisis karbohidrat. Proses pencernaan dimulai dalam mulut dan lambung oleh kerja ptialin. Perangsangan simpatis menyebabkan penghambatan sekresi dan kontraksi. 1994). asam klorida.

Schwartz. Absoprpsi berbagai zat berlangsung dengan mekanisme transpor aktif dan pasif yang sebagian kurang dimengerti (Price & Wilson. menghasilkan asam amino dan 2 sampai 6 residu peptida. Misel kemudian memasuki membran sel secara pasif dengan difusif. Dari kumpulan 5 gram garam empedu yang memasuki kantung empedu. Lemak dalam bentuk trigliserida dihidrodrolisa oleh enzim lipase pankreas . melepaskan garam empedu yang kembali ke dalam lumen usus dan asam lemak serta monogliserida ke dalam sel. kemudian mengalami disagregasi. Selain itu air. 1995. Absorpsi adalah pemindahan hasil-hasil akhir pencernaan karbohidrat. sekitar 0. fosfolipid. dan endopeptidase. pepsin memulai proses proteolisis. kumpulan ini bersirkulasi ulang 6 kali dalam 24 jam (Sabiston. Enzim protease pankreas (tripsinogen yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. yang keluar dari sel dan memasuki lakteal. Garam empedu diabsorpsi ke dalam sirkulasi enterohepatik dalam ileum distalis.kecepatan yang sesuai untuk absorpsi optimal dan suplai kontinu isi lambung (Price & Wilson. Protein oleh asam lambung di denaturasi.5 gram hilang setiap hari. elektrolit dan vitamin juga diabsorpsi. asam-asam lemak dan asa-asam amino) melalui dinding usus ke sirkulasi darah dan limfe untuk digunakan oleh sesl-sel tubuh. dan apoprotein untuk membentuk kilomikron. 2000 ). eksopeptidase) melanjutkan proses pencernaan protein. Asam lemak kecil dapat memasuki kapiler dan secara langsung menuju ke vena porta. hasilnya bergabung dengan garam empedu membentuk misel. Transport aktif 10 . 1994). lemak dan protein (gula sederhana. Sel kemudian membentuk kembali trigliserida dan digabungkan dengan kolesterol. 1994).

monosakarida. Produk pencernaan. Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit. dan cairan duodenum menyokong sekitar 8-10 L/hari cairan tubuh. Air dan elektrolit. Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. 1992). cairan empedu. yang merupakan disakarida. cairan lambung. maltase. dihidrolisis menjadi monosakarida glukosa. Enzim laktase. metabolisme awalnya dimulai dengan dengan menghidrolisis pati menjadi maltosa (atau isomaltosa). Kemudian disakarida ini. Bikarbonat diabsorpsi secara pertukaran natrium/hidrogen. 2000). dan fruktosa. Disakarida ini dicerna menjadi monosakarida sewaktu berkontak dengan mikrovili ini atau sewaktu mereka berdifusi ke dalam mikrovili. sukrase. galaktosa. glukosa. galaktosa. Karbohidrat. 11 . dipercepat oleh hormon parathormon (PTH) dan vitamin D. 2000 ). kemudian segera disbsorpsi ke dala darah porta (Guyton. laktosa dan sukrosa. dan isimaltase untuk pemecaha disakarida terletak di dalam mikrovili ’brush border’ sel epitel. yang sudah hampir lengkap pada kolon bagian kanan. Kalium diabsorpsi secara difusi pasif (Schwartz. Air secara osmotik dan secara hidrostatik diabsorpsi atau melalui difusi pasif. saliva. Kolon sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang menampung massa feses yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung (Preice & Wilson. Kalsium diabsorpsi melalui transport aktif dalam duodenum dan jejenum.membawa dipeptida dan tripeptida ke dalam sel untuk diabsorpsi (Schwartz. Natrium dan khlorida diabsorpsi dengan pemasangan zat telarut organik atau secara transport aktif. dan fruktosa. 1994). bersama dengan disakarida utama lain. kebanyakan diabsorpsi.

2000). pendorong antegrad melibatkan segmen panjang 0. Obstruksi yang disebabkan oleh adhesi berkembang sekitar 5% dari pasien yang 12 . 10¹¹-10¹²/gram. Sumber penting vitamin K (Schwartz. Anaerob > aerob. mengisolasi segmen pendek dari kolon. Gerakan massa merupakan pola yang kurang umum. paling banyak di proksimal. 2000). Gas kolon berasal dari udara yang ditelan. kontraksai ini menurun oleh antikolinergik. 2000). natrium. Bakteri membentuk hidrogen dan metan dari protein dan karbohidrat yang tidak tercerna. Nitrogen.8 ETIOLOGI ILEUS OBSTRUKTIVE Ileus obstruktif dapat disebabkan oleh (Doherty et al 2002) : 1. Adhesi (perlekatan usus halus) merupakan penyebab tersering ileus obstruktif. kecualim100-200 ml diabsorpsi. meningkatkan absorpsi. semua. dan asam lemak rantai pendek serta mengeluarkan kalium dan bikarbonat. karbon dioksida. produksi intralumen. hidrogen. Normalnya 600 ml/hari (Schwartz. difusi dari darah. metan. 2000). tekanan 100-200 mmHg. Sepertiga berat feses kering adalah bakterri. terjadi dengan defekasi (Schwartz.0 cm/detik. meningkat oleh makanan. Kontraksi segmental merupakan pola yang paling umum. Hal tersebut membantu menjaga keseimbangan air adan elektrolit dan mencegah dehidrasi. 2. oksigen. Bakteroides paling umum.(Schwartz. 20-30 detik panjang. tiga sampai empat kali sehari. Escherichia coli berikutnya. kolinergik. Menerima 900-1500 ml/hari. Kapasitas sekitar 5 l/hari. khlorida.Kolon mengabsorpsi air. Gerakan retrograd dari kolon memperlambat transit materi dari kolon kanan. sekitar 50-70% dari semua kasus. Adhesi bisa disebabkan oleh riwayat operasi intraabdominal sebelumnya atau proses inflamasi intraabdominal.5-1.

Volvulus lebih sering sebagai penyebab obstruksi usus besar. polip. terapi radiasi. Penyakit Crohn dapat menyebabkan obstruksi sekunder sampai inflamasi akut selama masa infeksi atau karena striktur yang kronik. 8. seperti malrotasi usus. Hernia inkarserata eksternal (inguinal. 2. Tumor primer usus halus dapat menyebabkan obstruksi intralumen. umumnya pada bagian ileum terminal atau katup ileocaecal yang menyebabkan obstruksi. femoral. Batu empedu yang masuk ke ileus. atau trauma operasi. atau parastomal) merupakan yang terbanyak kedua sebagai penyebab ileus obstruktif . sedangkan tumor metastase atau tumor intraabdominal dapat menyebabkan obstruksi melalui kompresi eksternal. Perlengketan kongenital juga dapat menimbulkan ileus obstruktif di dalam masa anak-anak. umbilikal.mengalami operasi abdomen dalam hidupnya. 6. atau pembesaran limphanodus mesentericus dapat sebagai petunjuk awal adanya intususepsi. Inflamasi yang berat dari kantong empedu menyebabkan fistul dari saluran empedu ke duodenum atau usus halus yang menyebabkan batu empedu masuk ke traktus gastrointestinal. inflamasi. insisional. Intususepsi usus halus menimbulkan obstruksi dan iskhemia terhadap bagian usus yang mengalami intususepsi. 13 . 5. dan merupakan penyebab tersering pada pasien yang tidak mempunyai riwayat operasi abdomen. Striktur yang sekunder yang berhubungan dengan iskhemia. 3. Tumor. kecacatan mesentericus. Neoplasma. Batu empedu yang besar dapat terjepit di usus halus. Volvulus sering disebabkan oleh adhesi atau kelainan kongenital. Hernia interna (paraduodenal. 7. 4. dan hernia foramen Winslow) juga bisa menyebabkan hernia.

volvulus. 2007) Lokasi Kolon Penyebab Tumor (umumnya dikolon kiri). 12. intususepsi. penyakit Hirschprung. 10. Benda asing. hematoma. fekalt. volvulus di sigmoid atau sekum. atresia. Ileus mekonium. Fibrosis kistik dapat menyebabkan obstruksi parsial kronik pada ileum distalis dan kolon kanan sebagai akibat adanya benda seperti mekonium. adhesi. Tabel 1. Neonatus Jejunum dan ileum Dewasa Hernia. intususepsi Neonatus karena tumor (Jarang). penyakit Crohn (Jarang) askariasis. tumor. ulkus. intususepsi. volvulus. abses. diverticulitis umumnya dikolon sigmoid. atau penumpukan cairan. seperti bezoar. intususepsi. volvulus. 14 . Divertikulum Meckel yang bisa menyebabkan volvulus. Penyebab ileus obstruktif (Ansari. Atresia. benda asing divertikulum Meckel. adhesi (paling sering). Penekanan eksternal oleh tumor. Duodenum Dewasa Kanker di duodenum atau kanker kepala pancreas.9. 11. atau hernia Littre.

Ileus obstruktif dibagi lagi menjadi tiga jenis dasar (Sjamsuhidajat & Jong.9 KLASIFIKASI ILEUS OBSTRUKTIF Berdasarkan penyebabnya ileus obstruktif dibedakan menjadi tiga kelompok (Bailey. b. volvulus atau intususepsi. bezoar. misalnya adhesi. Lesi-lesi intramural.2. c. 2. misalnya malignansi atau inflamasi.1995): 1. Lesi-lesi intraluminal. misalnya fekalit. Sabiston. batu empedu. benda asing. dimana obstruksi yang disertai adanya penjepitan pembuluh darah sehingga terjadi iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis 15 . Ileus obstruktif strangulasi. Ileus obstruktif sederhana.2002): a. hernia. 2005. dimana obstruksi tidak disertai dengan terjepitnya pembuluh darah. Lesi-lesi ekstramural.

3.atau gangren yang ditandai dengan gejala umum berat yang disebabkan oleh toksin dari jaringan gangren. 16 . Ileus obstruktif usus besar 3. Untuk keperluan klinis. 2004): 1.3. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Oleh karena sekitar 8 liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari. Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen. Ileus obstruktif usus halus. dimana paling sedikit terdapat dua tempat obstruksi. 1995). Efek local peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis. pengurangan curah jantung. Ileus obstruktif jenis gelung tertutup. penurunan perfusi jaringan dan asidosis metabolik. disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia (Price & Wilson.0 PATOFISIOLOGI TERJADINYA ILEUS OBSTRUKTIF Perubahan patofisiologi utama pada ileus obstruktif dapat dilihat pada Gambar-2. Pengaruh atas kehilangan ini adalah penciutan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syok—hipotensi. termasuk duodenum 2. yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. dimana terjadi bila jalan masuk dan keluar suatu gelung usus tersumbat. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. ileus obstruktif dibagi dua (Stone.

Ileus Obstruktif Akumulasi gas dari cairan didalam lumen setelah proksimal dari letatak obstruksi Distensi Proliferasi bakteri yang berlangsung cepat Tekanan intralumen ↑ Iskemia dinding usus Iskemia dinding usus Kehilangan H2O dan elektrolit Volume ECF ↓ Kehilangan cairan menuju ruang peritonium Pelepasan bakteri dan toksin dari usus yang nekrotik ke dalam peritoneum dan sirkulasi sistemik Peritonitis septikemia Syok Hipovolemik Segera setelah timbulnya ileus obstruktif pada ileus obstruktif sederhana. distensi timbul tepat proksimal dan menyebabkann muntah refleks. Jika ileus obstruktif kontinu dan tidak diterapi. Setelah ia mereda. Gelombang peristaltik lebih sering. Aktivitas peristaltik mendorong udara dan cairan melalui gelung usus. maka kemudian timbul muntah 17 . yang timbul setiap 3 sampai 5 menit di dalam jejunum dan setiap 10 menit di didalam ileum. maka aktivitas peristaltik menjadi lebih jarang dan akhirnya tidak ada. peristalsis melawan obstruksi timbul dalam usaha mendorong isi usus melewatinya yang menyebabkan nyeri episodik kram dengan masa relatif tanpa nyeri di antara episode. yang menyebabkan gambaran auskultasi khas terdengar dalam ileus obstruktif. Dengan berlanjutnya obstruksi.

kehilangan asam lambung dengan konsentrasi ion hidrogennya yang tinggi menyebabkan alkalosis metabolik. dengan strangulasi ada juga gerakan darah dan plasma ke dalam lumen dan dinding usus. Dengan strangulasi memanjang timbul iskemi dan sawar rusak. Jika terapi tidak diberikan dalam perjalanan klinik. Ileus obstruktif usus halus menyebabkan muntahnya lebih dini dengan distensi usus relatif sedikit. Berbeda pada ileus obstruktif usus besar. natrium. Disamping cairan dan gas yang mendistensi lumen dalam ileus obstruksi sederhana. maka dapat timbul azotemia. 1995). kehilangan darah dan plasma maupun air ke dalam lumen usus cepat menimbulkan syok. merupakan bagian dinding usus yang paling sensitif terhadap perubahan dalam aliran darah. Kehilangan cairan ekstrasel tersebut menyebabkan penurunan volume intravascular. Bakteri (bersama dengan endotoksin dan eksotoksin) bisa masuk melalui dinding usus ke dalam cavitas peritonealis. Plasma bisa juga dieksudasi dari sisi serosa dinding usus ke dalam cavitas peritonealis. disertai kehilangan air. Jika kejadian ini tidak dinilai dini. penurunan curah jantung. biasanya kehilangan isotonik dengan plasma. Mukosa usus yang normalnya bertindak sebagai sawar bagi penyerapan bakteri dan produk toksiknya. hipotensi dan syok (Sabiston. muntah bisa muncul lebih lambat (jika ada). hernia dan distensi. hemokonsentrasi dan oliguria atau anuria. pita lekat. klorida dan kalium. Pada ileus obstruktif strangulata yang melibatkan terancamnya sirkulasi pada usus mencakup volvulus. 1995).dan mulainya tergantung atas tingkat obstruksi. Bila ia timbul. Ileus obstruktif gelung tertutup timbul bila jalan masuk dan jalan keluar suatu gelung usus tersumbat. Jenis ileus obstruktif ini menyimpan lebih banyak bahaya 18 . maka dapat cepat menyebabkan kematian (Sabiston. Disamping itu.

Penyebab ileus obstruktif gelung tertutup mencakup pita lekat melintasi suatu gelung usus. Jika valva ileocaecalis inkompeten maka kolon terdistensi dapat didekompresi ke dalam usus halus. Pada keadaan terakhir ini. Bahaya paling mendesak karena obstruksi itu karena distensi. maka ia area yang biasanya pecah pertama (Sabiston. Tetapi jika valva ini kompeten. biasanya sekum. Ia didasarkan atas hukum Laplace. Sehingga karena diameter terlebar kolon di dalam sekum. 19 .dibandingkan kebanyakan ileus obstruksi. maka tidak timbul penumpukan cairan yang cepat. Karena kolon terutama bukan organ pensekresi cairan dan hanya menerima sekitar 500 ml cairan tiap hari melalui valva ileocaecalis. 1995). Ileus obstruktif kolon biasanya kurang akut (kecuali bagi volvulus) dibandingkan ileus obstruksi usus halus. Sehingga dehidrasi cepat bukan suatu bagian sindroma yang berhubungan dengan ileus obstruksi kolon. volvulus atau distensi sederhana. sekresi ke dalam gelung tertutup dapat menyebabkan peningkatan cepat tekanan intalumen. maka kolon terobstruksi membentuk gelung tertutup dan distensi kontinu menyebabkan ruptura pada tempat berdiameter terlebar. 1995). yang mendefenisiskan tegangan di dalam dinding organ tubular pada tekanan tertentu apapun berhubungan langsung dengan diameter tabung itu. Ancaman vaskular demikian menyebabkan progresivitas cepat gejala sisa yang diuraikan bagi ileus obstruksi strangualata (Sabiston. karena ia berlanjut ke strangulasi dengan cepat serta sebelum terbukti tanda klinis dan gejala ileus obstruktif. yang menyebabkan obstruksi aliran keluar vena.

1995) 1. Distensi 4. Lokasi obstruksi 2. Penyebabnya 4. Sabiston. Ada atau tidaknya iskemia usus Gejala selanjutnya yang bisa muncul termasuk dehidrasi. Lamanya obstruksi 3. Dengan berlalunya waktu. Frekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi. motilitas menurun. yang muncul setiap 4 sampai 5 menit dalam ileus obstruktif usus halus. septikemia. Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi tergantung kepada (Winslet.3. oliguria. semua kemungkinan hernia harus diperiksa (Winslet. 2002). Nyeri dari ileus obstruktif usus halus demikian biasanya terlokalisasi supraumbilikus di dalam abdomen. 2002.1 MANIFESTASI KLINIS ILEUS OBSTRUKTIIF Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif (Winslet. 2002. 1995): 1. Nyeri abdomen biasanya agak tetap pada mulanya dan kemudian menjadi bersifat kolik. Ia sekunder terhadap kontraksi peristaltik kuat pada dinding usus melawan obstruksi. Pada 20 . sedangkan yang dari ileus obstruktif usus besar biasanya tampil dengan nyeri intaumbilikus. pireksia. syok hypovolemik. Sabiston. Nyeri abdomen 2. Kegagalan buang air besar atau gas(konstipasi). setiap 15 sampai 20 menit pada ileus obstruktif usus besar. Terhadap setiap penyakit yang dicurigai ileus obstruktif. Muntah 3. sehingga gelombang peristaltik menjadi jarang. usus berdilatasi. penurunan respirasi dan peritonitis. sampai akhirnya berhenti.

Jika ileus obstruktif usus halus. menetap dan tanpa remisi. usus distal terhadap titik ini harus mengeluarkan isinya sebelum terlihat obstipasi. Jika nyeri abdomen menjadi terlokalisasi baik. Gejala ini terlambat pada ileus obstruktif usus besar dan bisa minimal atau absen pada keadaan oklusi pembuluh darah mesenterikus (Sabiston.saat ini nyeri mereda dan diganti oleh pegal generalisata menetap di keseluruhan abdomen. Distensi pada ileus obstruktif derajatnya tergantung kepada lokasi obsruksi dan makin membesar bila semakin ke distal lokasinya. usus dalam panjang bermakna dibiarkan tanpa 21 . 1995). Muntah refleks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yang memuntahkan apapun makanan dan cairan yang terkandung. parah. yang kebanyakan cairan empedu (Harrison’s. sehingga tak terlihat distensi. yaitu konstipasi absolut ( dimana feses dan gas tidak bisa keluar) dan relatif (dimana hanya gas yang bisa keluar) (Winslet. Tetapi setelah timbul obstruksi. 1995). Muntahannya kental dan berbau busuk (fekulen) sebagai hasil pertumbuhan bakteri berlebihan sekunder terhadap stagnasi. 2002). Kegagalan mengerluarkan gas dan feses per rektum juga suatu gambaran khas ileus obstruktif. maka ileus obstruksi strangulata harus dicurigai (Sabiston. Konstipasi dapat dibedakan menjadi dua. 2001). Sehingga dalam ileus obstruktif usus halus. maka muntah timbul lambat dan setelah muncul distensi. yang juga diikuti oleh cairan duodenum. Setelah ia mereda. Karena panjang usus yang terisi dengan isi demikian. maka muntah terlihat dini dalam perjalanan dan terdiri dari cairan jernih hijau atau kuning. Usus didekompresi dengan regurgitasi. maka muntah tidak mendekompresi total usus di atas obstruksi (Sabiston. maka muntah tergantung atas tingkat ileus obstruktif. 1995). Gerkakan peristaltic terkadang dapat dilihat. Jika ileus obstruktif usus besar.

terancam di usus besar. sehingga mungkin tidak ada obstipasi. pengisian aliran vena yang jelek dan mata gantung dengan oliguria. Dehidarasi umumnya terjadi pada ileus obstruktif usus halus yang disebabkan muntah yanbg berulang-ulang dan pengendapan cairan. Inflamasi yang berhubungan denga penyakit obsruksi Hipotermi menandakan terjadinya syok septikemia. Penegakan diagnosa 22 . diare merupakan gejala yang ditampilkan pengganti obstipasi (Sabiston. 2002). karena termasuk operasi emergensi. Lewatnya isi usus dalam bagian usus besar ini memerlukan waktu. Peningkatan nilai potasium. maka obstipasi akan terlihat lebih dini. 2002). Dalam ileus obstuksi sebagian. selama beberapa hari. jika ileus obstruktif usus besar. Perforasi usus 3. Perkembangan peritonitis menandakan infark atau perforasi (Winslet. 2002) : 1. amilase atau laktat dehidrogenase di dalam serum dapat sebagai pertanda strangulasi. Hal ini menyebabkan kulit kering dan lidah kering. Pireksia di dalam ileus obstruktif dapat digunaklan sebagai petanda (Winslet. begitu juga leukositosis atau leukopenia (Winslet. Mulainya terjadi iskemia 2. 1995). Nyeri tekan abdomen yang terlokalisir menandakan iskemia yang mengancam atau sudah terjadi. Sangat penting untuk membedakan antara ileus obstruktif dengan strangulasi dengan tanpa strangulasi. Sebaliknya. Hipokalemia bukan merupakan gejala yang sering pada ileus obstruktif sederhana. Nilai BUN dan hematokrit meningkat memberikan gambaran polisitemia sekunder (Winslet. 2002).

tetapi. ireponibel. membesar. Sebagai catatan perlu diperhatikan (Winslet. tetapi intensitasnya lebih rendah. pada srangulasi selalu ada nyeri tekan lokal yang berhubungan dengan kekakuan abdomen.hanya tergantung gejala kilnis. Kehadiran syok menandakan iskemia yang sedang berlangsung 2. khususnya bila katup ileocaecal kompeten.. Pada kasus ileus obstruktif dimana nyeri tetap asa walaupun telah diterapi konservatif. Muntah-muntah terjadi lambat. 6. 5. Keluhan rasa sakit kadang-kadang tidak ada pada penderita lanjut usia yang pandai menahan nafsu. walaupun tanpa gejala-gejala di atas. Riwayat perubahan kebiasaan berdefekasi dan darah dalam feses yang baru terjadi sering terjadi karena karsinoma dan divertikulitis adalah penyebab yang paling 23 tidak hanya membesar karena reflek batuk dan benjolan semakin . lunak. Gejala-gejala biasanya muncul secara mendadak dan selalu berulang 4. Pada ileus obstruktif tanpa strangulasi kemungkinan bisa terdapat area dengan nyeri tekan lokal pada tempat yang mengalami obstruksi. Nyeri tekan umum dan kehadiran kekakuan abdomen/rebound tenderness menandakan perlunya laparotomy segera. Pada strangulasi yang mengancam. 2002): 1. Kemunculan dan adanya gejala nyeri tekan lokal merupakan tanda yang sangat penting. nyeri tidak pernah hilang total 3. nyeri tekan yang tidak jelas memerlukan penilaian rutin. Muntah-muntah fekulen paradox sangat jarang. strangulasi tetap harus didiagnosa. Pada ileus obstruksi usus besar juga menimbulkan sakit kolik abdomen yang sama kualitasnya dengan sakit ileus obstruktif usus halus. 7. Ketika srangulasi muncul pada hernia eksternal dimana benjolan tegang.

dan obstipasi dengan ketidakmapuan mengeluarkan gas terjadi.sering. Konstipasi menjadi progresif. Gejala-gejala akut dapat timbul setelah satu minggu (Harrison’s. 24 . 2001).

Anamnesis Pada anamnesis ileus obstruktif usus halus biasanya sering dapat ditemukan penyebabnya. Diagnosa ileus obstruksi diperoleh dari : 1.2 Diagnosis Diagnosis ileus obstruktif tidak sulit. kepercayaan atas pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan laboratorium harus dilihat sebagai konfirmasi dan bukan menunda mulainya terapi yang segera (Sabiston. Sabara. 2007). 25 .3. sedangkan pada ileus obstruksi usus besar kolik dirasakan di sekitar suprapubik. misalnya berupa adhesi dalam perut karena pernah dioperasi sebelumnya atau terdapat hernia (Sjamsuhudajat & Jong. 2004. Muntah pada ileus obstruksi usus halus berwarna kehijaun dan pada ileus obstruktif usus besar onset muntah lama (Anonym. 2007). Pada ileus obstruksi usus halus kolik dirasakan di sekitar umbilkus. 1995). salah satu yang hampir selalu harus ditegakkan atas dasar klinik dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Terkadang dapat dilihat gerakan peristaltik usus (Gambar 2. Penderita tampak gelisah dan menggeliat sewaktu serangan kolik (Sabiston.2. Pemeriksaan Fisik 1. Gambar 4. yang mencakup kehilangan turgor kulit maupun mulut dan lidah kering. Palpasi Pada palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi peritoneum apapun atau nyeri tekan. 2007). Sabara. 2. hernia dan massa abdomen. parut abdomen.4) yang bisa bekorelasi dengan mulainya nyeri kolik yang disertai mual dan muntah. yang mencakup ‘defance musculair’ involunter atau 26 . Gerakan peristaltik usus (Suindra. 1995. Pada abdomen harus dilihat adanya distensi. Inspeksi Dapat ditemukan tanda-tanda generalisata dehidrasi. 2005).

penyakit Hirdchprung (Anonym. Jika darah makroskopik atau feses postif banyak ditemukan di dalam rektum. Radiologi Pemeriksaan sinar-X bisa sangat bermanfaat dalam mengkonfirmasi diagnosis ileus obstruktif serta foto abdomen tegak dan berbaring harus yang pertama dibuat. 2007). Penggunaan kontras 27 . 1995). Bagian akhir yang diharuskan dari pemeriksaan adalah pemeriksaan rectum dan pelvis. 2007). maka sangat mungkin bahwa ileus obstruktif didasarkan atas lesi intrinsik di dalam usus (Sabiston. 1995. Adanya gelung usus terdistensi dengan batas udaracairan dalam pola tangga pada film tegak sangat menggambarkan ileus obstruksi sebagai diagnosis. Tidak adanya nyeri usus bisa juga ditemukan dalam ileus paralitikus atau ileus obstruksi strangulate (Sabiston. Ia bisa membangkitkan penemuan massa atau tumor serta tidak adanya feses di dalam kubah rektum menggambarkan ileus obstruktif usus halus.rebound dan pembengkakan atau massa yang abnormal (Sabiston. maka aktivitas peristaltik (sehingga juga bising usus) bisa tidak ada atau menurun parah. Apabila isi rektum menyemprot. maka distensi gas dalam kolon merupakan satusatunya gambaran penting (Sabiston. Sabara. Dalam ileus obstruktif usus besar dengan katup ileocaecalis kompeten. Auskultasi Pada ileus obstruktif pada auskultasi terdengar kehadiran episodic gemerincing logam bernada tinggi dan gelora (rush’) diantara masa tenang. 1995). 1995). 3. Tetapi setelah beberapa hari dalam perjalanan penyakit dan usus di atas telah berdilatasi. 3.

2007). Ileus obstruksi (Ansari. 2007) 4. 1995).dikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis.3 Penatalaksanaan ileus obstructive Terapi ileus obstruksi biasnya melibatkan intervensi bedah. tetapi hitung darah putih yang normal tidak menyampingkan strangulasi. Penentuan waktu kritis serta tergantung atas jenis dan lama proses ileus obstruktif. 2001). khususnya jenis strangulasi (Harrison’s. 3. Laboratorium Leukositosis. Operasi dilakukan secepat yang layak dilakukan dengan memperhatikan keadaan keseluruhan pasien (Sabiston. Tujuan utama penatalaksanaan adalah dekompresi bagian yang mengalami obstruksi untuk mencegah perforasi. Barium enema diindikasikan untuk invaginasi. dan endoskopi disarankan pada kecurigaan volvulus (Anoym. Gambar 5. biasanya terjadi bila terdapat strangulasi. dengan pergeseran ke kiri. Tindakan operasi biasanya 28 . Peningkatan amilase serum kadang-kadang ditemukan pada semua bentuk ileus obstruktif.

hanya untuk lambung. Sabara. Pemberian antibiotika spektrum lebar di dalam gelung usus yang terkena obstruksi strangulasi terbukti meningkatkan kelangsungan hidup. maka antibiotika harus diberikan pada semua pasien ileus obstruksi (Sabiston. Membatasi masuknya udara yang ditelan ke dalam saluran pencernaan. 2. karena tidak selalu mudah membedakan antara ileus obstruksi strangulata dan sederhana. Dekompresi pipa bagi traktus gastrointestinal diindikasikan untuk dua alasan (Sabiston. 2. sehingga mengurangi distensi usus yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan intralumen dan kemungkinan ancaman vaskular. 2007). Panjang. 1995) : 1. Menghilangkan penyebab ileus obstruksi adalah tujuan kedua.selalu diperlukan. Kadang-kadang suatu penyumbatan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Tetapi yang paling sering dilakukan adalah 29 . Pendek. untuk intubasi keseluruhan usus halus. Setelah keadaan optimum tercapai barulah dilakukan laparatom (Sabara. 2007): 1. Pasien dipuasakan. Operasi dapat dilakukan bila sudah tercapai rehidrasi dan organ-organ vital berfungsi secara memuaskan. Sabara. terutama jika disebabkan oleh perlengketan (Sabiston. Pipa yang digunakan untuk tujuan demikian dibagi dalam dua kelompok (Sabiston. 1995. 1995). 1995. Tetapi. Untuk dekompres lambung sehingga memperkecil kesempatan aspirasi isi usus. 2007). kemudian dilakukan juga resusitasi cairan dan elektrolit untuk perbaikan keadaan umum.

Kita harus mencegah terjadinya gagal ginjal dan harus memberikan kalori yang cukup. 30 . Lisis pita lekat atau reposisi hernia 2. oksigen dan kateter). Reseksi dengan anastomosis 4. Hernia inkarserata 4. Tindakan yang terlibat dalam terapi bedahnya masuk kedalam beberapa kategori mencakup (Sabiston. Strangulasi 2. Pengobatan pasca bedah sangat penting terutama dalam hal cairan dan elektrolit. 2007). 1. Obstruksi lengkap 3. Diversi stoma dengan atau tanpa reaksi. 1995) . Perlu diingat bahwa pasca bedah usus pasien masih dalam keadaan paralitik (Sabara. infus. Tidak ada perbaikan dengan pengobatan konservatif (dengan pemasangan NGT. Pintas usus 3. 2007). Tindakan bedah dilakukan bila (Sabara. 1.pembedahan sesegera mungkin.

Adhesi (perlekatan usus halus) merupakan penyebab tersering ileus obstruktif. Kegagalan buang air besar atau gas (konstipasi). ada atau tidaknya iskemia usus. 2002. semua kemungkinan hernia harus diperiksa (Winslet. 1995): Nyeri abdomen. syok hypovolemik. Gejala selanjutnya yang bisa muncul termasuk dehidrasi. Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif (Winslet. lamanya obstruksi. penurunan respirasi dan peritonitis. oliguria. Terhadap setiap penyakit yang dicurigai ileus obstruktif. Distensi.1 Kesimpulan Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau menganggu jalannya isi usus (Sabara. Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi tergantung kepada (Winslet. Obstruksi yang disebabkan oleh adhesi berkembang sekitar 5% dari pasien yang mengalami operasi abdomen dalam hidupnya. Perlengketan kongenital juga dapat menimbulkan ileus obstruktif di dalam masa anak-anak. Adhesi bisa disebabkan oleh riwayat operasi intraabdominal sebelumnya atau proses inflamasi intraabdominal. septikemia. salah satu yang hampir selalu harus ditegakkan atas dasar klinik dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Muntah. pireksia. Sabiston. penyebabnya. 2007). Diagnosis ileus obstruktif tidak sulit. sekitar 50 70% dari semua kasus. Sabiston.BAB III PENUTUP 3. 2002. 1995): lokasi obstruksi. kepercayaan atas pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan laboraorium harus 31 . 2002).

Kita harus mencegah terjadinya gagal ginjal dan harus memberikan kalori yang cukup. Sabara. Kadang-kadang suatu penyumbatan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. 32 . Tindakan operasi biasanya selalu diperlukan. Menghilangkan penyebab ileus obstruksi adalah tujuan kedua. Perlu diingat bahwa pasca bedah usus pasien masih dalam keadaan paralitik (Sabara. Tujuan utama penatalaksanaan adalah dekompresi bagian yang mengalami obstruksi untuk mencegah perforasi. 2007). 1995. terutama jika disebabkan oleh perlengketan (Sabiston. 2007).dilihat sebagai konfirmasi dan bukan menunda mulainya terapi yang segera (Sabiston. Pengobatan pasca bedah sangat penting terutama dalam hal cairan dan elektrolit. 1995).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful