A.

DEFORMASI Teori Dasar Deformasi Pada prinsipnya beban terhadap benda terdeformasi (Deformable Body) adalah suatu gaya yang melakukan aksi terhadap benda padat sehingga menyebabkan Causative Influences yang menyebabkan terjadinya deformasi. Deformasi merupakan perubahan bentuk, dimensi dan posisi dalam skala waktu dan ruang. Deformasi terjadi bila bahan mengalami gaya. Selama deformasi, bahan menyerap energi sebagai akibat adanya gaya yang bekerja. Sekecil apapun gaya yang bekerja, maka benda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Perubahan ukuran secara fisik ini disebut sebagai deformasi.

Deformasi (Engineering) Dalam ilmu material, deformasi adalah perubahan bentuk atau ukuran objek diterapkan karena adanya gaya. Ini bisa menjadi hasil dari tarik (menarik) kekuatan, tekan (mendorong) kekuatan, geser, membungkuk atau torsi (memutar). Deformasi sering digambarkan sebagai strain. Sebagai deformasi terjadi, internal antar-molekul muncul kekuatan-kekuatan yang menentang gaya diterapkan. Jika gaya yang diberikan tidak terlalu besar kekuatankekuatan ini mungkin cukup untuk diterapkan sepenuhnya menolak kekuatan, yang memungkinkan objek untuk mengasumsikan keadaan ekuilibrium baru dan kembali ke keadaan semula apabila beban dihilangkan. Gaya diterapkan yang lebih besar dapat menyebabkan deformasi permanen dari objek atau bahkan ke kegagalan struktural. Dalam gambar dapat dilihat bahwa beban kompresi (ditandai dengan tanda panah) telah menyebabkan deformasi dalam silinder sehingga bentuk asli (garis putus-putus) telah diubah (cacat) menjadi satu dengan sisi menonjol. Tonjolan sisi karena materi, walaupun cukup kuat untuk tidak retak atau gagal, tidak cukup kuat untuk mendukung beban tanpa perubahan, sehingga material dipaksa keluar lateral. Kekuatan internal (dalam kasus ini pada sudut kanan deformasi) menahan beban diterapkan.

1

Setara pilihan yang berbeda dapat dilakukan untuk ekspresi dari medan regangan tergantung pada apakah yang didefinisikan di awal atau di akhir dan penempatan pada apakah metrik tensor atau dianggap ganda. misalnya. Deformasi yang pulih setelah bidang stres telah 2 . Hubungan antara stres dan ketegangan akibat dinyatakan oleh persamaan konstitutif elastis. dengan perubahan panjang vektor tangen yang mewakili kecepatan secara sewenangwenang parametrized kurva melewati titik tersebut. karena Fréchet. menyatakan bahwa. dengan peta bilinear definit positif disebut tensor metrik. jika panjang vektor tangen memenuhi aksioma norma dan hukum genjang. Dalam tubuh yang terusmenerus.Diagram Stres-regangan kurva. deformasi atau regangan adalah perubahan dalam sifat metrik kontinu benda B dalam perpindahan dari penempatan awal κ 0 (B) untuk penempatan akhir κ (B). Geometris dasar hasil. maka panjang vektor adalah akar kuadrat dari nilai bentuk kuadrat yang terkait. yang menunjukkan hubungan antara stres (gaya yang diberikan) dan regangan (deformasi) dari logam yang ulet. sebuah lapangan deformasi hasil dari stres yang disebabkan oleh diterapkan lapangan pasukan atau karena perubahan dalam bidang suhu di dalam tubuh. pada setiap titik. Suatu perubahan dalam sifat metrik berarti bahwa kurva digambarkan dalam tubuh awal perubahan penempatan panjangnya ketika dipindahkan ke sebuah kurva dalam penempatan akhir. Jika semua tidak berubah kurva panjang. hukum Hooke untuk linier elastis bahan. dengan rumus polarisasi. Sebuah medan regangan dikaitkan dengan perpindahan didefinisikan. dikatakan bahwa sebuah benda tegar perpindahan terjadi. Deformasi (Mekanika) Dalam mekanika kontinum. von Neumann dan Yordania.

bekerja pada bidang luas A atau yang sejajar dengan luas A. ireversibel deformasi. Kerangka referensi. antara lain: 1. 3. Kerangka dasar horisontal dan vertikal dan bentuk geometri beserta ukuran lebih. yang tetap bahkan setelah menekankan telah dihapus. 2. disebut deformasi elastis. Di sisi lain. Tegangan Geser (Shear Stress). sebagai berikut: 1. Penentuan posisi. Dalam kasus ini.dihilangkan. sistem referensi. Sehingga analisis deformasi adalah metodologi (hal-hal yang berkaitan metode) untuk menentukan parameter-parameter deformasi. Pendekatan stokastik. Pada umumnya arah tegangan miring terhadap luas A tempatnya bekerja dan dapat diuraikan menjadi dua komponen. Ciri khas pendekatan geodetik adalah penerapan konsep. tegak lurus terhadap luas A. 4. dan merupakan hasil dari slip. Semacam itu terjadi dalam material deformasi tubuh setelah menekankan telah mencapai nilai ambang tertentu yang dikenal sebagai batas elastis atau tegangan luluh. sepenuhnya pulih kontinum konfigurasi aslinya. Adapun beberapa parameter-parameternya. Ada 2 macam metode pendekatan yaitu pendekatan geodetik dan pendekatan fisis. disebut deformasi plastik. Tegangan (Stress) Tegangan adalah gaya (F) per luas permukaan (A) yang diteruskan ke seluruh material melalui medan-medan gaya antar atom. atau dislokasi mekanisme pada tingkat atom. 3 . yaitu: a) b) Tegangan Normal (Normal Stress). kerangka koordinat dan sistem koordinat.

Regangan (Strain) Perpindahan partikel suatu benda elastis selalu menimbulkan terjadinya perubahan bentuk benda tersebut. Elemen Kecil Benda Plastik dan Komponen Regangan 4 . maka perubahan bentuk tersebut dipandang sebagai perubahan bentuk yang kecil. 2. Komponen Tegangan Keterangan: : tegangan normal searah sumbu Y. Y dan Z.Gambar 1. perpindahan kecil partikel yang berubah bentuk diuraikan dalam komponen uX. uY dan uZ yang masing-masing sejajar terhadap sumbu koordinat kartesian X. Perubahan bentuk suatu benda elastik dikaitkan dengan regangan. : tegangan geser tegak lurus sumbu Y sejajar sumbu Z. : tegangan geser tegak lurus sumbu Y sejajar sumbu X. Dalam sistem koordinat kartesian tiga dimensi. Gambar 2.

Rotasi Rotasi merupakan perubahan posisi materi tanpa mengalami perubahan bentuk yang membentuk perubahan sudut terhadap koordinat acuan. Sebagai gambaran bentuk rotasi dapat dilihat pada gambar 3. Komponen Rotasi 5 . sebagai berikut: Gambar 3.Konsep tegangan (stress) dan regangan (strain) • Pembebanan statik: – – – Tarik Kompressi Geser 3.1..

jenis material dari benda.Regangan teknik. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban axial sacara kontinu yang makin lama makin besar pada material. Kekuatan tarik suatu bahan dapat diketahui dengan melakukan uji tarik dari material tersebut.Tegangan geser. yaitu melalui korelasi antara pengamatan deformasi dan pengamatan gaya Metoda lain dalam analisis fisis yaitu metoda deterministik. 6 .Analisis Deformasi Aspek Fisis Bila kita bermaksud untuk menentukan status fisis dari benda yang terdeformasi.  = F/Ao Tujuan utama dari teori pembentukan ialah memperkirakan besarnya deformasi atau perubahan bentuk dan gaya-gaya yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan itu.. dan hubungan fisis antara regangan (strain) dan tegangan (stress) pada benda. yang memanfaatkan informasi dari gaya.Tegangan teknik. Dalam analisis fisis deformasi. hubungan antara gaya dan deformasi dapat dimodelkan dengan menggunakan metoda empiris (statistik). dan hubungan antara gaya dengan deformasi yang terjadi. Perubahan panjang spesimen terhadap besarnya beban oleh mesin tarik di plot menjadi diagram P .  = F/Ao (N/m2=Pa) . kekuatan tarik merupakan sifat mekanik material yang penting untuk diketahui. B.  = (li-lo)/lo . regangan. Pengujian Tarik Standar sampel untuk uji tarik .

Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Brand terkenal untuk alat uji tarik antara lain adalah antara lain adalah Shimadzu. tidak mahal dan sudah mengalami standarisasi di seluruh dunia. Pengujian ini sangat sederhana. Kemampuan ini umumnya disebut "Ultimate Tensile Strength" disingkat dengan UTS. Uji tarik mungkin adalah cara pengujian bahan yang paling mendasar. Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang. dalam bahasa Indonesia disebut tegangan tarik maksimum.Kurva ini dapat diperoleh dari hasil uji tarik material. Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban. dimana dari hasil tersebut dapat diketahui informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data penghubung dari spesifikasi suatu material. Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut. misalnya di Amerika dengan ASTM E8 dan Jepang dengan JIS 2241. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff). 7 . Dari kurva ini juga dapat diketahui besar kekuatan luluh dan juga kekuatan tarik maximum dari material. Instron dan Dartec.

8 . maka bahan tersebut akan kembali ke kondisi semula (tepatnya hampir kembali ke kondisi semula) yaitu regangan “nol” pada titik O (lihat inset dalam gambar). Tidak ada standarisasi yang universal mengenai nilai ini. hukum Hooke tidak lagi berlaku dan terdapat perubahan permanen dari bahan. Titik sampai di mana penerapan hukum Hook masih bisa ditolerir. Dalam praktek. Batas proporsional σp (proportional limit).Detail Profil Uji Tarik Gambar Detail Profil Uji Tarik Batas elastic σE ( elastic limit) Bila sebuah bahan diberi beban sampai pada satu titik tertentu.03%. Terdapat konvensi batas regangan permamen (permanent strain) sehingga masih disebut perubahan elastis yaitu kurang dari 0.005% . Tidak ada standarisasi tentang nilai ini. tetapi sebagian referensi menyebutkan 0. b. a. Tetapi bila beban ditarik sampai melewati titik tersebut. biasanya batas proporsional sama dengan batas elastis. kemudian bebannya dihilangkan.

Regangan elastis εe (elastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan elastis bahan. d. Pada saat beban dilepaskan regangan ini tetap tinggal sebagai perubahan permanen bahan. εT = εe+εp. Bila hanya disebutkan tegangan luluh (yield stress).c. regangan yang ada adalah regangan total. Regangan luluh εy (yield strain) Regangan permanen saat bahan akan memasuki fase deformasi plastis. g. h.. Ketika beban dilepaskan. Regangan total (total strain) Merupakan gabungan regangan plastis dan regangan elastis. tegangan luluh atas σuy (upper yield stress) Tegangan maksimum sebelum bahan memasuki fase daerah landing peralihan deformasi elastis ke plastis. N/m2) dan strain adalah besaran tanpa satuan. posisi regangan ada pada titik lain dan besar regangan yang tinggal (OE) adalah regangan plastis i. Kekuatan patah (breaking strength) Tegangan luluh pada data tanpa batas jelas antara perubahan elastis dan plastis Untuk hasil uji tarik yang tidak memiliki daerah linier dan landing yang jelas. tegangan luluh biasanya didefinisikan sebagai tegangan yang menghasilkan regangan permanen sebesar 0. f. 9 . Pada saat beban dilepaskan regangan ini akan kembali ke posisi semula. Regangan plastis εp (plastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan plastis. Perlu untuk diingat bahwa satuan SI untuk tegangan (stress) adalah Pa (Pascal. Tegangan luluh bawah σly (lower yield stress) Tegangan rata-rata daerah landing sebelum benar-benar memasuki fase deformasi plastis.2%. Pada titik selanjutnya. e. maka yang dimaksud adalah tegangan ini. regangan ini disebut offset-strain .

Kelenturan (ductility) Merupakan sifat mekanik bahan yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi sebelum suatu bahan putus atau gagal pada uji tarik. l. Untuk itu dipakai definisi tegangan dan regangan sejati. n. Pengerasan regang (strain hardening) Sifat kebanyakan logam yang ditandai dengan naiknya nilai tegangan berbanding regangan setelah memasuki fase plastis. 10 . bila kurang dari itu suatu bahan disebut getas (brittle). Sering disebut dengan Modulus Ketangguhan (modulus of toughness). yaitu tegangan dan regangan berdasarkan luas penampang bahan secara real time.j. Bahan disebut lentur (ductile) bila regangan plastis yang terjadi sebelum putus lebih dari 5%. true strain) Dalam beberapa kasus definisi tegangan dan regangan seperti yang telah dibahas di atas tidak dapat dipakai. dengan satuan strain energy per unit volume (Joule/m3 atau Pa). Derajat ketangguhan (toughness) Kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase plastis sampai bahan tersebut putus. Tegangan sejati . Sering disebut dengan Modulus Kelentingan (Modulus of Resilience). m. regangan sejati (true stress. Derajat kelentingan (resilience) Derajat kelentingan didefinisikan sebagai kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase perubahan elastis. k.

2) Non-Rigid = Lentur = Elastik. 1. Intrepretasi Fisik adalah proses penerjemahan secara fisis terhadap sifat materi yang mengalami deformasi tegangan (stress) yang terjadi pada materi. Deformasi elastis adalah deformasi yang terjadi akibat adanya beban yang jika beban ditiadakan. sedangkan deformasi plastis adalah deformasi yang bersifat permanen jika bebannya dilepas. hubungan fungsional antara beban dan deformasi yang terjadi dimana sifat materi yang terdeformasi terdiri atas 2 macam. Deformasi Elastis. yaitu: 1) Rigid (Kaku) = Patah = Plastik. maka material akan kembali seperti ukuran dan bentuk semula. yaitu: Intrepretasi Fisik dan Analisis Geometri.Standar Dan Rumus Uji Tarik Apabila suatu benda mengalami deformasi maka dapat dilakukan analisis dengan 2 macam cara. Secara umum kekuatan suatu material diuji melalui uji tarik dengan memberi gaya 11 .

Hubungan ini hanya berlaku dalam rentang elastis dan menunjukkan bahwa kemiringan kurva tegangan vs regangan dapat digunakan untuk menemukan Modulus Young. Hukum Hooke (Hooke’s Law) Untuk hampir semua logam. setelah pasukan tidak lagi diterapkan.tarik pada bahan hingga bahan tersebut putus. Di daerah ini. A: luas penampang Hubungan antara stress dan strain dirumuskan: 12 . Ini disebut daerah linier atau linear zone. Jenis deformasi secara reversible. objek kembali ke bentuk aslinya. Stress adalah beban dibagi luas penampang bahan dan strain adalah pertambahan panjang dibagi panjang awal bahan.  L: panjang awal F: gaya tarikan. hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. kristal. pada tahap sangat awal dari uji tarik. Insinyur sering menggunakan perhitungan ini di tarik tes . sementara keramik.Para rentang elastis berakhir ketika bahan mencapai kekuatan luluh. Elastomer dan memori bentuk logam seperti Nitinol menunjukkan rentang deformasi elastis besar Soft termoplastik dan konvensional logam memiliki rentang deformasi elastis moderat. Stress: σ = F/A Dimana:   Strain: ε = ΔL/L Dimana:  ΔL: pertambahan panjang. dan ε adalah hasil ketegangan. dan keras plastik termoseting hampir tidak mengalami deformasi elastis. E adalah material konstanta yang disebut Young's modulus.Deformasi elastis linear diatur oleh hukum Hooke yang menyatakan: Yang mana diterapkan σ adalah stres. kurva pertambahan panjang vs beban mengikuti aturan Hooke sebagai berikut: Rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan.

deformasi elastis adalah perubahan jarak antar atom. Menghitung modulus elastisitas yang perubahnnya tidak linier Dalam skala atom. Mpa ) Modulus elastisitas dicari dengan modulus tangen atau modulus secant Gambar.E=σ/ε E= Modulus elastisitas/ modulus young (Psi. tegangan dan regangan bisa dihubungkan dengan persamaan: Dimana: τ : Tegangan G: Modulus Geser 13 γ : Regangan . Hubungan gaya dengan jarak atom Pada beban geser. Jadi besar modulus elastisitas adalah besarnya tahanan atom-atom yang berikatan Gambar.

tegangan tidak lagi proporsional terhadap regangan. Daerah ini disebut daerah plastis. 14 . Jika bahan berdeformasi melewati batas elastis.002. Kurva yang menyatakan hubungan antara strain dan stress seperti ini kerap disingkat kurva SS (SS curve).005.Untuk memudahkan pembahasan. E adalah gradien kurva dalam daerah linier. di mana perbandingan tegangan (σ) dan regangan (ε) selalu tetap. Selanjutnya kita dapatkan yang merupakan kurva standar ketika melakukan eksperimen uji tarik. terjadi perubahan nilai hambatan listrik yang dibaca oleh detektor dan kemudian dikonversi menjadi perubahan regangan. Deformasi Plastis Pada kebanyakan logam. Pada daerah plastis. Bila pengukur regangan ini mengalami perubahan panjang dan penampang. bahan tidak bisa kembali ke bentuk semula jika beban dilepaskan. Perubahan panjang dari spesimen dideteksi lewat pengukur regangan (strain gage) yang ditempelkan pada spesimen. kita modifikasi sedikit dari hubungan antara gaya tarikan dan pertambahan panjang menjadi hubungan antara tegangan dan regangan (stress vs strain). Gambar Kurva Uji Tarik 2. Deformasi elastis hanya terjadi sampai regangan 0. E diberi nama “Modulus Elastisitas” atau “Young Modulus”. deformasi elastis hanya terjadi sampai regangan 0.

sebuah objek dalam kisaran deformasi plastik akan terlebih dahulu telah mengalami deformasi elastis. Selama pengerasan regangan material menjadi lebih kuat melalui gerakan dislokasi atom. tapi bukan besi cor. sehingga objek akan kembali bagian cara untuk bentuk aslinya. karet. yang dapat ditarik puluhan kali panjang aslinya. Hard termoseting plastik. yang reversibel. Jenis deformasi ini tidak dapat dibalikkan. Soft termoplastik memiliki deformasi plastik agak besar berkisar lakukan ulet logam seperti tembaga. Steel tidak juga. Penciutan fase yang 15 .Gambar. dan emas. atom ini tidak kembali keikatan awalnya. Kurva regangan – tegangan Pada tinjauan mikro deformasi plastis mengakibatkan putusnya ikatan atom dengan atom tetangganya dan membentuk ikatan yang baru dengan atom yanglainnya. . Jika beban di lepaskan. kristal. perak. fraktur (juga disebut pecah). Namun. Bahwa tegangan tarik deformasi plastik dicirikan oleh pengerasan regangan daerah dan penciutan wilayah dan akhirnya. dan keramik memiliki rentang minimal deformasi plastik. Satu bahan dengan kisaran deformasi plastik besar basah permen karet.

dengan deformasi plastik yang tidak jelas di antara keduanya. dan kemudian plastik. deformasi rentang. jika kekuatan yang memadai diterapkan. Selama penciutan. miliaran. Setelah banyak deformasi. jutaan. Ada dua cara untuk menentukan kapan bagian berada dalam bahaya kelelahan logam.ditandai oleh penurunan luas penampang spesimen. Kehancuran tersebut terjadi setelah bahan telah mencapai ujung elastis. dan bagaimana dekat dengan batas elastis itu cacat. Menghindari bentuk dengan sudut tajam batas kelelahan logam dengan mengurangi konsentrasi tegangan. Pemilihan bahan yang tidak mungkin menderita dari logam kelelahan selama kehidupan produk adalah solusi terbaik. tetapi tidak selalu mungkin. 16 . kesalahan yang diperkenalkan pada tingkat molekuler dengan setiap deformasi. Semua bahan akhirnya akan patah. Tergantung pada bahan. Ini pada awalnya berpikir bahwa cacat material hanya dalam rentang elastis sepenuhnya kembali ke keadaan semula setelah pasukan telah dihapus. Pada titik ini pasukan menumpuk sampai mereka cukup untuk menyebabkan fraktur. Penciutan dimulai setelah Kekuatan Ultimate tercapai. . Kelelahan logam telah menjadi penyebab utama kegagalan pesawat. seperti De Havilland Comet. retak akan mulai muncul. atau triliunan deformasi. atau melakukan inspeksi untuk mendeteksi mikroskopis retakan dan melakukan penggantian setelah mereka terjadi. dan mengganti bahan-bahan yang rentan sebelum hal ini terjadi. Fracture Jenis deformasi ini juga tidak dapat dibalikkan. terutama sebelum proses itu dipahami dengan baik. diikuti dengan segera setelah patah tulang. materi tidak dapat lagi menahan tekanan maksimum dan tekanan pada spesimen meningkat dengan cepat. baik kegagalan memprediksi kapan akan terjadi karena materi / gaya / bentuk / iterasi kombinasi. yang terjadi terutama di ulet logam. bentuk. Deformasi plastik berakhir dengan fraktur material. tetapi tidak menghilangkannya. Namun. Kelelahan Mekanisme deformasi lainnya adalah kelelahan logam. kegagalan mungkin membutuhkan ribuan.

gd.google.es aunggul.google.com/2012/09/penjelsan-deformasi./3%20Keg iatan%20belajar%203.pdf http://www.id%2Fwp-content%2Fuploads%2Fsites%2F48%2F2013%2F03%2Fmaterialteknik.html http://www.staff.com%2F2009%2F 05%2Fpengetahuanbahan.id/hzabidin/wp-content/uploads/2007/09/deformasi-strainstress.d.bmk 17 .ac.pdf http://staff.itb.doc&ei=071sUcbbKsf3rQeJh4CYBA&usg=AFQjCNGvtM-swdRFSGcjSdfxfMx1nPqtQ&bvm=bv.files.html http://geodesy.pdf&ei=wblsUYzcHYKPrQe0r4DYDg&usg=AFQjCNEjC9Pii2pDT_iUZeaYKQVYBCsV5g &bvm=bv.pdf http://ft.com/2010/02/deformasi..ac.bmk http://designmekanik.ac.blogspot.unsada.narotama.com/2011/01/deformasi-plastic-dan-delastic.com/2012/05/deformasi.MT.d.pdf http://edo-gp.ac.%20Drs.html http://www.com/2011/04/modulus-youngmodulus-elastis-dan.wordpress.html http://sci-geoteknik.uns.blogspot.uny.id/sites/default/files/pendidikan/Tiwan.id/wp-content/uploads/2010/03/bab3c-sm.weblog.id/files/2013/02/Materi-4a.pdf http://eko.blogspot.ac.doc&ei=Kb9sUfDaNMqzrAfpi4D4Cw&usg=AFQjCNGr3Mnv0NOFZDnmUnqWau8ud-RTg&bvm=bv.45175338.uns.d..45175338.blogspot.id%2Fwpcontent%2Fuploads%2F2012%2F12%2Fmodul-1-Beberapa-sifatTertentu.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+bahan&source=web&cd=3&cad=rj a&ved=0CEMQFjAC&url=http%3A%2F%2Fpratjojodewo.google.id/files/2013/02/Materi-4b.staff.html http://novirita.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+perubahan+bentuk+material&sour ce=web&cd=3&cad=rja&ved=0CD0QFjAC&url=http%3A%2F%2Fueu201221054.ac.45175338.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+bahan&source=web&cd=12&cad= rja&ved=0CDcQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Fdosen.bmk http://eko.ac.blogspot.DAFTAR PUSTAKA              http://pengertiandaninfo.%20ST.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful