REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG

)

BAB I LATAR BELAKANG 1.1 PENDAHULUAN
Di indonesia tercatat 10-20% pasangan yang infertil. Pasangan usia subur yang ada di indonesia ialah sekitar 25 juta, berarti terdapat 2,5-5 juta pasangan infertil. Pada masa sekarang pola kehidupan keluarga cenderung bergeser, dari jumlah anggota yng besar menjadi jumlah anggota yang kecil dalam 1 unit keluarga, sehingga keluarga yang tidak atau sukar memperoleh keturunan berhak mendapat pertolongan. Dengan semakin berkembang dan majunya ilmu

kedokteran ini sebagian besar dari penyebab infertilitas atau ketidak suburan telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau operasi.

Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasiin-vitro yang memiliki pengertian sebagai berikut : Fertilisasi-in-vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Akan tetapi seiring perkembangannya, mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang “mulia” menjadi pertentangan. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Pihak yang

UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA

1

Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan dari program tersebut adalah Louise Brown yang lahir pada tahun 1978. Sayangnya. inseminasi buatan dikenal sebagai metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. Inseminasi buatan dilakukan dengan menyemprotkan sejumlah cairan semen suami ke dalam rahim isteri dengan menggunakan bantuan alat suntik.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 2 . tingkat keberhasilan metode inseminasi buatan hanya sebesar 15%. Dengan cara ini sperma diharapkan mudah bertemu dengan sel telur. Sebelum program bayi tabung ditemukan. Sejarah bayi tabung ini berawal dari upaya untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan suami isteri yang mengalami gangguan kesuburan. Di sanalah sejumlah dokter untuk pertama kalinya menggagas pelaksanaan program bayi tabung. 1.2 FILOSOFI BAYI TABUNG Inggris merupakan negara yang menjadi tonggak awal sejarah bayi tabung di dunia .

sperma disuntikkan secara langsung ke dalam sel telur. maka sekarang telah muncul bermacammacam bayi tabung dengan menggunakan teknik baru yang semakin canggih daripada teknik sebelumnya. Hanya saja dari sisi keberhasilan. Jika selama ini masyarakat hanya mengenal satu teknik proses bayi tabung secara IVF. Macam-macam bayi tabung selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). yakni Nugroho Karyanto pada tahun 1988. Teknik PZD dilakukan dengan menyemprotkan sperma ke sel telur dengan membuat celah pada dinding sel telur terlebih dulu agar memudahkan kontak antara sperma dengan sel telur. Kesuksesan program bayi tabung tidak begitu saja memuaskan dunia kedokteran. Langkah selanjutnya juga serupa dengan teknik IVF konvensional. Di antaranya adalah Partial Zone Dessection (PZD) dan Subzonal Sperm Intersection (SUZI). Program bayi tabung tersebut akhirnya melahirkan bayi tabung pertama di Indonesia. Baru setelah itu mulai banyak bermunculan kelahiran bayi tabung di Indonesia. maka pada teknik ICSI hanya membutuhkan satu sperma dengan kualitas bagus.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Kesuksesan perdana program bayi tabung yang dilakukan secara konvensional/In Vitro Fertilization (IVF) dengan lahirnya Louise Brown membuat program ini semakin diminati oleh negara-negara di dunia. sejarah bayi tabung yang pertama dilakukan di RSAB Harapan Kita. Sedangkan pada teknik SUZI. sperma kemudian disuntikkan ke dalam sel telur. Dengan bantuan pipet khusus. Teknik ini sangat sesuai jika diterapkan pada kasus sperma yang mutu dan jumlahnya sangat minim. kedua teknik ini dianggap masih belum memuaskan. Upaya untuk mengukir tinta emas sejarah bayi tabung terus berlanjut. Jakarta. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 3 . Jika pada teknik IVF konvensional membutuhkan 50 ribu-100 ribu sperma untuk membuahi sel telur. pada tahun 1987. Di Indonesia. Bahkan jumlahnya sudah mencapai 300 anak.

RSAB Harapan kita.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Menurut dr. Dengan pemakaian teknik tersebut. Sejarah bayi tabung nampaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Muchsin Jaffar DSPK. Dunia kedokteran akan terus berusaha mengembangkan berbagai penelitian hingga didapatkan teknik bayi tabung yang bisa memberikan tingkat keberhasilan yang paling memuaskan. keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 30%-40%. Subyanto DSOG dan dr. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 4 . di Indonesia program bayi tabung dengan menggunakan teknik ICSI sudah mulai dilakukan sejak tahun 1995. tim unit infertilitas Melati.

Bayi tabung merupakan pilihan untuk memperoleh keturunan bagi ibu ibu yang memiliki gangguan pada saluran tubanya. (Teknologi ini dirintis oleh P. pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. tidah kunjung hamil walaupun endometriosis telah diobati. sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium) menuju saluran tuba (tuba fallopi) untuk selanjutnya UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 5 . Pada kondisi normal.G Edwards pada tahun 1977). Awalnya tekhnik reproduksi ini ditunjukkan untuk pasangan infertile. Pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu.1 DEFINISI BAYI TABUNG Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Pada kondisi normal.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) BAB II TINJAUAN TEORI 2. Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus. mutu calon ayah kurang baik. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal. Namun saat ini indikasinya telah diperluas. adanya antibody pada atau terhadap sperma. yang mengalami kerusakan saluran telur. antara lain jika calon ibu mempunyai lender mulut rahim yang abnormal. serta pada gangguan kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bias dilakukan.C Steptoe dan R. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. pertemuan ini berlangsung di dalam saluran tuba.

siklus berovulasi/respon terhadap terapi (FSH basal < 12 mIU/ml) 4. Embrio ini juga dapat disimpan dalam bentuk beku (cryopreserved) dan dapat digunakan kelak jika dibutuhkan. indikasi jelas UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 6 . usia istri kurang dari 42 tahun. pasangan memiliki bukti perkawinan yang sah 2. pasangan diminta untuk memenuhi beberapa syarat: Persyaratan umum meliputi: 1. kesiapan istri untuk hamil. Bayi tabung pertama yang lahir ke dunia adalah Louise Joy Brown pada tahun 1978 di Inggris. terdiri: 1.2 PROSEDUR MELAKUKAN BAYI TABUNG Sebelum mengikuti program bayi tabung. kesiapan biaya 5. dan HIV 3.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) menunggu sel sperma yang akan membuahi. pemeriksaan infertilitas dasar lengkap 5. Proses yang berlangsung di laboratorium ini dilaksanakan sampai menghasilkan suatu embrio yang akan ditempatkan pada rahim ibu. hepatitis. bebas infeksi rubella. Jika terdapat gangguan pada saluran tuba maka proses ini tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya. melahirkan. dan memelihara bayi Persyaratan khususnya. tidak ada kontra indikasi kehamilan 2. konseling khusus dan informed consent 4. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan dan gangguan pada ibu dan anak 3. toxoplasma. 2.

3. sampai sel telur matang dan cukup tuk dibuahi. Bila ditemukan kelainan/masalah pada Anda berdua. Datanglah ke dokter bagian obstetri dan ginekologi bila ingin menjalani satu siklus program Bayi Tabung. bersedia menghadapi kemungkinan mengalami kehamilan kembar dan risiko lain yang dapat ditimbulkan. terhadap masing-masing sel telur akan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 7 . Peserta program harus menandatangani perjanjian tertulis: bersedia bila dokter melakukan tindakan yang dianggap perlu semisal operasi. Setelah diketahui penyulit kehamilan. 5. Pelaksanaan program bisa dimulai berdasarkan masa haid. Kemudian semua sel telur diangkat dan disimpan dalam incubator. 2. Beberapa jam kemudian. Selanjutnya dilakukan Ovum pick up/Opu (pengambilan sel telur) yang dilakukan tanpa oprasi. Setiap pasangan akan menerima penjelasan program Bayi Tabung dan prosedur pelaksanaan dalam sebuah kelas/kelompok. Sedangkan calon ayah akan diambil spermanya melalui cara masturbasi. upaya lain sudah maksimal 7.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 6.3 LANGKAH – LANGKAH PROSES BAYI TABUNG 1. melainkan dengan cara ultrasonografi transvaginal. pasangan suami isteri disiapkan menjalani proses bayi tabung. dokter spesialis akan merujuk ke pusat layanan bayi tabung. analisa sperma 2. 4. Perangsangan dilakukan 5-6 minggu. Calon ibu akan diberi obatobatan hormonal sebagai pemicu ovulasi agar menghasilkan banyak sel telur.

maka dilakukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). dokter akan memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam rahim. Sel telur yang telah dibuahi sperma atau disebut zigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk melihat perkembangannya menjadi embrio. Ibu dipantau beberapa waktu dengan pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) di darah dan pemeriksaan USG. yaitu dengan MESA (Microsurgical Epydidimis Sperm Aspiration). Embrioembrio yang terbaik itu kemudian diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Bila saat masturbasi tak ada sperma yang keluar. Terjadinya kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 hari setelah pemindahan embrio. Bila sperma yang dihasilkan sangat sedikit. Untuk itu akan dilakukan cara lain. Dari embrio tersebut. sperma diambil langsung dari buah zakar. Bisa juga dengan TESA (Testical Sperm Extraction).REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) ditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. 7. berarti ada sumbatan. Setelah kira-kira 18-20 jam. sperma disuntikkan ke sel telur. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 8 . Cara ini khusus bagi pasangan infertil dimana suami mempunyai sperma sangat sedikit. Empat embrio merupakan jumlah maksimal mengingat risiko yang akan ditanggung oleh calon ibu dan juga janin.sperma diambil dari salurannya.

Dan diharapkan dapat memenuhi harapan banyak pasangan menikah yang ingin memiliki anak. “Angka keberhasilan kehamilan berkisar 25 – 40 persen. Andon menuturkan perkiraan angka yang kurang lebih sama. kemungkinan kembar dua 25% dan kemungkinan kembar tiga 5%. Teknologi juga diharapkan akan membuat proses bayi tabung menjadi lebih mudah. dan 0% (usia >42 tahun).REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 2. lebih cepat. sementara faktor yang memengaruhi keberhasilan usia istri UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 9 . tingkat keberhasilan bayi tabung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut Aucky. Menurut Indra. Saat ini teknologi bayi tabung sudah makin berkembang. Sementara kemungkinan keguguran 10-15%.” jelas Bapak dua putri itu. Ketika pertama kali menangani bayi tabung pada tahun 80-an. Namun semakin pesat perkembangan zaman. kasus kembar dalam program bayi tabung sebenarnya adalah kasus komplikasi (tidak wajar). tingkat keberhasilannya berkisar 30–40 persen. dan lebih murah. “Apalagi jika program bayi tabung dilakukan lebih dari dua kali.4 TINGKAT KEBERHASILAN Di dunia. Tingkat keberhasilannya juga sampai 80 persen. Kini kisarannya 70–80 persen. Tak jauh berbeda. 3035% (usia 30-38 tahun). tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45% untuk usia < 30 tahun. tingkat keberhasilan pun meningkat. 10-11% (usia 38-42 tahun).

tingkat keberhasilannya juga tidak jauh berbeda dengan pasangan yang suaminya memiliki kualitas sperma yang buruk. artinya kurang baik bisa dilihat dari segi kualitas.” urainya. endometriosis. mioma uteri. kasus tersulit yang pernah ditangani adalah ketika menghadapi klien dengan sperma nol alias tidak bisa mengeluarkan sperma. sang istri bisa mengandung sebanyak tiga kali.” imbuhnya. tapi bisa berjam-jam. Namun kasus sperma nol hanya sedikit. ternyata menurut Aucky permasalahan infertilitas lebih banyak bersumber pada laki-laki. mobilitas kurang aktif. “Dari sekian banyak kasus.” terang Andon. biasanya susah hamilnya. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 10 . Jadi bayinya ada enam. Sebab pada kehamilan kedua dia mengandung anak kembar. atau tidak berbentuk sempurna yakni berbentuk oval dengan ekor. Juga penyakit penyerta seperti PCOS. Hal seperti itulah yang membuat Aucky senang. bisa sampai 17 kali. yang sering ditemui adalah pria dengan kondisi sperma kurang baik. ada juga yang sampai tiga kali menjalani program. kualitas sperma. ”Kalau sudah lebih dari tiga kali. kembar tiga. “Saya pernah mencari sperma empat jam nonstop.” jelasnya. Satu hal yang patut dicermati. Namun ada pula yang empat kali menjalani program.” terangnya. Untuk kasus yang satu ini. dia harus melakukan pembedahan kecil di bagian vital laki-laki untuk mencari sperma yang ada. adenomiosis. Maka program bayi tabung dapat mulai dilakukan. penyakit auto imun. kista ovarium. Di Amerika malah lebih ekstrem. Proses pencarian tersebut tidak sebentar. kehamilan ketiga.” imbuhnya. Jika semua syarat telah terpenuhi. Tapi faktor kualitas sperma yang buruk bukanlah kasus tersulit. Namun banyak pasangan yang tidak menyerah. Sebaliknya. ada yang mencoba sampai tujuh kali dan akhirnya berhasil hamil. “Ada pasangan yang bisa langsung hamil setelah sekali menjalani program bayi tabung. Aucky kembali memberi gambaran. tapi tidak kunjung hamil. Program bayi tabung pada prinsipnya mempertemukan sperma dan ovum secara in vitro (di luar tubuh). “Klien yang saya tangani. Bagi Aucky.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) dan suami di atas 40 tahun maka angka kehamilan semakin kecil.

terhadap masing-masing sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Seluruh sel telur yang diperoleh selanjutnya dieramkan dalam inkubator. Embrio-embrio yang terbaik itu kemudian diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Sel telur yang telah dibuahi sperma atau disebut zigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk melihat perkembangannya menjadi embrio. dokter akan memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam rahim. Pengambilan sel telur dilakukan tanpa operasi. Terjadinya kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 hari setelah pemindahan embrio. Prosedur bayi tabung dimulai dengan perangsangan indung telur istri dengan hormon. akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah folikel. tetapi lewat pengisapan cairan folikel dengan tuntunan alat ultrasonografi transvaginal. Sementara kemungkinan keguguran 10-15%. Folikel adalah gelembung yang berisi sel telur. 10-11% (usia 38-42 tahun). Di dunia. 3035% (usia 30-38 tahun). kasus kembar dalam program bayi tabung sebenarnya adalah kasus komplikasi (tidak wajar). Beberapa jam kemudian.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Bayi tabung membantu terjadinya proses pembuahan yang secara alami tidak dapat terjadi pembuahan. Setelah kira-kira 18-20 jam. Perkembangan folikel dipantau secara teratur dengan alat ultrasonografi dan pengukuran kadar hormon estradional dalam darah. tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45% untuk usia < 30 tahun. kemungkinan kembar dua 25% dan kemungkinan kembar tiga 5%. Dari embrio tersebut. dan 0% (usia >42 tahun). UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 11 . Menurut Indra. Empat embrio merupakan jumlah maksimal mengingat risiko yang akan ditanggung oleh calon ibu dan juga janin.

Tetapi yang pasti. semisal kelainan pada ginjal. proses pembuahan dilakukan secara buatan. Akibatnya. dan lebih murah. Pada proses bayi tabung. 2. Dampak bayi tabung yang lain adalah risiko bayi terlahir kembar. jantung. maupun organ tubuh lainnya. Artinya. Metode pembuahan buatan ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan risiko. Selama ini memang belum diketahui secara pasti.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Saat ini teknologi bayi tabung sudah makin berkembang. Teknologi juga diharapkan akan membuat proses bayi tabung menjadi lebih mudah.5 DAMPAK YANG DI TIMBULKAN DARI BAYI TABUNG Pada program bayi tabung proses pembuahan terjadi secara tidak alami. lebih cepat. pembuahan dilakukan terhadap beberapa sel telur sekaligus. Adanya dugaan cacat bawaan sebagai dampak bayi tabung maupun pembuahan buatan lain dengan metode intra-cytoplasma telah mendorong Prof. Cacat bawaan ini mencakup cacat yang terlihat maupun yang tidak. Dari beberapa sel telur tersebut kadang-kadang berkembang secara bersamaan di dalam rahim. Bertelsmann menghimbau komisi kedokteran di Jerman untuk melakukan penelitian terpadu maupun penelitian data secara sistimatis. Artinya. terjadi UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 12 . apakah meningkatnya jumlah cacat bawaan tersebut memang murni dampak bayi tabung ataukah faktor lainnya. dampak bayi tabung memang berisiko menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Dan diharapkan dapat memenuhi harapan banyak pasangan menikah yang ingin memiliki anak. kasus cacat bawaan memang banyak ditemukan pada pembuahan buatan dibandingkan dengan pembuahan alami.

terjadilah akumulasi cairan di perut. mengalami risiko keguguran sebesar 20%. peluang janin untuk bisa terus berkembang di dalam rahim akan semakin sedikit. ibu terserang infeksi. Adapun dampak negatif bayi tabung yang sudah diketahui adalah efek samping bagi ibu dan anak akibat dari penggunaan obat-obatan pemicu ovulasi yang digunakan selama proses bayi tabung. Jika ini terjadi. Belum lagi tingkat keberhasilan pembuahan buatan juga relatif kecil. Hanya saja risiko terjadinya OHSS relatif kecil. proses bayi tabung juga berisiko menyebabkan pendarahan saat tahap pengambilan sel telur (Ovum Pick-Up). Akibatnya. tetap membuka peluang terjadinya pendarahan. Cairan ini bisa sampai ke dalam rongga dada. namun penggunaan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rahim saat proses pengambilan sel telur. Hanya 40% pasien yang sukses mendapatkan kehamilan. Di satu sisi program bayi tabung memang bisa membantu pasutri yang sulit mempunyai momongan akibat gangguan kesuburan. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 13 . hanya sekitar 1% saja. yakni sebesar 15%. Apalagi sukses kehamilan yang bisa mengantarkan hingga bisa melahirkan anak semakin kecil kemungkinannya. Dampak negatif bayi tabung lainnya antara lain: kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). serta alergi. Selain itu. Dampak bayi tabung serta program bayi tabung sendiri memang sesuatu yang dilematis. OHSS merupakan komplikasi dari perkembangan sel telur sehingga dihasilkan banyak folikel. Meskipun pada faktanya jarang terjadi.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) kehamilan kembar yang bisa lebih dari dua. rhumatoid arthritis (lupus). Karena keberadaan cairan tersebut bisa mengganggu fungsi tubuh maka harus dikeluarkan. Namun di sisi lain. segala risiko yang harus dihadapi pasien adalah suatu pilihan yang sulit dihindari. kemungkinan terjadinya sebesar 5%. terjadinya Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS).

2 Jika salah satu benihnya berasal dari donor  Jika Suami mandul dan Istrinya subur. 1/1974 dan ps.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. 42 UU No.  Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Dasar hukum ps. 255 KUHPer. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari.6. 250 KUHPer. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 2. maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya.6 TINJAUAN DARI SEGI HUKUM PERDATA TERHADAP INSEMINASI BUATAN (BAYI TABUNG) 2. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 14 . maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil.6. bukan pasangan yang mempunyai benih. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. 2. Dasar hukum ps. dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut.1 Jika benihnya berasal dari suami istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri.

tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah.  Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat di Indonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transfer embrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng-cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. 1/1974 dan ps. 42 UU No.3 Jika semua benihnya dari pendonor  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan. 250 KUHPer. Dasar hukum ps. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut.6. 2. Secara khusus. permasalahan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 15 .REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA.

Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 16 . hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia.

Namun dibutuhkan tanggung jawab etik berkadar tinggi dari setiap ilmuwan dan seoptimal mungkin baik bagi pasutri maupun embrio hasil pembuahan. Pada masa kini keraguan tersebut dapat dihilangkan setelah setelah semua pemeriksaan yang diperlukan selesai dilakukan. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 17 . secara naluri pula setiap insan normal akan mencari pasangan yang sesuai bagi dirinya. Sebagai satu pasangan suami istri yang normal. manakala keturunan yang idamkan belum juga diperoleh. maka keadaan ini memunculkan keraguan akan kesuburannya. Oleh karena itu.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) BAB III PENUTUP 3. Tekhnik rekayasa reproduksi yang meliputi pembiakan gamet dan embrio invitro telah begitu maju dan sangat jauh berkembang.1 KESIMPULAN Kebutuhan untuk melanjutkan keturunan adalah naluri setiap insan yang normal.

com/rekayasagenetikabayitabung UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 18 .wikipedia.co id/bioteknologi/bayitabung www.google.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) DAFTAR PUSTAKA www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful