Abstrak Model resiko individu digunakan untuk menentukan besarnya kerugian yang ditanggung oleh perusahaan asuransi berdasarkan

jumlah besar klaim individu yang terjadi dalam periode tertentu. Dalam model ini, besar klaim individu dianggap sebagai suatu variabel acak yang saling bebas karena antara variabel acak klaim yang satu dengan yang lainnya tidak saling berhubungan. Sehingga dapat ditentukan suatu model variabel acak dari besar klaim individu dengan menggunakan asumsi bahwa model resiko individu tersebut berjangka pendek dan bersifat tertutup. Model resiko individu diasumsikan berjangka pendek karena dalam prakteknya, perusahaan asuransi membayar benefit kematian atau uang pertanggungan, jika tertanggung meninggal dalam kurun waktu yang telah disepakati, dan tidak mempunyai manfaat pembayaran apabila tertanggung tetap hidup sampai masa asuransi berakhir. Dan model resiko individu diasumsikan bersifat tertutup artinya jumlah unit resiko pemegang asuransi ( tertanggung ) telah diketahui dan ditentukan pada awal periode. Model variabel acak dari besar klaim individu dapat diperoleh dari konsep asuransi jiwa jangka satu tahun. Pembentukan model variabel acak dari besar klaim individu ditentukan dari bentuk fungsi padat peluang variabel acak Bernoulli. Dari model variabel acak klaim individu akan ditentukan rata-rata dan variansinya. Selain itu , proses konvolusi ( convolution process ) secara iteratif digunakan untuk menentukan distribusi dari model resiko individu. Kata kunci : model resiko individu , variabel acak klaim individu , proses konvolusi

1

BAB I PENDAHULUAN Setiap perusahaan asuransi memiliki resiko terjadinya kerugian. Upaya untuk mengatasi resiko tersebut, perusahaan dapat melakukan berbagai alternatif, yaitu dengan cara menanggung sendiri resiko, memperkecil resiko atau mengalihkan resiko melalui asuransi. Oleh karena itu, perusahaan asuransi memerlukan kebijakan dalam mengelola resiko atas pertanggungan-pertanggungan yang diterimanya. Pada umumnya, perusahaan asuransi dalam mengelola resikonya dilakukan dengan cara membagi resiko, yaitu mempertanggungkan kembali resiko yang tidak mungkin mereka tanggung sendiri kepada perusahaan asuransi lain sebagai penanggung ulang, yang disebut reasuransi. Perusahaan asuransi dalam pengelolaan resiko harus memperhatikan dengan sungguhsungguh resiko-resiko yang mungkin muncul selama periode asuransi. Karena perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko terjadinya suatu kerugian dari tertanggung ( insured ) harus dapat menanggung kemungkinan-kemungkinan terjadinya klaim dari insured kepada insurer. Penanggung resiko atau insurer harus mengetahui karakter resiko. Karakter resiko inilah dapat dipelajari dalam suatu model distribusi klaim. Distribusi klaim yang dimaksud digambarkan dalam suatu distribusi baik sebagai fungsi probabilitas maupun fungsi distribusi kumulatif. Dari fungsi-fungsi inilah, untuk selanjutnya insurer dapat menetapkan harga penanggungan resiko dari insured. Harga penanggungan ini dimaksudkan untuk menghindari insurer dari kerugian (loss). Terjadinya resiko dalam suatu sistem asuransi dari insured dapat memunculkan klaim. Klaim adalah ganti rugi atas suatu resiko kerugian. Apabila resiko tersebut terjadi secara individual maka disebut dengan klaim individu. Klaim individu meliputi dua hal yaitu besar dan jumlah klaim yang terjadi. Model dari besar dan jumlah klaim individu ini diperoleh dari distribusi masing-masing klaim. Dalam seminar matematika ini, penulis akan menggunakan salah satu model dari aplikasi reasuransi yaitu model resiko individual (individual risk models) dengan memberikan suatu asumsi untuk menentukan model dari variabel acak klaim individu sebagai model dari besar klaim individu yang diperoleh dari distribusi masing – masing klaim. Sehingga dari model variabel acak klaim individu akan diperoleh model mean dan varians-nya. Selain itu, akan ditentukan distribusi dari model resiko individu dengan menggunakan proses konvolusi (convolution process).

2

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Asuransi Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia : "Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung (insurer) mengikatkan diri pada tertanggung (insured) dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu".[5] 2.2 Variabel Acak Diberikan suatu percobaan acak dengan ruang sampel S. Suatu fungsi X yang menyatakan untuk setiap elemen S satu dan hanya satu bilangan real yang

disebut variabel acak. Ruang dari variabel random X adalah suatu himpunan bilangan real A= S}. Variabel acak terdiri dari : (1) variabel acak diskrit adalah

variabel acak yang nilainya berupa bilangan cacah, dapat dihitung dan berhingga (2) variabel acak kontinu adalah variabel acak yang nilainya berupa selang bilangan, tidak dapat dihitung dan tidak berhingga. [14] 2.3 Fungsi Probabilitas Definisi 2.3.1 : Himpunan pasangan terurut merupakan suatu fungsi

probabilitas variabel acak diskrit X jika untuk setiap kemungkinan hasil x memenuhi
1.

2. 3.

. [14]

3

bila memenuhi 1. [14] dinyatakan suatu variabel acak diskrit X dengan oleh Definisi 2. [14] 2.4 Fungsi Distribusi Kumulatif Definisi 2.Definisi 2. dan 4 .4.4. 3.3 : Sebarang fungsi dengan domain bilangan riil dan kodomain interval [0. Jika F(x) merupakan fungsi distribusi kumulatif dari variabel acak kontinu X maka fungsi densitas dari X dapat ditentukan sebagai bila turunan ini ada. untuk setiap R 2. yang didefinisikan di atas himpunan semua bilangan real R.2 : Distribusi kumulatif suatu variabel acak kontinu X dengan distribusi peluang dinyatakan oleh .1 : Distribusi kumulatif distribusi probabilitas .3.1] dikatakan sebagai fungsi distribusi kumulatif jika memenuhi : 1.4. . [14] Definisi 2.2 : Fungsi adalah fungsi probabilitas variabel acak kontinu X.

5 Distribusi Bersyarat Distribusi bersyarat yaitu distribusi suatu variabel acak yang bergantung pada nilai variabel acak yang lain. 5 . Seperti fungsi probabilitas pada kasus satu variabel dan dua variabel. 2. kontinu dari kanan artinya .1 : Untuk kasus diskrit. adalah fungsi tidak turun artinya jika a < b maka 3. Untuk kasus kontinu.[14] 2. fungsi probabilitas bersyarat juga mempunyai sifat yaitu. Dari persamaan . adalah . fungsi probabilitas bersyarat dari jika diberikan . peluang bersyarat dari jika diberikan adalah . dapat ditentukan bahwa peluang bersyarat jika diberikan adalah .5.2. Peluang bersyarat disebut peluang terjadinya suatu kejadian bila diketahui bahwa kejadian telah terjadi dan dinyatakan dengan .[14] Definisi 2. 1. bila .

5. Jika tidak demikian maka dan tak Definisi 2.6 Ekspektasi dan saling bebas jika dan hanya jika .maka Bukti : 1.1: Nilai harapan ekspektasi dari variabel acak diskrit atau kontinu X adalah dan dimana adalah fungsi probabilitas dari X. Jika k konstanta dan v suatu fungsi. maka 2.Pendefinisian distribusi bersyarat dari pendefinisian distribusi bersyarat dari dikatakan bahwa diberikan diberikan analog dengan . Berdasarkan definisi 2.[11] Definisi 2. Secara umum.2 : Suatu kejadian dan bebas.1 6 .6.6. Secara umum jika r adalah bilangan bulat positif maka ekspektasi dari X adalah Beberapa sifat – sifat ekspektasi sebagai berikut : 1.[14] 2. dapat . Jika k konstanta.

Varians X adalah : . . Definisi 2. Jika X adalah suatu variabel acak dan k suatu konstanta maka Bukti : 1. Berdasarkan definisi 2. Karena . Dengan menggunakan maka 7 . varians sebagai berikut : 1.2 : Misalkan X variabel acak dengan distribusi peluang dan rataan . karena E Sifat sifat dari untuk k adalah suatu konstanta 2. dapat dijabarkan sebagai berikut adalah operator linier maka .6. Sehingga diperoleh . 2. Sehingga diperoleh .6.Karena adalah fungsi probabilitas maka .1 ..

dan didefinisikan sebagai distribusi bersyarat dari y diberikan x.6.2. y ) dalam bidang probabilitas dengan fungsi atau untuk diskrit atau fungsi probabilitas f untuk kontinu. [2] 8 . Maka dan sebagai varians dari distribusi bersyarat adalah sebagai mean dan .6 : varians dari distribusi marginal sama dengan mean dari varians distribusi bersyarat ditambah varians dari means distribusi bersyarat. [2] Teorema 2.6. Misalkan atau didefinisikan sebagai distribusi marginal untuk x.6.4 : Mean suatu distribusi marginal sama dengan nilai mean dari mean distribusi bersyarat Bukti : atau [2] Teorema 2. Dengan menggunakan maka [10] Definisi 2.3 : Diberikan suatu distribusi pada ( x.

2.8 Proses Konvolusi ( Convolution process ) Definisi 2. merupakan suatu partisi untuk i = 1.7 Hukum Total Peluang Teorema hukum total peluang : Misalkan kejadian dari ruang sampel S dengan anggota S .atau Bukti : Dengan menggunakan teorema 2. Dengan menggunakan [8] 2.….8.k maka untuk setiap kejadian A .6. Bukti : kejadian A merupakan gabungan dari sejumlah kejadian yang saling terpisah yaitu saling terpisah maka Berdasarkan definisi peluang bersyarat maka [6] .1 : Diberikan X dan Y adalah dua variabel acak kontinu dengan masing – masing fungsi probabilitas dan .4 sehingga diperoleh . Asumsikan bahwa dan keduanya 9 . bila A 2.

[7] Sehingga dapat diberikan secara umum sebagai berikut : Jika X adalah suatu variabel acak Bernoulli maka terdapat kontanta p dan sehingga . [15] 2.p) memunyai rataan dan varians dan Bukti . sehingga . tidak ada nilai lain yang mungkin. Setiap memunyai rataan 10 . misalkan hasil pada usaha ke – j dinyatakan oleh variabel acak bernoulli yang mendapat nilai 0 dan 1. Maka konvolusi dari fungsi yang diberikan sebagai berikut atau dari f dan g adalah .terdefinisi pada setiap bilangan real. Jadi banyaknya sukses dalam suatu percobaan binomial dapat dituliskan sebagai jumlah n variabel penunjuk bebas. masing – masing ddengan peluang q dan p. Jika X adalah variabel acak Bernoulli.9 Variabel Acak Bernoulli Suatu variabel acak Bernoulli hanya memiliki nilai 0 atau 1.n.10 Rataan dan varians distribusi binomial Teorema 2.10. X bernilai 1 jika hasil yang mendasari “ sukses “ atau X bernilai 0 jika hasil yang mendasari “ gagal “. variabel acak Bernoulli dengan dengan nilai ini disebut variabel penunjuk ( indikator ).[12] 2.1 : Distribusi binomial b ( X.

[14] BAB III PEMBAHASAN 3.1 Model Resiko Individual ( Individual Risk Model ) Diberikan suatu variabel acak S yang didefinisikan sebagai besar resiko kerugian yang ditanggung suatu perusahaan asuransi. Varians setiap diberikan oleh maka .. 11 . Jika unit resiko individu ke. dengan p sebanyak n suku.i. dengan pq sebanyak n suku. Sehingga diperoleh rataan binomial .

12 . dipandang sebagai unit besar klaim individu ke-i dan dinotasikan dengan atau . Asumsikan bahwa : 1. suatu variabel acak klaim individu yang saling bebas ( independent random variable ) karena antara variabel acak klaim yang satu dengan yang lainnya tidak saling berhubungan 2.1. Model resiko individual yang digunakan bertipe jangka pendek atau disebut model resiko individual jangka pendek ( Individual Risk Models for a Short Term ) .2. Sehingga model resiko individual ( Individual Risk Model ) didefinisikan sebagai (3.. 3.1) dengan merupakan variabel acak yang menyatakan besar klaim individu ke-i N adalah jumlah unit resiko pemegang asuransi ( tertanggung ). 4. Model resiko individual yang digunakan bersifat tertutup ( closed models ) artinya jumlah unit resiko pemegang asuransi ( tertanggung ) telah diketahui dan ditentukan pada awal periode. Asumsi ini dibuat karena dalam prakteknya. perusahaan asuransi membayar benefit kematian atau uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dalam kurun waktu yang telah disepakati.dengan i=1... dapat berupa diskrit ataupun kontinu. dan tidak mempunyai manfaat pembayaran apabila tertanggung tetap hidup sampai masa asuransi berakhir.

dapat menggunakan salah satu konsep dasar dari produk asuransi jiwa yaitu asuransi jiwa jangka satu tahun.2. Variabel acak klaim X memiliki sebuah distribusi yang dinyatakan dengan Fungsi padat peluang f(x) yaitu ( 3.2.5 ) 13 .1 ) dan ( 3.2.2. Peluang selama terjadi klaim selama setahun dinotasikan dengan q.2.2. Model Variabel Acak Klaim Individu ( Models for Individual Claim Random Variables) Dalam menentukan model umum variabel acak klaim individu.2.2 ) Berdasarkan ( 3.4 ) juga dapat diperoleh dari penjelasan berikut ini : Variabel acak klaim X dapat dituliskan ( 3.1 ) dan fungsi distribusi kumulatif F(x) yaitu ( 3.3 ) ( 3. perusahaan asuransi menyetujui untuk membayar sebesar b jika tertanggung meninggal dalam jangka 1 tahun. Andaikan dalam sebuah asuransi jiwa berjangka satu tahun.4 ) Formula ( 3.3.2.3 ) dan ( 3. dan tidak membayar jika tertanggung tetap hidup pada tahun tersebut.2 ) merupakan suatu distribusi binomial sehingga diperoleh mean dan varians ( 3.2.2.

Diperoleh mean dan varians dari variabel acak klaim individu X.2. jaminan kerusakan mobil. Contoh 1: Diberikan sebuah aplikasi asuransi jiwa jangka satu tahun pada kasus kematian karena kecelakaan. Berdasarkan formula ( 3.000. Jika besarnya santunan ( benefit ) yang diberikan untuk kasus meninggal karena kecelakaan sebesar $50. diperoleh secara umum model variabel acak klaim individu yaitu ( 3.dimana : b adalah jumlah yang dapat dibayar saat terjadi kematian I adalah suatu variabel acak binomial atau variable acak Bernoulli sebagai indikatot saat Sehingga diperoleh variabel acak I. maka mean dan varians dari . dan dan .2. untuk menentukan distribusi dari I dan B dari model variable acak klaim individu.6 ) dengan : X = Variabel acak klaim dalam periode tertentu B = Total jumlah klaim yang dikeluarkan dalam periode tertentu I = Indikator untuk kejadian yang terjadi kurang dari satu klaim Model variabel acak klaim individu tersebut dapat diaplikasikan dalam produk asuransi seperti jaminan kesehatan. dan lain – lain.5 ). jika besarnya santunan yang 14 .

3. dapat menggunakan teorema ekspektasi bersyarat yang pembuktiannya dapat dilihat di bab 2 subbab 2. Maka distribusi bersyarat dari B. 15 .3. diberikan . Menjumlahkan kemungkinan dan .diberikan untuk kasus meninggal bukan karena kecelakaan sebesar $25. dan Untuk memeroleh mean bersyarat. Mean dan Varians dari Model Variabel Acak Klaim Individu Dalam menentukan mean dan varians dari variabel acak klaim individu . adalah dan 3. dan Sekarang tulis.000.3.1 ) Substitusikan X untuk W dan I untuk V sehingga formula ( 3. Jika peluang terjadinya kematian karena kecelakaan dalam tahun tersebut adalah dan peluang terjadinya kematian bukan karena kecelakaan adalah B untuk menentukan peluang I. Asumsikan bahwa asuransi ini untuk individu berdasarkan umur. .kesehatan dan pekerjaaan.1 ) menjadi.6 : dan ( 3.

2). Amati bahwa.3.3. dan (3. mendefinisikan secara umum . Asumsikan: (1) Peluang dari satu klaim dalam periode tertentu maka 16 . (3.3) (3.5).4) Untuk memeroleh varians bersyarat.7) Contoh 2 : Sebuah asuransi mobil ( automobile insurance ) memberikan jaminan asuransi terhadap kerusakan mobil yang diakibatkan oleh tabrakan. dan (3.3. maka dapat ditulis secara dan (3. berdasarkan formula (3.3.3).3. maka dapat ditulis (3.mendefinisikan umum .6) diperoleh mean dan varians dari model variabel acak klaim individu yaitu dan (3.4) dan (3.3.6) Jadi. sehingga sebagai fungsi dari I.2) Formula (3.3.3.5) Formula (3.3.3.3.Amati bahwa. sehingga sebagai fungsi dari I.

dapat 17 . Penyelesaian : Diasumsikan bahwa fungsi probabilitas tersebut memenuhi definisi fungsi probabilitas : (1) . Sehingga ada suatu parameter misal k sedemikian hingga fungsi probabilitas tersebut sama dengan 1. Akan ditentukan mean dan varians klaim yang diperoleh individu pemegang asuransi dari perusahaan asuransi automobile. .000 yang dapat dimodelkan oleh distribusi kontinu dengan fungsi probabilitas untuk .. (3) Besar klaim yang diberikan antara $0 dan $2. (2) maka ternyata tidak memenuhi. Dengan menggunakan maka ditentukan nilai k . (2) distribusi B memiliki fungsi probabilitas dengan ukuran klaim maximum 2000. dicek apakah untuk setiap R maka memenuhi .

Fungsi Distribusi kumulatif untuk B diberikan I =1 Berdasarkan di atas.Sehingga B berdistribusi kontinu dengan fungsi probabilitas (p. bahwa fungsi probabilitas untuk B bertipe kontinu dan diskrit maka untuk menentukan ekspektasi dari distribusi B yaitu dengan menjumlahkan ekspektasi untuk tipe kontinu dan diskrit 18 .f) untuk B diberikan I=1adalah dengan . Diperoleh fungsi distribusi kumulatif dari distribusi bersyarat B adalah Gambar 1.

Distribusi dari Model Resiko Individu Berdasarkan model resiko individu diketahui bahwa besar resiko kerugian yang ditanggung suatu perusahaan asuransi sama dengan jumlah beberapa klaim dari individu pemegang asuransi. Pertama.3.4. menentukan terlebih dahulu distribusi dari jumlah dua variabel acak klaim individu. telah diasumsikan bahwa klaim dari individu bersifat saling bebas ( independent).7) dimana 3. Menentukan distribusi dari jumlah variabel acak klaim individu dapat menggunakan metode konvolusi. Selain itu. Berikut ilustrasi grafik dari x 19 . Diberikan model resiko individu dengan dua variabel acak klaim individu: y .Maka diperoleh mean dan varians dengan menggunakan formula (3.

4. Grafik kejadian Berdasarkan gambar di atas .4. sehingga formula (3. terdapat garis X+Y=s dan daerah di bawah garis yang didefinisikan sebagai kejadian dari S adalah .2) menjadi (3.2) bila X dan Y saling bebas maka formula (3.4. menggunakan hukum total peluang (Law of total probability).1) Untuk menentukan fungsi distribusi kumulatif dari dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe diskrit.4. Sehingga fungsi distribusi kumulatif (3. Analogi dengan penyelesaian di atas diperoleh fungsi probabilitas dari dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe diskrit yaitu (3.4.4.4) menjadi 20 .3) yang merupakan fungsi distribusi kumulatif dari dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe diskrit.4.1) menjadi (3.Gambar 2.4) bila X dan Y saling bebas maka formula (3.

21 .4.1) menjadi (3.4.7) yang merupakan fungsi distribusi kumulatif dari jumlah dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe kontinu.9) yang merupakan fungsi densitas dari jumlah dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe kontinu.4.4.4. menggunakan hukum total peluang (Law of total probability). Analogi dengan penyelesaian di atas diperoleh fungsi probabilitas dari dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe kontinu yaitu (3. sehingga formula (3. Untuk menentukan fungsi distribusi kumulatif dari dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe kontinu.(3.6) bila X dan Y saling bebas maka formula (3.6) menjadi (3.4.5) yang merupakan fungsi probabilitas dari jumlah dua variabel acak klaim individu nonegatif bertipe diskrit.4.4.8) menjadi (3.8) bila X dan Y saling bebas maka formula (3.

4. Berdasarkan model resiko individu dimana variabel acak yang saling bebas fungsi distribusi dari fungsi distribusi dari Maka diperoleh proses konvolusi secara iteratif sebagai berikut : F(2) = F2 * F(1)=F2 * F1 F(3) = F3 * F(2) F(4) = F4 * F(3) : Fs = F(n) = Fn * F(n-1) Bila suatu variabel acak berdistribusi identik dan saling bebas ( (3.…) maka . Sehingga untuk menentukan fungsi distribusi dari jumlah dua atau lebih variabel acak klaim individu.2. 22 .7) disebut dengan konvolusi dari fungsi distribusi dan yang dinotasikan dengan .10) . dapat menggunakan proses konvolusi secara iteratif. formula (3. . distribusi ini disebut konvolusi n kali lipat dari F dan dinotasikan dengan Contoh 3: Jika X dan Y adalah variabel acek saling bebas yang memiliki fungsi probabilitas sebagai berikut Tentukan fungsi probabilitas dari penjumlahan dua variabel tersebut .4.Dalam matematika analisis.3) dan (3.4. i=1.

0 0.0 0.9 1.11 0.90 0.0 1.1 0.0 0.(2) dan (3) pada tabel 1 berikut ini: (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 0.3 0.1 0.0 0.985 0.0 (4) 0.120 0.01 0.258 0. 2.0 1.0 0.0 (5) 0.0 (2) 0.00 1.20 0.781 0.0 0.0 0.0 1.0 0.00 0.036 0.2 0.0 0.0 0.0 0.004 0.00 1.0 0.00 1.120 0.0 (3) 0.1 0.63 0.00 (6) 0.0 0.20 0.5 0.0 0.0 0.1 0.03 0. Kolom (1).43 0.0 1.00 1.00 1.0 0.0 0.021 0.1 0.0 0.964 0.2 0.1 0.99 1.139 0.010 0.0 1.2 0.06 0.995 0.115 0.4 0.001 Untuk menghitung fungsi distribusi dan fungsi peluang dari menggunakan proses konvolusi berikut : 1.0 0.666 0.00 0.00 0.129 0.999 1.96 0.16 0.0 1. Diberikan suatu fungsi peluang yang didefinisikan pada kolom (1).140 0.6 0.398 0.4 0.0 1.869 0.23 0.928 0.000 (7) 0.1 0.(2) dan (3) telah diberikan Kolom (4) adalah fungsi distribusi dari kolom (1) dengan menggunakan propertis fungsi distribusi 23 .0 0.0 0.00 (8) 0.7 0.0 1.088 0.537 0.79 0.Penyelesaian : proses konvolusi dari dan untuk menentukan fungsi probabilitas dari dua variabel acak yang diberikan sebagai berikut Sehingga Contoh 4: Diketahui variabel acak diskrit saling bebas.00 0.1 0.138 0.059 0.0 0.0 1.

10) maka 6.5) dan (3. Kolom (7) dari perhitungan formula (3. Kolom (5) diperoleh dari perhitungan menggunakan formula (3.4.4.3) dan (3.10) maka 4. Kolom (8) dari perhitungan formula (3.3) dan (3.10) maka BAB IV 24 .4.4.5) dan (3.4.4.3.4. Kolom (6) dari perhitungan formula (3.4.10) maka 5.

diperoleh model dari tiap variabel acak klaim individu pada persamaan (3. dengan menggunakan proses konvolusi diperoleh distribusi dari model resiko individu seperti pada subbab 3.1 Kesimpulan Berdasarkan model resiko individu. 25 . tergantung aplikasi asuransi yang digunakan. yang pada dasarnya hal ini jarang sekali diterapkan dalam praktek asuransi jiwa sekarang ini. Penulis menggunakan contoh apikasi asuransi jiwa untuk jangka 1 tahun untuk menentukan variabel acak klaim individu.2. Selain itu.3.4. model variabel acak klaim individu dapat berbedabeda. Dari model variabel acak tersebut dapat ditentukan mean dan varians dari variabel acak klaim individu yang diperoleh pada persamaan (3.2 Saran Dalam makalah seminar ini.7). Oleh karena itu disarankan untuk ada pengkajian masalah model variabel acak klaim individu dengan menggunakan aplikasi asuransi jiwa yang lebih kompleks dan aplikatif.5) dan (3.6). 4.PENUTUP 4.2.

C J (1986) Actuarial Mathemattcs.fmipa. Ottegoda..Nathabandu T and Renzo Rosso (1997) Statistics. N L..purdue. Bernoulli and Binomial Random Variables [online]. J C. [9] K. United States of America : Macmilian Publising Co./3401-w4-mon. Ltasca: Society of Actuaries. Getut Pramesti (2011). Termuat di: www.itb.D.pdf [tanggal akses:5 Mei 26 . 2012].csueastbay.edu/~mdw/399fall2010/ch15. Syuhada. HICKMAN.wordpress. Belmont.edu/~jkwon/classes/stat.Inc.Daftar Pustaka [1] [2] [3] BOWERS.pdf [tanggal akses:7 April 2012].S (1976) Probability and Applications.inc. GERBER. H U. Termuat di: [4] [5] http://yanoear46. INC.sci. Fraser. Distribusi Rayleigh untuk klaim agregasi [online]. Probability and Reliability for Civil and Environmental Engineers. Singapore: McGraw-Hill Companies.pdf [tanggal akses:14 [7] [8] James Thurber.undip.id/khreshna/files/2011/02/bab-2-prosstok.pdf [tanggal akses:6 Mei 2012].Craig (1978) Introduction to Mathematical Statistics .A. (2010) Pengertian Asuransi. Yanoear 2012]. Termuat di: personal. D A and NESBrrr. Termuat di: algebra. Termuat di: eprints. K.com/2010/06/02/pengertian-asuransi/ [tanggal akses: 5 Mei [6] Jaimie Kwon (2005).stat. The law of total probability and April 2012]. [online]. JONES.California: Wadsworth Publishing Company. MA4081 Pros. Hogg.ac.id/33676/1/7_artikel5_Getut.Stok [online]. PhD.ac. V Robert and Allen T.

[16] www.co..H. [14] Walpole. [15] www. Termuat [11] Nunung di: file..E. dan Myers./Slide-190412_Distribusi_Bersyarat.html [tanggal akses: 8 April [tanggal akses: 8 2012].edu/~ecroot/3225/binomial_notes. R./FILE_10_PERTEMUAN_KEENAM_STATMAT_1.pdf April 2012]. New York. 27 . (1978) Probability and Statistics for Engineers and Scientists. Singapore: McGraw-Hill International. [13] Spiegel.edu/~chance/teaching_aids/books. Murray.pdf [tanggal akses: 5 Mei 2012].uk/Useful...pdf Teori Peluang (PAM 2231) [online]..pdf [tanggal akses: 6 Mei 2012].[10] Nar Herrhyanto. Nurhayati..ac..R (1982) Probability and Statistics. R.id/. Inc.. [12] Notes on Bernoulli and Binomial random variables (2010) [online].math. Terjemahkan oleh RK Sembiring (1995) Penerbit ITB. Termuat di: [ tanggal akses: 8 Mei 2012]. Termuat di: people./Maths_Fourier_convolutions. MacMillan Publishing Co. Ringkasan pertemuan keenam statistika matematika 1 [online]./Chapter7.blog.dartmouth.roymech..upi.edu/. Bandung.gatech.unsoed. nunung.

Polis Asuransi : bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak. dalam beberapa kasus. 28 . anggota keluarganya. kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa bayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik.pihak yang melakukan perjanjian asuransi. 7. Aktuaris bertanggung jawab memperkirakan berapa dana yang diperlukan dalam bentuk premi atau iuran pensiun untuk pembayaran manfaat jangka panjang. pensiun dan bidang-bidang terkait lainnya. Penanggung (insurer) : pihak yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung. 6. Pemegang polis (policy holder) yang juga disebut pemilik polis (policy owner) adalah pihak yang melakukan pembayaran premi. 8. 4. Unit kerja di mana para aktuaris bekerja disebut aktuaria. Aktuaris : Orang yang secara profesional telah menjalani pelatihan dalam berbagai aspek teknis asuransi. Asuransi Jiwa Jangka Pendek (Term Insurance) : Polis asuransi jiwa dengan masa pertanggungan tertentu (tidak seumur hidup) 3. 2.Lampiran 1 DAFTAR ISTILAH 1. Polis Individu : Polis asuransi yang memberikan pertanggungan asuransi kepada perorangan/individu dan. Klaim : Permintaan atau tuntutan pembayaran manfaat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam polis. 5. sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu. Pemegang Polis : orang atau sekelompok orang yang melakukan perikatan kontrak asuransi (polis) dengan perusahaan asuransi. Premi Asuransi adalah.

9. Risiko : Kerugian yang dapat terjadi atau individu yang dipertanggungkan 10.com/daftar-istilah/ [tanggal akses: 6 April 2012]. Sumber : http://solusiasuransi. SEMINAR MATEMATIKA Individual Risk Models Disusun oleh : Choirotul Ummah 093214003 29 . Tertanggung (Insured) : orang atau sekelompok orang yang risikonya dipertanggungkan dalam kontrak asuransi.

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pemgetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya 2012 30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful