Makalah Kloroplas.

(untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel)

Disusun oleh Kelompok 10 : 1. Yeremia Tambayong (12 315 453) 2. Martinus Taa (12 314 517 ) 3. Yuliet Lahunduitan (12 310 307 ) 4. Verena Mangembulude ( 12 312 649)
UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI 2013

Biologi Sel

Kelas E

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Kloroplas ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel. Makalah ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dari beberapa pihak yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan makalah ini untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Namun kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca makalah ini demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

Tondano, 13 Mei 2013 Penulis

Kelompok 10

Kloroplas

Page 2

.. 4 ........................................................................................................................ 19 ....................................................................Biologi Sel Kelas E DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan A............................................................................. Maksud dan Tujuan BAB II Pembahasan A......... Pembuktian Fotosintesis ....................... Metabolisme Karbon dalam Sel.......... Kesimpulan B.............................. 19 ...... 4 ................................................................ 2 ........................................................ Saran Daftar Pustaka ..... 5 ................................................................................................... 19 ................................................ Kloroplas B................................. 4 .......... 4 ......................... 8 .............. 20 Kloroplas Page 3 ......................................................... 17 BAB III Penutup A............. 5 .............................................................. 3 ....................................................................................................................................................................................... Rumusan Masalah C............... Latar belakang B............... 15 D.................................................................. Fotosintesis C.........................................

Untuk mengetahui proses dan skema fotosintesis Kloroplas Page 4 . Maksud Dan Tujuan Makalah ini diharapkan dapat membantu para pembaca untuk mengetahui lebih mengenai : 1. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Untuk mengetahui Komposisi Kloroplas 3. Kloroplas ini hampir terdapat pada seluruh tumbuhan dan pada tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya berbentuk cakram. Bagaimana Struktur dan Fungsi Kloroplas ? 2. amiloplas adalah plastida yang mengandung amilum. Bagaimana Proses Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan ? 4. Untuk Mengetahui Struktur dan Fungsi Kloroplas 2. Karena pada saat melakukan fotosintesis tumbuhan bukan hanya saja bisa menghasilkan makanan akan tetapi bisa mengahasilkan juga oksigen yang sangat dibutuhkan oleh seluruh mahluk di muka bumi ini tanpa terkecuali. Dari keempat macam plastida ini yang paling berperan dalam proses fotosintesis adalah kloroplas.amilopas. leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen warna. ada beberapa permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut : 1.Biologi Sel Kelas E BAB 1 PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang disebutkan di atas. yang terdiri dari kloroplas. Untuk mengetahui proses pembuatan makanan pada Tumbuhan 4. Apa saja komposisi Pada Kloroplas ? 3. Kromoplas adalah plastida yang mengandung pigmen Merah. Bagaimana Proses dan Skema Fotosintesis ? C. Selain itu di dalam kloroplas ini terjadinya fase terang dan fase gelap dalam fotosintesis. Latar Belakang Dalam melakaukan fotosintesis di dalam daun terdapat zat yang disebut plastida. leukoplas dan kromoplas. Dan dengan aktifitas fotosintesis inilah keseimabangan dan ketergantungan lingkungan terjadi. karena kloroplas mengandung klorofil atau zat hijau. B. Dengen menggunakan gas dari lingkungan disekitar mineral dan berbagai zat dari tanah kemudian dengan bantuan cahaya matahari fotosintesis pun terjadi di daun.

Di dalam kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas. masingmasing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran. Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Bentuk grana yang bertumpuk-tumpuk tesebut bertujuan untuk memperluas permukaannya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas pigmen. tetapi tidak umum dalam semua sel. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. bentuknya dapat seperti mangkuk.Finean membuat sayatan tipis kloroplast dan mendapati secara ultrastruktural tampak 3 kompartemen yaitu pembungkus luar. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahanproplastid di daerah meristem. sistem membrane lamella internal dan stroma. pipih dan diskoid (seperti cakram). Kloroplas Di dalam sel terdapat beberapa bagian diantaranya kloroplas.Granick dan K. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma homogen. Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. seringkali disertai pirenoid. bintang menyerupai jaring. spiral. Bila ada. Pada tahun 1953. Foto kloroplast pertama kali diisolasi dari mikroskop electron pada tahun 1947 oleh S. Foto tersebut menunjukan bahwa grana tampak seperti tumpukan piring. di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil. kadangkadang lebih besar). Dalam stroma tertanam sejumlah grana. untuk digunakan pada saat fotosintesis. tilakoid yang banyak itu Kloroplas Page 5 . biofita dan likopoda dapat memperbanyak diri dengan pembelahan.Biologi Sel Kelas E BAB II PEMBAHASAN A. Porter. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada ganggang. Kloroplas dapat memperbanyak dengan membelah diri (replikasi). J.

Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. sedangkan tebalnya 0. sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. seringkali disertai pirenoid. Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin sistesis protein. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. umumnya berbentuk lensa. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda. bentuknya dapat seperti mangkuk. tetapi tidak umum dalam semua sel. sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan padaZygnema.Biologi Sel Kelas E terletak bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk yang beragam pula. sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain. Garis tengah lensa tersebut 2-6 milimikron. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau. spiral.0 milimikron. dengan pembesaran yang paling kuat. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. kloroplast terlihat berbentuk butir. Pada ganggang. Bila ada. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. Kloroplas Page 6 . maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . Pengamatan dengan mikroskop cahaya. bintang menyerupai jaring. termasuk ribosom dari tipe prokariotik.5-1. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. kadang-kadang lebih besar). Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. 1. yang sering disebut pula daging daun. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh.

Genom Kloroplas Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Kekurangan akan salah satu dari zat-zat tersebut mengakibatkan klorosis kepada tumbuhan. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel. Hal ini juag dapat kita lihat pada daun-daun yang terus terkena kena sinar langsung warna mereka menjadi hijau kekuning-kuningan. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. Nitrogen Magnesium. dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas. Karbohidrat. Seperti pada matriks mitokondria. Cahaya. Membran dalam menutupi daerah yang berisi cairan yang disebut stroma yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. Faktor pembawaan.000 dalton. 2. Membran luar kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid. Besi yang menjadi bahan pembentuk klorofil merupakan suatu condition sinc qua non (kehausan). Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas.Biologi Sel Kelas E Seperti halnya mitokondria. Pembentukan klorofil dibawakan oleh gen tertentu di dalam kromosom. Kloroplas Page 7 . membran luar kloroplas juga mengandung porin yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul dengan ukuran 10. Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada klorofil. meskipun faktor-faktor lain cukup 4. 3. Seperti membran luar pada mitokondria. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. Stroma juga mengandung DNA dan ribosom. 2. daun-daun tersebut tak mampu menghasilkan klorofil. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas. Larutan yang dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. 3. Faktor-faktor Pembentukan Kloroplas 1. Dengan tiada pemberian gula. Pelipatan membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear. Genom kloroplas terdiri dari 121 024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gengen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom.

Klorofil lain (c. Klorofil pada tumbuhan ada dua macam. serta samping hidrokarbon yang panjang. Antara klorofil a dan klorofil b mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. d. klorofil chlorobium 650 dan 660. Fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintetis. Bakteri klorofil a dan b. 7. Air. yaitu rantai fitol. bakteri klorofil a dan b dan klorofil chlorobium ditemukan pada bakteri fotosintetik. Unsur-unsur pembentuk kloril dianataranya Mn. membantu pembentukan klorofil. Unsur-unsu.Biologi Sel Kelas E 5. b. perbedaan kecil antara struktur kedua klorofil pada sel keduanya terikat pada protein. kekurangan air mengakibatkan desintegrasi dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di musim kering. 6. dari gas karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari. Sedangkan perbedaan utama antar klorofil dan heme ialah karena adanya atom magnesium (sebagai pengganti besi) di tengah cincin profirin. klorofil dapat dibedakan dalam 9 tipe : klorofil a. Zn. Jadi. Klorofil adalah pigmen hijau fotosintetis yang terdapat dalam tanaman. dimana energi matahari (dalam bentuk foton) ditangkap dan diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH). Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang berklorofil dan bakteri fotosintetik. Cu. Algae dan Cynobacteria. Sekarang ini. akan tetapi yang paling baik ialah antara 26o-30oC. Sementara klorofil b untuk sinar kuning dan hijau. seluruh molekul organik lainnya dari tanaman disintesa dari energi dan adanya organisme hidup lainnya tergantung pada kemampuan tumbuhan atau bakteri fotosintetik untuk berfotosintesis. Nama "chlorophyll" berasal dari bahasa Yunani kuno: choloros = green (hijau). klorofil ini juga bisa Kloroplas Page 8 . dan phyllon = leaf (daun). dan e. B. Energi kimia ini akan digunakan untuk fotosintesa karbohidrat dari air dan karbondioksida. klorofil a biasanya untuk sinar hijau biru. e) ditemukan hanya pada alga dan dikombinasikan dengan klorofil a. Temperatur. Dengan tiada unsur-unsur itu. meskipun hanya di dalam jumlah yang sedikit sekali. Klorofil merupakan pigmen hijau tumbuhan dan merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. c. yaitu suatu proses biokimia dimana tanaman mensintesis karbohidrat (gula menjadi pati). yaitu klorofil a dan klorofil b. d. Temperatur yang membantuk dalam membentuk klorofil antara 3o48oC merupakan suatu kondisi yang baik untuk pembentukan klorofil pada kebanyakan tanaman. Air merupakan faktor keharusan pula. tanaman akan mengalami klorosis juga. dimana klorofil a disamping bisa menyerap energi cahaya.

sistem ikatan yang berseling mengitari cincin porfirin.Biologi Sel Kelas E merubah energi cahaya dan tidak bisa merubahnya menjadi energi kimia dan energi itu akan ditransfer dari klorofil b ke klorofil a. Pada klorofil. sedangkan dengan protein melalui gugus hidrofobik dari cincin porifinnya. Daun-daun yang terkena langsung umumnya akan tampak kekuning-kuningan. yakni bertindak sebagai pigmen. jika intensitas cahaya sangat tinggi. jingga dan merah dipantulkan oleh kedua pigmen ini. Sel penutup memiliki klorofil di dalam selnya sehingga dengan bantuan cahaya matahari akan sangat berpengaruh buruk pada klorofil. Kombinasi panjang gelombang yang dipantulkan oleh kedua pigmen karotenoid ini tampak berwarna kuning. Dalam daun klorofil banyak terdapat bersama-sama dengan protein dan lemak yang bergabung satu dengan yang lain. masing-masing terdapat penataan selang-seling ikatan kovalen tunggal dan ganda. klorofil berikatan melalui gugus fitol-nya. Struktur klorofil berbeda-beda dari struktur karotenoid. sedangkan pada karotenoid terdapat sepasang rantai hidrokarbon yang menghubungkan struktur cincin terminal. Klorofil b ini tidak larut dalam etanol tapi dapat larut dalam ester. berwarna merah yang berarti warna larutan tersebut tidak hijau pada cahaya yang diluruskan dan akan merah tua pada cahaya yang dipantulkan. dan kedua jenis klorofil ini larut dalam senyawa aseton. karotenoid pada tilakoid juga berperan untuk melindungi klorofil dari kerusakan oksidatif oleh O2. kuning. Kandungan klorofil pada tanaman adalah sekitar 1% basis kering. Klorofil akan memperlihatkan fluoresensi. Krolofil a terdapat sekitar 75 % dari total klorofil. Sifat ini pulalah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap energi cahaya yang dapat digunakan untuk melakukan fotosintesis. Sifat inilah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap cahaya tampak demikian kuatnya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa beta-karoten lebih efektif dalam mentransfer energi ke kedua pusat reaksi dibanding lutein atau pigmen xanthofil yang disebut fucoxanthofil adalah sangat efektif dalam mentrensfer energi. salah satu cara untuk dapat menentukan kadar klorofil adalah dengan metoda spektofotometri cahaya hijau. Dengan lipid. Semua tanaman hijau mengandung klorofil a dan krolofil b. Di samping berperan sebagai penyerap cahaya. Spektrofotometri sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan fotometer akan menghasilkan sinar dari spektrum dengan Kloroplas Page 9 . Rumus empiris klorofil adalah C55H72O5N4Mg (klorofil a) dan C55H70O6N4Mg (klorofil b). Larutan klorofil yang dihadapkan pada sinar kuat akan tampak berkurang hijaunya.

suhu. terjadi penangkapan energi cahaya oleh zat hijau daun untuk pembentukan bahan organik. Pada fotometer filter sinar dari panjang gelombang yang diinginkan akan diperoleh dengan berbagai filter yang punya spesifikasi melewati banyaknya panjang gelombang tertentu. Alasan utama mengapa spektrum aksi lebih tinggi dari spektrum serapan adalah karena cahaya hijau dan kuning yang tidak segera diserap akan dipantulkan berulang-ulang di dalam sel fotosintetik sampai akhirnya diserap oleh klorofil dan menyumbangkan energi untuk fotosintesis. khususnya bila stomata tertutup sebagian karena kekeringan (Salisbury dan Ross. Spesies yang tumbuh pada lingkungan yang kaya sumberdaya mempunyai kapasitas fotosintesis yang jauh lebih tinggi daripada spesies yang tumbuh pada lingkungan dengan persediaan air. Sebagai contoh. dan cahaya yang terbatas. Tetapi. Pada proses fotosintesa. Fotosintesa hanya terjadi pada tanaman yang memiliki sel-sel hijau termasuk pada beberapa jenis bakteri. dan ketersediaan air. Kloroplas Page 10 . Jika energi tersebut ditransmisikan maka akan ditangkap oleh klorofil yang terlarut tersebut. puncak gunung. klorofil a sangat kuat pada panjang gelombang 660 nm pada sinar merah dan paling rendah pada panjang gelombang 430 nm pada sinar biru. lebih tinggi dari yang ditampakkan pada spektrum serapan klorofil dan karotenoid. Laju fotosintesis berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh pada berbagai daerah yang berbeda seperti gurun kering. bukan berarti bahwa ada pigmen lain yang berperan menyerap cahaya tersebut. Secara keseluruhan. Aksi dari cahaya hijau dan kuning yang menyebabkan fotosistem pada tumbuhan tingkat tinggi dan penyerapan panjang gelombang ini oleh daun sebenarnya relatif tinggi. dan hutan hujan tropika. Laju fotosintesis ditingkatkan tidak hanya oleh naiknya tingkat radiasi. Ini biasanya ditunjukkan selama penyerapan sinar pada tiap gelombangnya.Biologi Sel Kelas E panjang gelombang energi secara relatif. hara. tapi juga oleh konsentrasi CO2 yang lebih tinggi. 1995). Sejak tipe-tipe atom atau molekul yang sedikit berbeda pada tingkat energinya. Semua klorofil atau karotenoid terbenam atau melekat pada molekul protein oleh ikatan nonkovalen. yang substansi menyerap cahaya dengan suatu karakteristik panjang gelombang yang berbeda. pigmen-pigmen kloroplas meliputi separuh dari kandungan kandungan lipida total pada membran tilakoid. Ketika gelombang itu berpindah maka sinar yang ada di sebelah kiri adalah sinar hijau yang bisa kita lihat. tapi tiap spesies menunjukkan perbedaan yang besar pada kondisi khusus yang optimum bagi mereka. Perbedaan ini sebagian disebabkan oleh adanya keragaman cahaya. sangat berbeda.

Biologi Sel Kelas E sisanya adalah galaktolipida dan sedikit fosfolipida. Kira-kira 85 gen seperti ini menyandi protein yang terlibat dalam transkripsi. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. Membran tersebut membentak suatu sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu bangunan yang disebut kantung tilakoid. Penambatan CO2 paling banyak terjadi sekitar tengah hari ketika tingkat cahaya paling tinggi. tempat berlangsungnya transkripsi dan translasi. Di dalam kloroplas ditemukan DNA. Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. sebagian besar protein disandi oleh gen nukleus. sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintetis berlangsung di stroma. dan oksigen keluar. Sterol sangat jarang dijumpai pada membran tilakoid. DNA kloroplas (genom) terdapat dalam 50 atau lebih lingkaran jalur ganda melilit dalam tiap plastid. melalui pori mikroskopik yang disebut stomata. Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat berlapis-lapis dan membentak apa yang disebut grana Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. Semua molekul ini sebagian besar terdapat di stroma. Kloroplas ditemukan terutama dalam sel mesofil. Kloroplas Page 11 . RNA. dan molekul RNA-ribosom (empat) yang digunakan oleh plastid untuk translasi. pada keduanya mengandung kloroplas yang mengandung klorofil/pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari. ribosom. dan berbagai enzim. Berbagai gen plastid menyandi semua molekul RNA-pemindahan (sekitar 30). Cahaya sering membatasi fotosintesis terlihat juga dengan menurunnya laju penambatan CO2 ketika tumbuhan terkena bayangan awan sebentar. Karbon dioksida masuk ke dalam daun. Adalah mungkin untuk menentukan bagaimana efektifnya setiap panjang gelombang (warna) diserap dengan menggunakan suatu larutan klorofil dengan cahaya monokromatik (cahaya berwarna satu). Tapi. yaitu jaringan yang terdapat di bagian dalam daun. pigmen warna hijau yang terdapat di dalam kloroplas. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang. Dilihat dari strukturnya. Cahaya putih mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merahviolet. dan fotosintesis. kloroplas terdiri atas membran ganda yang melingkupi ruangan yang berisi cairan yang disebut stroma. Warna daun berasal dari klorofil. translasi. tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil.

1. pada fotosistem II juga akan meninggalkan lubang elektron sehingga kekosongan tempat ini akan diisi oleh elektron yang berasal dari fotolisis air. Jika molekul klorofil pada membran tilakoid dieksitasi oleh cahaya. Dalam hal ini. Elektron yang panas ini akan dikeluarkan daqri pusat reaksi dan diterima oleh molekul pembawa elektron yang pertama. yaitu Fotosistem I dan Fotosistem II. Fotosintesis pada organisme fotosintetik terjadi dalam 2 tahap yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. tanaman lain tidak memerlukan cahaya. Sedangkan pusat reaksinya kehilangan elektron sehingga meninggalkan lubang elektron. dan satu molekul penerima cahaya matahari yang disebut P700. Elektron yang kaya energi akan terus dibawa oleh molekul pembawa elektron menuju NADP+ yang direduksi menjadi NADPH. Unsur N. Cahaya matahari ditimbulkan oleh fusi inti atom hidrogen membentuk atom helium dan elektron. Fotosistem I merupakan satu partikel yang disusun oleh sekitar 200 molekul klorofil-a. 50 klorofil-b. Cahaya. melompat menuju molekul pembawa elektron yang pertama. Sementara itu. Mg. Energi eksitasi ini akan berpindah dengan cepat melalui kelompok molekul pigmen penangkap cahaya ke pusat reaksi fotosistem. Air. tingkat energi elektron di dalam strukturnya ditingkatkan oleh sejumlah ekuivalen energi cahaya yang diserap dan klorofilpun tereksitasi. Reaksi Terang Klorofil dan pigmen menyerap energi matahari yang kemudian diubah menjadi bentuk energi kimia yaitu ATP dan senyawa pereduksi NADPH. lubang elektron yang terbentuk karena eksitasi elektron akan diisi kembali oleh elektron yang berasal dari fotosistem II. Pada fotosistem I terjadi penyerapan energi matahari pada panjang gelombang sekitar 700 nm. elektron dinaikkan ke tingkat energi yang lebih tinggi. Sinar cahaya matahari yang nampak adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 400-700 nm. Akibatnya molekul pembawa elektron syang pertama ini akan menjadi tereduksi atau dengan kata lain menerima elektron. Fe merupakan unsur-unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil. Bagian kedua yang menyangkut Kloroplas Page 12 .Biologi Sel Kelas E Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan klorofil antara lain gen. Di sini elektron memperoleh energi dalam jumlah besar. Absorpsi cahaya matahari akan mengeksitasi elektron. 50 sampai 200 pigmen karoteroid. bila gen untuk klorofil tidak ada maka tanaman tidak akan memiliki klorofil. Reaksi terang dalam proses fotosintesis menggunakan dua fotosistem sebagai akseptor proton. bila kekurangan air akan terjadi desintegrasi klorofil. Bilamana foton diserap oleh suatu molekul. Kemampuan suatu senyawa kimia untuk menyerap cahaya bergantung pada susunan elektron yang ada di sekeliling inti atom pada struktur senyawa tersebut. beberapa tanaman dalam pembentukan klorofil memerlukan cahaya.

Reaksi perubahan CO2 (sebenarnya HCO3. Piruvat yang ditransfer ke sel mesofil Kloroplas Page 13 . Dalam hal ini. Fotsistem I dan II merupakan komponen penyalur energi dalam rantai pengangkutan elektron fotoseintesis secara berlanjut dari molekul air sebagai donor elektron ke NADP+ sebagai akseptor elektron. dari molekul P680 dalam fotosistem II. dalam proses ini tidak ada pembentukan NADPH maupun pembebasan oksigen melainkan akan menghasilkan ATP. reaksi ini terjadi di mesofil daun dan sikatalisis oleh pospoenolpiruvat karboksilase. Malat kemudian ditransfer dalam sel pengangkut lalu didekaobosilasi menghasilkan piruvat dan CO 2 . Aliran siklik terjadi apabila tanaman khususnya lebih banyak memerlukan ATP daripada NADPH. Fotosistem II banyak menggunakan klorofil-b. Kekurangan elektron pada P680+ dipenuhi dari reaksi oksidasi molekul H2O menjadi O2. pengaliran elektron hanya terjadi setelah terjadinya penyinaran terhadap fotosistem II yaitu tereksistasinya P680 yang segera melepaskan elektron ke molekul penerima elektron pertama. Tumbuhan C4 ini pada suhu panas dan penyinaran tinggi mampu berfotosintesis lebih cepat dan menghasilkan biomassa lebih cepat. disebut fotosistem II.Biologi Sel Kelas E penyerapan energi matahari pada panjang gelombang di sekitar 680 nm. Reaksi Gelap Pada tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang pada fase reaksi gelap menambat CO2 menjadi asam malat dan asam aspartat 4-carbon. Aliran elektron yang terjadi disebut aliran nonsiklik yang melibatkan fotosistem I dan fotosistem II. Sehingga. Sebagin besar spesies C4 adalah monokotil. Energi yang diperoleh dari transpor elektron fotosintetik dari H2O ke NADP+ akan mengahsilkan energi dalam bentuk NADPH. Ini mengakibatakan teroksidasinya bentuk P680 menjadi menjadi P680+. melibatkan proses pembentukan O2 dan H2O. Lepasnya satu elektron dari P700 mengakibatkan berubahnya molekul menjadi bentuk teroksidasinya P700+ yang kekurangan satu elektron. Setelah fotosintesis dalam 14C2berlangsung sekitar 1 detik. jagung dan tebu. hal ini menunjukkan bahwa 3-PGA bukan produk pertama fotosintesis. 80% 14C yang tertambat berada dalam kedua asam tersebut dan hanya 10 % dalam PGA. Bentuk energi lain yaitu yang berupa ATP dihasilkan dari aliran elektron siklik dimana elektron ditingkatkan ke penerima elektron pertama menuju lubang elektron fotosistem I melalui jalan pintas.) menjadi asam malat dan asam aspartat 4-carbon terjadi mula-mula melalui penggabungan awal dengan pospoenolpiruvat (PEP) untuk membentuk oksaloasetat dan Pi. Oksaloasetat dibentuk pada sel mesofil yang kemudian direduksi menjadi malat dengan pemanfaatan NADPH. 2. elektron berdaur terus menerus dalam keluar pusat reaksi fotosistem I dan masuk kembali ke dalamnya. Untuk mengisi kekurangan itu satu elektron dialiri melalui sederetan molekul pembawa elektron dari molekul pembawa elektron.

Pada tumbuhan sekulen seperti kaktus dan nanas yang hidup di lingkungan yang panas dan kering. Faktor-faktor ini biasa terdapat di udara. Oksaloasetat diubah menjadi malat dan disimpan dio valuola. pada suhu 35°C kecepatan proses fotosintesis mencapai pada klimaks dan pada suhu di atas 40°C kecepatan fotosintesis menurun. Energy matahari dimana dari energy matahari yang dimanfaatkan sebagai proses fotosintesis adalah spectrum cahayanya. Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. Pada malam hari ketika suhu udara dingin dan berangin. molekul piruivat dan alanin diangkut balik ke sel mesofil. untuk melindungi sitosol dan enzim plastid dari pH rendah dari disosiasi asam malat. melakukan fiksasi CO2 yang berbeda dengan tumbuhan C4. untuk mencegah penguapan yang berlebihan akibat temperature udara yang tinggi. 4. tempat dimana diubah menjajdi PEP sehingga penambatan CO2 dapat berlangsung terus. dan CO 2 bereaksi pada malam hari menjadi malat oleh enzim malat NADP-linked. pada umumnya fotosintesis dapat berlangsung pada suhu 5 oC – 42°C. Pada asiang hari stomata menutup. Karena metode fiksasi CO2 pertama kali ditemukan pada tumbuhan familia Crassulaceae. stomata membuka untuk mengangkap CO 2. kemudian diubah menjadi oxaloacetate oleh PEP carboxylase. Adapun yang termasuk Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut: 1. 3. CO2 ini berasimilasi di siklus calvin dengan bantuan RuBP.Biologi Sel Kelas E dan dikonversi menjadi fosfoenolpiruvat dikataklisis oleh enzim piruvat-fosfat kinase. Suhu. Semua faktor ini biasanya diperoleh menggunakan akar dan daun. • Faktor eksternal Faktor eksternal adalah faktor proses fotosintesis yang berasal dari luar tumbuhan. 3. tumbuhan ini hanya menguapkan sedikit uap air melalui stomata bersama dengan pelepasan O2 dan pengikatan CO2. Karbondioksida (CO2) diambil dari udara. CO2 yang terbentuk diikat oleh ribosadifosfat klarboksilaase melaui jalur calvin di kolroplas seludang berkas. Akan tetapi pada pembahasaan ini faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Air (H2O) diambil dari dalam tanah. Setelah dekarbosilasi asam C4. di dalam tanah dan dari sepektrum cahaya dan suhu. maka CAM adalah singkatan dari crassulacean acid metabolism. 2. Kloroplas Page 14 .

flavin mononukleotida (FMN). fumarase. Adapun yang termasuk faktor-faktor internal adalah sebagai berikut: 1. Percobaan Sachs Membuktikan bahwa pada fotosintesis akan dihasilkan zat tepung. Hal ini membuktikan bahwa setelah terbentuk glukosa hasil fotosintesis segera diubah menjadi zat tepung. C. Contoh: sitokrom. ketoglutarat dehidrogenase. Berdasarkan peranannya dalam membantu reaksi kimia anabolisme enzim dapat dikelompokkan menjadi dua.Biologi Sel Kelas E • Faktor internal Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis yang berasal dari dalam tumbuhan tersebut. 1. berfungsi sebagai katalisator pada saat melakukan proses fotosintesis. 2. b) Enzim yang tidak terkait dengan reaksi oksidasi reduksi. suksinat dehidrogenase. Hasilnya daun akan berwarna biru tua. Contoh: enzim karboksilase. c. Kemudian daun dimasukkan pada alkohol panas. Faktor internal berupa zat-zat organic dan jaringan dalam tumbuhan. ternyata Kloroplas Page 15 . d. Adapun percobaan yang dilakukan Sachs untuk membuktikan fotosintesis adalah: a. Setelah itu ditetesi dengan larutan iodium (lugol). yaitu: a) Enzim yang berkaitan dengan fungsi oksidasi reduksi Enzim ini mengatalisis reaksi pemindahan hidrogen dari suatu substrat menuju ke substrat yang lain. Enzim. Pigmen. ferodoksin. Daun yang sudah beberapa saat terkena cahaya matahari dipetik. akonitase. b. 2. Dari hasil pengamatan di bawah mikroskop terhadap Spirogyra dan bakteri termo. Daun dimasukkan pada air yang mendidih. Percobaan Engelmann Membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan cahaya dan klorofil. Enzim ini akan mengatalis reaksi pengubahan substrat menjadi bentuk yang lain tanpa diikuti dengan pelepasan hidrogen. Pembuktian Fotosintesis untuk membuktikan adanya molekul-molekul yang dibutuhkan dan yang dihasilkan dalam peristiwa fotosintesis dapat dilakukan dengan percobaan sebagai berikut. nikotinamid adenin dinukleotida pospat (NAD).

c. Pohon dicabut dan ditimbang ternyata beratnya menjadi 164 pon 3 ons (berat ini tidak termasuk berat daun yang berguguran + 5 tahun). Percobaan Van Helmont Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan air. Hasilnya pada tabung reaksi terdapat gelembung-gelembung air. Apabila terbentuk nyala api. c. maka gas yang muncul tersebut O2. Namun bila seberkas cahaya tidak mengenai kloroplas. b. f. Percobaan Ingenhouz Membuktikan bahwa pada fotosintesis menghasilkan O2. adapun percobaan yang dilakukan van Helmont untuk membuktikan proses fotosintesis adalah: a. Pipa ditutup dengan tabung reaksi yang berisi air secara terbalik. 3. maka tidak banyak ditemukan bakteri termo. d. Corong ditempatkan ke dalam beker glass yang berisi air dalam keadaan terbalik (air harus penuh) dan dikaitkan dengan kawat penyangga. e. Tanah tersebut disiram dengan air dan di dalamnya ditanam pucuk tanaman “willow” seberat 5 pon. b. maka tampak bakteri termo berkerumun pada daerah yang berkloroplas yang terkena cahaya tersebut. d. Van Helmont menempatkan 200 pon tanah yang telah dikeringkan di dalam pot besar. Kesimpulan : penambahan berat pohon “willow” itu hanya berasal dari air. Pot dimasukkan ke dalam tanah dan menutupi tepinya dengan plat besi yang berlubang-lubang. f. adapun percobaan yang dilakukan Igenhouz untuk membuktikan proses fotosintesis adalah: a. Untuk membuktikan apakah gas yang muncul itu O2 dapat diuji dengan memasukkan lidi yang membara. g. Kloroplas Page 16 . e. Beberapa batang tanaman Hydrilla verticillata dimasukkan ke dalam corong. Selama 5 tahun Van Helmont menyirami tanamannya dengan air hujan atau air suling. 4. ternyata beratnya hanya berkurang 2 ons dari berat semula. Perangkat percobaan ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Tanah dikeringkan lagi dan ditimbang.Biologi Sel Kelas E bila dijatuhkan seberkas cahaya yang mengenai kloroplas Spirogyra.

kacang-kacangan. Pada tumbuhan C3. kedelai. Karena bila ada molekul oksigen maka Rubp akan terpecah menjadi molekul 3-karbon yang tinggal dalam siklus Calvin. dan CAM (crassulacean acid metabolism). Sistem perangkap C4 bekerja pada konsentrasi CO2 yang jauh lebih rendah. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. dan 2 molekul glikolat akan dioksidasi dengan adanya oksigen. Pada tanaman C3.enzim karboksilase PEP memfiksasi CO2 pada akseptor karbon lain yaitu PEP. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. menjadi karbondioksida yang akan menghabiskan energi sel. kentang. Oleh karena itu. seperti gandum.Biologi Sel Kelas E D. Sebagian besar tanaman pertanian. Tetapi pada sintesis C4. Berdasarkan tipe fotosintesis. Dalam proses ini prinsipnya mengkonversi gas karbon dioksida dan ribulose bisphosphate (Rubp yaitu suatu gula carbon 5) ke dalam 3-phosphoglycerate melalui reaksi berikut : 6 CO2 + 6 Rubp 12 3-phosphoglyserat Tumbuhan C3 tumbuh dengan karbon fiksasi C3 biasanya tumbuh denga baik di area dimana intensitas sinar matahari cenderung sedang. C4. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk Kloroplas Page 17 . tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. dan juga dengan air tanah yang berlimpah. Karboksilase PEP memiliki daya ikat yang lebih tinggi terhadap CO2 daripada karboksilase RuBP. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. tingkat CO2 menjadi sangat rendah pada tumbuhan C4.Metabolisme Karbon Dalam Fotosintesis Metabolisme karbon dalam proses fotosintesis contohnya pada proses fotosintesis dari tanaman Eugenia aquea adalah fiksasi karbon C3. Perbedaan tumbuhan C3 dan C4 adalah cara kedua tumbuhan memfiksasi CO2. Konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi menurunkan kesempatan Rubisco untuk menyertakan molekul oksigen. jauh lebih rendah daripada konsentrasi udara normal dan CO2 masih dapat terfiksasi ke PEP oleh enzim karboksilase PEP. CO2 hanya difiksasi RuBP oleh karboksilase RuBP. yaitu C3. Tumbuhan C3 harus berada dalam area dengan konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi sebab Rubisco sering menyertakan molekul oksigen ke dalam Rubp sebagai pengganti molekul karbondioksida. Karboksilase RuBP hanya bekerja apabila CO2 jumlahnya berlimpah. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. temperature sedang dan dengan knsentrasi CO2 sekitar 200 ppm atau lebih tinggi.

hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. Tanaman pangan yang tumbuh di daerah tropis. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. Karena tingginya konsentrasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. Contoh tanaman C4 adalah jagung. yang terjadi pada siang hari) .Biologi Sel Kelas E proses fotorespirasi ( fotorespirasi adalah respirasi. Berdasarkan tipe fotosintesis. sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar. dll. CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. dan CAM (crassulacean acid metabolism). yaitu C3. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke sel-sel “bundle sheath” (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. sehingga fotorespirasi sangat kecil and G sangat rendah. kacang-kacangan. sorgum dan tebu. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. kedelai. kentang. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). Negara berkembang akan berada pada posisi sulit untuk mempertahankan kecukupan pangan. kentang. akan mengalami penurunan hasil yang nyata dengan adanya kenaikan sedikit suhu karena saat ini gandum dibudidayakan pada kondisi suhu toleransi maksimum. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar. gandum. C4. Contoh tanaman C3 antara lain: kedelai. Sebagian besar tanaman pertanian. terutama gandum. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. seperti padi. Pada tanaman C4. sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir. kacang tanah. Kloroplas Page 18 .

karena tumbuhan yang memiliki kloroplas banyak itulah yang sangat berperan dalam keseimbangan alam. sehingga tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena kemampuannya menghasilkan makanan sendiri. seluruh molekul organik lainnya dari tanaman disintesa dari energi dan adanya organisme hidup lainnya tergantung pada kemampuan tumbuhan atau bakteri fotosintetik untuk berfotosintesis.bukan hanya tumbuhan saja melainkan semua mahluk hidup di bumi ini. Pada sel tumbuhan. Kesimpulan Berdasarkan teori-teori yang telah tersebutkan didalam makalah ini maka kita dapat mengetahui bahwa Kloroplas merupakan organel sel bermembran yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Organel ini mengandung pigmen fotosintesis yang mampu melangsungkan proses fotosintesis. Energi kimia ini akan digunakan untuk fotosintesa karbohidrat dari air dan karbondioksida. Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang berklorofil dan bakteri fotosintetik. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil. Jadi. yang terutama tumbuhan-tumbuhan yang mempunyai benyak kloroplas. Agar kita tidak merusak tumbuhan. Oleh karena itu sebaiknya kepada kita khususnya manusia mahluk yang sempurna agar bisa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam dimuka bumi ini.Biologi Sel Kelas E BAB III PENUTUP A. selain itu karbon dioksida (CO2) sebagai zat sisa respirasi pada mahluk hidup lain dengan tumbuhan difungsikan dalam proses fotosintesis. Karena proses fotosintesis terjadi di kloroplas. B. kloroplas biasanya dijumpai dengan bentuk cakram dengan diameter 5µm dan tebal 2-4 µm. dimana energi matahari (dalam bentuk foton) ditangkap dan diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH). Kloroplas Page 19 . Saran Pada dasarnya fotosintesis itu adalah suatu peroses yang amat sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Karena fotosintesis dapat menghasilkan berbagai zat yang bukan hanya dibutuhkan oleh tumbuhan melainkan dengan mahluk hidup lain. Oksigen dan karbohidrat yang dihasilkan tumbuhan amatlah penting bagi mahluk lain.

Fisiologi Tumbuhan. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : PT. Introductor Plant Physiology. Kimball. Santoso. dan Ross. M. Karya Ilmiah Fotosintesis pada Tumbuhan. Benyamin. Understanding Biology. Utomo. Grafindo Persada. Jakarta: Erlangga. Lakitan. dan Ross. Burton S. dan Fritzs. Hopkins. Campbell. 1983. Lakitan. Bandung: Institut Teknologi Bandung. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2007. 2004. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. George. 1993.Biologi Sel Kelas E DAFTAR PUSTAKA Abererombie.W. 2004. Bengkulu: Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jakarta: Erlangga. Devlin. 1993. dkk. Jakarta: Erlangga. New York: Harcourt Brace Jovanovich. Van Nostrand. dan Baharsjah. Inc. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. John. Salisbury. 2002. Budi. Lakitan. Plant Physiology Third Edition. J. Jakarta: PT. Benyamin. W. 1975. W. 1983. Salisbury. New Delhi: Mall of India Private Ilmited. Raja Grafindo Persada. Robert M. Ray R. Jakarta: PT Gramedia.. J. Kamus Lengkap Biologi Edisi 8. Raja Grafindo Persada. Benyamin. 2000. J. and John. 1979. 1995. Bandung: Institut Teknologi Bandung. Biologi. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Kloroplas Page 20 .W. Noggle. New York: D. Jakarta: PT. 2007. Darmawan. and Reece. 1995. Guttman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful