BAB I Pendahuluan

1. Latar Belakang
Di zaman modern ini, kata „politik‟ bukan lagi kata yang jarang didengar oleh masyarakat. Apalagi di masa reformasi yang semakin menunjukkan banyak terjadi penyimpangan dalam bidang politik. Jadi tidaklah mengherankan apabila banyak hal yang terjadi di dunia ini dihubungkan dengan politik dan hukum. Ada begitu banyak respon dan tanggapan dari berbagai kalangan yang berbeda, termasuk menurut agama Kristen. Sadar atau tidak, mau atau tidak, politik ikut mempengaruhi kehidupan kita sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok masyarakat, demikian halnya dalam kehidupan kekristenan kita. Cukup banyak orang Kristen, termasuk mahasiswa Kristen, yang takut atau antipati terhadap politik. Hal ini terjadi akibat imej negatif dari politik yang dianggap tempat iblis atau setan bermain. Adanya konsep pemikiran seperti ini timbul karena mereka tidak memahami esensi dan makna politik dengan benar. Sebab mau tidak mau masyarakat, khususnya umat Kristen, pasti dihadapkan dengan masalah politik dan hukum. Semakin banyak peran dan pengaruh gereja dalam politik dan hukum diharapkan semakin menunjukkan citra Kristus yang ada dalam setiap jemaat-Nya. Karena kita diciptakan untuk menjadi kepala dan bukan ekor, serta manusia telah diberikan kuasa untuk menaklukan dunia, meruntuhkan tembok yang berabad-abad telah memisahkan kekristenan dengan dunia luar sehingga bisa membawa pembaharuan di negeri yang dipilih Tuhan untuk kita berdiam.

1

Agama Kristen

Bagaimana keterlibatan lembaga-lembaga masyarakat dalam Politik ? c. Apa saja implikasi-implikasinya ? g. Rumusan Masalah Adapun beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. yaitu : a. Bagaimana konsep Alkitab terhadap Politik ? d. Bagaimana sikap kita terhadap Pemerintah yang salah menggunakan otoritas ? h.2. Bagaimana teologia Politik Kristen di Indonesia ? e. Bagaimana etika Politik ? 2 Agama Kristen . Apa saja tanggung jawab sosial Politik umat Kristen ? f. Apa yang dimaksud dengan Politik ? b.

Political Analysis and Public Policy. p.309). Keterlibatan Lembaga-lembaga Masyarakat dalam Politik Lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat. Di antaranya yaitu menyatakan politik adalah proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat bagi masyarakat/proses alokasi dan distribusi inti proses politik adalah : Keputusan yang mengikat masyarakat. kata „politik‟ berasal dari kata Yunani. Banyak pendapat masyarakat mengenai definisi politik. melibatkan sejumlah ketentuan-ketentuan politik (partai politik. Dalam perkembangan berikutnya. suatu pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan-kebijakan publik (Joice &William Mitchel. dan sebagainya) untuk kepentingan dan kebaikan bersama. Dalam bentuk yang lebih operasional. Keterlibatan politik secara kritis (critical engagement) dari lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok kepentingan dalam masyarakat akan menjadi sarana dan alat yang sangat efektif untuk mengontrol segala tingkah pongah penguasa dan dengan itu batas-batas Agama Kristen 3 . 2. terutama kelompok-kelompok kepentingan. lembagalembaga dan tujuannya (William Ebenstein. politik merupakan analisa tentang pemerintahan. 1972. (termasuk lembaga keagamaan) merupakan kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi kebijakan publik atau keluarnya suatu peraturan. kelompok. proses-proses di dalamnya. Political Science. politik merupakan pembuatan keputusan yang dilakukan masyarakat. 1969. p. bentuk-bentuk organisasi. kepentingan. Pengertian Politik Dari sisi etimologisnya. Lembaga-lembaga yang ada itu dapat mendengar dan menyalurkan pelbagai keprihatinan dan aspirasi yang ada di tengahtengah sekelompok masyarakat untuk menekan penguasa memberi perhatian atau mengeluarkan kebijakan pada tuntutan masyarakat tersebut. Sebagai ilmu. yaitu Po’lis yang diartikan sebagai kota (city). 4).BAB II Pembahasan 1. kota-kota memperluas diri atau menyatukan diri dan kemudian disebut negara.

Konsep Alkitab terhadap Politik Menurut Alkitab. jelas merupakan amanat Alkitab pada umat Tuhan. Pertanyaan kuncinya jelas: apa kata Alkitab terhadap politik? Bagaimana konsepsi dan sistem politik yang sesungguhnya dikandung Alkitab? Bagaimana penerjemahannya secara tepat ke dalam realitas? Atau lebih pas: bagaimana konsep atau doktrin politik itu mengalami „pemanusiaan‟ dan „penduniaan‟? Berangkat dari pertanyaan itulah penjelajahan menyangkut konsepsi politik Alkitab dilakukan. tentu saja akan membiasakan suatu bangsa atau negara hidup dalam keseimbangan yang terukur. Salah satu poin yang terpenting dalam hal itu adalah persoalan perspektif pilihan sadar dan sengaja dari tiap insan politik alias manusia itu sendiri yang sejatinya merupakan mahluk politik. ruang dan waktu.) peace you will have peace.etis kekuasaan yang layak tetap terjaga. for in its (city:red. Pertanyaan penting muncul: Apakah Alkitab 4 Agama Kristen . penataan politik tidak bisa dilepaskan dari urusan Tuhan di segala tempat. menekan pemerintah dan melakukan kontrol. Dengan itu akan lahir kebiasaan-kebiasaan positif yang pada akhirnya akan berujung pada suatu karakter politik yang terbuka serta mau berubah ke arah yang lebih baik dan maju. a. Politik Kesejahteraan Perkatan politik (city) muncul dengan tegas dalam Yeremia(29:7): And seek the peace of the city … and pray to the Lord for it (city:red). Perubahan-perubahan yang dilakukan penguasa terhadap kebijakannya yang salah atas desakan masyarakat merupakan pendidikan politik yang paling baik. satu hal yang harus disadari adalah bahwa semua itu tidak akan berjalan dan tercapai dengan sendirinya. jika dilakukan secara berkesinambungan dan terhormat. Amanat atau perintah Alkitab untuk berpolitik bagi umat di dalam kitab Yeremia itu. apalagi yang menyangkut prosedur dan mekanisme penataan politik yang detail. Dengan demikian. tidak serta merta diikuti dengan suatu bentuk atau sistem. pemerintah akan dididik untuk tunduk pada yang seharusnya. Sangat diperlukan proses yang terus-menerus untuk membuka kesadaran bersama dalam pengelolaan politik. Mencari atau mengupayakan kesejahteraan kota (politik). (Holy Bibel: Gideon International. politik adalah suatu upaya dan proses sadar untuk memahami dan memaknai realitas politik dari cara pandang dan pola pikir Alkitab. Juga. 3. 1980). Upaya-upaya melakukan kritik. Namun.

prosedur dan mekanisme pemerintahan. Alkitab tidak memberikan suatu paku mati. 1:28) merupakan konsepsi politik Alkitab untuk menjelaskan hubungannya dengan semesta alam. tetapi menjadi suatu keharusan yang dirumuskan umat Tuhan. c) istilah kerajaan imamat dari perspektif politik pasti membawa kita pada pemikiran bahwa penguasa politik atau pemimpin pemerintahan adalah para orang kudus yang disebut Imam. Suatu bentuk dan ciri politik dinyatakan kepada Musa. Alkitab memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk merumuskan suatu formula politik. konsep baku dan menyeluruh menyangkut upaya perealisasian dari politik itu. Demikian juga pemberian kuasa dan mandat bagi manusia untuk menata dan mengelola alam. baik itu menyangkut dasar dan sistem politik. Alkitab hanya memberi satu tekanan dan kepastian: kesejahteraan. bentuk. b. Status budak yang melepaskan diri melalui perlawanan. Mereka hidup dalam situasi „tohu wavohu’ . sangat jelas sifat politisnya. Kepada umat Tuhan. yakni: a) bentuk politik itu adalah kerajaan.memberi konsep kosong atau memberi keleluasaan kepada umat terutama para pemimpinnya? Tampaknya. Pernyataan Tuhan kepada Musa mengenai penataan politik itu tidak dapat dilepaskan dari proses awal eksodus yang dialami bangsa Israel. Pencitraan manusia sebagai imago dei (Kej. (campur baur dan kosong) dalam arti politik. Realitas dan Pemaknaan Teokrasi  Regnum Sacerdotale. Formula politik itu tidak menjadi urusan Alkitab. digiring menuju tanah perjanjian yang bagi sebagian besar kaum awamnya tidak jelas kapan tibanya. Artinya kerajaan yang harus berbeda ( kudus) dari segala kerajaan atau bentuk politik yang lain di dunia ini. Alkitab hanya memberikan suatu konsepsi yang sangat fundamental: to seek peace (mengupayakan kesejahteraan politik). kisah penciptaan memberikan suatu konsepsi menyangkut citra dan peran manusia di dalam proses dan realitas politik. Paling tidak kita dapat menangkap tiga hal dari teks kerajaan imamat itu. Di sini jelas ada suatu progres dari pengelolaan politik yang disampaikan kepada bangsa Israel. jawaban yang „imaniah‟ adalah: keleluasaan. Sumber kader kepemimpinan atau penguasa 5 Agama Kristen . Sacerdotal Kingdom Merujuk kepada naskah yang lebih muda di Alkitab. b) ciri dari kerajaan itu adalah imamat dan memiliki ciri dan jati diri tersendiri. „Engkau akan menjadi kerajaan imamat dan bangsa yang kudus…’ (Kel 19:6).

Kenyataan yang demikian dapat menggiring kita kepada kesimpulan bahwa kelihatannya Alkitab tidak memberi penjelasan mengenai suatu bentuk pemerintahan. yakni keyakinan pada Yahwe tersebut. berangkat dari fondasi satu-satunya itu. Kel. Suku-suku yang ada. Gerakan bagi adanya seorang raja manusia (melekh) mulai muncul. Dari tinjauan politik. bahkan diyakini sebagai teokrasi (pemerintahan Tuhan). Tatanan sosialnya sebagai suatu bangsa. hanya diikat dan terikat pada satu keyakinan terhadap Yahwe yang membebaskan mereka dari penindasan Mesir. Untuk yang lebih praktis dalam pengaturan kebutuhan keseharian pada masa itu (semacam penjabaran dari UUD) diberikan hukum ringkas berupa ritual decalog dan ethical decalog (Kel. Liga suku-suku itulah yang kemudian menjadi konfederasi Israel. keterikatan tersebut jelas sangat longgar. yang diangkat Samuel menjadi hakim di Bersyeba. Keterikatan politik yang didasari keyakinan agamiah itu yang menjadikan para Imam sebagai pemimpinnya. Rumusan atau penjelasan yang tiba kepada kita adalah: Tuhan menjadi penguasa tunggal dan manusia berada dalam naungan kedaulatanNya. Inilah yang disebut regnum sacerdotale atau sacerdotal Kingdom. Yoel dan Abia. Termasuk kewajiban memperingati hari bersejarah secara ritual (34:18). Dasar titah dapat dilihat pada dua bagian. pada tahap yang sangat awal kelihatannya baru mulai belajar untuk membentuk diri menjadi identitas politik.  Ketegangan Pengangkatan Melekh (Raja) Israel sebagai komunitas pilihan Tuhan.politik sudah jelas: para imam.Sam 8:3). Kualitas moral kedua anak Samuel menjadi dasar dari gugatan para tetua itu: „mereka mengejar laba. 5:6-21. terutama untuk imam (dari garis suku Lewi). disadari atau tidak menjadi satu perangkat politik dalam tatanan sosial keagamaan Israel. Realitas politik yang berangkat dan mengacu dari penelusuran Alkitab di atas. tanpa disadari merupakan suatu perlawanan terhadap tradisi pewarisan turun-temurun berdasarkan garis darah dalam kepemimpinan selama ini. Dua anak Samuel. belum memiliki kesanggupan untuk menjadi perangkat politik. suku-suku Israel terbentuk atau membentuk diri menjadi aliansi politik. Undang-Undang Dasar dalam bentuknya yang sangat embrional diberikan kepada bangsa yang secara politik belum memiliki wilayah itu. Gerakan ini. menerima suap dan memutarbalikkan keadilan‟ (1. digugat para tetua Israel (1 Sam: 8:4). Namun. sangat dipahami. 20:1-17 dan Ul. 34:12-16). Agama Kristen 6 .

pada proses Saul. Pencabutan mandat atas Saul juga dilakukan Yahwe (15) dan sekaligus pilihan atas penggantinya. penggantinya raja Daud (16-24). proses peralihan kekuasaan dari Saul kepada Daud tidak berjalan mulus. konsekuensi politisnya adalah dekonstruksi doktrinal atau „amandemen UUD‟. `Hal itu sangat jelas tercermin dalam pernyataan Samuel dengan mengangkat dasar legitimasi tertinggi konfederasi Israel sendiri. Keempat. pemaknaan dan perumusan menyangkut kerajaan Allah atau teokrasi mengalami perubahan. kedaulatan Yahwe (teokrasi) atas Israel tetap dipertahankan dan diakui. fungsi Imam sebagai perantara (medium) Yahwe dan sekaligus pengawas atas tugas-tugas raja juga tetap dipertahankan. Daud sendiri yang menetapkan Salomo. menentukan dan mengurapi Saul (1. tetap dipertahankan. Sam. dan pengangkatan Salomo (1. 1). Meskipun aspirasi gerakan „melekh‟ diterima sebagai realitas politik. mau tidak harus dirumuskan. hasil perselingkuhannya dengan Batsyeba. lembaga kerajaan (Saul) mengabaikan dan mengebiri lembaga Imam dan dengan itu menjadikan dirinya juga medium (perantara) langsung dengan Yahwe (teokrasi). tetapi Akulah (Yahwe: red) yang mereka tolak. perjanjian Sinai bahwa Yahwe adalah sumber dan dasar Israel (teokrasi). anak haram. Persoalan mengenai ketertautan Yahwe dengan Israel atas adanya seorang raja. Yahwe sendiri yang memilih. namun hal itu diakui sebagai dosa dan bangsa Israel meminta ampun untuk itu (12: 17-19).‟ (1 Sam. Daud (16) yang berasal dari suku Efrata. Kedua. Dengan kemenangan gerakan „melekh‟.Kelompok Imam dan kaum konservatif dengan keras menolak aspirasi gerakan „melekh‟ tersebut. Saul dari keluarga Matri. Saul tetap mempertahankan kekuasaannya dan berupaya melenyapkan Daud. Kelima.“sebab bukan engkau yang mereka tolak. 8:7 b). 9 dan 10). Dalam konteks ini. dalam garis teokrasi yang demikian terjadi peralihan kekuasaan dari Daud ke penggantinya. Kedudukan Imam sebagai medium dan advisori. ada berapa hal yang berkaitan dengan pemaknaan teokrasi: Pertama. Agama Kristen 7 . Raja. setelah melampaui persaingan internal keluarga. 9-15). Ketiga. yakni: Yahwe. Dasar hukum dari pengadaan dan pengangkatan “melekh‟ harus ditetapkan. Itu berarti. inilah yang sekaligus menandai hakikat teokrasi itu. kaum Kish dari suku yang terkecil keturunan Benyamin dipilih Tuhan menjadi raja di hadapan suku-suku Israel. Dengan merujuk pada proses keterpilihan dan pengangkatan Saul sebagai raja dan sekaligus pelaksanaan kekuasaannya sebagai raja (1 Sam. supaya jangan Aku (Yahwe: red) menjadi raja atas mereka.

4. teokrasi Israel bergerak membentuk „tahta‟ yang juga mediumNya.Fungsi Imam. Hal yang sama juga terjadi pada 8 Agama Kristen . orang-orang kristen juga telah melakukan bentuk-bentuk teologia yang operasional dengan mendirikan organisasi-organisasi kemasyarakatan dan sebagain merubah diri menjadi partai politik. Israel sebagai entitas agama dan politik. Para pengikut Yesus. Pada masa-masa pembebasan diri dari penjajahan. pada akhirnya. Sebagai suatu proses yang tidak pernah berhenti. Kita dapat mencatat perkumpulan sosail Mardi Pratojo yang kemudian menjadi Partai Perserikatan Kaum Kristen (PKC) atau Christelijke Ambonche Volksbond (CAV). Gereja tidak hanya bergumul dengan pemikiran dan perumusan politik teokrasinya. Kepada siapa loyalitas tertinggi ditaruh dan dipertaruhkan: kepada raja atau kepada Allah. sebab upaya itu tidak berangkat dari laboratorium intelektual. patah terkulai. Bermula dari hanya „mezbah‟ sebagai medium bagi Yahwe menyatakan kedaulatan dan titahnya. menuntut pemahaman terutama menyangkut loyalitas. pada waktu dan tempat yang sama. dilanda kemunduran dan kehancuran. Namun. eksperemintasi berteologia politik itu telah dicatat sejarah pada masa penjajahan. seperti Pattimura yang melakukan gerakan politik dengan mengangkat senjata di Maluku dan Manullang dan kawankawan di tanah Batak yang melakukan bentuk-bentuk penyadaran dan pengorganisasian yang mengusung tema-tema kemandirian dan kerja keras. dll. Bahkan dapat dikatakan unik. Keduanya tetap eksis.  Berasal dari Allah Berangkat dari keyakinan teokratis. tetapi justru dari kalangan publicans. Kelahiran Yesus (yang dimaknai sebagai awal kehadiran gereja) memasuki era yang sangat berbeda. nabi Natan kelihatan hanya melaksanakan seremoni bagi legitimasi kekuasaan raja. dengan Yahwe yang perkasa. Teologi Politik Kristen di Indonesia Upaya berteologia politik telah lama ada dalam khasanah keristenan di Indonesia. yang hidup dan menjadi bagian dari politik negaranya. bergayut pada Allah yang sama: Yahwe. tetapi hidup di dalam dan dan berhadapan realitas politik yang sama sekali tidak mengenal Allah. Israel kemudian Yahudi mengembangkan doktrin messianis: kejayaan bangsa dengan datangnya pemimpin nan digdaya untuk menaklukkan semua orang dan memerintah atas seluruh dunia.

Sesungguhnya. Muatan atau tema-tema yang diusung dan dikomunikasikan kepada orang-orang kristen adalah dari dan demi kepentingan „orang kristen‟. Sikap orang kristen terhadap politik ada 3 bersifat antagonistis. Sesuatu yang seringkali dikatakan orang sebagai lebih berpolitik „teknis‟ ketimbang berpolitik „etis‟. independensi tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan dan tanggung jawab politik gereja. 5. proses-proses tersebut mengalami pasang surut disebabkan faktor internal dan situasi politik negara. Tanggung Jawab Sosial Politik Umat Kristen Orang kristen harus menghormati kewibawaan pemerintahan dunia selama kebijakan itu dilakukan demi kesejahteraan masyarakat dan didasarkan pada undang-undang yang berlaku. Dasar berpijak dalam tabung „independensi‟ gererja. Tidaklah mengherankan bila kekristenan mengalami kegamangan demi kegamangan menghadapi pelbagai realitas politik di Indonesia.saat Indonesia merdeka. Berangkat dari pemahaman dan kesadaran yang demikian. sesuai dengan pengertian bahwa pemerintah menjalankan tugas dan wewenang yang diberikan oleh Allah. Allah menghendaki orang kristen taat kepada pemerintah. Tetapi kebijakan itu tidak boleh mengambil alih kewibawaan atau wewenang Allah. Disadari atau tidak. 9 Agama Kristen . Partai Kristen Indonesia (Parkindo) hadir sebagai bagian dari upaya dan proses berteologia politik secara operasional. rejektif. Jika orang kristen tidak taat kepada pemerintah dan berpartisipasi secara aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab maka citra kekristenan akan rusak. Tentunya pmerintah harus mempertanggungjawabkannya kepada pemberi kekuasaan yaitu Allah sendiri (ayat 1). gereja-gereja akan terdorong dan dimampukan melahirkan teologia politiknya yang otentik. telah terjadi pembiaran yang berkepanjangan dalam tataran konseptual teologia politik kristen di Indonesia. Hanya saja. dalam realitasnya seringkali diterjemahkan sebagai netralitas dan sterilisasi politik dalam semua ruang gereja. Orang kristen harus mengakui lembaga pemerintahan yang diadakan oleh karena kehendak Allah (ayat 1). Bagaimana seharusnya orang kristen sebagai warga negara menaati lembaga-lembaga resmi negara yang mengatur kehidupan masyarakat dalam usahanya menegakkan kebenaran dan keadilan kesejahteraan masyarakat ditulis di Roma 13:13. dan menyesuaikan. Respon yang benar itulah yang lebih penting dan menentukan sikap kita terhadap berbagai gejolak politik yang terjadi. Perumusan menyangkut keterlibatan dalam konteks independensi harus dirumuskan batasan-batasannya secara teologis.

6. biar melalui diri kita citra Kristus boleh terpancar sehingga semua orang memuji dan memuliakan Allah. Jadi sudah seharusnya kita menjawab panggilan itu. Bahkan lebih jauh lagi para politikus kristen juga sekaligus adalah agen-agen eskatologis dan seharusnya ikut serta dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah (keadilan. ”… dengan suara hati”. untuk menjadi garam dan terang dunia. Dengan demikian. Namun. c. atau agama). Memiliki visi dan misi yang berorientasi pada rakyat dan kerajaan Allah Visi dan misi para politikus kristen hendaknya tidak hanya dibatasi oleh lingkup dan waktu. ras. Dengan demikian pemerintah dapat berperan sebagai hamba Allah (Roma 13:4). jabatan dan kekuasaan itu dipandang sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat dan Tuhan .Panggilan tersebut tentu menuntut peran aktif. ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Maksudnya kiprah dalam dunia politik tidak hanya dibatasi oleh konstituennya saja (kelompok pemilihnya) ataupun jangka waktu memiliki jabatan itu. yang harus dimulai dari pasal 12. Ini dapat terjadi hanya apabila orang kristen memenuhi panggilannya. Keberpihakan kepada yang lemah Para politikus kristen dipanggil karena memiliki keberpihakan kepada yang lemah. Justru di sinilah tugas dan tanggung jawab gereja (dalam pengertian umat Allah. yaitu penyerahan diri kepada Allah (Roma 12:1. Ayat 5. perdamaian dan keutuhan ciptaan) sampai dengan sepenuhnya. 10 Agama Kristen . bukan dalam pengerrtian organisasi) supaya memampukan pemerintah menjadi hamba Allah. dalam arti bahwa aturan dan hukum tidak berlaku bagi kelompok ini. karena dua alasan penting yaitu: 1) kelompok masyarakat inilah yang sering kali menjadi korban penindasan. Kekuasaan sebagai anugerah Allah Kekuasaan bukan sesuatu yang buruk. b. 2) sehingga tidak menjadi serupa dengan dunia. Implikasi-implikasinya Sikap orang kristen dalam kehidupan politik hendaknya didasari atas penghayatan: a. Keberpihakan mereka tidak boleh dilandasi oleh sentimen yang bersifat primodial (suku. kebenaran. keberpihakan itu juga tidak membuat.

Otoritas yang berkuasa ditunjuk oleh Tuhan adalah Rasul Paulus pernah membuat pernyataan yang jelas mengenai bagaimana kita seharusnya berespon terhadap otoritas. tentunya setiap orang percaya bisa menilai apakah sesuatu itu benar atau tidak. Dalam hal ini kita seharusnya berespon terhadap otoritas “tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya” (Roma 13:1). Sehubungan dengan itu. atau strategi-strategi yang dapat membuat jatuh pada tindak korupsi. bumi menjadi pusaka orang rendah hati. Oleh sebab itu. orang kristen mempunyai kewajiban yang lebih berat dalam perkara politik daripada orang lain. Kebangsaan itu tidak lahir dari si iblis. Sebab di bidang politik dan pemerintahan. kolusi ataupun nepotisme. Kecintaan kepada bangsa itu tidak boleh dipisahkan dengan kecintaan hal kita. 11 Agama Kristen . pemerintah berhak dan wajib menjalankan hukuman kepada orang yang bersalah. Frasa setiap orang menyatakan tidak adanya pengecualian. Demikian menurut pengajaran dari natur dan pengajaran Alkitab. Sebagai umat yang telah mengenal kebenaran di dalam Kristus. Di dalam kemenangan Kristus. Kekuasaan pemerintah berasal dari Allah. Sikap terhadap Pemerintah yang Salah Menggunakan Otoritas Berkaitan dengan pemerintah (kepatuhan kepada pemerintah). Sebab tidak ada pemerintah yang tidak ditetapkan oleh Allah. Kematian Kristus adalah untuk menghancurkan kerajaaan kegelapan dan menegakkan Kerajaan Allah. Untuk itu dibutuhkan keteladanan sikap perilaku yang baik. Kita sebagai orang kristen tidak boleh menentang otoritas yang sah di dalam kehidupan kita. dan orang kristen dipanggil untuk menyatakan kehendak Allah dan memuliakan nama-Nya dalam segala bidang kehidupan. tetapi yang terutama semuanya dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan. tetapi dari Tuhan Allah. sehingga orang kristen tidak boleh menyia-nyiakan perkara yang di bumi termasuk kebangsaan. Mendorong perubahan yang benar dalam masyarakat Indonesia Para politikus kristen hendaknya juga menjadi agen-agen perubahan. peran orang kristen bukan semata-mata demi kesejahteraan bangsa. Maka titik tolak pelaksanaan tugas-tugas pemerintah (hukum atau undang-undang) haruslah bersesuaian dengan kehendak Allah. bujukan. Roma 13:1-7 menyatakan bahwa pemerintah adalah hamba Allah.d. oleh karena itu pemerintah wajib menjalankan kehendak Allah untuk mengupayakan keamanan dan kesejahteraan rakyat. menjauhi segala bentuk premanisme dan menegakkan hukum secara konsisten dan konsekuen. 7. Setiap politikus kristen harus berani mengatakan “tidak” atas semua tawaran.

Etika politik sesungguhnya berbicara pada tatanan nilai tentang negara dan proses-proses yang manusiawi di dalamnya. ternyata dalam sejarah bisa ditarik dan diambil paksa oleh manusia. Bahkan dengan lebih tegas lagi.Pada zaman kita. tidak peduli bagaimanapun otoritas tersebut karena “semua otoritas berasal dari Tuhan”. yang berjalan dalam situasi demikian. otoritas memiliki reputasi negatif. Pendidikan politik suatu bangsa akan berjalan dengan baik di dalam dan melalui proses kesadaran kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat untuk terus menerus membiasakan diri melakukan kritik dan kontrol terhadap proses politik yang sedang berjalan. Etika Politik Arena politik merupakan ruang yang sangat memungkinkan bagi pemberlakuan syalom Kerajaan Allah. Banyak orang yang benar-benar bergumul dengan arti dari ayat ini. termasuk lembaga keagamaan. baik dalam negara maupun kalangan sosial. yang selalu merugikan pihak manusia. semua otoritas ditetapkan oleh Allah. Tidak heran rasa hormat terhadap otoritas tampak seperti kebodohan yang naif. tetapi sekaligus juga menjadi wilayah yang sangat terbuka bagi terjadinya pemberontakan terhadap Allah. termasuk orang-orang yang saleh. Namun. Kesadaran tentang keberdosaan manusia dan kecenderungannya untuk menjadi ilah. Banyak pemimpin. membuka kesadaran perlunya batas-batas etis menyangkut proses dan perilaku politik dalam suatu negara. Lembaga-lembaga yang ada itu dapat mendengar dan menyalurkan pelbagai keprihatinan dan aspirasi yang ada di tengahtengah sekelompok masyarakat untuk menekan penguasa memberi perhatian atau mengeluarkan kebijakan pada tuntutan masyarakat tersebut. Suatu bangsa atau negara. Namun kembali lagi. Tuhan mengatakan kalau kita harus menghormati otoritas yang sah. salah menggunakan otoritas yang dimiliki. terutama kelompok-kelompok kepentingan. Lembaga-lembaga yang ada di dalam masyarakat. Karena itu politik tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja. selalu ada konsekuensi dari sikap pemberontakan itu. 8. akan membiasakan dirinya 12 Agama Kristen . Tetapi itulah tantangan untuk menjadi seorang pengikut Kristus. hanya sekadar diurus orang-orang tertentu atau diserahkan kepada para politisi semata. perintah ini bisa tampak begitu sangat tinggi untuk mungkin ditaati oleh setiap orang kristen. merupakan kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi kebijakan publik atau keluarnya suatu peraturan. Absolutisme yang merupakan prerogatif Allah semata dan tidak terbagi terhadap siapapun.

dan para pengritik tidak diperlakukan sebagai musuh. Perubahan-perubahan yang dilakukan penguasa terhadap kebijakannya yang salah atas desakan masyarakat merupakan pendidikan politik yang paling baik. Kritik tidak akan dianggap sebagai ancaman. 13 Agama Kristen . yang pada akhirnya akan berujung pada suatu karakter politik yang terbuka dan mau berubah ke arah yang lebih baik dan maju. tetapi sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja. Kebiasaankebiasaan baik yang berjalan dalam pemerintahan itu. Di samping itu. akan menjadi etika politik suatu bangsa. Dengan itu akan lahir kebiasaan-kebiasaan yang positif.terbuka dan siap melakukan perbaikan. politik tidak akan menjadi suatu potret seram yang menakutkan.

Kita harus mampu berkomunikasi terbuka dan dialogis. santun. 14 Agama Kristen . dan mencari kesalahan). dan kreatif. bukan kritik yang destruktif (menjatuhkan. Kreatif artinya berusaha memberikan terobosan atau alternative baru di tengah kebuntuan terhadap politik maupun hukum. dan memperdayakan). sikap gereja yang perlu dikembangkan adalah sikap positif. vulgar.BAB III Penutup 1. Kesimpulan Dalam dunia politik. kritis. Kritik yang sesuai dengan etika Kristen adalah kritik yang konstruktif (membangun. Kritis artinya tidak ragu-ragu member kritik jika penguasa berbuat kesalahan. tidak merasa aneh ataupun canggung terhadap perubahan. Positif artinya memandang dunia politik sebagai bidang pengabdian dan pelayanan panggilan dari Tuhan serta karena itu berasal dari pandangan positif ketika kita memberikan kontribusi sesuai iman Kristen. menyimpang prinsip-prinsip atau etika-etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam arti yang luas. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan cara memberikan saran kepada pemerintah tentang kebijakan yang akan segera dibuat ataupun di sah kan. mengikuti dengan seksama berbagai perkembangan politik yang terdapat di masyarakat. d. dan memperdayakan).2. b. kritis dan kreatif. Gereja perlu terlibat dalam forum-forum dialog antarumat beragama. tidak bersifat tidak mau tahu terhadap segala perkembangan yang terjadi di lingkungan Politik. Positif artinya memandang dunia politik sebagai bidang pengabdian dan pelayanan panggilan dari Tuhan serta karena itu berasal dari pandangan positif ketika kita memberikan kontribusi sesuai iman Kristen. Kreatif artinya berusaha memberikan terobosan atau alternative baru di tengah kebuntuan terhadap politik maupun hukum. menyimpang prinsip-prinsip atau etika-etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu. Kritis artinya tidak ragu-ragu member kritik jika penguasa berbuat kesalahan. bukan kritik yang destruktif (menjatuhkan. Gereja juga harus dapat mengembangkan sikap positif. Kita harus mampu berkomunikasi terbuka dan dialogis. c. Gereja dapat terlibat dalam setiap kegiatan politik. Saran Kita sebagai anggota masyarakat serta umat Kristen harus dapat ikut memberikan berkontribusi dalam kegiatan Politik. Kritik yang sesuai dengan etika Kristen adalah kritik yang konstruktif (membangun. gereja juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang politik antara lain: a. santun. Gereja juga perlu mendengar masukan dari berebagai LSM ataupun perguruan tinggi Kristen yang menaruh perhatian terhadap kehidupan politik. dan mencari kesalahan). Gereja perlu menyelenggarakan berbagai pembinaan ataupun juga forum diskusi yang menggumuli masalah-masalah dan etikanya bagi anggota jemaatnya sehingga pemahaman salah yang dimiliki oleh anggota dapat dipatahkan dengan memperdalam kehidupan politik dan hukum sesuai kapasitas dan kemampuannya. tidak merasa aneh ataupun canggung terhadap perubahan. 15 Agama Kristen . vulgar.

scribd.Daftar Pustaka http://id.php?topic=786&res=almanac/ 16 Agama Kristen .sabda.org/resource.com/doc-198736326/-makalah-agama-pandangan-iman-kristen-terhadappolitik http://alkitab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful