BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya

memerlukan/menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi profesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989). Semakin dituntutnya profesionalitas seorang guru, maka guru sebagai tenaga pengajar dan pemberi informasi kepada siswanya tentu harus mengetahui bagaimana seorang guru yang professional itu. Secara umum, sikap profesional seorang guru dilihat dari faktor luar. Akan tetapi, hal tersebut belum mencerminkan seberapa baik potensi yang dimiliki guru sebagai seorang tenaga pendidik. Menurut PP No. 74 Tahun 2008 pasal 1.1 Tentang Guru dan UU. No. 14 Tahun 2005 pasal 1.1 Tentang Guru dan Dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalar pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UU. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pasal 1.4). Guru sebagai pendidik professional dituntut untuk selalu menjadi teladan bagi masyarakat di sekelilingnya. Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak.

1

Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat, tetapi guru memiliki beberapa perilaku yang berhubungan dengan profesinya, hal yang berhubungan dengan pola tingkah laku guru dalam memahami, menghayati, serta mengamalkan sikap profesionalnya,

B. RUMUSAN MASALAH
1. 2. 3. 4. 5. Apa yang dimaksud dengan kompetensi dan standar kompetensi guru ? Apa saja tujuan standar kompetensi guru ? Apa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik ? Apa yang dimaksud dengan kompetensi profesional? Apa yang dimaksud dengan kompetensi sosial?

C. TUJUAN
1. Memberikan informasi tentang definisi kompetensi dan standar kompetensi seorang guru. 2. Mengetahui pengertian pedagogik dan bagian-bagiannya 3. Mengetahui sikap profesional seorang guru. 4. Mengenal bagaimana sikap kompetensi sosial.

2

motivator dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengelola sendiri informasi.BAB II PEMBAHASAN A. Ace Suryadi (1999:298-304) mengemukakan bahwa untuk mencapai taraf kompetensi seorang guru memerlukan waktu lama dan biaya mahal. Kompetensi guru pada hakikatnya tidak bisa lepas dari konsep hakikat guru dan hakekat tugas guru(Spencer 1993:7). Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar seperti telah diuraikan. PENGERTIAN KOMPETENSI Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. B. kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang 3 . guru tidak hanya bertindak sebagai penyaji informasi tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator. dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. tetapi harus dicapai kelompok profesi bersangkutan. Kompetensi guru mencerminkan tugas dan kewajiban guru yang harus dilakukan sehubungan dengan arti jabatan guru yang menuntut suatu kompetensi tertentu sebagaimana telah disebutkan. misalnya pembinaan tenaga kependidikan yang sesuai. keterampilan. Awalnya tentu harus dibina melalui penguatan landasan profesi. Dengan demikian. pengembangan infrastruktur. pelatihan jabatan (in service training) yang memadai. efisiensi dalam sistem perencanaan. serta pembinaan administrasi dan pembinaan kepegawaian. Status kompetensi yang profesional tidak diberikan oleh siapapun. HAKIKAT KOMPETENSI GURU Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat.

keterampilan.sebenarnya. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. penting dalam hubungannya kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Diyakini Robotham (1996:27). and psychomotor behaviors”. which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive.(A. skills. namun kompetensi guru tidak berdiri sendiri. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif.Sealain itu. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Jadi kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan penetehuan. juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam rangka pembinaan dan pengembangan tenaga guru. dan lamanya mengajar.penguasaan. and abilities or capabilities that a person achieves. sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge. dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. Dalam hal ini. Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar.Piet Sahertian :4) 4 . tetapi dipengaruhi latar belakang pendidikan. baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. afektif. Dengan kata lain kompetensi adalah pemilikan. Kompetensi guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan disekolah. pengalaman mengajar.ketrampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang. McAhsan (1981:45).Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dari perbuatan secara profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Kepmendiknas No. kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. Kompetensi guru dapat dinilai penting sebagai alat seleksi dalam penerimaan calon guru. affective. 045/U/2002 menyebutkan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu.

Standar Kompetensi Guru berfungsi sebagai : 1) Tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Dengan demikian. 2) Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. kemandirian. D. Sedangkan 5 . dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesional. karena figur guru adalah faktor yang menentukan berhasis atau tidaknya sebuah pendidikan. Seorang guru yang mendidik banyak siswa dan siswi di sekolah harus memiliki Standar kompetensi yang layak dan sesuai. DIMENSI-DIMENSI KOMPETENSI GURU 1. TUJUAN STANDAR KOMPETENSI GURU Standar Kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. dan jenjang pendidikan. dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik yang dimaksud yakni kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. kualifikasi. keterampilan. peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru. mengimplementasikan pembelajaran. E. inovasi. PENGERTIAN STANDAR KOMPETENSI GURU Standar Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas.C. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran. menilai proses dan hasil pembelajaran.

guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Pemahaman terhadap peserta didik Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak. Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Selain itu. e. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis. guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran). b. sehingga dapat mengidentifikasi problemproblem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat. 6 . bahwasanya kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurangkurangnya meliputi: a. Pen gembangan kurikulum atau silabus Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah. d. Selain itu. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak.menurut PP tentang Guru. c. termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Perancangan pembelajaran Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan sumber daya yang ada. Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya.

Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan. melakukan pengukuran dengan benar. Pemanfaatan teknologi pembelajaran. g. 7 . Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Untuk dapat mengevaluasi. Dalam menyelenggarakan pembelajaran. guru menggunakan teknologi sebagai media. h. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak. metode dan pendekatan. Kesemua aspek kompetensi pedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatif solusi.Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif. aktif dan menyenangkan. dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat. f. Evaluasi hasil belajar Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. hasil belajar anak. Penelitian tindakan kelas. guru harus dapat merencanakan penilaian yang tepat. menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Pada prinsipnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. respon anak.

2. baik fisik maupun psikis. 3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma. tindakan. Kepribadian mencakup semua unsur. 3) pengetahuan tentang inti demokrasi. Sebagai seorang guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies). mengemukakan kompetensi pribadi meliputi : 1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. dan tingkah laku positif akan meningkatkan citra diri dan kepribadian seseorang. selama hal tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran. 8 . Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). 2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antar umat beragama. Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. 2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Sehingga dapat diketahui bahwa setiap tindakan dan tingkah laku seseorang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Setiap perkataan. aturan. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. 5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. di antaranya: 1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya. 4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan. Oleh karena itu. Kompetensi Pribadi Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal.

kurikulum. tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: 9 . 6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. Oleh sebab itu. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. dan patut diteladani oleh siswa. kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator 1) sikap. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. dan 2) keteladanan. yaitu pengetahuan tentang pemahaman tentang pembelajaran.2002). dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar (Kariman. 5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. 3. Pada umumnya disekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan.4) pengetahuan tentang estetika. Kompetensi profesional guru adalah merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan. 7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme yaitu. karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi (Muhibbin Syah : 230). guru yang profesional adlah guru yang kompeten (berkemampuan). Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting.Berdasarkan uraian di atas.

dan partisipasi dalam penilaian. Kompetensi Sosial Kemasyarakatan 10 . 4. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya. Berikut akan diuraikan tentang kompetensi profesional yang harus menjadi andalan guru dalam melaksanakan tugasnya. bimbingan dan penyuluhan dan. misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional. institusional. (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan. mencari sumber informasi. (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang. membuat keputusan tentang mendesai sekolah kolaborasi tentang pengembangan kurikulum. (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. peserta didik dilibatkan secara aktif dalam memecahkan masalah . (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. paham tentang teori-teori belajar. (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. data evaluasi . (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. Dalam suasana seperti itu.(1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan. misalnya administrasi sekolah. misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa. serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. dalam merencanakan pembelajaran baik individual maupun tim. kurikuler dan tujuan pembelajaran.

dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. 6) Standar sosial: guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. meliputi: 1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional. dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. karena guru adalah pemimpin pembelajaran. Selain standar profesi. 11 . artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya 4) Standar mental: guru harus memiliki mental yang sehat. guru perlu memiliki standar sebagai berikut: 1) Standar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan profesional. mencintai. Guru perlu memiliki standar profesi dengan menguasai materi serta strategi pembelajaran dan dapat mendorong siswanya untuk belajar bersungguh-sungguh. berbadan sehat. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya.Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial. 5) Standar moral: guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. 2) Standar fisik: guru harus sehat jasmani. 2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan. Keberhasilan pembelajaran kepada peserta didik sangat ditentukan oleh guru. 3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok. peserta didik dan lingkungannya. guru harus senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya. fasilitator. 3) Standar psikis: guru harus sehat rohani. mengabdi. Itulah sebabnya.

Learning to do (belajar. 3. 2. berbuat/melakukan). setelah kita memahami dan mengerti dengan benar apa yang kita pelajari lalu kita melakukannya. Learning to be (belajar menjadi seseorang). menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran. Pada butir ke 4 di atas. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). dan isyarat. Sejak Tuhan Allah menciptakan manusia. tampaklah bahwa kompetensi sosial mutlak dimiliki seorang guru. Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. saling menasehati dan saling mengasihi. Karena itu manusia harus hidup bersama. tentunya saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain. menguasai teori dan praktek pendidikan. orang tua/wali peserta didik. tenaga kependidikan. tulisan. Kita harus mengetahui diri kita sendiri. Memang guru harus memiliki pengetahuan yang luas. siapa kita sebenarnya? Untuk apa kita hidup? Dengan demikian kita akan bisa mengendalikan diri dan memiliki kepribadian untuk mau dibentuk lebih baik lagi dan maju dalam bidang pengetahuan. Ada empat pilar pendidikan yang akan membuat manusia semakin maju: 1. harus disadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi saling membutuhkan seorang dengan yang lainnya. Learning to know (belajar untuk mengetahui). orang tua/wali peserta didik. Learning to live together (belajar hidup bersama). bergaul secara efektif dengan peserta didik. 4. saling membantu. sesama pendidik. saling menguatkan. harus ada penolong.7) Standar spiritual: guru harus beriman kepada Allah yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. dan masyarakat sekitar (Standar Nasional Pendidikan. artinya belajar itu harus dapat memahami apa yang dipelajari bukan hanya dihafalkan tetapi harus ada pengertian yang dalam. serta menguasai 12 . sesama pendidik. Karena itu guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan. tenaga kependidikan.

ia harus menguasai psikologi sosial. setiap guru harus pandai bergaul dengan masyarakat. Sebaliknya apabila ada kebahagiaan menjadi/merupakan kebahagiaan seluruh masyarakat. Dari akal muncul kecerdasan intelektual dan kecerdasan bertindak yang memandu kecerdasan bicara dan kerja. maka hal ini akan diteladani oleh para murid. memberi manfaat kepada lingkungan. memiliki keterampilan membina kelompok. jujur dan bersih dalam berperilaku. memiliki pengetahuan tentang hubungan antar manusia. emosional dan sosial. Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Mereka santun dan peduli sesama. Untuk itu. untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal. dan menghasilkan karya untuk membangun orang lain. guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik.kurikulum dan metodologi pembelajaran. Sosial inteligensi membentuk manusia yang setia pada kebersamaan. peserta didik perlu diperkenalkan dengan kecerdasan sosial (social intelegence). empati dan simpati kepada sesama. dan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok. Apabila ada satu warganya yang menderita merupakan penderitaan bersama. Namun sebagai anggota masyarakat. Sebab selain kecerdasan intelektual. dan kepemudaan. sosial intelegensi membimbing para 13 . Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat. agar mereka memiliki hati nurani. Keluwesan bergaul harus dimiliki. guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat misalnya melalui kegiatan olahraga. Dalam tingkatan nasional. keagamaan. pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. Sedangkan dari hati muncul kecerdasan spiritual. emosional dan spiritual. sebab kalau tidak. keterampilan bekerjasama dalam kelompok. rasa perduli. Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan dan juga sebagai anggota masyarakat. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Guru harus bisa digugu dan ditiru. Pribadi yang memiliki kecerdasan sosial ditandai adanya hubungan yang kuat dengan Allah. Bila guru memiliki kompetensi sosial. Sumber kecerdasan adalah intelektual sebagai pengolah pengetahuan antara hati dan akal manusia.

1. 1. Kompetensi Pedagodik 1.3 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI. 1. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekoiah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI. hadap masalah. intelektual. Jika kegiatan dan metode pembelajaran tersebut dilakukan secara efektif maka akan dapat mengembangkan kecerdasan sosial bagi seluruh warga sekolah.4 Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI. sosial-emosional. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik.1 Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik. dan latar belakang sosial-budaya. sosial. strategi. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. emosional. moral. bermain peran.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI. NO. metode. 2. 2. F. spiritual. moral. kunjungan langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam. Cara mengembangkan kecerdasan sosial di lingkungan sekolah antara lain: diskusi. dan intelektual.pemimpin untuk selalu peka terhadap kesulitan rakyatnya dengan mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.2 Menerapkan berbagai pendekatan. 14 . 2. sehingga mereka menjadi warga yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat dan ikut memecahkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS I. kultural. 1.

4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. 3.5 Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan ka-rakteristik peserta didik dan lima mata pelajaran SD/ MI untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. baik untuk kegiatan di dalam kelas.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. 4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. di laboratorium. 4. laboratorium.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.2 Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI. 3. dan di lapangan.4 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. 15 . 4. 3. 4. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 4.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. 3.2.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. 5. khususnya di kelas-kelas awal SD/MI.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima mata pelajaran SD/MI.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. 3. 4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI sesuai dengan situasi yang berkembang. 3. maupun lapangan. 4. 6. Memanfaatkan teknologi in-formasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 3.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. 5.3 Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis.

8. Berkomunikasi secara efektif. dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.6 Menganalisis hasii penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan. (c) respons peserta didik. termasuk kreativitasnya. 16 . dan seterusnya. 8. (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik. empatik. 7.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.6. 8.. 9.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8. 7. dan santun.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar. 9.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI. empatik.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons. 8.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. 6. 8. dan santun dengan peserta didik. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran 9. baik secara lisan maupun tulisan. empatik. 7. 8.2 Berkomunikasi secara efektif.

sosial. berakhlak mulia.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. hukum. Kompetensi Kepribadian 1. Bertindak sesuai dengan norma agama. 10. suku. 10.1 Berperilaku jujur. II. hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. dan teladan bagi pe-serta didik dan masyarakat. stabil.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. dan berwibawa. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa. arif. adat-istiadat. dan gender. 10. 11. 17 . dan manusiawi.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 10.9. dan kebudayaan nasional Indonesia. 12. 11.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI. serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam. 9. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. daerah asal. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. tegas.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut.3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil. 12. arif. 2.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. dewasa. dan berwibawa 13. 12. 13.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.

3. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.1 Memahami kode etik profesi guru 15. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 18. termasuk memahami bahasa daerah setempat. ras. dan status sosial-ekonomi. empatik. 16. tanggung jawab yang tinggi. III. tenaga kependidikan. Bersikap inklusif.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun. rasa bangga menjadi guru. 16. 15.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Menunjukkan etos kerja. agama. kondisi fisik.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendi-dik.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik.3 Bekerja mandiri secara profesional.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri. 17. dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik. 5. Berkomunikasi secara efektif. latar belakang keluarga. latar belakang keluarga. suku. jenis kelamin. 14. empatik dan efektif. 17.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru. teman sejawat. orang tua.4. dan masyarakat. 17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komuni-tas ilmiah lainnya secara santun. 18 . 15. dan status sosial ekonomi. empatik. Kompetensi Sosial 1. 2. serta tidak diskri-minatif karena pertimbangan jenis kelamin. dan rasa percaya diri.2 Menerapkan kode etik profesi guru. dan santun dengan sesama pendidik. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. 14. 14.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. bertindak objektif. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama.

4 Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak. Matematika 20.1 Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa.18.8 Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata. berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang 4. aljabar. membaca. Menguasai materi. 20. trigonometri. statistika. dan menulis) 20.5 Memahami teori dan genre sastra Indonesia. dan logika matematika. Kompetensi Profesional 1. berbicara.7 Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika. pro-sedural.9 Mampu menggunakan pengetahuan konseptual.3 Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 20.2 Memahami kedudukan.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara Iisan dan tulisan atau bentuk lain. serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.2 Melaksanakan bersangkutan. struktur. 20. dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. pengukuran. 19 . dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika. 20. IV. konsep. 20. Bahasa Indonesia 20. fungsi. dan ragam bahasa Indonesia. geometri. secara reseptif dan produktif. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. profesi ilmiah.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat.6 Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia. 20. 19. 19.

teknologi.20. dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn. alat hitung. 20.20 Menguasai konsep dan prinsip perlindungan. 20.13 Memahami struktur ilmu pengetahuan alam. seni. 20.14 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan. semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara. termasuk hubungan fungsional antarkonsep.15 Mengembangkan materi. moral. dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia. 20. kehidupan agama. nilai.10 Mampu menggunakan alat peraga. 20.11 Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung. serta penegakan hukum secara adil dan benar.21 Menguasai konsep. pemajuan HAM. PKn 20. dan prinsip-prinsip pokok ilrnu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global. sikap. struktur. IPS 20. 20. dan konsep keilmuan IPS.17 Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan.12 Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. 20.18 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan. yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA. dan piranti lunak komputer. prinsip. nilai. 20 . alat ukur.16 Memahami cita-cita. 20. nilai. IPA 20. konsep.19 Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia. nilai. dan keterampilan IPS. dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global.

22. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. 3. 23.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.2 Mengolah materi lima mata pelajaran SD/MI secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 21 . 21. 24. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 5.1 Memahami standar kompetensi lima mata pelajaran SD/MI.1 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 21.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri. 24.2. 23.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan. 21.3 Memahami tujuan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI. Mengembangkan keprofesi-onalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 4.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus. 23. 23.2 Memahami kompetensi dasar lima mata pelajaran SD/MI. 22.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai sebagai seorang pengajar sangat tegantung pada diri pribadi masing-masing guru dalam lingkungan tempat ia bertugas. kompetensi yang berhubungan dengan keadaan pribdinya (personal). Sedangkan kompetensi guru adalah kemampuan yang dimiliki guru yang diindikasikan dalam empat kompetensi. menjadi guru yang kreatif dan dinamis berdasarkan 22 . yaitu kompetensi yang berhubungan dengan tugas profesionalnya sebagai guru (profesional). SARAN Apabila syarat-syarat profesionalisme guru telah terpenuhi diharapkan dapat mengubah peran guru yang tadinya pasif empat kompetensi dasar guru. dan kompetensi yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungannya (sosial). kompetensi pedagogik.

Jakarta: Gaung Persada. Mulyasa. 2006. Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia. Martinis. E. Bandung: Remaja Rosdakarya Yamin.Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia. Jakarta: Gaung Persada 23 .2008. 2006. Standaar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.DAFTAR PUSTAKA Mulmung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful