RHEUMATOID ARTHRITIS 1. Pengertian  Reumatoid Arthritis adalah gangguan kronik yang menyerang berbagai system organ.

Penyakit ini adalah salah satu dari sekelompok penyakit jaringan ikat difus yang diperantarai oleh imunitas dan tidak diketahui penyebabnya. ( Price, S.A. 2005)  Reumatoid arthritis adalah suatu bentuk sinovitis kronik yang parah yang dapat

mengakibatkan destruksi dan ankilosis sendi-sendi yang terkena. (Robbins, 1999)  Reumatoid arthritis adalah suatu penyakit inflamasi kronis yang menyebabkan degenerasi jaringan penyambung. Jaringan penyambung yang biasanya mengalami kerusakan pertama kali adalah membrane synovial yang melapisi sendi. (Corwin, 2009)  Reumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai oleh inflamasi sistemik kronik dan progresif, dimana sendi merupakan target utama. (Suarjana, 2009)  Rematoid Artritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang manifestasi utamanya adalah poliartritis yang progresif, akan tetapi penyakit ini juga melibatkan seluruh organ tubuh.(Hidayat, 2006)  Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan. ( Diane C. Baughman. 2000 )

Gambar sendi lutut normal dan rheumatoid arhtritis

yaitu merokok. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur (Felson dalam Budi Darmojo.  Jenis Kelamin. . dan modulasi (sedikit) dari risiko penyakit oleh obat hormonal. Faktor resiko/penyebab Faktor risiko yang akan meningkatkan risiko terkenanya reumatoid artritis adalah. khusunya kopi decaffeinated meningkatkan resiko terkena rematoid atritis. Merokok merupakan faktor lingkungan lain yang juga muncul untuk memodulasi risiko terjadinya. Mengkonsumsi rokok dan mengandung salisilat.  Gaya hidup Merokok dapat meningkatkan risiko terkena artritis reumatoid. serta asosiasi yang baru ditemukan dengan PTPN22 gen dan dengan dua gen tambahan. Faktor hormonal dalam individu dapat menjelaskan beberapa fitur dari penyakit. semua melibatkan ambang diubah dalam regulasi dari respon imun adaptif. Persis bagaimana peraturan ambang diubah memungkinkan memicu respon autoimun tertentu masih belum jelas. Hal ini juga menjadi jelas dari penelitian terbaru bahwa faktor-faktor genetik dapat berinteraksi dengan faktor risiko yang paling jelas didefinisikan lingkungan untuk rheumatoid arthritis. seperti terjadinya lebih tinggi pada wanita. Apabila anggota keluarga anda ada yang menderita penyakit artritis rematoid maka anda kemungkinan besar akan terkena juga. Artritis reumatoid biasanya timbul antara umur 40 sampai 60 tahun. Namun. Hubungan genetik dengan HLA-DR4. satu kemungkinan adalah bahwa mekanisme umpan balik negatif yang biasanya menjaga toleransi diri yang dikalahkan oleh menyimpang mekanisme umpan balik positif untuk antigen tertentu seperti IgG Fc (terikat oleh RF) dan fibrinogen citrullinated (terikat oleh ACPA)  Umur. Perempuan lebih mudah terkena RA daripada laki-laki. Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. 75% penderitanya adalah wanita. 1999).  Riwayat Keluarga.2. konsumsi kopi lebih dari 3 kali/ hari. onset tidak jarang setelah melahirkan. Namun penyakit ini juga dapat terjadi pada dewasa tua dan anak-anak (artritis reumatoid juvenil). Perbandingannya adalah 2-3:1.

c. 3. Imunologi Semua elemen imunologi utama memainkan peran penting dalam propogasi. Pada kaki terdapat protrusi (tonjolan) kaput metatarsal yang . Artritis erosif merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik. dan pemeliharaan dari proses autoimun AR. lemah dan nyeri musculoskeletal. Tanda dan Gejala Menurut Robbins dalam buku saku dasar patologi penyakit menyebutkan bahwa. gejala klinis AR bervariasi. subluksasi sendi metakarpofalangeal. termasuk sendi-sendi di tangan. Deformitas: kerusakan dari struktur-struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit. Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam: dapat bersifat generalisata tatapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada osteoartritis. sebagian besar pasien mengalami gejala prodormal seperti malaise. Pergeseran ulnar atau deviasi jari. a. seperti poliferasi sinova dan kerusakan sendi berikutnya. yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan selalu kurang dari 1 jam. inisiasi. misalnya lelah. Gambaran klinis ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinis yang sangat bervariasi. Ada beberapa gambaran klinis yang lazim ditemukan pada penderita artritis reumatoid. berat badan menurun dan demam. Hampir semua sendi diartrodial dapat terserang. anoreksia. b. Gejala-gejala konstitusional. d. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya. deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. Deformitas sendi juga merupakan gejala yang khas serta terdapat manifestasi ekstra artikuler. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang dan ini dapat dilihat pada radiogram. Poliartritis simetris terutama pada sendi perifer. e. demam. Pasien dengan penyakit ringan tanpa disertai sekuele. Peristiwa seluler dan sitokin yang mengakibatkan konsekuensi patologis kompleks. namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalangs distal.

Sinovitis merupakan kelainan yang umumnya bersifat reversibel dan dapat diatasi dengan pengobatan medikamentosa atau pengobatan non-surgikal lainnya.timbul sekunder dari subluksasi metatarsal.  Manifestasi Artikular Manifestasi artikular ini dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu gejala inflamasi akibat aktivitas sinovitis yang bersifat reversible dan gejala akibat kerusakan struktur persendian yang bersifat ireversibel. Manifestasi ekstra-artikular: artritis reumatoid juga dapat menyerang organ-organ lain di luar sendi. Gejala akibat gangguan sirkulasi posterior berupa vertigo dan kelemahan akibat kompresi atau trombosis arteria vertebralis. paru-paru (pleuritis).  Manifestasi neurologis Manifestasi neurologis sering terjadi pada penderita artritis reumatoid kronis dengan faktor reumatoid positif. Sangat penting untuk membedakan kedua hal ini karena penatalaksanaan kedua kelainan tersebut sangat berbeda. Paling sering terjadi kompresi saraf medianus pada pergelangan tangan yang dikenal sebagai sindroma terowongan karpal (carpal tunnel syndrome). Jantung (perikarditis). Neuropati kompresi atau jepitan terjadi akibat pembengkakan jaringan ikat yang menekan saraf tepi. g. Pada fihak lain kerusakan struktur persendian akibat kerusakan rawan sendi atau erosi tulang periartikular merupakan proses yang tidak dapat diperbaiki lagi dan memerlukan modifikasi mekanik atau pembedahan rekonstruktif. Sering terjadi neuropati. mata. . dan pembuluh darah dapat rusak. f. Mielopati dapat terjadi pada penderita AR karena sering terlibatnya vertebra servikalis dan menimbulkan penyempitan kanalis spinalis pada fleksi leher setelah terjadi subluksasi atlantoaksial. Sendi-sendi besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerak ekstensi. Neuropati sensoris bagian distal dengan disestesia atau rasa terbakar pada tangan atau kaki yang terjadi kadang sukar dibedakan dengan gejala artritisnya. Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan suatu petunjuk suatu penyakit yang aktif dan lebih berat. walaupun demikian nodula-nodula ini dapat juga timbul pada tempat-tempat lainnya. Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa penderita arthritis rheumatoid. Lokasi yang paling sering dari deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku ) atau di sepanjang permukaan ekstensor dari lengan.

Fenomen ini terutama jelas terlihat pada otot intrinsik tangan yang berjalan sepanjang persendian metacarpophalangeal. Jika kerusakan rawan sendi terjadi pada daerah yang luas dan imobilisasi berlangsung lama. Walaupun peran sinovitis dalam menyebabkan deformitas persendian berlaku bagi semua persendian. Gangguan stabilitas dapat jelas terlihat pada subluksasio persendian MCP akibat terjadinya perubahan arah gaya tarik tendon sepanjang aksis rotasi sehingga menyebabkan terbentuknya deviasi ulnar yang khas dan AR. Sinovitis akan menyebabkan kerusakan rawan sendi dan erosi tulang periartikular sehingga menyebabkan terbentuknya permukaan sendi yang tidak rata. Lamanya kaku pagi hari pada AR agaknya berhubungan dengan lamanya imobilisasi pada saat pasien sedang tidur serta beratnya inflamasi. Otot dan tendon yang berdekatan dengan persendian yang mengalami peradangan cenderung untuk mengalami spasme dan pemendekan. Inflamasi akan menyebabkan terjadinya imobilisasi persendian yang jika berlangsung lama akan mengurang pergerakan sendi baik secara aktif maupun secara pasif. yang pada umumnya lebih dari 1 jam. Deformitas persendian pada AR dapat terjadi akibat beberapa mekanisme yang berhubungan dengan terjadinya sinovitis dan pembentukan pannus.Gejala klinis yang berhubungan dengan aktivitas sinovitis adalah kaku pagi hari. kaku pagi hari pada AR berlangsung lebih lama. Ligamen yang dalam keadaan normal berfungsi untuk mempertahankan kedudukan persendian yang stabil dapat pula menjadi lemah akibat sinovitis yang menetap atau pembentukan pannus yang memiliki kemampuan melarutkan kolagen tendon. Berbeda dengan rasa kaku yang dapat dialami oleh pasien osteoartritis atau kadangkadang oleh orang normal. (MCP) dan otot peroneus anterior yang berjalan sepanjang persendian talonavikularis pada arkus pedis. ligamen atau rawan sendi. Gejala kaku pagi hari akan menghilang jika remisi dapat tercapai. Kekakuan pada pagi hari merupakan gejala yang selalu dijumpai pada AR aktif. akan terjadi fusi tulang-tulang yang membentuk persendian. terdapat beberapa aspek khusus yang berhubungan dengan sendi terten . Faktor lain penyebab kaku pagi hari adalah inflamasi akibat sinovitis. Lebih jauh pannus yang menginvasi jaringan kolagen serta proteoglikan rawan sendi dan tulang dapat menghancurkan struktur persendian sehingga terjadi ankilosis.

Walaupun demikian.  Gelang Bahu Peradangan pada gelang bahu akan mengurangi lingkup gerak sendi gelang bahu. Mielopati dapat timbul akibat terjadinya erosi prosesus odontoin yang menyebabkan pengenduran dan ruptura ligamen sehingga menimbulkan penekanan pada medulla spinalis. Proses inflamasi ini melibatkan persendian diartrodial yang tidak tampak atau teraba oleh pemeriksaan. Vertebra Servikalis Walaupun AR jarang melibatkan segmen vertebralis lainnya. pada AR juga dapat dijumpai nyeri atau disfungsi persendian akibat penekana nervus medianus yang terperangkap . MCP dan PIP hampir selalu dijumpai pada AR. Gejala dini AR pada Vertebra servikalis umumnya bermanifestasi sebagai kekakuan pada seluruh segmen leher disertai dengan berkurangnya lingkup gerak sendi secara menyeluruh. Gangguan stabilitas sendi akibat peradangan dan kerusakan pada permukaan sendi apofiseal dan pengenduran ligamen juga dapat menyebabkan terjadinya subluksasio yang sering dijumpai pada C4-C5 atau C5 -C6. Karena dalam aktivitas sehari-hari gerakan bahu tidak memerlukan lingkup gerak yang luas. Gejala ini bermanifestasi sebagai parestesia jari 4 dan 5 akan kelemahan otot fleksor jari 5  Tangan Berlainan dengan persendian distal interphalangeal (DIP) yang relatif jarang dijumpai.  Siku Karena terletak superfisial. umumnya pada keadaan dini pasien tidak merasa terganggu dengan keterbatasan tersebu. tanpa latihan pencegahan akan mudah terjadi kekakuan gelang bahu yang berat yang disebut sebagai frozen shoulder syndrome.C2. heperekstensi PIP dan fleksi DIP serta boutonniere akibat fleksi PIP dan hiperekstensi DIP dapat terjadi akibat kontraktur otot serta tendon fleksor dan interoseus merupakan deformitas patognomonik yang banyak dijumpai pada AR Selain gejala yang berhubungan dengan sinovitis. keterlibatan persendian pergelangan tangan. Sinovitis dapat menimbulkan penekanan pada nervus ulnaris sehingga menimbulkan gejala neuropati tekanan. vertebra servikalis merupakan segmen yang sering terlibat pada AR. sinovitis artikulasio kubiti dapat dengan mudah teraba oleh pemeriksa.1 Tenosinovitis ligamen transversum C1 yang mempertahankan kedudukan prosesus odontoid C2 dapat menyebabkan timbulnya gangguan stabilitas C1. Gambaran swan neck deformities akibat fleksi kontraktur MCP.

Walaupun jarang. Walaupun jarang. 4. Pada keadaan dini keterlibatan sendi panggul mungkin hanya dapat terlihat sebagai keterbatasan gerak yang tidak jelas atau gangguan ringan pada kegiatan tertentu seperti saat mengenakan sepatu. Walaupun demikian. keterlibatan ini akan menimbulkan disfungsi dan rasa nyeri yang lebih berat dibandingkan dengan keterlibatan ekstremitas atas. Program edukasi kepada pasien dan keluarga Gambar edukasi kepada klien . Masalah Keperawatan yang muncul dan rencana tindakan (terlampir) 5. Karena persendian kaki dan pergelangan kaki merupakan struktur yang menyangga berat badan.dalam rongga karpalis yang mengalami sinovitis sehingga menyebabkan gejala carpal tunnel syndrome. AR dapat pula menyebabkan terjadinya tenosinovitis akibat pembentukan nodul reumatoid sepanjang sarung tendon yang dapat menghambat gerakan tendon dalam sarungnya. jika destruksi rawan sendi telah terjadi.  Kaki dan Pergelangan Kaki Keterlibatan persendian MTP. Peradangan pada sendi talonavikularis akan menyebabkan spasme otot yang berdekatan sehingga menimbulkan deformitas berupa pronasio dan eversio kaki yang khas pada AR. talonavikularis dan pergelangan kaki merupakan gambaran yang khas AR.  Lutut Penebalan sinovial dan efusi lutut umumnya mudah dideteksi pada pemeriksaan.  Panggul Karena sendi panggul terletak jauh di dalam pelvis. nervus ulnaris yang berjalan dalam kanal Guyon dapat pula mengalami penekanan dengan mekanisme yang sama. gejala gangguan sendi panggul akan berkembang lebih cepat dibandingkan gangguan pada persendian lainnya. Herniasi kapsul sendi kearah posterior dapat menyebabkan terbentuknya kista Baker. Tenosinovitis pada AR dapat menyebabkan terjadinya erosi tendon dan mengakibatkan terjadinya ruptur tendon yang terlibat. nervue tibialis posterior dapat pula mengalami penekanan akibat sinovitis pada rongga tarsalis (tarsal tunnel) yang dapat menimbulkan gejala parestesia pada telapak kaki. kelainan sendi panggul akibat AR umumnya sulit dideteksi dalam keadaan dini.

Latihan-latihan spesifik dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi sendi. yang terpenting prisip umumnya adalah pentingnya diet seimbang. Kekakuan dan rasa tidak nyaman dapat meningkat apabila beristirahat. Pentingnya penatalaksanaan mengenai perencanaan aktivitas. dan metode-metode efektif tentang penatalaksanaan yang diberikan oleh tim kesehatan. Perawat memberikan penjelasan mengenai mengurangi ketergantungan terhadap obat analgetik seminimal mungkin. Pendidikan kesehatan yang diberikan meliputi pengertian penyakit. Menginformasikan mengenai kompres panas pada sendi-sendi yang sakit dan bengkak mungkin dapat mengurangi nyeri. sehingga membuat gerakan mengunyah menjadi sulit. prognosis penyakit ini. Mempertahankan berat badan pada batas-batas yang sewajarnya adalah penting. Pendidikan kesehatan mengenai nutrisi sebenarnya tidak ada yang spesifik dan khusus. pengertian tentang patofisologinya. Biasanya pasien akan menjadi mudah gemuk. Sejumlah obat yang dipakai untuk mengobati penyakit ini dapat menyebabkan rasa tidak enak pada lambung dan mengurangi nutrisi yang diperlukan. penyebab. dan siapa saja yang berhubungan dengan pasien. Penyakit ini dapat juga menyerang sendi temporo mandibular. .Pendidika kesehatan yang diperlukan untuk pasien dan keluarga adalah: Perawat memberikan pendidikan kesehatan yang cukup kepada pasien. Karena itu perawat berperan dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan obat anti radang kerja lama dan analgetik. keluarganya. sumber-sumber bantuan untuk mengatasi penyakit ini. Pasien harus membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali beraktivitas yang diikuti oleh masa istirahat. Ajarkan cara pengobatan seperti kompres panas atau latihan fisik yang dapat dipakai untuk menghilangkan nyeri. Pendidikan kesehatan mengenai pentingnya istirahat karena artritis reumatoid biasanya disertai rasa lelah yang hebat. Karena penyakit ini rentan sekali pada penderitanya untuk mengalami penurunan ataupun peningkatan berat badan. hal ini berartibahwa pasien dapat mudah terbangun dari tidurnya pada malam menjelang subuh karena nyeri. Obat-obatan untuk menghilangkan nyeri mungkin perlu diberikan sebelum memulai latihan.semua komponen program penatalaksanaan termasuk regimen obat yang kompleks. Latihan ini mencangkup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang sakit. sebab aktivitas penderita artritis reumatoid biasanya rendah. sedikitnya dua kali sehari.

Ulangi 3-6 kali. Pegang ujung ban pada setiap tangan dengan lengan lurus ke depan.  Chest press with resistance band Lilitkan ban elastic pada benda yang keras di depan. Rehabilitasi dilaksanakan dengan berbagai cara antara lain dengan mengistirahatkan sendi yang terlibat. Posisikan lengan dengan sudut 90o dan perlahan condong ke depan dengan bagian bahu dan dada. pendinginan. Ulangi 3-6x. peningkatan ambang rasa nyeri dengan arus listrik. Pengang ujungnya pada masing-masing tangan dengan telapak tangan menghadap ke bawah.  Row with resistance band Lilitkan ban elastic pada benda yang keras di depan.  Chest Stretch Posisikan lengan bawah berlawanan dengan tembok. dan perlahan pindahkan lutut ke arah dada. Kontraksikan otot belakang punggung dan tarik ban tersebut. latihan serta dengan menggunakan modalitas terapi fisis seperti pemanasan. Kontraksikan lengan dan dada. Tahan selama 8-10 detik. Adapun latihan yang dapat dilakukan adalah:  Hamstring Stretch Berbaring lurus. Tahan selama 8-10 detik lalu kembali ke posisi semula.6. Ulangi 10-15 kali . Program Aktifitas/ Rehabilitasi dan Nutrisi Rehabilitasi merupakan tindakan untuk mengembalikan tingkat kemampuan pasien AR dengan cara:      Mengurangi rasa nyeri Mencegah terjadinya kekakuan dan keterbatasan gerak sendi Mencegah terjadinya atrofi dan kelemahan otot Mencegah terjadinya deformitas Meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri  Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung kepada orang lain. ulangi 10-15 kali. lalu kembali ke posisi semula. dengan telapak tangan menghadap satu dan lainnya.

Berdiri 12-14 inchi dari papan. dan gandum. umur. 7. Aerobik . Dengan melakukan aktifitas secara rutin. Kira-kira 2/3 dari diet yang dilakuakan sebaiknya berasal dari buah-buahan. diharapkan sendi bergerak sesuai dengan kemampuan secara terus-menerus yang akan menyebabkan resiko mengalami RA akan semakin berkurang. natrium. Ulangi 10-15 kali. Pencegahan dan modifikasi lingkungan yang perlu dilakukan Penyebab dari RA seperti jenis kelamin. 1/3 lainnya harus menggunakan produk rendah lemak. Diet yang baik bagi penderita RA adalah diet seimbang yang sebaiknya menggunakan makanan yang berasal dari tumbuhan. Namun ada beberapa faktor yang dapat mencegah RA dengan cara memodifikasi gaya hidup seperti:  Melakukan aktivitas fisik. 2-3 kali seminggu. Diet yang penting bagi penderita rheumatoid adalah dengan mengurangi asupan gula. imunologis dan riwayat keluarga merupakan faktor yang tidak bisa dirubah untuk mencegah terjadinya RA.  Berjalan Berjalan merupakan suatu contoh olahraga sederhana yang dapat membantu dalam RA  Recumbent bike or elliptical Dilakukan di gym dengan menggunakan alat tersebut. Slow step-up Letakkan papan di depan tubuh. Pasien dengan RA juga diharapkan untuk tidak mengonsumsi alcohol ataupun merokok yang dapat mengganggu kesehatannya lebih jauh lagi. lemak. sayuran. lalu injak dengan kaki kanan dan angkat lutut perlahan. akan dapat meningkatkan kerja dari persendian sehinggan tidak terjadi kekakuan pada sendi.  Yoga Yoga baik untuk relaksasi dan dapat meningkatkan fleksibilitas sendi. Dengan melakukan latihan aktif maupun pasif. Kembali ke posisi semula. Tiga jenis latihan yang baik untuk rematik adalah latihan gerak. dapat menghasilkan latihan ringan namun memberikan dampak yang baik. Dilakuka 10-15 menit. dan kolesterol. latihan penguatan dan latihan daya tahan (kardio atau aerobik).

protein tanpa lemak. Adapun modifikasi lingkungan yang perlu dilakukan adalah memodifikasi rumah tempat tinggal keluarga. dimana mengistirahatkan tubuh dan sendi-sendi itu penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Bangun dan bergeraklah agar sendi tidak kaku. juga susu tanpa lemak. Diet yang baik bagi penderita RA adalah makan makanan yang bervariasi dengan perbanyak buah-buahan dan sayuran. Hindari pula meletakkan sendi pada posisi yang sama dalam jangka waktu lama. status rumah yang dihuni keluarga mempengaruhi keinginan dari keluarga untuk beristirahat. Hindari gerakan-gerakan yang kiranya dapat membahayakan sendi.  Mengatur pola makan. vitamin D dan kalsium. karena sendi akan lebih rentan terhadap kerusakan ketika bengkak dan sakit. dengan menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih dan rapi. 8. Rumah yang kurang nyaman. akan mengurangi beban dari persendian ketika melakukan aktifitas sehingga kerja sendi tidak terlalu berat. Dengan berat badan yang ideal. bersepeda dan berkebun juga merupakan aktivitas yang menyenangkan dan dapat membantu meringankan nyeri di sendi. Kandungan yang terdapat pada rokok. Berjalan kaki. .air adalah pilihan yang sangat baik karena dapat meningkatkan jangkauan gerak dan daya tahan sambil menjaga berat badan dari sendi tubuh bagian bawah. Pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin C. Istirahatlah sebelum Anda merasa lelah atau sakit. selain dapat meningkatkan resiko rematik. Jika dirawat di rumah (homecare) apa fokus edukasi dan tindakan yang perlu dilakukan Fokus edukasi dan tindakan yang perlu dilakukan di rumah adalah:  Memberikan edukasi mengenai pentingnya istirahat karena artritis reumatoid biasanya disertai rasa lelah yang hebat. akan meningkatkan kenyamanan dalam beristirahat. Dengan pengurangan beban pada sendi. Jadi mengurangi tangga juga merupakan alternatif untuk mencegah rheumatoid arhtritis. merokok juga dapat merusak paru-paru dan organ lainnya. mempengaruhi kadar cairan sinovial pada persendian.  Lindungi sendi. Lemak ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3 juga dapat mengurangi peradangan di sendi  Berhenti Merokok.  Menjaga berat badan. berenang. Oleh karena itu. Merokok memiliki dampak yang sangat buruk bagi tubuh. Kondisi rumah yang banyak tangga juga akan mempengaruhi kondisi persendian sehingga kerja sendi dalam menopang berat tubuh saat naik turun tangga akan meningkat.

 Pendidikan kesehatan mengenai nutrisi sebenarnya tidak ada yang spesifik dan khusus.  Menginformasikan mengenai Kompres panas pada sendi-sendi yang sakit dan bengkak mungkin dapat mengurangi nyeri dan mengurangi ketergantungan terhadap obat analgesik untuk mencegah ketergantungan. Obat-obatan untuk menghilangkan nyeri mungkin perlu diberikan sebelum memulai latihan. Biasanya pasien akan menjadi mudah gemuk. sebab aktivitas penderita artritis reumatoid biasanya rendah. Mempertahankan berat badan pada batas-batas yang sewajarnya adalah penting. Pasien harus membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali beraktivitas yang diikuti oleh masa istirahat.  Melakukan beberapa latihan-latihan spesifik yang dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi sendi. Pentingnya penatalaksanaan mengenai perencanaan aktivitas. yang terpenting prisip umumnya adalah pentingnya diet seimbang. sedikitnya dua kali sehari. Latihan ini mencangkup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang sakit. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful