Laporan Akhir PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LAUT Asistensi dan Pengenalan Alat Praktikum

Disusun Oleh: Nama NPM Shift : Muhammad Soffa Firdaus : 230210120056 :1

Kelompok : 4

Universitas Padjadjaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Ilmu Kelautan Jatinangor 2013

Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang Mikrobiologi merupakan suatu ilmu mengenai mikroorganisme.

Mikroorganisme merupakan organisme hidup yang berukuran kecil yang hanya dapat dilihat secara mikroskopis. Mikroorganisme yang ada di alam terdiri dari berbagai macam jenis dan jumlahnya tidak terbatas. Mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang biak dimana saja dengan syarat cukup nutrien dan berkembang pada médium yang tepat. Dalam praktikum pertama ini, kita dapat mengetahui teori dasar dan alat – alat yang biasa dipakai dalam praktikum mikrobiologi. Mulai dari teknik – teknik yang nanti akan dilakukan dalam praktikum sampai cara – cara menggunakan alat dan bahan yang benar. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda 1.2 Tujuan 1. Untuk mengetahui macam – macam teknik yang dilakukan dalam praktikum mikrobiologi dasar seperti sterilisasi, teknik aseptis, teknk sampling, dan lain – lain. 2. Untuk mengetahui cara – cara menggunakan alat praktikum beserta fungsi dan alat kerjanya.

Bab 2 Tinjauan Pustaka
2.1 Macam-macam Alat Sterilisasi 2.1.1 Sterilisasi Media Proses sterilisasi adalah salah satu proses yang penting di laboratorium mikrobiologi. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Ada berbagai macam cara sterilisasi yang dapat dilakukan, salah satu contohnya adalah sterilisasi media. Sterilisasi media adalah sterilisasi yang dilakukan pada media, contohnya adalah memakai autoklaf, filtrasi , dan tyndallisasi. Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh mikroorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Walaupun pemanasan adalah metode yang sangat berguna mengatur pertumbuhan mikroorganisme, tetapi terkadang pada beberapa kondisi tidak dapat digunakan. Filter dikenal pada dunia mikrobiologi sejak tahun 1890an. Filter adalah media untuk memisahkan mikroorganisme dari larutan. Sterilisasi dengan filtrasi dilakukan dengan bantuan pompa vakum. Cairan akan lolos melewati filter, sementara microorganisme akan terperangkap di pori-pori filter. Sedangkan Tyndallisasi adalah mendidihkan medium dengan uap selama beberapa menit,kemudian didiamkan selama 1 hari, kemudian didihkan lagi hingga 3 kali ulangan.

2.1.2 Sterilisasi Alat Pada laboratorium mikrobiologi, proses sterilisasi alat ini dilakukan di dua tahap, yaitu sebelum analisa dan sesudah analisa. Sebelum analisa, proses sterilisasi dilakukan untuk menjamin bahwa alat alat laboratorium yang akan digunakan sudah steril dan tidak mengandung mikroorganisme lagi. Sedangkan setelah analisa, proses sterilisasi digunakan untuk menjamin bahwa mikroorganisme yang tumbuh sudah mati dan memastikan mereka tidak menjadi sumber kontaminasi bagi analis dan lingkungannya. Biasanya memakai metode Sterilisasi Kering menggunakan oven pada temperatur 160-170 0C selama 2 - 3 jam. 2.1.3 Aseptisasi Alat dan Area Kerja Dalam aseptisasi alat dan area kerja biasanya menggunakan laminar cabinet, bunsen dan cairan alkohol. Laminar cabinet adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Selain laminar cabinet, alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol. Sedangkan cairan alkohol berguna untuk mencegah kotaminasi dari bahan – bahan dari lingkungan luar. 2.2 Teknik Sampling Mikrobiologi 2.2.1 Sampling Air Sampling air adalah proses pengumpulan contoh air untuk ditentukan karakteristiknya. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada sampling air adalah tujuan mengambil sampel, peta lokasi, biaya dan waktu, alat tulis,

kemungkinan adanya polusi pada lokasi sampling, dan kondisi air. Umumnya, prosedur sampling (khususnya sampel air) haruslah memastikan:
• • •

Sampel yang diambil dapat mewakili sumber daya air yang bersangkutan. Terhindar dari kontaminasi sekunder. Sifat kimia dan fisik sampel air dipertahankan sampai pada proses analisa.

2.2.2 Sampling Biota Sampling biota pada perairan dilakukan salah satu contohnya adalah dengan bantuan alat seperti plankton net. Plankton net merupakan jaring dengan mesh size yang disesuaikan dengan plakton. Penggunaan jaring plakton selain praktis juga sampel yang diperoleh cukup banyak. 2.2.3 Sampling Sedimen Disebut juga dengan Grab Sampling. Grab sampling adalah proses yang simpel dalam mengangkat sedimen permukaan dari dasar laut. Dalam Grab Sampling alat-alat yang digunakan adalah grab sampler dan core sampler. Sampel sedimen yang diperoleh dibedakan jenisnya, kemudian diberlakukan sesuai hasil yang ingin dicapai. Misalnya, untuk mengetahui besar butir sedimen. 2.3 Macam-macam Alat Kultivasi Ada berbagai macam alat kultivasi, seperti : 1. Cawan Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yg digunakan utk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yg ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Alat ini berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. 2. Tabung Biakan, digunakan untuk uji –uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba dan diisi media padat maupun cair.

3. Kawat Ose. Alat untuk memindahkan biakan mikroorganisme dalam proses kultivasi, tersusun dari gagang porselain/ kaca dan jarum kawat 4. Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. 5. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media,menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll. 6. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu cairan. 7. Timbangan Analitik sebagai tempat utnuk menimbang bahan pembuatan media kultivasi. 8. PH meter adalah alat untuk untuk mengatur dan mengontrol pH medium 9. Orbital Shaker, untuk membiakkan mikroorganisme dalam optimasi kultur 10. Vortex, untuk menghomogenkan suspensi pada awal kultivasi. 2.4 Macam-macam Alat Kuantifikasi 1. Spektrofotometer adalah alat untuk menghitung kepadatan mikroorganisme berdasarkan karakteristik nilai absorbansi 2. Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 μl. dalam penggunaannya. 3. Colony Counter. Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar.

Bab 3 Metodologi Praktikum
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Waktu : Selasa, 16 April 2013 pukul 08.00 – 10.00 Tempat: Laboratorium bioteknologi kelautan FPIK gedung 4 lantai 3

3.2 Alat dan Bahan 1. Autoklaf 2. Oven 3. Laminar cabinet 4. Bunsen 5. Kawat ose 6. Gelas ukur 7. Erlenmeyer 8. Spektrofotometer 9. Cawan petri 10. Biakan 11. Tabung biakan 3.3 Prosedur Praktikum 3.3.1 Penggunaan Alat Kultivasi Setelah semua bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses kultivasi disterilkan, maka dimulailah proses isolasi untuk mendapatkan biakan murni.Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum. Di bawah ini akan dijelaskan teknik inokulasi yang umum dilakukan di laboratorium mikrobiologi yaitu teknik goresan. Teknik Goresan (The Streak-Plate Technique) Teknik Penyebaran (The Spread-Plate Technique) Teknik lempeng tuang (Pour Plate Technique )

3.3.2 Penggunaan Alat Sterilisasi Autoklaf merupakan salah satu alat yang dapat mensterilisasi alat – alat maupun bahan praktikum mikrobiologi dengan menggunakan uap panas dan tekanan. Alat – alat yang akan disterilkan dimasukkan serta diatur di dalam saringan yang berada di dalam autoklaf agar semua alat mendapat uap panas yang dihasilkan oleh air yang mendidih. Setelah semua benda dimasukkan, autoklaf ditutup dengan rapat, kemudian dilakukan pengaturan suhu dan tekanan serta

pengontrol exhaust yang harus dibuka. Setelah terdengar bunyi mendesis yang menandakan uap air telah dihasilkan maka pengontrol exhaust ditutup dan + 20 menit kemudian, alarm tanda selesainya pensterilisasian oleh autoklaf terdengar. Perlu diperhatikan, setelah alarm berbunyi, tekanan di dalam autoklaf harus benar – benar 0 (ditunjukkan dengan skala jarum) agar sewaktu tutup autoklaf dibuka, uap panas tidak menyembur keluar dari autoklaf. 3.3.3 Penggunaan Alat Kuantifikasi Cara kerja spektrofotometer secara singkat adalah sebagai berikut. Tempatkan larutan pembanding, misalnya blangko dalam sel pertama sedangkan larutan yang akan dianalisis pada sel kedua. Kemudian pilih foto sel yang cocok 200nm - 650nm (650nm-1100nm) agar daerah λ yang diperlukan dapat terliputi. Dengan ruang foto sel dalam keadaan tertutup “nol” galvanometer didapat dengan menggunakan tombol dark-current. Pilih h yang diinginkan, buka fotosel dan lewatkan berkas cahaya pada blangko dan “nol” galvanometer didapat dengan memutar tombol sensitivitas. Dengan menggunakan tombol transmitansi, kemudian atur besarnya pada 100%. Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel yang akan dianalisis. Skala absorbansi menunjukkan absorbansi larutan sampel.

Bab 4 Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil Hasil yang didapat dalam praktikum kali ini adalah kita dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan alat sterilisasi, mengetahui teknik aseptis dalam laboratorium dan berbagai cara sampling seperti teknik sampling sedimen, air dan biota melalui presentasi video yang telah dilakukan praktikan. 4.2 Pembahasan Dalam mikrobiologi, peralatan laboratorium merupakan unsur penting yang harus ada. Peralatan yang ada dalam laboratorium pun haruslah steril agar

dapat menunjang pekerjaan yang berhubungan dengan mikroorganisme dan hal tersebut merupakan syarat mutlak. Artinya, pada bahan atau peralatan yang akan digunakan harus bebeas dari mikroorganisme yang tidak diingikan yang dapat merusak media atau koloni suatu mikroorganisme yang diinginkan. Adapun peralatan yang umumnya digunakan di dalam laboratorium mikrobiologi antara lain : Media yaitu; cair, semi solid, solid (agak miring (siant), agak tegak (deep), agak cawan(plate)) dan peralatan yaitu; autoklaf, tabung kultur, cawan petri, jarum inokulasi, pipet, waterbath, inkubator, dan lemari pendingin. Steril merupakan syarat mutlak keberhasilan kerja dalam lab mikrobiologi. Dalam melakukan sterilisasi, diperlukan teknik-teknik agar sterilisasi dapat dilakukan secar sempurna, dalam arti tidak ada mikroorganisme lain yang mengkontaminasi media. Sterilisasi adalah proses untuk menjadikan alat-alat terbebas dari segala bentuk kehidupan. Seperti yang telah disebutkan bahwa tujuan sterilisasi untuk mematikan mikroorganisme yang tidak diinginkan agar tidak ikut tumbuh. Di habitat alaminya, mikroorganisme biasanya tumbuh dalam populasi yang kompleks dan terdiri dari beberapa spesies. Hal ini menyebabkan penelitian mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat menjadi sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik untuk memisahkan populasi yang kompleks ini menjadi spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. Biakan murni adalah suatu populasi sel yang ditumbuhkan dari satu sel induk. Proses isolasi dan upaya mempertahankan keadaan murni memerlukan teknik aseptik . Oleh karena itu, sebelum mengkultur suatu mikroba harus dilakukan suatu proses sterilisasi. Teknik Kultivasi Setelah semua bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses kultivasi disterilkan, maka dimulailah proses isolasi untuk mendapatkan biakan murni.Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum. Di bawah ini ada beberapa teknik inokulasi yang umum dilakukan di laboratorium mikrobiologi.

a. Teknik Penyebaran (The Spread-Plate Technique) Teknik penyebaran yang lebih sering disebut dengan Spread-Plate adalah teknik langsung dan mudah untuk mendapatkan suatu biakan murni. Di bawah ini adalah gambar saat menginokulasi mikroba dengan menggunakan teknik SpreadPlate. Campuran dari beberapa spesies bakteri disebarkan di permukaan medium agar, sehingga setiap sel akan tumbuh menjadi koloni yang terpisah sempurna dan dapat dilihat secara makroskopis berupa kumpulan mikroba di atas medium padat. Setiap koloni yang terbentuk merupakan biakan murni. Di bawah ini adalah gambar dari biakan murni yang diperoleh dengan menggunakan teknik SpreadPlate. b. Teknik Goresan (The Streak-Plate Technique) Biakan murni juga dapat diperoleh dengan teknik goresan ( Streak-Plate Technique ). Inokulum digoreskan di atas medium dengan memakai ose menurut pola tertentu, yaitu: Goresan T Untuk membuat biakan murni dangan teknik goresan T, ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu :  Lempengan dibagi menjadi 3 bagian dengan hutuf T pada bagian luar dasar cawan petri.  Inokulasi daerah I sebanyak mungkin dengan gerakan sinambung.  Panaskan ose dan biarkan dingin kembali.  Gores ulang daerah I sebanyak 3-4 kali dan teruskan goresan di daerah II.  Pijarkan kembali ose dan biarkan dingin kembali.  Prosedur diatas diulang untuk daerah III - Goresan Kuadran Teknik ini sama dengan goresan T, hanya lempengan agar dibagi menjadi empat.

- Goresan Radian o Goresan dimulai dari bagian pinggir lempengan. o Pijarkan ose dan dinginkan kembali. o Putar lempengan agar 90o dan buat goresan terputus dimulai dari bagian pinggir lempengan. o Putar lempengan agar 900 dan buat goresan terputus di atas goresan sebelumnya. o Pijarkan ose. - Goresan Sinambung Ambil satu mata ose suspensi dan goreskan setengah permukaan lempengan agar. Jangan pijarkan ose, putar lempengan 1800, gunakan sisi mata ose yang sama dan gores pada sisa permukaan lempengan agar. Pola goresan sinambung dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Setelah inkubasi, sel-sel mikroba memperbanyak diri dan dalam waktu 1824 jam akan terbentuk suatu massa sel yang disebut koloni. Koloni yang terbentuk ini adalah biakan murni. Di bawah ini adalah hasil kultivasi berupa biakan murni yang diperoleh dengan teknik goresan. c. Teknik lempeng tuang (Pour Plate Technique ) Teknik pour-plate (lempeng tuang) adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara mencampurkan media agar yang masih cair dengan stok kultur bakteri. Teknik ini biasa digunakan pada uji TPC (Total Plate Count). Kelebihan teknik ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada media agar. Kultivasi mikroba dengan teknik ini dimulai dengan mengencerkan kultur bakteri yang telah ada dengan aquades. Selanjutnya, diaduk hingga rata dengan cara memutar tabung reaksi dengan telapak tangan selama beberapa kali. Larutan dilusi tadi sebanyak + 1 ml dituang ke dalam cawan petri. Cawan petri diputar secara perlahan-lahan di atas meja horizontal untuk mengaduk campuran media agar dengan dilusi kultur mikroba. Terakhir, inkubasi kultur ini pada kondisi yang sesuai. Tahapan di atas diilustrasikan pada gambar 5 di bawah ini.

Biakan murni yang dihasilkan, jika disimpan dalam jangka waktu yang lama akan mudah sekali mengalami mutasi. Ini berarti, biakan murni yang disimpan terlalu lama bukan lagi biakan murni yang semula. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah atau setidaknya mengurangi kemungkinan terjadinya mutasi, yaitu : Secara periodik, biakan harus dipindahkan ke medium baru, sebaiknya pemindahan dilakukan pada fase log. Biakan harus disimpan pada suhu rendah dan terhindar dari radiasi. Mikroba diliofilisasikan, yaitu dimasukkan dalam ampul berisis susu kering bercampur CO2 kemudian disimpan pada tempat bersuhu rendah. Sampling air adalah proses pengumpulan contoh air untuk ditentukan karakteristiknya. Sampling sedimen adalah proses yang simpel dalam mengangkat sedimen permukaan dari dasar laut. Sampling biota pada perairan dilakukan salah satu contohnya adalah dengan bantuan alat seperti plankton net.

Bab 5 Kesimpulan Saran
5.1 Kesimpulan  Proses sterilisasi adalah salah satu proses yang sangat penting di laboratorium mikrobiologi.  Praktikan dapat mengetahui alat – alat yang digunakan dan fungsinya seperti alat kultivasi, alat kuantifikasi, dan alat sterilisasi  Selain itu praktikan dapat mengetahui berbagai metode sampling seperti sampling air, sedimen, dan biota. 5.2 Saran  Seharusnya praktikan diperlihatkan dan dijelaskan mengenai alat-alat yang akan dipakai nantinya dengan jelas sehingga pada praktikum selanjutnya praktikan tidak bertanya lagi kepada asisten.

Daftar Pustaka
http://mikrobiolaut.files.wordpress.com/2011/03/pengenalan-alat-praktikum.pdf http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/04/alat-pengambilan-sampel-sedimendasar.html http://matakuliahbiologi.blogspot.com/2012/04/kultivasi-mikroba.html http://id.wikipedia.org/wiki/Autoklaf syamsulhuda-fst09.web.unair.ac.id/artikel_detail-38709-kuliah-PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK STERILISASI.html http://antiserra.wen.su/alkes.html

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.