You are on page 1of 35

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

Remaja adalah individu baik laki-laki atau perempuan yang berada pada masa atau usia antara anak-anak dan dewasa. Berbagai perubahan terjadi pada diri remaja baik perubahan psikis maupun fisik. Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan proses kematangan manusia, sehingga terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Masa remaja adalah masa mencari identitas diri, adanya keinginan untuk dapat diterima oleh teman sebaya dan mulai tertarik oleh lawan jenis yang menyebabkan remaja sangat menjaga penampilan. (Soetjaningsih et al, 2007). Anggapan mengenai bentuk tubuh yang menarik yang diciptakan oleh media, teutama melalui TV, dapat mempengaruhi terbentuknya body ideal pada remaja yang sangat menjaga penampilan mereka. Body ideal ini bukan selalu berat badan ideal yang disarankan untuk menjaga kesehatan (Body Mass Index), namun adalah memiliki tubuh yang langsing dapat menjadi body ideal pada remaja. Body ideal umumnya mengacu pada idola mereka yang biasanya para selebritis atau model yang cenderung memiliki tubuh kurus, tinggi, dan semampai yang kemudian terjebak dengan pola makan yang tidak sehat dan mengakibatkan mereka melakukan penurunan berat badan secara drastis. (Wade Carole, 2007). para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 8-20 persen remaja wanita menggunakan cara-cara ekstrem untuk mencapai berat badan ideal. Antara lain dengan minum pil diet, dengan sengaja memuntahkan makanannya, hingga menggunakan obat pencahar -semua kebiasaan ini juga akan dibawa terus hingga sepuluh tahun ke depan, ketika mereka dewasa. (Wade Carole, 2007). Penyimpangan perilaku makan adalah sebuah pola makan yang abnormal terkait dengan ketidakpuasan atau tekanan dalam diri seseorang yang

sehat. Penyimpangan perilaku makan, seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa pada umumnya dialami oleh wanita serta berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan lainnya. (Wade Carole, 2007). Penyimpangan perilaku makan telah muncul menjadi salah satu penyakit kronis. Prevalensi seumur hidup dari anoreksia dan bulimia pada wanita adalah sekitar 0,5 % - 3,7 % dan 1,1% - 4,2 % (Power PS, 2003). Di Amerika Utara sendiri penduduknya secara keseluruhan mengalami penyimpangan perilaku jenis makanan ini (Wardlaw & Hampl, 2007). Sejak tahun 1980 an,prevalensi penyimpangan perilaku makan telah ditemukan pada populasi di Asia (Fairburnn, 1999). Dalam beberapa tahun ini juga terlihat adanya peningkatan prevalensi penyimpangan perilaku makan diantara remaja wanita di Singapura. Informasi ini didapatkan dari penenlitian pada kelompok kecil pasien ataupun sampel yang ada (Kok.1994;Ong,1982;Ung,1997). Walaupun prevalensinya masih terbilang rendah di Singapura,pihak rumah sakit menemukan adanya peningkatan jumlah kasus dari tahun 1991 sampai tahun 1996 (Ung,1997) Di Indonesia sendiri masih belum banyak dilakukan penelitian dan publikasi yang melaporkan tentang penyimpangan perilaku makan. Sebuah penelitian di kalangan remaja yang telah dilakukan oleh Tantiani (2007) membuktikan 34,8 % remaja mengalami penyimpangan perilaku makan dengan spesifikasi 11,6% menderita anoreksia nervosa dan 27 % menderita bulimia nervosa.

1.2.

Tujuan a) Untuk mengetahui definisi anoreksia nervosa dan bulimia nervosa b) Untuk mengetahui etiologi anoreksia nervosa dan bulimia nervosa c) Untuk mengetahui tanda dan gejala anoreksia nervosa dan bulimia nervosa d) Untuk mengetahui faktor risiko anoreksia nervosa dan bulimia nervosa

e) Untuk mengetahui diagnosis anoreksia nervosa dan bulimia nervosa f) Untuk mengetahui komplikasi anoreksia nervosa dan bulimia nervosa g) Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang anoreksia nervosa dan bulimia nervosa h) Untuk mengetahui terapi anoreksia nervosa dan bulimia nervosa i) Untuk mengetahui pencegahan anoreksia nervosa dan bulimia nervosa

1.3.

Manfaat a. Menjadi bahan pembelajaran pribadi yang menambah pengetahuan serta wawasan penulis mengenai Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa b. Pembaca dapat memahami lebih jauh tentang Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa c. Dapat menambah bahan pustaka institusi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Anoreksia Nervosa 2.1. menyebabkan berat badan kurang dari 85% dari yang diharapkan). menurunkan berat badan untuk mempertahankan berat badan kurang dari 85% yang diharapkan. Ketakutan yang kuat mengalami kenaikan berat badan atau menjadi gemuk. 2007). 2.1. Menolak mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan (misalnya. Atau bisa juga diartikan anoreksia nervosa adalah sindrom klinis di mana seseorang mengalami rasa takut yang tidak wajar terhadap kegemukan. atau kegagalan untuk menaikan berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan. (Neinstein LS. Defenisi anorekasi nervosa menurut DSM-IV adalah : 1. Definisi Istilah anoreksia berasal dari bahasa Yunani. Gangguan makan ini di tandai dengan penolakan makanan yang mengakibatkan berat badan berkurang sampai ke tingkat yang membahayakan. walaupun sesungguhnya memiliki berat badan kurang . “a” kata depan untuk negasi dan “orexis” nafsu makan sehingga anoreksia berarti hilangnya atau tidak adanya nafsu makan.1.

2010). 2010). Menurut penelitian pengidap gangguan ini 90-95% diderita oleh remaja putri dan banyak ditemukan pada golongan sosial-ekonomi menengah ke atas. estrogen). 2007). 4. berat badan atau bentuk badan yang tidak pantas atas dasar pemeriksaan sendiri. 2. Epidemiologi Anoreksia Nervosa sering terjadi pada usia 14-18 tahun dan ada beberapa orang yang mengalaminya pada umur-umur yang lebih muda. Pada wanita pascamenarki. amenore yaitu tidak ada sekurangnya tiga siklus menstruasi berturut-turut (seorang wanita dianggap mengalami amenore jika periodenya timbul hanya setelah pemberian hormon. Gangguan ini paling sering pada Negara yang maju. Anoreksia nervosa di perkirakan terjadi pada kira kira 0.3. Etiologi . Anoreksia nervosa telah di laporkan lebih sering terjadi selama beberapa dekade belakangan ini di bandingkan di masa lalu.1. atau menyangkal keseriusan berat badannya yang rendah. Usia yang tersering untuk onset gangguan adalah pada awal 20 tahun. 2. dengan meningkatnya laporan gangguan pada anak perempuan pubertas dan pada laki laki. Gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri.1.di 10 – 20 kali lebih sering pada wanita di bandingkan laki laki.3. Prevalensi wanita muda yang memiliki beberapa gejala anoreksia nervosa tetapi yang tidak memenuhi kriteria diagnostik diperkirakan adalah mendekati 5 %. Walaupun gangguan awalanya di laporkan paling sering terjadi pada kelompok kelas yang tinggi. 2010). (Benjamin.2. survey epidemiologi terakhir tidak menunjukan distribusi tersebut. Gangguan ini terja(Benjamin. misalnya.5 sampai 1% gadis remaja. (Neinstein LS. (Benjamin. dan mungkin ditemukan dengan frekuensi tertinggi ada wanita muda yang profesinya memerlukan kekurusan seperti model dan penari balet.

Faktor Keluarga Pada umumnya seorang remaja akan tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bebas dan mandiri sebagai persiapan untuk terlepas dari keluarga. Bahkan banyak remaja yang memiliki gangguan afektif seperti depresi. Faktor Intrapersonal Remaja yang mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Dilaporkan bahwa ciri-ciri keluarga yang mempunyai resiko AN pada remaja adalah keluarga yang overprotektif. faktor intrapersonal. 2010). Riwayat keluarga yang mempunyai penderita AN juga mempunyai resiko lebih tinggi terkena AN. obsesif dan perfeksionis. Selanjutnya dibutuhkan pendekatan biopsikososialuntuk mengevaluasi dan mengobati penderita AN. beberapa diantaranya juga ditemukan pada depresi. Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia. Disamping itu kasus AN dilaporkan lebih tinggi pada remaja kembar monozygot (50-60%) dibandingkan kembar dizigot. Namun pada keluarga yang mengalami disharmoni proses ini terhambat. Kelainan tersebut dapat dikoreksi dengan pemberian makanan kembali. (Basant K. amenore. yang mencerminkan penurunan kadar hormonal. Faktor biologis dan genetic Disfungsi hypothalamus diketahui sebagai predisposisi timbulnya AN pada remaja. faktor psikologis dan faktor sosial budaya. (Benjamin. kaku dengan penuh konflik. Mereka cenderung introvert. 2011). 2011). seperti hiperkortisolemia dan nonsupresi oleh deksametason. 2011). Terjadi penekanan fungsi tiroid. Para ilmuwan menduga bahwa terdapat ketidaknormalan dalam mekanisme otak yang mengatur rasa lapar dan kenyang pada penderita anoreksia nervosa kemungkinan terbesar berkaitan dengan serotonin kimiawi otak.Faktor-faktor predisposisi terjadinya AN adalah faktor biologis dan genetic. (Basant K. Perpaduan berbagai faktor predisposisi ini menyebabkan AN lebih tepat disebut suatu sindrom daripada suatu penyakit tertentu. faktor keluarga. Ibu yang mengontrol dan ayah yang jauh dari figure idola adalah . (Basant K.

Hal ini perlu dilakukan karena berhubungan dengan perbedaan pengobatan dan hasilnya. (Basant K. 2011). Pada sub populasi tertentu kasus AN pada remaja juga meningkat. 2.faktor resiko timbulnya AN pada remaja dalam keluarga tersebut. yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu pertama kelompok remaja dengan kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut pengendalian berat badan seperti tari balet dan kelompok kedua pada remaja yang menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus. (Basant K. AN primer dan tipikal . Biasanya mereka tidak mempunyai rasa otonomi dan kemandirian. 2011). 2010). Macam-macam Anoreksia Nervosa Varian AN perlu dibedakan antara AN primer dan sekunder dan antara bentuk tipikal dengan atipikal. Faktor psikologis dan psikodinamis Anoreksia nervosa tampaknya merupakan suatu reaksi terhadap kebutuhan pada remaja untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan fungsi social dan seksual. Faktor sosial budaya Kasus AN meningkat pada kelompok masyarakat yang mempercayai bahwa tubuh yang ramping lebih menarik. Kelaparan yang diciptakan sendiri (self starvation) mungkin merupakan usaha untuk meraih pengakuan sebagai orang yang unik dan khusus. mempunyai rasa percaya diri lebih tinggi dan sukses dalam berkariri. biasanya tumbuh di bawah kendali orang tua. Puncak kejadian AN adalah pada remaja awal dan memulai untuk hidup mandiri yang terkadang menyebabkan timbulnya konflik dalam keluarga. (Benjamin. Hanya memalui tindakan disiplin diri yang tidak lazim pasien anoreksia dapat mengembangkan rasa otonomi dan kemandirian.4.1. sehingga para remaja berlombalomba untuk memiliki tubuh yang ramping.

2007). namun perlu juga dipertimbangkan pada remaja pria apabila dijumpai gejala yang sama. Kriteria tersebut diatas penting dan memiliki psikopatologi yang sama walaupun bersifat lebih kuantitatif. akan tetapi penolakan untuk memelihara berat badan yang normal. Sedangkan The Phipps Psychiatric Service of the Johns Hopkins Hospital menggunakan criteria the American Psychiaatric Association’s third Edition of Diagnostic and Statistical (DSM III) yaitu: . Pada decade terakhir ini terjadi peningkatan usaha merampingkan tubuh melalui latihan dan pembatasan makanan baik pada pria maupun wanita. (2) ketakutan akan hilangnya control makan sehingga menjadi gemuk.Penurunan berat badan sedikitnya 25% dari berat badan semula atau bila berumur dibawah 18 tahun penurunan berat badan semula dikombinasikan dengan berat badan berdasarkan table pertumbuhan menurun 25% . (Neinstein LS. dan (3) terjadinya amenore pada wanita dan kehilangan gairah seksual pada pria.Pada usia lanjut terjadi penolakan untuk mempertahankan berat badan di atas nilai normal . khususnya bila terdapat pemikiran untuk menghindari makanan karena rasa rakut akan gemuk dan distorsi persepsi yang berlebihan akan bentuk/ukuran tubuh meskipun sindrom ini sering ditemukan pada remaja perempuan.Tidak mengalami penyakit fisik lain yang diketahui juga dapat menurunkan berat badan. Criteria yang dikehendaki juga menambahkan suatu syarat yaitu minimal 3 bulan amenore (meskipun tidak berlaku untuk laki-laki). 2007).Menurut Russel criteria AN primer dan tipikal meliputi : (1) membiarkan diri kelaparan. (Neinstein LS. . Suatu proposal telahdibuat untuk merevisi kriteria diatas dimana bukan penurunan 25 % dari berat badan yang penting.Ketakutan menjadi gemuk yang berlebihan sehingga tejadi penurunan berat badan secara drastis . meskipun kenyataannnya kurus dan ringan.Gangguan akan penampila tubuh (misalnya merasa kegemukan sehingga berusaha tidak makan) . Diagnosis AN sebaiknya dipertimbangkan bila setiap anak remaja yang mulai diet berkepanjangan sampai berat badan dibawah normal.

muntah yang disengaja. yaitu selama periode anoreksia nervosa. Mereka seringkali aktif secara fisis. penderita tidak secara reguler melakukan praktek binge-eating atau purging behaviour (contoh. pasien menyangkal merasa lapar. diuresis atau enema). (Neinstein LS. Klasifikasi Anoreksi nervosa menurut DSM : A.5. tetapi banyak juga yang timbul kemudian ( biasanya pada pertengahan dua puluhan ). (Neinstein LS. penderita secara reguler melakukan praktek binge-eating atau purging behaviour (contoh. Restricting type. Setelah makan di ikuti oleh senam atau lari. 2007). penyalahgunaan laksatif. 2010). penyalah gunaan obat stimulandan schizophrenia. penyalahgunaan laksatif. . keadaan obsesif (globus hystericus). Jika lingkungan sosial mengharuskan mereka untuk makan lebih banyak dari biasanya. 2007). penyakit endokrin (tiroid. (Benjamin. yaitu selama periode anoreksia nervosa. dan diabetes melitus) sedangkan kelainan psikiatri adalah depresi. Banyak pasien yang kelebihan berat badan di masa anak anak.AN sekunder dan tipikal Istilah AN sekunder digunakan untuk kondisi dimana penurunan berat badan diketahui sebagai akibat kelainan medis atau ganguan psikiatri.1. malabsorpsi. 2. muntah di induksi sesegera mungkin. Tanpa mempertimbangkan penurunan berat badan di hebat. adrenal. Implikasi dari diagnosis ini adalah pendekatan terapi terhadap penyakit yang mendasari bukan anoreksianya saja. Manifestasi Klinis Sindrom anoreksia nervosa biasanya dimulai sebelum atau segera setelah pubertas. muntah yang disengaja. kurus atau lelah. dan olahraga rutin dalah umum. keadaan depresi. diuresis atau enema) B.sebagai contohterapi penyakit depresi dengan obat anti depressan sehingga dapat memperbaiki penurunan berat badan penderita. sering dalam kamar kecil umum. Binge eating/purging type. Kelainan medis yang dapat menimbulkan penurunan berat badan adalah penyakit system saraf (terutama tumor hipotalamus).pituitary).

1. Para ahli menemukan area pada kromosom 1 menunjukkan hubungan peningkatan risiko anorexia nervosa. slade dan Russel menggunakan seperangkat lampu cahaya yang dapat bergerak dalam suatu ruangan gelap penderita menunjukan bahwa lebar muka. 1999). 2. punggung. Sejumlah cara telah dibuatuntuk menguji gejala ini. Makanan dipotong menjadi beberapa bagian dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menarik dengan bumbu yang berlebihan atau campuran yang tidak wajar. Distorsi penampilan tubuh Suatu gambaran yang khas dari penderita AN adalah adanya penyimpangan/distorsi tentang persepsi penampilan tubuh yaitu estimasi yang berlebihan tentang ukuran tubuh. • • Anorexia lebih umum terjadi pada mereka yang berusia remaja. (Neinstein LS.6. 2007). Faktor Risiko Anorexia lebih banyak terjadi pada wanita meskipun baik laki-laki maupun wanita dapat juga mengalami anorexia. Garfinkel dan kelompoknya menggunakan lensa-lensa distorsi dan membiarkan penderita untuk mengidentifikasi ukuran yng di rasakan. Penderita AN mengestimasikan ukuran tubuhnya secara berlebihan hingga 20% sampai 80% diatas ukuran sebenarnya.Tingkah laku makan Perubahan yang mencolok terjadi adalah tingkah laku makan dimana penderita membatasi asupan makanan secara berlebihan terutama makanan yang berkalori tinggi. Dengan menggunakan On Draw – A Person Testing penderita AN menggambarkan bahwa dirinya lebih besar dari yang sesungguhnya. Sebagai tambahan. Genetik. Beberapa dari penderita menggunakan minuman keras untuk membatasi rasa takut akan kegemukan dan berusaha untuk menjadi kurus. (Berhman. pinggang dan pingul telah dicapai sesuai keinginan. . anorexia nervosa menurun pada keluarga. tetapi bila diminta untuk menggambarkan dirinya seperti apa yang dilihat dokter memberikan respon dengan perhatian yang sedikit.

kurang istirahat 6. dan temansangat sensitive temperature terhadap gelisah. olahraga dan seni yang menuntut tubuh kurus dapat meningkatkan risiko anorexia bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Hiperaktif 3. memisahkan diri dari keluarga teman 4. menghabiskan banyak waktu bekerja atau . putusnya hubungan. sangat sensitive. denyut nadi rendah 11. perubahan tersebut dapat membawa tekanan emosional dan meningkatkan risiko anorexia nervosa. mudah menangis. Kerancuan gambaran tentang tubuh 12. Ketika baru pindah sekolah. Perubahan berat badan ini akan memicu seseorang untuk memulai diet yang ekstrim. rumah atau pekerjaan. Beberapa bidang pekerjaan. Sangat takut menjadi gemuk 13. Tidak mengalami haid bagi wanita 14. Penurunan berat badan yang drastic 9. • Media yang secara rutin menunjukkan gambar model dan aktor yang kurus dapat membuat penggemarnya ingin memiliki tubuh seperti mereka dan menempatkan risiko anorexia terhadap mereka yang ingin seperti model dan aktor tersebut. Gejala – gejala Anoreksia Nervosa 1. dingin 2. gugup pada waktu malam 5. Latihan Berlebihan 10. • Olahraga. • Masa transisi.• Mereka yang mengalami kenaikan berat badan akan merasa rendah diri. atau kematian atau sakit yang diderita oleh mereka yang dicintai. pekerjaan dan aktivitas seni.

Beberapa bidang pekerjaan. anorexia nervosa menurun pada keluarga. • Mereka yang mengalami kenaikan berat badan akan merasa rendah diri. Genetik. memotong makanan menjadi kecil dengannya.belajar 7. • Media yang secara rutin menunjukkan gambar model dan aktor yang kurus dapat membuat penggemarnya ingin memiliki tubuh seperti . pekerjaan dan aktivitas seni. rumah atau pekerjaan. • • Anorexia lebih umum terjadi pada mereka yang berusia remaja. Bulu-bulu rambut memanjang 16. • Olahraga. perubahan tersebut dapat membawa tekanan emosional dan meningkatkan risiko anorexia nervosa. putusnya hubungan. Perubahan berat badan ini akan memicu seseorang untuk memulai diet yang ekstrim. atau kematian atau sakit yang diderita oleh mereka yang dicintai. Rambut Rontok 15. • Masa transisi. Sebagai tambahan. Ketika baru pindah sekolah. memakai baju bagian-bagian dan bermain longgar dan berlapis Faktor Risiko Anorexia lebih banyak terjadi pada wanita meskipun baik laki-laki maupun wanita dapat juga mengalami anorexia. olahraga dan seni yang menuntut tubuh kurus dapat meningkatkan risiko anorexia bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Para ahli menemukan area pada kromosom 1 menunjukkan hubungan peningkatan risiko anorexia nervosa. 8.

5% atau kurang. 2003). penilaian yang berlebihan terhadap berat badan yang rendah. Terdapat distorsi body image dalam psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita. melibatkan hypothalamic-piyuitary-gonadal aksis. • Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindari makanan yang mengandung lemak dan salah satu hal di bawah ini : o o o o o Merangsang muntah oleh dirinya sendiri Menggunakan pencahar Olah raga berlebihan Menggunakan obat penahan nafsu makan dan atau diuretika. (David A. Untuk suatu diagnosis yang pasti dibutuhkan semua hal seperti di bawah ini.mereka dan menempatkan risiko anorexia terhadap mereka yang ingin seperti model dan aktor tersebut. Diagnosis Pedoman diagnostic Anoreksia Nervosa menurut PPDGJ-III adalah : Mempunyai ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja. dengan manifestasi pada wanita sebagai amenore dan pada pria suatu kehilangan minat dan . yaitu: • Berat badan tetap dipertahankan 15% di bawah yang seharusnya ( baik yang berkurang maupun yang tidak tercapai) atau Quetelet’s body mass index adalah 17. dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita. o Adanya gangguan endokrin yang meluas.

Klinisi mungkin menemukan penurunan hormon tiroid. (Rusdi. Tes tersebut dapat berupa elektrolit serum dan tes fungsi ginjal. penurunan hipokalemia.potensi seksual. Urutan uji saring laboratorium adalah diperlukan pada orang yang memenuhi criteria anoreksia nervosa. tes glukosa. Denyut jantung tidak teratur. Komplikasi • • • • • • • • Kurangnya vitamin. Pada penyembuhan. Hipotermia Hipotensi Edema dependen Lanugo . setelah dan deksametason. kadar kolesterol. dan kadar karoten. tetapi menarche terlambat. EKG. glukosa serum. Gagal ginjall. peningkatan urea hiperkolesterolemia. o Jika onset terjadinya pada masa prubertas. prubertas kembali normal. Juga dapat terjadi kenaikan hormon pertumbuhan. Gangguan tiroid. perubahan metabolisme peripheral dari hormone tiroid. perkembangan prubertas tertunda atau dapat juga tertahan. nonsupresi nitrogen kortisol darah. 2001). dan sekresi insulin abnormal. kortisol. Pemeriksaan laboratorium Tidak ada tes laboratorium tunggal yang mutlak mambantu menegakan diagnosa anoreksia nervosa. dan anemia. test supresi deksametason. mineral.

Gangguan organic. pada umumnya pasien depresi mengalami suatu penurunan nafsu makan. Diabetes Mellitus. Anoreksia nervosa harus dibedakan dengan dengan kekurusan pada umumnya. 1999). bahwa anoreksia nervosa adalah gangguan yang khusus. Pemikiran sekarang diperkirakan. 1. tetapi penurunan berat badannya kurang dari 15% berat badan normal. 3. resep makanan dan persiapan pesta pencicipan makanan adalah tipikal pada pasien anoreksia nervosa dan tidak ditemukan pada penderita gangguan depresif. kerahasiaan di sekitar ritual makan pasien yang aneh dan penolakan pasien untuk mencari pengobatan. Preokupasi dengan makanan yang mengandung kalori. 2. terlalu kurus. dibawah ini adalah diagnosis banding untuk anoreksia nervosa. Dan pada pasien dengan gangguan . dan gangguan gastrointestinal. dan tidak mencerminkan penurunan berat badan yang berlanjut. penyakit Addison.• • • • Infertilasi Osteoporosis Gagal jantung Kematian (paling lazim disebakan oleh kelaparan. Gangguan psikologi. seperti tumor otak yang melibatkan jaras hypothalamus-pituitary. bunuh diri atau ketidakseimbangan elektrolit). DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding anoreksia nervosa adalah dipersulit oleh penyangkalan pasien tentang gejalanya. sedangkan pada anoreksia nervosa mengaku memiliki nafsu makan yang normal dan merasa lapar. hiperaktifitas yang ditemukan pada anoreksia nervosa adalah direncanakan dan merupakan ritual. (Behrman. Pada agitasi depresif.

4. (Benjamin. (Benjamin. kematian. Anoreksia nervosa harus di bedakan dari bulimia nervosa. suatu gangguan dimana pesta makan episodic. kelaparan dan gangguan keseimbangan elektrolit dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. termasuk didalamnya hospitalisasi jika dibutuhkan dan psikoterapi terhadap individu dan keluarganya. penurunan berat badan pada gangguan somatisasi tidak menunjukan ketakutan morbid akan menjadi kegemukan seperti yang sering di temukan pada pasien dengan gangguan somatisasi tidak menunjukan ketakutan morbid akan menjadi kegemukan. keputusan untuk menghospitalisasi pasien didasarkan pada kondisi medis umum pasien dan menjamin kerja sama pasien. sebab dehidrasi. 2010). dan sering kali muntah yang di induksi diri sendiri terjadi saat pasien mempertahankan berat badannya dalam rentang normal selain itu pada bulimia nervosa pasien jarang mengalami penurunan berat badan 15 %. PENATALAKSANAAN Terapi yang menyeluruh dibutuhkan untuk menangani kasus anoreksia nervosa.depresif tidak memiliki ketakutan yang kuat akan kegemukan atau gangguan citra tubuh. Pada umumnya. muntah dan penanganan makanan yang aneh dapat terjadi pada gangguan somatisasi. . Hospitalisasi Pertimbangan utama dalam penanganan anoreksia nervosa adalah mengembalikan keadaan gizi pasien. seperti yang dimiliki oleh pasien anoreksia nervosa. Bahkan pada beberapa kasus. 2010). 5. seperti yang sering di temukan pada pasien dengan anoreksia nervosa. pikiran menyalahkan diri sendiri. Fluktuasi berat badan. di ikuti oleh mood depresif.

Perawatan di rumah sakit. seperti : 1. 5) Modifikasi perilaku lainnya untuk usaha peningkatan berat badan. pasien anoreksia nervosa yang berada 20% di bawah berat badan yang diharapkan untuk tinggi badannya adalah dianjurkan untuk program rawat inap. 1. 4) Assessment yang berhati-hati dan penatalaksanaan masalah kesehatan dan gangguan kejiwaan lainnya. Clinical harus memutuskan pasien mana yang harus diberi perawatan di rumah sakit. c) Keperluan menghentikan obat pencahar. dan yang tidak harus. 2) Hypokalemi (<3 meg/L) atau EKG mengalami perubahan akibat meningkatnya potassium.. dan pasien yang berada 30% di bawah berat badan yang diharapkan memerlukan perawatan rumah sakit psikiatrik yang terentang dari dua sampai 6 bulan. pil diet atau diuretic. b) Gagasan bunuh diri yang menetap. dan pengurangan makanan yang tidak dapat diputuskan. Frekuensi pemberian makan 5-6 kali. 1) kehilangan energi yang banyak. d) Kegagalan pengobatan rawat jalan. 3) Siklus muntah. dengan kalori 1500 – 2000 kalori yang ditingkatkan secara bertahap.Indikasi rawat inap mencakup setiap hal berikut ini : a) Berat badan pasien ≤ 70 % berat badan ideal. Tirah baring dengan pengawasan konsumsi makanan sebagai langkah awal untuk setiap pasien. pada umumnya. biasanya diberikan makanan yang sama selama sehari sehingga .

Hospitalisasi bahkan tidak dibutuhkan karena kebanyakan pasien mengalami gangguan pada masa remaja tetapi keluarga adalah bagian dari rencana terapi. Jika pasien tidak lagi tirah baring. Cyproheptadine hydrochloride. 2010). Mengkuatkan kembali keinginan pasien untuk meningkatkan berat badannya. telah terbukti efektif sebagai stimulus untuk pasien anoreksia nervosa yang mempunyai sedikit efek samping. setelah mengosongkan kandung kemihnya dan sebelum sarapan 4. Keinginan untuk menaikan berat badan harus disesuaikan dengan pendidikan pasien 3. Terapi biologis i. Psikoterapi Mayoritas pasien anoreksia nervosa membutuhkan intervensi yang berlanjut setelah keluar dari rumah sakit. 2010).pasien tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang besar sekali makan. 5. Setiap pagi pasien harus ditimbang setiap pagi. Dosis harian adalah 8mg peroral dan dinaikan 32mg/hari pada akhir minggu kedua. . (Benjamin. (Benjamin. Bahkan dalam kasus yang kurang parah. 6. pasien harus diawasi selama 2 jam setelah makan. Pemberian makan secara paksa dilakukan jika pasien mengalami penurunan berat badan yang drastic. dan membahayakan jiwa pasien. Meskipun psikodinamik terapi tidak dibutuhkan pada tingkatan awal terapi. 2. terutama jika pasien anoreksia nervosa dalam kelaparan. Hal ini dilakukan agar pasien tidak memuntahkan makanannya. merupakan antagonis antihistamine dan serotonin.

Obat ini terbukti bermanfaat untuk pasien anoreksia nervosa. tidak menunujukan kepribadian yang abnormal. Amitrypline. dimulai dengan dosis 50mg/hari dan dinaikan perlahan-lahan sampai 150mh/hari.25mg. biasanya digunakan untuk pasien dengan gangguan depresi. (Benjamin. diperuntukan untuk pasien yang mengalami anxietas yang berat. setiap 1 jam sebelum makan. 2010). Beberapa cara yang dapat membantu penatalaksanaan penderita AN yang menjalanirawat jalan adalah sebagai berikut. Alprazolam. tanggapan emosional. iii. Cara-cara tersebut diantaranya adalah penyebar luasan informasi tentang tanda-tanda dan gejala AN secara dini dan melakukan penanganan secara dini pula. 3. dan pendidikan yang memadai tentang nutrisi serta penjelasan mengenai AN pada sekolah-sekolah . 1. dimana dan kapan penderita makan. dan keluarga tidak mengalami stress yang berat. Harus dibina hubungan kerjasama antara penyaji dan penderita dimana keduanya merasakan bahwa mereka mempunyai suatu tujuan yang harus dicapai dalam pengobatan. 0. Pencegahan Cara yang efektif untuk mencegah AN tidak ada. biasanya pasien mengalami panaikan berat badan.ii. mengubah persepsi masyarakat bahwa tubuh yang langsing bukan satu-satunya daya tarik seseorang dan cermin kesuksesan berkarir. Penatalaksanaan penderita rawat jalan Penderita AN dapat menjalani rawat jalan apabila penurunan berat badan tidak drastic. namun ada beberapa cara yang mungkin berguna untuk mencegah AN. dan kejadian-kejadian penting lainnya. Penderita diminta untuk menyimpan catatan penting tentang apa. 2. Penekanan tentang rehabilitasi nutrisi secara simultan.

Pada mereka yang telah mencapai berat badan ideal kembali. seperti sapi yang memamah biak. 2007). Gambaran dari istilah tersebut adalah makan yang terus menerus. bulimia nervosa didefinisikan sebagai makan berlebihan dikombinasi dengan kebiasaan yang tidak tepat untuk menghentikan penambahan berat badan. PROGNOSIS Pada umumnya prognosis adalah tidak baik. Tidak seperti pasien anoreksia nervosa. (Benjamin. guru atau yang lain terhadap anak remaja yang mulai berdiet. dan limos yang artinya rasa lapar. nyeri abdomen atau mual menghentikan makan berlebihan.menengah. Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang melibatkan episode berulang-ulang dari tindakan makan berlebihan (binge) tak terkontrol yang diikuti dengan tindakan kompensatoris untuk mengenyahkan makanan itu (Neinstein LS. Kemudian sangat diperlukan kewaspadaan orang tua. atau muak terhadap diri sendiri. 2010). preokupasi dengan makanan dan berat badan sering kali terus terjadi. hubung social sering kali buruk. Bulimia Nervosa Definisi Bulimia berasal dari bahasa Yunani bous yang artinya sapi atau kerbau. dan banyak pasien mengalami depresi. dan peningkatan harga diri. indikator suatu hasil yang baik adalah pengakuan rasa lapar. yang sering kali diikuti oleh rasa bersalah. pasien dengan bulimia . sedikit penyangkalan. depresi. Namun respon jangka pendek pien terhadap hamper semua program pengobatan rumh sakit adalah baik. Penyelaan sosial atau gangguan fisik yaitu. kurangn imaturitas. Menurut edisi revisi keempat Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR).

Seperti anoreksia nervosa. Etiologi Faktor Biologis Beberapa peneliti berupaya menghubungkan perilaku makan berlebihan dan mengeluarkannya kembali dengan berbagai neurotransmiter. tetapi kadang-kadang pasien memiliki riwayat obesitas. (Benjamin. 2010). seperti episode terpisah makan berlebihan dan mengeluarkan kembali. Di negara industri. Oleh karena antidepresan sering bermanfaat bagi pasien bulimia nervosa dan serotonin dikaitkan dengan perasaan puas. 2010). Gejala bulimia nervosa yang kadang-kadang terjadi. Oleh karena kadar endorfin plasma meningkat pada pasien bulimia nervosa yang muntah. (Benjamin. Menurut DSMIV-TR. prevalensinya kira-kira 1 persen populasi umum. Faktor Sosial . terdapat peningkatan frekuensi bulimia nervosa pada kerabat derajat pertama orang dengan gangguan ini. tetapi awitannya lebih sering terjadi pada masa remaja yang lebih akhir dibandingkan dengan awitan anoreksia nervosa. Awitan bahkan dapat terjadi pada masa dewasa awal. Menurut DSM-IV-TR. Bulimia nervosa sering terdapat pada perempuan berberat badan normal. 2010). bulimia nervosa secara signifikan lebih lazim pada perempuan dibandingkan laki-laki. Epidemiologi Bulimia nervosa lebih sering daripada anoreksia nervosa. angka kejadian pada laki-laki adalah sepersepuluh angka kejadian pada perempuan. serotonin dan norepinefrin telah dilibatkan di sini.nervosa dapat mempertahankan berat badan yang normal. dilaporkan pada hampir 20 persen mahasiswi perempuan. Perkiraan bulimia nervosa berkisar dari 1 hingga 3 persen pada perempuan muda. (Benjamin. perasaan nyaman setelah muntah yang dialami beberapa pasien ini mungkin diperantarai oleh meningkatnya kadar endorfin.

Pasien-pasien ini umumnya merasa perilaku makan yang tidak terkendalinya lebih ego-distonik dibandingkan pada pasien anoreksia nervosa sehingga lebih mudah untuk mencari pertolongan. Seperti pada pasien anoreksia nervosa. dan kelabilan emosional (termasuk upaya bunuh diri) menyebabkan dengan bulimia nervosa. makan dapat menunjukkan keinginan untuk menyatu dengan pengasuh dan mengeluarkan kembali makanan yang telah ditelan secara tidak sadar dapat menunjukkan keinginan untuk berpisah. Sejumlah klinisi mengamati bahwa pasien bulimia nervosa menggunakan tubuhnya sendiri sebagai objek transisional. 2010). (Benjamin. Kebanyakan pasien bulimia nervosa memiliki riwayat kesulitan berpisah dengan pengasuh. 2010). di samping makan berlebihan dan mengeluarkan kembali yang menandai gangguan ini. . berbeda dengan pasien anoreksia nervosa. (Benjamin. sama dengan pasien anoreksia nervosa. Kesulitan mengendalikan impuls mereka sering ditunjukkan dengan ketergantungan terhadap zat serta hubungan seksual yang merusak diri. Faktor Psikologis Pasien bulimia nervosa. banyak pasien bulimia nervosa mengalami depresi dan depresi familial yang meningkat. Pasien bulimia nervosa menggambarkan orang tuanya sebagai orang tua yang mengabaikan dan lalai. pemarah dan impulsif daripada pasien anoreksia nervosa. memiliki kesulitan dengan tuntutan masa remaja. tetapi pasien bulimia nervosa lebih terbuka. yang ditunjukkan dengan tidak adanya objek transisional selama tahun awal masa kanak-kanaknya. seperti pasien anoreksia nervosa. Pergulatan dalam perpisahan dengan figur ibu ditunjukkan melalui ambivalensi terhadap makanan. mengutil. Ketergantungan alkohol. 2010). (Benjamin. cenderung memiliki standar yang tinggi dan memberikan respons terhadap tekanan sosial yang menuntut orang untuk ramping.Pasien bulimia nervosa. Pasien bulimia nervosa tidak memiliki kendali superego dan kekuatan ego. tetapi keluarga pasien bulimia nervosa umumnya kurang dekat dan lebih memiliki konflik dibandingkan keluarga pasien anoreksia nervosa.

(Neinstein LS. penyesalan yang dalam dan perasaan malu. purging. pusing . sehingga timbul episode binge eating. Persepsi yang keliru ini menyebabkan penderita BN berusaha menurunkan berat badannya. 2007). sakit kepala. Depresi Gejala psikologis penderita BN adalah depresi. Gejala dan teknis klinis Gejala-gejala dan tanda klinis adalah sebagai berikut: 1. dan body image disertai dengan gangguan psikologi berupa depresi. Pengelaman episode binge eating dan purging menimbulkan rasa bersalah. cara lainnya adalah menggunakan laksan. (Isselbacher. 2007). Mereka mereasa kelebihan berat badan atau gemuk. Sebaliknya pada saat tertentu terjadi kehilangan kontrol terhadap pembatasan makan. Sering Muntah 8. jemu atau marah dan kemudian di ikuti oleh periode puasa berkepanjangan. Sebaliknya keadaan depresi juga menyebabkan timbulnya gangguan makan dan episode binge. Paling sering adalah dengan cara memuntahkan makanan dengan jalan merangsang faring atau secara spontan dengan menggunakan sirup ipecac. Purging Penderita BN menempuh beberapa cara untuk menolak dampak dari makanan yang berlebihan. Penderita BN dapat mengkonsumsi makanan sekitar 3000 7000 kkal per episode binge. (Neinstein LS. Lemah. (Neinstein LS. Penderita BN memiliki persepsi yang keliru tentang berat badan dan bentuk tubuhnya. Body image. 2009). Disamping itu. meskipun pada kenyataannya berat badannya dalam batas normal. 2007). Pada saat spisode binge terjadi kehilangan kendali terhadap makanan. Episode binge sring timbul pada waktu yang sama setiap hari atau timbul sebagai akibat rangsangan emosional seperti depresi.Manifestasi Klinis BN memiliki beberapa cirri khas yaitu binge eating. Binge Eating Binge eating artinya mengkonsumsi makanan yang banyak dalam periode waktu yang singkat. dan enema serta dengan jalan melakukan latihan fisik berlebihan. diuretik.

Makan sendirian karena malu akan banyaknya makanan yang dimakannya 5. dalam periode waktu 2 jam). Makan sampai merasa sangat kenyang hingga terasa tidak nyaman 3. untuk waktu yang berbeda (cth. Makan. Makan berlebihan terjadi rata-rata. Rasa kehilangan kendali terhadap makan selama episode ini (cth. Suka Menyisihkan sedikit uang untuk pesta-pesta makan malam 5. Susah menelan. Terlalu memperhatikan penampilan fisik 13. Kelenjar Membengkak 4. Kerusakan pada kerongkongan 6. Distress yang nyata karena makan berlebihan.. perasaan bahwa ia tidak dapat berhenti makan atau mengendalikan apa atau berapa banyak yang dimakan). Catatan: metode untuk menentukan frekuensi berbeda dengan yang digunakan untuk bulimia nervosa. 2. B. jumlah makanan yang jelas lebih besar daripada yang dapat dimakan oleh sebagian besar orang selama periode waktu yang sama dan dalam keadaan yang sama. Tidak komunikatif 10. Episode ini ditandai dengan kedua hal berikut ini: 1. Makan lebih cepat dari normal 2. Episode makan berlebihan disertai tiga hal (atau lebih) berikut ini: 1. Pembuluh darah mata pecah 7. Kriteria Riset DSM-IV-TR Gangguan Makan Berlebihan A. makanan lebih banyak ditahan dalam mulut 3. Memakan apa saja 11. sedikitnya 2 hari dalam seminggu selama 6 bulan. Sering berubah BB sesuai pergantian puasa dan pesta makan besar 12. riset di masa mendatang harus menyelesaikan apakah metode untuk mengatur frekuensi ambang yang .2. Merasa jijik dengan dirinya sendiri. atau sangat bersalah setelah makan berlebihan C. depresi. Kehilangan lapisan email gigi Tabel …. D. Makan makanan dengan jumlah besar meskipun secar fisik tidak lapar 4. Episode makan berlebihan yang berulang.. Bengkak di muka (bawah pipi) 9.

DC: American Psychiatric Association. (David A.. 4th ed. Makan berlebihan tidak dikaitkan dengan perilaku kompensatorik yang tidak tepat secara teratur (cth. Faktor risiko tersebut antara lain: • • • • • Wanita Berusia remaja dan awal kedewasaan Faktor keturunan Diet yang berlebihan Pengaruh keluarga yang memberikan kritik pada bentuk dan berat badan • • Gangguan emosional Olahraga.) Faktor Risiko Situasi dan kejadian tertentu dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan makan. Diagnosis . 2003). E. mengeluarkan makanan kembali. dengan izin. puasa. Washington. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. pekerjaan dan aktifitas seni yang mengharuskan untuk bertubuh kurus dan ideal.lebih disukai adalah dengan menghitung jumlah hari terjadinya makan berlebihan atau menghitung jumlah episode makan berlebihan. coyright 2000. (Dari American Psychiatric Association. Text rev. olah raga berlebihan) dan tidak hanya terjadi selama perjalanan gangguan anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.

Makan. dan umumnya makin berkurang. 2009). enema. Sekarang ini diperkirakan separuh dari mereka menderita bulimia nervosa. bersikeras untuk mengendalikan kekurusan badan. jumlah makanan yang jelas lebih besar daripada yang dapat dimakan oleh sebagian besar orang selama periode waktu yang sama dan dalam keadaan yang sama. C. atau keduanya dan jumlah tidak seimbang dari evaluasi diri terus-menerus yang terlalu dipengaruhi bentuk dan berat badan.Menurut DSM-IV-TR. Perilaku kompensatorik berulang yang tidak tepat untuk mencegah kenaikan berat badan. Episode makan berlebihan berulang. penyalahgunaan laksatif.. (Isselbacher. dan (4) pasien yang mempunyai ketakutan tidak wajar akan kegemukan. berpuasa dan olah raga berlebihan (20 persen kasus). .. muntah yang dicetuskan sendiri. Episode ini ditandai dengan kedua hal berikut ini: 1. Tabel… Kriteria Diagnostik DSM-IV-TR Bulimia Nervosa A. (3) sesungguhnya tidak menurunkan berat badan seperti pada anoreksia nervosa. E. sekarang ini gambaran penting pada bulimia nervosa adalah bila (1) episode berulang makan berlebihan (dua kali seminggu atau lebih) paling sedikit selama tiga bulan. rata-rata setidaknya dua kali seminggu selama 3 bulan. berpuasa. atau olah raga berlebihan. seperti muntah yang diinduksi sendiri. B. Gangguan ini tidak hanya terjadi selama episode anoreksia nervosa. (2) perilaku kompensatorik dipraktekkan setelah makan berlebihan untuk mencegah penambahan berat badan. Makan berlebihan biasanya didahului dengan muntah kira-kira 1 tahun. Ketika membuat diagnosis dari bulimia nervosa. penyalahgunaan laksatif. Evaluasi diri terlalu dipengaruhi bentuk dan berat badan. D. 2. Rasa tidak adanya kendali terhadap makan selama episode ini (cth. dalam periode waktu 2 jam). perasaan bahwa ia tidak dapat berhenti makan atau mengendalikan apa atau berapa banyak yang dimakan). Makan berlebihan dan perilaku kompensatorik yang tidak tepat ini keduanya ada. diuretik. klinisi harus memeriksa kemungkinan bahwa pasien sebelumnya mempunyai pengalaman singkat atau telah lama menderita anoreksia nervosa. atau penyalahgunaan emetik (80 persen kasus). atau obat lain. dalam periode waktu terpisah (cth. diuretik.

2010). (Benjamin. yang tidak tertarik terhadap seks. khawatir mengenai pandangan orang terhadap mereka. Beberapa pasien lebih menyukai makanan yang besar tanpa memandang rasanya. Selama makan berlebihan. (Dari American Psychiatric Association. orang tersebut secara teratur terlibat di dalam muntah yang diinduksi diri sendiri atau penyalahgunaan laksatif. diuretik atau enema. Sebagian besar mereka aktif secara seksual. seperti berpuasa atau olah raga berlebihan. Sebagian besar pasien bulimia nervosa berat badannya berada di dalam kisaran normal. . Pika dan pergulatan saat makan kadang-kadang terungkap dalam anamnesis pasien bulimia nervosa. 2010). Text rev. orang tersebut menggunakan perilaku kompulsatorik yang tidak tepat lainnya. kadangkadang disebut postbinge anguish. dan khawatir akan daya tarik seksual mereka. pasien memakan makanan manis. Washington. diuretik atau enema. dibandingkan dengan pasien anoreksia nervosa. (Benjamin. tetapi tidak secara teratur muntah yang diinduksi oleh diri sendiri atau penyalahgunaan laksatif. DC: American Psychiatric Association. sering menyertai episode ini. tetapi beberapa berbdan kurang atau berlebihan. Tipe tidak mengeluarkan kembali makanan : selama episode bulimia nervosa saat ini. seperti cake dan pastry. 4th ed.Tentukan tipenya: Tipe mengeluarkan kembali makanan: selama episode bulimia nervosa saat ini. Makanan dimakan diam-diam dan dengan cepat bahkan kadang-kadang tidak dikunyah. coyright 2000.) Muntah lazim terjadi dan biasanya dipicu dengan cara mencolokkan jari ke dalam tenggorok walaupun beberapa pasien bisa muntah jika mereka menginginkannya. Muntah mengurangi nyeri abdomen dan perasaan kembung serta memungkinkan pasien terus makan tanpa takut akan kenaikan berat badan. Pasien ini khawatir akan citra tubuh dan penampilan mereka. dan umumnya lembut atau teksturnya halus. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. Depresi. dengan izin. berkalori tinggi.

Patologi dan Pemeriksaan Laboratorium . Orang yang makan berlebihan dan tidak mengeluarkan kembali cenderung lebih sedikit memiliki gangguan citra tubuh dan lebih tidak cemas mengenai makanan. (Benjamin. atau olah raga berlebihan tetapi tidak secara teratur terlibat dalam perilaku mengeluarkan kembali makanan. Karena semua perbedaan ini. untuk mereka yang secara teratur terlibat dalam perilaku menginduksi sendiri muntah atau menggunakan laksatif maupun diuretik. Pasien dengan tipe mengeluarkan kembali makanan mungkin memiliki risiko komplikasi medis tertentu. dan alkalosis hipokloremik.Bulimia nervosa terdapat pada pasien dengan angka gangguan mood dan gangguan kendali impuls yang tinggi. 2010). gangguan bipolar I. Pasien bulimia nervosa juga memiliki angka gangguan ansietas. untuk mereka yang melakukan diet ketat. puasa. dan gangguan disosiatif yang tinggi. Subtipe Terdapat bukti bahwa orang dengan bulimia nervosa yang mengeluarkan kembali makanan berbeda dengan orang yang makan berlebihan tetapi tidak mengelurakan kembali. Bulimia nervosa juga dilaporkan terjadi pada orang dengan risiko tinggi untuk gangguan terkait zat serta berbagai gangguan kepribadian. serta riwayat penganiayaan seksual. 2010). seperti hipokalemia akibat muntah atau penggunaan laksatif. diagnosis bulimia nervosa dibagi lagi menjadi tipe mengeluarkan kembali makanan (purging). (Benjamin. 2010). Pasien bulimia nervosa yang tidak mengeluarkan kembali cenderung mengalami obesitas juga terdapat perbedaan psikologis yang khas antara pasien bulimia yang mengeluarkan makanan kembali dan yang tidak. Mereka yang muntah berulang memiliki risiko mengalami robekan lambung atau esophagus meskipun komplikasi ini jarang terjadi. Pasien yang mengeluarkan kembali makanan memiliki perjalanan gangguan yang berbeda dengan pasien yang makan berlebihan kemudian berdiet atau berolah raga. (Benjamin. serta tipe tidak mengeluarkan kembali makanan ( nonpurging).

menjilat dan menggigit kompulsif. tumor sistem saraf pusat (SSP). (Benjamin. (Benjamin. sindrom Klüver-Bucy. gangguan perilaku seksual (hiperseksual). tipe makan berlebihan/ mengeluarkan kembali (binge-eating/ purging type). diagnosisnya adalah anoreksia nervosa. Dehidrasi dan ganngguan elektrolit cenderung terjadi pada pasien bulimia nervosa yang mengeluarkan kembali makanan secara teratur. dan perubahan kebiasaan diet. awitan biasanya saat remaja. terutama hiperfagia. Sindrom ini sangat jarang dan cenderung tidak menyebabkan masalah dalam menegakkan diagnosis banding. Hipotensi dan bradikardi terjadi pada beberapa pasien. plasiditas. Meskipun bukan ciri diagnostik inti. 2010). 2010). Pada kasus seperti ini. tetapi sindrom ini lebih lazim pada laki-laki dibandingkan perempuan. Sindrom Kleine-Levin terdiri atas hipersomnia periodik yang berlangsung 2 hingga 3 minggu serta hiperfagia. atau sindrom Kleine-Levin. 2010). 2010). Seperti pada bulimia nervosa. Pasien ini sering mengalami hipomagnesemia dan hiperamilasemia. Diagnosis Banding Diagnosis bulimia nervosa tidak dapat ditegakkan jika perilaku makan berlebihan dan memuntahkan kembali hanya terjadi selama episode anoreksia nervosa. fungsi tiroid tetap baik pada bulimia nervosa tetapi pasien dapat menunjukkan nonsupresi pada uji supresi deksametason (DST). memeriksa objek dengan mulut. banyak pasien bulimia nervosa mengalami gangguan menstruasi. (Benjamin. Umumnya. (Benjamin.Bulimia nervosa dapat mengakibatkan kelainan elektrolit dan berbagai derajat kelaparan meskipun tidak sejelas pada pasien anoreksia nervosa berberat badan rendah. Komplikasi . bahkan pasien bulimia nervosa dengan berat badan normal harus menjalani pemeriksaan laboratorium elektrolit dan metabolisme. Dengan demikian. ketidakmampuan mengabaikan semua stimulus. Klinisi harus memastikan bahwa pasien tidak memiliki penyakit neurologis seperti bangkitan epileptic-ekuivalen. Gambaran patologis yang ditunjukkan oleh sindrom Klüver-Bucy adalah agnosia visual.

tetapi biasanya tidak mengesankan sedikit demi sedikit ada perbaikan dari waktu ke waktu. Pankreatitus kronik. Ketergantungan obat pencahar. Gastritis. Erosi email gigi. Nyeri tekan atau nyeri abdomen. Muka tembem. Esofagitis. Aritmia jantung. Pasien tidak dirawat cenderung untuk tetap kronis atau dapat terlihat mengecil.• • • • • • • Pembengkakan kelenjar parotis dan kelenjar submaksilaris. . Gangguan elektrolit. (Benjamin. • • • • • • • Parotitis. biaya perawatan lebih baik daripada tidak dirawat. 2010). Rupture lambung. Gangguan fungsi untuk bersekolah dan social karena terobsesi dengan makanan. Perjalanan Penyakit dan Prognosis Karakteristik bulimia nervosa dengan angka lebih tinggi dari sebagian dan seluruh proses penyembuhan dibandingkan dengan anoreksia nervosa. Haid tidak teratur. Seperti pada catatan bagian pengobatan.

serta (2) mengubah kognisi dan keyakinan . Umumnya. sangat rinci. terapi lini pertama bulimia nervosa. Dengan demikian.ketika makan berlebihan tidak dapat terkendali. pasien bulimia nervosa tidak terlalu merahasiakan gejalanya seperti pada pasien anoreksia nervosa. Psikoterapi Terapi Perilaku-Kognitif Terapi perilaku-kognitif (TPK) harus dipertimbangkan sebagai acuan. Beberapa pasien obesitas dengan bulimia nervosa yang menjalani psikoterapi jangka panjang membaik secara mengejutkan. Pada beberapa kasus. Terapi Sebagian besar pasien bulimia nervosa tanpa komplikasi tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit. (Benjamin. Terapi perilaku-kognitif menerapkan sejumlah prosedur perilaku untuk (1) menghentikan siklus perilaku makan berlebihan dan diet yang dipertahankan sendiri ini. pada kasus mengeluarkan makanan kembali yang berat. (Benjamin. yang mencakup kira-kira 18 hingga 20 sesi selama 5 sampai 6 bulan. dan telah banyak diterapkan.Pada 10 tahun studi pematauan lanjutan pada pasien yang mempunyai keikutsertaan sebelumnya pada program pengobatan. terapi pasien rawat jalan tidak berhasil. 2010). tetapi psikoterapi sering “mengalami kendala“ dan dapat berlangsung lama. terapi rawat jalan biasanya tidak sulit.rawat inap di rumah sakit mungkin perlu dilakukan. Di samping itu.. 2010). atau pasien menunjukkan gejala psikiatrik tambahan seperti bunuh diri dan penyalahgunaan zat. Seperti durasi pemantauan lanjut yang meningkat kira-kira 30 persen meneruskan untuk ikut serta bila muncul kekambuhan untuk makan berlebihan atau perilaku mengeluarkan kembali makanan. banyak perempuan yang melanjutkan untuk memenuhi criteria bulimia nervosa berkurang sepenuhnya. Riwayat penggunaan zat dan durasi yang lama dari gangguan pada penyajian yang diramalkan hasilnya lebih buruk. gangguan metabolic dan elektrolit yang ditimbulkan mungkin sangat memerlukan rawat inap di rumah sakit. Data yang menyokong efektivitas terapi perilakukognitif didasarkan pada eratnya kelekatan terhadap terapi yang terpedoman.

sebagian besar antidepresan efektif pada dosis yang biasanya diberikan dalam terapi gangguan depresif. Obat antidepresan dapat mengurangi perilaku makan berlebihan dan mengeluarkan kembali tanpa bergantung adanya gangguan mood. untuk siklus makan berlebihan-mengeluarkan kembali yang sulit dan tidak berespons terhadap psikoterapi saja. Umumnya.seseorang yang mengalami disfungsi mengenai makanan. berat dan bentuk tubuh. sedangkan makanan “sampah” secara tidak sadar dikaitkan dengan introjeksi buruk sehingga dikeluarkan dengan cara muntah. (Benjamin. dan monoamine oxidase inhibitor (MAOIs) telah membantu. terapi dengan obat tampaknya membantu. dan keburukan. Imipramine (Tofranil). Farmakoterapi Obat antidepresan telah menunjukkan manfaat pada bulimia. Makanan yang disebut bergizi mungkin dimakan dan dipertahankan karena secara tidak sadar menyimbolkan intojeksi yang baik. Obat ini mencakup serotonin reuptake inhibitors (SSRI) seperti fluoxetine (Prozac). Psikoterapi Dinamik Terapi psikodinamik pada pasien bulimia nervosa mengungkapkan adanya kecenderungan mewujudkan mekanisme defense introjeksi dan proyeksi. Di dalam sikap yang serupa dengan pemisahan. serta konsep diri secara keseluruhan. trazodone (Desyrel). 2010). Pada kasus gangguan depresif serta bulimia nervosa yang bersamaan. sedang disingkirkan. (Benjamin. Manfaatnya dapat didasarkan pada peningkatan kadar 5-hydroxytryptamine. dosis fluoxetine yang efektif untuk mengurangi makan berlebihan ini dapat lebih tinggi (60 hingga 80 mg per hari) daripada dosis yang digunakan untuk gangguan depresif. pasien membagi makanan menjadi dua kategori. 2010). Dengan demikian. antidepresan telah berhasil digunakan. makanan bergizi dan makanan tidak sehat. Meskipun demikian. kebencian. dan khayalan tidak disadari bahwa semua kerusakan. desipramine (Norpramine). Pasien sementara dapat merasa baik setelah muntah karena evakuasi khayalan tetapi perasaan terkait akan “semuanya baik” berlangsung singkat karena didasarkan pada kombinasi yang tidak stabil antara pemisahan dan proyeksi. Carbamazepine .

(Graber. seperti gangguan bipolar I. pendapat anda dapat diikuti seseorang dengan hidup sehat atau bersedia menjalani pengobatan sebelum situasi memburuk. (Graber. (Benjamin.(Tegretol) dan lithium (Eskalith) tidak menunjukkan hasil yang mengesankan sebagai terapi perilaku makan berlebihan. terdapat bukti bahwa penggunaan antidepresan saja menghasilkan 22 persen penghentian perilaku makan berlebihan dan mengeluarkan kembali. orang tua dapat memberikan contoh hidup sehat pada anak tanpa mempedulikan bentuk atau berat badan. Meskipun anda mungkin tidak memiiki kemampuan untuk mencegah masalah ini terjadi. 2010). 2006). Pencegahan Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Pastikan tidak anda sindiran atau lelucon yang berkenaan dengan ukuran tubuh. Sebagai tambahan. tetapi telah digunakan dalam terapi pasien bulimia nervosa disertai gangguan mood. diet yang parah. kebiasaan makan yang salah atau tidak puas dengan penampilan mereka maka bicarakan pada mereka mengenai masalah ini. 2006). Perbedaan dan persamaan antara AN dan BN Karakteristik Epidemiologi AN 90% remaja putrid Riwayat gangguan makan pada keluarga Onset pada remaja awal Psikopatologi Prevalensi <1% Takut akan kenaikan BB/menjadi gemuk BN Sama Sama Usia lebih tua 1-4% Sama Sama Sama . Jika anda menemukan anggota keluarga atau teman dengan kepercayaan diri yang rendah. bentuk atau berat badan anak anda. Studi lain menunjukkan bahwa terapi perilaku-kognitif dan obat merupakan terapi kombinasi yang paling efektif.

Jakarta. Yogyakarta. Erlangga. lebih atau normal Bisa normal. et al. Basant K et al. Ilmu Kesehatan Anak Nelson . Kesehatan Mental 2. Puri. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unka Atma Jaya. Maslim. EGC. Jakarta. Buku Saku Dokter Keluarga. Semiun. 2011. Jakarta Wade Carole. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa: Rujukan Rimgkas PPDGJ-III. Jakarta.ireguler atau tidak Haid DAFTAR PUSTAKA Behrman. EGC. Jakarta. Psikologi Edisi Kesembilan Jilid 2. 2009. Harrison Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam ed:13 vol:1. Rusdi. Graber. EGC. et al. 2006. Isselbacher. Yustinus. EGC. et al.Mengurangi makan Binge eating and purging behaviors Rahasia tingkah laku Binge eating tidal harus Tidak ada kemauan untuk Tanda fisik berat badan Haid berhenti Harus <15% berat normal Harus amenore Sama Sama Harus ada Ingin orang lain untuk menghentikan Bisa kurang. 1999. et al. Buku Ajar Psikiatri Edisi 2. 2006. . 2001. Jakarta. 2007. Kanisus.

Buku Saku Psikiatri Edisi 6. . Lippincot Williams&Wilkins. Jakarta. EGC. Neinstein LS. 2007. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Benjamin. 2010. Soetjaningsih et al. Jakarta. dkk. Philadelphia. 2003. 2007. Sagung Seto. Jakarta. et al. Adolescent Health care A Practical Guide Edisi 4.Saddock. Tomb David A. Buku Ajar Psikiatri Klinis Edisi 2. EGC.