Makalah Tentang Ubi Kayu Dalam Agribisnis

Disusun oleh :

Nama Nim

: Risman : 11082103253

Agroteknik

Universitas Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Tp 2012/2013

ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan makanan pokok ke tiga setelah padi dan jagung. Propinsi Lampung (20.9%). . khususnya penduduk negara-negara tropis. tiap tahun diproduksi sekitar 300 juta ton ubi kayu. Peluang inilah yang menjadi dorongan terwujudnya penerpan teknologi budidaya ubikayu dengan system organic.5%) dan propinsi lain di Indonesia (22. Bahan sisa hasil panen ataupun limbah organik lainnya harus dimanfaatkan atau dikembalikan lagi ke lahan pertanian agar lahan pertanian kita dapat lestari berproduksi sehingga sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud. Produksi ubikayu di Indonesia sebagian besar dihasilkan di Jawa (56. Konsumen Indonesia kini mulai menyadari akan pentingnya mengkonsumsi hasil pertnian yang sehat yaitu produk organic. lestari dan mensejahterahkan petani dan konsumen. Sedangkan untuk konsumsi penduduk dunia.BAB I PENDAHULUAN 1. Agar sistem yang dianggap mampu menjaga keberlanjutan pertanian Indonesia ini semakin berkembang dan dampak positifnya agar semakin cepat bisa dirasakan terutama kelak untuk generasi muda kita. Latar belakang inilah yang mendorong dilakukannya pernerapan teknologi budidya ubi kayu dengan system organic.1 Latar Belakang Di Indonesia. Teknik budidaya organik merupakan teknik budidaya yang aman.6%). Kebutuhan pasar yang semakin meningkat. yang di pacu dengan trend positif dari produk pertanian organic dimasyarakat yang semakin diminati membuat diperlukannya kajian mendalam tentang system organic pada produk pertanian. Permasalahan umum pada pertanaman ubikayu adalah produktivitas dan pendapatan yang rendah. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh belum diterapkannya teknologi budidaya ubikayu dengan benar baik pemupukan baik pupuk an-organik maupun organik (pupuk kandang).

Gambar Batang ubi kayu calon Bibit B. bukan untuk budidaya. sehingga memungkinkan satu kali tebasan cukup untuk memotong batang singkong.BAB II PEMBAHASAN 2. tanaman ini juga dapat diperbanyak dengan menumbuhkan bijinya. Agro Input A. Tahapan penyiapan bibit ubi kayu meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Bibit berupa stek batang dengan panjang sekitar 20 cm atau memiliki 4 mata. Pemupukan Pada Singkong/Ubi Kayu Budidaya singkong atau ubi kayu secara intensif berpotensi besar untuk mendapatkan hasil yang signifikan. Keuntungan melakukan perbanyakan tanaman dengan menggunakan stek adalah waktunya lebih cepat dan hasilnya pun akan sama dengan tanaman induknya. Cara ini hanya digunakan untuk tujuan pemuliaan tanaman. sehat. agar pertumbuhannya pun seragam. Persyaratan dan Penyiapan Bibit Tanaman ubi kayu biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang. d) Belum tumbuh tunas-tunas baru. c) Stek yang terpilih kemudian diikat. kemudian dilakukan penyiapan bibit. Adanya luka memungkinkan terjadinya serangan patogen yang menyebabkan penyakit. . sehingga merusak calon bibit. P. K dengan dosis Urea 133200 kg. d) Semua ikatan stek yang dibutuhkan kemudian diangkut ke lokasi penanaman. Mengapa harus tajam ? karena apabila kurang tajam dikhawatirkan pemotongan yang berulang-ulang pada calon stek batang akan mengakibatkan luka yang berlebihan. Pemupukan dilakukan dengan sistem pemupukan berimbang antara N. karena membutuhkan proses dan waktu yang lama. b) Pilih batang bagian bawah sampai tengah. Alat pemotong yang digunakan untuk memotong-motong batang singkong calon bibit harus tajam. TSP 60100 kg dan KCL 120200 kg. b) Pertumbuhan induk harus normal. Namun. Setelah dipilih batang dari pohon induk yang memenuhi syarat. c) Batangnya telah berkayu dan berdiameter > 5 cm. masing-masing ikatan berjumlah antara 2550 batang stek. dan lurus.1. Syarat bibit yang baik untuk bertanam singkong adalah sebagai berikut : a) Bibit berasal dari tanaman induk yang cukup tua (6-12 bulan). Hal penting yang harus diperhatikan pada saat penyiapan bibit ini adalah bahwa ukuran panjang bibit harus seragam. serta seragam. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N : P : K = 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N : P : K = 2/3 : 0 : 2/3. Hasil olahan singkong sekarang ini sangat variatif dari mulai pangan sampai dengan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar bensin.

TSP 60kg dan KCL 35 kg pada lahan 1 ha. 2. yakni penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan. Untuk menaikkan pH tanah.Sistem Golden Harvest : Sistem pemupukan menggunakan Golden Harvest. . perlu dilakukan pengapuran. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau bajak.10 hari setelah tanam berikan campuran pupuk Urea sebanyak 35 kg. selanjutnya dibuat bedengan ukuran yang dikehendaki. jarak tanam yang dapat digunakan adalah 150 x 150 cm atau 200 x 200 cm. dan sebagai bagian dari kegiatan sanitasi atau kebersihan lingkungan. Adapun salah satu cara pemupukan ubi kayu/singkong adalah sebagai berikut : . waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. a. .5 ton/ha. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran adalah 1-2. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari. dan ada yang sistem tumpangsari. Setelah tanah diolah dan dibersihkan.2. yaitu penanaman satu jenis tanaman dalam satu lahan. Untuk areal yang luas. sehingga tempat hidupnya sumber-sumber penyakit dan hama dapat dibersihkan. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Asumsi bila 1 ha lahan terdapat 5000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk 25gram. membersihkan kebun yang akan ditanami dari gulma. Jarak antar tanaman yang umum digunakan pada pola monokultur yaitu 100 x 100 cm. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam/tanah gambut.Pemberian Golden Harvest selanjutnya setiap 1 bulan sekali sebanyak 1 liter per ha sampai tanaman umur 4 bulan.Pemberian pupuk anorganik/kimia lanjutan pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk urea sebanyak 70kg dan KCL sebanyak 70kg.3 hari sebelum tanam berikan larutan Golden Harvest (1 liter Golden Harvest : air max 350 liter) pada lahan secara merata. Pola tanam harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering. Pembentukan bedengan/larikan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman. . C. seperti pemupukan dan penyiangan. Asumsi bila 1 ha lahan terdapat 5000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30gram. mengurangi kebutuhan pupuk anorganik/kimia sampai dengan 50%. . Agro Teknologi 1. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang tadinya padat menjadi lebih gembur. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCOS). Penentuan Pola Tanam Pola tanam adalah sistem penanaman dalam berusahatani. Pola tanam ada yang dengan sistem monokultur. sebaiknya digunakan traktor.

Pemeliharaan Tanaman 1. Jadi pembumbunan ini memberikan keleluasaan pada akar agar dapat tumbuh dan berkembang membentuk umbi dengan baik. Stek batang kemudian ditanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. kored atau parang. Waktu penyulaman adalah minggu pertama dan minggu kedua setelah penanaman. Selain itu. Kemudian pupuk ditaburkan ke dalam parit tersebut. Setelah itu ditutup dengan tanah dari bekas galian tadi. hal ini dapat menghemat biaya.1. Perempelan/Pemangkasan Pada budidaya tanaman ubi kayu perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas. Penyiangan harus dilakukan hatihati. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. b. Kecuali dalam pembudidayaan dengan tujuan untuk dipetik tunasnya. 4. c. saat cuaca tidak terlalu panas agar tanaman yang disulamkan tidak layu. Sama halnya dengan penyiangan. 5. Pupuk diberikan di sekeliling tanaman dengan diameter sekitar 100 cm. Waktu pembumbunan dapat bersamaan dengan waktu penyiangan. Penyulaman yang dilakukan pada minggu ketiga atau dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam. dengan bibit yang baru/cadangan. Pupuk organik . Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan membuang gulma yang tumbuh di areal pertanaman ubi kayu. KCL ). pembumbunan penting dilakukan terutama agar umbi yang terbentuk dalam tanah menjadi besar-besar. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab. TSP. sambil menggemburkan kembali tanah. Pemupukan Untuk mencapai hasil yang tinggi perlu diberikan pupuk organik ( pupuk kandang. Alat yang digunakan dalam penyiangan ini dapat berupa cangkul. Pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar ini biasanya adalah pupuk kandang. konsentrasi pertumbuhan tanaman ubi kayu akan lebih mengarah pada pembentukan umbi. Pembumbunan Cara pembumbunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan setelah itu dibuat seperti guludan. Lakukan pemberian pupuk pada saat penanaman. Penyulaman Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang mati atau tumbuh tidak normal. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 (dua) kali penyiangan. 2. Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung atas stek ubi kayu untuk menghindari tergenangnya air di batang agar tidak terjadi pembusukkan atau menghindari patogen penyakit yang biasanya menyukai tempat-tempat yang lembab. karena minimal setiap pohon hanya mempunyai dua atau tiga cabang. jangan sampai alat yang kita gunakan melukai tanaman ubi kayu. 3. bukan daun. stek ditanam dangkal saja. kompos dan pupuk hijau ) dan pupuk anorganik ( Urea. Tanah disekeliling tanaman digali atau dibuat parit kecil. Hal ini dilakukan agar batang ubi kayu tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi di musim tanam mendatang.

Sistem yang paling baik digunakan adalah sistem genangan. sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. b) Tungau merah (Tetranychus bimaculatus) Ciri : menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. 6. Pengendalian Hama dan Penyakit Hingga saat ini belum ditemukan penyakit yang berarti bagi tanaman ubi kayu dengan menggunakan varietas unggul. dan KCl dengan dosis 120 – 200 kg/ ha Cara pemberian pupuk adalah: a. Gejala : tanaman mati pada usia muda. Pengairan dan Penyiraman Kondisi lahan singkong dari awal tanam sampai umur lebih dari empat atau lima bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab. Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur sevin pada saat pengolahan lahan. Pengendalian: menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang banyak. Pada umumnya dosis pupuk anjuran untuk tanaman ubi kayu adalah: Urea dengan dosis 133 – 200 kg/ ha.  Penyakit a) Bercak daun bakteri Penyebab : Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG. b. Gejala : bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Namun demikian. akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. 7. Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea dan KCl. SP-36 dengan dosis 60 – 100 kg/ ha. serta seluruh dosis SP-36 diberikan pada saat tanam. Tujuan utama pemberian pupuk ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah. karena akar batang dan umbi dirusak. Hama a) Uret (Xylenthropus) Ciri :berada dalam akar dari tanaman. seperti Darul Hidayah. Pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCl diberikan pada saat tanaman berumur 3 – 4 bulan.  . tidak terlalu becek. Gejala : daun akan menjadi kering. Volume pupuk organik yang baik untuk 1 hektar tanaman ubi kayu minimal sebanyak 6 ton. guna mencegah kemungkinan bila terdapat hama dan penyakit pada tanaman ubi kayu maka di bawah ini terdapat beberapa hama dan penyakit untuk diketahui. Pupuk anorganik diberikan tergantung tingkat kesuburan tanah.sebaiknya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah.

Pasca Panen dan Penyimpanan Hasil ubi kayu biasanya dalam bentuk ubi segar. dan berdasarkan ukuran ubi. melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun.F. Pengendalian : melakukan pergiliran tanaman. Buat lubang dalam tanah untuk penyimpanan ubi segar Ukuran lubang yang disesuaikan dengan jumlah ubi yang akan disimpan. Umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah. Pengumpulan Hasil Kumpulan hasil panen ubi di tempat (lokasi) yang strategis. yaitu tempat yang aman dan mudah di jangkau oleh angkutan. pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun. 1. penanaman varietas yang tahan. mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit. 1. Akar. mengering. . batang. Gejala : adanya bercak kecil dan titik-titik. dan umbi langsung membusuk. Penyimpanan 1. Umur panen tanaman ubi kayu adalah 6-8 bulan untuk varietas genjah dan 9-12 bulan untuk varietas dalam. Gambar Tanaman yang terserang Penyakit Layu bakteri c) Bercak daun coklat (Cercospora heningsii) Penyebab : cendawan yang hidup di dalam daun. memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit. Sortasi Pilih dan pisah-pisahkan ubi yang baik dari ubi yang memar atau rusak. Pengendalian: memperlebar jarak tanam. melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat. Penanganan pasca panen ubi segar meliputi tahap-tahap sebagai berikut. Ubi kayu dipanen dengan cara menggunakan pengungkit atau mencabut batangnya secara langsung. Adira 2 dan Muara. Gambar Tanaman yang terserang Penyakit Bercak Daun Bakteri b) Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E. Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam. Gejala : daun mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. menanam varietas yang tahan seperti Adira 1. Gejala : daun bercak-bercak coklat. 1. warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. dan batang. d) Bercak daun konsentris (Phoma phyllostica) Penyebab : cendawan yang hidup pada daun. terdapat lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati. terutama pada daun muda.Pengendalian: menanam varietas yang tahan. Smith) Ciri : hidup di daun. d. PANEN Ubi kayu dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. akar. 1.

dan umur tanaman sudah cukup ( tergantung varietasnya ).1. Untuk mengangkat singkong dari dalam tanah ( panen ) diperlukan cara yang tepat agar tidak banyak singkong yang rusak ( patah atau tertebas cangkul ). artinya setiap kali panen hanya sebatas kebutuhan saja. Namun kenyataannya. Tiap lapis ubi ditutup dengan daun-daun segar atau jerami. Singkong hanya memiliki segar sangat singkat yaitu 2 x 24 jam. Oleh karena itu. Sementara. Alasi dasar lubang dengan daun-daun. singkong dicabut dengan menggunakan kayu atau bambu sebagai pengungkit. sedangkan kadar protein. 3. 2. panen singkong dilakukan dengan cara dicabut dengan tangan. misalnya daun nangka atau daun ubi kayu. Di Indonesia. A. Singkong yang cacat ( . Hal ini membuat industri – industri pengolah terpaksa menyesuaikan pada kondisi tersebut dengan upaya pengawetan sementara terhadap singkong sambil menunggu waktu panen berikutnya. Apabila singkong sudah terlanjur dipanen seluruhnya. tidak secara keseluruhan dipanen sekaligus. warna daun mulai mongering dan sebagian besar mulai rontok. artinya dapat dipanen kapan saja asal sudah mencapai usia yang cukup. pada lahan berat ( tanah yang mengandung lempung ). 4. Umbi yang tertinggal dapat diambil dengan menggunakan cethok atau cangkul. Tanda – tanda bahwa singkong sudah waktunya dipanen adalah pertumbuhan daun mulai berkurang. kadar air umbi akan meningkat. Pada lahan yang gembur. Dengan demikian. Masukan ubi kayu secara teratur kemudian tutup dengan selapus daun-daun segar atau jerami. Syarat penyimpanan Pada masa pertumbuhan. Bahkan. dan HCN menurun. pengadaan bahan dapat dilakukan sepanjang tahun. Timbun lubang berisi ubi dengan tanah sampai permukaan lubang berbentuk cembung. singkong tidak bertambah besar. kandungan karbohidrat umbi singkong semakin meningkatdan mencapai titik optimal saat umbi siap dipanen. Memanen singkong secara bertahap. malah kualitasnya akan berkurang. tepung. perlu segera dilakukan sortasi ( pemisahan ) antara singkong yang mulus ( tidak ada bagian yang terbuka ) dan yang cacat. perlu diupayakan tindakan untuk mengamankan singkong agar sampai saatnya digunakan masih tetap dalam kondisi baik/ segar. Masukan ubi pada lapisan kedua dan seterusnya hingga lubang tersebut berisi beberapa lapisan ubi. Upaya yang digunakan adalah memanen singkong secara bertahap atau mengawetkan singkong segar. masa tanam dan panen dilaksanakan dengan mengikuti musim pergantian dengan tanaman lainnya. panen sering dilakukan pada saat tanaman berumur 7 – 10 bulan. apabila pada umur 13 bulan singkong belum dipanen juga. Sebernarnya singkong tidak termasuk tanaman musiman. Apabila sampai berumur 12 bulan belum dipanen. Kayu pengungkit diikatkan pada pangkal batang dan salah satu bagian kayu pengungkit diangkat dengan tangan sampai umbinya terangkat ke permukaan tanah. yaitu ± 9 bulan.

Cara – cara penyimpanan singkong segar adalah sebagai berikut : 1. Kadar air serbuk gergaji dipertahankan sebesar 50 %. Singkong segar yang telah dibersihkan dicelup dalam larutan fungisida thiobendazole.5 m. 2. sedangkan pencelupan dalam fungisida dapat mencegah kerusakan oleh jasad renik. tebalnya 15 cm. Dengan perlakuan semacam ini. Sekeliling timbunan dibuat saluran drainase agar tidak terendam air. bak batu bata harus didirikan pada tempat yang aman serta tidak terkena air hujan. Singkong disimpan dalam peti ( kapasitas 20 kg ) yang diisi serbuk gergaji. Setelah itu di atas pasir ditutup lagi dengan batu bata dan yang terakhir ditutup seng. Kemudian dikemas dalam kantong plastik polietilen. Perlu diperhatikan agar singkong benar – benar segar ( 2 – 3 jam setelah panen ) pada saat di kemas. B. pada keadaan yang terlindung dari sinar matahari. namun dengan resiko kehilangan kadar patinya. Singkong segar dipotong sepanjang 5 cm pada tangkainya. agar kelembabannya terkendali sehingga singkong awet. begitu seterusnya sampai pasir terakhir berjarak 10 cm dari tepi bahan. Seringkali digunakan sekam padi ( pesak ) sebagai peganti serbuk gergaji. Cara .0 m x 1. Daya simpan singkong dengan cara ini dapat mencapai 3 bulan. dan suhu sekitar 26 oC dapat mempertahankan singkong segar selama satu bulan. 3. Diameter tumpukan jerami 1. Perlu diupayakan agar tidak terlalu basah dimusim hujan. Tetapi sekam di nilai kurang baik karena daya serap dan distribusi air kurang merata. 4. Cara penyimpanan singkong segar seperti ini.0 m. Sekitar 300 – 500 kg singkong segar ditimbun di atas alas tersebut. Air rendaman harus diganti setiap hari. Diangin – anginkan supaya getahnya kering. Pengemasan ini akan membantu mengawetkan singkong dari kerusakan fisiologis. Bak batu bata berukuran 1. atau fungisida lainnya seperti Maneb dan benomyl. Cara ini dapat digunakan untuk mengawetkan singkong selama 3 – 4 minggu. Keadaan cuaca sangat mempengaruhi daya tahan singkong yang disimpan. rumput atau daun – daun kering. sebaliknya bila terlalu basah menyebabkan kebusukan.0 m x 1. singkong segar dapat tahan 1 – 2 bulan.terbuka pada kulit dan dagingnya ) diproses terlebih dahulu atau diawetkan dengan cara dikupas dan direndam air. Tanpa perlakuan khusus singkong segar hanya tahan sekitar 48 jam. kemudian ditutup dengan lapisan jerami dan ditutup lagi dengan tanah hingga ketebalan 15 cm. Jejeran singkong tersebut ditutup lagi dengan pasir setinggi 5 cm. Singkong – singkong tersebut lalu diatur berjejer rapat dalam bak batu bata yang ditumpuk tanpa menggunakan semen dan dasarnya sudah ditutup pasir kering setebal 5 cm. kadar HCN-nya semakin berkurang karena selama perendaman HCN ( sianida ) akan terlepas dan larut dalam air perendaman. Singkong segar dalam keadaan utuh ditumpuk di atas lapisan jerami. Kondisi penyimpanan terlalu kering akan cepat terjadi kerusakan fisiologis. Pada penyimpanan seperti ini. Metode atau Cara Penyimpanan Cara penyimpanan singkong segar telah banyak diteliti dan dipraktekkan.

b.penyimpanan seperti ini banyak digunakan di pasar – pasar swalayan. Pedagang. Memudahkan pengolahan lebih lanjut.Agen. dan pelaku rente lainya sebagai penyebab inefisiensi ratai pemasaran tidak akan menjadi aktor pada model kemitraan ini. d. Umbi ubi kayu terhindar dari kerusakan akibat busuk. Mempertahankan daya simpan ubi kayu. atau rente lain. Teknologi Hasil Pertanian Pemasaran Jalur distribusi ubi kayu akan menjadi lebih efisien. Tujuan Penyimpanan Penyimpanan merupakan proses untuk mempertahankan daya simpan dan mutu ubi kayu. sehingga posisi tawar petani menjadi tinggi. Tujuannya adalah untuk : a. dan lain-lainnya. Menambah nilai ekonomis umbi ubi kayu. .agen. jamur. c. Daya tahan singkong segar sekitar 1 – 3 bulan. Ini tentu akan memberi kesempatan petani untuk meningkatkan pendapatannya karena tidak akan mendapat tekanan harga dari para pedagang. C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful