You are on page 1of 19

PENDEKATAN METODOLOGIS UNTUK STUDI KOMUNIKASI KELUARGA

Bab ini menampilkan metode yang digunakan untuk meneliti proses, dampak, dan struktur
komunikasi keluarga. Secara garis besar, kepentingan interdisipliner dalam komunikasi keluarga,
metode tersebut bermacam-macam , mulai dari desain kuantitatif, naturalistik, kualitatif. Kami
merangkum metode yang relevan, mendeskripsikan secara detail, mengilustrasikan aplikasinya
dalam

keluarga menggunakan eksemplar penelitian dan mencerminkan dalam suatu

permasalahan. Sebelum mendiskusikan metode kuantitatif, kita akan membahas cakupan definisi
dalam bab ini.
Pertanyaan mengenai bagaimana keluarga didefinisikan merupakan hal yang penting dalam
penelitian komunikasi keluarga. Variabel dari kepentingan, pertanyaan atau hipotesis, contoh
yang digunakan, dan jenis dari data yang dikumpulkan seluruhnya dirangkai oleh pilihan-pilihan
para peneliti mengenai apa yang terdapat dalam keluarga. Definisi mengenai keluarga
memberikan perubahan besar dalam literature perkuliahan dan diantara populasi orang awam.
Sebagai contoh beberapa definisi menempatkan keluarga dalam bentuk paksaan yang dilegalkan
(sebagai contoh pernikahan, rujuk nikah, adopsi) atau parameter biologis (keluarga/anak, kakek
nenek) (Noller & Fitzpatrick, 1993; Chapter 2, this volume). Pendekatan lain menunjukkan
bahwa batasan legal dan biologis bersifat membatasi dan mendukung gagasan bahwa unit
keluarga merupakan jenis khusus dari sistem sosial yang karakternya yang terbentuk oleh fisik
dan ketergantungan emosional. Sebagai contoh, Yerby, Buerkel-Rothfuss, dan Bochner (1998)
mendefinisikan keluarga sebagai
“Suatu system sosial multigenerasi yang terdiri atas setidaknya dua ikatan manusia yang saling
berkaitan oleh tempat tinggal dan sejarah yang sama dan siapa yang membagi beberapa tingkatan
dari ikatan emosional kepada atau keterlibatan dengan satu sama lain. (hlm. 13)”
Beberapa hak istimewa personal beberapa pelajar dibandingkan dengan definisi structural atau
legal pleh anggota keluarga (sebagai contoh, Galvin, Bylund, dan Brommel, 2004; Chapter 1,
this volume). Pendekatan tersebut berfokus pada peran konstitutif komunikasi dalam membentuk
unit keluarga. Sebagaimana Turner dan West mendefinisikan keluarga (2002)
Kelompok yang mendefinisikan diri (self-defined) yang membentuk dan memelihara kelompok
mereka melalui interaksi mereke sendiri dan interaksi dengan orang lain; Sebuah keluarga dapat

Sebagai satu cara untuk mengatur cakupan luas dari kerja kuantitatif dalam komunikasi keluarga. dan hal tersebut mengalami perubahan sepanjang waktu. Kita memberikan pengecualian (mengeluarkan) studi komunikasi pernikahan ketika bidang tersebut secara khusus berfokus pada interaksi suami-istri. kita pertama-tama melakukan rangkuman terhadap dua tipe data yang digunakan. Sebagaimana Stamp (2004). penelitian kuantitaif dalam komunikasi keluarga cenderung untuk berpatokan pada data self-report yang didapat dari sample anggota keluarga.mencakup jenis hubungan sukarela dan hubungan yang terjadi tanpa disengaja. Setelah unit dari kepentingan konseptual diidentifikasikan. Kita tidak membatasi jenis keluarga yang ditampilkan. simbolis internal. mengatakan bahwa menurut analisa dari 1245 artikel komunikasi keluarga yang diterbitkan antara 1990 dan 2001. Sementara pasangan yang telah dan belum menikah dapat dikategotikan sebagai satu unit keluarga. biasanya dari interaksi yang direkam antara orangtua. dan batasan eksternal.kadang-kadang memohon mereka untuk mendistribusikan kuesioner kepada anggota keluarga lainnya. hal yang paling biasa dilakukan adalah dengan memperoleh kumpulan data-data masa lalu dalam praktek komunikasi keluarga dari mahasiswa. referensi sejarah dalam penelitian keluarga banyak menggunakan metode kuantitatif. dan antara anggota keluarga dan pewawancara. selanjutnya dapat dikodekan dan dihitung untuk menampilkan frekuensi dalam . lebih dari 90% merupakan investigasi empiris. 8) Untuk tujuan kita disini. hal tersebut menciptakan pengartian harfiah. Selanjutnya. self-report dan interactional. Sekarang kita beralih kepada metode kuantitatif. kita akan meneliti mengenai berbagai studi yang secara khusus membahas mengenai komunikasi keluarga. antara orangtua dan anak. (hlm. Meskipun sample nasional selalu tersedia. pendekatan terbaru dalam komunikasi keluarga mengukur data interaksional. METODE KUANTITATIF Sebagaimana yang biasa didapati dalam ilmu sosial. komunikasi orangtua. atau kemunikasi antar saudara. Banyaknya bukti secara relatif memiliki cakupan lebih besar dalam bagian kuantitatif dibandingkan dengan kualitatif. Kita menuliskan bahwa keuntungan dan tantangan dari setiap jenis dan kemudian melakukan desain penelitian dari kedua tipe data. metode yang digunakan untuk menginvestigasi komunikasi mereka.

DATA SELF-REPORT Pendekatan yang berlaku untuk metode self-report dalam komunikasi keluarga adalah untuk mengajak responden menyelesaikan satu kuesioner yang mengukur berbagai dimensi dari tipikal pola komunikasi atau praktek yang dilakukan keluarga mereka. Skala yang biasa digunakan dalam mengukur kualitas interaksi antara keluarga dan anak adalah skala Parent Adolescent Communication Scale (PACS).kategori. Keluarga yang tinggi dalam orientasi konsep dan rendah dalam orientasi sosial dikategorikan menjadi pluralistik. dimensi-dimensi tersebut dapat disilangkan untuk membentuk 4 kuadran dan keluarga dapat ditentukan kepada satu kategori yang didasarkan oleh nilai relatif tinggi atau rendah dari setiap dimensi. Sepuluh item memperkirakan praktik komunikasi positif. dan ketahanan ujinya telah dipastikan dalam satu sample dari anak remaja Belanda (usia 13-15 tahun). Kedua dimensi dari kualitas komunikasi tersebut merujuk kepada open dan problem. item FCP menampilkan 2 dimensi karakterisasi komunikasi keluarga: a socio-orientation (mengarahkan komunikasi terhadap orang lain) dan a concept orientation (mengatur komunikasi terhadap objek dan ide). atau dukungan oleh pihak yang melakukan kodefikasi atau anggota keluarga. PACS terdiri dari 20 item untuk interaksi ibu-anak dan 20 item untuk interaksi bapak-anak (contoh “jika saya mengajukan pertanyaan saya akan mendapatkan jawaban yang jujur dari bapak/ibu saya”) yang diikuti oleh skala Likert (sangat tidak disetujui ke sangat disetujui).. Instrumen yang digunakan secara luas lainnya adalah skala Family Communication Patterns (FCP) yang dibentuk oleh McLeod dan Chaffee (1972). Keluarga yang rendah dalam orientasi konsep dan tinggi dalam orientasi sosial dikategorikan protektif. Kedua dimensi ini dapat digunakan secara terpiah sebagai variabel lanjutan untuk memberikan nilai terhadap satu orientasi konsep dan orienasi sosial terhadap setiap responden. Secara alternatif. Skala tersebut telah sukses digunakan oleh beberapa peneliti. Beberapa instrumen telah digunakan secara luas dalam penelitian komunikasi keluarga dan menunjukkan ketahanan uji dan validitas (Fiese et al. Dimensi socio orientation mencerminkan diskusi terbuka mengenai isu dan mempertanyakan opini orang lain. 2002). Keluarga yang tinggi . dan 10 item memperkirakan praktik komunikasi negatif. Unit tersebut juga dapat dinilai dalam kualitas pesan seperti intensitas. pemaksaan. Nilai-nilai tersebut dapat kemudian digunakan untuk membentuk suatu deskripsi terhadap pola interaksi keluarga.

dilakukan melalui telepon. atau luas dari tipe tertentu dari pesan yang ditargetkan dalam interaksi keluarga. Sebagai contoh. yang mengharapkan anak untuk mengekspresikan ide mereka dengan kebijaksaan interpersonal dan perhatian terhadap hubungan yang harmonis. termasuk dalam kelas. struktural tradisonalis. orientasi kecocokan lebih tepat dibandingkan orientasi sosial untuk pesan orangtua yang menekankan penggunaan terhadap kekuasaan dan otoritas orangtua untuk mendorong penyesuaian anak. Mereka efisien dalam hal tersebut dan dapat disesuaikan terhadap sample besar dalam berbagai konteks. dan penghindaran) dan bentuk dari dasar skala lingkungan komunikasi keluarga. ketidaksesuaian. Menurut Ritchie dan Fitzpatrick. mereka berargumentasi bahwa orientasi percakapan merupakan label yang lebih baik dibandingkan orientasi konsep untuk pesan orangtua yang menekankan pengendalian orangtua terhadap kekuasaan mereka. item yang dihasilkan dari para peneliti dapat diikuti oleh format yang menekankan frekuensi pesan (sebagai contoh tidak pernah selalu). dikirim melalui surat atau surat elektronik. dukungan). konsistensi. rumah. kesesuaian. Berdasarkan pada perhatian terhadap validitas dari beberapa item yang ditujukan untuk mengukur dimensi original. atau kualitas pesan (sebagai contoh.pada dua dimensi disebut sebagai konsensual. Sebagai contoh. Validitas dan ketahanan uji dari skala RFCP telah digunakan dalam beberapa studi dan instrumen yang telah sukses digunakan dalam kombinasi dalam ukuran yang ditampilkan. Ukuran tersebut memberikan perkiraan terhadap frekuensi. . atau laboratorium. KEUNTUNGAN Ukuran self-report merupakan alat yang fleksibel dan efisien untuk peneliti keluarga. Tiga faktor yang ditampilkan (ekspresi. pentingnya pesan (tidak penting sama sekali ke sangat penting). Ukuran self-report dapat dikatakan fleksibel karena mereka dapat dibentuk dalam berbagai bentuk dari format untuk menyediakan para peneliti jenis informasi yang mereka cari. Demikian juga. Ritchie dan Fitzpatrick (1994) menganalisa penilaian dalam FCP dan inventory dimensi relasi dikumpulkan melalui interview telepon dengan sample keluarga yang luas. dan keluarga yang rendah dalam 2 dimensi disebut sebagai laissez-faires. Ritchie dan Fitzpatrick (1990) meninjau kembali skala dan rekonseptualisasi dimensi sebagai orientasi kecocokan dan orientasi percakapan.

fungsi. ekspresi wajah. Perkembangan konseptual yang paling penting dalam pengukuran self-report adalah mereka menyediakan peneliti informasi orang dalam mengenai praktik komunikasi yang tidak bisa didapatkan dari observasi. skema peran orangtua. dan puncak suara merupakan kriteria penting dalam menentukan bentuk. sebagai contoh. . dan konsekuensi dari pesan. volume. nada. sebagian besar dari kekuasaan konstitusi dari komunikasi terletak dalam persepsi anggota keluarga dan reaksi emosional terhadap pesan. Perbedaan antara ritual dan rutinitas keluarga. Selanjutnya. maka kemudian data-data self-report dikatakan tepat Ketika peneliti menawarkan kesimpulan mengenai pola komunikasi actual dalam keluarga. atau bias keinginan sosial (sebagai contoh orangtua yang baik akan berbicara dengan cara seperti ini). anggota keluarga yang terikat dalam interaksi spontan.Selanjutnya. Selanjutnya.. pernyataan tersebut hanya terbatas pada persepsi dasar dari data self-report. dimana ritual bersifat lebih simbolik dan berarti terhadap orang yang melakukan (Fiese et al. indikasi bahwa rutinitas dapat diamati dengan mudah dikarenakan mereka terjadi berulang-ulang dan bersifat instrumental. Beberapa tindakan (sebagai contoh hilangnya watak atau kritik yang keras) tidak dapat dimunculkan. Secara keseluruhan. TANTANGAN Salah satu tantangan yang menjadi sifat dalam self-report dari pola komunikasi keluarga adalah mereka mencerminkan generalisasi dan mengumpulkan kesan-kesan dibandingkan dengan kejadian sesungguhnya dari perilaku. rutin. 2002). Kesadaran pesan dapat dikatakan sangat terbatas ketika elemen nonverbal seperti tatapan mata. atau problematis tidak selamanya peduli atau ingin untuk memberikan jenis dari pesan yang biasanya mereka produksi. dan beberapa topik (sebagai contoh pesan orangtua mengenai tingkah laku seksual) tidak bisa didapatkan melalui rekaman percakapan tetapi mungkin dilaporkan oleh anggota dalam keluarga itu sendiri. Sebagai satu konsekuensi. pertanyaan terbuka dapat digunakan untuk mengumpulkan responden yang secara umum dideskripsikan menjadi kode dan dilakukan penghitungan oleh peneliti. perkiraan terhadap produksi pesan dapat dikatakan lebih konsisten dengan skema mental seperti naskah keluarga. Jika pertanyaan peneliti secara jelas berhubungan dengan pengumpulan ulang polapola komunikasi.

pidato. anak yang lebih muda membutuhkan instrument yang memperkirakan yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. anak-anak akan merespon pertanyaan mengenai komunikasi keluarga mereka dengan menunjuk pada kotak kartu. Raffaeli et. Hartos dan Power (2000) menggunakan korelasi resmi untuk memperkirakan laporan antara ibu dan anak remaja yang berasal dari PACS dan penyesuaian anak (daftar nama perilaku anak). atau episode percakapan. Berbagai macam unit dalam analisis. meskipun jika item tersebut berhubungan dengan anggota keluarga lainnya. Tantangan ketiga dari pengukuran self-report bermunculan ketika anak-anak dimasukkan kedalam sampel. Tambahan. dan 7 terhadap situasi yang didasarkan pada skala FCP yang telah direvisi. Meskipun mahasiswa dan sebagian besar anak SMA dapat menyelesaikan instrument seperti PACS dan FPC. seperti pertunjukan nonverbal. Al (1999) menemukan bahwa kecocokan antara ibu dan anak remajanya pada beberapa topic diskusi mengenai seksualitas menunjukkan perbedaan.Tantangan kedua adalah self-report selalu menyajikan satu persepsi responden. Sebagai contoh. biasanya dilakukan coding dan penghitungan. Setelah mendengarkan rekaman radio pada percakapan makan malam dan melihat buku bergambar. 4. observer dan/atau anggota keluarga dapat diminta untuk mengukur perilaku aktual .” kotak yang sedang jika keluarga “sedikit mirip dengan keluargamu” dan kotak yang paling kecil jika keluarga “sama sekali tidak mirip dengan keluargamu.” DATA INTERAKSIONAL Dengan cara sama yang metode self-report cerminkan mengenai keragaman dalam instrumen dan analiis. Pendekatan lainnya adalah dengan menggunakan protocol buku cerita dimana anak-anak dapat memberitahu apakah satu karakter memiliki kesamaan dengan dirinya . 6. pewawancara dapat bertanya kepada anak-anak menggunakan kalimat yang mudah dan kemudian merekam jawaban mereka pada instrument mengukuran mereka. berkisar antara 32% izin untuk melakukan kontrol reproduksi sampai 84% persetujuan untuk berpacaran.kotak yang paling besar jika keluarga “sangat mirip dengan keluargamu. Hasilnya mengindikasikan bahwa kualitas komunikasi dan jumlah agresi yang diperoleh dari laporan ibu dan remajanya dapat dikataka sangat independen. atau ibu dan ayahnya. Dalam beberapa kasus. Fitzpatrik et al. studi kuantitatif pada interaksi aktual mencerminkan berbagai macam instrument coding dan protokol perkiraan. (1996) menciptakan “buku gambar berbicara” untuk membantu respon anakanak pada tingkat 1.

menegaskan keujitahanan dan kegunaan dari coding manual yang menggunakan rekaman radio dan catatan dari interaksi keluarga. dan Heatherington (1992) mengadaptasi the Family Relational Communication Control Coding System (FRCCCS) yang digunakan untuk coding control gerakan nonverbal dalam percakapan keluarga. keduanya menggunakan isyarat verbal dan nonverbal untuk membagi pernyataan menjadi tiga kategori utama: positif (setuju. negative (deskripsi masalah. atau teman sebaya. dan orang dewasa awam. . saling melengkapi. Hasil dapat kemudian digunakan untuk menentukan respon positif atau negative berbeda dengan taksiran dasar. menghasilkan padanan nonverbal dari FRCCCS menggunakan ahli-ahli komunikasi relasi. kejelasan pesan atau dukungan) menggunakan skala Likert. membuat tiga studi natara lain untuk a).anak yang terikat dalam diskusi penyelesaian masalah. dan c). setiap orang berfokus pada jebis tertentu dari perilaku percakapan. pengakuan. penegasan. Koerner. paling baru melalui studi yang dilakukan oleh Sillars. dan Fitzpatrick (2005) menggunakan 50 rangkaian orang tua. senyum atau tawa. Verbal Response Mode (VRM) yang diperkenalkan oleh Stile (1992) didesain untuk melatih para observer untuk melakukan coding unit verbal kepada satu dari delapan kategori tindak tutur: penyingkapan. dan tidak kekal dalam interaksi pernikahan yang termasuk gerakan triadic. Tingkat dasar per menitnya dapat dihitung dengan membagi jumlah pesan negatife dan positif dengan jumlah waktu interaksi. dan cerminan. perintah. dan solusi). Siegel et al. pertanyaan. humor. sarjana. interpretasi. mempertegas kebenaran dengan juga melakukan coding control gerakan verbal sebagai perbandingan. Jacob dan Johnson (2001) revisi mengenai sistem coding Interaksi Perkawinan untuk diskusi antara anak dan orang tua. guru. saran. pertanyaan. Data yang berasal dari coding interaksi dapat juga digunakan sebagai pengganti atau penghubung dengan variable lainnya seperti kepuasan keluarga atau penyesuaian sosial anakanak yang disampaikan melalui data self-report dari anggota keluarga. Ketahanan uji dari instrument ini untuk penelitian keluarga telah dilakukan dalam beberapa studi.dalam beberapa kualitas (sebagai contoh. Siegel. dan bicara). Perilaku nonverbal juga dilakukan coding. FRCCCS memberikan kontrol gerakan interaksi secara simetris. Friedlander. Sebgai contoh. perbaikan/kemajuan. b). sependapat. pembenaran. Beberapa system coding interaksi tersedia bagi para peneliti.

anggota keluarga dapat menelitit dan merespon pada penukaran pesan dalam konteks interaksi. . 2002) menampilkan dua studi dari episode dukungan emosional antara ibu dan anaknya yang telah dewasa (mahasiswa) sebagaimana mereka mendiskusikan masalah hubungan (tidak memiliki hubungan dengan ibunya). Dalam kedua studi. Keuntungan kedua adalah analisis dalam interaksi yang sedang berlangsung menyediakan alat untuk menentukan pola percontohan dan kesatuan dalam tukar menukar pesan selama berbagai jenis episode. Perilaku yang kemungkinan tidak dapat dikenali atau diulang dalam instrumen self-report dapat dikodekan dan dihitung. Setelah diskusi. Reese. meningkatkan perluasan respon terhadap gambaran anak pada usia sebelum sekolah. Menurut Trees (2002). dan Fivush (1996) mengumpulkan data percakapan dari 17 keluarga (pada usia 35 tahun) selama waktu 30 bulan. Berdasarkan pada kemungkinan kondisi. Haden. mereka menyimpulkan bahwa dari waktu ke waktu. Pemberi kode independen juga menilai kualitas pesan dalam interaksi. Data Longitudinal dipergunakan secara khusus dalam menentukan pola kesatuan (contingent). pemberi kode menilai isyarat dari keterkaitan nonverbal dan sinkronisaasi interaksional. keterkaitan nonverbal ibu. bagaimana orang tua membuat pesan tertentu yang diperuntukkan berbeda pada anak laki-laki dan perempuan atau bagaimana pesan tertrntu orang tua mendatangkan respon tertentu dari anak. termasuk pencarian perilaku- dukungan nonverbal (1 sampai 6. ibu. pemberi kode menilai aturan elemen yang yang lebih luas . hampir tidak sama sekali menjadi luas). Trees (2000. Perkiraan ini memungkinkan para peneliti untuk menentukan. Keuntungan ketiga dalam mengukur interaksi adalah hal tersebut memberikan para peneliti kesempatan untuk menjalin pola komunikatif dengan persepsi dari self-report dan respon baik dari anggota keluarga. anak-anak diperlihatkan bagian dari rekaman dan diminta untuk menaksir kualitas dari dukungan ibu menggunakan Skala Persepsi Penerima Dukungan (Recipient Support Perception Scale). dan perilaku dukungan verbal ibu (skal poin 0-5). Menggunakan teknik pemutaran ulang rekaman (video).setidaknya dalam percakapan yang ditergetkan oleh guru. sebagai contoh. Pada Trees (2000). partisispan menyelesaikan the Quality of Relationships Inventory Prior pada diskusi tersebut.KEUNTUNGAN Prinsip-prinsip keuntungan dari analisis interaksi pada peneliti keluarga adalah memungkinkan perkiraan dari pesan perilaku aktual yang melekat selama percakapan.

mereka harus menemukan tipe dalam interaksi unuk rekaman video. kritik dan apresiasi. dan validitas dalam konseptualisasinya. Setelah 10 sampai 15 menit diskusi. perilaku komunikati positif dan negatif). Perbandingan kelompok digunakan untuk . Sebagaimana yang diharapkan memberikan kompleksitas bahasa. Secara khusus. keputusan peneliti menyangkut perilaku objek yang diteliti. Satu instrumen yang sering digunakan untuk memperoleh pembicaraan untuk menemukan jalan keluar masalah antaraorang tua dan anak merupakan wilayah dari Kuesione Perubahan / Area of Change Questionnaire (ACQ). radio. dukungan sosial. Sebagai satu hal yang benar bagi setiap keputusan metodologis. Alternatifnya. Tantangan kedua adalah mengidentifikasi unit analisis. desain kuantitatif yang digunakan dalam penelitian komunikasi keluarga mencerminkan metode tradisional dari ilmu sosial. Unit interaksi dapat digunakan sebagai data kategoris dan dihitung. unit interaksional (berkisar dari pernyataan tunggal menuju perubahan bicara yang besar) dapat digolongkan dan kemudian diukur oleh pemberi kode yang terlatih dalam Skala Likert untuk menaksir bebereapa jenis dari kualitas pesan (sebagai contoh. dan pembangunan makna selama episode interaksi. Peneliti tertarik pada tipe tertentu dari interaksi seperti pemecahan masalah. pekerjaan rumah. Setelah unit analisis dipisahkan. tindak tutur. DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF Secara umum. Pertama. atau observasi. tugas sehari-hari. anggota keluarga lainnya memilih topik baru. tanda nonverbal. para peneliti harus menentukan bagaimana menggunakan unit ini. upah. percakapan. dan berguna untuk mempertemukan tujuan dari investigasi. waktu yang diluangkan sebaga satu keluarga. keputusan coding diharuskan untuk dapat menunjukkan keujitahanan dalam aplikasinya. orang tua dan/ atau anak remaja diminta untuk memilih satu topik dari daftar item yang mereka ingin rubah atau yang menampilkan wilayah dari ketidaksetujuaan (sebagai contoh. atau konflik menghadapi tantangan tentang bagaimana memasukkan episode tersebut tanpa mesti kehilangan validitas ekologis. dan teman). Peneliti tertarik pada oertanyaan mengenai interaksi rutin yang melambangkan iklim keluarga yang mungkin digunakan percakapan makan malam.TANTANGAN Peneliti yang mengukur interaksi jugga mendapatkan tantangan. pemisahan (isolated )merupakan tahap kritis dalam proses penelitian.

Sampel dipilih secara acak dari populasi. tetapi motivasi dan hukuman pelaku untuk tindakan kekerasan. partisispan ditugaskan secara acak kedalam kelompok-kelompok. Mereka kemudian menunjukkan buku cerita kecil dengan gambar dan tulisan untuk dapat melihat jika mereka lebih memilih solusi agresif dan nonagresif untuk masalah interpersonal. Pada dua studi mengenai dampak konflik perkawinan pada anak. Pada desain eksperimen secara keseluruhan. Perbandingan Kelompok: DESAI EKSPERIMEN DAN QUASI-EKSPERIMEN Perbandingan kelompok merupakan desain penelitian penting untuk peneliti kemonukasi keluarga. variabel independen secara sistematis dimanipulasi. Texas Ranger. mereka menyelesaikan versi yang telah dimodifikasi oleh FCP. rekaman video dikonstruksikan untuk menampilkan baik ibu atau ayah yang menginisiasi konflik dan menampilkan satu dari . Asiasi diantara variabel dan desai korelasi dapat menentun apakah variabel kepentingan secara sistematis berhubungan dengan satu sama lain. dan kelompok pengendali/ control menentukan dasar untuk memastikan dampak memiliki hubungan dengan manipulasi tersebut. dimanipulasi. Prosedur yang biasanya dibuat adalah untuk menggabungkan manipulasi esperimen sebagai bagian dari satu studi yang lebih luas. memungkinkan mereka untuk menentukan pertenyaan mengenai bagaimana fungsi komunikasi dalam keluarga sebagai suatu hal yang berdampak pada keadaan lainnya. Sebagai contoh. sebagai bagian dari studi dampak kekerasan dalam televise terhadap respon anak dalam masalah intrpersonal. Sebagai tambahan. 1995). Regresi digunakan untuk menentukan apakah respon anak dapat diprediksi melalui kontrol dimensi dalam komunikasi keluarga.menentukan bagaimana variabel kepentingan verveda antara kelompok. asumsi sebab akibat dapat diuji dikarenakan kendali pada penjelasan alternatatif tergolong tinggi. Desain eksperimen sebenarnya dalam penelitian komunikasi keluarga sangat langkah dikarenakan sangat sulit untuk mendapatkan seluruh kriteria untuk desain eksperimen sebenarnya (cummings & cummings. Kremar (1998) menggunakan sampel dari perekrutan anak-anak dengan izin orang tua pada tingkat/kelas K sampai 6 tetapi secara acak menugaskan mereka untuk melihat 3 klip dari Walker. keseluruhan klip menunnjukkan tindakan agresi. JIka anak-anak ditaya oleh pewawancara apakah perilaku orang tersebut benar atau salah dan bagaimana yang benar dan salah.

Meskipun praktik komunikasi memang secara statistik berbeda antara orangtua yang utuh dan bercerai. peneliti menawarkan tuntutan sebab akibat dengan peringatan. Sebagai comtoh. Sebagai hasilnya. SEM menggambarkan jalur analisis dan memungkinkan peneliti untuk menguji model teoritis alternative yang menjelaskan hasilnya. Crokenberg dan Langrock (2001) menggunakan SEM untuk menguji beberapa kemungkinan penjelasan untuk mengasosiasikan diantara persepsi orangtua yang bercerai mengenai struktur keluarga. desain quasi eksperimen secara umum memasukkan perbandingan kelompok-kelompok pada beberapa variabel kepentingan. yang biasanya didapat literatur komunikasi keluarga. Setelah melihat setiap rekaman. Sample besar dapat digambarkan dari populasi yang utuh atau bercerai.sepuluh jenis taktik konflik berkisar dari sangat negatif (agresif fisik) sampai normal (diskusi) menuju sangat positif (kasih sayang). Membandingkan dengan desain eksperimen yang benar. Kelompok-kelompok cenderung bertindak secara alami atau membentuk data self-report. Pertanyaan tersebut didesain untuk mengukur reaksi mereka terhadao konflik yang diobservasi. dua pendekatan memberikan karakter bagaimana suatu variabel komunikasi digunakan dalam desain quasi eksperimen: komunikasi sebagai variabel dependent dan komunikasi sebagai variabel independent. Secara umum. Beberapa peneliti melakukan structural equation modeling (SEM) untuk menampilkan hubungan sebab akibat tanpa harus menggunakan seluruh aspek dari desain eskperimen. mereka diminta oleh pewawancara untuk merespon seri pertanyaan. adalah suatu hal yang mungkin untuk mengetahui apakah perbedaan macam itu dapat mengakibatkan perceraian atau disebabkan oleh perceraian. Perbandingan kelompok quasi eksperimen menyediakan informasi berharga mengenai konsekuensi dari komunikasi keluarga. tetapi anggota dari kelompok ini tidak dapat secara acak tidak bisa menceritakan kondisi yang sama berturut-turut. . perasaan orangtua mengenai perceraian dan komunikasi orangtuaanak mengenai perceraian. Mann dan Gilliom (2002) menggunakan SEM dan penjelasan yang dievaluasi untuk mengetahui permasalahan pada orang dewasa (mahasiswa) sebagai satu respon terhadap konflik keluarga pada masa kanak-kanak. Anak-anak diberitahukan untuk berimajinasi bahwa pasangan-pasangan tersebut merupakan orangtua mereka dan mereka berada pada ruangan dan ikut mengobservasi percakapan. Pada kasus yang sama.

dan kategori yang ada di dalamnya (sebagai contoh. Melukiskan suatu karakteristik sebagai variabel independent (contoh. ekspresi sosial. keluarga dikategorikan menurut variabel yang telah ada sebelumnya yang kemungkinan mempengaruhi pola komunikasi keluarga. Lanz ya Fratte. dan keluarga yang diadopsi antar . perceraian yang rujuk) yang berlaku sebagai tingkatan. Situasi seperti adopsi anak. rujuk. Pengukuran dependent yang membandingkan antar kelompok bisa memasukkan kompetensi komunikasi anak-anak (empati. dan kegelisahan komunikasi) atau menampilkan penjiplakan dan keterampilan sosial (ekspresi emosional. perceraian. Grenwald (1995) membandingkan tiga tipe dari struktur keluarga: keluarga biologis. dan lainnya memberikan perubahan kepada lingkungan keluarga dan memotivasi anggota keluarga untuk menjaga stabilitas keluarga disamping mendukung perubahan struktur. Sebagai contoh. atau perilaku anak-anak. kepercayaan diri. Studi ini cenderung merefleksikan. Rosnati. respon ya/tidak. keluarga tiri terbentuk setelah perceraian menghasilkan komunikasi yang sangat bermasalah (diukur melalui PACS). permasalahan orangtua seperti masalah alkoholik disadari sebagai variabel exogenous yang memengaruhi komunikasi keluarga dan penyesuaian sosial anak-anak. Sebagaimana yang diperkirakan.variabel dependent merupakan self-report dari praktik komunikasi keluarga. dan sensitivitas sosial). keluarga tiri yang terbentuk setelah kematian suami/ayah. dalam data self-report yang memperkirakan kebiasaan alkoholik kepada orangtua seseorang. fleksibelitas perilaku. yang biasanya ditambah oleh ukuran kepuasan dalam hubungan. atau penyesuaian sosial. khususnya bagi anak remaja perempuan. Anak-anak yang telah dewasa biasanya dapat melengkapi pengukuran ini dan mengelompokkan kepada “orangtua alkoholik” atau “orangtua nonalkoholik”. pernikahan pertama. Kemungkinan dapat dikatakan variabel yang biasanya paling independent dalm hal ini mengalami perubahan dalam struktur dan komposisi keluarga. perceraian yang tidak rujuk. dan keluarga tiri yang terbentuk setelah perceraian. satu pandangan terhadap keluarga sebagai kesatuan sistem ekologis. sensitivitas emosional. manajemen interaksi. The Children of Alcohilics Screening Test (CAST) merupakan 30 item. keluarga yang terpisah. secara implisit atau eksplisit.Dalam studi yang menggunakan komunikasi sebagai variabel dependent. dan Scabini (1999) membandingkan 3 tipe dari struktur keluarga Italia: keluarga yang utuh. struktur keluarga).

keluarga yang bercerai dan rujuk. Partisipan pertama harus menyelesaikan instrument yang mengukur pola komunikasi dalam keluarga.negara. Sepanjang 3 tipe dari struktur keluarga remaja dalam keluarga yang terpisah mengalami lebih banyak kesulitak komunikasi (diukur oleh PACS) dengan kedua orangtua yang dibandingkan dengan tipe keluarga lainnya. Hasil seperti kepuasan relasi. Afifi dan Schrodi (2003) menggunakan teori manajemen untuk memberikan alasan bahwa dalam keluarga pasca perceraian. sementara remaja adopsi mengalami komunikasi yang lebih positif dibandingkan dengan orangtua biologis mereka. dan kepuasan. jenis komunikasi keluarga dibentuk dan digunakan sebagai tingkatan untuk varabel independen. Variabel dependent memasukkan persepsi dari anggota keluarga (sebagai contoh. emosi. Bethea (2002) menemukan bahwa kepuasan komunikasi terhadap kepedulian pasangan pada orang tua di rumah mereka lebih rendah dari pasangan yang mirip secara demografi. perasaan anak terhadap diri mereka dan anggota keluarga lainnya atau penyesuaian sosial anak (khususnya di sekolah) dibandingkan sebagai variabel dependen yang tepat pada jenis-jenis komunikasi keluarga. Pendekatan ini mengharuskan metode dua langkah yang ditugaskan pada partisipan terhadap kelompok. kedekatan. Dalam satu studi yang menggambarkan secara eksplisit mengenai teori sebagai satu prediksi. perilaku. Pendekatan kedua dalam desain eksperimen-quasi mengunakan pola komunikasi keluarga sebagai variabel independen. induividu cenderung lebih memlihara ketidaktentuan mereka dengan cara menghindari beberapa diskusi. Peneliti kemudian menggunkana statistik yang tepat (khususnya pembelahan . perasaan terhadap orang tua atau orang tua angkat mereka ). Sebagai contohh. Sampel besar pada dua remaja ( usia 12-18) dan remaja yang telah dewasa dan merupakan mahasiswa (usia 19-22) dikategorikan sebagai anggota dari pernikahan pertama keluarga yang utuh. dan keluarga yang berceraii dan tidak rujuk. bagian dari keluarga (sebagai contoh. dan nilai) dan memperkirakan akurasi perasaan terhadap anggota keluarga. meskipun tidak biasa dengan perbandingan terhhadao keluarga utuh dan bercerai memerapa peneliti beranggapan meningkatnya perubahan pada struktur keluarga ketika keluarga dibutuhkan dalam – pemeliharaan rumah dari anak-anak mereka yang telah dewasa. Akhirnya. Berdasrkan pada self-report dari praktek komunikasi yang diselesaikan oleh orang tua dan/atau anak.

atau perilaku di luar rumah. . Dalam studi mengenai kemungkinan pengaruh dari norma yang terdapat pada tempat bekerja orangtua terhadap pola komunikasi keluarga. Pendekatan paling umum yang telah digunakan adalah memposisikan komunikasi keluarga sebagai bagian kondisi yang memengaruhi perilaku anak terhadap berbagai variasi konteks. Ennett. ketika berhubungan dengan analisis regresi. desain korelasi posisi komunikasi keluarga sebagai satu respon untuk variabel exogenous atau sebagai bagian yang memengaruhi variabel hasil seperti kepercayaan diri anak. Lebih lanjut lagi. Ritchie (1997) mengukur norma tempat bekerja yang dialami oleh orangtua dan pola komunikasi keluarga yang diukur melalui skala FCP yang telah direvisi. sebagai contoh. Dia menemukan korelasi kuat antara variabel tersebut. Toomey dan Nelson (2001) menemukan bahwa perilaku masa remaja terhadap jumlah dari pasangan seksual dibedakan berdasarkan pada klasifikasi konflik pada keluarga mereka. Sama halnya dengan desain perbandingan kelompok. Clark dan Shields (1997) mengumpulkan data dari siswa SMA yang menyelesaikan PACS dan skala self-report. untuk memperkirakan jumlah dari variasi dalam variabel kriteria yang dimasukkan ke dalam variabel prediktor. menemukan perbedaan dampak pada perilaku sosial anak di sekolah merujuk pada pola komunikasi keluarga yang terjadi di rumah. (1996). khususnya bagi remaja laki-laki. Meskipun mereka tidak tepat untuk menguji rangkaian hubungan sebab akibat. PACS dan FCP seringkali digunakan dalam menentukan tipe komunikasi keluarga. Mereka menemukan bahwa komunikasi terbuka berhubungan dengan rendahnya frekuensi dan rendahnya kejahatan serius. DESAIN KORELASI DAN REGRESI Desain korelasi biasa ditemukan pada penelitian komunikasi keluarga. penyesuaian sosial. desain korelasi dapat digunakan untuk memberikan profil detail dari tipe pesan dan interpretasi yang membentuk karakter sistem komunikasi keluarga. mereka menyediakan kesempatan untuk memperkirakan variasi yang dapat dibagi antara variabel dan. Fitzpatrik et al. The Family Environment Scale (FES) juga digunakan untuk mengidentifikasi jenis keluarga yang didasarkan pada tingkat konflik dalam rumah.median atau deviasi standar delimeters) untuk menetapkan partisipan (atau keluarga) untuk kategori yang tepat dalam tipologi. Ketiga format ini diilustrasikan sebagai berikut.

Desain korelasi memungkinkan penulis untuk melakukan konfirmasi dengan menciptakan hubungan kurva linear. Sebagai tambahan. Desain korelasi juga digunakan untuk membentuk profil dari sistem keluarga. dan Hicks (2001) menggunakan sample nasional dari pasangan remaja orangtua yang diwawancara melalui telepon dua kali setahun secara terpisah. Obeserver independent memberikan kode dampak langsung oleh anggota keluarga kepada pasangan tertentu menggunakan kategori pengaruh Gottmams (1998). Boyum dan Parke (1995) merekam percakapan makan malam dari 50 keluarga yang memiliki anak TK. Komunikasi mengenai aturan dan disiplin memprediksi eskalasi penggunaan tembakau dan alkohol. mereka dapat mengumpulkan data dari anggota keluarga menggunakan berbagai ukuran: data self-report. Para peneliti dapat membentuk profil keluarga dalam dua cara. Dalam satu investigasi bagaimana iklim emosional dikomunikasikan pada penyesuaian sekolah anak dan pengaruhnya di rumah. dan Osborne. Investigasi menggunakan ukuran kuantitatif dari pola interaksi juga mencari kemungkinan pengaruh perilaku anak di luar rumah.Bauman. pada bagian luas dari model komunikasi anak terhadap apa yang mereka temukan di rumah (teori pembelajaran sosial). pola interaksi keluarga sebaiknya memiliki efek tidak langsung terhadap komunikasi mereka di luar rumah. Grych. gaya yang diikuti. pola interaksi keluarga memengaruhi kepercayaan diri anak. 1994). Pengukuran selfreport dan pengkodean terhadap percakapan aktual (oleh obeserver terlatih dan/atau anggota keluarga) dapat dihubungkan dengan pengukuran dari bentuk relevan untuk mengetahui bagaimana anggota keluarga membentuk praktik komunikasi mereka dan budaya keluarga. Kedua. Dua asumsi alternatif mendasari investigasi ini. Pertama. Pertama. dan penyesuaian sosial. . Meskipun studi mengindikasikan hubungan antara komunikasi keluarga dan variabel hasil seperti perhatian sarjana yang menemukan bentuk bagian desain korelasi sebaiknya dicocokkan dengan penelitian longitudinal (Fincham. pola interaksi keluarga mungkin memengaruhi komunikasi anak dengan teman sebaya dan orang dewasa lainnya. Foshee. keluarga yang menyelesaikan FEQ hasilnya mengindikasikan bahwa kedua pola dari dampak observasi yang ditampilkan dan self-report yang memengaruhi intensitas dan kejelasan yang diprediksi melalui rating sosio matris dari anakanak oleh temen sekelas dan gurunya.

Setelah interaksi. Pendekatan kedua untuk membentuk profil dari sistem komunikasi keluarga adalah dengan menggunakan model hubungan sosial (SRM). hanya dapat menjadi masalah selama interaksi dengan orangtua. METODE KUALITATIF . Setiap orang menyelesaikan ACQ untuk interaksi yang mengindikasikan apa yang orang ingin rubah dan apa yang orang lain inginkan mereka untuk berubah. dan evaluasi anggota pada interaksi yang sama. Dalam studi menggunakan SRM. Kontrol statistik yang digunakan untuk peneliti memungkinkan hasil dibentuk oleh keluarga dalam satu sample.kodefikasi terlatih untuk interaksi. Desain Robin memungkinkan perkiraan terhadap setiap anggota keluarga (aktor dan target). Menurut Cook dan Kenny (2004) SRM menghubungkan komponen spesifik dari hubungan keluarga: pelaku (aktor). analisis kualitatif lebih tepat. Anggota keluarga kemudian menyelesaikan revisi FCP. atau saudara. diantara pola lainnya. Hasiung dan Bagozzi (2003) menunjukkan pola kompleks dari pengaruh dan persuasif diantara anggota keluarga dalam keputusan untuk membeli mobil. (2005) menggunakan sample dari 50 rangkaian orangtua-remaja. Hasilnya. terlihat kecocokan dibandingkan komunikasi terbuka yang memprediksikan pemahaman orangtua selama interaksi. Sillars et al. kombinasi dari seluruh kemungkinan dan nilai total untuk seluruh kombinasi dalam keluarga. Sebagai kesimpulan. Dampak dan alasan atau pola asosiasi membantu peneliti mengartikulasikan struktur kompleks dan fungsi dari komunikasi. Rangkaian tersebut kemudian terkait dalam diskusi pemecahan masalah. metode kuantitatif menjelaskan sejarah panjang dalam penelitian komunikasi keluarga. hubungan dan dampak keluarga (Halaman 361). Fungsi dari hal tersebut adalah untuk membantu memisahkan hal-hal penting dari dinamika keluarga. Metode kuantitatif tidak sesuai untuk seluruh pertanyaan dalam penelitian. Percakapan kemudian dituliskan dan dikodekan menggunakan sistem pengkodean mode respon verbal. dalam unit keluarga dan sekitarnya. ukuran dari konsep diri remaja dan lima item skala kepuasan hubungan. Dalam beberapa kasus. Kode pemikiran diujikan dengan cara bertanya pada setiap orang mengenai apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka percaya kedua anggota keluarga lain pikirkan. Anak yang “bermasalah” sebagai contoh. target (pasangan). setiap keluarga menampilkan segmen 30 detik. atau dengan seluruh anggota keluarga.

sebagai satu tipe dari tindakan yang memiliki arti dari budaya yang berbeda dan kelompok sosial dimana orang bersosialisasi. baik tertulis dan oral. Abu-Akel (2002) merekam satu percakapan makan malam diantara keluarga Amerika-Eropa yang berbahasa Inggris. Dalam contoh klasik dari CA. Sebagian besar peneliti CA menghabiskan waktu menganalisa hanya satu transkripsi atau sekuen percakapan (Baxter dan Babbie. elemen verbal dan nonverbal dari percakapan secara tradisonal diabadikan menggunakan audiotape dan videotape. 2004). Dalam penelitian CA. peneliti kualitatif mempelajari perilaku manusia sebagai satu jalan. yang berubah melalui sistem transkripsi notasi yang dikembangkan oleh para peneliti atau analis percakapan di lapangan (Baxter dan Babbie. Dalam bagian dari tujuan penelitian. analis percakapan tertarik pada spektrum luas dari bagaimana orang mengkonstruksikan aturan sosial sehari-hari dan artinya melalui percakapan. 2004). ANALISIS PERCAKAPAN Analisis percakapan (CA) merupakan bentuk khusus dari diskursus analisis yang didasarkan pada studi interaksi antara manusia (Baxter dan Babbie. Analisis mengidentifikasi bagaimana anggota keluarga memperkenalkan. Analis percakapan menemukan bagaimana kerja bahasa untuk menciptakan struktur interaksi fungsi. Abu-Akel menemukan bahwa keberhasilan dan kesalahan dari satu topik berakar pada psikologis dan aturan sosial dalam percakapan. yang memungkinkan para peneliti untuk memetakan bagian para linguistik percakapan. 2004). 1994). menyokong. CA merupakan metode sistematis dalam penelitian kualitatif (Fitch. autoetnografi. Untuk mengerti bagaimana anggota keluarga memberikan arti dari pengalaman mereka peneliti kualitatif keluarga menggunakan satu metode percakapan dan analisis naratif. dan batasan dalam struktur untuk menciptakan makna (Baxter dan Babbie . relasi dan komunikasi. dimana mereka biasanya lakukan melalui pengumpulan data nonnumerik. dan mengakhiri topik percakapan. dan wawancara kualitatif. STUDI ETNOGRAFIS . Sistem notasi menggunakan simbol tertentu. mengganti.2004). Tujuan dari peneliti interpretatif adalah untuk memahami apa arti tindakan bagi orang-orang. Transkripsi percakapan memiliki jalur terhadap berbagai interaksi.Dibentuk dalam pradigma interpretatif. menghentikan. etnografi.

Dikonseptualisasikan oleh Phillipsen (1992) sebagai etnografi dalam komunikasi. emosi. Autoetnografi memperoleh popularitas . hubungan yang mengambil cakupan yang sama dalam hak-hak obligasi yang seseorang miliki dalam satu hubungan antara saudara laki-laki. 2003). Phillipsen berargumen bahwa berbicara merupakan fenomena penting dari belajar. Melalui praktik penamaan 2 Indian dapat berarti satu sama lain sebagai satu saudara laki-laki atau perempuan. Itu bisa berarti kelompok mana saja dari orang-orang dengan satu pola sosial bahasa yang digunakan untuk membuat pemaknaan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Keluarga dapat membentuk satu komunitas. dan alam bawah sadar. pola khusus dari makna dan tindakan (halaman 4). metode etnografi dipakai untuk membantu para peneliti untuk mengerti bahwa orang berkomunikasi satu sama lainnya dalam kehidupan sehari-hari (Carbauh. Peneliti menggunakan diri mereka sebagai alat untuk meneliti hubungan komunikatif diantara anggota dari satu kebudayaan (Holt. 2000. Autoetnografi merupakan praktik penelitian yang menghubungkan seseorang dengan budaya. meskipun komunikasi keluarga bukan merupakan fokus utama. Menurut Phillipsen. 2004). lporan Phillipsen mengenai komunikasi di Teamsterville menggarisbawahi praktik komunikatif dalam mendisiplinkan anak-anak. Sebagai contoh. Menurut Ellis dan Bochmer. Setelah melakukan hal tersebut.Sama halnya dengan CA. interaksi dikenali sebagai satu konstruksi sosial yang melekat dalam budaya dan praktik kebudayaan. 2003). autoetnografi secara umum dituliskan oleh orang pertama dan digabungkan dari berbagai dialog. menempatkan diri dalam konteks sosial (Holt. percakapan komunitas merupakan wacana universal dalam satu hal yang diatur dengan baik. Weider dan Pratt (1990) menggunakan pengumpulan data dari observasi partisipan Pratt di suku Indian Osage untuk menggambarkan bagaimana Indian menjadikan diri mereka dikenali sebagai Indian sebenarnya di dalam dan luar budaya mereka. Hal ini berarti. Peneliti menggunakan metode etnografi yang secara umum mempelajari komunikasi keluarga dalam perbedaan budaya keluarga. Tujuannya adalah untuk mengobservasi dan menggambarkan pola pengenalan dalam pidato yang diberikan oleh komuitas. METODE AUTOETNOGRAFIS Penemuan hubungan antara identitas peneliti dan fenomena budaya atau praktik yang dia observasi membentuk metodologi praktik yang baru: autoetnografi.1995). mempelajari keluarga melalui budaya dari dalam dan luar Amerika Serikat untuk mengerti lebih banyak budaya secara umum (Diggs dan Socha.

Sebagai tambahan Berger (2001). .dikarenakan hal tersebut memungkinkan peneliti menjadi reflektif terhadap diri sendiri. beragumen bahwa menggunakan metode autoetnografi dapat membantunya untuk mendapatkan dan memelihara tingkat tinggi dari rapor dengan partisipan yang diobservasi.