You are on page 1of 50

Tinjauan Pustaka

CARCINOMA MAMMAE

Oleh : dr. Rizki Frimeryanti Helmy

Pembimbing : dr. Hj. Reny Sahara,M.Kes

PUSKESMAS PANGKALAN BALAI BANYUASIN 2013

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Tinjauan Pustaka dengan Judul “CARCINOMA MAMMAE”
Disajikan Oleh : dr. Rizki Frimeryanti Helmy

Pembimbing : dr. Hj. Reny Sahara,M.Kes

Telah dipresentasikan dan diterima sebagai salah satu syarat dalam mengikuti program Internship Dokter Indonesia di Puskesmas Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Banyuasin, Mei 2013 Pembimbing,

dr. Hj. Reny Sahara,M.Kes

CARCINOMA MAMMAE
A. Pendahuluan Kanker adalah salah satu penyakit yang banyak menimbulkan kematian pada manusia. Di negara-negara barat, kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit-penyakit kardiovaskular. Diperkirakan, kematian akibat kanker di dunia mencapai 4,3 juta per tahun dan 2,3 juta di antaranya ditemukan di negara berkembang. Jumlah penderita baru per tahun 5,9 juta di seluruh dunia dan 3 juta di antaranya ditemukan di negara sedang berkembang. Di Indonesia diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya. Prevalensi penderita kanker meningkat dari tahun ke tahun akibat peningkatan angka harapan hidup, sosial ekonomi, serta perubahan pola penyakit. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992, kanker menduduki urutan ke-9 dari 10 penyakit terbesar penyebab utama kematian di Indonesia. Angka proporsi penyakit kanker di Indonesia cenderung meningkat dari 3,4 (SKRT 1980) menjadi 4,3 (SKRT 1986), 4,4 (SKRT 1992), dan 5,0 (SKRT 1995). Data Profil Kesehatan RI 1995 menunjukkan bahwa proporsi kanker yang dirawat inap di rumah sakit di Indonesia mengalami peningkatan dari 4,0% menjadi 4,1%. Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan. Dari 600.000 kasus kanker payudara baru yang didiagnosis setiap tahunnya. Sebanyak 350.000 di antaranya ditemukan di negara maju, sedangkan 250.000 di negara yang sedang berkembang. Di Amerika Serikat, keganasan ini paling sering terjadi pada wanita dewasa. Diperkirakan di AS 175.000 wanita didiagnosis menderita kanker payudara yang mewakili 32% dari semua kanker yang menyerang wanita. Bahkan, disebutkan dari 150.000 penderita kanker payudara yang berobat ke rumah sakit, 44.000 orang di antaranya meninggal setiap tahunnya. American Cancer Society memperkirakan kanker payudara di Amerika akan mencapai 2 juta dan 460.000 di antaranya meninggal antara 19902000.

Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua sesudah kanker leher rahim di Indonesia. Kanker serviks dapat didiagnosis dini dengan tes Papanicolau, sehingga insidensnya menurun; sedangkan kanker payudara walaupun letaknya superficial, diagnosis sukar dinilai (tumornya harus ada dulu baru dapat didiagosis). Etiologi yang belum diketahui, usaha-usaha pencegahan yang sukar dilakukan, serta perjalanan penyakit yang sukar diduga dan apabila sudah dalam keadaan lanjut penderita akan masuk dalam masa penderitaan dan ketidakmampuan yang menakutkan menjelang akhir dari suatu kehidupan. Jika kanker payudara didiagnosis pada stadium inoperable maka expentancy of life-nya akan menurun. Sejak 1988 sampai 1992, keganasan tersering di Indonesia tidak banyak berubah. Kanker leher rahim dan kanker payudara tetap menduduki tempat teratas. Selain jumlah kasus yang banyak, lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut. Data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa Case Fatality Rate (CFR) akibat kanker payudara menurut golongan penyebab sakit menunjukkan peningkatan dari tahun 1992-1993, yaitu dari 3,9 menjadi 7,8. Gejala permulaan kanker payudara sering tidak disadari atau dirasakan dengan jelas oleh penderita sehingga banyak penderita yang berobat dalam keadaan lanjut. Hal inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian kanker tersebut. Padahal, pada stadium dini kematian akibat kanker masih dapat dicegah. Tjindarbumi (1982) mengatakan, bila penyakit kanker payudara ditemukan dalam stadium dini, angka harapan hidupnya (life expectancy) tinggi, berkisar antara 85 s.d. 95%. Namun, dikatakannya pula bahwa 70--90% penderita datang ke rumah sakit setelah penyakit parah, yaitu setelah masuk dalam stadium lanjut. Pengobatan kanker pada stadium lanjut sangat sukar dan hasilnya sangat tidak memuaskan. Pengobatan kuratif untuk kanker umumnya operasi dan atau radiasi. Pengobatan pada stadium dini untuk kanker payudara menghasilkan kesembuhan 75%. Kemajuan-kemajuan dalam penemuan dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi baik teknik operasi, radiasi, kemoterapi, dan hormonal serta imunoterapi ataupun kombinasi terapi yang didasarkan pada ketepatan penentuan

staging dan penenalan sifat-sifat biologis kanker yang baik, semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini. Pengobatan pada penderita kanker memerlukan teknologi canggih, ketrampilan, dan pengalaman yang luas. Perlu peningkatan upaya pelayanan kesehatan, khususnya di RS karena jumlah yang sakit terus-menerus meningkat, terlebih menyangkut golongan umur produktif. Informasi tentang faktor-faktor ketahanan hidup memberikan manfaat yang besar. Bukan hanya untuk peningkatan penanganan penderita kanker payudara, tapi juga untuk memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang kanker payudara dan perkembangan serta prognosis penyakit tersebut di masa mendatang. . B. Epidemiologi Insiden kanker payudara pada dekade terakhir ini memperlihatkan kecenderungan meningkat. Hal ini diperkirakan disebabkan semakin membaiknya edukasi dan teknologi yang mempunyai dampak luas dalam penemuan penyakit, semakin tingginya status sosial ekonomi yang memnpunyai dampak pula terhadap perubahan pola hidup. Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan inseiden relatif tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan. Insiden kanker payudara bervariasi di tiap negara. Di Indonesia insiden kanker payudara menepati posisi nomor dua tertinggi dan terdapat kecenderungan untuk meningkat dari tahun ke tahun. Indonesia, diperkirakan, mempunyai insiden minimal 20.000 kasus baru tiap tahunnya, dan lebih dari 50% kasus masih berada pada stadium lanjut. Kanker payudara pada laki-laki sangat jarang yaitu kurang dari 1%. 1. Distribusi menurut lokasi tumor Kanker payudara lebih sering terjadi di kuadran lateral atas, kemudian sentral (subareolar). Payudara sebelah kiri lebih sering terkena bila dibandingkan dengan sebelah kanan. 2. Distribusi menurut umur Berdasarkan umur, kanker payudara lebih sering ditemukan pada umur 40-49

dua berkas lapisan tebal ectoderm muncul pada dinding depan tubuh terbentang dari aksila ke lipat paha. A. hanya bagian pectoral dari berkasi ini yang akan menetap dan akhirnya berkembang menjadi kelenjar mamma dewasa. jaringan payudara yang tersisa atau bahkan fungsional dapat muncul dari bagian lain dari milk line. Milk line dari embrio mamalia secara umum. Tempat umum terbentuknya kelenjar mamma atau supernumerary nipples pada manusia . Dua berkas ini adalah milk line dan melambangkan jaringan kelenjar mamma yang potensial (Gambar 1). Kadang-kadang. C. Gambar 1. kelanjar mamma terbentuk sepanjang garis ini. dan fascia superficial dari permukaan ventral dada. yang terbungkus dalam fascia yang berasal dari dermis. Embriologi Payudara Payudara merupakan suatu kelompok kelenjar-kelanjar besar yang berasal dari epidermis. Selama bulan kedua kehamilan. Puting susu sendiri merupakan suatu proliferasi lokal dari stratum spinosum epidermis.35% di Indonesia. Pada manusia.tahun sekitar 30. B.

E : eversi putting menjelang kelahiran Payudara sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu keenam masa gestasi. Payudara berasal dari satu tonjolan primer yang menjadi 15-20 tonjolan sekunder. Penonjolan ini mengalami kanalisasi pada 2 bulan terakhir masa gestasi. . Milk line kemudian menghilang kecuali daerah kecil pada regio pektoralis. Pembentukkan payudara. mammary ridge atau milk line. A-D : stadium pembentukkan kelenjar dan sistem duktus berasal dari epidermis. Septa jaringan ikat berasal dari mesenkim dermis. muncul sebagai penebalan lapisan ektodermal dari axilla ke inguinal.Gambar 2.

Hanya ini jaringan mammae yang ditemukan secara normal di bawah fascia sebelah dalam. Ekor ini (tail of Spence) dari jaringan mammae memasuki suatu hiatus (dari Langer) dalam fascia sebelah dalam dari dinding medial aksilaI.D.obliquus externus. Drainase lobus yaitu ke sinus laktiferosa yang lalu ke duktus pengumpul dan akhirnya bermuara ke puting.serratus anterior. Jaringan kelenjar yang membentuk 15-20 lobus tersusun secara radier di sekitar puting dan dipisahkan oleh jaringan lemak yang jumlahnya bervariasi. Di antara lobus dikelilingi oleh stroma atau jaringan ikat. Setiap lobus berbeda sehingga penyakit yang menyerang satu lobus tidak menyerang lobus yang lain.pectoralis major dan sebagian M. Sebagian kecil terletak di atas M. dan lobulasi terjadi setelah ovulasi pertama. Duapertiga dasar tersebut terletak di depan M. dan dari sternum batas medialnya sampai ke garis midaksilrasis sebagai batas lateralnya. Anatomi Payudara Payudara wanita dewasa berlokasi dalam fascia superficial dari dinding depan dada. Tonjolan prepubertas berkembang pada usia 11-15 tahun. Dasar dari payudara terbentang dari iga kedua di sebelah atas sampai iga keenam atau ketujuh di sebelah bawah. Tiap lobus dibentuk oleh lobulus-lobulus yang masing-masing terdiri dari 10-100 asini group. Pada 95% wanita terdapat perpanjangan dari kuadran lateral atas sampai ke aksila. . Payudara terdiri dari 15-20 lobus kelenjar yang berakhir ke duktus laktiferus.

fascia superfisial terfiksasi ke kulit. melewati lobus-lobus parenkim dan menempel ke elemen parenkim dan duktus. sehingga tidak mungkin dilakukan total mastectomy subkutan yang ideal. Segmen dari duktus dalam papilla merupakan bagian duktus yang tersempit. Duktus laktiferus yang pada regio subareolar dilapisi epitel skuamosa membuka ke ampula puting. Pada area bebas lemak di bawah areola. pita jaringan ikat berbentuk ireguler menghubungkan dermis dengan lapisan dalam dari fascia superfisial. Antara fascia superficial dan yang sebelah dalam terdapat ruang retromammary (submammary) yang mana kaya akan limfatik. mengakibatkan ekspansi yang jelas dari duktus dimana ketika berdilatasi akibat isinya dinamakan lactiferous sinuse . Ligamentum suspensori Cooper membentuk jalinan yang kuat.dilapisi oleh epitel kolumner. sebagian dari ligamentum Cooper akan mengalami kontraksi. Dengan adanya invasi keganasan. bagian yang dilatasi dari duktus laktiferus ( lactiferous sinuses) merupakan satu-satunya tempat untuk menyimpan susu. Kadang-kadang. Intraductal papillomas sering terjadi di sini. sehingga duktus berjalan sentral menuju papilla seperti jari-jari roda berakhir secara terpisah di puncak dari papilla. menghasilkan retraksi . Lobus-lobus parenkim beserta duktusnya tersusun secara radial berkenaan dengan posisi dari papilla mammae. sekresi atau pergantian sel-sel cenderung untuk terkumpul dalam bagian duktus yang berada dalam papilla. Oleh karena itu.

Pada 50%. medial: garis tengah. Ini berbeda dengan penampilan kulit yang kasar dan ireguler yang disebut peau d'orange. kontribusi dari A. A. latissimus dorsi. dan lateral: m.dan fiksasi atau lesung dari kulit yang khas. dan intercostals. C. payudara diperdarahi oleh arteri internal thoracic. Batas payudara wanita dewasa yang terlihat dari luar yaitu superior: iga II atau III. Basis payudara berbentuk sirkular kecuali pada bagian lateral atas terdapat penonjolan ke arah aksila. Pada 30%. Pada 18% individu. B. disebut tail of Spence.aksilaris tidak berarti. dimana pada peau d'orange perlekatan subdermal dari folikel-folikel rambut dan kulit yang bengkak menghasilkan gambaran cekungan dari kulit Payudara terletak pada hemithoraks kanan dan kiri. lateral bawah. Gambar 3.intercostal hanya sedikit kontribusinya Payudara dapat dibedakan menjadi 5 kuadran: lateral atas. medial: tepi lateral sternum. . dan lateral: linea axillaris anterior sedangkan batas yang sesungguhnya yaitu superior: hampir sampai klavikula. inferior: iga VI atau VII. axillary.

Sebagian besar jeringan kelenjar adalah terletak pada kuadran lateral atas atau langsung di belakang areola.medial atas. Setelah vena ini melewati tepi lateral dari iga pertama. dan paling minimal adalah di kuadran medial bawah. Pembuluh darah limfe secara umum berjalan paralel dengan pembuluh darah. thoracica lateral. KGB prepektoral. interpektoral (Rotter’s node). Seringnya pembagian menurut Haagensen. Pada kuadran medial atas dan lateral bawah. Kelenjar getah bening dari regio mammae terdapat dalam kelompok inkonstan yang bervariasi. Melaui jalur kedua jalur pertama. Di belakang. dan cabang dari arteri axillaris. vena intercostalis berhubungan dengan sistem vena vertebra dimana masuk vena azygos. Sekitar 75% aliran limfe dari payudara ke KGB aksilaris. Kelenjar getah bening berupa enam kelompok KGB aksila: vena aksilaris. subklavikula. dan vena intercostals 3-5 mengalirkan darah dari kelenjar mamma. dan accessory hemiazygos. vena ini menjadi vena subclavia. . Ke depan. vena thoracica interna. metastasis ca mammae dapat mencapai paru-paru. dan yang lain yang berasal dari aspek medial ke KGB parasternal (mammaria interna). jeringan kelenjar lebih sedikit jumlahnya. dan sentral. berhubungan dengan brachiocephalica. Melalui jalur ketiga. hemiazygos. menerima juga 1 atau 2 cabang pectoral dari mammae. dan. kemudian mengalirkan ke dalam vena cava superior. kelompok anterior dan pektoral mammaria eksterna. Payudara menerima suplai darah utamanya dari cabang perforantes arteri mammaria interna. terletak di medial atau superficial terhadaop arteri aksilaris. Vena aksilaris. sentral. metastasis dapat ke tulang dan system saraf pusat. dan KGB mammaria interna. scapula (posterior atau subscapular). Vena aksilaris terbentuk dari gabungan vena brachialis dan vena basilica. medial bawah. termasuk thoracica yang paling besar. cabang lateral dari arteri intercostales posterior. dan cabang pektoralis dari arteri thoracoacromialis. Vena-vena ini mengikuti arterinya.

Ketika KGB ini membesar. pectoralis minor. dapat timbul nyeri. Terletak di atas pembuluhpembuluh darah subsakapular. Merupakan kelompok kelenjar getah bening yang terbesar. merupakan KGB yang paling mudah dipalpasi di aksila karena ukurannya yang besar. dapat menekan intercostobrachial nerve. di bawah M. cabang kutaneus lateral dari second atau third thoracic nerve.8 nodes). External mammary nodes (1. Limfatik dari KGB ini salng berhubungan dengan pembuluh limfe intercistal. mulai dari iga 2-6.7 nodes). Di bawah areola terdapat perluasan jaringan pembuluh-pembuluh limfatik.  Group 3. Ini terletak sepanjang batas lateral dari M. Scapular nodes (5. pectoralis major. juga dikenal sebagai anterior pectoral nodes.3 nodes). sepanjang sisi medial dari aksila mengikuti aliran lateral thoracic artery pada dinding dada. Central nodes (12. dinamakan subareolar plexus of Sappey.1 nodes).  Group 2.  Group 1. . Drainase Aksilaris (35.Klasifikasi (mammary) : utama Haagensen adalah axillary dan internal thoracic a.

cervical. Yang termasuk KGB regional :  KGB aksila (ipsilateral) : interpectoral (Rotter's) nodes dan KGB sepanjang vena aksilaris dan bagian-bagiannya yang dapat dibagi ke dalam beberapa tingkat : . hati.4 nodes). Axillary vein nodes (10. Terletak antara otot pektoralis mayor dan minor. Terletak pada permukaan ventral dan kaudal dari bagian medial vena aksilaris. atau contralateral internal mammary dianggap telah mengadakan metastasis jauh (M1). Merupakan kelompok KGB terbesar kedua di aksila. Terletak di permukaan ventral dan kaudal dari bagian lateral vena aksilaris. Group 4.7 nodes). Merupakan kelompok KGB terkecil dari KGB aksila dan tidak dapat ditemukan walaupun M. kecil. Interpectoral nodes (Rotter's nodes) (1.  Group 6. These lie on the caudal and ventral surfaces of the medial part of the axillary vein. sering terdapat tunggal. Drainase Internal Thoracic (Mammary) (8. rectus sheath. b. KGB sekitar 4-5 setiap sisinya. Subclavicular nodes (3. KGB ini juga menerima trunkus limfatikus dari kulit mammae kontralateral. diafragma. bila ditemukan metastasis ke KGB supraclavicular. pectoralis major diangkat. dan biasanya dalam lemak dan jaringan ikat dari ruang interkosta.5 Nodes) Pembuluh-pembuluh limfatik timbul dari tepi medial mammae pada fascia pectoralis. Saluran ini bermuara ke ductus thoracicus atau ductus limfatikus dextra.5 nodes). Rute ke vena aksilaris lebih pendek daripada rute aksila Dalam staging. bagian atas rectus abdominis.  Group 5.

 Internal mammary (ipsilateral): KGB di ruang intercosta sepanjang tepi sternum dalam fascia endothoracica. termasuk subclavicular. E. Estrogen diketahui menstimulasi perkembangan duktus payudara. progesteron . masa fertilitas. infraclavicular. or Mammae dipersarafi oleh nervus intercosta 2-6. Fisiologi Payudara Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon. Sejak pubertas pengaruh estrogen dan progesteron yang diproduksi ovarium dan juga hormone hipofisis telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus. 2 cabang mammae dari nervus kutaneus lateral keempat juga mempersarafi papilla mammae. sampai masa klimektarium dan menopause. dengan cabang-cabangnya melewati permukaan kelenjar. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas.o Level I (low axilla): KGB lateral dari tepi lateral M pectoralis minor o Level II (midaxilla): KGB antara tepi medial dan lateral M pectoralis minor dan KGB interpectoral (Rotter's) o Level III (apical axillary): KGB medial dari tepi medial M pectoralis minor apical Catatan : KGB intramammary disandikan sebagai KGB aksila.

mengisi asinus kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu (trigger) laktasi. a. saluran susu. Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. terutama palpasi tidak mungkin dilakukan. F. merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya. semuanya berkurang. Kanker ini bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu. Pada waktu itu pemeriksaan foto mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. Non-Invansive Karsinoma Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya. Terdapat beberapa jenis kanker payudara: 1.menginisiasi perkembangan lobulus dan differensiasi sel. Pada kehamilan. jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Selama beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjadi tegang dan nyeri dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik. payudara menjadi lebih besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi. Perubahan ketiga terjadi pada waktu hamil dan menyusui. Kanker Payudara Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. Kanker ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah masa . Sekitar hari kedelapan menstruasi payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus. Ductal karsinoma in situ Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju ke puting susu. Begitu menstruasi mulai. dan tumbuh duktus baru. Sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal.

merujuk pada sel kanker yang telah terbentuk dalam saluran dan belum menyebar. dimana salah satu sel cenderung lebih invasif dari tipe satunya. juga disebut intraductal cancer.menopause. Ductal carcinoma in situ. Saluran menjadi tersumbat dan membesar seiring bertambahnya sel kanker di dalamnya. DCIS muncul dengan dua tipe sel yang berbeda. . Kadang kanker ini dapat diraba dan pada pemeriksaan mammogram. Sekitar 2535% penderita karsinoma duktal akan menderita kanker invasif (biasanya pada payudara yang sama). DCIS kadang ditemukan dengan tidak sengaja saat dokter melakukan biopsy tumor jinak. Tipe pertama. Kalsium cenderung terkumpul dalam saluran yang tersumbat dan terlihat dalam mamografi sebagai kalsifikasi terkluster atau tak beraturan (clustered or irregular calcifications) atau disebut kalsifikasi mikro (microcalcifications) pada hasil mammogram seorang wanita tanpa gejala kanker. dan terlihat pada mammografi. Kanker ini biasanya terbatas pada daerah tertentu di payudara dan bisa diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan. DCIS dapat menyebabkan keluarnya cairan puting atau munculnya massa yang secara jelas terlihat atau dirasakan. kanker ini tampak sebagai bintik-bintik kecil dari endapan kalsium (mikrokalsifikasi).

dengan perkembangan lebih lambat. b. tetapi biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada mammografi yang dilakukan untuk keperluan lain. tetapi LCIS kadang digolongkan sebagai tipe kanker payudara non-invasif. tetapi tidak berkembang melewati dinding lobulus. biasanya terjadi setelah menopause. Lobular Karsinoma in situ Meskipun sebenarnya ini bukan kanker. Sel ini disebut solid. Amerika Serikat. Tipe kedua. Kanker ini tidak dapat diraba dan tidak terlihat pada mammogram. Mengacu pada National Cancer Institute. Sekitar 25-30% penderita karsinoma lobuler pada akhirnya akan . terlihat sebagai sel yang lebih besar dengan bentuk tak beraturan. sering bersifat progresif di awal perkembangannya. papillary atau cribiform. Bermula dari kelenjar yang memproduksi air susu. disebut comedeonecrosis. seorang wanita dengan LCIS memiliki peluang 25% munculnya kanker invasive (lobular atau lebih umum sebagai infiltrating ductal carcinoma) sepanjang hidupnya Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu. terlihat lebih kecil dibandingkan sel normal.

Adenocarcinoma with productive fibrosis (scirrhous. ii. bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastatik (menyebar ke bagian tubuh lainnya). mastectomy. Paget's disease biasanya berhubungan dengan DCIS (Ductal Carcinoma in situ) yang luas dan mungkin berhubungan dengan kanker invasif. tergantung penyebaran tumor dan adanya kanker invasif. Paget’s disease dari papilla mammae Paget’s disease dari papilla mammae pertama kali dikemukakan pada tahun 1974. i. Kanker ini biasanya terdapat pada wanita perimenopause or postmenopause dekade kelima sampai keenam. Patognomonis dari kanker ini adalah terdapatnya sel besar pucat dan bervakuola (Paget's cells) dalam deretan epitel. tampak permukaannya membentuk konfigurasi bintang di bagian tengah dengan garis berwarna putih . atau halus. NST) (80%) Kanker ini ditemukan sekitar 80% dari kanker payudara dan pada 60% kasus kanker ini mengadakan metastasis (baik mikro maupun makroskopik) ke KGB aksila. ulserasi. Biopsi papilla mammae akan menunjukkan suatu populasi sel yang identik (gambaran atau perubahan pagetoid). Terapi pembedahan untuk Paget's disease meliputi lumpectomy. Seringnya muncul sebagai erupsi eksim kronik dari papilla mammae.menderita kanker invasif (pada payudara yang sama atau payudara lainnya atau pada kedua payudara). Sekitar 80% kanker payudara invasif adalah kanker duktal dan 10% adalah kanker lobuler. sebagai massa soliter dan keras. Invansive Karsinoma Kanker invasif adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya. atau modified radical mastectomy. simplex. dapat berupa lesi bertangkai. 2. Batasnya kurang tegas dan pada potongan meilntang. Invasive ductal carcinoma a.

(2) inti pleomorfik besar yang berdiferensiasi buruk dan mitosis aktif. c. Ukurannya kecil dan jarang . Papillary carcinoma (2%) Papillary carcinoma merupakan tipe khusus dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. b. d. Peningkatan ukuran yang cepat dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis dan perdarahan. Medullary carcinoma (4%) Medullary carcinoma adalah tipe khusus dari kanker payudara. Sekitar 50% kanker ini berhubungan dengan DCIS dengan karakteristik terdapatnya kanker perifer. Mucinous (colloid) carcinoma (2%) Mucinous carcinoma (colloid carcinoma). dan kurang dari 10% menunjukkan reseptor hormon. biasanya muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih tua. merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara. (3) pola pertumbuhan seperti rantai. Sel-sel kanker sering berkumpul dalam kelompok kecil. Karakterisitik mikroskopik dari medullary carcinoma berupa (1) infiltrat limforetikular yang padat terutama terdiri dari sel limfosit dan plasma. sel-sel kanker ini dapat tidak terlihat pada pemeriksaan mikroskopik. dengan gambaran histologi yang bervariasi. Wanita dengan kanker ini mempunyai 5-year survival rate yang lebih baik dibandingkan NST atau invasive lobular carcinoma. Karena komponen musinnya.kapur atau kuning menyebar ke sekeliling jaringan payudara. Biasanya ditemukan pada wanita dekade ketujuh dan sering menyerang wanita non kulit putih. berkisar 4% dari seluruh kanker payudara yang invasif dan merupakan kanker payudara herediter yang berhubungan dengan BRCA-1. 20% kasus ditemukan bilateral. dengan minimal atau tidak ada diferensiasi duktus atau alveolar. sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif.

Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: genetik. endokrin. G. McDivitt dan kawan-kawan menunjukkan frekuensi metastasis ke KGB aksila yang rendah dan 5. dan sedikit sitoplasma. Karena pertumbuhannya yang tersembunyi sehingga sulit untuk dideteksi. iii. Akan tetapi.and 10-year survival rate mirip mucinous dan tubular carcinoma. apocrine). Jenis kelamin Ca mamme seratus kali lebih banyak pada wanita dibandingkan lakilaki.mencapai diameter 3 cm. Etiologi dan Faktor Resiko Penyebab kanker payudara secara pasti tidak diketahui. Gambaran histopatologi meliputi sel-sel kecil dengan inti yang bulat. Usia . 3. multisentrik. Invasive lobular carcinoma (10%) Invasive lobular carcinoma sekitar 10% dari kanker payudara. dari data epidemiologi telah didapatkan faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan penyakit ini. squamous cell. Kanker yang jarang (adenoid cystic. Pewarnaan khusus dapat mengkonfirmasi adanya musin dalam sitoplasma. Faktor risiko mayor: 1. e. Biasanya ditemukan pada wanita perimenopause dan pada periode awal menopause. Seringnya multifokal. 2. yang dapat menggantikan inti (signet-ring cell carcinoma). dan bilateral. dan lingkungan yang masing-masing dapat sebagai mayor. Tubular carcinoma (2%) Tubular carcinoma merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. nucleoli tidak jelas. atau minor. intermediet. Long-term survival mendekati 100%.

Angka kejadian kanker payudara rata-rata pada wanita usia 45 tahun ke atas. memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara. Risiko tersebut paling tinggi pada pasien dengan hubungan tingkatan pertama (ibu atau saudara perempuan). Terdapat persamaan lateralitas kanker payudara pada keluarga dekat dari penderita kanker . Setelah payudara yang terkena diangkat. Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Riwayat keluarga dan predisposisi genetik Riwayat keluarga kanker payudara dikaitkan dengan peningkatan risiko menderitanya.5%. Wanita yang ibu.Kemungkinan untuk menjadi kanker payudara semakin meningkat seiring bertambahnya umur seorang wanita. Resiko relatif perkembangan ca sekunder pada 20 tahun setelah diagnosis awal ialah 1.21. maka resiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0.51%/tahun. khususnya jika penyakit berkembang pada usia sebelum 50 tahun. Risiko ini terjadi paling banyak pada wanita usia muda dengan diagnosis kanker payudara sebelum usia 40. sehingga survival rates-nya lebih rendah Risiko kumulatif dari perkembangan kanker payudara pada usia 20-40 tahun sebesar 0. Kanker dapat didiagnosis pada wanita premenopause atau sebelum usia 35 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun. derajat tumor yang lebih tinggi. 4. 50-70 tahun sebesar 5%. tetapi kankernya cenderung lebih agresif.5. Kanker jarang timbul sebelum menopause. Angka tersebut menunjukkan fakta bahwa mayoritas pasien mengalami ca mamme di atas usia 50 tahun. Wanita yang pernah menderita kanker in situ atau kanker invasif memiliki resiko tertinggi untuk menderita kanker payudara. Ca mamme sebelumnya Perkembangan kanker payudara sekunder dapat sebagai manifestasi klinis dari ca primer multifokal atau sebagai ca yang baru. saudara perempuan atau anaknya menderita kanker. dan stadiumnya lebih lanjut. 3.

Benign breast disease Benign disease tidak sering dianggap sebagai faktor risiko mayor meskipun papillomatosis multipel demikian. Gen lainnya yang juga diduga berperan dalam terjadinya kanker payudara adalah p53. 2. Pada kembar monozigot terdapat kanker yang sama. BARD1. Telah ditemukan 2 varian gen yang tampaknya berperan dalam terjadinya kanker payudara. yaitu BRCA1 dan BRCA2. Faktor endokrin Faktor ini mungkin berhubungan dengan jumlah siklus menstruasi dimana payudara terekspos. Jika seorang wanita memiliki salah satu dari gen tersebut. Faktor hormonal penting karena hormon memicu pertumbuhan sel. Terdapat 5% dari total pasien mempunyai kaitan dengan faktor genetik. maka kemungkinan menderita kanker payudara sangat besar. 5. Faktor risiko intermediat: 1. Diet dan alkohol Diet tinggi lemak atau kolesterol berkaitan dengan risiko kanker payudara meskipun hubungan sebab akibat antara keduanya belum didemonstrasikan secara jelas. Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Sekitar 20% wanita yang didiagnosis kanker payudara punya paling sedikit satu anggota keluarga yang menderita. BRCA3 dan Noey2. Bukti adanya hubungan antara konsumsi alkohol dan peningkatan risiko kanker payudara semakin kuat. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang secara genetik mengalami kerusakan. Kadar hormon yang tinggi selama masa . Seorang klinefelter akan mendapat kemungkinan 66 kali pria normal. Kondisi ini juga sebanding dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi.payudara.

progesteron dan testosteron.reproduktif wanita. terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal karena kehamilan. Nulliparitas Nulliparitas menghilangkan efek proteksi terhadap kanker payudara.5 dibandingkan dengan nullipara.94. Intake alkohol dapat meningkatkan risiko mungkin karena menurunkan estradiol clearence. Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara. Estrogen bisa berasal dari ovarium (premenstruasi). khususnya hormon seks steroid estrogen. dan dari payudara itu sendiri (dengan aromatisasi androgen menjadi estrogen). Estrogen dapat menginisiasi proses mutasi gen dan juga meningkatkan pembelahan sel yang sudah mengalamai mutasi gen. Dari data penelitian didapatkan bahwa risiko kanker payudara lebih besar pada penggunaan kombinasi estrogen dan progesteron daripada estrogen sendiri. telah diketahui sebagai promotor kanker payudara. endometrium. Wanita yang melahirkan anak pertama sebelum usia 20 punya risiko relatif 0. yang melahirkan anak pertama setelah 30 tahun punya risiko relative 0. ovarium. Hormon. Kehamilan berikutnya sepertinya kurang berperan pada risiko kanker . tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker. 3. adrenal (postmenopause). dan prostat. Pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Data meunjukkan bahwa estrogen secara langsung berperan atau berkontribusi terhadap perkembangan kanker payudara. Banyak faktor yang dapat meregulasi sintesis estradiol tapi yang paling penting adalah derajat obesitas yang dapat meningkatkan proses aromatisasi dalam payudara. Beberapa bukti bahkan menyatakan bahwa wanita yang melahirkan anak pertama pada usia lebih dari 35 tahun punya risiko lebih besar untuk mendapatkan kanker payudara.

Risiko relatif perkembangan kanker payudara sebesar 0. Efek proteksi terjadi pada kehamilan full term. Cepatnya usia menarche.payudara meskipun kondisi tersebut sebenarnya juga memberikan efek proteksi. nuliparitas. sedangkan berkurangnya paparan justru memberikan efek protektif. Diferensiasi akhir dari epitel payudara yang terjadi pada akhir kehamilan akan memberi efek protektif.30 dibandingkan dengan setelah usia 12. semakin besar resiko menderita kanker payudara. 4. diperkirakan penting berkaitan dengan bervariasinya insiden kanker payudara secara demografi. khususnya di negara bagian barat. Semakin lambat menopause dan kehamilan pertama. atau mengkonsumsi estrogen ditambah progestin setelah menopause juga meningkatkan risiko . Wanita yang mendapatkan menopausal hormone therapy memakai estrogen. Risiko menurun seiring dengan peningkatan usia menarche. Semakin dini menarche. mungkin sebagai akibat dari peningkatan nutrisi dan kesehatan umum. Usia menarche dan menopause Wanita dengan menarche sebelum usia 12 punya risiko relatif 2. risiko kanker meningkat. dibandingkan dengan wanita yang tetap menstruasi setelah usia 55 tahun.5% pada wanita dengan menopause sebelum usia 45 tahun. sehingga semakin tua umur seorang wanita melahirkan anak pertamanya. Data menunjukkan pemberian ASI memberikan efek proteksi meskipun tidak semua penelitian mengkonfirmasikan hal ini. Menopause buatan dengan oophorectomy atau irradiasi juga menurunkan risiko kanker payudara. Beberapa faktor yang meningkatkan jumlah siklus menstruasi seperti menarche dini (sebelum usia 12 tahun). dan menopause yang terlambat (di atas 55 tahun) berhubungan juga dengan peningkatan risiko kanker. semakin besar resiko menderita kanker payudara Meningkatnya paparan estrogen berhubungan dengan peningkatan risiko untuk berkembangnya kanker payudara.

Benign breast disease Atipia berat dengan hyperplasia dihubungkan dengan peningkatan risiko menjadi ca. Hormone replacement therapy telah ditunjukkan dengan meta-analisis berkaitan dengan peningkatan risiko menjadi kanker payudara. Terapi sulih estrogen yang dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama. 7. 6. Body size Terdapat hubungan minor antara ukuran tubuh dan kanker payudara. Hubungan tersebut paling banyak pada wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara. lamanya pemakaian dan faktor lainnya.kanker. Pemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada).01 setelah 10 tahun. Ketika berhenti. Irradiasi Peningkatan risiko muncul setelah masa laten.24. Faktor risiko minor: 1. walaupun risiko tidak lebih dari 5 dan penggunaan selama 10 tahun. Pil KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Kontrasepsi oral dan hormone replacement therapy Meta-analisis telah menunjukkan risiko relatif dari perkembangan kanker payudara dengan konsumsi kontrasepsi oral sebesar 1. Belum diketahui berapa lama efek pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan. pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. yang tergantung kepada usia. angka tersebut menurun menjadi 1. Efek tersebut lebih tampak pada wanita yang terekspos irradiasi sebelum usia 35 tahun dan sedikit pada wanita yang terekspos setelah usia 40 tahun. 5. . 10-15 tahun.

tergantung pada umur dan tinggi badan atau massa tubuh. seperti papillomatosis dan hyperplasia dengan atipia umum. ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. H. Prognosis pasien ditentukan oleh tingkat penyebaran dan potensi metastasis. Risiko tersebut menjadi lebih rendah dengan semakin sedikitnya derajat atipia. dan uji reseptor estrogen yang bila positif lebih baik. Benign breast disease Beberapa gambaran patologis. Tingkat Penyebaran Kanker payudara sebagian besar mulai berkembang di duktus. 3. setelah itu baru menembus parenkim. Hal ini mungkin berkaitan dengan lemak tubuh dan risiko dari hormone replacement therapy. Ketahanan hidup bergantung pada tingkat penyakit. Kaitan antara benign breast disease dan risiko ca menjadi masalah karena pada fibroadenoma dan fibrocystic change tidak terjadi peningkatan risiko menjadi ca. gambaran histopatologi. I. dihubungkan dengan peningkatan risiko menjadi kanker payudara. Faktor resiko lainnya Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim. Stress Tidak ada bukti bahwa stress dapat menyebabkan kanker payudara. Gambaran Klinis Gejala dan tanda penyakit payudara:  Nyeri o Berubah dengan daur haid: dapat fisiologis atau kelainan . 2. Pasien dengan kista apokrin makroskopik juga berisiko menjadi ca akan tetapi bukti yang meyakinkan mengenai hal ini kurang. saat mulai pengobatan.

. pembuluh darah atau jaringan sekitar sehingga menyebabkan hipoksia. o Jernih: normal. o Tidak tergantung daur haid: dapat tumor jinak / ganas atau infeksi. o Kenyal: dapat kelainan fibrokistik.  Perubahan kulit o Bercawak: sangat mencurigakan karsinoma. o Inversi baru: retraksi fibrosis karena kanker (kadang fibrosis karena pelebaran duktus).  Benjolan o Keras: dapat FAM dan kista jika permukaannya licin atau kanker dan inflamasi noninfektif jika permukaannya berbenjol. o Eksema: unilateral penyakit paget (khas kanker). akumulasi asam laktat dan mungkin kematian sel. FAM besar. o Tukak: dapat kanker lama (terutama pada orang tua)  Kelainan puting atau areola o Retraksi: fibrosis karena kanker atau nekrosis lemak. Nyeri ini dapat menunjukkan adanya penekanan pada syaraf. o Hemorrhagik: dapat karsinoma dan papilloma intraduktus. o Benjolan kelihatan: dapat kista. o Hijau: dapat perimenopause. kelainan fibrokistiok. o Kulit jeruk: di atas benjolan kanker (khas). Selain itu sel kanker dapat juga mengeluarkan enzim proteolitik sehingga merusak sel sekitarnya yang memicu adanya respon inflamasi. o Lunak: dapat lipoma. karsinoma.fibrokistik.  Keluarnya cairan o Seperti susu: kehamilan atau laktasi. o Kemerahan: dapat infeksi (jika panas). pelebaran duktus.

keluhan bisa tidak ada. Jika ada biasanya berupa benjolan yang dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. Selain itu dapat juga ditemukan gejala lain seperti benjolan atau massa di ketiak nyeri tulang. Penyaringan Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Penelitian menunjukkan bahwa lebih kurang 85% adanya tumor payudara. retraksi puting. nodul satelit. tetapi secara rutin dilakukan setiap bulan (misalnya setiap awal bulan). diketahui oleh penderita lebih dahulu. waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi. SADARI bisa dilakukan kapan saja. penurunan berat badan. Mammografi Lesi ganas tipikal memperlihatkan gambaran stelata dan batas yang tidak . bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. J. Dimpling atau cekungan (akibat infiltrasi ke ligamentum Cooper). Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi. benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. pembengkakan lengan. karena saat ini pengaruh hormonal estrogen progesterone sangat rendah dan jaringan kelenjar payudara saat itu dalam keadaan tidak oedeme/membengkak sehingga lebih mudah meraba adanya tumor atau kelainan. Pada stadium ini. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk. karena itu sangat penting untuk melakukan penyaringan. tidak menimbulkan nyeri dan memiliki pinggiran yang tidak teratur. Bagi wanita pasca menopause.Lebih spesifik pada kanker payudara stadium awal. jika didorong oleh jari tangan benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. ulserasi dan kelainan kulit lainnya bisa juga terjadi. Pada stadium lanjut. Dengan demikian sangat besar artinya jika SADARI digalakkan terhadap kaum ibu terutama yang berusia di atas 30 tahun (cancer age).

bertambahnya vaskularisasi. Dengan mammografi dapat ditemukan benjolan yang kecil sekalipun. Para ahli menganjurkan kepada setiap wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan mammogram secara rutin setiap 1-2 tahun dan pada usia 50 tahun keatas mammogram dilakukan sekali/tahun. tidak menyingkirkan kanker khususnya pada wanita muda. . Tanda berupa mikrokalsifikasi tidak khas untuk kanker. infiltrasi dalam jarringan lunak di belakang mammae. maka kalsifikasi ini akan berbentuk bulat dan jarang berkelompok. Pada mammografi digunakan sinar X dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara. perubahan posisi papilla dan areola adanya bridge of tumor.regular dan sering berisi kelompok-kelompokan mikrokalsifikasi yang berspikula. dan adanya mikrokalsifikasi. dan pada kelompok ini mammografi relatif sering menghasilkan negatif-semu. Keakuratan mammografi adalah sekitar 90%. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. bila ada kalsifikasi. secara radiologis seringkali terlihat densitas tinggi. Pada wanita muda. dan adanya metastasis ke kelenjar. USG payudara USG digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan padat. Lesi jinak mempunyai batas tegas dan bulat. Sayangnya mammografi kurang akurat pada jaringan payudara yang padat karena mammografi tergantung pada perbedaan radiodensitas antara lesi (padat) dengan jaringan lemak di sekitarnya (lebih radiolusen). adanya perbedaan ukuran klinik dan rontgnologik. Tanda primer berupa fibrosis aktif. keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. comet sign. Mammografi yang negatif. Mamografi pada masa premenopause umumnya tidak bermanfaat karena gambaran kanker di antara jaringan kelenjar kurang tampak. penebalan kulit. Adanya tanda-tanda keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. dalam hal mendeteksi apakah suatu lesi itu jinak atau ganas.

bone scanning/bone survey. Termografi mendeteksi sekitar 60% keganasan dan inipun biasanya merupakan kasus yang sudah lanjut yang dengan mudah dapat dideteksi dengan cara lain. berhubungan dengan metastasisnya. DIAGNOSIS Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam diagnosis kanker payudara yaitu anamnesis. pemeriksaan fisik. Anamnesis: • • • • • Identitas Keluhan utama. USG abdomen/liver dilakukan untuk mencarin jauhnya ekstensi tumor atau metastasis jauh. sakit kepala hebat. meliputi nyeri tulang (misalnya vertebra. femur). meliputi benjolan (70% dari penderita). dimpling. dan peau d’ orange. eczema sekitar areola. Pada termografi digunakan suhu untuk menemukan kelainan pada payudara. Hal-hal yang perlu kita lakukan ialah: • Pemeriksaan status generalis .Termografi Pemeriksaan ini berdasarkan perbedaan temperatur kulit payudara. Pemeriksaan lain. nipple discharge. rasa penuh ulu hati. nyeri. dan keluhan lainnya. Perjalanan penyakit Berat badan dan nafsu makan Keluhan tambahan. untuk mendeteksi hal di bawahnya. K. sesak. dan pemeriksaan penunjang. seperti thorax foto. ulserasi. Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan. • Faktor risiko untuk menjadi kanker payudara Pemeriksaan fisik Sebaiknya dilakukan 1 minggu dari hari terakhir menstruasi karena pada saat ini pengaruh hormonal terhadap payudara minimal. batuk.

atau dimpling kulit dapat dipertegas ketika pasien mengangkat lengannya di atas kepala. Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih dari 1/3 luas kulit payudara) Adanya nodul satelit pada kulit payudara Kanker payudara jenis mastitis karsinomatosa Terdapat nodul parasternal Terdapat nodul supraklavkula Adanya edema lengan Adanya metastasis jauh . ukuran. ukurannya. pasien dalam posisi duduk dan pemeriksa berada di depan pasien. peau d’ orange. Pemeriksaan KGB regional: ditentukan status KGB aksila. g. dan mobilitasnya. konsistensi. untuk menilai lokasi tumor. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria inoperabilitas Haagensen. f. 2. kelainan papilla: letak. meliputi: 1. batas. Palpasi tumor: ketika pasien duduk dan berdiri dengan lengan yang abduksi. d. dan retraksi. sebagai berikut: a. Inspeksi tumor: ketika pasien duduk dengan lengan di samping dan di atas kepala untuk menilai simetrisitas payudara kanan dan kiri. dapat dilakukan dengan gerakan secara memutar jari pemeriksa atau secara horizontal. terfiksir satu sama lain atau dengan jaringan sekitar. dimpling. b. konsistensi. supraklavikuler dan infraklavikuler yaitu jumlah. retraksi puting. hepar. Ketika memeriksa. e. Pemeriksaan organ lain: berkaitan dengan daerah yang dicurigai metastasis (paru. c. bentuk. 3. perubahan kulit: tanda radang. otak dan lain-lain). Asimetri. Aksila kanan diperiksa dengan menggunakan tangan kanan pemeriksa dan sebaliknya.• Pemeriksaan status lokalis. tulang. 4. ulserasi. dan nodul satelit.

- Terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced Ulserasi kulit Kulit terfiksir pada dinding toraks Kelenjar getah bening aksila diameternya lebih dari 2.5 cm Kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain .h.

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan yang dapat dilakukan ialah: • Pemeriksaan radiodiagnostik atau imaging Dapat dibedakan menjadi dua: .

Bahan pemeriksaannya dapat diambil melalui: Core biopsy Biopsi eksisional untuk tumor ukuran < • L. p53 (situasional) Laboratorium Berupa pemeriksaan laboratorium rutin dan pemeriksaan kimia darah sesuai dengan perkiraan metastasis. Spesimen immunohistokimia: ER. 3 cm c. DIAGNOSIS BANDING . d. USG payudara dan mammografi untuk tumor > 3 cm 2. Pemeriksaan histopatologi (gold standard diagnostic) Dapat a. Bone scanning atau bone survey bila sitologi atau klinis sangat mencurigakan pada tumor > 5 cm 2. Atas indikasi (optional) 1. pemeriksaan KGB e. PR. c-erbB-2 (HER-2 neu). Direkomendasikan 1.a. b. CT Scan • • Pemeriksaan sitologi (Fine Needle Aspiration Biopsy) Dilakukan pada lesi yang secara klinis dan radiologik dicurigai ganas. Biopsi insisional untuk tumor ukuran > 3 cm sebelum operasi definitive atau inoperable Specimen mastektomi disertai dilakukan dengan potong beku dan atau paraffin. cathepsin-D. USG abdomen (hepar) b. Foto toraks 3.

Secara makroskopi tumor ini tampak seperti daun ketika dipotong. tidak melekat pada dasar atau otot. tetapi hanya 1% dari tumor payudara. FAM tidak punya kemampuan metastasis dan diterapi dengan eksisi. yang tidak ditemukan setelah menopause. tetapi dapat ditemukan dalam bentuk ganas dalam jumlah kecil yang disebut malignant cystosarcoma phylloides. Fibroadenoma mammae (FAM) Merupakan tumor jinak payudara yang biasa ditemui pada wanita usia muda. Tumor ini tidak mempunyai kemampuan metastasis. dan paling lambat timbul dua belas tahun setelah terapi. saat rangsangan estrogen meninggi. tumor ini berbentuk bulat lonjong. Tumor filoides sering merupakan neoplasma nonepitelial dari neoplasma payudara. batas tegas. permukaan berbenjol. Sebanyak 30% pasien dengan . tetapi pada umumnya pada usia sekitar 45 tahun. Secara klinis berbentuk bulat lonjong. dan secara histologi seperti kista epitel. 15-30 tahun. diikuti tulang. Tidak ada pengobatan untuk metastasis sistemik. Malignant cystosarcoma phylloides yang rekuren lebih agresif dari pada tumor primernya. dan hepar. Pertumbuhan lambat dan tidak ada perubahan pada kulit.Diagnosis banding kanker payudara yaitu sebagai berikut: a. Gejala metastasis biasanya muncul dalam beberapa bulan setelah inisial terapi. dan tidak nyeri. Secara klinis. b. yaitu 10-15% dari semua tumor filoides. batas tegas. Malignant cystosarcoma phylloides bermetastasis secara hematogen. jantung. Metastasis ke paru-paru paling sering terjadi. mobil. Tumor ini bisa didapatkan pada semua usia. kulit di atasnya tegang. berkilat dan terjadi venektasis. Pertumbuhan bisa cepat sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause. konsistensi padat kenyal. Tumor Filoides Merupakan tumor jinak payudara yang menyerupai FAM yang besar dengan ukuran dapat mencapai 20-30 cm.

tetapi bisa saja terjadi kesalahan diagnosis dengan FAM. apabila medikamentosa tidak menghilangkan keluhan nyerinya dan ditemukan pertengahan sampai tua. Tumor filoides dapat diterapi dengan simple mastektomi untuk mencegah residif atau mastektomi subkutan pada orang muda/belum berkeluarga. Fibrocystic disease diterapi dengan medikamentosa simptomatis atau operasi. nyeri yang terjadi atau semakin memburuk serta ukuran yang meningkat ketika menjelang menstruasi.Malignant cystosarcoma phylloides meninggal karena penyakit ini. Tidak ada penanda tumor spesifik atau pemeriksaan darah yang bisa mendiagnosa tumor filoides. Ketika haid berhenti. Konsistensinya dapat padat. Respon terhdap kemoterapi dan radioterapi untuk tumor yang rekuren dan metastase jelek. FNAB inadekuat untuk mendiagnosis tumor ini. begitu juga dengan terapi hormon. tumor ini sering multipel atau bilateral. Core biopsy lebih baik dalam mendiagnosis tumor filoides. Malignant cystosarcoma phylloides dan FAM. c. dan permukaannya granular. biasanya terjadi fluktuasi ukuran yang cepat dari benjolan. keluhan juga hilang atau berkurang. Papilloma intraduktal Merupakan papilloma yang terjadi pada duktus papillaris. Hasil pemeriksaan patologi tidak selalu menunjukkan manifestasi klinis yang sesuai yang sering menimbulkan keraguan dalam mendiagnosis penyakit ini. Mamografi dan USG tidak bisa membedakan antara tumor filoides. Bila tumor ternyata ganas. d. Fibrocystic disease Merupakan tumor jinak payudara yang paling sering terjadi pada wanita usia 30-50 tahun. harus dilakukan mastektomi radikal walaupun mungkin bermetastasis secara hematogen seperti sarkoma. kenyal atau kistik dengan batas yang tidak tegas kecuali kista soliter. pada usia . Secara klinis.

Jika tidak diapa-apakan. h. Sebanyak 50% pasien mempunyai riwayat trauma. Galactocele Bukan merupakan suatu neoplasma tapi suatu massa tumor kistik yang terjadi sebagai akibat tersumbatnya duktus laktiferus saat masa laktasi. e. massa tersebut akan menghilang secar bertahap akan tetapi cara yang paling aman ialah dengan melakukan biopsi. Kejadian lipoma yang murni sangat jarang. M. Lipoma Merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak. Tumor ini berisi air susu yang mengental. Secara histopatologis terdapat nekrosis jaringan lemak yang kemn\udian menjadi fibrosis. Selain itu. Mastitis Merupakan infeksi pada payudara dengan tanda-tanda peradangan yang dapat berkembang menjadi abses. Ekimosis dapat ada. Nekrosis lemak Merupakan lesi yang memberikan gambaran berupa massa yang terasa keras yang sering agak nyeri dan berbentuk tidak teratur dan kadang-kadang menyebabkan retraksi kulit. STADIUM KLINIS Stadium klinis dapat digunakan untuk menentukan jenis pengobatan dan prognosis. Benjolan yang terbentuk mempunyai konsistensi lunak. Secara klinis berbentuk bulat dan kisteus dengan batas yang tegas. juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi jenis pengobatan dan prognosis yaitu: . Biasanya terjadi pada ibu yang menyusui. f.Biasanya tumor ini terlalu kecil untuk dipalpasi akan tetapi sering menyebabkan keluarnya cairan serosanguinosa atau darah dari puting. Terapinya berupa eksisi dari duktus yang terkena. g.

5 cm Tumor dengan ukuran > 0. • Ada atau tidaknya gen penyebab kanker payudara. berkonglomerasi.5 – 1 cm Tumor dengan ukuran > 1 – 2 cm T2 T3 T4 T4a T4b T4c T4d Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya > 2 – 5 cm Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya > 5 cm Ukuran tumor berapapun dengan ekstensi lansung ke dinding dada atau kulit Ekstensi ke dinding dada (tidak termasuk otot pektoralis) Edema (termasuk peau d’ orange). atau adanya pembesaran KGB mamaria interna ipsilateral (terdeteksi secar klinis. dengan pemeriksaan fisik atau imaging (di luar limfoscintigrafi)) N2 . Nodus limfatikus regional.• Jenis sel kanker • Gambaran kanker • Respon kanker terhadap hormon: kanker yang memiliki reseptor estrogen tumbuh secara lebih lambat dan lebih sering ditemukan pada wanita pasca menopause.1 . nodul satelit pada kulit yang terbatas pada 1 payudara Mencakup kedua hal di atas Mastitis karsinomatosa Nx N0 N1 N = Kelenjar getah bening regional KGB regional tidak bisa dinilai (telah diangkat sebelumnya) Tidak terdapat metastasi KGB Metastasi KGB aksila ipsilateral yang mobil Metastasiske KGB aksila ipsilateral terfiksir.0. dan Metastasis) oleh AJCC (American Joint Committee on Cancer) dan UICC (Union Internationale Contre Cancere) tahun 2002 sebagai berikut: Tx T0 Tis Tis (DCIS) Tis (LCIS) Tis (Paget) T = ukuran tumor primer Tumor primer tidak dapat dinilai Tidak terdapat tumor primer Karsinoma in situ Ductal carcinoma in situ Lobular carcinoma in situ Penyakit paget pada puting tanpa adanya tumor T1 T1mic T1a T1b T1c Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya ≤ 2 cm Adanya mikroinvasi ukuran ≤ 0. ulserasi.1 cm Tumor dengan ukuran > 0. Kanker payudara diklasifikasikan berdasarkan sistem TNM (Tumor.

Metastasis pada KGB (klinis negatif yaitu tidak terdeteksi dengan pencitraan (kecuali limfoscintigrafi) atau dengan pemeriksaan fisik) secara mikroskopis yang terdeteksi dengan diseksi sentinel node.0 mm). Metastasis pada KGB aksila 1-3 buah. 2.2 mm yang biasanya hanya terdeteksi dengan pewarnaan imunohistokimia (IHC) ata metode molecular lainnya tapi masih dalam pewarnaan H&E. IHC negatif. pemeriksaan molecular positif 9RT-PCR). maka KGB mamaria interna diklasifikasikan sebagai pN3b untuk menunjukkan . contohnya: pN0(i+) (sn). Metastasis pada 1-3 KGB aksila dan atau KGB mamaria interna pN1 (klinis negatif yaitu tidak terdeteksi dengan pencitraan (kecuali limfoscintigrafi) atau dengan pemeriksaan fisik) secara mikroskopis yang terdeteksi dengan sentinel node diseksi. Tidak terdapat kelompok IHC pNO(i+) yang lebih dari 0. Metastasis pada 1-3 KGB aksila dan KGB mamaria interna secara mikroskopis melalui diseksi sentinel node dan secara klinis negatif (jika terdapat > 3 buah KGB aksila yang positif.13 Klasifikasi berdasarkan diseksi KGB aksila dengan atau tanpa pemeriksaan sentinel node. pemeriksaan molecular negatif (RT-PCR) b pNO(mol+) Tidak terdapat metastasisKGB secara histologis.2 mm. N3a N3b N3c Metastasis ke KGB infraklavikular ipsilateral Metastasis ke KGB mamaria interna dan KGB aksila Matastasis ke KGB supraklavikula Patologi (pN)a KGB regional tidak bias dinilai (telah diangkat sebelumnya atau tidak pNx diangkat) Tidak terdapat metastasis ke KGB secara patologi.N2a N2b Metastasispada KGB aksila terfiksir atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain Metastasis hanya pada KGB mamria interna ipsilateral secara klinis dan tidak terdapat metastasis pada KGB aksila Metastasis pada KGB infraklavikular ipsilateral dengan atau tanpa metastasis KGB aksila atau klinis terdapat metastasis pada KGB N3 mamaria interna ipsilateral klinis dan metastasis pada KGB aksila. pNO(mol-) Tidak terdapat metastasisKGB secara histologis. 2. Tidak terdapat metastasisKGB secara histologis. atau metastasis pada KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa metastasis pada KGB aksila/mamaria interna. pNO(i-) Tidak terdapat metastasisKGB secara histologis. IHC positif. ITC tidak selau menunjukkan adanya aktivitas keganasan seperti proliferasi atau reaksi stromal. pN1mic pN1a pN1b pN1c Mikrometastasis (> 0. tanpa pemeriksaan pN0 tambahan untuk isolated tumor cells (ITC) ITC adalah sel tumor tunggal atau kelompok sel kecil dengan ukuran tidak lebih dari 0.14 RT-PCR: reverse transcriptase/polymerase chain reaction. Klasifikasi berdasarkan hanya pada diseksi sentinel node tanpa diseksi KGB aksila ditandai dengan (sn) untuk sentinel node.2 – 2.

0 mm). Metastasis pada 4-9 KGB aksila (paling kurang terdapat 1 deposit tumor lebih dari 2.peningkatan besarnya tumor). atau pada metastasis KGB aksila yang positif lebih dari 3 dengan metastasis mikroskopis KGB mamaria interna negatif. Metastasis pada KGB supraklavikula ipsilateral pN3b pN3c Mx M0 M1 M = metastasis jauh Metastasisjauh belum dapat dinilai Tidak terdapat metastasisjauh Terdapat metastasis jauh T Tis T1 T0 T1 T2 T2 T3 T0 T1 T2 T3 T3 T4 T4 T4 Tiap T Tiap T N N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N3 Tiap N M M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 Stadium 0 I IIA IIB IIIA IIIB IIIC IV . Metastasis KGB mamria interna ipsilateral (klinis) dan metastasis pada KGB aksila 1 atau lebih. atau metastasis pada KGB infraklavikula. atau infraklavikula atau metastasis KGB mamria interna (klinis) pada satu atau lebih KGB pN3 aksila yang positif. atau pada KGB supraklavikula. pN2 pN2a pN2b Metastasis pada 4-9 KGB aksila atau secara klinis terdapat pembesara KGB mamaria interna tanpa metastasis KGB aksila. Metastasis pada 10 atau lebih KGB aksila. pN3a Metastasis pada 10 atau lebih KGB aksila (paling kurang pusat deposit tumor lebih dari 2. Metastasis pada KGB mamaria interna secara klinis tanpa metastasis KGB aksila.0 mm). atau metastasis pada KGB aksila 3 buah dengan terdapat metastasis mikroskopis pada KGB mamaria interna yang terdeteksi dengan diseksi sentinel node yang secara klinis negatif.

CEF. diagnosis klinik dan histopatologik serta tingkat penyebarannya harus dipastikan dahulu. PENATALAKSANAAN Sebelum merencanakan terapi kanker payudara.N. • Harus kombinasi Kombinasi yang sering dipakai CMF. • Primer Adjuvan Paliatif Kemoterapi Kemoterapi merupakan kombinasi obat-obatan untuk membunuh atau menekan sel-sel yang mempunyai kemampuan berkembang biak dengan cepat. capecetabin Hormonal terapi Obat-obat penghambat hormon yaitu obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. CAF. termasuk kelenjar getah bening. taxane + doxorubicin. Modalitas Terapi: • • Radiasi Radiasi ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya. Ablative : bilateral ovarektomi Operasi Jenis operasi untuk terapi: BCS (Breast Conserving Treatment) Simpel mastektomi Radikal mastektomi modifikasi Radikal mastektomi .

Penderita dapat melakukan kontrol rutin setelah pengobatan . yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan. Terdapat sejumlah pilihan pembedahan dengan pilihan utama adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan breast-conserving surgery (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal di sekitarnya). Pengobatan pada stadium ini bersifat kuratif. Pada stadium IIIA pilihannya ialah mastektomi simpel disertai dengan radioterapi dan kemoterapi ajuvan. Keinginan penderita setelah dilakukan informed consent 2. Eksisi luas atau mastektomi parsial: pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak 3. • Breast-Conserving Surgery (BCS) Yang termasuk BCS adalah: 1. Pada stadium I dan II pilihannya ialah mastektomi radikal atau yang dimodifikasi disertai dengan atau tanpa radioterapi dan kemoterapi ajuvan. Pembedahan. Indikasi BCS sebagai berikut: . Additive : tamoxifen Optional : aromatase inhibitor.• berikut: 1. bertujuan untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin.T = 3 cm .Pasien menginginkan untuk mempertahankan payudaranya Syarat BCS yaitu: 1. GnRH Molecular targeting therapy (Biology therapy) Untuk memudahkan pengobatan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai Pengobatan untuk kanker payudara yang terlokalisir (operabel) Pengobatan untuk kanker yang terbatas pada payudara hampir selalu pembedahan. Bisa juga dilakukan dilakukan BCS atau Breast Conserving Therapy dengan syarat dan indikasi yang telah ditentukan. Kuadrantektomi: pengangkatan seperempat bagian payudara. Lumpektomi: pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya 2.

Tidak menderita penyakit LE atau penyakit kolagen 9. Terdapat sarana radioterapi yang memadai Pengangkatan tumor dan beberapa jaringan normal di sekitarnya ditujukan untuk mencegah kambuhnya kanker. Tumor tidak multipel 7. Keuntungan utama dari BCS ditambah terapi penyinaran adalah efek kosmetiknya. otot . Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker invasif yang telah menyebar luar ke dalam saluran air susu. 3. Mammografi tidak memperlihatkan mikrokalsifikasi atau tanda keganasan lain yang difus (luas) 6. Perbandingan ukuran tumor dan volume payudara cukup baik untuk kosmetik pasca BCS 5. kanker sering kambuh. Rekonstruksi payudara lebih mudah dilakukan jika otot dada dan jaringan lain dibawah payudara dibiarkan utuh. • 1. Belum pernah terapi radiasi di dada 8. Mastektomi radikal yaitu pengangkatan seluruh payudara. Mastektomi Yang termasuk mastektomi sebagai berikut: Mastektomi simplek yaitu pengangkatan seluruh jaringan payudara dimana otot dibawah payudara dibiarkan utuh dan disisakan kulit yang cukup untuk menutup luka bekas operasi. disertai kelenjar getah bening aksila. Efek samping dari radioterapi biasanya tidak menimbulkan nyeri serta berlangsung tidak lama meskipun kulit dapat tampak merah atau melepuh.3. 2. Tumor tidak terletak sentral 4. Mastektomi simplek ditambah diseksi kelenjar getah bening atau modifikasi mastektomi radikal yaitu pengangkatan seluruh jaringan payudara dengan menyisakan otot dan kulit. karena jika dilakukan pembedahan breast-conserving.

6 cm. Penderita karsinoma lobuler in situ dapat tetap berada dalam observasi ketat dan tidak menjalani pengobatan atau dapat segera menjalani mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara). Beberapa ahli percaya bahwa tumor dengan garis tengah <1. Pelaksanannya bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga di kemudian hari. teraba hangat. payudara tampak seperti terinfeksi.3 cm bisa diatasi dengan pembedahan saja. Pemakaian kemoterapi dan obat penghambat hormon dipengaruhi oleh ukuran tumor dan ada tidaknya sel-sel tumor di dalam kelenjar getah bening. Kanker payudara inflamatoir adalah kanker yang sangat serius meskipun jarang terjadi. maka diberikan obat penghambat hormon yaitu tamoxifen.dada dan jaringan lainnya. Akan tetapi. Kebanyakan penderita karsinoma duktal in situ tidak pernah mengalami kekambuhan Setelah menjalani mastektomi simplek. Pada kondisi ini. Banyak penderita karsinoma lobuler yang memilih untuk tidak menjalani pengobatan karena hanya 25% yang berkembang menjadi kanker invasif. setelah pembedahan biasanya juga diberikan kemoterapi. Jika penderita memilih untuk menjalani pengobatan maka dilakukan mastektomi bilateral karena kanker tidak selalu tumbuh pada payudara yang sama dengan karsinoma lobuler dan jika penderita menginginkan pengobatan selain mastektomi. Banyak juga penderita yang menjalani lumpektomi. Pengobatannya terdiri dari kemoterapi dan terapi penyinaran. akhir-akhir ini keamanan pemakaian silikon telah dipertanyakan karena . Jika garis tengah tumor >7. Pada rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau salin maupun jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Jika garis tengah tumor >5 cm. akan sangat mengurangi resiko kambuhnya kanker pada dinding dada atau pada kelenjar getah bening di sekitarnya. biasanya kemoterapi diberikan sebelum pembedahan. kadang dikombinasi dengan terapi penyinaran. merah dan membengkak. Radioterapi yang dilakukan setelah pembedahan.

tulang. Pengobatan ini dapat menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup penderita. penderita akan muntah sebanyak 16 kali selama 1-3 hari tanpa ondansetron. Kemoterapi dan obat penghambat hormon sering diberikan segera setelah pembedahan kemudian dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Selain itu. Dibandingkan dengan kemoterapi tunggal. • Pengobatan kanker payudara yang telah menyebar (inoperabel) Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh dengan bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru. tergantung kepada jenis kemoterapi yang digunakan dan kondisi penderita. obat-obat tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker payudara. Obat ini secara kimia berhubungan dengan esrogen dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapi sulih hormon (misalnya mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta meningkatkan resiko terjadinya kanker rahim) akan tetapi tamoxifen tidak mengurangi hot flashes ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause. Kemoterapi bisa mempunyai efek samping berupa rasa mual. muntah. Setelah kemoterapi. Sekarang ini efek muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat ondansetron. Meskipun begitu. Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi lanjutan setelah pembedahan. lelah. luka terbuka di mulut yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya sementara. pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif. tanpa pembedahan maupun penyinaran. menimbulkan nyeri dan bentuknya berubah. Penderita juga menjadi lebih peka terhadap infeksi dan perdarahan selama pemakaian beberapa bulan. Pada bagian tubuh tersebut kanker muncul dalam waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan . otak dan kulit. hati.silikon kadang dapat merembes dari kantongnya sehingga implan menjadi keras. kelenjar getah bening. Berat dan lamanya muntah bervariasi. silikon kadang masuk ke dalam aliran darah.

Radioterapi merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar ke otak. atau memperbaiki kualitas hidup saja dengan terapi utama yaitu hormonal dan Penderita kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak akan memperoleh keuntungan dari pengobatan dengan akibat pengobatan seringkali ditunda sampai timbul gejala (misalnya nyeri) atau kanker mulai memburuk. Obat ini sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia 40 tahun serta masih mengalami menstruasi dan menghasilkan estrogen dalam jumlah besar atau kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami menopause. maka digunakan obat penghambat hormon yang lain. Jika kanker hanya ditemukan di tulang. untuk menghentikan pembentukan estrogen dapat juga dilakukan pembedahan pengangkatan ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan ovarium. Jika penderita merasakan nyeri. Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pemberian obat penghambat hormon. Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang dimana . maka dilakukan terapi penyinaran.diobati. Tujuan pengobatan pada stadium ini hanya bersifat paliatif kemoterapi. Tamoxifen memiliki sedikit efek samping sehingga merupakan obat pilihan pertama. Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada: • • • Kanker yang berkaitan dengan estrogen Penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih dari 2 tahun setelah terdiagnosis Kanker yang tidak terlalu mengancam jiwa penderita. dapat diberikan obat penghambat hormon atau kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. Selain itu.

berupa: o Hari 1-2  Latihan lingkup gerak sendi untuk siku pergelangan tangan dan jari lengan daerah yang dioperasi  Untuk sisi sehat latihan lingkup sendi lengan secara penuh    Untuk lengan atas bagian operasi latihan isometrik Latihan relaksasi otot leher dan toraks Aktif mobilisasi Five years 95 85 70 60 55 30 5-10 Ten years 90 70 50 40 30 20 2 . Obat-obat ini sering digunakan sebagai tambahan pada pemberian obat penghambat hormon. PROGNOSIS Stadium TNM pada kanker payudara merupakan indikator yang paling dapat diandalkan pada prognosis. Rehabilitasi Dilakukan pada praoperatif atau pascaoperatif: • • Praoperatif. vinorelbin dan mitomycin C.hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan pada saat yang bersamaan. paclitaxel. Survival rate (%) pada pasien dengan kanker payudara berdasarkan stadium TNM yaitu sebagai berikut: Stadium TNM 0 I IIA IIB IIIA IIIB IV a. karena aminoglutetimid menekan pembentukan hydrocortisone alami oleh tubuh. berupa latihan pernapasan dan latihan batuk efektif Pascaoperatif . Kemoterapi yang paling efektif adalah cyclophosphamide. O. doxorubicin. dosetaxel.

dan tiap 6 bulan setelah tahun V o Pemeriksaan fisik: tiap kali control o Thorax foto: tiap 6 bulan o Laboratorium dan marker: tiap 2-3 bulan o Mammografi kontralateral: tiap tahun atau ada indikasi o USG abdomen atau hepar: tiap 6 bulan atau ada indikasi o Bone scanning: tiap 2 tahun atau ada indikasi c. Diagnosis dini kanker payudara sebaiknya dilakukan karena pada stadium ini kanker payudara mudah untuk diobati. tiap 3 bulan pada tahun III-V.o Hari 3-5 • • • Latihan lingkup gerak sendi untuk bahu sisi operasi (bertahap) Latihan relaksasi Aktif dalam sehari-hari dimana sisi operasi tidak dibebani o Hari 6 dan seterusnya • • Bebas gerakan Edukasi untuk mempertahankan lingkup gerak sendi dan usaha untuk mencegah atau menghilangkan timbulnya limfedema b. Tiga cara untuk mendeteksi kanker tersebut secara dini sebagai prosedur . Perubahan pola diet dan gaya hidup dipercayai oleh para ahli diet dan kanker dapat mengurangi angka kejadian kanker. Pencegahan Dari faktor risiko kanker payudara yang ada terdapat beberapa yang dapat dikendalikan. Follow Up Beberapa hal yang dilakukan: o Jadwal kontrol: tiap 2 bulan pada tahun I dan II.

wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53. tamoksifen dan naloksifen. BRCA1 atauk BRCA 2). dan mammografi. wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53. Kedua obat tersebut termasuk golongan anti estrogen di dalam jaringan payudara.. Dengan pembedahan dapat dilakukan mastektomi pencegahan yaitu dengan mengangkat salah satu atau kedua payudara dan ini dapat dijadikan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki risiko tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker. Selain itu. Penderita yang telah menjalani pengobatan kanker payudara dapat menggunakan tamoksifen untuk mencegah kekambuhannya. Mammografi dilakukan pada wanita > 35 – 50 tahun setiap dua tahun dan > 50 tahun setiap satu tahun. Pada daerah yang tidak terdapa mammografi atau USG hanya dilakukan SADARI dan pemeriksaan fisik saja. SADARI dilakukan pada wanita sejak usia subur setiap satu minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir. . BRCA1 atauk BRCA 2). Penelitian terakhir telah menyatakan terdapat 2 jenis obat yang terbukti bisa mengurangi resiko kanker payudara. Pemeriksaan payudara secara klinis dilakukan oleh seorang dokter secara lege artis. obat ini juga bisa digunakan pada wanita dengan risiko tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker.penyaringan yaitu SADARI. pemeriksaan payudara secara klinis.

Theodore. Binarupa Aksara (1995). Clinical Surgery. Wittekind: 6th Edition (2002). Charles et al. Principles of Surgery. Mansjoer Arif (editor) dkk. Wittekind. EGC: Edisi 4 (1995). Companion Handbook. McGraw-Hill Professional: International Edition (2007). Schwartz (Editor) et al. Price Sylvia A. Reksopradjo. Schrock. Alastair M. Protokol PERABOI 2003. Phyllodes Tumours. McGraw-Hill Professional : 7th Edition (December 18. Thompson. Breast Diasease. edisi 1 . McPHEE Stephen J. Ilmu Bedah (Handbook of surgery). Mcgraw-Hill: 8th Edition (2005). Harris Jay R. J. Saunders (2001).B. Henry. PERABOI: (2004). Soelarto (editor).org/wiki/Phyllodes_tumor (2007). http://en. Anonym. B.wikipedia. Schwartz’s principle of Surgery. et al. 1998.DAFTAR PUSTAKA Albar Zafiral Azdi (Editor) dkk. General Surgical Anatomy and Examination. EGC: Edisi II (2004). Lippincott Company: 2nd Edition (1991). Brunicardi F. Onkologi Klinik. Gede Sukardja. W. Kapita Selekta Kedokteran. 1998). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit . I Dewa. Seymour I. Media Aesculapius: edisi 3 (2000). Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. et al. MD (editor) et al. Sjamsuhidajat R (Editor) dkk. Michael M. EGC. Churcill Livingstone (2001). Sobin. Buku Ajar Ilmu Bedah. TNM Classification of Malignant Tumours. LANGE: Current Medical Diagnosis & Treatment . LH and Ch. FK universitas Airlangga.