You are on page 1of 13

ANALISIS AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 PADA PT ASURANSI JASARAHAJA PUTERA CABANG MEDAN Oleh Marnoko Staf Pengajar

Fakultas Ekonomi UNPAB ABSTRAK PT Asuransi Jasa Raharja Putera Cabang Medan merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang asuransi sosial di lingkungan departemen keuangan, perusahaan mempekerjakan banyak karyawan yang mana tingkat jabatannya berbeda-beda dalam penetapan perhitungan pajak penghasilan berupa gaji dan upah karyawan berdasarkan rekapitulasi gaji. Penelitian in iakan menjawab permasalahan adalah ”apakah perusahaan sudah melakukan pemotongan pajak penghasilan telah sesuai dengan Undang-undang perpajakan yang berlaku?” Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi dan teknik analisa data menggunakan analisis data statistik deskriptif yaitu pengumpulan, merangkumkan serta menginterprestasikan data-data, salanjutnya diolah sehingga dapat menghasilkan gambaran yang jelas, dari masalah yang sedang dibahas. Statistic deskriptif yang digunakan adalah untuk menghitung nilai rata-rata/mean. Hasil penelitian yang dilakukan di PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan, bahwa perusahaan dalam hal ini sudah menerapkan semua perhitungan PPh Pasal 21, akan tetapi perhitungan PPh terutang Pasal 21 masih terdapat kurang bayar, hal ini diketahui adanya perbedaaan jumlah yang terdapat di SPT dengan PPh yang terdapat pada rekapitulasi gaji karyawan. Key word : Pajak Penghasilan Pasal 21 PENDAHULUAN Sumber pendapatan negara yang berasal dari pajak, sebagaimana menurut R Santoro Brotodihardjo antara lain melihat defenisi dari P.J.A Andriani sebagai berikut “Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”. Pajak penghasilan merupakan sumber penerimaan negara yang berasal dari pendapatan rakyat. Tata cara pemungutan pajak penghasilan telah diatur dengan undang-undang sehingga dapat memberikan kepastian hukum sesuai dengan kehidupan dalam negara yang berdasarkan hukum. Secara umum pajak dikenakan atas subjek pajak dan objek pajak menurut
Vol. 3 No.1 April 2010 ISSN : 1979 - 5408

jenis pajaknya masing-masing suatu perusahaan akan memerlukan faktor produksi yang berguna untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dipasarkan kepada konsumen. Pemotongan atau pemungutan atas pajak penghasilan pihak lain pada umumnya dilakukan pada saat pihak lain tersebut melakukan transaksi dengan pemotongan atau pemungut. Pajak semacam ini merupakan beban operasi perusahaan dan jumlahnya relatif besar. Seluruh pajak karyawan dikenakan kepada pemberi penghasilan dan merupakan kewajiban pada saat gaji dibayar kepada karyawan dan bukan pada waktu timbul kewajiban pada gaji karyawan. Sehingga ketentuan ini dapat menimbulkan masalah alokasi beban pada periode fiskal berikut. PT Asuransi Jasarahaja Putera Cabang Medan merupakan perusahaan

Masalah ini akan menjawab permasalahan sebagai berikut: 1.1 April 2010 ISSN : 1979 . 3 No. menggantikan yang berhak. 2. b) Warisan yang belum terbagi sebagai kesatuan. hal. UU PPh Indonesia mengatur pengenaan PPh terhadap Subjek Pajak berkenaan dengan penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Perusahaan akan melakukan penetapan dan pelaporan pajak yang terhutang untuk tahun pajak yang bedalan. Apakah ketidak tepatan perhitungan pajak penghasilan pasal 21 yang dilakukan oleh PT Asuransi Jasarahaja Putera Cabang Medan menyebabkan perusahaan sering dikenakan denda karena kurang bayar.58) “Subjek Pajak diartikan sebagai orang yang dituju oleh Undang-Undang untuk dikenakan pajak. Apakah perhitungan PPh pasal 21 yang telah dipotong dan dilunasi telah sesuai dengan rekapitulasi gaji. Asuransi Jasarahaja Putera Cabang Medan.5408 dengan penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak”. sehingga terhadap subjek pajak akan dikenakan PPh apabila menerima atau memperoleh penghasilan. dimana merupakan subjek pajak menggantikan mereka yang berhak yaitu ahli waris. Di dalam penetapan perhitungan dan pelaporan pajak yang menyangkut gaji dan upah karyawan yang tidak tepat. Bagaimana cara penetapan pajak yang menyangkut gaji dan upah karyawan berdasarkan pajak penghasilan pasal 21. Subjek Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam UU PPh Indonesia selanjutnya disebut Wajib Pajak. 3. dapat menyebabkan perhitungan pajak penghasilan pasal 21 yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. c) Badan . sehingga pada akhir tahun pajak terhadap pegawai atau orang pribadi tersebut tidak diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan. 17 Tahun 2000 terdiri atas: a) Orang Pribadi Orang pribadi sebagai subjek pajak dapat bertempat tinggal atau berada di Indonesia ataupun diluar Indonesia. 58) subjek pajak menurut UU Pajak Penghasilan yaitu UU No. Menurut Waluyo & Wirawan (2003. Tinjauan Teoretis Pengertian Subjek Pajak dan Objek Pajak Adapun pengertian subjek pajak menurut Waluyo & Wirawan (2003.BUMN yang bergerak dalam bidang asuransi sosial dilingkungan departemen keuangan. Masalah penunjukan warisan yang belum terbagi sebagai subjek pajak pengganti dimaksudkan agar pengenaan pajak atas penghasilan yang berasal dari warisan tetap dapat dilaksanakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa jauh pelaksanaan perhitungan Akuntansi Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan UU pajak penghasilan pasal 21 pada PT. Pajak Penghasilan dikenakan terhadap subjek pajak berkenaan 80 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol. perusahaan mempekerjakan banyak karyawan yang mana golongan kelas dan tingkat jabatannya berbeda-beda dalam penetapan perhitungan pajak penghasilan berupa gaji dan upah karyawan berdasarkan rekapitulasi gaji. Dimana terdapat perbedaan perhitungan PPh pasal 21 antara rekapitulasi gaji dengan SPT sehingga menyebabkan kurang bayar.

3 No. dalam perpajakan terdapat juga yang tidak termasuk subjek pajak sebagaimana menurut Waluyo & Wirawan (2003. dana Pensiun. Badan Perwakilan Negara Asing 2. Yang dimaksud dengan subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia adalah orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari atau jangka waktu 12 bulan adalah orang Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 81 Vol. sedangkan subjek pajak luar negeri dikenakan pajak berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan. Perkumpulan. Perseropan lainnya. bahwa badan adalah sekumpulan orang atau modal yang merupakan kesatuan baik yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha yang meliputi Perseroan Terbatas. antara lain: 1. Kongsi. Khusus masalah perkumpulan sebagai subjek pajak adalah perkumpulan yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan dan atau memberikan jasa kepada anggota. Persekutuan. dan orang-orang yang diperbantukan kepada merea yang bekerja pada dan bertempat tinggat bersama-sama mereka. 2. untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia. atau berada yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.42/1999 tentang perlakuan Perpajak bagi Partai Politik bahwa politik juga termasuk sebagai subjek pajak yang telah termasuk dalam pengertian badan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Tahun 2000. sedangkan subjek pajak luar negeri tidak wajib menyampaikan surat pemberitahuan tahunan karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui potongan pajak yang bersifat final. 3. d) Bentuk Usaha Tetap Yang dimaksud dengan Bentuk Usaha Tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Subjek Pajak Dalam Negeri wajib menyampaikan surat pemberitahuan tahunan sebagai sarana untuk menetapkan pajak yang terutang dalam suatu tahun pajak. Menurut Waluyo & Wirawan (2003. Subjek Pajak Dalam Negeri dikenakan pajak berdasarkan penghasilan netto dengan tarif umum. Koperasi. Subjek Pajak Dalam Negeri dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia dan dari luar Indonesia. Firma. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing.5408 pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Namun. sedangkan Subjek Pajak Luar Negeri dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. Subjek Pajak terdiri dari subjek dalam negeri dan subjek luar negeri.1 April 2010 ISSN : 1979 . dengan syarat . Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jendral Pajak Nomor SE 26/pj. Yayasan. Organisasi sejenis. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun. lembaga.Pengertian Badan mengacu kepada Undang-Undang KUP. 60) terdapat perbedaan yang penting antara Wajib Pajak Dalam Negeri Dan Luar Negeri Dalam Memenuhi kewajiban pajaknya. 60) sebagai berikut : 1. Komanditer. Subjek pajak dalam negeri menjadi wajib pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan yang besar melebihi penghasilan tidak kena pajak.

Objek Pajak Objek pajak diatur dalam pasal UU PPh. Subjek pajak dalam negeri menjadi wajib pajak apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya menjadi penghasilan tidak kena. atau diperoleh melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. 3 No. Sedangkan subjek pajak luar negeri sekaligus menjadi wajib pajak sehubungan dengan penghasilan yang diterima dari sumber penghasilan di Indonesia.bukan warga negara Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain diluar jabatan atau pekerjaannya tersebut. 66) pengertian wajib pajak sebagai berikut: “Objek pajak dapat diartikan sebagai sasaran pengenaan pajak dan dasar untuk menghitung pajak terutang. baik yang berasal dari Indonesia maupun dan luar Indonesia. Objek pajak adalah penghasilan dimana penghasilan dapat diartikan setiap tambahan. sehingga dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan. kenikmatan yang tidak bisa didapat setiap bulannya. Penghasilan dan Pengurangan PPh Pasal 21 Ketentuan pajak penghasilan pasal 21 UU PPh mengatur tentang pembayaran pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri dengan kegiatan. melakukan kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. Menurut Waluyo & Wirawan (2003.5408 pajak adalah orang pribadi atau badan yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan objektif. a. Yang menjadi objek pajak PPh adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. serta negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik. Organisasi-organisasi Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dengan syarat Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran pada anggota. kemampuan ekonomis yang diterima adalah diperoleh wajib pajak dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang dapat dikonsumsi dan menambah kekayaan dalam bentuk apapun.1 April 2010 ISSN : 1979 . Dengan perkataan lain wajib 82 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol. selanjutnya sejak tahun 1994 Pajak Penghasilan dipungut berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh) kemudian dirubah menjadi Undangundang nomr 7 tahun 1991 yang selanjutnya dirubah dengan Undang-undang . Dari kutipan diatas dapat dilihat bahwa yang tidak termasuk dalam pengertian objek pajak penghasilan merupakan penghasilan tidak tetap yang diterima oleh Wajib Pajak karena penghasilan tersebut lebih berbentuk kepada. 4. dengan nama dan dalam bentuk apapun”. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi Internasional yang ditetapkan oleh menteri keuangan dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan tidak menjalankan usaha. pajak. 3. Penghasilan PPh Pasal 21 Pajak Penghasilan yang sebelum perubahan perundang-undangan perpajakan tahun 1983 diatur dalam beberapa ketentuan perundang-undangan/ ordonisasi seperti yang dikenal dengan Pajak Penghasilan Orang Pribadi yang dipungut berdasarkan ordonisasi Pajak Pandapatan tahun 1994.

Biaya Jabatan yaitu biaya untuk mendapatkan. Namun demikian dalam sistem peraturan perundang-undangan perpajakan yang lama. pengenaan pajak atas penghasilan diatur dalam berbagai undang-undang. Pegawai Lepas 6. memahami dan mematuhinya”. Untuk menentukan besarnya penghasilan netto pegawai tetap. (PTKP) yang sebesarnya: a. honorarium. Iuran yang terkait dengan gaji yang dibayar oleh pegawai kepada dana pensiun yang pendirinya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau Badan Penyelenggaraan Tabungan hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dipersamakan dengan dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. 40) Pajak Penghasilan pasal 21 Merupakan : "Pajak Penghasilan pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji. Undang-undang PPh terdiri dari beberapa pasal. menagih. salah satunya adalah pasal 21. pemungutannya telah diatur dengan Undang-undang sehingga dapat memberikan kepastian hukum.5408 sehingga mempersulit masyarakat wajib pajak untuk mempelajari. 152) adapun penguranganpengurangan yang diperbolehkan antara. 3 No.nomor 10 tahun 1994 yang digunakan sebagi Dasar Hukum Pemungutan Pajak Penghasilan merupakan perpaduan dari beberapa ketentuan yang sebelumnya diatur secara terpisah sebagaimana telah diuraikan diatas. tunjangan. Pegawai Swasta 4. upah. 2. menurut Wahyutomo (1994. lain: 1. b. dan memelihara penghasilan yang besarnya 5% dari penghasilan bruto. Pejabat Negara 2. 127) bahwa yang menerima penghasilan dipotong PPh 21 adalah : 1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 3. Kemudian setelah masa reformasi maka Undang-undang Pajak Penghasilan dirubah menjadi Undangundang No. Penrima Pensiun 7. Menurut Munawir (1992. dan dalam hal tidak kawin pengurangan PTKP selain untuk . 108. Penerima. PTKP yang dikurangkan adalah hanya untuk dirinya sendiri. Honorarium 8.296. Pajak. Untuk menentukan Besarnya Penghasilan Kena. setinggi-tingginya Rp 1. 17 tahun 2000 yang masih digunakan sampai sekarang. hal.000 sebulan. Rp. dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan atau sebagai imbalan atas jasa yang diterima sebagai penghasilan". Biaya jabatan dapat dikurangi dari penghasilan setiap orang bekerja sebagai pegawai negeri tetap tanpa memandang mempunyai jabatan atau tidak. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 83 Vol.000 setahun atau. penghasilan bruto dikurangi dengan: a.1 April 2010 ISSN : 1979 . Penghasilan Netonya dikurangi dengan penghasilan kena pajak. 109) dikatakan bahwa : “Pajak Penghasilan merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang berasal dari pendapatan rakyat. Pegawai Tetap 5. Penerima Upah Pengurangan-pengurangan yang Diperbolehkan Menurut Waluyo & Wirawan (2003. Wajib Pajak PPh pasal 21 sebagaimana dikemukakan oleh Mardiasmo (2000. Dalam hal karyawati kawin.

upah borongan.000.000 5% Diatas Rp. 100. maka pengurangan diperbolehkan yaitu : biaya jabatan dan pensiun dan penghasilan netto tersebut masih diperkenankan dikurangi lagi dengan penghasilan tidak kena pajak. Bagi karyawati yang menunjukkan keterangan tertulis dari pemerintah daerah setempat.24.000 30% Selanjutnya Mardiasmo (2000.5408 4) Tarif sebesar 10% diterapkan atas upah harian.200. Untuk Wajib Pajak Badan dalam negeri dan BUT: Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Sampai dengan Rp.dirinya sendiri ditambah dengan PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. 3) Tarif sebesar 15% diterapkan atas perkiraan penghasilan neto yang dibayarkan atau terutang kepada tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas (pengacara.1. Diberikan.000.000 sampai dengan Rp. 84 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol.000 setahun atau Rp. 75) tarif pajak yang sesuai dengan UU PPh pasal 17 tahun 2000 untuk penghasilan kena pajak (PKP) adalah tarif umum yang terdiri dari: 1. 3 No.5408 b. Adapun bagi pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesia dalam bagian tahun kawin.440. c.000 35% 2. akuntan. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 85 Vol. 120.000 setahun atau Rp.000.000. diterapkan atas penghasilan bruto.1 April 2010 ISSN : 1979 . dokter. hal. upah mingguan.000. 3 No.000 25% Diatas Rp. hal.000.440. bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan. Dalam menentukan penghasilan netto untuk pegawai tetap.1 April 2010 ISSN : 1979 . 120. dan uang saku harian yang jumlahnya melebihi Rp.000 15% Diatas Rp.000.100.100.25. masing-masing sebesar Rp. Tarif Menurut Waluyo & Wirawan (2003.000. tambahan PTKP sebesar Rp.1. Untuk wajib pajak Orang pribadi dalam negeri Lapisan penghasilan kena pajak Tarif Sampai dengan Rp.000.000 dalam satu bulan takwin dan atau tidak dibayarkan secara bulanan.50.00010% Diatas Rp 50.000 sampai dengan Rp. diterapkan atas penghasilan kena pajak. 131) mengkhususkan lagi tarif pajak penghasilan pasal 21 yang dibagikan ke dalam : 1) Tarif berdasarkan pasal 17 UU PPh.000.000. Pengurangan-pengurangan yang diperbolehkan dalam menghitung penghasilan kena. arsitek. 2) Tarif berdasarkan pasal 17 UU PPh. pajak bagi pegawai tetap telah ditentukan oleh ketentuan undang-undang perpajakan.000 sampai dengan Rp.000 10% Diatas Rp.240. Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada tahun awal kawin.50. upah satuan.25.000 sebulan dan ditambah PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggung jawab sepenuhnya paling banyak tiga orang.100.000 sebulan.000. konsultan dsb).200.000 sehari tetapi tidak melebihi Rp.000 15% Diatas Rp.000 sampai dengan Rp 50. Dalam perhitungan pajak yang terutang digunakan tarif pajak atau tarif untuk . besarnya PTKP tersebut berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun kawin yang bersangkutan.

Apabila satu bulan takwin terjadinya kelebihan penyetoran pajak penghasilan pasal 21. permohonan diajukan secara tertulis selambat-lambatnya tanggal . sesuai pasal 21 ayat 2 UU No. ditentukan oleh Jenderal pajak dalam waktu 2 (dua) bulan setelah tahun takwin berakhir. juga mempunyai hak dari kewajibannya dalam menjalankan tugas. Pemotong pajak wajib menghitung. Apabila jumlah pajak yang terutang besar dari jumlah pajak yang telah dipotong.menghitung besarnya pajak terutang dalam penentuan tarif bagi wajib pajak dilihat dari lapisan penghasilan kena pajak. 3 No. Setiap pemotong pajak wajib mengisi. selambat-lambatnya tanggal 10 bulan takwin bulan berikutnya.7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan sebagaimana telah diubah dengan UU No. dan pemotong wajib pajak memberi bukti pemotongan pajak penghasilan pasal 21 diminta atau tidak pada saat dilakukan pemotongan kepada orang pribadi sebagai pegawai tetap. Pelaporan PPh Pasal 21 Pemotongan/pemungutan pajak penghasilan pasal 21 atau penerima penghasilan pajak pasal 21. SPT disampaikan selambat-lambatnya tanggal 31 maret bulan takwin berikutnya. maka dikenakan lapisan penghasilan kena pajak yang kedua dan terus berkelanjutan sampai pada lapisan yang terakhir. menandatangani dan menyampaikan surat pemberitahuan tahunan (SPT Tahunan) pajak penghasilan pasal 21 ke kantor pelayanan pajak setempat. dalam melakukan pemotongan dan pemungutan atas pajak penghasilan pasal 21 setiap pemotong pajak wajib mendaftarkan diri ke kantor pajak berlaku juga terhadap organisasi internasional yang tidak dikecualikan berdasarkan Menteri Keuangan. dimana jumlah pajak penghasilan pasal 21 didasarkan kepada kewajiban pajak subjektif yang melekat pada pegawai tetap.7 tahun 1983 86 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol. Dalam waktu 2 bulan setelah tahun takwin berakhir pemotong pajak wajib menghitung kembali jumlah pajak penghasilan pasal 21 yang terutang oleh pegawai tetap sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 UU No. Kemudian dilaporkan penyetoran dengan menggunakan surat pemberitahuan mass (SPT masa) ke kantor pelayanan pajak atau kantor penyuluhan pajak setempat selambat-lambatnya pads tanggal 20 bulan takwin. maka kelebihan tersebut dapat diperhitungkan dengan PPh pasal 21 yang terutang pada bulan berikutnya dalam tahun takwin yang bersangkutan. memotong dan menyetorkan pajak penghasilan. Pemotongan pajak dapat mengajukan permohonan untuk memperpanjang jangka waktu. Pemotong pajak wajib memberikan bukti pemotong pajak penghasilan pasal 21 tahunan kepada pegawai tetap. 17 tabun 2000. pasal 21 terutang setiap bulan takwin penyetoran dilakukan dengan menggunakan surat Setoran Pajak (SSP) ke kantor pos atau Bandar badan usaha milik negara milik daerah atau bank lain yang ditunjuk oleh direktorat jenderal anggaran.1 April 2010 ISSN : 1979 . kekurangannya dipotong dari pembayaran gaji pegawai yang bersangkutan untuk bulan pada waktu-waktu yang dilakukan penghitungan kembali. 17 tahun 2000 dan pemotong pajak mengambil sendiri formulir yang diperlukan dalam rangka pemenuhan kewajiban.5408 terhadap pajak berakhir yang diubah UU No. jika penghasilan kena pajak lebih dari lapisan penghasilan kena pajak yang pertama.

9 tahun 1994 tentang KUP bahwa. SPT merupakan laporan pemungutan PPh pasal 21 oleh Pemotong PPh pasal 21 disampaikan kepada kantor pelayanan pajak dalam jangka waktu 20 hari setelah berakhimya masa pajak. dan jika masih ada sisa kelebihan akan diperhitungkan untuk bulan-bulan lain dalam tahun berikutnya. oleh Direktur Jendral Pajak dalam hal jumlah PPh pasal 21 yang terutang dalam 1 tahun takwin lebih besar dari PPh pasal 21 dan yang telah disetor.31 maret tahun takwin berikutnya dengan menggunakan formulir yang dilakukan. Hal yang didasari pembuatan pembukuan atau pencatatan bagi orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan usaha adalah pasal 28 ayat (1) UU No.16 Tahun 2000 pada setiap akhir tahun pajak wajib pajak harus menutup pembukuan dengan membuat neraca dan perhitungan laba rugi berdasarkan prinsip pembukuan yang konsisten dengan tahun sebelumnya. dalam hal pemotongan pajak adalah badan SPT Tahunan PPh pasal 21 harus ditandatangani oleh pengurus atau direksi dalam hal SPT Tahunan PPh pasal. 21 ditandatangani dan diisi oleh orang lain harus dilampirkan Surat kuasa khusus.1 April 2010 ISSN : 1979 . untuk mengamankan kebijakan dan tujuan sistem perpajakan beberapa persyaratan digariskan olah ketentuan perpajakan. dan jumlah pajak penghasilan PPh pasal 21 yang terutang dalam 1 tahun takwin lebih kecil dari pajak penghasilan pasal 21 yang telah disetor.SPT Masa Yang menyampaikan SPT : Pemotong PPH pasal 21 Batas waktu penyampaian : Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir. Suatu hutang atau aktiva pajak yang ditangguhkan di klasifikasikan di neraca . SPT Tahunan selambat-lambatnya tiga bulan setelah akhir tahun Adapun untuk betas waktu penyampaian SPT PPh pasal 21 baik masa ataupun tahun sebagai berikut 1). Jenis dan Batas Waktu Pembayaran SPT Memperhatikan saat pelaporannya SPT dibedakan menjadi dua yaitu: 1. SPT Tahunan Sesuai dengan pasal 3 ayat (3) UU No.5408 2). Kelebihan tersebut di perhitungkan dari PPh pasal 21 yang terutang bulan pada waktu dilakukannya perhitungan tahunan. 3 No. batas waktu penyampaian SPT diatur sebagai berikut: 1. Kekurangannya harus disetor sebelum penyampaian SPT Tahunan PPh pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 25 maret tahun takwin berikutnya. Memasukkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21 Setiap Wajib Pajak mengisi Surat pembentahuan (SPT). 17 tahun 2000. SPT Masa 2. Membuat Pembukuan atau Pencatatan Dalam hal-hal tertentu.SPT Tahunan Yang Menyampaikan SPT : Wajib Pajak yang mempunyai NPWP Batas waktu penyampain : Selambat-lambatnya 3 bulan setelah tahun pajak berakhir. SPT Masa selambat-lambatnya dua puluh hari setelah akhir masa 2. hal ini berdasarkan Undang-undang No. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 87 Vol.

b) Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dalam pemungutan PPh Pasal 21 PT. Dalam laporan laba rugi jika PPh pasal 21 ditangguhkan (terutang) akibat dan perbedaan sementaranya (perusahaan sudah harus membuat pembukuan sementara untuk pembayaran pajak PPh pasal 21 belum disetorkan ke bank karena telah sampai jangka waktunya) maka perkiraan pajak penghasilan pasal 21 terutang ini turut disajikan dalam laporan laba rugi di pos beban operasi. 17 tahun 2000.1 April 2010 ISSN : 1979 . penuliscenderung menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata (mean). Pelaporan pajak terutang a) Pajak Penghasilan Psl 21 PT. suatu kredit diperkirakan beban mengurangi saldo perkiraan tersebut. 3 No. Hal ini dapat dilihat dari data rekapitulasi penghasilan pegawai PT.sebagian lancar berdasarkan klasifikasi aktiva atau hutang yang berhubungan dengannya untuk pelaporan keuangan pada akhir tahun yang merupakan kenaikan hutang pajak dalam tahun-tahun mendatang sebagai berikut dari perbedaan sementara yang ada pada. Pajak penghasilan pasal 21 2. Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan adalah salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak dibidang asuransi sosial. Mekanisme Pajak Penghasilan pasal 21 Mekanisme pajak penghasilan pasal 21 pada PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan dilaksanakan secara sistematis sebagai berikut. dari gaji inilah karyawan dikenakan pajak penghasilan Pasal 21 (PPh karyawan) tetap sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku yaitu undang-undang pajak penghasilan No. Dalam penelitian yang dilakukan dengan jenis data dokumen yang terdiri dari. Untuk menganalisis data suatu masalah yang dikemukakan. 88 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol. didalam usahanya ini PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan dikenakan Pasal 21 terhadap karyawan tetap dan staf perusahaan yang menerima gaji dari perusahaan. Laporan laba rugi menunjukkan besarnya hasil yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu perkiraan-perkiraan yang dituangkan dalam laporan laba rugi adalah pendapatan dan beban. pajak yang ditangguhkan didebet.Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan. 1. Dalam laporan laba rugi merupakan semua peningkatan aktiva perusahaan yang berasal dari penyerahan barang dan jasa dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan semua beban yang hares ditangguhkan oleh perusahaan dalam menjalankan perusahaan. akhir tahun berjalan. Selain mempengaruhi neraca. METODE PENELITIAN Data yang digunakan data sekunder yaitu sumber data dari perusahaan yang menjadi bahan acuan secara langsung. laporan keuangan SPT Pajak serta laporan lainnya yang diperlukan sehubungan dengan peneliti ini. maka kredit dengan jumlah yang sama dicatat dalam perkiraan beban pajak penghasilan.5408 Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah observasi (pengamatan) yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung ke objek penelitian dengan bantuan lembaran observasi. Pemungutan pajak penghasilan pasal 21 3.Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan harus dengan jelas memajukan identitas dari suatu sistem pemungutan pajak atas penghasilannya yang diterima oleh karyawan tetap dan staff dalam .

Apabila SPT dikirimkan melalui kantor pos dan Giro tanda bukti serta tanggal pengiriman Surat tercatat dianggap sebagai tanda bukti dan tanggal penerima SPT oleh PKP. dsb = 8. bahwa perusahaan yang bertindak sebagai pemotong pajak atas penghasilan yang diperoleh pegawai setiap bulannya.200 2.497.688 4. Untuk SPT masa.342. Bonus. THR grafitasi = 60. Pengurangan .357. Tunjangan PPh =1. Perusahaan menetapkan kebijakan untuk pajak penghasilan Pasal 21 yaitu pajak gaji dan upah pegawai ditanggung oleh perusahaan. Dalam melakukan penyetoran untuk menyampaikan SPT harus dilakukan dengan lengkap dan benar dan ditanda tangani oleh: 1. paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah akhir masa pajak 2.5408 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan batas waktu penyampaian SPT diatur: 1.013 3. Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan berdasarkan golongan dan jabatan yang berbeda-beda seperti penjelasan sebagai berikut: 1) Golongan / Jabatan : Kepala Seksi Klaim Status : K/3 A. paling lambat 3 (bulan) setelah akhir tahun pajak. Perhitungan pajak penghasilan Pasal 21 atau pegawai PT.248 Jumlah penghasilan bruto = 115. Penghasilan Bruto 1. c) Pelaporan Pajak Terutang Bagi PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan fungsi SPT adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggung jawabkan perhitungan jumlah PPh Pasal 21 yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang pembayaran atau tentang pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh perusahaan dan atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Pembahasan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 Sesuai hasil pengamatan dan analisa yang penulis lakukan terhadap perhitungan pajak penghasilan Pasal 21 yang ada diperusahaan.863.000.264. 3 No. hal ini dapat dilihat dari Surat Setoran Pajak (SSP) yang dibuat untuk pembayaran PPh Pasal 21 atas gaji tetap dan diterima oleh karyawan baik yang berwujud dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) tidak berwujud. jasa produksi. Berdasarkan Pasal 3 dapat (3) undang-undang Nomor 16 tahun 2000 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 89 Vol.1 April 2010 ISSN : 1979 . Tunjangan lainnya/ uang lembur.melakukan pemungutan pajak penghasilan Pasal 21 PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan melakukan pemotongan langsung setiap bulannya terkadang gaji yang diterima oleh pegawai tetap dan staff untuk kemudian harus diserahkan (disetorkan) ke kas negara.147 II. Untuk SPT tahunan. apabila terlambat maka akan dikenakan sangsi administrasi berupa denda sebesar Rp 50. Gaji = 44. Wajib pajak yang namanya tercantum dalam kartu NPWP dan PKP Wajib Pajak Orang Pribadi. Pengurus atau kepala cabang untuk wajib pajak badan 2.

000.600 2.000 = 2.296.000 15 % x 46.778 .398 = 420.275.956.000 10 % x 25.587.497.715 Pengurangan 1.310 4.912.792. Bonus.376. Beban Pribadi : 547.461 Tarif PPh Psl 21 5 % x 25.376.000.000.500.403.102 Jlh PPh yang telah disetor (4.803.250.000 (1.000) Penghasilan kena pajak 1 tahun 96.308 Penghitungan PPh Psl 21 Penghasilan tidak kena pajak (15.317 2. Gaji = 27.000.493 3.317) Jumlah penghasilan netto 1 tahun 68. Tunjangan lainnya/ uang lembur = 6.461 = 6. Beban Perusahaan : 3.706.459.872.063 PPh Psl 21 kurang bayar 1.590.686) Jumlah penghasilan netto 1 tahun 113. Iuran pension = 869.170.165. Beban Pribadi : 1.500.461 III Penghitungan PPh Psl 21 90 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol.803.Tunjangan PPh = 569.000) Penghasilan kena pajak 1 tahun 52.627.Tunjangan lainnya /uang lembur = 3.295. Jumlah penghasilan bruto = 70.271) PPh Psl 21 kurang bayar 288.914. THR gratifikasi = 35.406 2) Golongan / Jabatan : PA Klaim Status : K/1 Penghasilan Bruto 1.296.000 = 2.000 15 % x 2.000 = 1.102 3.820.510 PPh Pasal 21 yang telah disetor 1.250.5408 Penghasilan tidak kena pajak (16.686 2.510 PPh Psl 21 terutang = 4. Biaya jabatan = 1.1.398 Tarif PPh Psl 21 5 % x 25.513.496 PPh Pasal 21 yang telah di setor: 1.503 5.600.169 2.800. Iuran pension = 576.761 3) Golongan / Jabatan : Juru Layan Status : T.Gaji = 10.050 2.344 2. Biaya jabatan = 1. Tunjangan PPh = 547.496 PPh Pasal 21 terutang = 10.178.000 = 1. Beban perusahaan : 7. 3 No. kawin Penghasilan Bruto 1.000 10 % x 25.1 April 2010 ISSN : 1979 .000 (2. jasa produksi.013 Jlh PPh Psl 21 yang Telah disetor : 8.

181.604 Tarif PPh Psl 21 5 % x 16.677.080 PPh Psl 21 yang telah di setor: 1.604 Pengurangan 1. Persamaan dasar akuntansi tersebut seperti berikut ini : “Harta yang dimiliki perusahaan (Aktiva) sama dengan hak atau klaim atas harta tersebut (kewajiban) ditambah dengan modal”. Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan. Beban Pribadi : 569. Biaya jabatan = 1. Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan dihitung oleh bagian administrasi karyawan yang khusus menangani masalah pajak.5408 untuk menyajikan laporan keuangan yang memuat perhitungan perpajakan.122 2. Beban Perusahaan : 1.1 April 2010 ISSN : 1979 . 3 No.5408 4. Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan selalu tepat waktu tidak pernah melewati batas.989 Jumlah penghasilan bruto = 30.Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 91 Vol. lalu PT.537.080 PPh Psl 21 terutang = 809.000) Penghasilan kena pajak I tahun 16. jasa produksi. . membayarkan hutang pajak ke kantor pelayanan pajak. Akuntansi dan Pelaporan Pajak Akuntansi adalah urutan proses kegiatan pencatatan. Fungsi akuntansi pajak adalah mengolah data kuantitatif yang akan digunakan 92 Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu Vol. dari perhitungan akan diperoleh pajak kurang bayar atau lebih bayar maka jumlah ini akan direstitusikan ketahun pajak berikutnya.Bonus.604 = 809. Untuk laporan pajak tahunan akan dijumlahkan pembayaran pajak penghasilan Psl 21 selama setahun berjalan dibandingkan dengan PPh Psl 21 setahun dan di dalamnya telah diperhitungkan bonus dan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan.000 (1.604 Penghitungan PPh Psl 21 Penghasilan tidak kena pajak (13.181. kemudian dijumlahkan.381. Teori akuntasi pajak adalah penalaran logis dalam bentuk seperangkat azas atau prinsip yang diakui dalam ketentuan serta peraturan perpajakan.296.615) PPh Psi 21 kurang bayar 1.535 Setelah pajak penghasilan Psl 21 dari penghasilan karyawan yang berbeda golongan jabatan dihitung. THR grafitasi = 15. peringkasan dan penyajian dengan cara tertentu atas tansaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan atau organisasi serta penafsiran terhadap hasilnya. Semua penghasilan staff dan karyawan PT. Hasil penghitungan pajak dituangkan dalam salary skeet dan dijumlahkan seluruhnya maka diperoleh hutang pajak PPh Psl 21 lalu dibayar ke kas negara sesuai dengan kantor pelayanan pajak yang ditetapkan.346.493 Jlh PPh Psi 21 yang telah di setor : (2.200. 3 No. Dalam membayar pajak penghasilan Psl 21 atas gaji karyawan PT. waktu yang ditentukan.777. Iuran pensiun = 2.696. Persamaan dasar dalam akuntansi pajak sama persis dengan persamaan dasar pada akuntansi komersial. penggolongan.1 April 2010 ISSN : 1979 .000) Jumlah penghasilan netto 1 tahun 29. Pembayaran pajak tersebut disesuaikan dengan dimana wajib pajak berdomisili.296.

Edisi IV. Akuntansi Intermediate. Imam. Mailinda Anggraini. 1996. Perpajakan. Standart Akuntansi Keuangan. 2004. Yogyakarta: UPP AMP YPPN. 1997. Smith. Yogyakarta: Andi. 2003. 1994. Pajak. dan Skousen. Semua penghasilan staf dan karyawan PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan dihitung oleh bagian administrasi karyawan yang khusus menangani masalah pajak. Edisi Revisi. Mardiasmo. S. 2000. PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan yang wajib membayar pajak penghasilan Pasal 21 setiap bulannya yaitu pegawai yang sudah memiliki NPWP yang wajib mengeluarkan PPh terutangnya berdasarkan golongan dan jabatannya di perusahaan. 21. Jakarta: Salemba Empat. Hasil perhitungan pajak dituangkan dalam salary skeet dan dijumlahkan seluruhnya maka diperoleh hutang pajak PPh Psl. Gunadi. Perpajakan Indonesia. Perpajakan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. 1992. Skripsi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. disimpulan sebagai berikut: 1. Munawir. Dalam Pemungutan PPh Pasal 21.Simpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap analisis akuntansi pajak penghasilan pasal 21. Wahyutomo. Edisi I Jakarta: Raja Grafindo Persada. 3. Analisis Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Gaji dan Upah pada PT Perkebunan Nusantara III Dolok Hilir 5erbelawan. Edisi Kesembilan. Akuntansi Pajak Sesuai dengan Undang-Undang Pajak Baru. 2000. Waluyo & Wirawan. 1995. Jakarta: Salemba Empat. S. Yogyakarta: Liberty. lalu dibayar ke kas Negara sesuai dengan kantor pelayanan pajak yang ditetapkan. Pengantar Hukum Pajak. PT Asuransi Jasaraharja Putera Cabang Medan telah menerapkan semua perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan telah sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan Perpajakan yang berlaku. DAFTAR PUSTAKA Bohari. Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu 93 . 2.