You are on page 1of 8

Tikus putih (Rattus novergicus) sangat baik sebagai hewan percobaan, lebih cepat menjadi dewasa, tidak memperlihatkan

perkawinan musiman, dan umumnya lebih mudah berkembang biak. Muridae Rattus Rattus novergicus Mus Mus musculus

.

Cara Memegang Hewan Percobaan Sehingga Siap untuk Diberi Sediaan Uji a. karena kadang-kadang memberontak. Marmot . ekornya tetap dipegang dengan tangan kanan. kemudian pantatnya diangkat dengan tangan kanan dan didekapkan ke dekat tubuh. sehingga ketika ditarik. d. Kelinci diperlakukan dengan cara memegang kulit lehrtnya dengan tangan kiri. Mencit · Ujung ekor mencit diangkat dengan tangan kanan. Cara memegang tikus sebagai berikut: · Tikus diangkat dengan memegang ekornya dari belakang kemudian diletakkan di atas permukaan kasar. tetapi bagian ekor yang dipegang pada bagian pangkal ekor dan pegangannya pada bagian tengkuk bukan dengan memegang kulitnya. Kelinci Kelinci harus diperlakukan dengan halus.1. · Ibu jari dan telunjuk diselipkan ke depan dan kaki kanan depan dijepit di antara kedua jari tersebut. · Posisi tubuh mencit dibalikkan. Tikus Tikus dapat diperlakukan sama seperti mencit. tetapi sigap. · Kulit tengkuk dijepit dengan telunjuk dan ibu jari tangan kiri. sehingga permukaan perut menghadap kita dan ekor dijepitkan antara jari manis dan kelingking tangan kiri. mencit akan mencengkram. · Tangan kiri perlahan-lahan diluncurkan dari belakang tubuhnya menuju kepala. c. b. diletakkan pada suatu tempat yang permukaannya tidak licin (misal ram kawat pada penutup kandang).

c. Pemberian obat dilakukan dengan menggunakan jarum suntik no. agar jarum suntik tidak mengenai kandung kemih. Sub kutan: Kulit di daerah tengkuk diangkat dan ke bagian bawah kulit dimasukkan obat dengan menggunakan alat suntik 1 ml. Intra vena: Mencit dimasukkan ke dalam kandang restriksi mencit. Sonde oral ditempelkan pada langit-langit mulut atas mencit. · Pemberian secara sub kutan dilakukan di bawah kulit tengkuk atau kulit abdomen. Ekornya dicelupkan ke dalam air hangat agar pembuluh vena ekor mengalami dilatasi. dengan ekornya menjulur keluar.Marmot diangkat dengan cara memegang bagian punggung atas dengan tangan kiri dan memegang bagian punggung bawah dengan tangan kanan. Jarum disuntikkan dengan sudut sekitar 100 dari abdomen pada daerah yang sedikit menepi dari garis tengah. Penyuntikan tidak di daerah yang terlalu tingga untuk menghindari terjadinya penyuntikan pada hati. intra muskular dan intra peritonial dilakukan dengan cara yang sama seperti pada mencit. 24. sehingga memudahkan pemberian obat ke dalam pembuluh vena. · Pemberian secara intra vena lebih mudah dilakukan pada vena penis dibandingkan dengan vena ekor. Tikus · Pemberian secara oral. 24. kemudian perlahan-lahan dimasukkan sampai ke esofagus dan cairan obat dimasukkan. Intramuskular: Obat disuntikkan pada paha posterior dengan jarum suntik no. posisi kepala lebih rendah dari abdomen. b. Cara Memberikan Obat Pada Hewan Percobaan a. 2. Kelinci Oral: . Intra peritonial: Pada saat penyuntikan.Mencit Oral: Cairan obat diberikan dengan mengginakan sonde oral.

Daerah penyuntikan adalah otot paha bagian posterior-lateral. Cara Menganestesi Hewan Percobaan a.Pemberian obat dengan cara oral pada kelinci dilakukan dengan menggunakan alat penahan rahang dan pipa lambung. telinga dibasahi terlebih dahulu dengan alkohol atau air hangat. Intradermal: Bulu marmot pada daerah yang akan disuntik dicukur terlebih dahulu. 15) ditusukkan dengan arah anterior. jarum ditegakkan sehingga menembus lapisan otot dan masuk ke dalam daerah peritonium. Sebelum penyuntikan. Intra muskular: Pemberian intramuskular dapat dilakukan pada otot kaki belakang. Obat disuntikkan ke dalam kulit secara perlahan-lahan. Intra vena: Penyuntikan dilakukan pada vena marginalis di daerah dekat ujung telinga. Marmot Oral: Pemberian obat secara oral dilakukan dengan menggunakan sonde oral. 3. Subkutan: Bagian kulit diangkat dengan cara dicubit. Penyuntikan dilakukan pada garis tengah di muka kandung kencing. Mencit . Jarum suntik ditusukkan seperti pada cara subkutan. sesudah masuk ke dalam kulit. Intramuskular: Jarum ditusukkan pada jaringan otot. d. Intraperitoneal: Punggung marmot dipegang sehingga perutnya agak menjolok ke muka. Sub kutan: Pemberian obat secara sub kutan dilakukan pada sisi sebelah pinggang atau tengkuk dengan cara kulit diangkat dan jarum (no. dan jarum suntik ditusukkan ke bawah kulit dengan arah paralel dengan otot di bawahnya. Intra peritoneal: Posisi diatur sedemikian rupa sehingga letak kepala lebih rendah daripada perut.

Halotan: Obat ini digunakan untuk anestesi yang lebih lama. biasanya sekitar 22 mg/kg bobot badan. Penambahan selanjutnya diberikan dengan bantuan kapas yang dibasahi dengan obat tersebut. Caranya adalah obat diletakkan dalam suatu wadah. d. Pentobarbital natrium dan heksobarbital natrium Dosis pentobarbital natrium adalah 45-60 mg/kg untuk pemberian intraperitonial dan 35 mg/kg untuk cara pemberian intravena. Tikus Senyawa penganestesi yang digunakan dan cara melakukan anestesi pada tikus. b. Cara Mengorbankan Hewan Percobaan a. Uretan (etil karabamat) Ureten diberikan pada dosis 1000-1250 mg/kg secara intraperitoneal dalam bentuk larutan 25% dalam air. 4. c.Mencit Cara kimia antara lain dengan menggunakan eter atau pentobarbital-Na pada dosis yang mematikan. Dosis untuk anestesi umum. dengan ditambah eter agar pembiusan terjadi sempurna. Dosis heksobarbital natrium adalah 75 mg/kg untuk intraperitonial dan 47 mg/kg untuk pemberian intravena. . umumnya sama seperti pada mencit. dengan disuntikkan secara perlahan-lahan. Eter digunakan untuk anestesi singkat. Kelinci Obat anestetika yang paling banyak digunakan untuk kelinci adalah penobarbital natrium. setelah hewan dipuasakan selama 12 jam. Marmot Anestesi marmot biasanya dilakukan dengan menggunakan eter atau pentobarbital natrium. kemudian hewan dimasukkan dan wadah ditutup. Dosis pentobarbital natrium adalah 28 mg/ kg bobot badan. hewan dikeluarkan dan siap dibedah. Untuk anestesi singkat dapat digunakan setengah dosis atas. Cara fisik dilakukan dengan dislokasi leher. Hewan sudah kehilangan kesadaran.Senyawa-senyawa yang dapat digunakan untuk anestesi adalah: Eter Eter digunakan untuk anestesi singkat. Proses dislokasi dilakukan dengan cara: · Ekor mencit dipegang dan kemudian ditempatkan pada permukaan yang bisa dijangkaunya.

Tikus selanjutnya dibunuh dengan cara memukul bagian belakang telinganya dengan tongkat. misalnya pensil atau batang logam yang dipegang dengan tangan kiri. · Sisi telapak tangan kanan dipukulkan dengan keras pada tengkuk kelinci. b. mislanya tongkat.· Mencit akan meregangkan badannya. · Ekor tikus dipegang. d. · Saat mencit meregangkan badannya. · Pemukulan pada tengkuk kelinci dapat dilakukan dengan menggunakan alat. Faktor internal . Cara fisik dilakukan dengan proses sebagai berikut: · Tikus diletakkan diatass sehelai kain. kemudian badan tikus dibungkus termasuk kedua kaki depannya dengan kain tersebut. kemudian diayunkan sampai tengkuknya tepat mengenai permukaan benda keras seprti bagian pinggir meja. sehingga lehernya akan terdislokasi dan mencit akan terbunuh.Tikus Cara kimia dengan menggunakan eter atau pentobarbital-Na pada dosis yang mematikan.Kelinci Cara kimia dengan menggunakan eter atau pentobarbital-Na pada dosis yang mematikan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan diantaranya: 1. · Tokus dipegang dengan perutnya menghadap ke atas. kemudian bagian belakang kepalanya dipukulkan dengan keras pada permukaan yang keras seperti meja. pada tengkuk ditempatkan suatu penahan. c. Cara fisik dilakukan dengan: · Tengkuk marmot dipukul dengan keras dengan menggunakan alat atau dengan memukulkan bagian belakang kepalanya pada permukaan keras. · Ekornya ditarik dengan tangan kanan dengan keras. Cara fisik dilakukan dengan proses: · Kaki belakang kelinci dipegang dengan tangan kiri sehingga badan dan kepalanya tergantung ke bawah menghadap ke kiri. · Dilakukan dislokasi leher dengan tangan. Marmot Cara kimia dengan menggunakan eter atau pentobarbital-Na pada dosis yang mematikan.

sikat botol. higrometer. 2.1 g. pengaduk. dan mempengaruhi efek farmakologinya. status kesehatan dan nutrisi. Kemudian ras dan sifat genetic. alkohol 70%. pengalaman hewan dalam penerimaan obat. . sehingga kita membutuhkan penelitian dan perawatan yang baik terhadap hewan percobaan sebelum melakukan percobaan Kandang dan Peralatan Kandang yang digunakan untuk memelihara mencit selama penelitian sebanyak 15 kandang mencit dengan ukuran 28x18x22 cm dan 15 kandang tikus dengan ukuran 35x27x12 cm. bobot tubuh serta luas permukaan tubuh akan berpengaruh pada dosis yang harus diberikan. yaitu usia (berpengaruh pada dosis yang harus diberikan) dan jenis kelamin (ada obat-obat yang lebih peka untuk jantan dan untuk betina). faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap hewan yang akan di jadikan percobaan karena akan memepengaruhi hasil dari percobaan disebabkan oleh pengaruh dosis dan cairan tubuh hewan tersebut sehingga hasil dari pengamatan akan berbeda-beda. gelas ukur. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi hasil percobaan.Meliputi variasi biologik. sarung tangan. termometer. keadaan ruangan tempat hidup seperti suhu. Peralatan lain yang digunakan terdiri dari timbangan elektrik dengan tingkat ketelitian 0. ventilasai. Setiap kandang dilengkapi dengan tempat pakan plastik. sekam padi sebagai alas kandang dan kawat kasa penutup. Faktor eksternal Meliputi suplai oksigen. sehingga memepengaruhi efek farmakologinya. apabila hewan yang sudah biasa di beri obat maka akan terlihat lebih rilex dan santai berbeda dengan hewan percobaan yang masih baru dan masih asing makan akan lebih berontak dan agresif. kelembaban. kertas label dan alat tulis. botol air minum kapasitas 265 ml. kebisingan serta penempatan hewan). pemeliharaan lingkungan fisiologik (keadaan kandang. suasana asing atau baru. Selain itu. pemilihan keutuhan struktur ketika menyiapkan jaringan atau organ untuk percobaan. cahaya.