PENGECORAN LOGAM

Filed under: My Garage — Tinggalkan Komentar Oktober 22, 2010 Proses Pengecoran (casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengecoran juga dapat diartikan sebagai suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bagianbagian dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu traditional casting (tradisional) dan non-traditional (nontradisional). Teknik tradisional terdiri atas: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sand-Mold Casting Dry-Sand Casting Shell-Mold Casting Full-Mold Casting Cement-Mold Casting Vacuum-Mold Casting

Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas : 1. 2. 3. 4. 5. 6. High-Pressure Die Casting Permanent-Mold Casting Centrifugal Casting Plaster-Mold Casting Investment Casting Solid-Ceramic Casting

Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu: 1. Adanya aliran logam cair ke dalam rongga cetak

2. 3. 4.

Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan Pengaruh material cetakan Pembekuan logam dari kondisi cair

Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan, ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent mold). Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. Oleh karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja, setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran. Dalam pembuatan cetakan, jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika, pasir zircon atau pasir hijau. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan, bentonit, resin, furan atau air gelas. Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut :

 

Cavity (rongga cetakan), merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola. Core (inti), fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. o Gating sistem (sistem saluran masuk), merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun. Sprue (Saluran turun), merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. Saluran ini juga dapat lebih dari satu, tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan. Pouring basin, merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan. Raiser (penambah), merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi.

proses Die Casting Prinsip kerja Die Casting Jenis Mesin Die Casting Tipe . mula-mula muatan yang terdiri dari logam. Pengertian Die Casting Proses . Pada proses peleburan. Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik. seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair). 2.. refining fluxes.tipe Die Keuntungan dan kerugian Pengertian Die Casting Die Casting adalah salah satu jenis pengecoran dengan cara memaksa logam cair ke dalam cetakan baja ( Die ) dengan menggunakan tekanan tinggi. unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku. 3.Logam-logam yang dapat digunakan untuk melakukan proses pengecoran yaitu: Besi cor. Cleaning fluxes. 6. besi cor nodular. tungku induksi. Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat ―membersihkan‖ logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). 4. Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan. dan tungku kupola 1. besi cor putih. drossing fluxes. 5. . dan wall cleaning fluxes. baja cor dan lainlain. besi cor maliable. besi cor kelabu. Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. tungku krusibel.

 Cold Chamber Die Casting Pada proses ini logam cair dituangkan ke dalam ruang tekanan ( chamber ) untuk setiap penginjeksian .proses Die Casting  Hot Chamber Die Casting Pada proses ini ruang tekanan ( chamber ) terhubung ke Die cavity secara permanen terendam dalam logam cair.Proses .

3. Memasang Movable Die dengan Fixed Die Menginjeksikan logam cair menuju cavity Melepaskan Movable Die dari Fixed Die Mendorong Injector Pin pada Movable Die Jenis Mesin Die Casting 1. Cold Chamber Mesin . 2. Hot Chamber Mesin 2.Prinsip Kerja Die Casting 1. 4.

Tipe . Multi Cavity . Single Cavity 2.tipe Die 1.

Unit Cavity Keuntungan Dan Kerugian Die Casting Keuntungannya:     Akurasi dimensi coran yang bagus Permukaan coran yang halus Mampu mencetak dinding yang tipis Mengurangi proses permesinan lanjutan .3.

beda. kemampuan mengisi rongga – rongga cetakan baik dll Cetakan ( dies ) yang dipergunakan pada alumunium casting dapat dibagi dua macam : a) Sand casting ( cetakan pasir ) b). Die casting ( cetakan logam ) A) Cetakan pasir ( sand casting ) Cetakan yang terbuat dari pasir. Flowabilitynya baik. Sprue Sprue adalah bagian yang pertama kali untuk mengalirkan logam cair kedalam cetakan. biasanya ada yang terbuat dari pasir kering ( dry sand ) maupun green sand atau pasir basah.32 derajat celcius ) sehingga dapat meminimalkan energi pemanasan 3. Kelebihan : dapat digunakan berulang kali ( reusable ). dll Kekurangaan : permukaan kurang baik ( kasar ). murah. Alumunium dipilih sebagai bahan dasar casting karena memiliki beberapa sifat yaitu : 1.7 g/cm3) sehingga dapat menghasilkan paduan yang ringan 2. 2. 3. Alumunium merupakan unsur dengan massa jenis yang rendah ( 2. Ketiganya memiliki komposisi campuran yang berbeda. Gate Merupakan bagian yang menghubungkan riser dan core ( inti )                     . karena untuk menghindari adanya turbulensi didalam cetakan. Turbulensi ini harus dihindari karena gas – gas akan terperangkap didalam cetakan sehingga akan menyebabkan porositas. porosita Cetakan pasir memiliki beberapa bagian. Riser Merupakan bagian yang berfungsi untuk membuang gas gas yang terjebak didalam cetakan sehingga akan bebas dari porosity. Bentuk gate biasanya silinder dengan diameter tertentu. yaitu : 1. Bentuk dari sprue biasanya berbentuk kerucut. Runner Merupakan bagian yang berfungsi mengalirkan aliran logam dari sprue ke dalam cetakan ( mold ) atau core ( inti cetakan ). Temperatur leburnya rendah ( 660 . Kecepatan produksi yang tinggi Kerugiannya:      Sering terjadi cacat porositas karena disebabkan proses extrusi Biaya awal yang tinggi Alumuniumcasting Filed under: Uncategorized — vai84 @ 11:42 am Alumunium casting merupakan suatu cara ( metode ) pembuatan paduan logam alumunium dengan menggunakan cetakan ( die casting atau sand casting ) dengan cara melebur paduan logam yang kemudian dituang didalam suatu cetakan sehingga mengalami pendinginan ( solidification ) didalam cetakan. 4.

runner dan gate.        Note : Vent : merupakan tempat untuk mengeluarkan gas panas Parting Line : garis dimana bagian atas dan bawah dari katup cetakan pasir bertemu Gating sistem : adalah bagian dimana leburan logam masuk kedalam cetakan. Cope : merupakan bagian atas dari cetakan pasir ( sad mold ) Drag :bagian bawah dari cetakan pasir Flask : kotak yang terbuat dari logam atau kayu yang mengandung atau dilapisi pasir ( sand ) . Gating sistem meliputi : Cup . sprue.

Pada saat logam cair mengalami proses pendinginan . Schematic view of the components of a casting mould (gravity die casting).      Sand casting product ( cylinder head ) 2. High Pressure Die casting Logam cair ( hot metal ) diinjeksikan dengan kecepatan dan pressure yang tinggi kedalam cetakan ( mould casting ). Teknik ini cocok untu produksi massal ( mass production )     Figure 3. yaitu : a) Gravity casting Teknik pengecoran dengan menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan aliran logam kedalam cetakan. Cetakan logam ( die casting ) Cetakan logterbagi menjadi beberapa macam. b).

Low Pressure Die casting Logam cair diinjeksikan dengan menggunakan pressure yang rendah ( 2 – 15 psi ). moving die bergerak sedangkan fixed die diam sehingga produk dapat dikeluarkan. c. Teknik ini cocok untuk produk – produk yang simetris. Pada bagian bawah terdapat holding furnace ( crusibel ) tempat menyimpan logam cair yang dicor.      Figure 4. misal ( velg mobil atau motor ).didalam cetakan. . Schematic view of a high pressure die casting machine meskipun machine ini cocok untuk mass production dan menghasilkan permukaan yang baik tetapi harga die ini sangatlah mahal sehingga tidak cocok untuk produksi skala kecil.

d) Vacumm Die Casting VAcum die casting prinsipnya hampir sama dengan low pressure die casting dimana menggunakan tekanan rendah pada saat memasukan logam cair kedalam cetakan.    Figure 6 Vacumm Die Casting e). Teknik ini cocok untuk untuk alumunium matriks komposit dimana kekuatan fatik bisa dua kali lipat pada temperature 300 derajat celcius. Schematic view of a low pressure die casting machine.  . Squezz casting ( squezz forming ) Squezz casting merupakan teknik pengecorang yang masih tergolong baru. Logam cair dimasukan kedalam fixed die ( die yang diam ) kemudia n die yang bergerak ( moving die ) menekan logam cair tersebut sehingga akan akan membentuk cetakan. Terdapat lubang udara yang fungsinya untuk menyalurkan gas – gas didalam cetakan sehingga akan meminimalisasi adanya gas porosity.    Figure 5.

    figure 7 squezz casting         Alumunium Alloying Untuk menghasillkan paduan yang memiliki mechanical properties yang baik ( touhnest. ductility. Sifat AlSi dapat menghasilkan sifat – sifat yang baik. etc ) maka diperlukan adanya unsur paduan lain pada logam alumunum. Silikon ( Si ) Silikon memiliki sifat mampu alir yang baik ( fluidity ) sehingga akan memudahkan logam cair untuk mengisi rongga – rongga cetakan. Logam – logam yang ditambahkan yaitu : 1. Good weldability 5. yaitu :  .kita dapat membagi daerahnya menjadi 3 macam. Good castibility 2. Good corrosion resistance 3.Si phase diagram ) logam alumunium silikon. Selain itu Silikon juga tahan terhadap hot tear ( perpatahan pada metal casting pada saat solidificasion karena adanya kontraksi yang merintangi. Good machinability 4. wear resistace. etc   Al-Si phase diagram Pada paduan ( lihat AL. tensile strength. yaitu : 1.

2 % dimana struktur akhir yang terbentuk pada fasa ini adalah struktur f errite ( alpha ) kaya alumunium. c).2 persen sehingga kaya akan silikon dengan fasa eutektik sebagai fasa tambahan.7% sampai 12. Hypereutectic Komposisi silikon diaas 12. dengan struktur eutektik sebagai tambahan. cylinder barrel. seperti : crank case. Material ini memiliki kekuatan dan ketangguhan yang tinnggi sehingga banyak diaplikasikan pada komponen dengan pressure yang tinggi.  1. Eutectic Pada komposisi ini paduan Al-Si dapat membeku secara langsung ( dari fase cair ke padat ).      Hypoeutectic Microstructure   2. Daerah Hipoeutektik Pada daerah ini terdapat kandungan silikon < 12. . Kandungan silikon yang terkandung didalamnya sekitar 11. etc.2% Paduan alumunium yang sesuai dengan tipe eutectik adalh Alumunium tuang ADC 12 ( copper silumin ). wheel hub.

tensile strength material menurun sampai 200 MPa 3.390 Note : 1. DIE CASTING. A. Pada zaman dahulu untuk menhasilkan logam yang brbentuk rumit maka benda haruslah di panaskan dan dipukul sebagaimana proses penempaan pada umumnya. Pasir hijau untuk pengecoran digunakan sekitar . INVESTMENT CASTING. BLOW MOLDING PENGERTIAN PENGECORAN Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Setelah logam cair memenuhi rongga dan kembali ke bentuk padat. yaitu sekitar 36 ksi atau sekitar 250 MPa 2. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Sekarang kita bisa menghasilkan benda logam dalam bentuk apaun tanpa harus mengalami proses penenmpaan. Kebutuhan akan logam juga berkembang pesat seiring dengan teknologi yang mendukungnya. selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder. Pada komposisi silikon antara 0 – 14 persen tensile strength paduan Al-Si mencapai kondisi puncak.  Dasar Pengecoran dengan Ilmu Logam Kebutuhan logam ternyata tidak hanya sebatas benda dengan permukaan rata.      hypereutectic microstructure Contoh alumunium alloy jenis ini : AC8H. Hardnesspun meningkat dari kadar Si 0 sampai 15 % kemudian setelah itu berhenti. CENTRIFUGAL CASTING. Namun seiring kemajuan zaman tuntutan akan kebutuhan logam semakin meningkat dan atas tuntutan itulah kini telah tercipta tungku-tungku pelebur besi yang menhasilkan suhu diatas 1500 °C Tag : PERMANENT MOLD CASTING. INJECTION MOLDING. Setelah 14 persen.

75 percent dari 23 million tons coran yang diproduksi dalam USA setiap tahunnya. Kualitas pengecoran ini tergantung dari kualitas mold. Teknik traditional terdiri atas : 1. Jenis logam yang kebanyakan digunakan di dalam proses pengecoran adalah logam besi bersama-sama dengan aluminium. umumnya dikerjakan dengan machining untuk mendapatkan kualitas yang bagus maka dikerjakan dengan proses machining yang memiliki keakuratan yang tinggi . Centrifugal Casting 4. High-Pressure Die Casting 2. Full-Mold Casting 5. Plaster-Mold Casting 5. Permanent-Mold Casting 3. kuningan. Solid-Ceramic Casting Perbedaan secara mendasar di antara keduanya adalah bahwa contemporary casting tidak bergantung pada pasir dalam pembuatan cetakannya. Dry-Sand Casting 3. dan beberapa material non logam lainnya. Perbedaan lainnya adalah bahwa contemporary casting biasanya digunakan untuk menghasilkan produk dengan geometriyang kecil relatif dibandingkan bila menggunakan traditional casting. Cement-Mold Casting 6. MACAM-MACAM PENGECORAN * PERMANENT MOLD CASTING Jenis pengecoran ini . Vacuum-Mold Casting Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas : 1. Shell-Mold Casting 4. Sand-Mold Casting 2. cetakannnya dapat dipakai berulang kali (terbuat dari logam dan grafit). Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam. Investment Casting 6. Pengecoran ini dikhususkan untuk pengecoran logam non ferrous dan paduan. perak. yaitu traditional casting dan nontraditional/contemporary casting. Hasil coran non-traditional casting juga tidak memerlukan proses tambahan untuk penyelesaian permukaan.

Advantage Permanent Mold Casting: 1. Laju produksi rendah 4. Ketelitian produk lebih baik daripada sand casting 5. Biaya maintenance mahal 3. Riser tidak diperlukan 2. Harga peralatan mahal 2. Cetakan dapat dipakai berulang kali 3. Dalam operasinya tidak diperlukan tenaga ahli 4. beton dan semua logam. One product in one mold 5. Pengecoran Centrifugal Vertikal INVESTMENT CASTING Proses pengecoran dengan pola tertanam dalam rangka cetak . Tidak memerlukan proses lanjutan Disadvantage Permanent Mold Casting: 1. Pengecoran ini digunakan secara intensif untuk pengecoran plastik . Perlu perhitungan yang tepat dalam mengerjakan cetakan 3. Advantage Centriugal Casting: 1. Produksi Tinggi 2. Produk yang berlekuk-lekuk dapat diproses dengan kualitas permukaan baik 3. ketebalan benda kerja uniform Disadvantage Centrifugal Casting: 1. kemudian pola dihilangkan dengan cara . keramik. toleransi dimensi kecil 4. Harga cetakan mahal 2. Gaya centrifugal besar Pengecoran Centrifugal dapat dibagi 2 macam . Pengecoran Centrifugal Mendatar B. yaitu: A. ukuran produk kecil dan sederhana 5. tidak dapat mengecor baja * CENTRIFUGAL CASTING Prinsip: Menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar dan akibat gaya centrifugal logam cair akan termampatkan sehingga diperoleh benda kerja tanpa cacat. cetakan untuk satu macam produk 4.

Bentuk benda kerja sederhana 3. Pengecoran ini sering juga disebut WAX LOST CASTING. Waste material rendah. Die biasanya terbuar dari baja yang dikeraskan. Advantage Die Casting 1. Berat dan ukuran produk terbatas 5. Menuangkan logam cair 8. Jarang menggunakan proses finishing 3. Proses Pengecoran ini Dibagi 2 Macam: A. Investment Sheel Casting Prosedur Investment Casting: 1. Mengeluarkan Wax Pattern dari Mold 6. Investment Flask Casting B. Membuat Wax Pattern 4 4. Umur cetakan menurun . Disadvantage Die Casting 1. Ukuran dan bentuk benda sangat tepat 2. Mengeluarkan Produk Proses yang termasuk juga Investment Casting adalah FULL MOLD PROCESS atau LOST FOAM PROCESS. Membuat Master Pattern 2. Preheat Mold 7. Baik untuk produksi massal 4. Die Casting umumnya untuk logam non Ferrous dan paduan . Benda kerja harus segera dikeluarkan 4. Bahan Pattern biasanya Expanded Polystyrene. DIE CASTING Proses ini mempergunakan tekanan dalam memasukkan logam cair ke dalam rongga cetakan dan dengan dibawah tekanan dibiarkan membeku . Melapisi Wax Pattern 5.pemanasan sehingga diperoleh rongga cetak. plastik atau mateial yang mudah meleleh . Pola biasanya terbuat dari lilin (wax) . Membuat Master Die 3. Harga mesin dan cetakan mahal 2.

Pada mesin ini mempunyai komponen utama : silinder plunger . Diperlukan alat bantu 2. Logam cair ditekan ke dalam rongga cetakan dengan tekanan tetap dipertahankan salama pembekuan terjadi. Pada umumnya Die Casting jenis ini hanya cicik untuk deng. Mesin membutuhkan tekanan yang lebih besar untuk menutup cetakan dan pengisian rongga cetakan. baru dilakukan penekanan secara hidrolis . Dapat dioperasikan pada tekanan tinggi 4. Hot Chamber Die Casting B.3 x o. tungkunya terpisah dari mesinnya. The Advantage of Cold Chamber Die Casting: 1. Kemudian logam cair diinjeksikan ke rongga cetakan dengan amat cepat. misalnya aluminium dan magnesium. Kemungkinan cacat cukup besar INJECTION MOLDING .Berdasarkan prosesnya .05] W=200 [ 1+(3000-1)(1-0. Cold Chamber Die Casting HOT CHAMBER DIE CASTING Pada proses ini . leher angsa (goose neck) dan nozzle. timbal dan paduannya.015] W=429. timah putih.285) +0. Silinder injeksi digerakkan secara pneumatik atau hidrolik. Produk yang dibuat Hot Chamber bisa dibuat di sini 2. M = Massa Benda Coran N = Jumlah Produk Yang DiproduksiW=M[1+(N-1)(1-0.06 kg Cara kerja mesin ini. Die Casting dapat dikelompokkan 2 jenis: A. Leher angsa yang terendam logam cair sewaktu plunger pada kedudukan teratas . Tidak terjadi serangan panas dari logam cair pada bagian mesin 3.95) + 0. tungku pencair logam jadi satu dengan mesin cetak dan silinder injeksi terendam dalam logam cair. Proses ini biasanya cocok untuk logam-logam yang memiliki temperatur leleh tinggi. Siklus kerja lebih lama 3.060 gramJadi total aluminium yang harus disediakan 429. dimulai dari pencairan logam cair kemudian dituangkan ke dalam plunger yang berdekatan dengan cetakan. Kualitas benda kerja dapat dikontrol The Disadvantage of Cold Chamber Die Casting 1. COLD CHAMBER DIE CASTING Pada mesin cetak ini.3 x 0.

karena desakan udara maka gumpalan tadi akan menyesuaikan dengan bentuk cetakan dan dibiarkan sampai menjadi padat. Die pada injection casting dilengkapi dengan sistem pendingin untuk membentu proses pembekuan (solidifikasi). The Advantage of Injection Molding 1. gelas dan karet . dsb.Perbedaan dengan Die Casting adalah cara material diumpankan dan msuk ke rongga cetakan . plastik dan karet. Ekonomis untuk produksi massal TEKNIK PENGECORAN LOGAM Definisi pengecoran Review Proses Pengecoran Pengecoran (CASTING) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian di tuangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan cirri dari proses pengecoran. Siklus kerja pendek The anAdvantage of Injection Molding 1. Injection molding dikhususkan untuk material non logam . Kemudian udara ditiup masuk melalui lubang penampang pipa. Proses ini diawali dengan pembuatan parison (gumpalan cair dalam bentuk penampang pipa) dan dimasukkan ke mesin cetak tiup . Butiran plastik dimasukkan dalam hopper kemudian feed screw butiran plastik dipanaskan oleh elemen pemanas kemudian pada waktu sampai di nozzle sudah berupa cairan plastik dan cairan plastik ditekan masuk ke rongga cetakan . Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan 3. Pembekuan logam dari kondisi cair . Harga mesin mahal 2. mis gelas. gelas kendi . Kualitas permukaan baik 3. gelas minuman. yaitu : 1. Keakuratan dimensi tinggi 2. Adanya aliran logam cair kedalam rongga cetak 2. BLOW MOLDING Proses ini digunakan untuk produk plastik. seperti botol plastik. Pengaruh material cetakan 4. nipple karet.

Sprue (Saluran turun). pasir zircon atau pasir hijau. Gating sistem suatu cetakan dapat lebih dari satu.Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan. merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Dalam pembuatan cetakan. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan. merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan. setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola. 4. Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. Gating sistem (sistem saluran masuk). furan atau air gelas. Pouring basin. membiarkan logam cair membeku. resin. jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika. mengisi rongga cetak dengan logam cair. tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan. merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable Mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent Mold). merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. Bahan inti harus tahan menahan temperatur cair logam paling kurang bahannya dari pasir. Core (inti). 5. merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi. Saluran ini juga dapat lebih dari satu. Karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja. membongkar cetakan yang berisi produk cord an . 3. membuat sistem saluran. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. Pengecoran Cetakan Pasir Pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menempatkan pola dalam kumpulan pasir untuk membentuk rongga cetak. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Raiser (penambah). Cavity (rongga cetakan). tergantung dengan ukuran rongga cetakan yang akan diisi oleh logam cair. fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. Terminologi Pengecoran dengan Cetakan Pasir Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut : 1. 2. bentonit.

Karena komposisinya mudah diatur. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai konsekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal. Istilah lain dalam cetakan pasir adalah skin dried. Dalam cetakan kotak dingin (box-cold-mold). Hingga sekarang.membersihkan produk cor. pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekuatan cetakan. Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Kata “basah” dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup mengandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu. pasir sinetik lebih disukai oleh banyak industri pengecoran. Pola dapat dibuat dari kayu. Pola tunggal (one pice pattern / solid pattern) Biasanya digunakan untuk bentuk produk yang sederhana dan jumlah produk sedikit. jumlah produk cor dan jenis proses pengecoran yang digunakan. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mampu untuk diterapkan pada pengecoran produk-produk yang besar. Pola ini dibuat dari kayu dan tentunya tidak mahal. Pasir Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). plastic/polimer atau logam. cold-box dan no-bake mold. Pola terpisah (spilt pattern) . Jenis-jenis pola : a. 2. Tahapan yang lebih umum tentang pengecoran cetakan pasir diperlihatkan dalam gambar dibawah ini. 1. b. proses pengecoran dengan cetakan pasir masih menjadi andalan industri pengecoran terutam industri-industri kecil. Jenis Cetakan Pasir Ada tiga jenis cetakan pasir yaitu green sand. 3. akurasi dimensi. Pola Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetakan dipanaskan atau dikeringkan. Pemilihan material pola tergantung pada bentuk dan ukuran produk cor. Cetakan yang banyak digunakan dan paling murah adalah jenis green sand mold (cetakan pasir basah). Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dan synthetic (lake sands). Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi.

Seperti cetakan. tungku induksi. 5. Dengan pola ini. tungku krusibel. pembuatan pola dan inti. c. permeabilitas baik. Cleaning fluxes. penuangan logam cair dan pembongkaran produk cor. PROSES PELEBURAN LOGAM Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. bentukproduk yang dapat dihasilkan rumit dari pola tunggal.polusi lebih rendah dibandingkan tungku-tungku lain . Pada proses peleburan. Karakteristik masing-masing tungku peleburan adalah : a. Pola “terpasang jadi satu” dengan suatu bidang datar dimana dua buah pola atas dan bawah dipasang berlawanan arah pada suatu pelat datar. Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan. inti harus kuat. 4. Operasi Pengecoran Cetakan Pasir Operasi pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan tahapan proses perancangan produk cor. dan wall cleaning fluxes . tahan panas dan tidak mudah hancur (tidak rapuh). drossing fluxes.Terdiri dari dua buah pola yang terpisah sehingga akan diperoleh rongga cetak dari masing-masing pola. Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik.memiliki kemampuan menahan logam cair pada temperatur tertentu untuk jangka waktu .lama untuk . mula-mula muatan yang terdiri dari logam. pembuatan cetakan. Jenis pola ini sering digunakan bersama-sama dengan mesin pembuatan cetakan dan dapat menghasilkan laju produksi yang tinggi untuk produk-produk kecil. Inti Untuk produk cor yang memiliki lubang/rongga seperti pada blok mesin kendaraan atau katup-katup biasanya diperlukan inti. Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku. dan tungku kupola. Match-piate pattern Jenis ini popular yang digunakan di industri. refining fluxes. Inti ditempatkan dalam rongga cetak sebelum penuangan untuk membentuk permukaan bagian dalam produk dan akan dibongkar setelah cetakan membeku dan dingin.laju peleburan tinggi atau laju produksi tinggi . seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair). Tungku busur listrik .

Besi kasar (20 % . Proses pemanasan dibantu oleh pemakaian berbagai jenis bahan bakar.30 %) . penahanan temperatur (menjaga logam cair pada temperatur konstan untuk jangka waktu lama.40 %) Kadar karbon dan siliko yang rendah adalah menguntungkan untuk mendapat coran dengan prosentase Carbon dan Si yang terbatas. >Tungku ini bias dalam keadaan diam. Tungku induksi > Khususnya digunakan pada industri pengecoran kecil > Mampu mengatur komposisi kimia pada skala peleburan kecil >Terdapat dua jenis tungku yaitu Coreless (frekuensi tinggi) dan core atau channel (frekuensi rendah. sehingga sangat cocok untuk aplikasi proses diecasting). >Paduan besi . menghasilkan logam cair dalam jumlah besar dan laju peleburan tinggi Muatan Kupola . kokas dan fluks >Kupola dapat beroperasi secara kontinu.Skrap baja (30 % . saluran turun. sekitar 60 Hz) > Biasanya digunakan pada industri pengecoran logam-logam non-ferro > Secara khusus dapat digunakan untuk keperluan superheating (memanaskan logam cair diatas temperatur cair normal untuk memperbaiki mampu alir). dimiringkan atau juga dapat dipindah-pindahkan >Dapat diaplikasikan pada logam-logam ferro dan non-ferro d. bekas penambah. > Skrap balik Yang dimaksud skrap balik adalah coran yang cacat. Tungku krusibel > Telah digunakan secara luas disepanjang sejarah peleburan logam. saluran masuk atau skrap balik yang dibeli dari pabrik pengecoran. dan duplexing/tungku parallel (menggunakan dua tungku seperti pada operasi pencairan logam dalam satu tungku dan memindahkannya ke tungku lain) c. Tungku kupola >Tungku ini terdiri dari suatu saluran/bejana baja vertical yang didalamnya terdapat susunan bata tahan api >Muatan terdiri dari susunan atau lapisan logam. Untuk besi cor kekuatan tinggi ditambahkan dalam jumlah yang banyak.tujuan pemaduan b.

Prosentase steel bertambah karena pengambilan steel dari kokas. PATING LINE Kondisi cacat yang paling banyak dijumpai pada proses pengecoran saluran keluar teko adalah lubang saluran keluar pada ujung teko yang terlalu sempit bahkan tertutup di akhir proses pengecoran. Fe-Mn ditambahkan untuk mengatur komposisi. Dapat pula disimpulkan bahwa kondisi optimum dari .Paduan besi seperti Fe-Si. Tambahan harus dimasukkan dalam perhitungan untuk mengimbangi kehilangan pada saat peleburan. Pada makalah ini akan dianalisa faktor yang paling signifikan mempengaruhi ketebalan saluran teko hasil cor. Dari analisa hasil eksperimen ini ditemukan bahwa faktor yang signifikan terhadap ketebalan adalah temperature tuang. DRAFT ANGLE 4. SHRINKAGE 2. Metode yang digunakan adalah metode desain eksperimen khususnya metode desain faktorial untuk menentukan faktor-faktor yang signifikan serta kondisi optimumnya dan metode response surface untuk mendapatkan model pendekatan untuk ketebalan saluran teko sebagai fungsi dari faktor-faktor tersebut sehingga dapat diperoleh kondisi keseluruhan yang paling optimal. Saluran turun (sprue) berfungsi untuk meneruskan lagam cair dari cawan tuang ke runner dan saluran masuk (gate). Penambahan dimasukkan 10 sampai 20 % untuk Si dan 15 sampai 30 % untuk Mn. Gate berfungsi sebagaii saluran masuk yang menghubungi runner dengan rongga cetak (cavity). Riser berfungsi untuk menanpung kelebihan logam cair sebagai cadangan bila terjadi penyusutan dan juga berfungsi sebagai pemberat. Prosentase karbon berkurang karena oksidasi logam cair dalam cerobong dan pengarbonan yang disebabkan oleh reaksi antar logam cair dengan kokas. 2. radius sprue dan holding time. 4. Peningkatan kadar belerang (steel) yang diperbolehkan biasanya 0. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pengecoran ini sehingga menyebabkan cacat tersebut. DISTORSI 5.1 % BAGIAN-BAGIAN CETAK 1. Prosentase karbon terutama diatur oleh perbandingan besi kasar dan skrap baja. 3. KELEBIHAN MATERIAL 3. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan pola: 1. Pouring Basin berfungsi manampung kotoran atau slag (terak) yang ikut terbawa pada saat menuangkan logam dari laddle berfungsi juga menampung kelebihan logam cair. Kondisi cacat ini dapat direpresentasikan dengan ketebalan dari produk cor saluran keluar teko.

petra. karna pengecoranlah yang merupakan proses awal pembuatan logam dari biji besi. New Jersey: Prentice Hall inc Higgins.. semua kebutuhan akan logam yang tak mungkin dikerjakan dengan mesin konfensional itulah yang merupakan suatu ilmu yang sangat bermanfaat yang sebenarnya merupakan suatu peluang bisnis yang cukup menjanjikan di negara indonesia ini Peluang bisnis berupa pengecoran logam itulah yang sekarang ini telah ditekuni oleh banyak orang atau perusahaan.1985. Banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk meraup uang dari kebiasaan manusia tersebut. Teknik Pembentukan Dasar. Pengecoran sangat berguna karna tanpa pengecoran maka dunia industri logam dunia tidak akan ada.54 mm.factor-faktor tersebut adalah temperatur tuang 475?C.Palembang http://digilib.2001. 1986. Kontributor Doyle. Ilmu Logam Persmesinan bagian 2.. . Agus.pl/jiunkpe/jou/mesn/2004/jiunk. et al. Centrifugal Castability Of Tial Base Alloys. Y. Zainuddin.id/ads-cgi/viewer. Lawrence E.. Hyun. Korea – Japan: Foundary Engineers Suprapto. Cark A. Honkong: ELBS.T. Raymond A. S..Jakarta Drs.ac. Pengaruh Serbuk Rumah Kerang Laut Terhadap Kualitas Hasil Pengecoran Alumnium. Tekhnologi Proses Ilmu Logam. radius sprue 29..6 mm dan holding time 8 detik yang menghasilkan ketebalan sebesar 2. 2007. 14 KESIMPULAN Di dunia industri sekarang ini kebutuhan akan logam semakin meningkat tidak lain karna rasa ingin memiliki dari konsumen yang tidak ada habisnya. Kim. Proses pembuatan Material Untuk Permesinan.E. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful