You are on page 1of 14

1.

Definisi Perilaku

Ada beberapa definisi perilaku manusia yang disampaikan oleh beberapa ahli seperti berikut ini : a. Skinner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori skiner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus Organisme Respons. Skiner membedakannya menjadi dua respon yaitu : 1) Respondent Respons atau reflexsive, yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) tertentu. Stimulus semacam ini disebut eliciting stimulation karena menimbulkan respon-respon yang relatif tetap. Misalnya makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan, cahaya terang menimbulkan mata tertutup, dsb. Respondent Respons ini juga mencakup perilaku emosional, misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis, lulus ujian meluapkan kegembiraannya dengan mengadakan pesta dsb. 2) Operant Respons atau instrumental respons, yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Perangsang ini disebut organisme reinforcing stimulation atau reinforcer , karena memperkuat respon. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik (respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi). Kemudian memperoleh penghargaan dari atasannya (stimulus baru) maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya. b. Robert Kwik ( 1974 ) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Perilaku tidak sama dengan sikap. Sikap adalah hanya suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu obyek, dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi obyek tersebut. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia. c. Menurut Sunaryo ( 2004), yang disebut perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat dirumuskan bahwa perilaku manusia adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. 2. Pembentukan Perilaku

a. Proses pembentukan perilaku Perilaku manusia terbentuk karena adanya kebutuhan. Menurut Abraham Harold Maslow, manusia memiliki 5 kebutuhan dasar, yaitu : 1) Kebutuhan fisiologis, biologis yang merupakan kebutuhan pokok utama, yaitu O2, H2O, cairan elektrolit, makanan dan seks. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan terjadi ketidakseimbangan fisiologis. Misalnya, kekurangan O2 yang menimbulkan sesak napas dan kekurangan H2O dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi. 2) Kebutuhan rasa aman, misalnya : Rasa aman terhindar dari pencurian, penodongan, perampokan dan kejahatan lain. Rasa aman terhindar dari konflik, tawuran, kerusuhan, peperangan, dll. Rasa aman terhindar dari sakit dan penyakit Rasa aman memperoleh perlindungan hukum 3) Kebutuhan mencintai dan dicintai, misalnya : Mendambakan kasih sayang/ cinta kasih orang lain baik dari orangtua, saudara, teman, kekasih,dll. Ingin dicintai/ mencintai orang lain. Ingin diterima oleh kelompok tempat ia berada.

Kelompok 16. Ilmu Sosial dasar

baik dalam karier.kekayaan. dll. Dalam perkembangan selanjutnya oleh para ahli pendidikan dan untuk kepentingan pengukuran hasil pendidikan ketiga domain ini diukur dari: a. 2) Perilaku aktif (respon eksternal) Perilaku yang sifatnya terbuka. Selanjutnya bagian-bagian tersebut disusun dalam urutan yang tepat untuk menuju pada terbentuknya perilaku yang diinginkan. c. Perilaku ini sebatas sikap belum ada tindakan yang nyata. Secara garis besar bentuk perilaku ada dua macam. Sikap atau tanggapan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan (attitude). Pembagian kawasan ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan. Adanya respek atau perhatian dari oranglain. berangan-angan. Tingkatkan dan jenis kebutuhan tersebut satu dan lainna tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan atau rangkaian walaupun pada hakekatnya kebutuhan fisiologis merupakan faktor yang dominan untuk kelangsungan hidup manusia dan dalam memenuhi kebutuhan. Prosedur Pembentukan Perilaku Prosedur pembentukan perilaku menurut Notoamodjo (1997) yang diambil dari pendapat Skinner sebagai berikut : 1) Langkah pertama : melakukan pengenalan terhadap sesuatu yang merupakan penguat berupa hadiah. berupa tindakan yang nyata. Sehubungan dengan materi pendidikan yang diberikan (practice) Terbentuknya suatu perilaku baru.dan c) ranah psikomotor (psychomotor domain). dalam arti subyek tahu terlebih Kelompok 16. Akhirnya akan dibentuk perilaku kedua dan seterusnya sampai terbentuk perilaku yang diharapkan. yaitu : 1) Perilaku pasif (respons internal) Perilaku yang sifatnya masih tertutup. Praktik atau tindakan yang dilakukan oleh peserta didik. meskipun kawasan-kawasan tersebut tidak mempunyai batasan yang jelas dan tegas. Ingin sukses atau berhasil dalam mencapai cita-cita. Ingin dipuja atau disanjung oleh orang lain.4) Kebutuhan harga diri Ingin dihargai dan menghargai oranglain. b. dipergunakan untuk untuk mengenal bagian-bagian kecil pembentuk perilaku sesuai yang diinginkan. B. Bahwa dalam tujuan suatu pendidikan adalah mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut yang terdiri dari: a) ranah kognitif (cognitive domain). c. dll. 3) Langkah ketiga : menggunakan bagian-bagian kecil perilaku. terjadi dalam diri individu dan tidak dapat diamati secara langsung. Toleransi atau saling menghargai dalam hidup berdampingan. membaca buku pelajaran. terutama pada orang dewasa dimulai pada bermain kognitif. Apabila bagian perilaku pertama telah dilakukan hadiahnya akan diberikan. yaitu : Bagian-bagian perilaku ini disusun secara urut dan dipakai untuk tujuan sementara Mengenal penguat atau hadiah untuk masing-masing bagian tadi. usaha. Domain Perilaku Benyamin Bloom adalah seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku itu ke dalam 3 domain (ranah/kawasan). Ingin menonjol dan lebih dari orang lain. Ilmu Sosial dasar .dll. 5) Kebutuhan aktualisasi diri. Contohnya mengerjakan soal ulangan. Contohnya : berpikir. 2) Langkah kedua : melakukan analisis. tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dan yang lain. misalnya : a. yang mengakibatkan tindakan tersebut akan sering dialkukan. Bentuk perilaku Perilaku dapat diberi batasan sebagai suatu tanggapan individu terhadap rangsangan yang berasal dari dalam maupun luar diri individu tersebut. Membentuk perilaku dengan bagian-bagian yang telah disusun tersebut. b) ranah afektif (affective domain). berfantasi. b. Pengetahuan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan (knowledge). Perilaku aktif adalah perilaku yang dapat diamati langsung.

rasa. Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yakni : Awareness (kesadaran). Artinya seseorang dapat bertindak atau berperilaku baru tanpa mengetahui terlebih dahulu terhadap makna yang diterimanya. dari penelitian selanjutnya Roger menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap-tahap tersebut. kesadaran. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusi. dan sikap yang positive maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng (long lasting). rasa (emosi). dimana subjek telah berperilaku baru sesuai denga pengetahuan. dimana subjek mulai mencoba melakukan suatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus Adoption. Akhirnya rangsangan yakni objek yang telah diketahui dan disadari sebelumnya akan menimbulkan respon lebih jauh lagi yaitu berupa tindakan (action) terhadap atau sehubungan dengan stimulus atau objek tadi. dimana didasari oleh pengetahuan. Dengan kata lain tindakan (practice) seseorang tidak harus didasari oleh sikap atau pengetahuan. yakni : indra penglihatan. Pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkat yakni : Tahu (know) Tahu diartikan sebagai menginagat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus makan makanan yang bergizi. Ketiga kemampuan tersebut harus dikembangkan bersamasama secara seimbang. Sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan tidak berlangsung lama. prinsip. Trial. Suatu contoh dapat dikemukakan disini ibu-ibu peserta KB yang diperintahkan oleh lurah atau ketua RT. Orang tersebut paham terhadap materi atau objek tersebut. dan karsa tersebut. terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudahlebih baik lagi. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Namun demikian. Ilmu Sosial dasar . dalam kenyataan stimulus yang diterima oleh subyek dapat langsung menimbulkan tindakan. ketiga kawasan perilaku ini disebut : Cipta (kognisi). metode. penciuman. Tokoh pendidikan kita ini mengajarkan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk dan atau meningkatkan kemmpuan manusia yang mencakup cipta. mereka akan keluar dari peserta KB setelah beberapa saat perintah tersebut diterima. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting terbentuknya tindakan seseorang (over behaviour). rumus. Menurut Ki Hajar Dewantara tokoh pendidikan nasional kita.  Evaluation (menimbang-nimbang). dan selanjutnya menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap subjek terhadap objek yang diketahui itu. dimana orang tersebut menyedari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (object) Interest (tertarik). Dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasarkan oleh pengetahuan aka lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Contoh seseorang dapat menyebutkan tanda-tanda kekurangan kalori dan protein pada anak balita. tanpa ibu-ibu tersebut mengetahui makna dan tujuan KB. dan sikapnya terhadap stimulus  Namun demikian. Disni sikap subjek sudah mulai timbul. dan raba. pendengaran.dahulu yang berupa materi atau obyek diluarnya sehingga menimbulkan pengetahuan baru terhadap subyek baru. Kelompok 16. Aplikasi (apllication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi sebenarnya (real) aplikasi diartikan sebagai penggunaan hukum-hukum. Pengetahuan (knowledge) Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. rasa. Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini. sehingga terbentuk manusia Indonesia yang seutuhnya (harmonis) 1. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. dan karsa (konasi). dan sebagainya dalam konteks yang lain misalnya penggunaan rumus statistik dalam perhitungan hasil penelitian. Memahami ( Comprehension) Memaahami diartiksn sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut dengan benar. terhadap stimulus atau objek tersebut. kesadaran.

Evaluasi (evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek terhadap suatu materi atau objek. meringkas. Sintesis (syntesis) Menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Seperti halnya pengetahuan. Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) Ketiga komponen ini secara bersama membentuk sikap yang utuh (total atittude). Contoh seorang ibu telah mendengarkan penyakit polio (tentang penyebab. Misalnya: dapat menyusun. dapat menafsirkan sebab ibu-ibu tidak mau ikut KB. Pengetahuan tersebut akan membawa si ibu untuk berfikir dan berusaha supaya anaknya tidak terkena polio. c. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. pencegahan dan sebagainya). Ilmu Sosial dasar . antara lain adalah fasilitas dan faktor dukungan (support) praktik ini mempunyai beberapa tingkatan : Kelompok 16. mengelompokan dan sebagainya. Sikap (afektif) Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut. dapat menanggapi terjadinya wabah diare disuatu tempat.Analisis ( Analysis) Adalah suatu kemampuan menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut. Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap menghargai. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. membedakan. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek c. Misalnya seorang ibu yang mengajak ibu lain (tetangga atau saudara) untuk pergi menimbang anaknya ke posyandu adalah suatu indikasi bahwa ibu tersebut mempunyai sikap positif terhadap gizi anak. Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila ditanya. menyesuaikan dan sebagainya terhahadap suatu teori atau rumusan yang telah ada. Kepercayaan (keyakinan). 3. keyakinan dan emosi memegang peranan penting. meskipun mendapat tentangan dari mertua atau orang tuanya sendiri. Hal ini mencerminkan si ibu mempunyai sikap tertentu terhadap objek (penyakit polio). Dalam berfikir komponen emosi dan keyakinan ikut bekerja sehingga si ibu berniat untuk mengimunisasikan anaknya. Misalnya: dapat membandingkan antara anak-anak yang cukup gizi dengan anak yang kekurangan gizi. dan saling berkaitan. memisahkan. Bertanggung jawab (responsible) Bertanggungjawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala risiko merupakan sikap paling tinggi misalnya seorang ibu mau menjadi akseptor KB. Pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur. konsep terhadap suatu objek b. d. b. 2. sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan : a. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja dapat: menggambarkan (membuat bagan). merencanakan. mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Praktik atau tindakan (Psikomotor) Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Misalnya sikap orang terhadap gizi dapat dilihat dari kesediaan dan perhatian terhadap ceramah. Dalam penentuan sikap yang utuh ini pengetahuan berfikir. Penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok : a. akibat. ide.

sikap. atau bulan yang lalu (recall). nilai-nilai. RF) Keterangan : B : Behaviour RF : Reinforcing Factors PF : Predisposing Factors EF : Enabling Factors Kelompok 16. Regulatory. tindakan itu sudah dimodifikasinya sendiri tanpa mengurangi kebenaran tindakannya tersebut. Mekanisme (mecanism) Apabila seseorang telah melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis. seorang ibu dapat memilih makanan yang bergizi bagi balitanya. Misalnya. 1990) B= f(PF. yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Misalnya ibu dapat memilih dan memasak makanan yang bergizi tinggi berdasarkan bahan-bahan yang murah dan sederhana.a. dan evaluasi pendidikan kesehatan. Pengukuran perilaku dapat dilakukan secara tidak langsung. EF. Respon terpimpin (guide response) Dapat melakukan sesuatu yang benar sesuai dengan contoh adalah indikator praktik tingkat dua. hari. Ilmu Sosial dasar . misalnya puskesmas. Development. Adaptasi (adaptation) Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik artinya. yakni dengan wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan beberapa jam. menutup pancinya dan sebagainya. Apabila Precede merupakan fase diagnosis masalah maka proceed merupakan pelaksanaan dan evaluasi promosi kesehatan . Faktor-faktor pendorong atau penguat (renforcing factors) yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain. Model ini secara matematis dapat digambarkan sebagai berikut: PRECEDE MODEL (GREEN. yakni : a. b. Lebih lanjut Precede model ini dapat diuraikan bahwa perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor. Precede ini merupakan arahan dalam menganalisis atau diagnosis dan evaluasi perilaku untuk intervensi pendidikan (promosi) kesehatan. Teori Perilaku 1. alat-alat kontrasepsi dan sebagainya. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factors). enabling. yang terwujud dalam pengetahuan. obat-obatan. c. Lawrence Green mencoba menganalisa perilaku manusia dari tingkat kesehatan. atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan maka ia sudah mencapai praktik tingkat tiga misalnya. Persepsi (perception) Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil merupakan praktik tingkap pertama. keyakinan. yang dirangkum dalam akronim PRECEDE : Predispocing. dan sebagainya. Perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama. Precede merupakan fase diagnosis masalah sedangkan PROCEED : Policy. Teori PRECED-PROCEED (1991) Teori ini dikembangkan oleh Lawrence Green yang dirintis sejak 1980. seorang ibu yang sudah biasa menginmunisasikan bayi yang pada umur-umur tertentu. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok. Organizational Construc in Educational and Environmantal. c. b. dan reinforcing Cause in Educatinal and evaluation. d. kepercayaan. lamanya memasak. tersedia atau tidaknya tersedianya fasilitasfasilitas atau sarrana-sarana kesehatan. Faktor-fakor pemungkin (enabling factor). yang terwujud dalam lingkungan fisik. mulai dari cara mencuci dan memotongnya. Pengukuran juga dapat dilakukan secara langsung yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden 3. tanpa menunggu perintah atau ajakan orang lain. Misalnya seorang ibu dapat memasak sayur dengan benar. yakni faktor prilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non-behavior causes).

kakek. Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya (behavior itention). • Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. 2007). Tokoh penting sebagai Panutan. persepsi. sikap. dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. ketersediaan fasilitas. dan perilaku para petugas kesehatan terhadap kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku. kebiasaan. Pengertian dan Klasifikasi Perilaku Kesehatan Skinner mendefinisikan perilaku kesehatan ( Health Behaviour ) adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. d. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. makanan. tenaga dan sebagainya. • Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua. Dengan perkataan lain. dan minuman serta lingkungan. Situasi yang memungkinkan untuk bertindak (action situation). Dari batasan ini. 4. Adanya atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan (accesebility of information). Otonomi pribadi orang yang bersangkutan dalam hal mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy). tradisi. atau nenek. b. Disampin itu. kepercayaan. Kar (1983) Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan bertitik tolak bahwa perilaku merupakan fungsi dari : a. sikap. c. Ilmu Sosial dasar . Kelompok 16. 2010). baik lambat ataupun cepat sesuai dengan peradapan umat manusia (Notoatmodjo. Sikap membuat seseorang mendekati atau menjauhi orang lain atau objek lain. sikap akan diikuti oleh tindakan mengacu kepada pengalaman orang lain. Sumber-sumber daya (resources). c. Teori Snehandu B. perilaku kesehatan adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang baik yang dapat diamati ( observable ) maupun yang tidak dapat diamati ( unobservable ) yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehtan ( Notoatmodjo. sistem pelayanan kesehatan.f : Fungsi Disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan. b. yaitu dalam bentuk pengetahuan. e. Perilaku normal. uang. Seseorang menerima kepercayaan berda sarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok. Kebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang lama dan selalu berubah. Sikap positif terhadap tindakan-tindakan kesehatan tidak selalu terwujud didalam suatu tindakan tergantung pada situasi saat itu. 3. Teori WHO (1984) WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu adalah : a. Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya (social support). Pemikiran dan perasaan (thougts and feeling). mencakup fasilitas. 2. maka apa yang ia katakan atau perbuat cenderung untuk dicontoh. sikap diikuti atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasar pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang. waktu. d. • Pengetahuan diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. nilai-nilai dan penggunaan sumber-sumber didalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada umumnya disebut kebudayaan. Perilaku Kesehatan 1. sikap. kepercayaan dan penilaian seseorang terhadap objek (objek kesehatan). Apabila seseorang itu penting untuknya.

3) Tidak merokok. sekitar 15% remaja kita merokok. dan makanan dengan menu seimbang (appropriate diet). atau . Menu seimbang disini dalam arti kualitas (mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh). c. Perlu dijelaskan disini . 2) Olah raga teratur. b.Perilaku gizi ( makanan) dan minuman. maka dari itu orang yang sehat pun perludiupayakan sepaya mencapai tingkat kesehatan yang seoptimal mungkin. Seorang ahli lain (Becker. persepsi. khususnya di Indonesia seolah-olah sudah membudaya.Perilaku pencegahan penyakit. Stres akan terjadi pada siapa saja. pengelolaan makanan.masyarakatnya. Oleh sebab itu. Misalnya bagaimana mengelola pembuangan tinja . air minum. baik linghkungan fisik maupun lingkungan social budaya. Dengan sendirinya kedua aspek ini akan tergantung dari usia. Perilaku ini mencakup antara lain: 1) Respon seseorang terhadap makanan. Dengan meningkatkannya kebutuhan hidup akibat tuntutan untuk penyesuaian dengan lingkungan modern. 1979) membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ( health related behavior ) adalah sebagai berikut: a.a. . dan status kesehatan yang bersangkutan. . dan sebagainya sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. dan akibatnya bermacam-macam bagi kesehatan. bahkan dapat mendatangkan penyakit. 4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba. tempat pembuangan sampa. Bahkan dari hasil studi penelitian . Perilaku Pemeliharaan Kesehatan ( Health Maintanance) Health Maintanance adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk menyembuhkan bila sakit. pembuangan limbah. Ironisnya kebiasaan merokok ini. Hal ini sangat tergantung pada perilaku orang terhadap makanan dan minuman tersebut. dan kuantitas dalam arti jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Perilaku Pencarian dan Penggunaan Sistem atu Fasilitas Pelayanan Keseshatan / Perilaku Pencarian Pengobatan (Health Seeking Behaviour) Perilaku ini menyangkut upaya atau tindakan seseorang pad saat menderita penyakit dan ataui kecelakaan. apabila seseorang dalam keadaan sehat. juga mencakup kualitas (gerakan) dan kuantitas dalam arti frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olahraga. mengharuskan orang untuk bekerja keras dan berlebihan. yang merupakan kebiasan jelek yang mengakibatkan berbagai macam penyakit. Perilaku Hidup sehat Perilaku hidup sehat dalah perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Kebiasan minum minuman keras dan mengkonsumsi narkoba (narkotik dan bahanbahan berbahay lainnya juga cenderung meningkat. Dengan perkataan lain. Inilah tantangan pendidikan kesehatan kita.Perilaku peningkatan kesehatan. 5) Istirahat yang cukup. sikap dan praktik kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya ( zat gizi ). bagimana seseorang mengelola lingkungannya sehingga tidak menggangu kesehatannya sendiri. Hal ini juga membahayakan kesehatan 6) Mengendalikan stress. perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek yaitu : . Ilmu Sosial dasar . Sekitar 1% penduduk Indonesia dewasa diperkirakan sudah mempunyai kebiasan minum miras ini. serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. dan lainnya. Makanan dan minuman dapat memelihara serta meningkatkan kesehatan seseorang tetapi sebaliknya makanan dan minuman dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan seseorang. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan keluar negeri. Secara kualitas mungkin di Indonesia dikenal dengan ungkapan empat sehat lima sempurna. dan penyembuhan penyakit bila sakit. Hampir 50% penduduk Indonesia usia dewsa merokok. Terlebih sebagai Kelompok 16. sehingga waktu beristirahat berkurang. Perilaku ini meliputi pengetahuan. Perilaku Kesehatan Lingkungan Bagaimana seseorang merespon lingkungan. keluarga. bahwa kesehatan itu sangaty dinamis dan dan relative.

Perilaku peran sakit (The Sick Role Behavior) Dari segi sosiologi orang sakit mempunyai peran yang mencakup hak-hak orang (right) dan kewajiban sebagai orang sakit (obligation) hak dan kewajiban ini harus diketahui oleh orang sakit itu sendiri maupun orang lain (terutama keluarganya). 3) Setelah itu organisme mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap). 2. kita harus dapat mengendalikan atau mengelola stres dengan kegiatan-kagiatan yang positif. 7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan. Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources) misalnya kredibilitas. Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu Kelompok 16. Banyak teori tentang perubahan perilaku ini. b. . Perubahan perilaku merupakan tujuan pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program. pengetahuan tentang: penyebab dan gejala penyakit.dari tuntutan hidup yang keras . gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang.Mengetahui hak (misalnya: hal dalam memperoleh perawatan. et al (1953) mengatakan bahwa proses perubahan perilaku pada hakekatnya sama dengan proses belajar. persepsinya terhadap sakit. pengobatan penyakit dan sebagainya. Apabila stimulus tersebut tidak diterima atau ditolak berarti stimulus itu tidak efektif mempengaruhi perhatian individu dan berhenti disini. . stre tidak dapat kita hindari. Teori ini sebenarnya sama dengan konsep imbalance (tidak seimbang). 2) Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari organisme (diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya. c. tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain) . Tetapi bila stimulus diterima oleh organisme berarti ada perhatian dari individu dan stimulus tersebut efektif.Tindakan untuk memperoleh kesembuhan. Ilmu Sosial dasar . Teori Festinger (Dissonance Theory) Finger (1957) ini telah banyak pengaruhnya dalam psikologi sosial. yang selanjutnya disebut perilaku peran orang sakit (the sick role) perilaku ini meliputi: . 4) Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku). Hosland. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada individu yang terdiri dari : 1) Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak. Hal ini berarti bahwa keadaan cognitive dissonance merupakan keadaan ketidakseimbangan psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali. Proses Perubahan Perilaku Hal yang penting dalam perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan perubahan perilaku.program kesehatan yang lainnya. Stimulus yang dapat melebihi stimulus semula ini berarti stimulus yang diberikan harus dapat meyakinkan organisme. Selanjutnya teori ini mengatakan bahwa perilaku dapat berubah hanya apabila stimulus (rangsang) yang diberikan benar-benar melebihi dari stimulus semula. b.akibat .Mengenal atau mengetahui fasilitas atau sarana pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.memperoleh pelayanan kesehatan dan sebagainya) dan kewajiban orang sakit (memberikan penyakitnya kepada orang lain terutama pada dokter dan petugas kesehatan. Dalam meyakinkan organisme ini. Teori Stimulus-Organisme-Respons (SOR) Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. antara lain diuraikan sebagai berikut: a. kepemimpinan. kelompok atau masyarakat. yang penting dijaga agar stress tidak menyebabkan gangguan kesehatan. penyesuaian diri kita dengan lignkungan dan sebagainya. faktor reinforcement memegang peranan penting. Perilaku sakit (Illness Behaviour ) Perilaku sakit ini mencangkup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. misalnya: tidak berganti ganti pasangan dalam berhubungan seks.

3) Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan memberikan arti. Keberhasilan tercapainya keseimbangan kembali ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan akhirnya akan terjadi perubahan perilaku. Artinya dengan perilakunya. Nilai ekspresif ini berasal dari konsep diri seseorang dan merupakan pencerminan dari hati sanubari. Titik berat dari penyelesaian konflik ini adalah penyesuaian diri secara kognitif. Contoh : Seorang ibu rumah tangga yang bekerja di kantor. Teori Fungsi Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu itu tergantung kepada kebutuhan. dengan tindakan-tindakannya. Yang dimaksud elemen kognisi adalah pengetahuan. gusar. Di satu pihak. Ilmu Sosial dasar . Misalnya orang yang sedang marah. seseorang senantiasa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. manusia dapat melindungi ancaman-ancaman yang datang dari luar. c. senang. pendapat. dan sebagainya dapat dilihat dari perilaku atau tindakannya. apabila ia bekerja. Katz berasumsi bahwa : 1) Perilaku itu memiliki fungsi instrumental. termasuk kebutuhan makanan yang bergizi. atau keyakinan. Seseorang dapat bertindak (berperilaku) positif terhadap objek demi pemenuhan kebutuhannya. Apabila ia tidak bekerja. yakni rasa tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang baik. Kelompok 16. 4) Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi. Sebaliknya bila objek tidak dapat memenuhi memenuhi kebutuhannya maka ia akan berperilaku negatif. artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan. Dissonance (ketidakseimbangan) terjadi karena dalam diri individu terdapat 2 elemen kognisi yang saling bertentangan. jelas tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Pengambilan keputusan yang mengakibatkan tindakan-tindakan tersebut dilakukan secara spontan dan dalam waktu yang singkat. Sherwood dan Borrou merumuskan dissonance itu sebagai berikut : Pentingnya stimulus x jumlah kognitif dissonance Dissonance = -------------------------------------------------------Pentingnya stimulus x jumlah kognitif consonance Rumus ini menjelaskan bahwa ketidakseimbangan dalam diri seseorang yang akan menyebabkan perubahan perilaku terjadi disebabkan karena adanya perbedaan jumlah elemen kognitif yang seimbang dengan jumlah elemen kognitif yang tidak seimbang serta sama-sama pentingnya. Dengan tindakan sehari-hari tersebut seseorang telah melakukan keputusankeputusan sehubungan dengan objek atau stimulus yang dihadapi. Di pihak yang lain. Dengan penyesuaian diri ini maka akan terjadi keseimbangan kembali. Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimengerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut. Oleh sebab itu perilaku itu dapat merupakan "layar" dimana segala ungkapan diri orang dapat dilihat. Dalam peranannya dengan tindakannya itu.maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi dan keadaan ini disebut consonance (keseimbangan). ia kuatir terhadap perawatan terhadap anak-anaknya akan menimbulkan masalah. Kedua elemen (argumentasi) ini sama-sama pentingnya. Misalnya orang mau membuat jamban apabila jamban tersebut benar-benar menjadi kebutuhannya. dengan bekerja ia dapat tambahan pendapatan bagi keluarganya yang akhirnya dapat memenuhi kebutuhan bagi keluarga dan anak-anaknya. 2) Perilaku dapat berfungsi sebagai defence mecanism atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya. Misalnya orang dapat menghindari penyakit demam berdarah karena penyakit tersebut merupakan ancaman bagi dirinya. Hal ini akan menimbulkan konflik pada diri individu tersebut. atau tindakan-tindakan lain. Apabila individu menghadapi suatu stimulus atau objek dan stimulus tersebut menimbulkan pendapat atau keyakinan yang berbeda / bertentangan didalam diri individu sendiri maka terjadilah dissonance. Misalnya bila seseorang merasa sakit kepala maka secara cepat tanpa berpikir lama ia akan bertindak untuk mengatasi rasa sakit tersebut dengan membeli obat di warung dan meminumnya. Menurut Katz (1960) perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan.

Kekuatan-kekuatan penahan menurun. banyak adalah kepercayaan yang salah maka kekuatan penahan tersebut melemah dan akan terjadi perubahan perilaku pada orang tersebut. Kekuatan Pendorong . Seperti contoh diatas. Stimulus ini berupa penyuluhan-penyuluhan atau informasi-informasi sehubungan dengan perilaku yang bersangkutan. penyuluhan KB yang berisikan memberikan pengertian terhadap orang tersebut tentang pentingnya ber-KB dan tidak benarnya kepercayaan anak banyak. Sehingga ada 3 kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang itu. Hal ini terjadi karena adanya stimulus-stimulus yang mendorong untuk terjadinya perubahan-perubahan perilaku. dan menjunjung tinggi hak azasi manusia. setiap ras di dunia memiliki perilaku yang spesifik. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seseorang Menurut (Sunaryo. 3) Ras kulit kuning atau ras Mongoloid. yaitu : a. Perilaku yang dominan yaitu terbuka. Kekuatan Pendorong – Meningkat Perilaku Semula -----------------------------------------> Perilaku Baru Kekuatan Penahan b. Faktor genetik atau faktor endogen Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu. Tiga kelompok ras terbe sar yaitu : 1) Ras kulit putih atau ras Kaukasia. Dengan keadaan semacam ini jelas juga akan terjadi perubahan perilaku. Kekuatan Pendorong Perilaku Semula -----------------------------------------> Perilaku Baru Kekuatan Penahan – Menurun c. dan Kelompok 16. suka bergotong royong. Misalnya contoh tersebubt diatas. Hal ini akan terjadi karena adanya stimulus-stimulus yang memperlemah kekuatan penahan tersebut. yakni : a.d.2004). Misalnya seseorang yang belum ikut KB (ada keseimbangan antara pentingnya anak sedikit dengan kepercayaan banyak anak banyak rezeki) dapat berubah perilakunya (ikut KB) kalau kekuatan pendorong yakni pentingnya ber-KB dinaikkan dengan penyuluhan-penyuluhan atau usaha-usaha lain. antara lain: • Jenis ras. saling berbeda satu dengan lainnya. Teori Kurt Lewin Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa perilaku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan-kekuatan penahan (restrining forces). Perilaku yang dominan yaitu keramahtamahan. kekuatan penahan menurun.Meningkat Perilaku Semula -----------------------------------------> Perilaku Baru Kekuatan Penahan . senang akan kemajuan. Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat. 2) Ras kulit hitam atau ras Negroid. akan meningkatkan kekuatan pendorong dan sekaligus menurunkan kekuatan penahan. Kekuatan pendorong meningkat. tahan menderita. Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen). dengan memberikan pengertian kepada orang tersebut bahwa anak banyak rezeki. perilaku dipengaruhi oleh faktor endogen dan faktor eksternal. Perilaku yang dominan yaitu tabiatnya keras. Ilmu Sosial dasar . tertutup. dan menonjol dalam kegiatan olahraga keras.Menurun 3. rezeki banyak. Perilaku ini dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuatan tersebut didalam diri seseorang.

Ternyata hasil kebudayaan manusia akan mempengaruhi perilaku manusia itu sendiri. da n perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus mene rus terhadap hidupnya “. sedangkan perilaku wanita disebut feminin. telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu lingkungan yang berpengaruh terh adap perilaku seseorang adalah lingkungan sosial. kepribadian adalah bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lainnya. • Inteligensi. Ternyata lingkungan sangat berpengaruh terhadap perilaku individu karena lingkungan merupakan lahan untuk perkembangan perilaku. Ebbinghaus mendefinisikan inteligensi adalah kemampuan untuk membuat kombinasi. Sebaliknya bagi individu yang memiliki intelegensi rendah dalam mengambil keputusan akan bertindak lambat. perbedaan perilaku pria dan wanita dapat dilihat dari cara berpakaian dan melakukan pekerjaan sehari-hari. menurut Mac Iver sebagaimana telah dikutip oleh Soerjono S. 5. pergaulan hidup. • Sifat kepribadian. maka teori skiner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus Organisme Respons. dan biasanya berlangsung tidak lama “. akan berperilaku dan berbudi luhur sesuai denagn ajaran agama. • Agama. beraksi. Faktor eksogen atau faktor dari luar individu • Faktor lingkungan. baik fisik. • Sifat fisik. Persepsi. baik secara normal atau tidak normal. b. Contoh : individu yang bergaul dengan individu yang hidup di lingkungan hitam. Ilmu Sosial dasar . Seseorang yang mengerti dan rajin melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan. • Sosial ekonomi. dan kemudian organisme tersebut merespons. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme. • Kebudayaan . Lingkungan sosial dapat menyangkut sosial ekonomi dan sosial budaya. atau peradaban manusia. yaitu individu yang dalam mengambil keputusan dapat bertindak tepat. Kesimpulan Skinner (1938) seorang ahli psikologi. Lingkungan disini menyangkut segala sesuatu yang ada disekitar individu. Melalui persepsi. Oleh karena itu. merupakan proses diterimanya rangsang melalui panca indera yang didahului oleh perhatian sehingga individu sadar akan sesuatu yang ada di dalam maupun luar dirinya. yang dipengaruhi oleh aspek kehidupan seperti pengalaman. Robert Kwik ( 1974 ) Kelompok 16. • Faktor-faktor lain: Susunan saraf pusat. Secara luas. dan mudah.senang dengan upacara ritual. Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh emosi. seni kesustraan”. salh satu pengertian kepribadian menurut Maramis (1999) adalah : “keseluruhan pola pikiran. perasaan.usia watak. memegang peranan penting karena merupakan sarana untuk memindahkan energi yang berasal dari stimulus melalui neuron ke simpul saraf tepi yang seterusnya akan berubah menjadi perilaku. dapat diketahui perubahan perilaku seseorang Emosi. bakat merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkungan serta bergantung pada adanya kesempatan untuk pengembangan. Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani. biologis maupun sosial. pendidikan mencakup seluruh proses kehidupan individu dengan lingkungannya . bersikap. Dari batasan tersebut dapat dikatakan bahwa inteligensi sangat berpengaruh terhadap perilaku individu. dan berperilaku individu. Menurut masyarakat awam. Perilaku individu tidak ada yang sama karena adanya perbedaan kepribadian yang dimiliki individu. Agama sebagai suatu keyakinan hidup yang masuk ke dalam konstruksi kepribadian seseorang sangat berpengaruh dalam cara berpikir. merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). • Jenis kelamin. kalau diamati perilaku individu akan berbeda karena sifat fisiknya misalkan perilaku pada individu yang pendek dan gemuk berbeda dengan individu yang memiliki fisik tinggi kurus. • Bakat pembawaan. Perilaku pada pria disebut maskulin.kita kenal ada individu yang intelegen. menurut Maramis (1999) menyebutkan bahwa emosi adalah “ Manifestasi perasaan atau afek keluar disertai banyak komponen fisiologik. (2001) “ekspresi jiwa terwujud dalam cara-cara hidup dan berpikir. Proses dan kegiatan pendidikan pada dasarnya melibatkan masalah perilaku individu maupun kelompok. perilakunya banyak diwarnai keadaan tersebut. sistem norma. tabiat. • Pendidikan. cepat. Dalam arti sempit kebudayaan diartikan sebagai adat -istiadat. nilai dan kepercayaan yang dianutnya.

Ilmu Sosial dasar . Jakarta: Salemba Medika (http://edukasi. Jakarta : Rineka Cipta. Kelompok 16. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia. Winarto. Ilmu Perilaku Kesehatan. Soekidjo.kompasiana. diakses 13 Maret 2013. Perilaku tidak sama dengan sikap. 6. Saran Sebagai mahasiswa kedokteran yang merupakan bagian integral dalam pelayanan kesehatan seharusnya meningkatkan kemampuan dalam pemahaman mengenai perilaku manusia sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang akan diberikan kepada pasien nantinya.Momon. 2011. Notoatmodjo. 2007.F Skinner. Sudarma.menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Soekidjo. maka perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Hal yang penting dalam perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan perubahan perilaku. Sosiologi Untuk Kesehatan. makanan. system pelayanan kesehatan. 2010. Berdasarkan batasan perilaku dari skinner tersebut. Sikap adalah hanya suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu obyek. dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi obyek tersebut. 2007. 2008. Joko. Soekidjo. (online). Notoatmodjo.com/2011/02/13/teori-bf-skinner). Teori B. Perubahan perilaku merupakan tujuan pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program. DAFTAR PUSTAKA Notoatmodjo.program kesehatan yang lainnya. dan minuman serta lingkungan. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.

LAPORAN ILMU SOSIAL DASAR “ PERILAKU MANUSIA DALAM KESEHATAN” Oleh: Kelompok 16. Ilmu Sosial dasar .

Ilmu Sosial dasar .Fakultas kedokteran Universitas riau 2013 Kelompok 16.