Radikal bebas adalah jenis senyawa oksigen yang memiliki tingkat reaktivitas yang tinggi dan secara alami

terbentuk dalam tubuh manusia akibat produk sampingan proses metabolisme ataupun karena terpapar radikal bebas oleh polutan melalui saluran pernapasan (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Radikal bebas yang berlebih di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan selsel dalam tubuh, protein, dan jaringan lemak, sehingga dapat memicu berkembangnya berbagai penyakit degeneratif seperti hepatitis, kanker, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan mempercepat proses penuaan. Antioksidan adalah senyawa atau zat yang dapat memperlambat laju reaksi oksidasi atau dapat mencegah dan menghambat proses oksidasi oleh adanya suatu radikal bebas reaktif dengan cara menyumbangkan satu atau lebih elektronnya pada senyawa radikal bebas. Selain itu, senyawa antioksidan juga menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif. Berdasarkan sumbernya, antioksidan terdiri atas terdiri atas antioksidan yang berasal dari dalam tubuh (endogen) dan yang berasal dari luar tubuh (eksogen). Di dalam tubuh manusia tidak dihasilkan cadangan antioksidan berlebih, sehingga jika terjadi paparan radikal bebas berlebih maka tubuh akan membutuhkan antioksidan yang berasal dari luar tubuh (eksogen). Antioksidan yang berasal dari luar tubuh dapat diperoleh secara alami maupun secara sintetik (buatan). Antioksidan alami diperoleh dari sumber-sumber alami seperti tumbuhan, yang tersebar pada berbagai bagian tanaman seperti kayu, kulit, akar, daun, bunga, biji, rimpang, dan serbuk (Pratt & Hudson 1990 dalam Marpaung 2008).