TUGAS KELOMPOK FARMAKOLOGI II “ ANTIKANKER (LEUKIMIA) “

Oleh Kelompok 2 Rendy Rengga Ade Irma Kartika Aidiliah Putri Rasmi Aldillah Nisriana Putri Alesmi lovita Andy Halim

Progam Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Pekanbaru 2013

Kata Pengantar
Alhamdulillahhirabbila’lamin penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat, karunia dan dengan izin-Nya jugalah penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Antikanker (Leukimia)” ini dengan baik. Disamping itu penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan penulis khususnya dan para pembaca umumnya Dalam penulisan makalah ini penulis ucapkan terimasih kepada: 1. 2. 3. Ibu Adriani Susanty sebagai dosen mata kuliah Farmakologi Orang tua yang selalu mendoakan penulis dalam segala hal penulis. karena itu saran dan kritik penulis terima dengan tangan terbuka. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh Rekan – rekan mahasiswa yang telah memberi motivasi dan semangat bagi Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas dari kuliah Farmakologi.

Pekanbaru, Maret 2013

Penulis Ade Irma Kartika

PENDAHULUAN

BAB I

1.1 Latar Belakang Perbanyakan sel yang rusak akan berpotensi menghasilkan sel kanker. Kerusakan DNA sel dapat terjadi karena radikal bebas dan zat pemicu kanker (karsinogen). Radikal bebas Kanker merupakan mutasi genetik karena DNA sel normal mengalami kerusakan.

merupakan molekul yang kehilangan pasangan elektron dan berusaha mencuri elektron dari sel tubuh. Radikal bebass sebetulnya hasil sampingan metabolisme tubuh atau berasal dari lingkungan sekitar kita, misalnya asap rokok, gas kendaraan, atau zat-zat kimia seperti insektisida. Sedangkan zat karsinogen berasal dari makanan. Zat yang semula prokarsinogen diubah oleh enzim jahat dalam tubuh menjadi zat pemicu kanker. bebas yang disebut juga sebagai antioksidan. Zat ini banyak terdapat dalam sayur, buah dan tumbuhan. Selain itu, banyak tanaman mempunyai senyawa kimia yang mampu menghambat penyebaran kanker, mendukung imunitas tubuh (sel limfosit), serta mendukung kerja enzim baik yang membuang hasil kerja enzim penghasil karsinogen Kemoterapi (Ing. chemotherapy) adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker. antibiotik (kemoterapi antibakteri). Dalam artian tersebut, agen kemoterapi modern pertama adalah arsfenamin Paul Ehrlich, sebuah senyawa arsenik yang ditemukan pada 1909 dan digunakan untuk merawat sifilis. Ini kemudian diikuti oleh sulfonamida ditemukan oleh Gerhard Domagk dan penisilin G ditemukan oleh Alexander Fleming. Penggunaan lain dari agen kemoterapi sitostatik adalah perawatan penyakit autoimun dan penekanan transplant rejection (lihat immunosupresi dan DMARD). Jenis obat anti kanker yaitu berupa Metothrexate. Dalam penggunaaan non-onkologisnya, istilah ini dapat juga menunjuk ke Untuk menghambat pertumbuhan kanker, tubuh memerlukan zat anti-radikal

1.2 Permasalahan

1) Apakah Pengertian dari Anti Kanker (Leukimia) ? 2) Bagaimana Klasifikasi obat Anti Kanker beserta Efek sampingnya? 3) Apakah Kemoterapi ?

4) Bagaimana cara kemoterapi 5) Apa manfaatnya kemoterapi? 6) Apa Efek Samping Kemoterapi? 7) Bagaimana farmakokinetik dan farmakodinamik obat Anti Kanker yaitu berupa 8) Bagaimana Indikasi dari Metohrexate? Metothrexate?

1.3 Tujuan
dengan jelas apa itu anti kanker dan bagaiamana pencegahannya sedini mungkin,.tidak berupa anti kanker dan kemoterapi Tujuan dari pembuatanan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui

hanya itu makalah ini juga di tujukan untuk mengatasi kanker dengan pencegahannya

Bgmna operasi sumsum tulg blkng ? Prbdaan Pgbtan atw trpi miolid dan limfoid ? itu mmbwt gguan sel drh putih?? Klbhan sel drh putih atw kkrgn sel drh putih apa sbnrnya ? dn knpa sel drh putih

PEMBAHASAN

BAB II

2.1 Pengertian dari Anti kanker (Leukimia)

Kanker merupakan mutasi genetik karena DNA sel normal mengalami kerusakan.

Kerusakan DNA sel dapat terjadi karena radikal bebas dan zat pemicu kanker (karsinogen).Radikal bebass sebetulnya hasil sampingan metabolisme tubuh atau berasal seperti insektisida. adalah kanser sel darah. Banyak jenis kanser menyerang manusia pada usia tertentu, tetapi leukimia menyerang semua usia sejak bayi hingga orang tua. Kerana leukimia adalah sel kanser darah maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang sel darah dan apa yang terjadi jika timbul leukemia. Dalam aliran darah ada terdapat komponen darah yang terbentuk zat cair yang Leukemia dalah salah satu peyakit kanser yang menyerang sel darah. Jadi leukemia dari lingkungan sekitar kita, misalnya asap rokok, gas kendaraan, atau zat-zat kimia

disebut plasma darah dan komponen darah yang terbentuk sel, yang terdiri dari 3 jenis sel yang mempunyai fungsi masing-masing, iaitu: 1.

Sel darah merah atau eritrosit yang berfungsi membawa karbon dioksida (CO2) darah kerana jumlahnya yang paling besar.

dari seluruh tubuh ke paru-paru. Sel darah merah inilah yang memberi warna

2. 3.

Sel darah putih atau lekosit yang bertugas melawan infeksi

Sel keping darah atau trombosit yang menutup lubang jika terjadi kebocoran pembuluh darah dan bersama faktor pembekuan menghentikan perdarahan.

tengah tulang yang berbentuk seperti spons. Semua sel darah berasal dari satu sel induk

Ketiga jenis sel darah tersebut diproduksi dalam sum-sum tulang iaitu bahagian

yang disebut sel stem pluripoten. Sel darah yang masih muda (immature) disebut sel blast. berbentuk sel matang (mature). Sel-sel darah diproduksi secara teratur dan terkontrol

Semua sel blast ini dalam keadaan normal berada dalam sum-sum tulang sampai sesuai kebutuhan tubuh. Misalnya, jika terjadi perdarahan (menstruasi dll) sum-sum

tulang akan membuat sel darah merah lebih cepat/ lebih banyak untuk mempertahankan kadar haemoglobin.

Jenis leukemia yang biasa dihidapi ialah : 1. Leukemia akut, jenis ini yang banyak ditemui pada kanak-kanak, tetapi juga dapat

menyerang orang dewasa, terutama berusia 65 tahun atau lebih.

2. 3.

Leukemia mielositik akut, meyerang kanak-kanak maupun orang dewasa Leukemia limfositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa diatas 55 tahun, tetapi juga menyerang dewasa muda

4.

Leukemia mielositik kronik, biasanya menyerang orang dewasa.

Dibawah ini adalah gejala-gejala leukemia yang biasa ditemui: 1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. Pucat, lemas, cepat lelah, nafas terengah bila bekerja atau berjalan cepat, Demam, menggigil dan timbul gejala lain seperti flu Sering terserang infeksi (gigi, gusi bengkak, kulit dan saluran nafas dll) Kehilangan nafsu makan, berat badan turun Pembesaran kelenjar getah bening Mudah mengalami perdarahan (lebam-lebam dikulit, perdarahan gusi) Berpeluh pada waktu malam Pada leukemia akut limfositik, sel leukemia sering menyerang otak atau jaringan saraf

sum-sum tulang belakang (sering disebut susunan saraf pusat). Apabila hal ini terjadi akan

menimbulkan gejala seperti: sakit kepala, muntah, bingung, gerakan yang tak terkendali, kejang dan nyeri otot. Sel leukemia juga dapat menyerang buah zakar, sehingga timbul menyerang semua organ, maka akan timbul gejala lain sesuai dengan organ yang terinfiltrasi. pembengkakan. Selain gejala tersebut diatas, kerana leukemia pada dasarnya boleh

Diagnosa Untuk mengadakan diagnosa leukemia, doktor perlu meneliti riwayat penyakit

penderita, melakukan pemeriksaan fizik umum dan pemeriksaan untuk mengetahui adanya pembengkakan hati, limpa dan kelenjar getah bening diketiak, leher dan selangkangan serta pemeriksaan pemeriksaan lainnya. Ujian darah berguna untuk mengetahui bentuk sel darah, menentukan jumlah sel darah matang dan sel darah yang belum matang. Meskipun demikian ujian darah tidak memberikan informasi tentang jenis leukemia. tulang iaitu pengambilan sejumlah cairan sum-sum tulang dengan cara menusukan jarum kedalam tulang tulang (biasanya tulang panggul), dan biopsi sum-sum tulang untuk mengambil sejumlah jaringan sumsum tulang. Untuk mengetahui penyebaran leukemia ke cairan yang mengisi ruangan diantara Untuk mengetahui jenis leukemia, perlu dilakukan pemeriksaan aspirasi sum-sum

dan disekitar jaringan otak dan sumsum tulang belakang, pesakit perlu melakukan penyebaran ke organ di organ dada dideteksi dengan pemeriksaan foto x-ray dada. 2.2 Klasifikasi obat Anti Kanker. 1. Golongan Akilator

pemeriksaan tusuk lumbal iaitu dengan cara memasukan jarum ke tulang belakang. Sedang

Mustar nitrgen Mekloretamin Melfaian Etilenamin Thiotepa Metilhidrazin prokarbazin Alkil sufonat busulfan Platinum Sipslatin 2. Golongan Anti metabolit Analog Pirimidin Sitarabin Analog purin Fludarabin,pentostatin Antagonistic folat metotreksat 3. Golongan Produk alamiah 4. Hormon dan antagonis Adrenokorkosteroid Flutamid Hidroksiprogesteron kaproat Estrogen Tamoksifen Prednisone Hidrokortison progestin Toremifen Megestrol Anti androgen asetor

Alkaloid Vinka Vinorelbin Taksan Vinkristin Kamptotesin Irinotekan

Penghambat adrenokortikoid Mitotan Analog GRH Leuprolid Penghambat tirosin kinase Anastrozol Letrozol Eksmestan

2.3 Pengertian dari kemoterapi bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Banyak obat yang digunakan dalam kemotarapi. pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. 2.4 Cara pelaksanaan Kemotherapi injeksi kedalam pembuluh baik vena, sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit, serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Apabila pasien diberikan suntikan intravena, seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit, dapat secara mingguan, dua mingguan 3-4 mingguan. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap. 2.5 Manfaat dari Kemotherapi: 1. Pengobatan Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi. 2. Kontrol Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. 3. Mengurangi gejala Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik, sebagian besar diberikan dengan cara Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang

Bila kemotarapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pasien, seperti meringankan rasa yang diserang. 2.6 Efek samping Kemotherapi 1. Lemas Efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung hingga akhir 2. Mual dan Muntah Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat kemoterapi. Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama. 3. Gangguan pencernaan Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. 4. Sariawan Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau 5. Rambut Rontok infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. kemoterapi selesai. Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan 7. Efek Pada Darah atau kaki serta kelemahan pada otot kaki. Sebagian bisa terjadi sakit pada otot. Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah 6. Otot dan Saraf dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum/selama/sesudah pengobatan pengobatan. sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran kenker pada daerah

paling sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal.

2.7 Farkodinamik dan farmakokinetik dari jenis obat Anti Kanker yaitu Metohrexate Farmakodinamik: Dosis methotrexate yang dianjurkan berbeda-beda tergantung pada kasusnya.

Sebagai contoh, pada choriocarcinoma dan penyakit trofoblastik dalam 1 periode

methotrexate diberikan dalam dosis 15-30 mg/hari selama 5 hari berturut-turut secara per oral atau intramuskuler, dan apabila diperlukan dapat diulang 3-5 kali periode. Untuk pengobatan RA, dosis anjuran methotrexate yaitu 1 tablet (2.5 mg) tiap 12 jam diberikan tiap 12 jam diberikan secara per oral sekali per minggu selama 3 minggu berturut-turut. Efek Samping methotrexate dapat mengenai fungsi berbagai sistem dalam tubuh. Beberapa efek samping yang dapat terjadi antara lain : anemia, lekopenia, trombositopenia, serta perdarahan karena supresi hemopoeisis, gingivitis, faringitis, enteritis, anorexia, muntah, diare, hepatotoksik akut maupun kronis, pancreatitis, ulkus gaster, hematemesis, melena, gangguan kardiovaskuler (pericarditis, efusi perikardial, hipotensi, tromboembolik), toksisitas pada paru (fibrosis paru, gagal nafas, obstruksi pulmonal), kalainan kulit (urtikaria, pruritus, alopecia, nekrosis kulit, sindrom Steven-Johnson, dermatitis eksfoliativa), gangguan fungsi urogenital (gagal ginjal, hematuria, infertilitas, aborsi, kecacatan pada janin), gangguan sistem saraf (sakit kepala, gangguan penglihatan, dizziness, kejang, hemiparesis, dan koma) dan beberapa gangguan lainnya. acid reductase, sehingga mempengaruhi sintesis, perbaikan dan replikasi DNA kerusakan yang irreversibel pada sel normal. Pada psoriasis, methotrexate menghambat methotrexate belum diketahui dengan jelas, diduga mempengaruhi fungsi sistem imun. Farmakokinetik Metothrexate bekerja dengan cara menghambat enzim dihidrofolic Beberapa efek samping bersifat fatal bahkan dapat terjadi kematian. Efek samping secara per oral sekali per minggu selama 3 minggu berturut-turut atau 2 tablet (5 mg)

sel.Methotrexate dapat menghambat pertumbuhan sel ganas tanpa menimbulkan aktivitas pembentukan sel epitel yang berlebihan, sedangkan pada RA mekanisme kerja

PENUTUP
3. 1 Kesimpulan

BAB III

a. Antioksidaan yang berkhasiat menghambat kanker antara lain: - Poifenol (teh hijau) - Likofen (tomat) - Beta-karoten ( wortel) - Flavonoid dan genistein (kedelai) - Resveratrol (anggur) -Tokoferol (minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian misalnya, gandum) b.Kemoterapi (Ing. chemotherapy) adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: - Kurkumin (kunyit, kunir putih, dan temulawak)

Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor, radiasi, membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker, kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker, hormon terapi, menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi, yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor.

3.2 Saran khususnya sebagai calon perawat Kami menyadari bahwa dalam pembuatatan makalah iini kesalahan dan kesempunaan Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita di bidang kesehatan ddan

masih banyak kekurrangan karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari

DAFTAR PUSTAKA
Setiabudi. 2007. ’’ Farmakologi dan Terapi ( Antimikroba)’’. Universitas Indonesia, Jakarta http://id.wikipedia.org/wiki Kategori: Hoffmann-La Roche Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "MEDICAFARMA” Oates JA,Brown NJ. Antihypertensive agents and the drug therapy of hypertension. In. Hardman JG,Limbird LE, eds Goodman & Gilman’s the Pharmacological Basis of Therapeutics.10th ed. New York: McGraw-Hill; 2001. P.871-900.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful