JAWABAN UJIAN KOMPREHENSIF/KUALIFIKASI ILMU TAFSIR AHKAM Dosen : Prof. Dr. H. Nurwajah Ahmad EQ, MA.

A

Pengertian Zakat.

1

Zakat berasal dari akar kata dasar

( ‫ ) زكى‬yang bermakna

‫( النماء‬tumbuh/

berkembang), ‫( الطهرة‬kesucian), ‫( البركة‬keberkahan), dan ‫ ( الصلح‬terpuji).1 Kata zakat dimaknai dengan berkembang karena zakat dapat mengembangkan harta, sebab dana zakat dapat digunakan untuk menciptakan dan menumbuhkan usaha maupun lapangan pekerjaan baru. Dimaknai dengan kesucian, karena zakat dapat mensucikan harta yang dikeluarkan zakatnya maupun orang yang berzakat (muzakki) dan orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahiq al-zakat) dari sifat-sifat tercela serta dapat membersihkan dari dosa-dosa. Di maknai dengan keberkahan, karena zakat dapat memberikan keberkahan bagi orang yang berzakat (muzakki) yang terwujud dalam bentuk keamanan bagi harta muzakki. Sedangkan dimaknai terpuji, karena orang-orang yang berzakat (muzakki) akan terpuji dihadapan Allah dan juga manusia serta orang yang menerima zakat (mustahiq al-zakat) terpuji, karena terangkat martabatnya dari perbuatan mengemis dan meminta-minta. Makna zakat ini saling berkaitan antara makna yang satu dengan makna lainnya, yaitu setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi berkembang, suci, berkah, dan terpuji. Makna zakat yang dinamis, dari “pertumbuhan dan peningkatan” hingga “penyucian” . Menurut Bashear,2 ada dua kata yang digunakan untuk menunjuk zakat: zaka’ dan zakah. Jika yang pertama digunakan, ia menunjuk pada pertumbuhan dan peningkatan, namun jika yang kedua yang digunakan, ia berarti penyucian. Dari kedua pengertian inilah kemudian makna zakat dikembangkan menjadi pertumbuhan dan penyucian. Ini terlihat, antara lain dalam

1 Majma’al-Lughah al-‘Arabiyah, al-Mu’jam al-Wasith, Juz 1 (Mesir, Daar el-Ma’arif, 1972), hlm.
396

2 Sulaeman Bashear, On the Origin and Development of the Meaning of Zakat in Early Islam” , Arabica 40, (1993), hlm. 84-113.

2

defenisi al-Sarakhsi, yang menggabungkan kedua makna itu, seraya merujuk pada QS. alTaubah (9): 103. Menurutnya, disebut zakat karena “ Menyucikan pembayarnya dari dosadosa3 Dalam pengertian terminologis, zakat didefenisikan oleh para ulama dengan redaksi yang berbeda antara satu dengan lainnya, tetapi pada prinsipnya sama. Ulama Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentu , dari harta tertentu untuk orang tertentu, yang telah ditentukan oleh syar’i karena Allah. Ulama Malikiyyah mendefinisikan zakat dengan pengeluaran bagian tertentu dari harta tertentu yang telah mencapai nishab untuk mustahik-nya, jika telah sempurna kepemilikan dan haul, kecuali barang tambang dan pertanian yang tidak ada haul-nya. Ulama Syafi’iyah mendefenisikan zakat dengan nama bagi sesuatu yang dikeluarkan dari harta atau badan atas jalan tertentu. Dan ulama Hanabilah mendefinisikan zakat dengan hak yang wajib dalam harta tertentu bagi kelompok tertentu pada waktu tertentu.4 Merujuk pada pengertian zakat yang diungkap para ulama di atas, maka zakat sesungguhnya merupakan pengeluaran sebagian kecil harta orang tertentu yang menjadi hak orang tertentu. Pengertian yang dikemukakan oleh ulama Hanafiyah dan Hanabilah secara jelas menunjukkan adanya perpindahan kepemilikan harta zakat dari kelompok tertentu, yakni orang-orang kaya kepada kelompok lain, yakni mereka yang berhak menerima. Zakat dengan demikian adalah hak, bukan pemberian, ataupun hadiah dari orang-orang kaya kepada yang berhak menerima zakat itu. Kadar pengambilan dan ukuran harta yang dikeluarkan zakatnya

3Al-Sarakhsi, Kitab al-Mabsut, (Kairo, Matba’at al-Sa’adah, 1913), Juz 2, hlm. 149. 4Wahbah al-Zuhaily. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz II (Damaskus, Daar al-Fikr, 1979) Cet
ke-3, hlm. 730-731.

3

dimana di dalam harta orang-orang kaya ada hak-hak orang-orang miskin. Sebagai tindakan ibadah yang bertujuan untuk menyucikan pembayarnya. distribusi kekayaan menjadi lebih merata. Disamping itu. B Ayat. buku ini lebih dikenal sebagai buku tentang pemerintahan. A.salah satunya adalah al-Quran. Dalam ungkapan lain hukum zakat dapat disebut sebagai hibrida antara unsur ibadah dan peningkatan penghasilan. bersandingan dengan keuangan publik atau sumber-sumber pemasukan negara lainnya. Dar al-Fikr. dalam zakat tersirat adanya kehendak dalam ajaran Islam untuk menciptakan keharmonisan antara orang-orang yang kaya dengan orang-orang yang belum beruntung. bahwa landasan yuridis kewajiban berzakat. S. Dengan demikian. Begitu pula halnya dengan orang-orang yang berhak menerima zakat. al-Mawardi . 2 4 . Tidak heran jika kemudian pembahasan tentang zakat sering ditemukan dalah fiqh ibadah. zakat memiliki dimensi ganda: 1. Dengan zakat. Cf. hlm. dan simbolisasi hubungan horizontal antar sesama manusia tercipta dengan baik.ayat tentang Zakat dalam Al-Qur’an 5 Lihat misalnya. 1992).5 Para ulama sepakat. tetapi dibahas juga di dalamnya masalah zakat. Mengeluarkan sebagian harta kemudian diberikan kepada orang-orang yang belum beruntung adalah unsur terpenting dalam regulasi zakat itu sendiri. Public Finance ini Islam ( Delhi: Adam Fubluishetr and Distributor. (Beirut. Siddiqi.) hlm.t.. Sesuai dengan judulnya. harta-harta apa saja yang harus dikeluarkan zakatnya telah ditetapkan oleh syar’i. t. 113125. tetapi tidak jarang pula menjadi perhatian fiqh politik ekonomi (fiqh al-siyasah al-maliyyah ).ditetapkan oleh syar’i. Kitab al-Ahkam al-Sulthaniyyah. dan sebagai tindakan sosial untuk meningkatkan penghasilan penerimanya.

162. QS. 34. QS. 41: 7. 3: 180.QS. zakat juga berhubungan langsung dengan Allah (hablum minallah). 11.QS. hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang berpunya dan berkecukupan. QS. Pada hal-hal tertentu. QS. QS.103. Shalat berhubungan langsung dengan Allah ( hablum minallah). 70: 24.QS. 8 kali terdapat di dalam surat-surat yang turun di Mekkah dan selebihnya terdapat di dalam suratsurat yang diturunkan di Madinah. 60 . QS. QS. terdapat sebanyak 28 kali. 110. 34-36. Penyebutan kata setelah perintah shalat. 58: 13. 9: 11. 59: 7. diungkap dalam 2 bentuk. 18. Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Quran. 2: 110. 23:1-4. QS. zakat memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan shalat. 83. zakat juga tiang agama. 7 QS.30 kali kata zakat disebutkan itu. QS. QS. Shalat ada kaitannya dengan manusia (hablum minannas). 31: 4. Hal ini menunjukkan bahwa perintah zakat sama pentingnya dengan perintah shalat. 9:5. 25. QS. 8 Ke. (1) kata 2) ‫ )الزكاة‬kata ‫الصدقة‬.177. sebab zakat diberikan langsung kepada manusia. 21: 73. Sebagai contoh. pada kata “Zakat”. 78.98: 5. 6QS.73: 98.Dalam al-Quran terdapat dua kata yang menunjukkan makna zakat. 9 Selanjutnya kata zakat dalam ungkapan yang berbeda disebut dalam al-Quran sejumlah 82 kali. QS. 22: 41. Sedangkan zakat. shalat dapat dilaksanakan oleh siapapun. 5: 12. QS.2: 43. kata zakat diungkap sejumlah 30 kali6. zakat lebih berkaitan lagi dengan manusia (hablum minannas). 277. Dalam bentuk ini. 1). QS. Kata zakat. 33: 33. 71. 3: 141 8 QS 23: 2 dan 4 9 Muhammad Fuad Abdul Baqi. QS. 77. Shalat adalah tiang agama. 27 kali7 disebut dalam satu ayat bersama kata shalat. 6: 141. 30 ayat diungkap dengan menggunakan kalimat ma’rifat. dan satu kali disebutkan dalam konteks yang sama dengan shalat tetapi tidak di dalam satu ayat. 55. dan zakat dengan disandingkan pada kalimat penegakan sholat. 5 . 4: 37. 51: 19. termasuk orang miskin. QS. Bentuk ma’rifat.

namun demikian zakat pada periode ini baru dipandang sebagai anjuran untuk berbuat baik kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. telah memerintahkannya.12 dengan turunnya QS al-Taubah (9): 103 dan sebagainya. Berbeda dengan ayat-ayat Al Qur'an yang turun di Mekkah. Ada yang menyatakan pada tahun kedua hijrah yang berarti satu tahun sebelum pensyariatan puasa. sedangkan lainnya berpandangan bahwa zakat diwajibkan sejak sebelum hijrah. dimaksudkan bahwa Islam telah menanamkan kesadaran di dalam dada orang-orang Islam ada hak-hak orang yang berkekurangan dalam harta orang-orang kaya. Lihat Kuntarno Noor Alfah (editor).Kata zakat sudah digunakan dalam al-Quran pada ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah.QS. 2004).11 Pada periode ini kewajiban zakat bersifat ilzami dan teknis operasional serta berbagai ketentuan tentang zakat diberikan penjelasan oleh Rasulullah SAW. QS. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam (Jakarta. Forum Zakat.QS. sementara zakat mal (harta) diwajibkan pada tahun ke-9 Hijrah. kewajiban yang bersifat ilzami. 31:4. Luqman:4 dan sebagainya. 30:38-39. QS.10 Walau al-Qur’an sudah membicarakan zakat dalam ayat-ayat Makkiyah. 27: 1-3. 35). hlm. Lepas dari perbedaan pendapat itu.7 12Adiwarman Azwar Karim. menerima perintah zakat setelah beliau hijrah ke Madinah. yang jelas Nabi Muhammad saw. 39 6 . Terdapat perbedaan 10 Lihat QS. Sebagian beranggapan bahwa zakat fitrah mulai diwajibkan pada tahun ke-2 Hijrah di bersamaan Madinah. Penggunaan kata zakat bukan dipandang sebagai pada ayat-ayat Makkiyah. hlm. ayat-ayat tentang zakat yang turun di Madinah sudah menjelaskan bahwa zakat itu wajib dalam bentuk perintah yang tegas dan instruksi pelaksanaan yang jelas. tetapi ada juga yang berpendirian bahwa zakat disyariatkan pada tahun ketiga hijriah yakni satu tahun setelah pensyariatan shiyam yang diwajibkan satu tahun sebelumnya (kedua hijriah). 7:156-157. Tentang kapan zakat mulai di wajibkan. 41 : 6-7 11Terdapat perbedaan pendapat dikalangan para sejarawan Islam tentang waktu pensyari’atan zakat. 22:4. (Jakarta. RajaGrafindo Persada. QS. seperti QS alRum: 38-39 dan 1-3. Zakat & Peran Negara. mengingat ayat-ayat Makkiyyah. terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama. Kemudian praktek ini diteruskan oleh khalifah-khalifah sesudahnya.

maka taklif hukumpun dalam periode Madinah menemukan bentuknya yang baru seiring dan sejalan dengan perkembangan yang baru. Di kota ini mereka dapat membentuk kekuatan politik. dalam arti belum ditentukan jumlah harta yang harus dizakati (nisab) dan takaran zakatnya (miqdar). Nabi Muhammad di kota ini tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin agama. belum ada aturan khusus tentang nishab dan besarannya. al-Qardawi menilai bahwa zakat yang diwajibkan di Mekah bersifat mutlak (zakat almutallaqah).ini. Seiring dengan pertambahan peran yang dipegang oleh Nabi selama periode ini. Dapat dimengerti mengapa zakat pada periode Mekkah masih terbatas dan bersifat anjuran.14 Pelaksanaannya melibatkan sulthan (penguasa) beserta dorongan 13Yusuf al-Qardawi. hlm. tetapi Ia juga berfungsi sebagai penguasa politik (kepala negara). yaitu mengambil bentuk perundang-undangan yang bersifat ilzami. tentang ‘amil yang diberi tugas untuk mengambil. serta mereka yang berhak menerimanya. Hijrah ke kota Madinah memberikan warna baru bagi perjuangan umat Islam. 58-60 14 Ibid. 7 . pelaksanaan zakat diserahkan sepenuhnya pada kesadaran pribadi-pribadi seorang muslim. mengakibatkan umat Islam seringkali mendapat tekanan dan interogasi dari orang-orang kafir Qurais Mekkah sebagai penguasa kota Mekkah pada saat itu. mengelola dan mendistribusikannya. Zakat pada periode ini masih bersifat umum. I.13 Pelaksanaan zakat pada periode Mekkah. hlm 113. Ketiadaan otoritas politik yang cukup kuat. Hal ini tidak lain karena umat Islam belum mempunyai otoritas politik yang cukup kuat. Fiqh al-Zakat. belumlah menjadi dan tanggung jawab negara.

9 8 . mengelola. Al-Taubah (60): 34 17 Lihat QS. Disebut dengan kata sadaqah17 terkait dengan kejujuran seseorang. tetapi juga didukung oleh kekuasaan politik. Jakarta. Demikian pula yang terjadi dengan syari’at zakat. dan mendistribusikannya. Zakat dalam Perekonomian Modern. 78 16 Lihat QS. pada periode Madinah. 2002. Gema Insani Press. Fiqh al-zakat. Karena itu sadaqah adalah bukti kuatnya iman dan bakhil (pelit) sebagai bukti kedustaan. oleh karena memang zakat itu merupakan ketetapan yang bersifat pasti dari Allah yang harus diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. hlm. hlm. serta menentukan pula ‘amil yang bertugas menarik. Disamping itu memang salah satu tujuan utama zakat adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Syar’i menentukan harta-harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. 15 Yusuf Qardhawi. Al-Taubah (60): 60 dan 103 18 Didin Hafidhuddin. Zakat sifatnya wajib dan diwajibkan bagi orang kaya yang sudah memiliki tingkat kekayaan tertentu. yang tidak berdusta dengan keimanannya sendiri.keimanan. Orang yang memberi sadaqah adalah orang yang jujur.15 Jadi pelaksanaan hukum Islam pada periode Madinah tidak semata-mata di dasarkan pada kesadaran keberagamaan umat Islam. syarat dan ketentuan wajib harta yang dikeluarkan zakatnya. yaitu kata infaq dan kata shadaqah. terdapat istilah lain dalam al-Quran yang berkaitan dengan membelanjakan harta kekayaan yang dimiliki seseorang dengan maksud zakat. Disamping kata zakat. Zakat disebut infaq16 karena hakikatnya zakat itu adalah penyerahan harta untuk kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah SWT.18 Zakat disebut hak.

Sementara itu. barang dagangan. baik yang berupa mata uang. Keenam. maupun yang berbentuk tanaman. tetapi hanya harta yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Pertama. Al-Baqarah :267. harta tersebut harus mengalami pertumbuhan. dalam arti benarbenar dalam kewenangannya. kepemilikannya atas harta tersebut bersifat mutlak. buah-buahan. Al-Taubah : 103 dan QS. harta tersebut dimiliki secara nyata. hlm. yang wajib dizakati telah mencapai setahun (hawl) di tangan pemiliknya. UII Press. 34-35 20QS. (Daar el-Kutubal-‘Ilmiyah. 236. tt.19 Secara umum zakat itu diambil dari setiap harta yang dimiliki seseorang dan juga diambil dari setiap hasil usaha yang baik dan halal. 39 23Wuzarat al-Awqaf wa al-Shu’un al-Islamiyyah. Kedua. meskipun kemudian dalam Sunnah Nabi dijelaskan rincian-rincian harta yang wajib di keluarkan zakatnya. 1992) 33. cara memperoleh harta pun dipertimbangkan bagi penentuan besaran zakat. 9 .20 Al-Qurthuby21 (671 H) dalam menafsirkan QS. Darr alSafwah. Zakat dan Kemiskinan. yang waktu pembayarannya harus dilakukan saat panen atau ditemukan. harta tersebut telah mencapai jumlah minimal harta yang harus dizakati (nisab). Keempat. 21 Al-Qurthubi.sedangkan shadaqah dan infaq bisa dilakukan siapa saja tergantung keikhlasan dan tingkat keimanan seseorang. kecuali tanaman dan harta temuan (rikaz). Al-Taubah: 103 bahwa zakat itu diambil dari semua harta yang dimiliki. disamping besaran zakat yang harus dikeluarkannya (miqdar) darinya. harta tersebut melebihi dari kebutuhan dasar seseorang. hewan ternak. Jogyakarta. 19Muhammad dan Ridwan Saud. Ahmad Musthafa al-Maraghi22 (1495 H) ketika menafsirkan QS. 2005. Jilid 1 ( Maktabah Tijarisah. Tafsir al-Maraghi. zakat tidak dikenakan kepada seluruh harta benda seseorang. Al-Baqarah: 267 menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman untuk mengeluarkan zakat dari hasil usaha yang terkait. Ketiga. hlm. al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah (Kuwait.23 Lebih jauh. Namun demikian. 1993) hlm. dan biji-bijian. Kelima. 156 22Al-Maraghi.) 1365. Beirut. al-Jami’li Ahkam al-Quran.

dan apapun yang kamu dahulukan untuk dirimu dari kebaikan. Ayat di atas. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. 10 . Tidaklah mereka mengetahui. semuanya tidak akan hilang sia-sia. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. bahwasanya Allah menerima Taubat dari hambahamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang? [658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda [659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka. memberikan penjelasan bahwa makna “dan tunaikanlah zakat” artinya janganlah bakhil seorang mukmin yang kaya dalam mengeluarkan harta untuk membantu orang yang miskin. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. demikian juga memberikan harta benda untuk pembangunan segala usaha menegakkan agama jangan ditunda-tunda. Perintah Zakat dan Mengambilnya. Lebih baik kirimkan harta itu terlebih dahulu dari sekarang. dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. tetapi segala sedekah. Q. niscaya akan kamu dapatkan ia di sisi Allah. Q. Semuanya kelak akan engkau dapati kembali di sisi Allah. dan tunaikanlah zakat. keluarkanlah terlebih dahulu sekarang juga. 104.1. “Dan apapun yang kamu dahulukan untuk dirimu kebaikan.S At-Taubah: 103-104 103. Bukan saja zakat yang wajib. Artinya. hadiah dan hibah. niscaya akan kamu dapati ia di sisi Allah”. Sebab miskin itu adalah pintu kepada kufur. 1.. ini namanya telah dikirimkan terlebih dahulu untuk persiapan diri sendiri di hadapan Allah. jika diberi rizki oleh Allah di masa sekarang ini. Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu kerjakan” 2.S Al-Baqarah: 110 “Dan dirikanlah olehmu shalat.

Maka ayat ini memberi tuntunan tentang cara membersihkan diri. (103) Tidakkah mereka mengetahui. M. Hamka. Macam-macam Zakat 1. atau disebabkan oleh hartalah yang menghalang-halangi mereka berangkat. 24 2. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Beberapa Ulama memahami ayat ini sebagai perintah wajib atas penguasa untuk memungut zakat. Mengisyaratkan bahwa kehidupan atau hubungan timbal balik hendaknya didasarkan oleh take and give. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Zakat hasil tumbuhan dan buah-buahan Q. 706-707 11 .25 C.S Al-an'am: 141 24. Ayat ini juga menjadi alasan bagi para ulama untuk menganjurkan para penerima zakat agar mendo'akan setiap yang memberinya zakat dan menitipkannya untuk disalurkan kepada yang berhak. Tafsir Al-Mishbah. Kalau engkau bakhil. dan untuk itu Allah memerintahkan Nabi SAW mengambil harta mereka untuk disedekahkan kepada yang berhak. dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Quraish Shihab. Mereka yang mengakaui dosanya sewajarnya dibersihkan dari noda. Prof. yakni sebanyak anda menerima sebanyak itu pula hendaknya anda memberi. Tafsir Al-Azhar 25. Tetapi mayoritas ulama memahaminya sebagai perintah sunnah. hal.sebab hartamu yang sebenarnya ialah telah engkau belanjakan. Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. engkau tahan-tahan harta itu. vol. bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat. dan karena sebab utama ketidak ikutan mereka ke medan perang adalah ingin bersenang-senang dengan herta yang mereka miliki. DR. dan mendoalah untuk mereka. kelak jika engkau mati tidaklah ada faedahnya buat kamu. 5.

dan janganlah kamu berlebih-lebihan. 2. Imam Malik berpendapat bahwa yang wajib dizakati hanya yang dapat disimpan dan yang merupakan bahan makanan pokok. Walhasil pemetikan bukan bertujuan memenuhi kepentingan mendesak untuk dimakan oleh pemilik dan keluarganya pada hari-hari terjadinya pemetikan itu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. karena itu buah zaitunmenurutnya. zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya). tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya. Demikian juga sayur mayur. segala hasil bumi apapun jenisnya harus dizakati setelah memenuhi syaratsyaratnya. Sedangkan menurut Abu Hanifah. Penyisihan tersebut adalah indikator adanya kelebihan pemilik.tidak wajib dizakati. Kata (‫" )حصاد‬memetik" dijadikan sebagai waktu penunaian kewajiban atau tuntutan memberi kepada orang lain. dan tidak sama (rasanya). dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). karena memetik hasil tanaman bertujuan untuk menghimpun dan menyisihkannya untuk masa datang atau untuk menjualnya. Dahulu mayoritas ulama membatasi jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan buahbuahan yang wajib dizakati. dan dari sini lahir kewajiban atau anjuran menyisihkan sebagian untuk orang lain.Artinya : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung. Imam Syafi'i demikian juga pendapatnya dan menambah satu syarat. pohon kurma. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Zakat binatang ternak 12 . yakni kering.

ayat di atas membagi binatang tersebut ke dalam dua bagian. 308-309 13 . binatang yang besar sehingga dapat dijadikan pengangkut barang-barang berat. Quraish Shihab. Dengan demikian. Kata (‫" )فرشا‬alas" ada juga yang memahaminya dalam arti tunggangan.Q. domba dan sapi. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu. domba dan kambing yang manfaatnya sangat banyak. Ada pendapat lain untuk kata ini yaitu. zakat juga wajib dikeluarkan dari beberapa binatang ternak. unta. hal. atau semua yang kecil dari semua jenis binatang ternak.4. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Menurut mereka ternak yang kecil dinamai farsy/alas dan ada yang memahami yang disembelih. Masih kelanjutan ayat di atas. vol. M. Antara lain sebagai alat pengangkat barang-barang berat dan ada juga yang diambil manfaat dari bulu dan rambutnya sebagai alas. sapi.26 3. kambing. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Zakat Emas dan Perak Q. dan kedua yang hanya dapat dijadikan tunggangan. unta yang kecil.S Al-An'am: 142 Artinya : Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Pertama.S At-Taubah: 34 26 . Tafsir Al-Mishbah.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Mereka memakan dunia dengan memanfaatkan agama. 596-597 14 . maka beritahukanlah kepada mereka. ahli ibadah." mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batal dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah".27 27 . (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. dan kaum hartawan. Sehubungan dengan barang yang ditimbun. "Al-Qishud" adalah ulama kaum nasrani. maka diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa yang dimaksud adalah harta yang tidak dikeluarkan zakatnya. Mereka merupakan kelompok ketiga dari kalangan pemimpin manusia. "Ar-Ruhban" adalah ahli ibadah kaum nasrani. "Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya pada jalan Allah". hal. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. jilid 2. Oleh karena itu Allah berfirman. "Ahbar" adalah ulama kaum Yahudi. dia berkata: "Yaitu harta yang dikeluarkan zakatnya tidaklah disebut al-kanzu (harta karun) walupun ia berada di bawah bumi lapis ke tujuh". dan kepemimpinannya atas manusia. Muhammad Hasib Ar-Rifa'I. Hal senada juga dikemukakan oleh Umar bin Khathab. kedudukan. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah.artinya : Hai orang-orang yang beriman. Ats-Tsaury meriwayatkan dari Ibnu Umar. karena manusia itu dikategorikan atas kelompok ulama'.

Yang dimaksud infaq di sini adalah sedekah. Miskal adalah jenis timbangan 29 .28 atau = 200 Dirham.a : "Apabila seseorang memiliki emas 20 Dinar.29 4. Djamaluddin Ahmad Al Buny. Problematika Harta dan Zakat. AlMuwattha' Ibnu Malik menegaskan 20 Dinar itu = 200 Dirham. Ibnu Abbas berkata: "Sebagian dari harta kekayaan yang baik-baik yang telah mereka usahakan". padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya". bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. hal. dan sampai setahun miliknya. dan Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. Oleh sebab itu Allah berfirman: "Dan janganlah kamu memilih yang burukburuk lalu kamu nafkahkan darinya. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya.Nisab pada emas dan perak apabila telah sampai haulnya (tahun pengeluarannya). Para Ulama sepakat bahwa 20 Dinar = 20 Miskal. Dan ketahuilah. paling bagus dan paling elok". dengan ijma' para Ulama ialah seharga 20 Dinar atau = 200 Dirham. karena Allah itu baik. 108 15 . padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Ibnu Abbas juga berkata: "Allah menyuruh mereka menginfakkan harta yang paling baik. Hadits yang menegaskan nisab emas adalah Ibnu Hazam dari Jarir bin Hisyam dan Sayyidina Ali r. Allah melarang mereka bersedekah dengan harta yang hina dan rendah. Allah Ta'ala menyuruh hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berinfaq. Zakat Perniagaan Q/S Al-Baqarah: 267 artinya : Hai orang-orang yang beriman. keluarkan zakatnya setengah Dinar. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Itulah yang dimaksud dengan "jelek" oleh ayat ini. 28 . (1 Dinar = 10 Dirham).

walaupun masih terdapat golongan yang lain. 621 16 . dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. penyebutan golongan tersebut dalam ayat adalah untuk menjelaskan pihak penerima. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan kaum anshar yang menyedekahkan kurma jelek. jilid 2. Hudzaifah. para muallaf yang dibujuk hatinya. tidaklah wajib memberikan zakat kepada semua golongan. Menurut pendapat ini. pengurus-pengurus zakat. Ibid. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. dan Allah Maha Mengetahui. Diantara mereka adalah Umar. apakah zakat itu harus dibagikan kepada semua golongan atau kepada sebagiannya saja? Menurut pendapat yang paling shahih.31 30 .jilid 1. hal. dan Said bin Jabir. Ibnu Abbas. orang-orang yang berutang. hal. Muhammad Hasib Ar-Rifa'I. Dan Allah tidak memerlukan yang seperti itu dari kamu. hanyalah untuk orang-orang fakir. dan seluruh zakat dapat saja diberikan kepadanya. orang-orang miskin. Golongan yang Berhak Menerima Zakat Q. untuk (memerdekakan) budak.Maksudnya apabila harta itu diberikan kepadamu maka kamu tidak akan mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata. maka janganlah kamu memberikan kepada Allah yang tidak disukai olehmu. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.30 D. bukan untuk menyatakan kewajiban menghabiskan semua golongan. Inilah pendapat Imam Malik dan sekelompok Ulama salaf dan khalaf. Para Ulama berikhtilaf mengenai delapan orang ini. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah.S At-Taubah: 60 Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu. 443 31 . namun cukup menyerahkan kepada salah satu dari delapan golongan tersebut.

Zakat perniagaan 4 Orang yang berhak menerima zakat ada delapan golongan.Ibnu Sabil 17 . dapat pula diartikan mensucikan harta yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang memerlukan atau yang berhak. yakni wajib dikeluarkan dan tidak boleh ditunda-tunda.Muallaf (orang yang baru memeluk agama Islam) .Zakat binatang ternak . yaitu. . yakni.S Al-Baqarah: 110. Perintah zakat telah dijelaskan dalam Q.Orang-orang faqir .Zakat hasil tumbuhan dan buah-buahan . .Amilin (orang yang mengurusi zakat) .Riqab (budak belian) .Orang-orang miskin .BAB III PENUTUP Kesimpulan 1 2 3 Arti dari zakat adalah mensucikan jiwa.Gharim (orang yang kehidupannya terikat dengan hutang) .Zakat emas dan perak . Terdapat beberapa macam zakat.Sabilillah .

M.Hi Disusun oleh: Ainun Najib Elya Rahmawati Jauharotul Aliyah (932500306) (932500706) (932501006) JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) 18 . Mu’tashim Billah.TAFSIR AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ZAKAT Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah “Tafsir 2" Dosen Pengampu: Bpk.

tidak dilakukan oleh seorangpun dari para sahabat dan 19 . namun seputar itu ada yang terpercaya pada bidang dan ahlinya dari pengertian ayat dibawah ini: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir. pengurus-pengurus zakat. dan tidak berhutang untuk membiayai kemaksiatan. sebagai sesuatu ketetapan yang di wajibkan Allah. sehingga ia sampai ke tujuanya. Miskin: orang yang mampu memenuhi lebih dari separoh kebutuhanya. Orang yang sedang dalam pejalanan yaitu para musafir yang kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalananya. namun ia belum mampu memenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. untuk jalan Allah. untuk(memerdekakan) budak. maka ia diberi zakat untuk beberapa bulan kebutuhanya." (QS. At-Taubat:60) Dari ayat tersebut Allah telah mejelasakan delapan golongan yang berhak menerima zakat: 1 2 Fakir: orang yang hanya mampu memenuhi kurang dari separoh kebutuhanya. Amil Zakat: orang yang ditugaskan oleh penguasa (pemerintah) untuk mengumpulkan zakat dari orang yang membayar zakat. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Nabi tidak pernah membagikan zakat fitrah sedikit-sedikit kepada golongan yang delapan.mereka di beri upah yang layak sesuai dengan pekerjaan mereka. dan 3 4 5 6 Orang-orang yang berhutang: mereka adalah orang-orang yang terbebani hutang mereka di beri zakat untuk melunasi hutang mereka dengan syaratnya harus beragama islam. mereka di beri zakat untuk diri mereka sendiri atau untuk membeli senjata. 7 8 Ibnu Qayyim membantah pendapat ini dan berkata: "Pengkhususan zakat fitrah bagi orang-orang miskin. merupakan hadiah dari Nabi saw. tidak mampu melunasi hutang. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijakasan. orang-orang miskin. tidak pernah pula menyuruhnya. Fi sabilillah: mereka adalah para mujahid yang berperang dengan suka rela tanpa mendapat gaji dari pemerintah. mereka diberi zakat agar hti mereka lunak menerima islam dan agar keimanan dihati mereka tetap teguh Zakat juga di berikan untuk memerdekakan budak membebaskan tawanan perang yang tertawan oleh pihak musuh. maka ia diberi zakat sekedar kebutuhanya.KEDIRI 2008 Pendapat yang masyhur dari ayat zakat yakni terdiri dari multi terjemahan. orang yang berhutang. Para muallaf yang dibujuk hatinya: adalah orang orang yang baru memeluk islam. para mu'allaf yang di bujuk hatinya.

Ibnu Katsir r. supaya tidak berkurang jumlahnya. tidak dalam pembebasan perbudakan. sebagaimana yang terdapat dalam surat at-Taubat ayat 60. Pendapat yang mewajibkan mengkhususkan kepada orang-orang yang fakir saja. Pendapat ini di pegang pula oleh Imam Hadi. Dalam hal ini jelas ada tiga pendapat: 1. Tidak pada petugas zakat. Menurut mazhab Maliki. zakat itu diberikan kepada asnaf lainya. di perkuat oleh Ibnu Qoyyim dan gurunya. Qashim dan Abu Tholib. tidak pada orang yang berutang. Ini adalah pendapat jumhur.bahkn salah satu pendapat dari mazhab kami adalah tidak boleh menyerahkan zakat fitrah. Roslullah saw. karena zakat fitrah adalah zakat juga. ini adalah pendapat golongan Maliki. tidak untuk orang yang berutang. salah satu dari pendapat Imam Ahmad. sesungguhnya zakat fitrah itu hanyalah diberikan kepada golongan fakir dan miskin saja. bahwa zakat itu diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang fakir. tidak pada orang yang muallaf. dan mereka mengecam Rasulullah mengenai pembagian zakat. sesuai dengan kebutuhan dan kemaslahatan. sehingga masuk dalam keumuman sebagaimana pada surat at-Taubat ayat:60 3. berdasarkan hadist: "Zakat fitrah adalah untuk memberi makan pada orang-orang miskin.dimana mereka mengatakan bahwa zakat fitrah itu hanyalah di berikan kepada fakir miskin saja. maka kemudian Allah SWT menerangkan dengan gamblang bahwa Dialah yang membaginya. bukan diambil dari zakat. jika orang orang fakir itu ada. tetapi ini tidak berarti mencegah diberikanya kepada kelompok lainnya. yaitu Ibnu Taimiyah. “Tatkala Allah SWT menyebutkan penentangan orang-orang munafik yang bodoh itu atas penjelasan Nabi saw.orang-orang sesudahnya. tidak melarang. Dia tidak pernah menyerahkan masalah 20 . maka di pindahkan kenegara tetangga dari ongkos orang mengeluarkan zakat." Hadist-hadist di atas menunjukkan bahwa maksud utama zakat fitrah adalah mencukupkan orang-orang fakir pada hari raya. dan Dialah pula yang memproses ketentuan-ketentuan zakat itu. tidak kepada yang lainnya dari asnaf yang delapan. kecuali hanya kepada golongan miskin saja. Dialah yang menetapkan ketentuannya. Pendapat yang memperkenankan membagikannya pada asnaf yang delapan dan mengkhususkanya kepada golongan fakir. Pendapat yang mewjibkan di bagikan pada asnaf yang delapan. dengan rata ini adalah pendapat yang masyhur dari golongan Syafi'i.a. sendirian. bahkan tidak diberi kecuali dengan sifat fakir. Apabila di suatu negara tidak ada orang fakir. ketika menafsirkan ayat ini dalam kitab tafsirnya II: 364 mengatakan. Pendapat ini lebih kuat dibanding pendapat yang mewajibkan pembagian zakat fitrah pada asnaf yang delapan. sebagaimana penjelasan Nabi tentang zakat harta. 2. tidak untuk orang yang berperang dan tidak pula untuk ibnu sabil yang kehabisan bekal untuk pulang." Dan hadis: "Cukupkanlah mereka di hari raya ini. tanpa campur tangan siapapun.

a.pembagian ini kepada siapapun selain Dia. dan Abu Hurairah meriwayatkannya lihat Ibnu Majah I:589 no: 1839 dan Nasa’i V:39). bahwa ada dua orang sahabat mengabarkan kepadanya bahwa mereka berdua pernah menemui Nabi saw.a. ada dua pendapat : Pendapat pertama. Maimun bin Mahcar. bersabda. bahwa Rasulullah saw. Orang-Orang Miskin Dari Abu Hurairah r. Ibnu Jarir mengatakan. Sa’id bin Jubair. maka Rasulullah memperhatikan mereka berdua dengan seksama dan Rasulullah mendapatkan mereka sebagai orang-orang yang gagah. di antara mereka ialah Umar bin Khatab. Hudzifah Ibnul Yaman. walaupun ada kelompok-kelompok yang lain.a. penulis. Pendapat kedua. Maka Dia membagi-bagikannya kepada orang-orang yang telah disebutkan dalam ayat di atas : Pakar tafsir kenamaan Ibnu Katsir menegaskan bahwa para ulama’ berbeda pendapat mengenai delapan kelompok ini. Tirmidzi II: 81 no: 647.” (Shahih : Shahih Abu Daud no: 1438. seluruh zakat diberikan kepada kelompok tersebut. “Ya Rasulullah. meminta zakat kepadanya. Imam Ibnu Katsir mengatakan. dibagikan pada satu kelompok saja diantara mereka. ataukah boleh diberikan kepada sebagian di antara mereka ? Dalam hal ini. “Jika kamu berdua mau. mengatakan bahwa zakat itu harus dibagikan kepada semua delapan kelompok itu. Kelompok kedua. Oleh karena itu. “Zakat tidak halal bagi orang yang kaya dan tidak (pula) bagi orang yang sehat dan kuat. “Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling minta-minta agar diberi sesuap dua suap makanan dan satu biji kurma. Ini adalah pendapat Imam Malik dan sejumlah ulama’ salaf dan khalaf. akan saya beri. tetapi (sesungguhnya) orang yang kaya dan orang yang kuat berusaha tidak mempunyai bagian untuk menerima zakat. bukan karena keharusan memberikan zakat itu kepada semuanya. Ini adalah pendapat Imam Syafi’I dan sejumlah ulama’ yang lain. Ibnu Abbas Abul’Aliyah. boleh saja. Orang-orang fakir Dari Abdullah Ibnu Umar bin al-Ash r. bahwa Rasulullah saw.” (Kemudian) para sahabat bertanya. “Ini adalah pendapat mayoritas ahli ilmu. Kemudian Rasulullah bersabda. bahwa ia akan menyebutkan hadits –hadits yang bertalian dengan masing-masing dari delapan kelompok kita: Kelompok pertama .” (Shahih : Shahihul Jami’ no: 7251. menyatakan bahwa tidak harus dibagikan kepada mereka semua. Dari Ubaidillah bin ‘Adi bin al-Khiyar r. ‘Aunul Ma’bud V: 41 serta Nasa’i V:99). bersabda. (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Jawab 21 . (Abdul ‘Azhim bin Badawi) menyebutkan semua kelompok yang berhak menerima zakat di sini hanyalah untuk menjelaskan pengertian masing-masing kelompok. apakah mereka harus mendapatkan bagian semua. ‘Aunul Ma’bud V:42 no:1618.

menghadap Rasulullah saw.Beliau. kemudian Rasulullah saw.a. namun mereka tidak boleh berasal dari kalangan kerabat Rasulullah saw.a.(Imam Nawawi berkata. Beliau bersabda. Muslim I:132 no:150. walaupun selain dia lebih kucintai daripadanya (laki-laki tersebut) karena khawatir Allah akan mencampakkannya ke (jurang) neraka Jahanam. dan Nasa’i VIII:103). dan Nasa’i V:105-106). yang haram menerima zakat. Muslim II : 752 no:1072. karena zakat itu adalah kotoran (untuk mensucikan diri) manusia.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari I: 79 no:27. Muslim II:754 no:168 dan 1072.Golongan orang yang diberi zakat dengan harapan agar keislamannya kian baik dan hatinya semakin mantap. bahwa Ali r. dari Yaman dengan membawa 22 .” (Shahih . “Ma’na AUSAKHUN NAAS ialah zakat itu sebagai pembersih harta benda dan jiwa mereka. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan dari Abu Sa’id r. Kelompok keempat : Orang-orang Muallaf Kelompok muallaf ini terbagi menjadi beberapa bagian. sebagaimana yang ditegaskan Allah Ta’ala.” (Shahih : Mukhtashar Muslim no: 1558. Sebagai misal Nabi saw. Nasa’i V:85 dan Abu Daud V:39 no: 1615).Orang yang diberi sebagian zakat agar kemudian memeluk Islam. Seperti pada waktu perang Hunain juga. ‘Aunul Ma’bud VIII: 205-208 no: 2969. Shahihul Jami’ no:1664. lalu memohon kepada beliau agar mereka diangkat sebagai penarik dan pengumpul zakat. ‘Aunul Ma’bud XII : 440 no:4659. 2.“Salah mereka yang yang hidupnya tidak berkecukupan dan dia tidak punya kepandaian untuk itu. lalau diberi shadaqah.“ Jadi zakat adalah pembersih kotoran.a. Kelompok ketiga: Para Amil Zakat Mereka adalah orang-orang yang bertugas menarik dan mengumpulkan zakat. “Pungutlah sebagian dari harta benda mereka sebagai zakat yang mensucikan mereka dan membersihkan (jiwa) mereka. Fathul Bari III : 341 no: 1479. “Sesungguhnya aku benar-benar memberi zakat kepada seorang lakilaki. 1.ada sekelompok prajurit beserta pemukanya diberi seratus unta. selalu memberi kepada hingga beliau menjadi orang yang paling kucintai. setelah sebelumnya beliau menjadi orang yang paling kubenci.” (Muttafaqun ‘alaih:Muslim II : 719 no:1039 dan lafadz baginya. dimana waktu itu ia ikut berperang bersama kaum Muslimin: “Nabi saw. pernah memberi Shafwan bin Umayyah sebagian dari hasil rampasan perang Hunain. “Sesungguhnya zakat itu tidak halal bagi keluarga Muhammad dan tidak (pula) bagi keluarga Muhammad. dan mereka tidak mau minta-minta kepada orang lain. Lihat Syarah Muslim VII:251). ‘Aunul Ma’bud VIII: 205. bersabda. Hal ini ditegaskan oleh hadits shahih riwayat Imam Muslim dan lain-lain : Dari Abdul Mutthalib bin Rabi’ah al Harits bahwa ia pernah berangkat di Fadhl bin al Abbas r. Maka (kepada mereka). pernah diutus menghadap kepada Nabi saw.

pent).emas yang masih berdebu.” Ini juga menjadi pendapat Mazhab Imam Ahmad. Yaitu bahwa kata riqab lebih menyeluruh ma’nanya daripada sekedar memberi zakat kepada hamba mukatab. 4. bentuk jama’ dari raqabah “budak belian” ialah hamba mukatab (hama yang telah menyatakan perjanjian dengan tuannya bilamana sanggup menghasilkan harta dengan nilai tertentu dia akan dimerdekakan. zakat ini kadang-kadang amat dibutuhkan oleh mereka. dan Imam Ishaq. Kelompok yang lain berpendapat. Imam Malik. sehingga mereka harus mendapat alokasi bagian dari zakat. Kelompok kelima :Untuk memerdekakan Budak Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri. an-Nakha’i. Muslim II:741 no:1064. Umar bin Abdul Aziz. ‘Aunul Ma’bud XIII : 109 no:4738). Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits berikut : 23 . 3. karena Allah telah memperkuat agama Islam dan para pemeluknya serta telah memberi kedudukan yang kuat kepada mereka di bumi dan telah menjadikan hamba-hambaNya tunduk pada mereka (kaum muslimin). “Tidak mengapa memerdekakan budak belian dengan uang dari zakat. (kedua) Uyainah bin Badr. dan ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan al-Lain. Ada banyak hadits yang menerangkan besarnya pahala memerdekakan budak. Muqatil bin Hayyan. Sa’id bin Jubair. sampai untuk kemaluan sang budak Allah memerdekakan kemaluan orang yang memerdekakannya. Wallahu a’lam. bahwa para muallaf itu tetap harus diberi. Diriwayatkan juga pendapat yang semisal dengan pendapat tersebut dari Abu Musa al-Asy’ari.Bagian ini ialah orang-orang muallaf yang diberi zakat lantaran rekan-rekan mereka yang masih diharapkan juga memeluk Islam. “Aku menarik hati mereka. lalu dibagi oleh beliau saw. lalu Rasulullah bersabda.Mereka yang mendapat bagian zakat agar menarik zakat dari rekan-rekannya. mengatakan bahwa dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama’ bahwa para muallaf tidak usah diberi bagian dari zakat setelah beliau wafat. (ketiga) ‘Alqamah bin ‘Alatsah. karena Rasulullah saw. atau sekedar membeli budak lalu dimerdekakan. dan (keempat) Zaid al-Khair. kepada empat orang (pertama) al-Aqra’ bin Habis. pernah memberi mereka zakat setelah penaklukan kota Mekkah dan penaklukan Hawazin.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III: 67 no:4351. Apakah muallaf sepeninggal Nabi saw. Ibnu Zaid bahwa yang dimaksud riqab.a. masih berhak mendapatkan bagian dari zakat ? Ibnu Katsir r. az-Zuhri. Ibnu Abbas dan al-Hasan berkata. dan Allah SWT untuk setiap anggota badan budak tersebut memerdekakan satu anggota badan orang yang memerdekakannya dari api neraka. atau agar membantu ikut mengamankan kaum Muslimin yang sedang bertugas di daerah perbatasan.

Menurut hemat penulis Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi. “Barangsiapa yang telah memerdekakan seorang budak mukmin. Kelompok ketujuh : fi sabilillah ialah para mujahid sukarelawan yang tidak memiliki bagian atau gaji yang tetap dari kas negara. “Ya Qubaishah sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal. Kelompok keenam : Orang-orang yang Berhutang Mereka terbagi menjadi beberapa bagian : Pertama. orang yang mempunyai tanggungan atau dia menjamin suatu hutang lalu menjadi wajib baginya untuk melunasinya kemudian meludeskan seluruh hartanya karena hutang tersebut. kedua. sampai berhasil mendapatkannya.ash-Shaffat. bersabda. karena balasan suatu amal perbuatan sejenis dengan amal yang dilakukannya. al-Hasan al-Bashri dan Ishaq bahwa menunaikan ibadah haji termasuk fi sabilillah. Menurut Imam Ahmad. hingga datang zakat untuk kuberikan kepadamu!” Rasulullah saw. ketiga. ‘Aunul Ma’bud V:49 no: 1624. (Ketiga). Maka Beliau bersabda. bahwa kesulitan hidup telah menimpa si fulan. Aku pernah mempunyai tanggungan (untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa).” (QS. kemudian aku datang kepada Rasulullah saw. Allah berfirman. orang yang bangkrut. Muslim II: 722 no:1044.a. aku mendengar Rasulullah saw. Maka mereka semua layak menerima bagian dari zakat. maka kepadanya dihalalkan meminta zakat. Maka tidak ada hak bagi selain yang tiga kelompok itu untuk meminta wahai Qubaishah!” (Shahih : Mukhtashar Muslim no: 568. lalu bertaubat. orang yang tertimpa kebingungan yang sangat. “Tegakkanlah. Tirmidzi III:49 no: 1581).” (Shahih : Shahihul Jami’us Shaghir no:6051. Dasar yang menjadikan pijakan untuk masalah ini ialah hadits dari Qubaishah bin Mukhariq al-Hilali r. (Kedua). maka dihalalkan baginya meminta. ia berkata.39). menanyakan perihal beban tanggungan itu. kecuali bagi tiga golongan: (Pertama) orang-orang yang memikul beban untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa. tiga imam itu mendasarkan pendapatnya pada hadits berikut : 24 . maka baginya dihalalkan meminta hingga mempunyai kekuatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.a. melainkan apa yang telah kamu lakukan. sehingga ia mendapatkan kekuatan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. melanjutkan sabdanya. karena rusaknya harta bendanya. sehingga berhenti memintanya. dan keempat. “Dan kamu tidak diberi pembalasan. niscaya Allah dengan setiap anggota badannya akan membebaskannya anggota badan (orang yang memerdekakannya) dari api neraka.Dari Abu Hurairah r. orang yang berhutang untuk menutupi hutangnya. dan Nasa’i V:96). ia berkata. Hal itu tidak lain. orang yang berlumuran maksiat. orang yang mendapatkan kesulitan hidup hingga tiga orang dari pemuka kaumnya berdiri (lalu bertutur). hingga orang itu memerdekakan (masalah) kemaluan dengan kemaluan.

‘Aunul Ma’bud V:465 no : 1974. Demikian juga hukum yang diterapkan kepada orang yang mengadakan safar dari negerinya ke negeri orang dan dia ia tidak membawa bekal sedikitpun.” Maka jawabnya. kecuali bagi lima (kelompok): (pertama) orang kaya yang menjadi amil zakat. dan Baihaqi VI: 164). “(Tolong) hajikanlah aku dengan biaya dari hasil menjual untamu (yang berasal dari zakat) si fulan itu. “Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat). Mustadrak Hakim I: 183. Rasulullah bersabda. (kedua) orang kaya yang membeli barang zakat dengan harta pribadinya. “Itu diperuntukkan fi sabilillah. dan ia meminta kepadaku agar ia bisa menunaikan ibadah haji bersamamu. Adapun dalilnya ialah ayat enam puluh surah at-Taubah dan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Ibnu Majah.a. Rasulullah bersabda. (ketiga) orang yang berutang. Ia mengatakan. “(Ya Rasulullah). berarti fi sabilillah juga). “Itu diperuntukkan fi sabilillah Azza Wa Jalla.a. Sumber: 25 . “Zakat tidak halal bagi orang yang kaya.. meskipun ia seorang yang mempunyai harta.Dari Ibnu Abbas r. bermaksud hendak menunaikan ibadah haji. dari ‘Atha’ bin Yassar dari Abi Sa’id r.”Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mem¬punyai kekuatan tenaga. dan Ibnu Majah I: 590 no :1841). berkata bahwa Rasulullah saw. lalu bertutur. “Aku tidak punya biaya untuk menghajikanmu. sesungguhnya isteriku menyampaikan salam kepadamu. maka dia pantas mendapat alokasi dari bagian zakat yang cukup hingga kembali ke negerinya sendiri. “(Tolong) hajikanlah diriku dengan biaya dari menjual untamu (yang berasal dari zakat) si fulan itu. Lalu ada seorang wanita berkata kepada suaminya (tolong) hajikanlah aku bersama Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw.” (Hasan Shahih : Shahih Abu Daud no : 1753.” Kemudian sang suami datang menghadap Rasulullah saw. (keempat) orang kaya yang ikut berperang di jalan Allah. Dari Ma’mar dari Yasid bin Aslam.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 7250. kalau engkau menghajikannya dengan biaya berasal dari hasil tersebut. (kelima) orang miskin yang mendapat bagian zakat. maka ia berhak diberi bagian dari zakat yang sekiranya cukup untuk pulang dan pergi. “Ketahuilah sesungguhnya.“ Ia berkata (lagi) kepada suaminya. Hamba sahaya. bersabda. ‘Aunul Ma’bud V : 44 no : 1619. karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya dan Keturunan Rasulullah.’ Lalu saya jawab. kepadaku. bersabda.” (HR Bukhari). Wallahu 'Alam bishowab.’ “Maka Rasulullah saw.” (HR Muslim). Kelompok kedelapan : Ibnu Sabil Adalah seorang yang musafir melintas di suatu negeri tanpa membawa bekal yang cukup untuk kepentingan perjalanannya. lalu dihadiahkannya kembali kepada orang kaya.” Maka jawabnya.

cacat fisik). Sesuai hadits: "Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling minta-minta agar diberi sesuap dua suap nasi. FAKIR DAN MISKIN Siapakah yang disebut fakir dan miskin ? Terdapat beragam definisi mengenai kata fakir dan miskin. demikian pula pakaian untuk musim dingin dan musim panas. dan merekapun tidak pergi meminta-minta pada orang" (Bukhari Muslim) Fakir miskin hendaklah diberikan harta zakat yang mencukupi kebutuhannya sampai dia bisa menghilangkan kefakirannya. Selanjutnya kita dianjurkan pula untuk lebih memperhatikan orang-orang miskin yang menjaga diri dan memelihara kehormatan. hendaknya disantuni seumur hidupnya dari harta zakat. Amil adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat. Tingkat hidup minimal bagi seseorang ialah dapat memenuhi makan dan minum yang layak untuk diri dan keluarganya. juga mencakup tempat tinggal dan keperluan-keperluan pokok lainnya baik untuk diri dan tanggungannya.. zakat yang diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin). 439 – 448. Maka jelaslah bahwa tujuan zakat bukanlah memberi orang miskin satu atau dua dirham. masih sangat minim dalam menunaikan kewajiban ini. Kitab Tafsir Ibnu Katsir Fiqih Empat Mazhab the and etc. dimana Allah menyediakan upah bagi mereka dari harta zakat sebagai imbalan. hlm.‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi. 26 . terj.. Layak sebagai manusia yang didudukan Allah sebagai khalifah di bumi. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz. tapi secara umum fakir dan miskin itu adalah mereka yang kebutuhan pokoknya tidak tercukupi sedangkan mereka secara fisik tidak mampu bekerja atau tidak mampu memperoleh pekerjaan. sementara ini ummat Islam. satu dua biji kurma. tapi maksudnya ialah memberikan tingkat hidup yang layak. ambil contoh di Indonesia. Wah. yang telah masuk ke dalam ummat pilihan dari kalangan manusia. dan layak sebagai Muslim yang telah masuk ke dalam agama keadilan dan kebaikan. AMIL ZAKAT Amil merupakan sasaran berikutnya setelah fakir miskin (9:60). tapi orang miskin itu ialah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan kemudian diberi sedekah. Bagi yang mampu bekerja hendaknya diberikan peralatan dan lapangan pekerjaan. Sedangkan bagi yang tidak mampu lagi bekerja (orang jompo. tentunya banyak sekali harta zakat yang harus dikumpulkan. Golongan ini dapat dikatakan sebagai inti sasaran zakat (Hadits: . Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah.

2. sakit. Zakat punya anggaran khusus yang dikeluarkan daripadanya untuk gaji para pelaksananya. Hendaknya ia mempunyai kebutuhan untuk memiliki harta yang dapat membayar utangnya. Orang yang berhutang untuk kemaslahatan sendiri (seperti untuk nafkah keluarga. Amil mengadakan sensus berkaitan dengan: 1 1 1 1 orang yang wajib zakat. karena yang diberikan kepadanya adalah imbalan kerjanya bukan berupa pertolongan bagi yang membutuhkan. mendirikan rumah dlsb). Amil itu adalah pegawai. Syarat Amil (siapa tahu ada Isneter yang tertarik menjadi Amil Professional) : 1 1 1 1 1 1 1 1 Seorang Muslim Seorang Mukallaf (dewasa dan sehat pikiran) Jujur Memahami Hukum Zakat Berkemampuan untuk melaksanakan tugas Bukan keluarga Nabi (sekarang sudah nggak ada nih) Laki-laki Sebagian ulama mensyaratkan amil itu orang merdeka (bukan hamba) Tugas Amil : Semua hal yang berhubungan dengan pengaturan zakat. maka hendaklah diberi upah sesuai dengan pekerjaannya.Dimasukkannya amil sebagai asnaf menunjukkan bahwa zakat dalam islam bukanlah suatu tugas yang hanya diberikan kepada seseorang (individual). tidak terlalu kecil dan tidak juga berlebihan. yaitu maksimal sebesar 1/8 bagian. misalnya oleh pemerintah dibayarkan dari sumber pendapatan pemerintah lainnya. Termasuk didalamnya orang yang terkena bencana sehingga hartanya musnah. Orang tsb berhutang dalam melaksanakan ketaatan atau mengerjakan sesuatu yang diperbolehkan syariat. Pendapat yang terkuat yang diambil Yusuf Qardawy adalah pendapat Imam Syafi'i. 27 . Kalau upah itu lebih besar dari bagian tersebut. macam-macam zakat yang diwajibkan besar harta yang wajib dizakat Mengetahui para mustahik : Jumlahnya jumlah kebutuhan mereka dan jumlah biaya yang cukup untuk mereka. Berapa besar bagian buat amil ini : Amil tetap diberi zakat walau ia kaya. haruslah diambilkan dari harta diluar zakat. Beberapa syarat gharimin ini : 1. GHARIMIN Gharimin dapat terbagi dua : A. tapi merupakan tugas jamaah (bahkan menjadi tugas negara).

jembatan. Kondisi hutang tsb berakibat sebagai beban yang sangat berat untuk dipikul. pajak. 28 . maka dia harus mengembalikan bagiannya itu. Mazhab Zaidi. Apabila hutangnya diberi tenggang waktu dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah orang yang berhutang ini dapat dikategorikan sebagai mustahik. seperti mendirikan dam. Rasyid Ridha dan Syaltut. FISABILILLAH Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai definisi "Fisabilillah" yang menjadi sasaran zakat dalam ayat 9:60. Orang yang berhutang untuk kemaslahatan orang lain. Umumnya hal ini dikaitkan dengan usaha untuk mendamaikan dua pihak yang bersengketa. dll. Mazhab Ja'fari. 2. tentunya tidak termasuk kaum gharimin yang menjadi sasaran zakat. Disyariatkan menyerahkan zakat kepada pribadi Mujahid. 2. Yaitu untuk membayar lunas hutangnya. Apabila ternyata ia dibebaskan oleh yang memberi hutang. mengurus mayat dll. Tidak diperbolehkan menyerahkan zakat demi kepentingan kebaikan dan kemaslahatan bersama. Jadi bagi kita yang mengambil kredit TV misalnya. Memerangi riba. 4. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan mereka. Shadiq Hassan Khan.3. tapi justru menikmatinya. 1. 3. B. Karena ia sudah tidak memerlukan lagi (untuk membayar hutang). Kesepakatan Madzhab Empat tentang Sasaran Fisabilillah. dlsb. Namun beberapa ulama lain telah meluaskan arti sabilillah ini seperti : Imam Qaffal. Jihad secara pasti termasuk dalam ruang lingkup Fisabilillah. Biaya untuk urusan ini diserahkan pada kas baitul maal dari hasil pendapatan lain seperti harta fai. Mengurangi beban orang yang berutang dimana ia selalu menghadapi kebingungan di waktu malam dan kehinaan di waktu siang. Berapa besar orang yang berhutang harus diberikan ? Orang yang berhutang karena kemaslahatan dirinya harus diberi sesuai dengan kebutuhannya. namun tidak ada dalil syara' yang mengkhususkan gharimin hanya pada usaha mendamaikan tsb. berbeda dengan menyerahkan zakat untuk keperluan jihad dan persiapannya. Sesungguhnya Islam dengan menutup utang orang yang berhutang berarti telah menempatkan dua tujuan utama : 1. atau definisi dalam arti luas yaitu "segala bentuk kebaikan dijalan Allah". upeti. Ar Razi. Karena kita bukannya sengsara karena hutang. walaupun ia orang kaya. Apakah harus digunakan definisi dalam arti sempit yaitu "jihad". memperbaiki jalan. masjid dan sekolah. Hutangnya harus dibayar pada waktu itu. Oleh karenanya orang yang berhutang karena melayani kepentingan masyarakat hendaknya diberi bagian zakat untuk menutupi hutangnya.

tidak terbatas sasarannya dan apalagi terhadap orang-orangnya. komunis. yaitu peperangan yang ditujukan untuk selain membela agama Allah. apabila ada suatu negara dimana pendidikan merupakan masalah utama. Namun demikian. Makna umum ini meniadakan pengkhususan sasaran zakat delapan. pada otak-otak pengajar dan ruh masyarakat yang disahkan di sekolah-sekolah pendidikan secara keseluruhan. namun termasuk juga segala bentuk peperangan yang menggunakan akal dan hati dalam membela dan mempertahankan aqidah Islam. dan sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi : "Sesungguhnya Allah tidak meridhoi hukum Nabi dan hukum lain dalam masalah sedekah. Dll. maka sampailah Yusuf Qardhawi pada kesimpulan sbb : Pendapat yang dianggap kuat adalah. akhirnya Yusuf Al-Qaradhawy berkesimpulan sbb: 29 . apakah harus dibagi sama rata ke 8 golongan tsb. karena dengan keumumannya ini meluas pada aspek-aspek yang banyak sekali. kebangasaan. dan juga merujuk pengertian kata fisabilillah yang tertera dalam ayat-ayat Al Qur'an. bagaimanapun keadaan dan bentuk jihad serta senjatanya. atheis ataupun sekularis. Setelah mendalami perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini. karenanya pasti yang dimaksud disini adalah makna yang khusus. Setiap jihad yang dimaksudkan untuk menegakkan kalimat allah termasuk sabilillah. serta menjaganya dari racun-racun yang ditiupkan melalui kurikulum dan buku-buku. Makna yang khusus ini tiada lain adalah jihad. bahwa makna umum dari sabilillah itu tidak layak dimaksud dalam ayat ini. Sebaliknya tidak semua peperangan termasuk kategori sabilillah. sehingga Ia menetapkan hukumnya dan membaginya pada delapan bagian". Mendirikan percetakan surat khabar untuk menandingi berita-berita yang merusak dan menyesatkan ummat. dan sangat dianjurkan oleh Islam. seperti halnya perang yang sekedar membela kesukuan. yaitu jihad untuk membela dan menegakkan kalimat Islam dimuka bumi ini. diantaranya melalui pendirian pusat kegiatan Islam yang mendidik pemuda Muslim. atau membela kedudukan. Kemana dipergunakan Bagian Sabilillah di zaman sekarang ? Membebaskan Negara Islam dari hukum orang kafir Bekerja mengembalikan Hukum Islam termasuk Jihad Fisabi-lillah. dan yayasan pendidikan telah dikuasai kaum kapitalis. menjelaskan ajaran Islam yang benar. miskin dan asnaf-asnaf lain. memelihara aqidah dari kekufuran dan mempersiapkan diri untuk membela Islam dari musuh-musuhnya. mendidik anak-anak kaum Muslimin dan memeliharanya dari pencangkokan kehancuran fikiran dan akhlaq. yang membedakannya dari sasaran-sasaran lain. Kalau demikian apa sesungguhnya perbedaan antara sasaran ini dengan sasaran sesudah dan yang sebelumnya ? Sesungguhnya Kalamullah yang sempurna dan mu'jiz pasti terhindar dari pengulangan yang tidak ada faedahnya. maka jihad yang paling utama adalah mendirikan madrasah yang berdasarkan ajaran Islam yang murni. Demikian saja yang dapat dibahas dari 8 golongan sasaran zakat. Contoh : "Mendirikan sekolah berdasarkan faktor tertentu adalah perbuatan shaleh dan kesungguhan yang patut disyukuri. karena itu semua termasuk kebajikan dan ketaatan kepada Allah. atau bisa ada kebijakan lain.Setelah mengkaji perbedaan-perbedaan pendapat ini. akan tetapi ia tidak dimasukkan dalam ruang lingkup JIHAD. Kemudian Yusuf Al-Qaradhawy memperluas arti Jihad ini tidak hanya terbatas pada peperangan dan pertempuran dengan senjata saja. Seperti halnya sabilillah dengan arti yang umum itu akan meliputi pemberian pada orang-orang fakir. Berikut ini adalah kesimpulan dari pembahasan mengenai persoalan distribusi zakat yang diperoleh.

Sebab terkadang ada pada suatu daerah seribu orang fakir. Dan ini hanya berlaku bagi Imam atau Hakim agama yang mengumpulkan zakat dan membagikannya pada mustahik. tidak boleh lebih dari itu. bahkan diberikan pada satu individu. tertuju pada sebagian sasaran tertentu saja. dan membiarkan golongan yang lemah yang membutuhkan dari golongan fakir miskin. 30 . merupakan tujuan utama dari zakat. 2. 4. Pemberian itu tidak menyembuhkan dan tidak mencukupi. Itu semua hanya tergantung pada jumlah dan pada kebutuhannya. yang paling tepat dalam masalah ini adalah pendapat Imam Malik dan yang sebelumnya. sebagaimana dikemukakan oleh Abu Hanifah. Apabila harta zakat itu sedikit. Hendaknya mengambil pendapat madzhab Syafii dalam menentukan batas yang paling tinggi yang diberikan kepada petugas yang menerima dan membagikan zakat itu. sebagaimana yang dikemukakan oleh an-Nakha'i dan Abu Tsaur. 5. Hal ini lebih baik daripada memberi kepada orang banyak. untuk sasaran yang banyak atau orang yang banyak dari satu sasaran. sehingga Rasulullah saw tidak menerangkan dalam hadis Muadz dan juga hadis lain selain sasaran ini: " Zakat itu diambil dari orang yang kaya dan diberikan pada orang fakir". Hendaknya golongan fakir dan miskin adalah sasaran pertama yang harus menerima zakat. sementara dari orang yang berhutang atau ibnu sabil hanya sepuluh orang. untuk mewujudkan kemaslahatan yang sesuai dengan syara' . karena memberi kecukupan kepada mereka. Maka bagaimana mungkin pembagian untuk sepuluh orang harus sama dengan orang yang seribu ? Karenanya kita melihat. maka dalam keadaan demikian itu zakat diberikan pada satu sasaran saja. kebutuhannya sama atau hampir sama. yaitu 1/8 dari hasil zakat. sama dengan menghilangkan kegunaan yang diharapkan dari zakat itu sendiri. seperti harta perorangan yang tidak begitu besar. Hal ini dikarenakan sasaran ini membutuhkan perhatian yang khusus. agar pemberian itu dapat mencukupi kebutuhan si mustahik. apabila harta itu banyak dan semua sasaran ada. 3. Diperbolehkan memberikan semua zakat. iapun tidak diwajibkan menyamaratakan pemberian itu pada individu yang diberinya. Akan tetapi boleh melebihkan antara yang satu dengan yang lain sesuai dengan kebutuhan. Harta zakat yang terkumpul mestilah dibagikan pada semua mustahik. apabila itu merupakan haknya serta benar-benar dibutuhkan.1. Ketika diperkirakan ada dalam kenyataannya semua (delapan) mustahik itu. 6.yang meminta pengkhususan itu sebagaimana halnya ketika ia memberikan zakat kepada salah satu sasaran saja. yaitu Ibnu Syihab. Tidak boleh ada satu sasaranpun yang boleh dihalangi untuk mendapatkan. Karena membagikannya harta yang sedikit. yang mendahulukan sasaran yang paling banyak jumlahnya dan kebutuhannya dengan bagian yang besar. masing-masing beberapa dirham. maka tidak wajib mempersamakan antara semua sasaran dalam pemberiannya. Tidak dibenarkan misalnya seseorang hakim mengambil harta zakat kemudian dibelanjakan untuk tentara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful