Kepadatan Populasi

Senin, 17 Agustus 2009 | By Afriza, S.Pd I.PENDAHULUAN A.Latar Belakang Kepadatan populasi satu jenis atau kelompok hewan dapat dinyatakan dalam dalam bentuk jumlah atau biomassa per unit, atau persatuan luas atau persatuan volume atau persatuan penangkapan. Kepadatan pupolasi sangat penting diukur untuk menghitung produktifitas, tetapi untuk membandingkan suatu komunitas dengan komnitas lainnya parameter ini tidak begitu tapat. Untuk itu biasa digunakan kepadatan relative. Kepadatan relative dapat dihitung dengan membandingkan kepadatan suatu jenis dengan kepadatan semua jenis yang terdapat dalam unit tersebut. Kepadatan relative biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.(Suin.N.M.1989) Rataan populasi biasanya dilambangkan dengan μ (Mui). Rumus metematikanya adalah μ=∑ X / n dengan μ = rataan sutau populasi ∑= penjumlahan X= nilai-nilai pengamatan dalam suatu populasi, dan n adalah jumlah individu. Pada kenyataannya suatu populasi dapat sangat besar sehingga tidak memungkinkan untuk semua individu yang ada dalam populasi tersebut. Pada kasus seperti ini sample yang digunakan untuk menghitung rataan populasi. Lambang yang digunakan untuk sample ini adalah X. Rumus matematikanya sama dengan matematika untuk rataan populasi. Individu-individu yang diambil sebagai sample haruslah acak sehingga dapat mewakili populasi. Ukuran besar kecilnya sa,pel sangatlah penting. Dalam hal ini semakin besar sample maka semakin mewakili populasi. (Rachman.R.1996) Populasi ditafsirkan sebagai kumpulan kelompok makhluk yang sama jenis (atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetic) yang mendiami suatu ruangan khusus, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun paling baik digambarkan secara statistic, unik sebagai milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu (Soetjipta.1992) B.Tujuan Penelitian: Menerapkan metode Capture-mark-realease-Recapture untuk memperkirakan besatnya populasi simulan (Objek simulasi) dan membandingkan hasil estimasi dari 2 rumus yaitu rumus Petersen dan schanabel. II.TINJAUAN PUSTAKA Setelah meninjau keanekaragaman yang tinggi dari spesies di daerah tropika, sekarang kita dapat meninjau corak dari populasi. Walaupun istilah populasi itu dapat mencakup varietas, ekosipe / kelompok lain yang mungkin saja merupakan satuan ekologi, populasi merupakan berbagai ciri khas tambahan yang berbeda dari dan ciri lainnya yang merupakan tambahan pada, ciri umum individunya yang membentuk kelompok itu. Diantaranya ciri yang sama-sama dimiliki oleh populasi dan individu ialah kenyataan bahwa populasi mempunyai riwayat hidup sebagaimana tampak dari kenyataan bahwa populiasi tumbuh, mengkhususkan dan memelihara dirinya dan bahwa populasi memiliki susunan di struktur yang pasti yang dapat diberikan dalam hubungan yang sama seperti individu. Ciri kelompok mencakup berbagai corak seperti angka kelahiran/ laju berbiak angka kematian, susunan kelamin/ sistem reproduksi, struktur umur, sebaran dan stuktur sosial.(Ewusie.Y.1990)

Metode cuplikan yaitu dengan menghitung proporsil kecil populasi.(Hadisubroto. (Soetjipta. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus.T. Beberapa populasi mempertahankan ukuran poulasi mempertahankan ukuran populasi. Dalam kejadian yang tidak praktis untuk menerapkan kerapatan mutklak suatu populasi. kompetisi dan herbivore akan mengatup naik turunnya pertumbuhan populasi. Populasi dapat dibagi menjadi deme. Misalnya perkawinan. apakah karna lingkungan yang cocok atau tempat berkumpul untuk fungsi sosial. dipihak lain tersebar sebagai interaksi antagonis antar individu.1989) Ukuran populasi umumnya bervariasi dari waktu.(PETERSON). (Naughton. Pengukuran kerapatan mutlak ialah dengan cara : 1. Semua spesies memiliki potensi tumbuh yang tinggi pada kondisi optimum. atau populasi setempat. biasanya mengikuti dua pola. Pola distribusi ini disebabkan oleh tipe tingkah laku individu yang berbeda. Dalam hal tidak adanya daya tarik bersama/penyebaran sosial individu-individu lain dalam populasi. Ada pola penyebaran. yang umumnya diteliti dan dinyatakan sabagai cacah individu atau biomassa per satuan luas per satuan isi. sedangkan kerapatan ekologik adalah cacah individu biomassa persatuan ruang habitat.1973) Suatu populasi dapat juga ditafsirkan sabagai suatu kelompok yang sama. tetapi jumlah itu mendekati seimbang dalam waktu yang lama. Disatu pihak.Mc. 2. Dalam pada itu ternyata dianggap telah cukup bila diketahui kerapan nisbi suatu populasi.1992) . Tetapi individu itu tidak selalu tersebar merata. Perbedaan lingkungan yang pokok adalah suatu eksperimen yang dirangsang untuk meningkatkan populasi grouse itu. menggerombol sebagai akibat dari tertariknya individu-individu pada tempat yang sama. Karakteristik dasar populasi adalah besar populasi atau kerapatan. Penyelidikan tentang dinamika populasi. Tingkat pertumbuhan populasi yaitu sebagai hasil akhir dari kelahiran dan kematian. Penghitungan menyeluruh yaitu cara yang paling langsung untuk mengerti berapakah makhluk yang di pertanyakan di sutau daerah adalah menghitung makhluk tersebut semuanya. Kerapatan kasar adalah cacah atau biomassa persatuan ruang total. yaitu menggerombol. Populasi terdiri dari banyak individu yang tersebar pada rentangan goegrafis. Populasi memiliki beberapa karakteristik berupa pengukuran statistic yang tidak dapat diterapkan pada individu anggota opulasi. yang relative konstan sedangkan pupolasi lain berfluktasi cukup besar. juga mempengaruhi struktur umur dan populasi. Kerapatan populasi ialah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang. Interaksi species seperti predasi. acak dan tersebar.Pengetahuan tentang pertumbuhan dan pengaruh individu populasi merupakan dasar untuk memahami struktur dan dinamika ekologi. satuan kolektif terkecil populasi hewan atau tumbuhan. Jumlah kelahiran dan kematian mungkin berfluktasi secara luas sebagai respon terhadap pengaruh lingkungan yang berbeda. Kadang kala penting untuk membedakan kerapatan kasar dari kerapatan ekologik (=kerapatan spesifik). kelompok-kelompok yang dapat saling membuahi. pada hakekatnya dengan keseimbangan antara kelehiran dan kematian dalam populasi dalam upaya untuk memahami pada tersebut di alam. Contoh pertumbuhan potensial populasi manusia yang terdiri dari banyak wanita umur 15-35 tahun adalah lebih besar pada populasi yang terdiri dari kebanyakan laki-laki tua/anak-anak.

Setelah beberapa hari ditangkap kembali dan dihitung yang bertanda yang tertangkap.05 Untuk menghitung kepadatan (d) populasi pada hewan disuatu habitat tertentu (A) maka dihitung dengan rumus : D=N/A 2. Individu yang ditangkap kemudian diberi tanda yang mudah di baca. Metode Schnabel Untuk memperbaiki keakuratan metode Lincon-Peterson (Karena sample relatif kecil). semua hewan yang belum bertanda diberi tanda dan dilepaskan kembali. Dari dua kali hasil penangkapan dapat diduga ukuran atau besarnya populasi (N) dengan rumus: N/M=n/R atau N=(M)(n)/R Dengan: N= besarnya populasi total. Metoda Linceln-Peterson Metoda ini pada dasrya menangkap sejumlah individu dari suatu populasi hewan yang akan dipelajari. Merupakan metode yang sudah popular untuk menduga ukuran populasi dari suatu spesies hewan yang bergerak cepat seperti ikan. juga ditambahkan dengan asumsi bahwa ukuran populasi harus konstan dari satu periode sampling dengan periode yang berikutnya. dapat digunakan schanabel. Metode ini selain membutuhkan asumsi yang sama dengan metode lincon-peterson. Dengan cara ini populasi dapat diduga dengan rumus: . M=jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan pertama. selalu ada kesalahan (Error). Pada metode pendugaan populasi yang dilakukan dengan menarik sample. Untuk periode setiap sampling. kemudian dilepaskan kembali dalam periode waktu yang pendek. Untuk menghitung kesalahan metode capture-recapture dapat dilakukan dengan cara menghitung kesalahan baku (Standart Errror = SE nya) SE= √(M)(n)(M-R)(n-R) : R3 Setelah diketahui SE nya dapat ditentukan selang kepercayaannya: N=(1)(SE) Dengan catatan.Untuk metode sampling biotik hewan bergerak biasanya digunakan metode CAPTURERECAPTURE. Pada metode ini penangkapan dan pelepasan hewan lebih dari 2 kali. n= jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan kedua. R=Individu yang bertanda dari penangkapan pertama yang tertangkap kembali pada penangkapan kedua. burung dan mamalia kecil. t=(df) Dalam table distribusi t Α(tingkat signifikasi)=0. Metoda ini ada beberapa cara yaitu: 1.

Dihitung dengan rumus Scanabel dan Peterson. 3.1994) III.(Sugianto.TEMPAT : Laboratorium Universitas Jambi Lantai II Ruangan Labor Biologi-Unja Jambi. Dilakukan cuplikan tersebut sebanyak 10 kali.Hasil a. Peterson: Untuk kancing warna hitam knRMN .Mendalo Darat Alat dan Bahan : Alat: Dua buah toples Bahan: Kancing baju berwanna putih berjumlah ± setengah dari tinggi toples. Maka Standar Error pada metode ini dapat dihitung dengan rumus: SE = 1/√1(N-Mi)=(k-1)/N -∑(1/N-ni)) Dengan catatan: K = jumlah periode sampling Mi=Jumlah total hewan yang bertanda. 4.HASIL BAN PEMBAHASAN A. Ni = adalah hewan yang tertangkap pada periode i Ri = adalah hewan yang tertangkap kembali pada periode ke i KArena pengambilan sample diatas akan mengurangi kesalahan sampling. Diambil cuplikan yang kedua dengan cara yang sama.A.WAKTU : Kamis B. 6. Prosedur Kerja: 1. Data yang didapat diisi di dalam table yang telah tersedia dibuku penuntun praktikum.N=∑(ni Mi)/∑Ri Dengan catatan: Mi = adalah jumlah total hewan yang tertangkap period eke I ditambah periode sebelumnya. Diambil segenggam kancing baju hitam dalam toples. apabila terdapat sejumlah kancing berwarna lain dianggap sebagai (Ri). 2. 5. IV. dan menukarkan kancing tersebut dengan kancing berwarna putih sebagai hewan yang ditandai. Dikocok toples agar kancing homogen.BAHAN DAN METODE Waktu dan tempat A. Kancing baju berwarna hitam berjumlah ± setengah dari tinggi toples.

Individu yang ditangkap itu diberi tanda kemudian dilepaskan kembali dalam beberapa waktu yang singkat. Sedangkan pada data yang dilakukan perhitungan dengan PETERSON didapat hasil 770 dan standart errornya adalah 131 dan selang kepercayaannya 1 < N < 513.2 40 7 33 35 1400 3 38 8 30 68 2584 4 36 7 29 98 3276 5 39 10 29 127 4095 b. Dari penangkapan kedua inilah diidentifikasi indifidu yang bertanda yang berasal dari penangkapan pertama dan individu yang . Model Peterson menangkap sejumlah individu dari sujumlah populasi hewan yang akan dipelajari. Peterson: Untuk kancing warna putih knRMN 1 27 4 27 209 Schanabel: Untuk kancing warna putih K ni Ri ∑Hewan bertanda Mi Mi ni 1 30 . maka didapat hasil 301 dan standart errornya adalah 22.2 37 5 32 30 1110 3 28 7 21 62 1736 4 28 5 23 83 2324 5 37 11 26 106 3922 B. Kami mendapatkan Hasil yang sudah tertera diatas.9 dan selang kepercayaannya 260 < N <346.1 33 2 33 545 Schanabel: Untuk kancing warna hitam K Ni Ri ∑Hewan bertanda Mi Mi ni 1 35 .35 .Pembahasan Dari praktikum yang telah dilakukan mengenai simulasi estimasi populasi hewan. Setelah itu dilakukan pengambilan ( Penangkapan Ke 2 terhadap sejulah individu dari populasi yang sama.Dan selisih yang didapat adalah 44 maka dapat dipastikan bahwa selang kepercayaannya dapat diterima karna selisih dari dua perhitungan rumus ini adalah kecil dari 50.agus.Hasil perhitungan menggunakan rumus SCHANABEL. Menurut Sugianto.30 .

PETERSON dapat dihitung dengan menggunakan rumus : N/M=n/R atau N=(M)(n)/R Dengan: N= besarnya populasi total. Dan hasil dari standar errernya menggunakan rumus: SE= √(M)(n)(M-R)(n-R) : R3 = 131 Sedangkan hasil model scanabel yang kami dapati yaitu menggunakan rumus : N=∑(ni Mi)/∑Ri =301 Dan untuk kesalahan Baku (SE). R=Individu yang bertanda dari penangkapan pertama yang tertangkap kembali pada penangkapan kedua. n= jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan kedua. Dengan menggunakan rumus SCHANABEL maka didapat hasil 301 2.dapat dihitung engan rumus : SE = 1/√1(N-Mi)=(k-1)/N -∑(1/N-ni)) = 22. Untuk setiap periode sampling semua hewan yang belum bertanda diberi tanda dan dilepaskan kembali. Kami mendapatkan rumus Peterson dari hasil praktikun yang kami lakukan yaitu : N/M=n/R atau N=(M)(n)/R Dengan: N= besarnya populasi total.9 Setelah menentukan standar errornya kemudian ditentukan selang kepercayaannya menggunakan rumus : N=(1)(SE) =260 < N < 346 Metode schanebel ini dapat digunakan untuk mengurangi ke tidak valitan dalam metode PETERSON. R=individu yang bertanda dari penangkapan pertama yang tertangkap kembali pada penangkapan kedua. M=jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan pertama. SCHANABEL dapat dihitung dengan mengunakan rumus : . Dan selisih antara SCHANABEL dan PETERSON adalah 301-257=44 4. Sedangkan dalam rumus PETERSON didapat hasil 257 3. n= jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan kedua.1994) KESIMPULAN: 1. Metode ini membutuhkan asumsi yang sama dengan metode Peterson yang ditambahkan dengan asumsi bahwa ukuran populasi harus konstan dari suatu periode sampling dengan periode berikutnya. (Agus. M=jumlah induvidu yang tertangkap pada penangkapan pertama.tidak bertanda dari hasil penangkapan ke dua. Pada metode ini penangkapan penandaan dan pelepasan hewan dilakukan lebih dari 2 kali. 5.

Usaha Nasional : Surabaya Soetjipta.com/2009/08/laporan-praktikum-ekologi-kepadatan.Penebar Swadaya: Jakarta Soegianto.agus.yanney.ronny.1973.html . Ekologi Tropika.tisno.Dasar-dasar Ekologi Hewan.1996.nurdin Muhammad.Genetika Ternak. Ekologi Hewan Tanah.1989.DeptDikBud : Jakarta Naughhton. Bumi Aksara : Jakarta Jenis Kelamin Pria Lokasi jambi. Ni = adalah hewan yang tertangkap pada periode i Ri = adalah hewan yang tertangkap kembali pada periode ke i DAFTAR PUSTAKA Ewusie. Ekologi Umum edisi Ke 2.1994.blogspot.1990.N=∑(ni Mi)/∑Ri Dengan catatan: Mi = adalah jumlah total hewan yang tertangkap period eke I ditambah periode sebelumnya. jambi. Ekologi Dasar.Ekologi Kwantatif. UGM Press : Yogyakarta Rachaman.ITB Press:Bandung Hadisubroto.1989. INGIN MENJADI ORANG YANG SELALU DIBUTUHKAN BUKAN Minat ORAN YANG SELALU MEMBUTUHKAN Film Favorit GALA MANDARIN Musik Favorit TEMBANG KENANGAN Buku Favorit LA-TAHZAN http://biologiunja.1992.DeptDikBud DIKTI : Jakarta Suin. Indonesia Perkenalkan Diri SEKARANG AKU KULIAH DI UNIVERSITAS JAMBI PRODI Anda PENDIDIKAN BIOLOGI DAN SEKARANG SUDAH SEMESTER VI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful