KEADAAN KENYANG1 Selama makan, kita memasukkan karbohidrat, lemak, dan protein, yang kemudian dicerna dan diserap

. Sebagian bahan makanan ini digunakan dalam jalur-jalur yang menghasilkan ATP, untuk memenuhi kebutuhan energi segera. Kelebihan konsumsi bahan bakar yang melebihi kebutuhan energi tubuh dibawa ke depot bahan bakar, tempat bahan tersebut disimpan. Selama periode dari permulaan absorpsi sampai absorpsi selesai, kita berada dalam keadaan kenyang atau keadaan absorptif. Setelah makan diet tinggi karbohidrat, pankreas akan terangsang untuk mengeluarkan insulin; dan pelepasan glukagon terhambat. Karbohidrat Karbohidrat dalam makanan dicerna menjadi monosakarida oleh enzim pencernaan. Monosakarida kemudian diserap oleh sel epitel usus dan dilepaskan ke dalam vena porta hepatika. Sesampainya di hati, sebagian glukosa dioksidasi dalam jalur-jalur yang menghasilkan ATP untuk memenuhi kebutuhan energi segera sel-sel hati. Sebagian lagi diubah menjadi glikogen dan triasilgliserol. Simpanan glikogen dalam hati mencapai maksimum sekitar 200-300 gram. Setelah simpanan glikogen mulai penuh, hati mengubah glukosa yang diterimanya menjadi triasilgliserol. Triasilgliserol dikemas bersama protein, fosfolipid, dan kolesterol dalam bentuk kompleks lipoprotein yang dikenal sebagai lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) yang kemudian disekresikan ke dalam aliran darah. Asam-asam lemak VLDL sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi sel, tetapi sebagian besar disimpan sebagai triasilgliserol di jaringan adiposa. Glukosa dari usus, yang tidak dimetabolisis oleh hati, akan mengalir di dalam darah menuju ke jaringan perifer, tempat glukosa tersebut mungkin dioksidasi untuk menghasilkan energi. Glukosa adalah bahan bakar yang dapat digunakan oleh semua jaringan. Banyak jaringan menyimpan glukosa dalam jumlah kecil dalam bentuk glikogen, terutama otot. Insulin sangat meningkatkan transpor glukosa ke dua jaringan yang memiliki massa terbesar di dalam tubuh yaitu jaringan otot dan adiposa. Efek insulin terhadap transpor glukosa ke jaringan lain rendah. Metabolisme glukosa di jaringan lain di antaranya: 1. Otak dan jaringan saraf lain sangat bergantung pada glukosa untuk memenuhi kebutuhan energinya. Kecuali pada keadaan kelaparan, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar utama yang dibutuhkan sebanyak 150 gram setiap hari. 2. Sel darah merah hanya dapat menggunakan glukosa sebagai bahan bakar karena sel ini tidak memiliki mitokondria. Glukosa mengalami glikolisis di dalam sitoplasma. Hasilnya yaitu piruvat dapat dilepaskan secara langsung ke dalam darah atau diubah menjadi laktat kemudian dibebaskan. 3. Otot rangka yang sedang bekerja dapat menggunakan glukosa dari darah atau dari simpanan glikogennya sendiri, untuk diubah menjadi laktat melalui glikolisis atau menjadi CO2 dan H2O. Otot yang sedang bekerja juga menggunakan bahan bakar lain dari darah, misalnya asam lemak. Setelah makan, glukosa digunakan oleh otot untuk memulihkan simpanan glikogen yang berkurang selama otot bekerja. 4. Insulin merangsang penyaluran glukosa ke dalam sel-sel adiposa serta ke dalam sel-sel otot. Adiposit mengoksidasi glukosa untuk menghasilkan energi, dan sel-sel tersebut juga menggunakan glukosa sebagai sumber untuk membentuk gugus gliserol pada triasilgliserol yang mereka simpan. • Protein Protein dalam makanan dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian diserap ke dalam darah. Asam amino mungkin mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi atau digunakan oleh jaringan untuk biosintesis. Sebagian besar asam amino yang digunakan untuk biosintesis diubah menjadi protein; sisanya digunakan untuk membentuk bermacam-macam senyawa bernitrogen, misalnya sebagai neurotransmiter, hormon, hem, serta basa purin dan pirimidin pada DNA dan RNA. • Lemak Triasilgliserol adalah lemak utama dalam makanan. Bahan ini dicerna menjadi asam-asam lemak dan 2monoasilgliserol, yang disintesis ulang menjadi triasilgliserol di dalam sel epitel usus, kemudian dikemas dalam kilomikron, dan disekresikan melalui limfe ke dalam darah. Dalam keadaan kenyang, terbentuk dua jenis lipoprotein, kilomikron dan VLDL. Fungsi utama kedua lipoprotein ini adalah untuk mengangkut triasilgliserol dalam darah. Saat lipoprotein masuk ke dalam pembuluh darah di jaringan adiposa, triasilgliserol yang terdapat di dalamnya diuraikan menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak masuk ke dalam sel adiposa dan bergabung dengan sebuah gugus

hanya sebagian kecil terutama gugus gliserol yang dapat digunakan untuk menghasilkan glukosa dalam darah. Penurunan glukosa menyebabkan penurunan sekresi insulin. serta satu-satunya bahan bakar bagi sel darah merah. Pada awalnya. Otak mulai menyerap benda keton dan mengoksidasinya menjadi energi. kadar kembali ke rantang puasa (antara 80-100 mg/dL) seiring dengan oksidasi atau pengubahan glukosa menjadi bentuk simpanan bahan bakar oleh jaringan. glukoneogenesis menjadi lebih penting sebagai sumber glukosa darah. gliserol (lipolisis triasilgliserol adiposa). Hati memiliki mekanisme lain untuk menghasilkan glukosa darah. Disamping itu. simpanan glikogen hati habis dan glukoneogenesis menjadi satu-satunya sumber glukosa darah. Untungnya. • Peran Jaringan Adiposa Selama Puasa Triasilgliserol merupakan sumber utama energi selama puasa. Bila puasa berlanjut. Sewaktu kadar insulin menurun dan kadar glukagon darah meningkat. Banyak jaringan yang menggunakan campuran asam lemak dan benda keton. Pasokan minimal glukosa mungkin diperlukan dalam jaringan ekstra hepatik untuk mempertahankan konsentrasi oksaloasetat dan bentukan siklus asam sitrat. Pemecahannya menghasilkan gliserol dan asam lemak. Walaupun kadar glikogen hati dapat meningkat sampai 200-300 g setelah makan. simpanan glikogen diuraikan untuk memasok glukosa ke dalam darah. Pada intinyam kadar glukosa dipertahankan dalam rentang 80-100 mg/dL dan kadar asam lemak serta benda keton meningkat. glukosa tetap dihemat penggunaannya sehingga hati lebih sedikit menghasilkan glukosa selama puasa jangka panjang . dan (sewaktu sedang olahraga dan saat pasokan masih ada) glukosa dari glikogen otot. Dari simpanan energi makanan triasilgliserol jaringan adiposa yang berjumlah besar. Sisa kilomikron dibersihkan dari darah oleh hati. glukosa merupakan sumber utama gliserol 3 fosfat dalam jaringan yang tidak mempunyai energi gliserol kinase seperti jaringan adiposa. otot mengurangi penggunaan benda keton dan terutama bergantung pada asam-asam lemak untuk memasok energi. Triasilgliserol yang terbentuk disimpan sebagai butir-butir lemak besar di dalam sel adiposa. hati terus mengubah asam lemak menjadi benda keton.gliserol yang dibentuk dari glukosa darah. Otot menggunakan asam lemak. • Perubahan Metabolik Selama Puasa Jangka Panjang Apabila penggunaan bahan bakar yang terjadi selama puasa terus berlangsung untuk jangka lama. Di jaringan tersebut asetoasetat dan beta-hidroksibutirat diubah menjadi asetil KoA dan kemudian menjadi CO2 dan H2O disertai pembentukan energi. Hasilnya adalah bahwa konsentarsi benda keton dalam darah meningkat. protein tubuh akan cepat dikonsumsi sampai suatu ketika fungsi kritis terganggu. Setelah sekitar 30 jam berpuasa. benda keton. apabila kita terus-terusan berpuasa selama 12 jam. Setelah beberapa jam puasa glukoneogenesis mulai menambah glukosa yang dihasilkan glikogenolisis di hati. Sebagian besar asam lemak masuk ke hati diubah menjadi benda keton. dan asam amino (pemecahan protein otot). triasilgliserol adiposa dimobilisasi oleh suatu proses lipolisis. Asam lemak berfungsi sebagia bahan bakar untuk jaringan misalnya otot. dua jam setelah makan. Glukosa tetap dibutuhkan sebagai sumber energi untuk sel darah merah dan otak terus menggunakan glukosa dalam jangka waktu terbatas. Benda keton ini dapat dioksidasi lebih lanjut oleh jaringan misalnya otot dan ginjal. Setelah berpuasa 4 sampai 5 hari. kita masuk ke status basal yang juga dikenal sebagai keadaan pasca absorptif. Kadar glukosa darah memuncak pada sekitar 1 jam setelah makan. tetapi simpanan ini terbatas. Sisa VLDL dapat dibersihkan oleh hati. hanya sekitar 80 g yang masih tersisia setelah puasa 1 malam. perubahan metabolik yang terjadi selama puasa tidak menghabiskan protein otot. Namun. Namun. PUASA1 Glukosa merupakan bahan bakar utama untuk jaringan misalnya otak dan susunan saraf. ginjal yang mengoksidasinya menjadi asetil koA dan kemudian menghasilkan energi dalam bentuk ATP. tidak makan lagi sejak malam terkahir. Asam lemak tidak dapat menyediakan karbon untuk glukoneogenesis. Namun. Proses ini yang dikenal sebagai glukoneogenesis yang menggunakan sumber-sumber karbon berupa laktat (glikolisis di dalam sle darah merah). Seseorang umumnya dianggap pada keadaan basal setelah berpuasa semalam. Hati berespon terhadap hal ini dengan memulai degradasi simpanan oksigen dan melepaskan glukosa dalam darah. Glukosa tersebut dioksidasi menjadi energi dan digunakan sebagai sumber karbon untuk sintesis neurotransmitter. atau membentuk lipoprotein densitas rendah (LDL).

atau kita terserang infeksi segingga tidak cukup mengadakan respon imun. misalnya kehabisan bahan bakar.dibandingkan selama puasa singkat. Karena simpanan glikogen dalam hati habis dengan puasa sekitar 30 jam. glukosa masih digunakan dalam tingkat waktu tertentu bahkan selama puasa jangka panjang. otot bergantung pada glikolisis untuk menghasilkan ATP meskipun jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit. Akibatnya. diubah menjadi badan keton. SIKLUS ASAM SITRAT1. pembuluh darah yang masuk ke otot tertekan dan hampir tertutup oleh kontraksi yang kuat. dan CPTI aktif. Akhirnya kita meninggal akibat kelaparan. karena jaringan adiposa merupakan pasokan energi utama bagi tubuh. Asam amino yang dihasilkan oleh penguraian protein otot terus berfungsi sebagai sumber utama karbon untuk glukoneogenesis. Namun. kadar cAMP di dalam sel adiposa meningkat. rasio insulin/glukagon menurun. Karena itu. PENGATURAN METABOLISME KARBOHIDRAT DAN LEMAK SELAMA PUASA1 • Mekanisme di Hati yang Berfungsi Mempertahankan Kadar Glukosa Darah Selama puasa. fosforilasi oksidatif yang prosesnya relatif lambat tidak dapat memenuhi kebutuhan ATP dengan cukup cepat. yang dihasilkan oleh oksidasi-β. Meskipun oksigen berhasil masuk. sehingga oksigen sulit masuk ke serat otot. glikolisis adalah proses yang kurang efisien (satu molekul glukosa hanya bisa menghasilkan 2 ATP) dan ada asam laktat yang dihasilkan (menyebabkan pegal) sehingga latihan anaerobik hanya bisa dilakukan pada durasi yang pendek. Selain menghasilkan CO2 dan GTP. glukoneogenesis adalah satu-satunya proses yang digunakan hati untuk memasok glukosa ke dalam darah. sewaktu kadar insulin darah turun dan kadar glukagon meningkat. Besarnya jumlah jaringan adiposa dalam tubuh kita menjadi penentu utama seberapa lama kita dapat berpuasa. Di hati. kadar malonil KoA rendah. Proses konversi yang terjadi pada siklus asam sitrat berlangsung secara aerobik di dalam mitokondria dengan bantuan 8 jenis enzim. Asam lemak ini dioksidasi oleh berbagai jaringan. yakni tidak banyak protein otot yang digunakna untuk proses glukoneogenesis. Enzim bentuk terfosforilasi ini menjadi aktif dan memutuskan asam lemak dari triasilgliserol. Namun. yang kemudian mengaktifkan protein kinase A. sel-sel otot mampu membentuk cukup ATP melalui fosforilasi oksidatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Walaupun kita mengalami berbagai masalah. Untuk mempertahankan terjadinya fosforilasi oksidatif. Protein kinase A melakukan fosforilasi terhadap fosforilasi kinase. • Metabolisme saat kerja fisik2 Saat latihan ringan (seperti berjalan) sampai latihan sedang (seperti lari-lari kecil atau berenang). protein menjadi sangat kurang sehingga jantung. ginjal dan jaringan vital lainnnya berhenti berfungsi. membebaskan koenzim A serta memindahkan energi yang dihasilkan pada siklus ini ke dalam senyawa NADH. protein kinase A diaktifkan dan menyebabkan fosforilasi lipase peka hormon. karena kecepatan glukoneogenesis menurun selama puasa jangka panjang. yang kemudian melakukan fosforilasi dan mengaktifkan glikogen fosforilase. Glukagon merangsang adenilat siklase untuk membentuk cAMP. Glikogen hati diurai untuk menghasilkan glukosa darah. Tetapi. Protein kinase A juga memfosforilasikan glikogen sintase. asam lemak dipindahkan ke dalam mitokondria karena asetil KoA karboksilase inaktif. • Mekanisme yang mempengaruhi lipolisis di jaringan adiposa Selama puasa.3 Siklus ini merupakan tahap akhir dari proses metabolisme energi glukosa. Pada kontraksi yang hampir maksimal. dari persamaan reaksi dapat terlihat bahwa satu putaran Siklus Asam Sitrat juga akan menghasilkan molekul NADH & molekul FADH . Untuk melanjutkan proses metabolisme energi. Asetil KoA. karena produksi glukosa menurun. • Mekanisme yang mempengaruhi pembentukan badan keton oleh hati Setelah dibebaskan dari jaringan adiposa selama puasa. FADH dan GTP. dibutuhkan cukup oksigen dan nutrien. Akibatnya. Enzim untuk penguraian glikogen diaktifkan melalui fosforilasi yang diarahkan oleh cAMP. Inti dari proses yang terjadi pada siklus ini adalah untuk mengubah 2 atom karbon yang terikat di dalam molekul Acetyl-CoA menjadi 2 molekul karbondioksida (CO2). Namun. asam lemak mengalir dalam darah dalam bentuk kompleks dengan albumin. terutama otot. Konsumsi energi otot rangka pada latihan berat dapat mencapai 100 kali konsumsi energi pada keadaan istirahat. protein otot juga dihemat. enzim tersebut menjadi inaktif. produksi urea juga berkurang selama puasa jangka panjang dibandingkan dengan produksi pada puasa singkat. kedua molekul ini kemudian akan diproses kembali secara aerobik di dalam membran .

2003. Marks AD. Smith CM.M. misalnya sitrat dan malat. USA: Brooks/Cole-Thomson Learning. Carbohydrates : Metabolism of Sugar. 3. Marks DB. Edisi 5. Di setiap jaringan. Di jaringan saraf. piruvat dehidrogenase ini juga merupakan bagian dari glukoneogenik yang mampu mengubah alanin dan laktat menjadi glukosa. Salah satu reaksi anapleorotik utama adalah perubahan piruvat dan CO2 menjadi oksaloasetat dan piruvat karboksilase. 2nd Edition.. Trugo. misalnya glukoneogenesis atau sintesis asam lemak. Hal 20-30. Caballero. L. I. alpha ketoglutarat diubah menjadi glutamate kemudian menjadi GABA. Enzim ini mengandung biotin. Human Physiology From Cells to Systems. Jakarta: EGC. Oksaloasetat selalu mengalami regenerasi di dalam siklus tersebut.sel mitokondria melalui proses Rantai Transpor Elektron untuk menghasilkan produk akhir berupa ATP dan air (H2O). 2000.. . Academic Press. jaringan harus menyediakan zat antara 4-karbon yang cukup untuk mengganti keluarnya zat tersebut ke jalur lain. Biokimia Kedokteran Dasar Sebuah Pendekatan Klinis.C. 2004. jalur metabolic bersilangan dnegan siklus asam trikarboksilat dan menyebabkan keluarnya zat antara dari siklus. Edisi I. & Finglas. P. Daftar Pustaka 1. 726-8. Piruvat karboksilase banyak ditemukan di hati dan jaringan saraf karena jaringan-jaringan ini selalu memiliki efluks zat antara yang konstan. Hal 279. Mac donald. 545-52.. In Encyclopedia of Food Sciences & Nutrition. Selain itu. Reaksi yang menyediakan zat antara 4-karbon kepada sikluas asam trikarboksilat adalah reaksi anapleorotik atau filling up.. Molekul Acetyl CoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Pyruvate kemudian akan masuk kedalam Siklus Asam Sitrat. 2. B. Sherwood L. Di hati suksinil KoA dikeluarkan untuk sintesis hem.Eds. Secara sederhana persamaan reaksi untuk 1 Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) dapat dituliskan : Acetyl-CoA + oxaloacetate + 3 NAD + GDP + Pi +FAD --> oxaloacetate + 2 CO + FADH + 3 NADH + 3 H + GTP • Reaksi Anapleorotik Agar siklus asam trikarboksilat terus berputar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful