You are on page 1of 6

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI DASAR PERCOBAAN II PEMISAHAN DAN PEMURNIAN

Penyusun: Vidya Nur Agustina (G1F011048) Rani Saskia Jeanita (G1F011049) Aisyah Putriani (G1F011050) Ines Nur Hendriani (G1F011051)

LABORATORIUM KIMIA-FARMASI JURUSAN FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2011

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN

I.Tujuan Percobaan Mampu mengetahui dan menguasai teknik-teknik dasar prinsip proses pemisahan dan pemurnian suatu campuran.

II.Alat dan Bahan Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 1: 1. 2. 3. 4. 5. Gelas kimia 2 buah Kertas saring Corong Bubuk kapur Aquades

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 2: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gelas kimia Corong Kertas saring Spatula Cawan penguap Kaki tiga Spirtus Aquades garam dapur kotor

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 3: 1. 2. 3. 4. Corong pisah Aquades Klorofom Larutan berwarna (iodium)

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 4: 1. Tabung reaksi 2. Karbon aktif

3. Larutan berwarna (tinta) Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 5: 1. 2. 3. 4. 5. Kertas saring Spidol Pensil Gelas buchener Alkohol

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan pada percobaan 6: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Labu didih Selang Pipa penyambung labu Batu didih Gelas penampung Zat pewarna (tinta) Alkohol Air

III.Data Pengamatan Percobaan 1: Pada percobaan pertama kita membandingkan hasil pemisahan dengan cara dekantasi dan filtrasi. a. Dekantasi: hasil yang diperoleh setelah 30 menit, kurang maksimal kejernihannya, karena masih terdapat sisa kapur pada air. b. Filtrasi: hasil yang diperoleh lebih jernih dibandingkan dengan cara dekantasi, karena padatan sudah disaring dengen kertas saring sehingga air yang dihasilkan lebih bersih. Percobaan 2: Pada percobaan inimelakukan pemisahan dengan cara filtrasi dan penguapan. Garam yang kotor telah disaring dengan menggunakan kertas saring (filtrasi), sehingga larutan garam sudah tidak kotor. Kemudian, larutan garam dipanaskan hingga air menguap dan terbentuk garam berupa kristal-kristal. Percobaan 3:

Pada percobaan ini melakukan pemisahan dengan cara ekstraksi. Air, klorofom, dan iodium dicampurkan dan diaduk perlahan hingga 5 menit. Setelah itu terbentuk dua warna yaitu kuning pada bagian atas dan pink pada bagian bawah. Percobaan 4: Pada percobaan ini melakukan pemisahan dengan cara dekantasi. Tinta dan karbonaktif dimasukan ke dalam tabung reaksi dan didiamkan beberapa saat ternyata air menjadi jernih dan tinta menempel pada karbon aktif. Percobaan 5: Pada percobaan ini melakukan pemisahan dengan cara kromatografi. Kertas saring yang sudah diberi totolan spidol dicelupkan ke alkohol di dalam gelas buchner yang ditutup. Setelah beberapa saat ternyata totolan warna spidol naik hingga batas kertas. Percobaan 6: Pada percobaan ini melakukan pemisahan dengan cara destilasi.Proses ini memisahkan antara zat berwarna (tinta) dengan alkohol.Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masingmasing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah(alkohol) akan menguap. Uap alkohol tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut.

IV.Pembahasan Pada percobaan pertama, kita melakukan dua cara yaitu filtrasi dan dekantasi. Filtrasi merupakan adalah proses pemisahan padatan dari cairan dngan menggunakan bahan berpori yang hanya dapat dilalui oleh cairan. Pada proses filtrasi ini kami menggunakan corong pendek dan kertas saring. Sehingga air yang dipisahkan tampak jernih karena zat padat sudah tersaring pada kertas saring. Dekantasi merupakan proses pemisahan dengan mebiarkan zat padat mengendap pada permukaan gelas kimia. Karena larutan air dan bubuk kapur dapat terpisah dan tidak dapat menyatu karena perbedaan massa jenisnya berbeda. Pemisahan dengan cara dekantasi membutuhkan waktu 30 menit

untuk menunggu kedua zat terpisah. Setelah dilakukan pengamatan hasil pemisahan dengan cara filtrasi lebih maksimal kejernihannya dan juga lebih efisiensi dalam penggunaan waktu. Pada pecobaan kedua, kita melakukan pemisahan dengan cara filtrasi dan penguapan. Pertama kita membuat larutan garam yang kotor menjadi larutan garam bersih dengan mengaduk hingga larutan garam larut pada air. Sehingga saat di filtrasi dengan kertas saring, kita dapatkan larutan garam murni dan kotoran garam tersaring pada kertas saring. Setelah air menguap kita dapatkan larutan garam murni kita panaskan agar air dapat menguap dan kita dapatkan garam murni dalam bentuk kristal putih. Pada percobaan ketiga, kita melakukan pemisahan dengan cara ekstraksi. Pertama kita masukan air, klorofom, zat berwarna(iodium) ke dalam corong pisah . Setelah itu, kita putar corong pisah secara perlahan selama 5 menit dengan membuka tutup corong sebentar-sebentar dengan maksud mengelurkan gas saat pengocokan. Setelah 5 menit pengocokan ternyata terbentuk dua zat yang terpisah dan berbeda warna. Pada permukaan atas berwarna kung sedangkan pada bagian bawah berwarna pink. Air yang bersifat polar akan berikatan dengan larutan yang bersifat polar pula yaitu larutan iodium. Warna pink yang dihasilkan pada lapisan bawah merupakan larutan iodium dengan air. Sedangkan yang lapisan di atas merupakan larutan klorofom. Perbedaan lapisan tersebut dipengaruhi berat jenis zat. Berat jenis air dan larutan iodium lebih besar daripada larutan klorofom. Pada percobaan keempat, cairan tinta dicampur dengan zat adsorben. Setetelah beberapa saat ternyata hasilnya air terpisah dari tinta sehingga pada lapisan atas menjadi air jernis, sedangkan zat karbon aktif (zat adsorben) mengikat tinta. Sehingga air dan tinta terpisah dan air juga menjadi jernih. Pada percobaan kelima, merupakan proses kromatografi. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. Pertama kita membuat garis pada kertas saring dengan menggunakan pensil, lalu diberi totol warna dengan spidol.kemudian diletakan pad gelas buchner yang berisi alkohol, kemudia ditutup. Tak lama kita lihat zat warna naik ke atas sampai pada titik tertentu. Zat warna naik karna adanya dorongan gas dari alkohol. Pada percobaan keenam, Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah(alkohol) akan menguap. Uap alkohol tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian

luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut.

V.Kesimpulan Pemisahan dan pemurnian suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, dekantasi, filtrasi, kromatografi, penguapan, sntrifugasi,destilasi, dan ekstraksi. VI.Daftar Pustaka 1. Anonim.2011. http://www.chem-is-try.org 2.