SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA BERDASARKAN UUD 1945

6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Anggota MPR memiliki hak mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD, menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas, dan hak protokoler. Setelah Sidang MPR 2003, Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat tidak lagi oleh MPR. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara. Sidang MPR sah apabila dihadiri: 1. sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah Anggota MPR untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR untuk mengubah dan menetapkan UUD 3. sekurang-kurangnya 50%+1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang lainnya Putusan MPR sah apabila disetujui: 1. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 50%+1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk memutus perkara lainnya. Sebelum mengambil putusan dengan suara yang terbanyak, terlebih dahulu diupayakan pengambilan putusan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah salah satu lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dahulu sebelum Reformasi MPR merupakan Lembaga Negara Tertinggi, yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang, terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Tugas dan wewenang MPR antara lain: 1. Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945), (Undang-Undang Dasar) 2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. 3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi) untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. 4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. 5. Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya.

3. atau memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat. Dewan Perwakilan Rakyat.Alat kelengkapan MPR terdiri atas: 1. Undang-undang yang mengatur susunan Majelis Permusyawaratan Rakyat. dan Badan Kehormatan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. dan wewenang MPR. Kini MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan. Pimpinan MPR periode 2009–2014 adalah: 1. Tugas Majelis Permusyawaratan amandemen adalah : 1. Ketetapan MPRS/MPR yang telah dihasilkan sejak tahun 1960 sampai dengan tahun 2002. Pimpinan. berhenti. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum habis masa jabatannya. MPR tidak lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR). atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama. diberhentikan. dewasa ini ialah Undang-Undang No. memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres. 3. MPR juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. DPR. BPK. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. 2. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan. kecuali yang berkenaan dengan menetapkan Wapres menjadi Presiden. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat. tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 2. UU No. 4. Thohari (F-PG) Wakil Ketua: Melani Leimena Suharli (F-PD) Wakil Ketua: Lukman Hakim Saifudin (F-PPP) Wakil Ketua: Ahmad Farhan Hamid (Kelompok DPD) Berdasarkan UUD 1945 (sebelum perubahan). dan MK. Panitia Ad Hoc. 5 Tahun 1975. MPR merupakan lembaga tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. 4. Rakyat (MPR) sebelum Pimpinan MPR terdiri atas seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR. Hal ini berimplikasi pada materi dan status hukum Menetapkan Undang-Undang Dasar. Selain itu. Ketua: Taufiq Kiemas (F-PDIP) Wakil Ketua: Hajriyanto Y. DPD. tugas. . 16 tahun 1969 jo. Saat ini Ketetapan MPR (TAP MPR) tidak lagi menjadi bagian dari hierarki Peraturan Perundang-undangan. ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongangolongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-Undang. 5. MA.

dan dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh Wakil Presiden. 4. Menyatakan keadaan bahaya. Presiden memberi gelar. Presiden dan Wakil Presiden Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk UndangUndang. DPR memiliki fungsi legislasi. yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. anggaran. dan menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan UU (Pasal 5). dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. dan pengawasan. 7. Pasar Baru Jakarta yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir DPR RI. 2. 5. dan lain-lain tanda kehormatan menurut UU (Pasal 15). dan memberikan amnesty dan abolisi dengan pertimbangan DPR (Pasal 14). DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. Presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasehat dan pertimbangan kepada Presiden (Pasal 16). 2. Latuharhary Wakil Ketua III : Adam Malik Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II : Mr. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Kesenian. 3. . 3. 8. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I : Mr. AL dan AU (Pasal 10). yang syarat dan akibatnya ditetapkan dengan UU (Pasal 12). Memegang kekuasaan tertinggi atas AD. J. 4. 6. Presiden memberikan grasi dengan pertimbangan MA. Presiden juga berhak mengangkat menteri-menteri sebagai pembantu Presiden (Pasal 17). Dalam Sidang KNIP yang pertama dipilih pimpinan sebagai berikut: 1. terutama yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi Negara (Pasal 11). Mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 13). membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain dengan persetujuan DPR. Tugas dan wewenang Presiden antara lain: 1. Menyatakan perang. tanda jasa. (Pasal 4) Presiden berhak mengajukan RUU. Anggota DPR periode 2009–2014 berjumlah 560 orang. Ketua : Mr.

Dewan Ketiga: DPR Sementara (16 Agustus 1950 – 26 Maret 1956) 4. (Fraksi Partai Demokrat) 2.M. Dewan Keenambelas: DPR Pemilu 2004 (1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009) 17. H. (Fraksi Partai Amanat Nasional) 3. Dewan Keduabelas: DPR Pemilu 1987 (1 Oktober 1987 – 1 Oktober 1992) 13. Anis Matta. Lc. Taufik Kurniawan. Dewan Kedelapan: DPR Gotong Royong – DPR Orde Baru (19 November 1966 – 28 Oktober 1971) 9. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Dewan Pertama: Komite Nasional Indonesia Pusat (29 Agustus 1945 – 15 Agustus 1950) 2.Adapun pimpinan saat ini (2010) sebagai berikut: 1. Dewan Ketigabelas: DPR Pemilu 1992 (1 Oktober 1992 – 1 Oktober 1997) 14. H. Dewan Keempatbelas: DPR Pemilu 1997 (1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999) 15. MM. (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) 5. Dewan Kelimabelas: DPR Pemilu 1999 (1 Oktober 1999 – 1 Oktober 2004) 16. Dewan-dewan selengkapnya sebagai berikut: 1. Marzuki Alie. Wakil Ketua: Ir. Dewan Kesebelas: DPR Pemilu 1982 (1 Oktober 1982 – 1 Oktober 1987) 12. SE. Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 3. Wakil Ketua: H. Dewan Kesembilan: DPR Pemilu 1971 (28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977) 10. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD 5. MM. Pramono Anung Wibowo. Dewan Kedua: DPR Republik Indonesia Serikat (15 Februari 1950 – 15 Agustus 1950) 3. Dewan Keenam: DPR Gotong Royong (26 Juni 1960 – 15 November 1965) 7. APBN. (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) Jika dihitung sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Dewan Kesepuluh: DPR Pemilu 1977 (1 Oktober 1977 – 1 Oktober 1982} 11. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan 4. Wakil Ketua: Ir. Dewan Kelima: DPR Peralihan (22 Juli 1959 – 26 Juni 1960) 6. serta kebijakan pemerintah . Wakil Ketua: Drs. MM. Priyo Budi Santoso (Fraksi Partai Golongan Karya) 4. Dewan Ketujuh: DPR Gotong-Royong tanpa PKI (15 November 1965 – 19 November 1966) 8. Dewan Ketujuhbelas: DPR Pemilu 2009 (mulai 1 Oktober 2009) Tugas dan wewenang DPR antara lain: 1. Dewan Keempat: DPR Pemilu 1955 (26 Maret 1956 – 22 Juli 1959) 5.. Ketua: H. DPR RI saat (2010) ini adalah dewan yang ketujuhbelas. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama 2.

termasuk memimpin rapat-rapat paripurna dan menetapkan sanksi atau rehabilitasi. menyampaikan usul dan pendapat. Anggota DPR juga memiliki hak mengajukan RUU. dan lembaga-lembaga internasional. badan hukum. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial 9. pemekaran dan penggabungan daerah. 15. pembentukan. pajak. dan DPRD. Jika permintaan ini tidak dipatuhi. serta hak protokoler. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undangundang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. serta memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden 10. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. hubungan pusat dan daerah. dan agama. 8. membuat perdamaian. menerima penempatan duta negara lain. DPR berhak meminta pejabat negara. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang.6. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. dan agama. . membela diri. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan. pendidikan. atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). 11. terdiri dari seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR. pelaksanaan APBN. menghimpun. hak angket. dan perjanjian dengan negara lain 13. Menyerap. lembaga-lembaga tinggi negara lain. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat 14. DPD. maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). DPR. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi 12. Menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR. pendidikan. dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif. Pada anggota DPR melekat hak ajudikasi dan legislasi yakni berupa hak interpelasi. pejabat pemerintah. mengajukan pertanyaan. Alat kelengkapan DPR terdiri atas: Pimpinan Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara Parlemen. dan hak menyatakan pendapat. hak imunitas. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD 7.

Pimpinan Bamus langsung dipegang oleh Pimpinan DPR. membidangi perdagangan. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. dan lingkungan. Badan Musyawarah Bamus merupakan miniatur DPR. telekomunikasi. membidangi hukum dan perundang-undangan. dan badan usaha milik negara. 9. investasi. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing: 1. Komisi VIII. 4. 10. serta jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU). perindustrian. dan kebudayaan. membidangi perhubungan. sebelum dibahas dalam Rapat Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putusan Bamus. aparatur negara. 8. Komisi II. usaha kecil dan menengah). koperasi. Pada umumnya. Komisi XI. membidangi kependudukan. Pada periode 2009-2014. kesehatan. dan agraria. membidangi keuangan. tenaga kerja dan transmigrasi. sumber daya mineral. Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan . substansinya dikerjakan di dalam komisi. sosial dan pemberdayaan perempuan. Komisi IX. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. 5. Anggota Bamus berjumlah sebanyak-banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR. luar negeri. termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah. Komisi IV. 6. berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. riset dan teknologi. membidangi pemerintahan dalam negeri. Pembentukan Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. dan informasi. dan keamanan. otonomi daerah. pemuda. perikanan. Komisi X. Komisi VII. perumahan rakyat. Komisi VI. perkebunan. membidangi pertahanan. pekerjaan umum. hak asasi manusia. Komisi V. 7. membidangi pertanian. dan pangan. Badan Anggaran Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 11. perbankan. membidangi agama. Komisi III. Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR. Komisi I. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi. perencanaan pembangunan nasional. kehutanan. 3. membidangi energi. membidangi pendidikan. Sebagian besar keputusan penting DPR digodok terlebih dahulu di Bamus. pariwisata. 2. olahraga.Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. dan lembaga keuangan bukan bank. kesenian. kelautan.

Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat tertutup. Badan Urusan Rumah Tangga Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Pembentukan DK di DPR merupakan respon atas sorotan publik terhadap kinerja sebagian anggota dewan yang buruk. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan . dan susunan keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri atas anggota-anggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota Fraksi. BK merupakan salah satu alat kelengkapan yang bersifat sementara. yang selanjutnya disingkat BKSAP. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. Badan Legislasi Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir pasca Perubahan Pertama UUD 1945. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.masa keanggotaan DPR. Baleg juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyampaikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR. Badan Kehormatan Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan alat kelengkapan paling muda saat ini di DPR. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. dan pada akhirnya memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada Pimpinan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau merehabilitasi nama baik Anggota. termasuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR. Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan DPR dan setiap tahun anggaran. dan dibentuk pada tahun 2000. keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Salah satu tugasnya yang berkaitan bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pimpinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Keanggotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Pimpinan Komisi. Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna. misalnya dalam hal rendahnya tingkat kehadiran dan konflik kepentingan. dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP).

pemanggilan. Menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR. mengembangkan. DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat membentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus (Pansus). sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib dan kode etik masingmasing lembaga. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden.memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. wewenang. Memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antarparlemen. Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain. Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara. DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. konsultan. pegawai negeri sipil. akuntan publik. pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPR. . notaris. hakim pada badan peradilan. dan hak sebagai anggota DPR. Membina. Pansus mempertanggungjawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna. advokat/pengacara. 2. dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. Panitia Khusus Jika dipandang perlu. 3. Pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna. baik secara bilateral maupun multilateral. anggota TNI/Polri. permintaan keterangan. 4. BKSAP bertugas: 1. Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. Mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

Fungsi pengawasan. dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan Presiden/ Pemerintah. Hak menyampaikan pendapat. Keanggotaan DPR dipilih melalui pemilu. Hak angket. melakukan pengawasan terhadap pemerintah. dan personelnya terdiri atas Pegawai Negeri Sipil. Fraksi Jumlah Anggota 148 Ketua Anas Urbaningrum Setya Novanto Tjahjo Kumolo Mustafa Kamal Asman Abnur Hasrul Azwar Marwan Ja‟far Mujiyono Haryanto Ahmad Fauzi Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPR secara profesional. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal DPR. mengajukan pertanyaan. DPR memiliki fungsi legislasi. DPR bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 19). DPR diberikan hak-hak yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945. DPR memegang kekuasaan membentuk UU. antara lain: 1. Fungsi DPR adalah sebagai berikut: 1. hak DPR untuk meminta keterangan pada presiden. 2. Dan untuk itu DPR diberikan hak-hak interpelasi. 3. dibentuk Sekretariat Jenderal DPR yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. anggaran dan pengawasan. menyampaikan usul. Fungsi legislasi berkaitan dengan wewenang DPR dalam pembentukan undang-undang. Hak mengajukan pertanyaan. angket. 4.Komposisi DPR saat ini adalah komposisi yang berdasarkan Pemilu 2009. Sekretariat Jenderal DPR dipimpin seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan DPR. . berwenang menyusun dan menetapkan RAPBN bersama presiden. Anggota-anggota DPR yang terpilih berdasarkan Pemilu tersebut mengelompokkan diri kedalam fraksi-fraksi. Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Fraksi Partai Golongan Karya (F107 PG) Fraksi Partai Demokrasi 94 Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 57 (F-PKS) Fraksi Partai Amanat Nasional 46 (F-PAN) Fraksi Partai Persatuan 37 Pembangunan (F-PPP) Fraksi Partai Kebangkitan 28 Bangsa (F-PKB) Fraksi Partai Gerakan Indonesia 26 Raya (F-Gerindra) Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat 17 (F-Hanura) Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR. dan pendapat serta imunitas (Pasal 20). 3. dan setiap RUU dibahas oleh DPR dan Presiden secara bersama-sama dan selanjutnya disahkan oleh Presiden. Hak interpelasi. Fungsi anggaran. menyatakan pendapat. 2.

rumusan visi DPD RI yang disepakati pada Lokakarya Perencanaan Strategis DPD RI. yakni keberadaannya yang nisbi dan „serba-tanggung‟ sebagai suatu lembaga legislatif. 30 Agustus-1 September 2005 adalah sebagai berikut : Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai lembaga legislatif yang kuat.  lembaga-lembaga eksekutif (pemerintah). berfungsi secara optimal dan efektif. Hak Imunitas. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kesejahteraan rakyat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Visi Visi suatu organisasi atau lembaga pada dasarnya adalah pernyataan cita-cita yang hendak dicapai atau dituju oleh lembaga atau organisasi yang bersangkutan. rumusan visi tersebut menjadi pedoman dasar semua arah kebijakan. 2. Berdasarkan masalah pokok dan mendasar itulah. Karena itu. 3. Apabila DPR tidak menyetujuinya maka Perpu harus dicabut(Pasal 22). Batasan fungsi dan kewenangan yang ada belum memiliki kekuatan penuh dalam proses legislasi. Misi Berdasarkan visi tersebut. Presiden berhak menetapkan Perpu. baik di lingkungan lembaga legislatif sendiri (DPR dan MPR RI) maupun di . Anggota DPR dapat diberhentikan dari jabatannya. Hak mengajukan usul RUU Anggota DPR berhak mengajukan usul RUU (Pasal 21). belum sepenuhnya Ada beberapa penyebab utama yang dapat diidentifikasi. setidaknya sampai saat ini. setaradan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah menuju masyarakat Indonesia yang bermartabat. visi juga merupakan pernyataan pikiran dan kehendak untuk berubah dari keadaan yang ada saat ini (das sein) ke suatu keadaan yang diinginkan (das sollen). dan tindakan yang akan dilakukan. Secara normatif. dan pada masa persidangan DPR berikutnya Perpu tersebut harus dimintakan persetujuan DPR. rumusan misi DPD RI masa bakti 2004 – 2009. Dalam hal kegentingan yang memaksa.5. Lembaga Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat ini masih terbentur pada satu masalah utama. yakni: 1. sejahtera. dengan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dengan undang-undang (Pasal 22B). dan berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). hak DPR untuk tidak dituntut dalam pengadilan. 6. Gagasan dasar pembentukan sebagai suatu lembaga pengimbang (check and balance) kekuasaan. Keberadaannya sebagai suatu lembaga baru belum menemukan format kerja dan struktur kelembagaan yang memadai. Sebagian besar anggotanya adalah orang-orang baru dalam dunia politik yang belum memiliki pengalaman nyata dalam praktik-praktik sistem politik Indonesia selama ini. keputusan. disepakati sebagai berikut: 1.

Menyampaikan usul dan pendapat. DPD berhak mengajukan RUU kepada DPR dan ikut membahasnya yang berkaitan dengan otonomi daerah. terutama yang menyangkut kepentingan daerah. DPR. DPD bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 22C). Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati segala peraturan perundang-undangan. Keuangan dan administratif. 10. pendidikan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 49 dan 50 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. DPD. 11. 5. 5. 4. Menyerap. Membela diri. 17. 4. serta memberi pertimbangan atas RUU APBN yang berkaitan dengan pajak. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan legislatif dengan fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukan usul. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. dalam rangka memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkesinambungan. 3. dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. 7. Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu. DPD dapat melakukan pengawasan terhadap UU yang usulan dan pembahasannya dimiliki oleh DPD. Menjaga etika dan norma adat daerah yang diwakilinya. 12. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya. dan DPRD bahwa Anggota DPD mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut: Hak 1. kelompok. Meningkatkan fungsi dan wewenang DPD RI untuk memperkuat sistem check and balance melalui amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Mengembangkan pola hubungan dan kerja sama yang sinergis dan strategis dengan pemilik kepentingan utama di daerah dan di pusat. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. ikut membahas. pengelolaan SDA dan SDE serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat-daerah. 15. menghimpun. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Protokoler. Imunitas. hubungan pusat-daerah. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. dan agama (Pasal 22D). Menaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPD.2. 3. 6. setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggta DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR. dan 16. memberikan pertimbangan. . menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah. 8. 14. 13. 2. dan golongan. Memilih dan dipilih. Mengamalkan Pancasila. 9. Mendorong perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat terhadap isu-isu penting di daerah.

sebagai Ketua diangkat R. pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara dikota Magelang. yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta.94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di Wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara. yaitu ICW dan IAR. kewenangan. di samping itu ciri sifat ikatan atau “binding” yaitu ciri melekatnya pemikiran dan langkah kerja Anggota DPD RI yang semata-mata didasarkan pada kepentingan dan keberpihakan pada rakyat daerah.6/1948 tanggal 6 Nopember 1948 tempat kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan dipindahkan dari Magelang ke Yogyakarta. kedudukan. Pada waktu itu Badan Pemeriksa Keuangan hanya mempunyai 9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pertama adalah R. dan independensinya diatur dengan UU (Pasal 23D).  Berdasarkan amanat UUD Tahun 1945 tersebut telah dikeluarkan Surat Penetapan Pemerintah No. Soerasno.11/OEM tanggal 28 Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan. Dengan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Piagam Konstitusi RIS tanggal 14 Desember 1949. tetap. hal itu mempertegas fungsi politik legislatif Anggota DPD RI yang meliputi representasi. Dewan Pengawas Keuangan RIS berkantor di Bogor menempati bekas kantor Algemene Rekenkamer Bank Sentral Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan. maka dibentuk Dewan Pengawas Keuangan (berkedudukan di Bogor) yang merupakan salah satu alat perlengkapan negara RIS. Dalam Penetapan Pemerintah No. KPU selain ada ditingkat pusat. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Badan Pemeriksa Keuangan dengan suratnya tanggal 12 April 1947 No. . Kasirman yang diangkat berdasarkan SK Presiden RI tanggal 31 Januari 1950 No. Ketuanya diwakili oleh R. juga terdapat KPU daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Soerasno mulai tanggal 31 Desember 1949. Negara Republik Indonesia yang ibukotanya di Yogyakarta tetap mempunyai Badan Pemeriksa Keuangan sesuai pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945. dan mandiri (Pasal 22E).  Badan Pengawas Keuangan (BPK) Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. untuk sementara masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang dulu berlaku bagi pelaksanaan tugas Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan Hindia Belanda). Untuk memulai tugasnya.Kewajiban Berkenaan dengan kewajiban tersebut.13/A/1950 terhitung mulai 1 Agustus 1949. legislasi dan pengawasan yang dicirikan oleh sifat kekuatan mandatnya dari rakyat pemilih yaitu sifat “otoritatif” atau mandat rakyat kepada Anggota.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dalam rangka pelaksanaan Pemilu agar terselenggara sesuai asas (Iuberjudil). tanggung jawab. maka dibentuklah sebuah komisi pemilihan umum yang bersifat nasional.

kemudian kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD Tahun 1945. Akhirnya oleh MPRS dengan Ketetapan No.pada masa pemerintah Netherland Indies Civil Administration (NICA). Untuk mencapai tujuan itu maka pada tanggal 12 Oktober 1963. Pada Tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekrit Presiden RI yang menyatakan berlakunya kembali UUD Tahun 1945. Dalam era Reformasi sekarang ini. Dalam amanat-amanat Presiden yaitu Deklarasi Ekonomi dan Ambeg Parama Arta. Personalia Dewan Pengawas Keuangan RIS diambil dari unsur Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta dan dari Algemene Rekenkamer di Bogor. 7 Tahun 1963 (LN No. Untuk mengganti PERPU tersebut. 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 17 Tahun 1965 yang antara lain menetapkan bahwa Presiden. namun . Dengan demikian Dewan Pengawas Keuangan berdasarkan UUD 1950 kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Pasal 23 (5) UUD Tahun 1945.X/MPRS/1966 Kedudukan BPK RI dikembalikan pada posisi dan fungsi semula sebagai Lembaga Tinggi Negara. landasan pelaksanaan kegiatannya masih tetap menggunakan ICW dan IAR. Sehingga UU yang mendasari tugas BPK RI perlu diubah dan akhirnya baru direalisasikan pada Tahun 1973 dengan UU No. dikeluarkanlah UU No. sehingga dapat menjadi alat kontrol yang efektif. 6 Tahun 1964 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Gaya Baru. dan di dalam Ketetapan MPRS No. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950. Ketua dan Wakil Ketua BPK RI berkedudukan masingmasing sebagai Menteri Koordinator dan Menteri. maka Dewan Pengawas Keuangan RIS yang berada di Bogor sejak tanggal 1 Oktober 1950 digabung dengan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUDS 1950 dan berkedudukan di Bogor menempati bekas kantor Dewan Pengawas Keuangan RIS. sebagai Pemimpin Besar Revolusi pemegang kekuasaan pemeriksaan dan penelitian tertinggi atas penyusunan dan pengurusan Keuangan Negara. 1/Res/MPRS/1963 telah dikemukakan keinginan-keinginan untuk menyempurnakan Badan Pemeriksa Keuangan. 195 Tahun 1963) yang kemudian diganti dengan Undang-Undang (PERPU) No. 11/MPRS/1960 serta resolusi MPRS No. Badan Pemeriksa Keuangan telah mendapatkan dukungan konstitusional dari MPR RI dalam Sidang Tahunan Tahun 2002 yang memperkuat kedudukan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa eksternal di bidang Keuangan Negara. Meskipun Badan Pemeriksa Keuangan berubah-ubah menjadi Dewan Pengawas Keuangan RIS berdasarkan konstitusi RIS Dewan Pengawas Keuangan RI (UUDS 1950).

yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Misi Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi . 2. dan 23G) dan tujuh ayat. mandiri.VI/MPR/2002 yang antara lain menegaskan kembali kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa eksternal keuangan negara dan peranannya perlu lebih dimantapkan sebagai lembaga yang independen dan profesional. Mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. dan transparan. 7. dan masyarakat pada umumnya dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada pemilik kepentingan atas penggunaan.    keuangan negara. ketentuan yang mengatur BPK RI dalam UUD Tahun 1945 telah diamandemen.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara UU No. BPK bertujuan menjadi pusat pengaturan di bidang pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang berkekuatan hukum mengikat.17 Tahun 2003 Tentang keuangan Negara UU No. serta berperan aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik. 6. yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas. 3. Tujuan Strategis 1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). UU No. dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. keefektifan. Memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan 4. Sebelum amandemen BPK RI hanya diatur dalam satu ayat (pasal 23 ayat 5) kemudian dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dikembangkan menjadi satu bab tersendiri (Bab VIII A) dengan tiga pasal (23E. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mewujudkan BPK sebagai pusat regulator di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Untuk menunjang tugasnya. pengelolaan. 5. 23F. BPK mengedepankan nilai-nilai independensi dan profesionalisme dalam semua aspek tugasnya menuju terwujudnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. BPK bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan. dan profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Visi Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas. Untuk lebih memantapkan tugas BPK RI. bersih. BPK RI didukung dengan seperangkat Undang-Undang di bidang Keuangan Negara. wewenang dan fungsi BPK sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangundangan. Mewujudkan BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang independen dan professional.yaitu dengan dikeluarkannya TAP MPR No. yaitu.

menjunjung tinggi Kode Etik Pemeriksa dan Standar Perilaku Profesional. legislasi. mengidentifikasi penyimpangan. dan anggaran serta bebas dari pengaruh lembaga negara lainnya.8. Integritas BPK RI menjunjung tinggi integritas dengan mewajibkan setiap pemeriksa dalam melaksanakan tugasnya. menyampaikan temuan dan rekomendasi kepada pemilik kepentingan. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 3. Profesionalisme BPK RI melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesionalisme pemeriksaan keuangan negara. dan menilai efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan. Peradilan Umum pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Negeri. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung . kode etik. Peradilan Tata Usaha negara pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha negara. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Militer dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 4. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 2. dan nilai-nilai kelembagaan organisasi. Peradilan Militer pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Militer. Nilai-Nilai Dasar Independensi BPK RI adalah lembaga negara yang independen di bidang organisasi.  Mahkamah Agung Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi. meningkatkan sistem pengendalian intern. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan : 1. BPK bertujuan untuk mendorong peningkatan pengelolaan keuangan negara dengan menetapkan standar yang efektif. Peradilan Agama pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Agama.

untuk kemudian mendapat persetujuan dan ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. adil. atau tidak berdasarkan sistem karier dari kalangan profesi atau akademisi. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung. Hakim agung dapat berasal dari sistem karier (hakim). menguji peraturan perundang-undangan dibawah UU terhadap UU. MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi. MPR menetapkan Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk sementara sebagaimana diatur dalam Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan Keempat. Anggota komisi yudisial harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. militer. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan UndangUndang tentang Mahkamah Konstitusi. agama. dan Pasal 7B yang disahkan pada 9 November 2001. Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. keluhuran martabat. Pasal 24C. Sejarah berdirinya MK diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Pasal 24 ayat (2). Setelah melalui pembahasan . kewajiban dan wewenang MA adalah: 1. Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi 3. professional. dan dilakukan oleh sebuah MA dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum.Menurut Undang-Undang Dasar 1945. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh UndangUndang 2. serta perilaku hakim. Ketuanya sejak 15 Januari 2009 adalah Harifin A. maka dalam rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi. Tumpa. dan diangkat oleh Presiden. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden member grasi dan rehabilitasi Mahkamah Agung dipimpin oleh seorang ketua. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945. Ketua dan Wakil MA dipilih dari dan oleh Hakim Agung (Pasal 24A). dan sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24). Calon Hakim Agung diusulkan komisi yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan dan ditetapkan oleh Presiden.  Mahkamah Konstitusi(MK) Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. dan berpengalaman di bidang hukum. tata usaha Negara. Anggota komisi yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR (Pasal 24B). Pada Mahkamah Agung terdapat hakim agung sebanyak maksimal 60 orang.  Komisi Yudisial Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan.

Prof. M. Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. Sesudah beberapa waktu sesudah itu. Dr. Prof. Dua hari kemudian.mendalam. Jimly Asshiddiqie. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Selama 5 tahun sejak berdirinya. Bersama tujuh anggota hakim pendiri lainnya dari generasi pertama MK. Masa jabatan Ketua MK selama 3 tahun yang diatur dalam UU 24/2003 ini sedikit aneh. dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Jimly terpilih lagi sebagai ketua untuk masa bakti 2006-2009 pada 18 Agustus 2006 dan disumpah pada 22 Agustus 2006 dengan Wakil Ketua Prof. SH mengunduran diri dari anggota MK dan kembali menjadi guru besar tetap hukum tata negara Universitas Indonesia. SH dan Prof. Hakim Konstitusi yang baru diangkat untuk periode (2008-2013). Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UndangUndang terhadap Undang-Undang Dasar. karena masa jabatan Hakim Konstitusi sendiri adalah 5 tahun. Di akhir masa jabatan Prof. SH.. Jimly sebagai Ketua. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun. Laica Marzuki berhasil memimpin lembaga baru ini sehingga dengan cepat berkembang menjadi model bagi pengadilan modern dan terpercaya di Indonesia. Laica Maerzuki. dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum 2. Jimly Asshiddiqie. Dr. M. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. sistem kelembagaan mahkamah ini terbentuk dengan sangat baik dan bahkan gedungnya juga berhasil dibangun dengan megah dan oleh banyak sekolah dan perguruan tinggi dijadikan gedung kebanggaan tempat mengadakan studi tour. Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003. Ketua MK yang pertama adalah Prof.H. dan 3 orang oleh Presiden. Dr. Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945. kewajiban dan wewenang MK adalah: 1. Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. sehingga berarti untuk masa jabatan kedua Ketua MK dalam satu masa jabatan Hakim Konstitusi berakhir sebelum waktunya (hanya 2 tahun). melakukan voting untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua MK masa bakti 3 tahun berikutnya. S. pada bulan Oktober 2009. Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. memutus pembubaran partai politik. MK berhasil dipandang sebagai salah satu icon keberhasilan reformasi Indonesia. . Menurut Undang-Undang Dasar 1945. pada tanggal 15 Agustus 2003. Pada 19 Agustus 2008. yaitu 2008-2011 dan menghasilkan Mohammad Mahfud MD sebagai ketua serta Abdul Mukthie Fadjar sebagai wakil ketua. Dr. Jimly Asshiddiqie.

DPR. Jimly Asshiddiqie. 4. 7. negarawan. yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan. adil. Maruarar Siahaan 4. MK dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh MA (Pasal III AP). serta tidak merangkap sebagai pejabat Negara (Pasal 24C0). Mereka kemudian digantikan oleh 2 hakim baru.kedaulatan rakyat dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR. Perubahan mendasar yang memengaruhi tatanan kelembagaan negara adalah perubahan Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Akil Mochtar Namun. Muhammad Alim 7.Hakim Konstitusi periode 2003-2008 adalah: 1. S. 6. Saat ini masih banyak pihak belum memahami secara utuh tatanan kelembagaan negara dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sehingga sering timbul perdebatan publik dan masalah hubungan antarlembaga negara. dan Presiden. MK mempunyai 9 anggota hakim konstitusi yang ditetapkan Presiden masing-masing 3 orang diajukan oleh MA. MK wajib memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan atau Wakil menurut UUD. 9. Apalagi. pada akhir 2009. kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Harjono 2. . yakni Hamdan Zoelva yang menggantikan Abdul Mukthie Fajar dan Fadlil Sumadi yang menggantikan Maruarar Siahaan. Natabaya Harjono I Dewa Gede Palguna Maruarar Siahaan Soedarsono Hakim Konstitusi periode 2008-2013 adalah: 1. 5. Maria Farida Indrati 3. Jimly Asshiddiqie Mohammad Laica Marzuki Abdul Mukthie Fadjar Achmad Roestandi H. MPR tidak lagi menjadi lembaga negara tertinggi. MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. 8. Arsyad Sanusi 9. Mohammad Mahfud MD 6. Sebelum perubahan. A. memutus pembubaran parpol dan perselisihan hasil pemilu. lembaga. 2. Abdul Mukthie Fajar 5. Perubahan tersebut mengakibatkan : 1. 3. Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Ketua dan wakil ketua MK dipilih dari dan oleh hakim konstitusi. Maruarar Siahaan dan Abdul Mukthie Fajar memasuki masa pensiun.lembaga negara telah mengalami perubahan mendasar hasil UUD 1945 Perubahan yang tentu tidak dapat dipahami berdasarkan paradigma UUD 1945 sebelum perubahan. Achmad Sodiki 8.

lembaga-lembaga yang berada di bawah presiden untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Lembaga-lembaga yang ditentukan untuk melaksanakan kekuasaan tertentu tanpa mengatur nama dan pembentukan lembaganya.BPK sebagai pelaksana kekuasaan auditif serta DPD yang walaupun tidak memegang kekuasaan legislatif memiliki peran dalam proses legislasi (co-legislator). Lembaga negara lain tersebut adalah MPR yang memegang kekuasaan mengubah dan menetapkan UUD. terdapat lembaga negara lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan negara dan kedudukannya sederajat. Pemegang kekuasaan legislatif adalah DPR. lembaga-lembaga utama yang melaksanakan cabang kekuasaan tertentu.dapat diketahui lembaga-lembaga negara yang melaksanakan tiap kekuasaan tersebut.Kelima. Selain lembaga-lembaga negara tersebut.dan fungsi masing. 4. Lembaga yang ditentukan secara umum dan menyerahkan pengaturan lebih lanjut kepada undang-undang. tetapi keberadaannya diperlukan untuk mendukung salah satu lembaga pelaksana cabang kekuasaan tertentu. lembagalembaga di tingkat daerah. legislatif.masing. Kedua. lembagalembaga negara yang bukan pelaksana salah satu cabang kekuasaan. . Hal itu akan mewujudkan kerja sama dan hubungan yang harmonis demi pencapaian tujuan nasional dengan tetap saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan dan konsentrasi kekuasaan. Jika penataan lembaga negara melalui ketentuan peraturan perundang undangan telah dilakukan. Berdasarkan pembagian fungsi kekuasaan eksekutif. Dengan demikian lembaga-lembaga itu sesungguhnya adalah bagian dari organisasi pemerintahan secara nasional walaupun ada yang menjalankan fungsi legislasi di tingkat daerah.Pertama. setiap lembaga negara dapat menjalankan wewenang sesuai dengan kedudukan masing-masing. dan yudikatif dalam UUD 1945.tugas.2.Hal tersebut mengakibatkan Ketetapan MPR Nomor III/MPR/ 1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi dengan/ atau antar-Lembaga-Lembaga Tinggi Negara tidak berlaku lagi.Keenam.Untuk kekuasaan yudikatif ditentukan pelakunya adalah MA dan MK. 3. Sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi adalah presiden. Lemmbaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan pelaksana kedaulatan rakyat sesuai dengan kedudukan. Kelembagaan negara berdasarkan UUD 1945 dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful