• • • •

Skip Skip Skip Skip

to to to to

navigation main content secondary content footer

MELEPAS LELAH
• • •

TENTANG PENUMPANG JEJAK TAMU PICTORIAL

PENDIDIKAN INKLUSIF*
42
April 12, 2011 by kamalfuadi

20 Votes

*Tulisan ini diambil dari kajian teori bab II skripsi saya Pengertian Pendidikan Inklusif Istilah inklusif memiliki ukuran universal. Istilah inklusif dapat dikaitkan dengan persamaan, keadilan, dan hak individual dalam pembagian sumber-sumber seperti politik, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Menurut Reid, masing-masing dari aspek-aspek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan satu

sama lain[1]. Reid ingin menyatakan bahwa istilah inklusif berkaitan dengan banyak aspek hidup manusia yang didasarkan atas prinsip persamaan, keadilan, dan hak individu. Dalam ranah pendidikan, istilah inklusif dikaitkan dengan model pendidikan yang tidak membeda-bedakan individu berdasarkan kemampuan dan atau kelainan yang dimiliki individu. Dengan mengacu pada istilah inklusif yang disampaikan Reid di atas, pendidikan inklusif didasarkan atas prinsip persamaan, keadilan, dan hak individu. Istilah pendidikan inklusif digunakan untuk mendeskripsikan penyatuan anakanak berkelainan (penyandang hambatan/cacat) ke dalam program sekolah. Konsep inklusi memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerimaan anak-anak yang memiliki hambatan ke dalam kurikulum, lingkungan, dan interaksi sosial yang ada di sekolah[2]. MIF. Baihaqi dan M. Sugiarmin menyatakan bahwa hakikat inklusif adalah mengenai hak setiap siswa atas perkembangan individu, sosial, dan intelektual. Para siswa harus diberi kesempatan untuk mencapai potensi mereka. Untuk mencapai potensi tersebut, sistem pendidikan harus dirancang dengan memperhitungkan perbedaan-perbedaan yang ada pada diri siswa. Bagi mereka yang memiliki ketidakmampuan khusus dan/atau memiliki kebutuhan belajar yang luar biasa harus mempunyai akses terhadap pendidikan yang bermutu tinggi dan tepat[3]. Baihaqi dan Sugiarmin menekankan bahwa siswa memiliki hak yang sama tanpa dibeda-bedakan berdasarkan perkembangan individu, sosial, dan intelektual. Perbedaan yang terdapat dalam diri individu harus disikapi dunia pendidikan dengan mempersiapkan model pendidikan yang disesuaikan dengan perbedaanperbedaan individu tersebut. Perbedaan bukan lantas melahirkan diskriminasi dalam pendidikan, namun pendidikan harus tanggap dalam menghadapi perbedaan. Daniel P. Hallahan mengemukakan pengertian pendidikan inklusif sebagai pendidikan yang menempatkan semua peserta didik berkebutuhan khusus dalam

sekolah reguler sepanjang hari. Dalam pendidikan seperti ini, guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap peserta didik berkebutuhan khusus tersebut[4]. Pengertian ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan inklusif menyamakan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal lainnya. Untuk itulah, guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap proses pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dengan demikian guru harus memiliki kemampuan dalam menghadapi banyaknya perbedaan peserta didik. Senada dengan pengertian yang disampaikan Daniel P. Hallahan, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya[5]. Pengertian pendidikan dalam Permendiknas di atas memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai siapa saja yang dapat dimasukkan dalam pendidikan inklusif. Perincian yang diberikan pemerintah ini dapat dipahami sebagai bentuk kebijakan yang sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia, sehingga pemerintah memandang perlu memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik dari yang normal, memilik kelainan, dan memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan. Dengan demikian pemerintah mulai mengubah model pendidikan yang selama ini memisah-misahkan peserta didik normal ke dalam sekolah reguler, peserta didik dengan kecerdasan luar biasa dan bakat istimewa ke dalam sekolah (baca: kelas) akselerasi, dan peserta didik dengan kelainan ke dalam Sekolah Luar Biasa (SLB). Rumusan mengenai pendidikan inklusif yang disusun oleh Direktorat Pendidikan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengenai pendidikan inklusif menyebutkan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus

belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama-sama teman seusianya. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di sekolah yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak dan menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil[6]. Dalam ensiklopedi online Wikipedia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan inklusi yaitu pendidikan yang memasukkan peserta didik berkebutuhan khusus untuk bersama-sama dengan peserta didik normal lainnya. Pendidikan inklusif adalah mengenai hak yang sama yang dimiliki setiap anak. Pendidikan inklusif merupakan suatu proses untuk menghilangkan penghalang yang memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus dari peserta didik normal agar mereka dapat belajar dan bekerja sama secara efektif dalam satu sekolah[7]. Pengertian-pengertian yang dikemukakan di atas secara umum menyatakan hal yang sama mengenai pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif berarti pendidikan yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan semua peserta didik, baik peserta didik yang normal maupun peserta didik berkebutuhan khusus. Masingmasing dari mereka memperoleh layanan pendidikan yang sama tanpa dibedabedakan satu sama lain. Mereka yang berkebutuhan khusus ini dulunya adalah anak-anak yang diberikan label (labelling) sebagai Anak Luar Biasa (ALB). Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan istilah Anak Luar Biasa (ALB) yang menandakan adanya kelainan khusus. Istilah lain yang juga biasa dipakai untuk menandai anak yang “lain” dari yang lain ini yaitu hendaya ( impairment) [8],disability dan handicap[9]. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Bandi Delphie menyatakan bahwa di Indonesia, anak berkebutuhan khusus yang mempunyai gangguan perkembangan dan telah diberikan layanan antara lain: Anak yang mengalami hendaya ( impairment) penglihatan (tunanetra), tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autism (autistic children), hiperaktif (attention deficit disorder with

pendidikan inklusif.hyperactive). Landasan Filosofis Secara filosofis. Selain anak-anak berkebutuhan khusus yang telah disebutkan di atas. dan anak dengan hendaya kelainan perkembangan ganda (multihandicapped and developmentally disabled children)[10]. tradisi dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Pandangan Agama (khususnya Islam) antara lain ditegaskan bahwa: (a) manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling silaturahmi (inklusif) dan bahwa kemuliaan manusia di sisi Allah adalah ketaqwaannya. Secara terperinci. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009. obat terlarang dan zat adiktif lainnya juga dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus[11]. landasan yuridis. dialek. landasan-landasan tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1. anak dengan kesulitan belajar (learning disability atau spesific learning disability). Hal tersebut dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut: . dan landasan empiris. selain menampung anak-anak yang memiliki kelainan juga menampung anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa agar dapat belajar bersama-sama dalam satu kelas. keyakinan. Keragaman dalam etnik. anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa juga dikategorikan sebagai anak-anak berkebutuhan khusus. Landasan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Landasan yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia yaitu landasan filosofis. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian. sesuai dengan beberapa pengertian diatas. penyelenggaraan pendidikan inklusif dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dengan lambang negara Burung Garuda yang berarti Bhinneka Tunggal Ika. adat istiadat.

lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?(5)Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup. akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan kalian[14]. (10)Maka kamu mengabaikannya. Al Qur’an menceritakan kisah tersebut sebagai berikut: (1)Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. (15)di tangan Para penulis (malaikat). (14)yang ditinggikan lagi disucikan. (8)dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran). Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal[12]. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersukusuku supaya kamu saling kenal-mengenal. (3)tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). (13)di dalam Kitab-Kitab yang dimuliakan. (2)karena telah datang seorang buta kepadanya. (6)Maka kamu melayaninya. namun Allah melihat hati dan perbuatannya. (c) Allah tidak melihat bentuk (fisik) seorang muslim. (11)sekalikali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (9)sedang ia takut kepada (Allah).Hai manusia. (12)Maka Barangsiapa yang menghendaki. yaitu: َ َ‫قان عَن يزيد بن ال َصم ع‬ َ َ ‫رة‬ َ ‫قا‬ َ ِ‫ن ه‬ ‫ل‬ َ ْ ‫جع‬ ِ َ ‫نا ك‬ َ َ ‫حد ّث‬ َ َ ‫حد ّث‬ ّ ‫رو ال‬ َ َ ‫حد ّث‬ َ َ ‫ر‬ َ ‫نا‬ َ ٍ ‫شام‬ َ ُ ‫ناقِد‬ َ ِ‫نأ‬ ّ َ ْ َ‫نا ع‬ َ ْ ‫ري‬ َ ُ‫بى ه‬ ْ ْ ُ‫ن ب‬ ُ ْ‫ر ب‬ ُ ‫ف‬ ُ ْ‫ر ب‬ ُ ‫ثي‬ ٌ ‫م‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ُ‫لى ق‬ َ ِ‫ر إ‬ َ ِ‫ر إ‬ َ ُ ‫سو‬ َ ‫قا‬ ‫م‬ ِ ّ ‫ل الل‬ ّ ِ ‫ إ‬: ‫ه صلى الله عليه وسلم‬ ُ ‫ر‬ ْ ُ ‫لوب ِك‬ ْ ُ ‫وال ِك‬ ْ ‫م وَأ‬ ْ ُ ‫صوَرِك‬ َ ّ ‫ن الل‬ ُ ‫لى‬ ُ ُ ‫ن ي َن ْظ‬ ْ ِ ‫م وَل َك‬ َ ‫م‬ ُ ُ ‫ه ل َ ي َن ْظ‬ َ ‫ل‬ َ ‫م‬ ْ ُ ‫مال ِك‬ َ ْ‫وَأع‬ Artinya: dari Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian. (7)Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman). (4)atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran. tentulah ia memperhatikannya. . Hal ini dinyatakan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. (16)yang mulia lagi berbakti[13]. (b)Allah pernah menegur Nabi Muhammad SAW karena beliau bermuka masam dan berpaling dari orang buta.

tidak ada keutamaan yang merah atas yang hitam. pendidikan inklusif dilaksanakan berdasarkan atas: 1) 2) 3) 4) 5) 6) UUD 1945 UU Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan 7) Surat Edaran Dirjen Dikdasmen No. maka sungguh tidak ada keutamaan orang Arab atas orang ‘Ajam. begitu pula sebaliknya. Landasan Yuridis Secara yuridis. bapak kalian satu. sungguh Tuhan kalian itu satu. hak pendidikan. SMA.(d)Tidak ada keutamaan antara satu manusia dengan manusia yang lain.C6/MN/2003 Tanggal 20 Januari 2003 Perihal Pendidikan Inklusif: Menyelenggarakan dan mengembangkan di setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 4 (empat) sekolah yang terdiri dari SD. landasan yuridis yang berlaku yaitu: . hak kesehatan. Nabi Muhammad mengajarkan hal tersebut dalam hadis: َ َ‫عيد ال ْجريري ع‬ ّ ‫ص‬ ُ ‫عي‬ ‫ه‬ ُ ‫ع‬ َ َ ‫خط ْب‬ ِ َ ‫حد ّث‬ ِ ‫ما‬ ِ ّ ‫ل الل‬ ِ ‫س‬ َ َ ‫حد ّث‬ َ َ ‫حد ّث‬ َ ‫م‬ َ َ ‫رة‬ ْ َ ‫بي ن‬ ٌ ِ ‫س‬ َ ‫ل‬ َ ُ ‫ر‬ َ ‫ن‬ َ ‫نا‬ ْ ِ ‫نا إ‬ ُ ّ ‫لى الل‬ َ ‫ني‬ ِ‫نأ‬ َ ‫س‬ َ ‫ه‬ ِ ‫سو‬ َ ‫ة‬ ْ ‫م‬ َ ‫ض‬ ْ ّ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ل‬ َ ‫حد ٌ أ‬ َ‫سأ‬ َ ‫ض‬ َ ‫قا‬ ْ ّ ‫يام ِ الت‬ ‫ل‬ َ َ‫ق ف‬ ِ ‫وا‬ ِ ‫وا‬ ّ ‫ها ال‬ ِ ‫س‬ ِ ‫م‬ ِ ْ ‫عَل َي‬ ْ َ‫ل ف‬ َ‫نأ‬ ّ ِ ‫حد ٌ وَإ‬ ّ ِ‫ل إ‬ َ ‫ل‬ ّ‫طأ‬ َ َ‫في و‬ َ َ‫ه و‬ ْ ُ ‫باك‬ ْ ُ ‫رب ّك‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫نا‬ َ ّ ‫يا أي‬ َ ‫م‬ َ ‫م‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ش‬ ِ ‫ري‬ َ َ َ‫ل أ َسود ع‬ َ َ َ‫ل َحمر ع‬ َ َ َ‫ل ِعربي ع‬ ّ ِ‫ر إ‬ َ َ‫سوَد َ و‬ َ َ‫ي و‬ َ َ‫ي ع‬ َ َ‫ي و‬ ‫وى‬ ْ ّ ‫بالت‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫ج‬ ْ ‫لى أ‬ َ َ ْ َ َ‫ل ل ِع‬ َ ْ‫لى أع‬ ْ ‫لى أ‬ ِ ‫ل‬ َ ‫ح‬ َ ‫ق‬ َ ‫م‬ َ َ ْ ِ ‫ل‬ ّ ِ ‫رب‬ َ َ‫لى ع‬ ّ ‫م‬ ّ ‫م‬ ّ ِ َ َ Artinya: Seseorang yang mendengar khutbah Rasulullah SAW di tengah hari Tasyriq bercerita kepadaku bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Wahai manusia. begitu pula sebaliknya. 380/C. kecuali taqwa[15]. 3) Pandangan universal hak asasi manusia menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk hidup layak. dan SMK. dan hak pekerjaan. 8) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa Khusus untuk DKI Jakarta. SMP.

tenaga pendidik dan kependidikan. Model Pendidikan Inklusif Pendidikan inklusif merupakan perkembangan baru dari pendidikan terpadu. Keuntungan dari pendidikan inklusif adalah bahwa anak berkebutuhan khusus maupun anak biasa dapat saling berinteraksi secara wajar sesuai dengan tuntutan kehidupan sehari-hari di masyarakat dan kebutuhan pendidikannya dapat terpenuhi sesuai dengan potensinya masing-masing. semua diusahakan dapat dilayani secara optimal dengan melakukan berbagai modifikasi dan atau penyesuaian. mulai dari kurikulum.9) Peraturan Gubernur Nomor 116 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Landasan Empiris Landasan empiris yang dipakai dalam pelaksanaan pendidikan inklusif yaitu: 1) 2) 3) Deklarasi Hak Asasi Manusia 1948 (Declaration of Human Rights) Konvensi Hak Anak 1989 (Convention of The Rights of Children) Konferensi Dunia Tentang Pendidikan untuk Semua 1990 ( World Conference on Education for All) 4) Resolusi PBB nomor 48/96 Tahun 1993 Tentang Persamaan Kesempatan Bagi Orang Berkelainan (the standard rules on the equalization of opportunitites for person with dissabilities) 5) Pernyataan Salamanca Tentang Pendidikan Inklusi 1994 (Salamanca Statement on Inclusive Education) 6) Komitmen Dakar mengenai Pendidikan Untuk Semua 2000 (The Dakar Commitment on Education for All) 7) Deklarasi Bandung 2004 dengan komitmen “Indonesia Menuju Pendidikan Inklusif” 8) Rekomendasi Bukittinggi 2005 mengenai pendidikan yang inklusif dan ramah. sarana-prasarana. bukan peserta didik yang menyesuaikan dengan sistem persekolahan. Pada sekolah inklusif setiap anak sesuai dengan kebutuhan khususnya. sistem pembelajaran sampai pada sistem penilaiannya. Pendidikan inklusif mensyaratkan pihak sekolah yang harus menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan individu peserta didik. Pandangan mengenai pendidikan .

Penyesuaian pendidikan dapat berlangsung tatkala lingkungan pembelajaran sekolah dimodifikasi untuk merespon perbedaan-perbedaan peserta didik secara efektif dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dapat bertahan dalam lingkungan tersebut[18]. Hal ini menyebabkan adanya penyesuaianpenyesuaian yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran[17]. . Penyesuaian pendidikan (adaptive education) dilaksanakan dengan menyediakan pengalaman-pengalaman belajar guna membantu masing-masing peserta didik dalam meraih tujuan-tujuan pendidikan yang dikehendakinya. Dengan melihat adanya penyesuaian terhadap kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda. Kedua yaitu model inklusif parsial (partial inclusion). Pertama yaitu model inklusi penuh (full inclusion). maka dalam setting pendidikan inklusif model pendidikan yang dilaksanakan memiliki model yang berbeda dengan model pendidikan yang lazim dilaksanakan di sekolah-sekolah reguler. Model ini berkebalikan dengan model yang pada umumnya memasukkan peserta didik berkebutuhan khusus ke dalam kelas yang berisi peserta didik normal. Model ini menyertakan peserta didik berkebutuhan khusus untuk menerima pembelajaran individual dalam kelas reguler.yang harus menyesuaikan dengan kondisi peserta didik ini sangat terkait dengan adanya perbedaan yang terdapat dalam diri peserta didik. Dalam model ini. Istilah inklusif berimplikasi pada adanya kebutuhan yang harus dipenuhi bagi semua anak dalam sekolah. Model lain misalnya dikemukakan oleh Brent Hardin dan Marie Hardin. Brent dan Maria mengemukakan model pendidikan inklusif yang mereka sebut inklusif terbalik (reverse inclusive). Pendidikan inklusif pada dasarnya memiliki dua model. Pandangan lama yang menyatakan bahwa peserta didiklah yang harus menyesuaikan dengan pendidikan dan proses pembelajaran di kelas lambat laun harus berubah[16]. peserta didik normal dimasukkan ke dalam kelas yang berisi peserta didik berkebutuhan khusus[20]. Model parsial ini mengikutsertakan peserta didik berkebutuhan khusus dalam sebagian pembelajaran yang berlangsung di kelas reguler dan sebagian lagi dalam kelaskelas pull out dengan bantuan guru pendamping khusus[19].

Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama 2) Bentuk kelas reguler dengan cluster Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus 3) Bentuk kelas reguler dengan pull out Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar dengan guru pembimbing khusus . Pendidikan inklusif moderat yang dimaksud yaitu: 1. Model pendidikan inklusif yang diselenggarakan pemerintah Indonesia yaitu model pendidikan inklusif moderat[21]. tetapi dalam praktiknya anak berkebutuhan khusus disediakan berbagai alternatif layanan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. 1. Filosofinya tetap pendidikan inklusif. Anak berkebutuhan khusus dapat berpindah dari satu bentuk layanan ke bentuk layanan yang lain. Model pendidikan inklusif seperti apapun tampaknya tidak menjadi persoalan berarti sepanjang mengacu kepada konsep dasar pendidikan inklusif. Dengan pengandaian demikian seolah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus secara kuantitas lebih banyak dari sekolah untuk peserta didik normal. Peserta didik berkebutuhan khusus digabungkan ke dalam kelas reguler hanya untuk beberapa waktu saja[22]. Pendidikan inklusif yang memadukan antara terpadu dan inklusi penuh Model moderat ini dikenal dengan model mainstreaming Model pendidikan mainstreaming merupakan model yang memadukan antara pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (Sekolah Luar Biasa) dengan pendidikan reguler.Model inklusif terbalik agaknya menjadi model yang kurang lazim dilaksanakan. seperti: 1) Bentuk kelas reguler penuh 2. Model ini mengandaikan peserta didik berkebutuhan khusus sebagai peserta didik dengan jumlah yang lebih banyak dari peserta didik normal. atau bisa juga tidak.

. bagi yang gradasi kelainannya sangat berat. Hal ini dikarenakan sebagian anak berkelainan dapat berada di kelas khusus atau ruang terapi dengan gradasi kelainannya yang cukup berat. Komponen Pendidikan Inklusif Karena terdapat perbedaan dalam konsep dan model pendidikan. namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler 6) Bentuk kelas khusus penuh di sekolah reguler Anak berkelainan belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler[23] Dengan demikian. mungkin akan lebih banyak waktunya berada di kelas khusus pada sekolah reguler (inklusi lokasi).4) Bentuk kelas reguler dengan cluster dan pull out Anak berkelainan belajar bersama anak lain (normal) di kelas reguler dalam kelompok khusus. yaitu: 1. 5. dapat disalurkan ke sekolah khusus (SLB) atau tempat khusus (rumah sakit). 4. Bahkan bagi anak berkelainan yang gradasi kelainannya berat. 2. Manajemen Kesiswaan Manajemen Kurikulum Manajemen Tenaga Kependidikan Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Keuangan/Dana Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dan Masyarakat) Manajemen Layanan Khusus[24] 7. maka dalam pendidikan inklusif terdapat beberapa komponen pendidikan yang perlu dikelola dalam sekolah inklusif. Kemudian. pendidikan inklusif seperti pada model di atas tidak mengharuskan semua anak berkelainan berada di kelas reguler setiap saat dengan semua mata pelajarannya (inklusi penuh). 3. dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber untuk belajar bersama dengan guru pembimbing khusus 5) Bentuk kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian Anak berkelainan belajar di kelas khusus pada sekolah reguler. dan tidak memungkinkan di sekolah reguler (sekolah biasa). 6.

Tujuan dari manajemen kesiswaan ini tidak lain agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar. Model kurikulum pendidikan inklusif terdiri dari: 1. Model kurikulum reguler Model kurikulum reguler dengan modifikasi Model kurikulum Program Pembelajaran Individual (PPI)[26] Model kurikulum reguler. Model kurikulum PPI yaitu kurikulum yang dipersiapkan guru program PPI yang dikembangkan bersama tim pengembang yang melibatkan guru kelas. Pemerintah menyatakan bahwa kurikulum yang dipakai satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan bakat. kepala sekolah. Model kurikulum reguler dengan modifikasi. 2. Pendidikan inklusif masih menggunakan kurikulum standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Di dalam model ini bisa terdapat siswa berkebutuhan khusus yang memiliki PPI. orang tua. minat dan potensinya[25]. tertib. jenis penilaian. dan teratur. 3. serta mencapai tujuan yang diinginkan. maupun pada program tambahan lainnya dengan tetap mengacu pada kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. guru pendidikan khusus.Manajemen kesiswaan merupakan salah satu komponen pendidikan inklusif yang perlu mendapat perhatian dan pengelolaan lebih. Namun dalam pelaksanaan di lapangan. Hal ini dikarenakan kondisi peserta didik pada pendidikan inklusif yang lebih majemuk daripada kondisi peserta didik pada pendidikan reguler. dan tenaga ahli lain yang terkait. yaitu kurikulum yang dimodifikasi oleh guru pada strategi pembelajaran. yaitu kurikulum yang mengikutsertakan peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti kurikulum reguler sama seperti kawankawan lainnya di dalam kelas yang sama. kurikulum pada pendidikan inklusif disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. .

kenaikan tingkat. Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan. dan mutasi. Tenaga kependidikan secara umum memiliki tugas seperti menyelenggarakan kegiatan mengajar. Konsep pendidikan inklusif yang berprinsip adanya persamaan mensyaratkan adanya penyesuaian model pembelajaran yang tanggap terhadap perbedaan individu. (4)Mengatur usaha kesejahteraan. Walaupun penyelenggaraan pendidikan inklusif dilaksanakan pada sekolah reguler dengan penyesuaian-penyesuaian. mengkordinasikan. Guru yang terlibat di sekolah inklusi yaitu guru kelas. meneliti. Stephens menyatakan bahwa IEP merupakan pengelolaan yang melayani kebutuhan unik peserta didik dan merupakan layanan yang disediakan dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan serta bagaimana efektivitas program tersebut akan ditentukan[27].Kurikulum PPI atau dalam bahasa Inggris Individualized Education Program (IEP) merupakan karakteristik paling kentara dari pendidikan inklusif. mengarahkan. Thomas M. melatih. guru mata pelajaran. kenaikan berkala. mengawasi. namun tidak serta merta pendanaan penyelenggaraannya dapat diikutkan begitu saja . (5)Mengatur pembagian tugas[28]. Tenaga kependidikan dalam pendidikan inklusif mendapat porsi tanggung jawab yang jelas berbeda dengan tenaga kependidikan pada pendidikan noninklusif. (3)Pengusulan pengangkatan. dan guru pembimbing khusus. mengorganisasikan. Perbedaan yang terdapat pada individu meniscayakan adanya kompetensi yang berbeda dari tenaga kependidikan lainnya. Pendanaan pendidikan inklusif memerlukan manajemen keuangan atau pendanaan yang baik. dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar mengajar. Tenaga kependidikan merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan inklusif. mengembangkan. dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Maka PPI atau IEP menjadi hal yang perlu mendapat penekanan lebih. (2)Pengusulan formasi pegawai. mengelola. Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi: (1)Inventarisasi pegawai.

Stake holder pendidikan lain seperti masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam rangka memajukan pendidikan. Apalagi dalam semangat otonomi daerah dimana pendidikan juga merupakan salah satu bidang yang didesentralisasikan. (2)Modifikasi kurikulum. baik program yang telah dilaksanakan. yang sedang dilaksanakan. perlu dialokasikan dana khusus. (4)Pengadaan sarana-prasarana.dengan pendanaan sekolah reguler. maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan. Maka diperlukan manajemen keuangan atau pendanaan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif dan mengatasi berbagai permasalahan terkait dengan pendanaan. Dalam rangka menarik simpati masyarakat agar mereka bersedia berpartisipasi memajukan sekolah. (3)Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat. yang antara lain untuk keperluan: (1)Kegiatan identifikasi input siswa. antara lain dengan memberitahu masyarakat mengenai program-program sekolah. maka keterlibatan masyarakat merupakan suatu keharusan. perlu dilakukan berbagai hal. (6)Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar[30]. Penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif perlu mengelola dengan baik hubungan sekolah dengan masyarakat agar dapat tercipta dan terbina hubungan yang baik dalam rangka upaya memajukan pendidikan di daerah. Dinas Dikmenti dan Kanwil Depag dan sumber lain yang sah. . Pembiayaan pendidikan inklusif untuk wilayah DKI Jakarta bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada pos anggaran Dinas Dikdas. (5)Pemberdayaan peran serta masyarakat. Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi. Pembiayaan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan inklusif untuk lembaga pendidikan swasta dibebankan pada anggaran yayasan/lembaga pendidikan swasta yang bersangkutan[29].

untuk melaksanakan manajemen layanan khusus ini[31]. terutama yang memahami ke-PLB-an. anak berkebutuhan khusus membutuhkan perlakuan tersendiri yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. sarana-prasarana. maka Program Pembelajaran Individual (IEP) dapat dijalankan di kelas-kelas reguler.Dalam pendidikan inklusif terdapat komponen manajemen layanan khusus. tenaga kependidikan. Setelah proses skrining atau assesmentdilakukan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus teridentifikasi. Untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus diperlukan proses skrining atau assesment yang bertujuan agar pada saat pembelajaran di kelas. bentuk intervensi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk intervensi pembelajaran yang sesuai bagi mereka. Program Pembelajaran Individual tersebut sebenarnya tidak mutlak diperlukan bagi anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran model inklusif di kelas reguler. Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan. Seorang pendidik hendaknya mengetahui program pembelajaran yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus. Kepala sekolah dapat menunjuk stafnya. kurikulum. Pola pembelajaran yang harus disesuaikan dengan anak berkebutuhan khusus biasa disebut dengan Individualized Education Program (IEP) atau Program Pembelajaran Individual (PPI). terlebih dahulu pendidik harus melakukan identifikasi terhadap kondisi dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus agar diperoleh informasi yang akurat mengenai kebutuhan pembelajaran anak berkebutuhan khusus. pendanaan dan lingkungan. Pada praktiknya ada beberapa . Pembelajaran Model Inklusif di Kelas Reguler Pelaksanaan pembelajaran dalam kelas inklusif sama dengan pelaksanaan pembelajaran dalam kelas reguler. Namun jika diperlukan. Sebelum Program Pembelajaran Individual dijalankan oleh pendidik. Perbedaan karakteristik yang dimiliki anak berkebutuhan khusus membuat pendidikan harus memiliki kemampuan khusus. Assesment yang dimaksud yaitu proses kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan sosial melalui pengamatan yang sensitif[32].

belajar sambil bekerja. Prinsip khusus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing peserta didik berkebutuhan khusus. Secara terperinci. keenam komponen tersebut yaitu: 1. Baik anak reguler maupun anak berkebutuhan khusus mendapatkan program pembelajaran yang sama.anak berkebutuhan khusus yang tidak memerlukan Program Pembelajaran Individual. kesiapan menerima pelajaran Terminal objective. Mereka dapat belajar bersama dengan anak reguler dengan program yang sama tanpa perlu dibedakan. behaviors. Elicitors. dan enroute. Model pembelajaran anak berkebutuhan khusus memerlukan komponenkomponen tertentu yang meliputi: Rasional . entering behavior. hubungan sosial. 3. 5. keterarahan. reinforcers. Prinsip khusus ini dijalankan ketika peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan pembelajaran individual melalui Program Pembelajaran Individual (IEP)[34]. Prinsip umum pembelajaran meliputi motivasi. terminal objective. individualisasi. langkah dari entering behavior menujut ke terminal objective[33] Model pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus harus memperhatikan prinsip umum dan prinsip khusus. Program Pembelajaran Individual meliputi enam komponen. dan prinsip memecahkan masalah. yaitu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan atau menyebabkan perilaku Behaviors. 4. konteks. 2. merupakan kegiatan peserta didik terhadap sesuatu yang dapat ia lakukan Reinforcers. 6. sasaran antara dari pencapaian suatu tujuan pembelajaran yang bersifat tahunan Enroute. Prinsip umum ini dijalankan ketika anak berkebutuhan khusus belajar bersama-sama dengan anak reguler dalam satu kelas. yaitu elicitors. menemukan. suatu kejadian atau peristiwa yang muncul sebagai akibat dari perilaku dan dapat menguatkan perilaku tertentu yang dianggap baik Entering behavior.

tujuan. 88. guru kelas. dan masukan lingkungan yang berupa norma. pelaksanaan intervensi. Teaching and Learning. Classroom Approaches for Assesment.Layanan pendidikan dan pembelajaran anak berkebutuhan khusus seharusnya sejalan dan tidak lepas dari prinsip. Visi dan misi Model pembelajaran anak berkebutuhan khusus mengarah pada visi dan misi sebagai sumber pengertian bagi perumusan tujuan dan sasaran yang harus ditetapkan Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran anak berkebutuhan khusus harus didasarkan pada visi dan misi pembelajaran yang sudah ditetapkan Komponen dasar model pembelajaran Berdasarkan pada visi dan misi pembelajaran. kebijakan. dan meningkatkan program pembelajaran[35] [1]Gavin Reid. masukan instrumen yang terdiri dari program. h. memelihara. 2005). komponen-komponen dasar model pembelajaran anak berkebutuhan khusus dapat dikelompokkan menjadi: 1) Masukan yang berupa masukan mentah yang terdiri dari elicitors. dan sarana.behaviors. dan praktik dalam pendidikan berkebutuhan khusus. (London: David Fulton Publisher. . dan tuntutan 2) Proses yang terdiri dari atas program pembelajaran individual. tahapan. dan reinforcers. dan refleksi hasil pembelajaran 3) Keluaran berupa perubahan kompetensi setiap peserta didik yang mempunyai kesulitan atau hambatan perkembangan diri Komponen pendukung sistem model pembelajaran Komponen pendukung sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. Dyslexia and Inclusion. lingkungan.

[5]Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. h.[2]J. (Bandung: PT. h. Santrock. 7 Juni 2010. h. Impairment digunakan untuk menunjukkan kemampuan yang tidak sepenuhnya rusak/cacat. 75-76. h. h. 2004). David Smith. cet. 2006). 27. Lihat juga Hornby.. Sekolah Ramah untuk Semua. 53. h. 1982). Stephens. (Bandung: PT. Lihat Thomas M. Educational Psychology.. Exceptional Learners: An Introduction to Special Education.Teaching Mainstreamed Students. [9]Beberapa istilah selain ABK. handicap. Dalam hal ini sering muncul ungkapan “jangan sampai disability menjadi handicap”. 45 [3]MIF. 175 [10]Delphie. 1-3. Sugiarmin. Handicap digunakan untuk menunjukkan adanya kesulitan-kesulitan dalam penggunaan organ tubuh. [8]Bandi Delphie. Oxford Advanced…. 327.Disability digunakan untuk menunjukkan ketidakmampuan yang ada sejak dilahirkan atau cacat yang sifatnya permanen. atau sikap orang itu sendiri. [6]Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. h. lingkungan fisik. 2006). (Boston: Pearson Education Inc. 2006). 2009). Pembelajaran Anak…. [7]Ensiklopedi Online Wikipedia “Inclusion” darihttp://en. Lihat John W. Memahami dan Membantu Anak ADHD. (New York: The McGraw Hill Inc. Sebenarnya terdapat perbedaan arti dari ketiga istilah tersebut. (Bandung: Penerbit Nuansa. 4. Refika Aditama. (Canada: John Wiley&Sons. h. Pembelajaran Anak Tunagrahita. Kondisi ini boleh jadi disebabkan oleh masyarakat. h. [4]Daniel P. Refika Aditama. Baihaqi dan M.org/wiki/Inclusion_%28education%29.. dan disabilityseringkali disamakan dalam penggunaannya. Disability berarti batasan fungsi yang membatasi kemampuan seseorang. . dkk.wikipedia. Hallahan dkk. ke-10.. seperti impairment. Suatu Pengantar dalam Pendidikan Inklusi. 1. Handicap adalah kondisi yang dinisbahkan kepada seseorang yang menderita ketidakmampuan. Inklusi.

yahoo. Educational Psychology in the Classroom.wikipedia. ‘Abasa Ayat 1-16. (Kairo: Muassasah Qurtubah.[11]Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Yang perlu ditekankan dalam inklusi adalah filosofi dan semangat yang dimiliki. Lihat jugahttp://en. h. Musnad Ahmad Ibnu Hanbal. lalu Rasulullah SAW bermuka masam dan berpaling daripadanya. juz 5. Early Childhood….org/wiki/Inclusion_ %28education%29 [19]Morrison. penerapan pendidikan inklusif di masing-masing negara akan berbeda-beda. Al Hujurat Ayat 13 [13]QS. h. 655 [15]Ahmad Ibn Hanbal. karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Ada yang menyatakan bahwa dalam inklusi tidak terdapat adanya model. Len dan Felicity Armstrong. 2001). 462. 503-504 [17]Reid. Experience. Early Childhood Education Today. Dengan demikian. h. h. 85 [18]George S. h. 1967). 411 [16]Henry Clay Lindgren. 462. 18 April 2010. (Tokyo: Charles E. h. Dyslexia and Inclusion…. “Pembenahan Pendidikan Inklusif”. (Kairo: Daar Ibnu Al Haitam. Lihat misalnya dalam milis (mailing list) Direktorat Pendidikan Luar Biasa Kementrian Pendidikan Nasional. cet. (New Jersey: Pearson Education Inc. and . ke-III. Dalam milis ini Julia Maria van Tiel mengemukakan beberapa contoh pelaksanaan pendidikan inklusif di beberapa negara. Dia datang kepada Rasulullah SAW meminta ajaranajaran tentang Islam. lihat juga Barton. Policy. Shahih Muslim. Maka turunlah surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah SAW [14]Al Imam Abi Husain Muslim bin Al Hajjaj. [12]QS.. Tuttle Company. Untuk lebih jelas lihat Julia Maria Van Tiel. dari http://groups. 2009). Orang buta dalam Surat ‘Abasa tersebut bernama Abdullah bin Ummi Maktum.com/group/ditplb/message/130. tt). Morrison.

[24]Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2007. Factor In Inclusion: A Framework dalam Sip Jan Pijl (eds. [22]Jane B. h.Inclusive Education.Change. 2009). A Global Agenda. h. h. Cauley (ed. 100. 6-9. Cross Cultural Reflection on Inclusive Education. 9. Para ahli lebih banyak menggunakan istilah inclusion saja.Meijer. Th. No. dalam Kathleen M.II/2008. 19. Lihat juga Ensiklopedi Online Wikipedia “Mainstreaming” darihttp://en. 19. (New York: McGraw-Hill/Dushkin. Schulz. 1997). Pedoman Umum….). Di samping itu istilah full inclusionjuga lebih berkonotasi negatif dan bagi sebagian orang sulit disepakati. 8-9. . h. [26]Direktorat. (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta. “Into the Mainstream: Practical Strategies for Teaching in Inclusive Environments”. Membangun Pendidikan Tanpa Diskriminasi . h. Policy Brief. h. [20]Brent Hardin dan Maria Hardin.wikipedia. Sekolah Inklusif. Pengertian ini dimaksudkan untuk mendorong pendidik agar berusaha menemukan jenis dan tingkat inklusi yang memuaskan tiap individu. A Guide for Classroom Teachers. Orang lebih banyak menggunakan istilah optimal inclusion. Inklusi. [28]Direktorat. Dordrecht: Springer. Mainstreaming Exceptional Students. [27]Thomas. Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Lihat juga Sip Jan Pijl danCor J. Educational Psychology. Istilah full inclusion merupakan istilah yang jarang digunakan. [25]Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.W. Policy Brief…. 8. 1991).org/wiki/Mainstreaming_%28education%29. 12. h. 20-21. 2004). Sekolah…. Lihat Smith.). 46. 7 Juni 2010. (London: Routledge. h. [23]Agustyawati dan Solicha. (Boston: Allyn and Bacon. h. h. Teaching Mainstreamed…. [21]Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. 4648. Departemen Pendidikan Nasional. Pasal 7.

. Refika Aditama. Pembelajaran Anak. Pembelajaran Model Inklusi Di Kelas Reguler | Pendidikan Yang Memahami November 2. (Bandung: PT. [30]Direktorat. Tidak ada satu pasalpun yang menyebutkan bahwa pemerintah pusat terlibat dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan inklusif. h. 8. h. Hal ini dapat dilihat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. 154-157. Like this: Like Loading. 9. Pendanaan penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak ditangani oleh pemerintah pusat.. h. [32]Bandi Delphie. 2006). [31]Direktorat.[29]Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 116 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi. Pembelajaran Anak. h. 2011 at 7:59 am 0 . 1 [33]Bandi Delphie. [34]Bandi Delphie. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi. Policy Brief…. Pasal 16 dan Pasal 17. 150-151. Policy Brief…. h. Category: makalah Tribute to Kartini-Edisi April » « Mengembalikan Bagian yang Hilang 42 thoughts on “PENDIDIKAN INKLUSIF *” 1. 154. Pembelajaran Anak. h. [35]Bandi Delphie.

langkah dari entering behavior menujut ke terminal objective.. kamalfuadi December 28. Wahyu Firmansyah January 9.. terima kasih.. 2011 at 5:00 am 1 0 Rate This Mantap.] 2. thanks for sharing!! mhn ijin copy buat referensi. silakan dikopi jika bermanfaat 4. 3.] Enroute. 2011 at 12:56 pm 0 0 Rate This sama-sama..0 Rate This [. Reader November 22. 2012 at 5:49 pm 1 0 . [.

Bandung: PT.Rate This artikelnya sangat berbobot…. Nur Hasyim PNJ March 21. tempat anda di Bandung bukan? 6. kamalfuadi . Salam Inklusif…. 2012 at 4:51 am 0 0 Rate This Terima kasih sudah nyasar di blog saya. kamalfuadi January 11. Buku itu terbitan Bandung kok.. mohon petunjuknya dimana saya dapat memperoleh buku Bandi Delphie. mohon izin mengutip ya… 7. Mas Kamal. tulisannya tentang inklusi. 2012 at 9:45 am 1 0 Rate This Ass. 2006… terimakasih sebelumnya…. Refika Aditama. 5. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. bagus. Buku itu pertama kali saya dapatkan di perpustakaan kampus saya waktu S1. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi.

silakan dikutip jika bermanfaat. 2012 at 3:39 am 0 0 Rate This oh. Nur Hasyim PNJ March 26. 2012 at 1:16 pm 1 0 Rate This Salam kenal. Eh ini Hasyim mana ya? 8. kamalfuadi March 27. terima kasih. pengajar Pendidikan Inklusi Politeknik Negeri Jakarta. wah…saya perlu banyak berguru dan berdiskusi dengan anda mas Nur Hasyim. di Politeknik. Oh ya. materi tentang pendidikan inklusif diajarkan mas? 10. saya Nur Hasyim. hasmira .March 22. 2012 at 1:58 am 0 0 Rate This Wass. Mas Kamal… 9.

sekolah-sekolah inklusif yang secara resmi sudah ditunjuk pemerintah DKI Jakarta belum mampu secara maksimal untuk memberikan layanan pendidikan yang tidak membeda-bedakan penyandang disabilitas dengan non-disabilitas. Butuh pemahaman yang lahir dari seluruh stake holder. 2012 at 9:51 am 2 . 12.. 2012 at 3:35 am 0 0 Rate This Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. kepekaan orang tua siswa.March 29. 2012 at 2:27 am 1 0 Rate This Pendidikan Inklusif adalah program kemendiknas yang diluncurkan tahun 2010 tetapi sangat ribet dan membutuhkan tenaga khusus. merdeka .!!! 11. dana ekstra. Memang demikian kondisi dan perjalanan pendidikan inklusif di Indonesia. Insyaa Allah Pendidikan Inklusif akan akses. Di Jakarta saja. kamalfuadi March 29. dan juga good will dari pemangku kepentingan. ana May 8. Semoga pendidikan inklusif di negeri ini makin memasyarakat. Syukur kalau tulisan saya bermanfaat. Dengan info dari Kamalfuadi lewat jejaring sosial ini.

untuk mengatahui pendidikan inklusif lebih luas. 2012 at 7:08 am 0 . 14. retnosari May 30. 15. 2012 at 9:14 pm 0 0 Rate This silakan.0 Rate This keren untuk referensi skripsi saya kebetulan ttng sekolah inklusif juga di yogya…. 13. kamalfuadi May 31. terima kasih sudah mampir…. jika memang bisa dimanfaatkan .. kamalfuadi May 8. 2012 at 12:50 pm 1 0 Rate This terima kasih telah membantu saya.

silakan kalau bisa dimanfaatkan 18. 2012 at 12:33 pm 1 0 Rate This Matursuwun Mas. retno tri hariastuti September 3. sila dimanfaatkan jika memang bermanfaat 16. mohon izin untuk jadi refrensi ngajar saya Mas ! 17. kamalfuadi July 18.0 Rate This terima kasih sudah berkunjung. 2012 at 4:01 am 0 0 Rate This terima kasih mba sudah berkunjung. Asfy hana maghfiroh July 17. 2012 at 3:58 pm 1 . Atas pengetahuannya ini.

Bermanfaat sekali.tp lupa dimana.0 Rate This Terimakasih artikelnya. sepertinya kita pernah ketemu sebelumnya. Terima kasih banyak info ttg inclusive educational nih. Saya juga bekerja di bidang pendidikan. Selama ini yang banyak dibahas dalam pendidikan inklusif adalah tentang pembelajaran. Ada referensi tambahan? 19. 20. Banyaknya pembahasan pendidikan inklusif pada pembelajaran karena memang pelayanan dan penanganan penyandangan disabilitas menjadi fokus. Kebanyakan ditulis oleh expert dari Bandung. Saya jadi tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengmbangan suatu model program BK di sekolah inklusif. Amala Rahmah September 6. . 2012 at 5:59 am 1 0 Rate This Yaaaaaaaaa mas kamal fuadi. Ada beberapa referensi yang bisa dipakai. . kamalfuadi September 5. spesifikasi bimbingan dan konseling (BK). 2012 at 2:17 am 0 0 Rate This Terima kasih sudah mampir .

mas kamal ? 21. 22. Saya ada data di DKI Jakarta sampai tahun 2010. Sepertinya sekarang sudah ganti domain. Kalau data di Jawa Barat saya tidak punya. 2012 at 6:54 am 0 0 Rate This hahaha…Mba Amala nyasar juga ke tempat sampah saya. Coba cek situs Pusat Penelitian dan Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Ada data ttg isu ini di jawabarat kah. 2012 at 2:19 am . kamalfuadi September 6. Kalau dulu situsnya masih menggunakan domain puslitjaknov. Salah satu provinsi yang dijadikan sampel yaitu Jawa Barat. haris September 19. 2012 at 1:20 am 1 0 Rate This Mas kamal referensi berbahasa Inggris di atas anda punya? jika berkenan sy pingin pinjam… 23. Ada satu penelitian tentang pendidikan inklusif tingkat nasional dengan mengambil sampel di beberapa provinsi di Indonesia. kamalfuadi September 19.

kamalfuadi September 19. Beberapa buku dipinjam teman-teman dan belum kembali. dessy risma October 2. 2012 at 6:59 am 0 0 Rate This Mas Haris. 24. 25.com. kamalfuadi . Sebagian lagi dalam bentuk ebook. saya akan kirimkan referensi pendidikan inklusif yang saya punya berupa ebook ke email anda di wathonikharisul@yahoo.0 0 Rate This Saya punya kopian. 2012 at 1:13 pm 1 0 Rate This trimakasih…sangat bermanfaat 26. Kalau yang ebook bisa saya kirim via email.

27. sunaryo .. 2012 at 2:40 pm 1 0 Rate This izin ngutip Mas Kamal.. kamalfuadi December 26. Silakan dimanfaatkan jika ada yang bisa diambil .mau sy cb jdiin penelitian d subang nh bwt skripsi.October 3. 28. 2012 at 5:58 am 1 0 Rate This silakan jika bisa dimanfaatkan 29. 2012 at 7:41 am 0 0 Rate This Terima kasih sudah berkunjung mba Dessy Risma. Eka Setya December 21.

Oh iya. 2012 at 3:07 am 0 0 Rate This Terima kasih mas. Saya ikut senang. 2012 at 8:58 am 1 0 Rate This alhamdulillah …waw … luar biasa subhanallah … mantap tulisannya . kebetulan buat tambahan refernsi . Sila dimanfaatkan. kamal 30. pada jenjang pendidikan apa mas Sunaryo melaksanakan pendidikan inklusif? 31.December 27. nci January 3. kami on going process melaksanakan pendidikan inklusif ” sebuah pendidikan yang seharusnya begituuuu…” . kamalfuadi December 28. Semoga pelaksanaan pendidikan inklusif di tempat mas Sunaryo lancar. mohon ijin ya tak kopinya … jazakallah mas. 2013 at 12:26 pm 0 0 Rate This .

jazakumullah untuk artikelnya. Universitas Terbuka... 2013 at 3:46 am 0 0 Rate This Wa’alaikumsalam Mba Nci.sya boleh minta ebook referensi pendidikan inklusif ny gk? sklian m dftar buku2 yg djdiin reference list ny jg. Untuk buku-buku referensi tentang pendidikan inklusif memang lumayan susah dicari.. maf bgt nh minta ny ngrpotin. Beberapa lagi saya dapatkan berupa format pdf dalam bahasa Inggris.. kamalfuadi January 4.k email yg sya. Di perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.. . Universitas Negeri Jakarta. dan Perpustakaan Nasional. Pengalaman saya mencari buku sampai 3 bulan. untuk buku-buku refrensinya.assalamua’alaikum mas kamal. boleh dong di kasih tau gimana cara ngedapetinnya soalnya di tempatku sulit carinya… sy tunggu sekali infonya… 32. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. 33..hehe thanks bgt lw bs d kbulin.lw ngrpotin link2 ny aj dh y.. Buku-buku yang saya pakai di tulisan ini saya dapatkan di beberapa perpustakaan. 2013 at 2:42 pm 0 0 Rate This Assalamualaikum Mas. Eka Setya January 5. Untuk buku yang berbahasa Indonesia sebagian besar diterbitkan oleh penerbit dari Bandung.

Cek email.sy jmin nama mas ad d dlem lembar persmbhan pny sya.. Semoga proposal skripsimu segera diACC ya . senang bisa membantu. kamalfuadi January 9. Eka Setya January 11.. 2013 at 5:12 pm 0 0 Rate This hehehehe. Sudah dikirim ya. kamalfuadi January 12. 2013 at 11:55 am 1 0 Rate This Wa’alaikumsalam.34. sama-sama.lw proposal sya d acc.skli lg mksh bgt mas 36. 2013 at 12:23 pm 0 0 Rate This makasih bgt Mas. 35..

Dan artkl in sngt mmbntu sya dlm mnjwb soalsoal yg d brkn oleh dosen. mamarian April 22. 2013 at 1:02 am 1 0 Rate This . kamalfuadi March 13. 39.. Silakan dimanfaatkan mba. sngt brmanfat bg sya krna sya d brkn tgs oleh dosen tntng pnddkn inklusif.Wb..37. Wr.maksih ats artikll ini. 2013 at 5:04 pm 0 0 Rate This Wa’alaikumsalam.s x lg mksih yaaa…!!! 38.mas kamal. yulan March 11. Terima kasih mba Yulan sudah mampir ke blog saya. 2013 at 12:28 pm 0 0 Rate This Ass.

.blog yang sangat bermanfaat. semoga kedepannya utk anak anak berkebutuhan khusus tidak lagi dianggap menyusahkan bagi guru gurunya… 40. mudah-mudahan segera terwujud pendidikan yang tidak diskriminatif.. kamalfuadi May 13. 41. 2013 at 2:28 am 0 0 Rate This . sari May 8. 2013 at 4:51 am 0 0 Rate This izin share ya. 2013 at 10:32 am 0 0 Rate This Terima kasih sudah berkunjung ke sini...^-^ 42. Perjuangan masih panjang.. kamalfuadi April 22.

silakan jika bisa dimanfaatkan Leave a Reply Penumpang • kamalfuadi My Facebook Kamal Fuadi Create your badge Like Box Search M « Nov T W T F S S May » 1 2 9 3 10 4 5 6 7 8 .

485 hits Archives • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • May 2013 April 2013 March 2013 February 2013 January 2013 November 2012 October 2012 May 2012 April 2012 March 2012 February 2012 January 2012 June 2011 May 2011 April 2011 November 2010 July 2010 June 2010 February 2010 January 2010 December 2009 .M « Nov 11 18 25 T W T F S S May » 12 19 26 13 20 27 14 21 28 15 22 29 16 23 30 17 24 April 2011 Nyasar • 83.

2 Indonesia Berkibar Blog Competition informasi kontemplasi kutipan hari ini Laporan Penelitian makalah nukilan dari sebelah opini .• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • November 2009 September 2009 June 2009 May 2009 April 2009 March 2009 February 2009 January 2009 December 2008 November 2008 October 2008 September 2008 August 2008 July 2008 June 2008 May 2008 March 2008 February 2008 January 2008 December 2007 November 2007 Categories • • • • • • • • • • ceritaku ceritamu Djarum Black Blog Competition Vol.

• • • • • pictorial rehat resensi buku suara hati Uncategorized Traffic .

Komentar Islah on Penyerahan Piala oleh Kurir… ahmadnursaeful13 onPenyerahan Piala oleh Kurir… kamalfuadi onPENDIDIKAN INKLUSIF * resources onKOMPETISI BLOG DJARUM BLACK VO… sari onPENDIDIKAN INKLUSIF* My Twitter • RT @akbarzainudin: Seminar BERANI MULAI USAHA. Cak Eko. Asmui. 29 Mei.. Good job bro! 19 hours ago • "@atikonurali: Saya Punya 2 Pacar Posesif sekali (Tesis dan Kerjaan) belah diri guehh :b" nih ada @benqgunawan@JunMustopha yg ga posesif :p 19 hours ago • • waktu kritis dalam bekerja karena ngantuk melanda22 hours ago "@benqgunawan: @naomiwvsklo mau interview OKP wilayah belajar donk dr succes story gw kan tanya @fuadikamal.00 | Akbar Zainudin..hahaha. Rabu.. 09. Aula Madya UIN JKT." Ga humble nih :p 1 day ago Blogroll . AryoDiponegoro. GR… 17 hours ago • Selamat untuk @tigabelase yg telah menyelesaikan studi di jurusan PAI FITK UIN Jakarta.

• • • • al-eman dot com paulocoelho WordPress.org media • • • • • • • • INDO POS Jurnal INDOPROGRESS JURNAL NASIONAL KOMPAS RAKYAT MERDEKA REPUBLIKA SUARA MERDEKA UNISOSDEM Sahabat • • • • • • • • • • • • • • • • • • ALVIAN BLACKOHOLICZONE blognya pejantan tambun Darsana Setiawan fatkhul muin fauzi ibrahim FUNSDAY idris masudi indah indra munawar juman rofarif Kak Zepe-Blog Lagu Anak KANJENG RAGIL luthfi anshori mardani masud jepara Mokhammad Dina MS WIBOWO .com WordPress.

com.• • • • • • • • • Follow muiz mursid mustafid nashif ubbadah RIENZUMAROH rifqie ugm Syalala syarif hidayatullah zamakhsyari dhofier Blog at WordPress.com . Theme: Grisaille by Nudge Design. Sign m e up Powered by WordPress. Follow “melepas lelah” Get every new post delivered to your Inbox.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful