You are on page 1of 30

BLOK NEOPLASIA

Perdarahan Pervaginam
Wrap up

Kelompok :A-18
Ketua Seketaris : Atena Suci Fauzia : Gita Rosadila 1102009046 1102010113

Anggota : Deny Rahmat Pamungkas Dimas Mochammad Zaeni Farah Farhana Maren Fennie Budhiarti Indah Kusumo Wardani P Laras Wiyardhani Latifatun Nikmah

1102009072 1102009084 1102010094 1102010100 1102010129 1102010148 1102010149

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 2012/2013

1

SKENARIO 3

Perdarahan Pervaginam Seorang wanita umur 35 tahun berobat ke poliklinik kebidanan dengan keluhan keluar darah dari vagina, dan berbau. Pasien mempunyai 3 orang anak, terkecil umur 6 tahun. Dari pemeriksaan sensorium komposmentis dan vital sign dalam batas normal.Haid teratur, tiap bulan, lama 7 hari. Dokter meminta perawat untuk mempersiapkan dan mendampingi pemeriksaan. Pemeriksaan perut, inspeksi, palpasi dan perkusi dalam batas normal. Begitu pula vulva tidak ada kelainan. Inspekulo : dinding vagina dalam batas normal, serviks membesar berbenjol, berdarah. Vaginal toucher : serviks membesar, berbenjol, contact bleeding ( + ), uterus sebesar telur bebek, mobile, ovarium tidak membesar. Untuk menegakkan diagnosis, dokter melakukan pemeriksaan penunjang.

2

Kata sulit 1. Contact bleeding : perdarahan yang disebabkan oleh kontak langsung 2. Vaginal toucher : pemeriksaan colok vagina

Pertanyaan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengapa keluar darah dari vagina dan berbau? Mengapa serviks membesar? Mengapa contact bleeding ( + )? Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan penunjang? Mengapa uterus sebesar telur bebek? Faktor apa saja yang menyebabkan ca serviks?

Jawaban 1. 2. 3. 4. 5. 6. Karena ada mikroorganisme yg pathogen, perubahan pH, dan adanya inflamasi. Karena ada reaksi inflamasi. Karena adanya tekanan sehingga menyebabkan vasodilatasi dan permeabilitas sel menigkat dan menyebabkan darah menjadi mudah keluar. Untuk menegakkan diagnosis pasti. Karena terdapat massa dan metastasis. Seks bebas, HPV, merokok, usia, parietas dan genetik.

3

genetic | Reaksi inflamasi | Vasodilatasi dan permeabilitas sel meningkat | Massa | Darah mudah keluar ( perdarahan ) | Pemeriksaan fisik ( vaginal toucher) dan pemeriksaan lab ( Pap‟s Smear ) | Ca serviks 4 . perubahan pH. seks bebas.Hipotesa Mikroorganisme. merokok. HPV. usia.

7 2.9 2. Memahami dan menjelaskan definisi karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan epidemiologi karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan etiologi dan faktor resiko karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan klasifikasi dan stadium karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan patofisiologi karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan manifestasi klinis karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan diagnosis dan diagnosis banding karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan penatalaksanaan karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan komplikasi karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan prognosis karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan pencegahan karsinoma serviks Memahami dan menjelaskan etika pemeriksaan dalam perspektif Islam 5 .11 3.1 2.5 2.10 2.2 2. 2.8 2. Memahami dan menjelaskan perdarahan pervaginam Memahami dan menjelaskan karsinoma serviks 2.3 2.4 2.6 2.Sasaran belajar 1.

koriokarsinoma. abortus insipiens. subinvolusio uteri. menarik kesimpulan bahwa gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemorrágica terjadi karena persistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasidan pembentukan corpus luteum.1. ploriferatif. tumor tuba. tuba dan ovarium disebabkan olah kelainan pada:   serviks uteri. sarkoma uteri. setelahpenelitian histopatologik pada uterus dan ovario pada waktu yang sama. karsinoma endometrium. 6 . Ovarium. 1. mioma uteri. abortus incompletus.1. Menoragia adalah Perdarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak. radang overium. dengan endometrium jenis non sekresi merupakan bagian terbesar. Tuba fallopii. ulkus pada portio uteri. radang tuba. hiperplastik. Memahami dan menjelaskan pendarahan pervaginam 1. polip endometrium. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. karsinoma servisis uteri.Patologi perdarahan pervaginam Menurut schroder pada tahun 1915. kelainan fungsional dan penggunaan estrogen eksogen 2.3. seperti polip servisis uteri. abortus imminens. Akibatnya terjadilah hiperplasia endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan dan terus menerus. Penyebab dan pengobatan kasus ini sama dengan hipermenorea. dan sekretoris. karsinoma serviks). karsinoma korpus uteri. Pemakaian alat kontrasepsi (IUD. Penelitian menunjukan pula bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan dengan berbagai jenis endometrium yaitu endometrium atropik. tumor ovarium. erosio porsionis uteri. mola hidatidosa. kehamilan ekstopik terganggu. hormonal) Obesitas Faktor kejiwaan Trombositopenia   Sebab lain     1. Endometrium jenis nonsekresi dan jenis sekresi penting artinya karena dengan demikian dapat dibedakan perdarahan anovulatori dari perdarahan ovuloatoir.Definisi perdarahan pervaginam Adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid. Ada dua macam perdarahan di luar haid yaitu metroragia dan menometroragia 1. Penyebabnya adalah kelainan organik (polip endometrium.Etiologi perdarahan pervaginam Sebab – sebab organic Perdarahan dari uterus.2. Korpus uteri.

yang mekanismenya Belem seberapa dimengerti. 2009) 7 . dan jenis campuran. Memahami dan menjelaskan karsinoma serviks 2. sedang perdarahan anovulatoir biasanya dianggap bersumber pada gangguan endokrin. atau hematologik.7 per 100. 17. Hal ini karena skrining Pap menjadi lebih populer dan lesi serviks pre-invasif lebih sering dideteksi daripada kanker invasif. insidens kanker serviks di Singapore sebesar 25. adenoma.700 kematian akibat kanker serviks pada 2006. dan Thailand sebesar 23. vasomotorik. (Priyanto dan Nuranna.Klasifikasi ini mempunyai nilai klinik karena kedua jenis perdarahan disfungsional ini mempunyai dasar etiologi yang berlainan dan memerlukan penanganan yang berbeda. 2. 2006) 2.0 pada ras Cina. Diperkirakan terdapat 3.000 penduduk. Pada perdarahan disfungsional yang ovulatoir gangguan dianggap berasal dari factorfaktor neuromuskular. Insidens dan angka kematian kanker serviks menurun selama beberapa dekade terakhir di AS. (Imam Rasjidi.8 pada ras Melayu. Jenis yang paling umum adalah jenis epitelias squamous.2Memahami dan menjelaskan epidemiologi karsinoma serviks Untuk wilayah ASEAN.1Memahami dan menjelaskan definisi karsinoma serviks Kanker serviks adalah keganasan primer dari serviks uteri (kanalis servikalis dan atau porsio).

52. dan derajat pendidikan ikut serta dalam menentukan prognosis dari penderita. Relative 1 dan 5 years survival masingmasing sebesar 88% dan 73%. Menurut data kanker berbasis patologi di 13 pusat laboratorium patologi. Dari data 17 rumah sakit di Jakarta 1977. Burd. 52.000 kasus didapatkan 8 tipe HPV yang banyak ditemukan. yaitu tipe 16. Penelitian meta-analisis yang meliputi 10. Progresifitas menjadi NIS II atau III setelah menderita HPV berkisar 2 tahun. 2007) 8 . jenis histopatologi. 45. 11. kelompok resiko rendah dengan kelompok resiko tinggi. kanker serviks menduduki urutan pertama. tidak memiliki envelope.7% kasus kanker serviks. yaitu 432 kasus di antara 918 kanker pada perempuan. dengan diameter sekitar 55 nm.3Memahami dan menjelaskan etiologi dan faktor resiko karsinoma serviks  Infeksi HPV Infeksi HPV (Human Papilloma Virus) resiko tinggi merupakan faktor etiologi kanker serviks. keadaan umum yang lemah. 2003) HPV dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok. Berukuran kecil. (Imam Rasjidi. 51. 43 dan 44. (Imam Rasjidi. 2007) HPV merupakan kelompok virus dari family Papovaviridae. yaitu lebih kurang 36%. 45. 35. 18. keterbatasan sarana dan prasarana. 33. (Eileen M. 2009) 2. 33. Kapsid berbentuk isohedral. 39. 31. Sedangkan kelompok resiko tinggi terdiri atas HPV tipe 16. 56 dan 58. L1 (protein kapsid mayor) dan L2 (protein kapsid minor). Setiap kapsomer mengandung minimal 2 protein kapsid. keterbatasan sumber daya. Kelompok resiko rendah terdiri atas HPV tipe 6. status sosial ekonomi yang rendah. kanker serviks merupakan penyakit kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia. (Imam Rasjidi. 2009) Relative survival pada wanita dengan lesi pre-invasif hampir 100%. Pendapat ini juga ditunjang oleh berbagai macam penelitian. dengan 5 YSR sebesar 92% untuk kanker lokal. Penelitian pada NIS II atau III mendapatkan infeksi HPV yang didominasi ole tipe 16 dan 18. 2009) Keterlambatan diagnosis pada stadium lanjut. kanker serviks invasif merupakan kanker yang paling berhasil diterapi.Di Indonesia diperkirakan ditemukan 40 ribu kasus baru kanker mulut rahim setiap tahunnya. 31. yang tersusun atas 72 kapsomer. 18. (Andrijono. Apabila dideteksi pada stadium awal. 58 dan 35. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) terdapat 1.000 sampel dari 22 negara serta didapatkan adanya infeksi HPV pada sejumlah 99. (Andrijono. 42.

 Diet : Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks. Ini mungkin karena mereka tidak mampu untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai. Tidak ada yang tahu mengapa ini dapat terjadi. resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan.  Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker serviks di usia tuanya. 9 . Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. (Iman Rasidji. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. 2009)  Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Beberapa bukti menunjukkan adanya hubungan antara riwayat hubungan seksual dan risiko penyakit ini.  Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks.  Penghasilan rendah: Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya. wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih tinggi. daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua Factor resiko yang diperkirakan  Riwayat Keluarga: Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. seperti tes Pap Smear secara rutin. Juga.Faktor resiko yang telah dibuktikan  Hubungan seksual Karsinoma serviks diperkirakan sebagai penyakit yang ditularkan secara seksual.

Kedalaman invasi ke stroma tidak lebih dari 5mm dan lebarnya lesi tidak lebih dari 7mm Stadium Ia1 Invasi ke stroma dengan kedalaman tidak lebih dari 3mm dan lebar tidak lebihdari 7mm Stadium Ia2 Invasi ke stroma dengan kedalaman lebih dari 3mm tapi kurang dari 5mm dan lebar tidak lebih dari 7mm Stadium Ib Lesi terbatas di serviks atau secara mikroskopis tidak lebih dari Ia Stadium Ib1 Besar lesi secara klinis tidak lebih dari 4cm Stadium Ib2 Besar lesi secara klinis lebih besar dari 4 cm Stadium II Telah melibatkan vagina. Stadium kanker serviks menurut FIGO 2000 Stadium 0 Kasinoma in situ. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.tidak sama dengan HPV. Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.4 Memahami dan menjelaskan klasifikasi dan stadium karsinoma serviks Terdapat beberapa klasifikasi untuk tingkat kanker serviks seperti International Federation of Gyneacology and obstetrics (FIGO) dari World Health Organization (WHO) dan sistem tumor nodul dan metastasis (TNM) dari International Union Against Cancer(UICC). Ini dapat juga menjadi faktor resiko kanker serviks. tetapi belum mencapai dinding panggul Stadium III Telah melibatkan 1/3 bawah vagina atau adanya perluasan sampai dinding panggul. Rokok mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. kecuali kelainan ginjal dapat dibuktikan oleh sebab lain. tapi belum melibatkan parametrium Stadium IIb Infiltrasi ke parametrium. Stadium IIIa Keterlibatan 1/3 bawah vagina dan infiltrasi parametrium belum mencapai dinding panggul 10 . karsinoma intra epitel Stadium I Karsinoma masih terbatas di serviks (penyebaran ke korpus uteri diabaikan) Stadium Ia Invasi kanker ke stroma hanya dapat dikenali secara mikroskopik. tapi belum sampai 1/3 bawah atau infiltrasi ke parametrium belum mencapai dinding panggul Stadium IIa Telah melibatkan vagina. Dengan hidronefrosis atau gangguan fungsi ginjal dimasukkan dalam stadium ini. 2.Lain – Lain  Merokok Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak.  Infeksi HIV HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. lesi yang dapat dilihat secara langsung walau dengan invasi yang sangat superfisial dikelompokkan sebagai stadium Ib.

Stadium IIIb Stadium IV Stadium IVa Stadium IVb Perluasan sampai dinding panggul atau adanya hidronefrosis atau gangguan fungsi ginjal Perluasan ke luar organ reproduktif Keterlibatan mukosa kandung kemih atau mukosa rektum Metastase jauh atau telah keluar dari rongga panggul 11 .

Sedang adenokarsinoma terlihat sebagai sel-sel yang berasal dari epitel torak endoserviks. dan kadang-kadang tumor itu sendiri berdiferensiasi buruk atau dari selsel yang disebut small cell. ialah KIS (Karsinoma In Situ) T1 Karsinoma terbatas pada serviks. Klasifikasi histologik kanker serviks ada beberapa. Sel ini berasal dari sel basal atau reserved cell . berbentuk kumparan atau kecil serta bulat seta mempunyai batas tumor stroma tidak jelas. 2002). menyebabkan kasus dianggap sebagai T3 meskipun pada penemuan lain kasus itu seharusnya masuk kategori yang lebih rendah T4 Karsinoma telah menginfiltrasi mukosa rektum atau kandung kemih. jadi : NX + atau NX N0 Tidak ada deformitas kelenjar limfa pada limfografi N1 Kelenjar limfa regional berubah bentuk sebagaimana ditunjukkan oleh cara-cara diagnostik yang tersedia ( misalnya limfografi. Tanda -/+ ditambahkan untuk tambahan ada/tidak adanya informasi mengenai pemeriksaan histologik. CT-scan panggul) N2 Teraba massa yang padat dan melekat pada dinding panggul dengan celah bebas infiltrat diantara massa ini dengan tumor M0 Tidak ada metastsis berjarak jauh M1 Terdapat metastasis berjarak jauh. yaitu ± 90% merupakan karsinoma sel skuamosa (KSS). di antaranya : 12 . atau meluas sampai panggul. Karsinoma skuamosa terlihat sebagai jalinan kelompok sel-sel yang berasal dari skuamosa dengan pertandukan atau tidak. tetapi belum sampai dinding panggul. atau dari kelenjar endoserviks yang mengeluarkan mukus (Notodiharjo. termasuk kelenjar limfa di atas bifurkasio arteri iliaka komunis Jenis histopatologis pada kanker serviks Jenis skuamosa merupakan jenis yang paling sering ditemukan. (walaupun ada perluasan ke korpus uteri) T1a Pra-klinik adalah karsinoma yang invasif dibuktikan dengan pemeriksaan histologik T1b Secara klinis jelas karsinoma yang invasif T2 Karsinoma telah meluas sampai di luar serviks. (Ditemukannya edema bulosa tidak cukup bukti untuk mengklasifikasi sebagai T4) T4a Karsinoma melibatkan kandung kemih atau rektum saja dan dibuktikan secara histologik T4b Karsinoma telah meluas sampai di luar panggul NX Bila tidak memungkinkan untuk menilai kelenjar limfa regional. adenokarsinoma 5% dan jenis lain sebanyak 5%. tetapi belum sampai 1/3 distal T2a Karsinoma belum menginfiltrasi parametrium T2b Karsinoma telah menginfiltrasi parametrium T3 Karsinoma telah melibatkan 1/3 distal vagina atau telah mencapai dinding panggul (tidak ada celah bebas antara dinding panggul) NB : Adanya hidronefrosis atau gangguan faal ginjal akibat stenosis ureter karena infiltrasi tumor.Stadium kanker seviks menurut sistem TNM T Tak ditemukan tumor primer T1S Karsinoma pra-invasif. atau karsinoma telah menjalar sampai dinding vagina.

rhabdomyosarcoma • Lymphoma Klasifikasi menurut Papanicolau: Kelas I Kelas II KelasIII : Berarti negatif (tidak ditemukan sel-sel ganas) : Negatif. leiomysarcoma.mesonephric • Serous • Intestinal 3. tidak ditemukan tanda-tanda ganas. ditemukan beberapa sel atipik → KIS : Positif. ditemukan banyak sel atipik → Kanker Kelas IV Kelas V 13 . Mixed carcinoma • Adenosquamous • Mucoepidermoid • Glossy cell • Adenoid cystic 4. Undifferentiated carcinoma 5. Carcinoma tumor 6. Adeno carcinoma • Endocervical • Endometroid (adenocanthoma) • Clear cell . Skuamous carcinoma • Keratinizing • Large cell non keratinizing • Small cell non keratinizing • Verrucous 2. Maliganant non-epithelial tumors • Sarcoma : mixed mullerian.sedang. Malignant melanoma 7.1. ditemukan beberapa sel atipik :Ada selsel atipik yang sugestif tetapi tidak diagnostik untuk keganasan→dysplasia(ringa n.paramesonephric • Clear cell .berat) : Positif.

berkembang menjadi kanker serviks setelah10 tahun atau lebih. 1992). sedangkan waktu yang diperlukan dari karsinoma in situ menjadi invasif 3 ± 20 tahun (TIM FKUI. mulai dengan intraepitel. 14 . tidak semua perubahan ini progres menjadi invasif. sedang dan berat) menjadi karsinoma in situ dan akhirnya invasif. perubahan neoplastik. Secara histopatologi lesi pre invasif biasanya berkembang melalui beberapa stadium displasia (ringan. Waktu yang diperlukan dari displasia menjadi karsinoma in situ (KIS) berkisar antara 1 ± 7 tahun. Lesi preinvasif akan mengalami regresi secara spontan sebanyak 3-35%. Bentuk ringan (displasia ringan dan sedang) mempunyai angka regresi yang tinggi.5 Memahami dan menjelaskan patofisiologi karsinoma serviks Karsinoma serviks adalah penyakit yang progresif.2. Meskipun kanker invasif berkembang melalui perubahan intraepitel.

iliaka eksterna dan kelenjar getah bening hipogastrika. 1997). Penyebaran dapat pula melalui metastase limpatik dan hematogen. Karsinoma serviks dapat meluas ke arah segmen bawah uterus dan kavum uterus. jaringan pada serviks. tempat penyebaran terutama adalah paru-paru. anemis hipertensi dan adanya demam. parametria dan akhirnya dapat menginvasi ke rektum dan atau vesika urinaria. Secara hematogen. kanker dapat menyebar ke pembuluh getah bening pada servikal dan parametria. pertumbuhan yang eksofitik atau dapat berinfiltrasi ke kanalis serviks. hepar. Karsinoma serviks timbul di batas antara epitel yang melapisi ektoserviks (porsio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut sebagai squamo-columnar junction (SCJ). pankreas dan otak (Prayetni. Lesi dapat meluas ke forniks. tulang. Bila pembuluh limfe terkena invasi. kelenjar getah bening obturator. empedu. Displasia ini dapat muncul bila ada aktivitas regenerasi epitel yang meningkat misalnya akibat trauma mekanik atau kimiawi. infeksi virus atau bakteri dan gangguan keseimbangan hormon. Dari sini tumor menyebar ke kelenjar getah bening iliaka komunis dan pada aorta. kelenjar getah bening mediastinum dan supravesikuler. Penyebaran kanker ditentukan oleh stadium dan ukuran tumor. jenis histologik dan ada tidaknya invasi ke pembuluh darah. Histologi antara epitel gepeng berlapis (squamous complex) dari portio dengan epitelkuboid/silindris 15 .Proses perkembangan kanker serviks berlangsung lambat. diawali adanya perubahan displasia yang perlahan-lahan menjadi progresif. Perluasan lesi di serviks dapat menimbulkan luka. Dalam jangka waktu 7 ± 10 tahun perkembangan tersebut menjadi bentuk preinvasif berkembang menjadi invasif pada stroma serviks dengan adanya proses keganasan.

pertumbuhan tumor menjadi ulseratif. 3. Nyeri dirasakan dapat menjalar ke ekstermitas bagian bawah dari daerah lumbal. Pada tahap lanjut. berbau dan terjadinya iritasi vagina serta mukosa vulva. SCJ berada di dalam kanalis serviks. Perdarahan yang dialami segera setelah bersenggama (disebut sebagai perdarahan kontak) merupakan gejala karsinoma serviks (75 80%) (Wiknjosastro. Dengan masuknya mutagen. Tumor dapat tumbuh: 1. sedangkan pada wanita umur > 35 tahun. Perdarahan yang khas terjadi pada penyakit ini. Pada wanita. Serviks normal secara alami mengalami proses metaplasi/erosio akibat saling desakmendesak kedua jenis epitel yang melapisi. Sekali menjadi mikroinvasif atau invasif. clear cell carcinoma/mesonephroid carcinoma dan yang paling jarang adalah sarcoma. 2. II. sekret dari vagina berwarna kuning. amenorrhea. Umumnya fase pra invasif berkisar antara 3 – 20 tahun (rata-rata 5 – 10 tahun). III dan KIS untuk akhirnya menjadi karsinoma invasif. Hispatologik sebagian besar 95-97% berupa epidermoid atau squamous cell carsinoma sisanya adenokarsinoma. yaitu darah yang keluar berbentuk mukoid. Perubahan epitel displastik serviks secara kontinyu yang masih memungkinkan terjadinya regresi spontan dengan pengobatan / tanpa diobati itu dikenal dengan Unitarian Concept dari Richard. Periode laten dari NIS – I s/d KIS 0 tergantung dari daya tahan tubuh penderita. hipermenorrhea. Endofilik mulai dari SCJ tumbuh ke dalam stoma serviks dan cenderung untuk mengadakan infiltrasi menjadi ulkus.6 Memahami dan menjelaskan manifestasi klinis karsinoma serviks Fluor albus (keputihan) merupakan gejala yang sering ditemukan getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Pada tahap awal. 1997). post koitus serta latihan berat. SCJ ini berada di luar ostius uteri eksternum. terjadinya kanker serviks tidak ada gejala-gejala khusus. Eksofilik mulai dari SCJ ke arah lumen vagina sebagai masa yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis. 16 . Biasanya timbul gejala berupa ketidakteraturannya siklus haid. dan penyaluran sekret vagina yang sering atau perdarahan intermenstrual. 2. gejala yang mungkin dan biasa timbul lebih bervariasi. porsio yangerosif (metaplasia skuamosa) yang semula fisiologik dapat berubah menjadi patologik melalui tingkatan NIS I. Ulseratif mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan serviks dengan melibatkan awal fornises vagina untuk menjadi ulkus yang luas. Dalam hal demikian.pendek selapis bersilia dari endoserviks kanalis serviks. Perdarahan pervaginam akan makin sering terjadi dan nyeri makin progresif. proses keganasan akan berjalan terus.

Kandung kencing yang kosong. (Sarwono Prawirohardjo. (Sarwono Prawirohardjo. terjadi penurunan berat badan. Perdarahan rektum dapat terjadi karena penyebaran sel kanker yang juga merupakan gejala penyakit lanjut. Palpasi Pada perabaan serviks ditemukan konsistensi massa yang teraba keras (apabila masih kecil). Gejala lebih lanjut meliputi nyeri yang menjalar sampai kaki. hematuria dan gagal ginjal dapat terjadi karena obstruksi ureter. 2005) Pemeriksaan Fisik  Inspeksi Keadaan umum pasien kurang baik. Karakteristik darah yang keluar berwarna merah terang dapat bervariasi dari yang cair sampai menggumpal.Menurut Baird (1991) tidak ada tanda-tanda khusus yang terjadi pada klien kanker serviks. 2. pasien tampak lemas. tangan pemeriksa yang 17 . pemeriksaan inspekulo dan bimanual membutuhkan pengalaman yang banyak dan bahkan pada yang cukup berpengalaman.7 Memahami dan menjelaskan diagnosis dan diagnosis banding karsinoma serviks Anamnesis  Usia ? Berada pada kisaran 30-60 tahun  Usia saat coitus pertama kali?  Apakah sering berganti-ganti pasangan atau memiliki pasangan yang suka berganti-ganti pasangan?  Apakah terdapat keputihan? Berbau busuk? Tidak gatal?  Apakah terdapat perdarahan di luar haid (perdarahan spontan)? Saat defekasi ataupun miksi?  Apakah terdapat perdarahan pasca-coitus (perdarahan kontak)? 75-80%  Apakah terdapat nyeri? Hal tersebut akibat infiltrasi sel-sel tumor ke serabut saraf. 2005)  Pada berbagai macam metode pemeriksaan ginekologik. irreguler dan rapuh. Perdarahan setelah koitus atau pemeriksaan dalam (vaginal toucher) merupakan gejala yang sering terjadi. terlihat tanda-tanda anemis (konjungtiva pucat) yang mana merupakan dampak dari perdarahan. adanya adipositas yang berlebihan atau tegangan yang kuat dari otot-otot perut dapat menyebabkan kesalahan dalam staging.

hangat dan sapaan yang menenangkan penderita merupakan syarat-syarat penting pada pemeriksaan ini. Pap‟s Smear Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih awal pada pasien yang tidak memberikan keluhan. yaitu : a. 2006) Pemeriksaan Penunjang Menurut aziz (2006) pemeriksaan penunjang pada pasien kanker serviks. Ini memberikan kemungkinan yang terbaik untuk meraba parametrium dan cavum douglasi dan membedakan tumor-tumor dalam daerah ini dengan skibala. (Priyanto & Nuranna. Hasil pemeriksaan sitologi Pap smear normal : Hasil pemeriksaan sitologi Pap smear abnormal : 18 . Setelah tiga kali hasil pemeriksaan pap smear setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun. Sel kanker dapat diketahui pada sekret yang diambil dari porsi serviks. penting juga teknik vaginorektal. Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan pada wanita usia 18 tahun atau ketika telah melakukan aktivitas seksual sebelum itu.

d. Biopsi Biopsi ini dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear. Jaringan yang diambil dari daerah bawah kanal servikal. Hasil biopsi akan memperjelas apakah yang terjadi itu kanker invasif atau hanya tumor saja c. Kolposkopi Kolposkopi dilakukan untuk melihat daerah yang terkena proses metaplasia. Biopsi dilakukan untuk mengetahui kelainan yang ada pada serviks. 19 . Pada pasien konservatif dapat diketahui peningkatan aktivitas enzim ini terutama pada daerah epitelium serviks. Laboratorium Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui aktivitas pryvalekinase. Pemeriksaan ini kurang efisien jika dibandingkan dengan pap‟s smear.b. Teknik yang biasa dilakukan adalah biopsy yang tidak memerlukan anestesi dan teknik cone biopsy yang menggunakan anestesi. karena kolposkopi memerlukan keterampilan dan kemampuan kolposkopis dalam mengetes darah yang abnormal.

20 . pielogram intravena (IVP). Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau scan CT abdomen atau pelvis digunakan untuk menilai penyebaran lokal dari tumor dan atau terkenanya nodus limpa regional. Tes schiller Tes ini menggunakan iodine solution yang diusapkan pada permukaan serviks. yang dapat menunjukkan adanya obstruksi pada ureter terminal. Pada serviks normal akan membentuk bayangan yang terjadi pada sel epitel serviks karena adanya glikogen.  MRI CT-Scan f. yang dilakukan pada kanker serviks tahap lanjut. yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada saluran pelvik atau peroartik limfe. Radiologi   Pelvik limphangiografi.e. Sedangkan pada sel epitel serviks yang mengandung kanker akan menunjukkan warna yang tidak berubah karena tidak ada glikogen. Pemeriksaan intravena-urografi (IVP). enema barium. dan sigmoidoskopi. Pemeriksaan radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung kemih dan rektum yang meliputi sitoskopi.

Seringkali cukup bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) yang memberikan Anda perspektif lain dari penyakit Anda.8 Memahami dan menjelaskan penatalaksanaan karsinoma serviks Menurut tingkat keganasan klinik:5  Tingkat klinik KIS : Usia muda dan ingin punya anak Konisasi Usia lanjut atau sudah mempunyai cukup anak Histerektomi sederhana  Tingkat klinik IA : Bila kedalaman invasi kurang ≤ 1 mm dan tidak meliputi area yang luas serta tidak melibatkan pembuluh limfe / pembuluh darah  dilakukan histerektomi apabila fungsi reproduksi sudah tidak diperlukan lagi. Stadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. histerektomi. Tingkat klinik IB. Untuk stadium IB dan IIA kanker serviks:   Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Tingkat klinik IV : dapat dipertimbangkan. Tidak dilakukan tindakan bedah.IIA : Histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul. Faktor-faktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda termasuk usia Anda. Pasca bedah biasanya dilanjutkan dengan penyinaran. misalnya hycamtin dan cisplatin. dan kemoterapi.Hal ini disebut perawatan paliatif. tergantung ada/tidak adanya sel tumor dalam kelenjar limfa regional yang diangkat. kesehatan Anda secara keseluruhan.Kadang-kadang pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan.2. Tingkat klinik IIB–IIIB: radioterapi. pemberian kemoterapi Tiga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi. Jika kesembuhan tidak dimungkinkan.Bila pasien masih ingin memiliki anak. 21 . tujuannya pengobatan adalah untuk mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Jika masih. ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi Kanker serviks stadium lanjut (IIB-IVA) dapat diobati dengan radioterapi dan kemo berbasis cisplatin. dokter dapat mempertimbangkan kemo dengan kombinasi obat.Pada stadium sangat lanjut (IVB). dan preferensi Anda sendiri. radioterapi. primer adalah    Radiasi bersifat paliatif. dilakukan konisasi.

seorang wanita masih dapat merasakan kenikmatan seksual. Hal ini juga digunakan untuk stadium pra-kanker serviks (o). Jika kanker telah menyebabkan rasa sakit atau perdarahan. Histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul: pada operasi ini. jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi konisasi. Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ad adi dalam leher rahim (stadium 0). dan beberapa kelenjar getah bening yang berada di daerah panggul. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis yang dipanaskan oleh listrik (prosedur ini disebut LEEP atau LEETZ). pengobatan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kankernya telah diangkat. jaringan (berbentuk kerucut) diangkat untuk diperiksa di bawah mikroskop. Konisasi Sepotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. bagian atas vagina yang berbatasan dengan leher rahim. Setelah operasi ini.Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan untuk kanker serviks pra-invasif (stadium 0). Operasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan melalui bagian depan perut dan kurang sering melalui vagina. Rahim dapat diangkat dengan cara operasi di bagian depan perut (perut) atau melalui vagina. 22 .  Dampak seksual dari histerektomi: Setelah histerektomi. terutama pada wanita muda. Bedah Laser Sebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil dari jaringan sel rahim untuk dipelajari. Histerektomi  Histerektomi sederhana: Rahim diangkat. meskipun demikian. dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim. Seorang wanita tidak memerlukan rahim untuk mencapai orgasme. Baik vagina maupun kelenjar getah bening panggul tidak diangkat. Setelah operasi ini. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukan mereka. Pembedahan untuk Kanker Serviks Cryosurgery Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina dan pada leher rahim.Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan atau mengobati kanker serviks tahap awal (0 atau I). Histerektomi digunakan untuk mengobati beberapa kanker serviks stadium awal (I). Sebuah histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul adalah pengobatan yang umum digunakan untuk kanker serviks stadium I. seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. tetapi tidak mencakup jaringan yang berada di dekatnya.Hal ini jarang digunakan sebagai satu-satunya pengobatan kecuali untuk wanita dengan kanker serviks stadium dini yang mungkin ingin memiliki anak. tapi bukan kanker invasif yang telah menyebar ke luar leher rahim. Jika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker atau pra-sel kanker.Setelah biopsi. jaringan di dekatnya. seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. dan lebih jarang juga digunakan pada beberapa kasus stadium II.

tingkat kehamilan setelah 5 tahun lebih dari 50%. Hal ini dilakukan dengan kolostomi.Atau ahli bedah mungkin dapat menyambung kembali usus besar sehingga tidak ada kantung di luar tubuh yang diperlukan.Dengan latihan dan kesabaran. yaitu dibuat lubang pembukaan di perut dimana kotoran dapat dikeluarkan.Untuk itu. Atau urin bisa mengalir ke kantong plastik kecil yang ditempatkan di bagian depan perut.Metode ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam rahim. Jika vagina diangkat. Beberapa mengatakan butuh waktu sekitar 1-2 tahun untuk benar benar menyesuaikan diri dengan perubahan radikal ini. dan orgasme. Ekstenterasi Panggul Selain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas.operasi sebenarnya bisa memperbaiki kehidupan seksual seorang wanita dengan cara menghentikan gejala-gejala ini. Trachelektomi Sebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan wanita muda tertentu dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. kesenangan. 23 . sebuah cara baru untuk melewati kotoran/feses diperlukan. Diperlukan waktu lama.Kelenjar getah bening di dekatnya juga diangkat. Operasi ini digunakan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya.  Radioterapi untuk Kanker Serviks Radioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. 6 bulan atau lebih. dan sebagian usus besar juga diangkat. namun risiko keguguran lebih tinggi daripada wanita normal pada umumnya. untuk pulih dari operasi ini. Jika rektum dan sebagian usus besar diangkat. sebuah vagina baru yang terbuat dari kulit atau jaringan lain dapat dibuat/direkonstruksi.Risiko kanker kambuh kembali sesudah pendekatan ini cukup rendah. vagina. dubur. sebuah cara baru untuk menyimpan dan membuang air kecil diperlukan. beberapa wanita dapat memiliki kehamilan jangka panjang dan melahirkan bayi yang sehat melalui operasi caesar. Urine dapat dikosongkan dengan menempatkan sebuah tabung kecil (disebut kateter) ke dalam lubang kecil di perut tersebut (disebut: urostomi). Sebelum radioterapi dilakukan.Namun wanita yang pernah menjalani operasi ini tetap dapat menjalani kehidupan bahagia dan produktif. Setelah operasi ini.Operasi ini dilakukan baik melalui vagina ataupun perut. mereka juga dapat memiliki gairah seksual. Sepotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih baru. biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda menderita Anemia. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada umumnya menderita Anemia.Dalam sebuah penelitian. pada jenis operasi ini: kandung kemih. transfusi darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi dijalankan. Jika kandung kemih telah diangkat.

tidak ada kemungkinan bergesernya aplikator. dosis radiasi bisa disesuaikan.5 jam. yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal.Untuk pasien kanker serviks. Sejak tahun 1960-an di Eropa dan Jepang.Radioterapi eksternal berarti sinar X diarahkan ke tubuh Anda (area panggul) melalui sebuah mesin besar.Baik radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioaktif untuk memberikan radiasi internal. maka biasanya HDR brachytherapy diberikan dalam beberapa insersi. ekonomis. maka diperlukan total 2 insersi dengan masing-masing waktu sekitar 1 jam. Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan. mulai diperkenalkan sistem HDR(high dose rate) brachytherapy.  Brachytherapy untuk Kanker Serviks Brachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak awal abad ini. Salah satu metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy. Yang cukup memegang peranan penting bagi kesuksesan brachytherapy adalah pengalaman dokter yang menangani. Waktu dimana aplikator berada di saluran kewanitaan (vagina. biasanya dokter akan memberikan radioterapi (external maupun internal). Keuntungan HDR brachytherapy adalah antara lain: pasien cukup rawat jalan.Pada kanker serviks stadium awal. misalnya ke kandung kemih atau usus besar. Untuk pasien kanker endometrium yang menerima brachytherapy saja atau dalam kombinasi dengan radioterapi external.Akhirakhir ini.Sedangkan radioterapi internal berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam rahim/leher rahim Anda selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya. Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ kewanitaan.Untuk mencegah komplikasi potensial dari HDR brachytherapy. Radioterapi ada 2 jenis. leher rahim dan/atau rahim) untuk setiap insersi adalah sekitar 2. standar perawatannya adalah 5 insersi. Yaitu. HDR brachytherapy diberikan hanya dalam hitungan menit. dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati kanker serviks yang berada antara stadium IB hingga IVA.  Kemoterapi untuk Kanker Serviks 24 . antara lain bila ukuran tumornya lebih besar dari 4 cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan lainnya (di luar serviks).

Menjaga keseimbangan dalam aspek psikologi dan aspek spiritual 5. Pasca kemoteraphy . dan berapa lama pengobatan berlangsung.Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Pola dasar perawatan paliatif adalah:5 1. perbaikan dalam aspek psikologis.Kelelahan 25 . Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang mengganggu 4.Kehilangan nafsu makan .Emboli paru . Biasanya obat-obatan diberikan melalui infuse ke pembuluh darah atau melalui mulut.Kerontokan rambut jangka pendek . 2. Setelah obat masuk ke aliran darah. Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping.Obstruksi saluran cerna .Sesak napas (dari rendahnya jumlah sel darah merah) . sosial dan spiritual untuk mencapai kualitas hidup yang maksimal bagi penderita dan keluarganya kalaupun meninggal penderita meninggal dalam iman. Pasca operatif . Carboplatin. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya 6. Berusaha memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka. Perawatan paliatif Ditujukan pada penderita kanker terutama yang tidak mungkin sembuh.Sakit maag dan muntah (dokter bisa memberikan obat mual/muntah) .Meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi (kekurangan sel darah putih) . Ifosfamid. Kadang-kadang beberapa obat diberikan dalam satu waktu.9 Memahami dan menjelaskan komplikasi karsinoma serviks 1.Sariawan . Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian adalah proses yang normal 2.Gangguan berkemih . Efek samping ini akan tergantung pada jenis obat yang diberikan. mereka menyebar ke seluruh tubuh. Obat yang dapat diberikan antara lain Cisplatin.Fistula ureter atau kandung kemih . tujuannya untuk meringankan rasa nyeri dan keluhan lain.Trauma syaraf 2.Pendarahan atau memar bila terjadi luka (akibat kurang darah) . Tidak mempercepat atau menunda kematian 3. jumlah/dosis yang diberikan.

Muntah .Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama menyakitkan .Kelelahan .Perubahan warna kulit (seperti terbakar) .Hilangnya kemampuan menjadi hamil (infertilitas) 3.Sakit maag .Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia) . Faktor-faktor menentukan antara lain: 8 1. 4. 26 .Masalah dengan buang air kecil . 6. Umur penderita Keadaan umum penderita Status sosioekonomi penderita Gambaran makroskopis kanker Tingkat keganasan klinik Ciri-ciri histologi sel tumor Kemampuan tim yang menangani Sarana pengobatan yang ada Angka kelangsungan hidup lima tahun (five years survival rate)5 Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV : 90%-100% : 80%-90% : 60%-70% : 30%-40% : 0%-10%.Menopause dini . 5.Menopause dini . Pasca radiotheraphy . 3.10 Memahami dan menjelaskan prognosis karsinoma serviks Prognosis sangat baik pada kanker tingkat awal di mana angka kesembuhan hampir 100% pada stadium prainvasif.Rendahnya jumlah sel darah putih ..Sering ke belakang (diare) .Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang .Mual . 7. 8.Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema) 2. 2.

yaitu meningkatkan kesadaran.11 Memahami dan menjelaskan pencegahan karsinoma serviks Pencegahan primer yaitu segala kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan/mengurangi resiko terjadinya Karsinoma Serviks. Menurut GBHN 1993 dan Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 menekankan pentingnya menggerakkan . Dianjurkan dilakukan sekali dalam setahun bagi wanita yang sudah melakukan senggama. tidak sakit dan tidak merusak jaringan serta biayanya relatif murah. dan membina partisipasi masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan berupa promosi/penyuluhan mengenai:5 ● ● ● ● ● Menghindari kawin muda Menghindari ganti-ganti pasangan seksual Menjaga kesehatan secara umum Jangan melahirkan banyak anak Tidak merokok Penyebaran informasi ini dilakukan seluas-luasnya kepada masyarakat melalui media massa maupun lewat kegiatan Posyandu. yaitu dengan dibentuknya Komite Nasional Penanggulangan Kanker. Persyaratan lain untuk melakukan Pap Smear adalah dilakukan pada setiap saat kecuali pada masa haid. kemauan. pada tahun 1989 disusun Pokok-pokok Penanggulangan Kanker di Indonesia yang menggambarkan upaya kesehatan paripurna dalam penanggulangan kanker. 27 . Pemeriksaan ini sederhana. Dengan pemeriksaan Pap Smear.7 Penanggulangan kanker di Indonesia telah dirintis oleh pemerintah sejak tahun 1988. PKK. bahayanya pada stadium lanjut serta pencegahannya) dan membangkitkan peran serta masyarakat sehingga mampu dan mau ikut serta menyampaikan pesan-pesan kanker. Dengan dukungan WHO. cepat. yaitu: pencegahan primer. perkembangan. deteksi dini. dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat.5 Pencegahan sekunder dengan melakukan skrining/deteksi dini melalui pemeriksaaan sitologi vagina (Pap Smear) pada orang-orang yang belum menunjukkan gejala-gejala klinik. Tujuan dilakukan skrining untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dalam masyarakat. karsinoma serviks dalam stadium dini dapat ditemukan sehingga banyak wanita diselamatkan dari kanker. Kegiatan ini hendaknya dapat memberi pengertian akan sifat-sifat kanker ( penyebab. mendorong.2. dan sebagainya. tetapi pada wanita kelompok resiko tinggi pemeriksaan lebih sering yaitu 3-6 bulan. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan kesehatan. terapi serta rehabilitasi dan perawatan paliatif/bebas nyeri. Darma Wanita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang artinya): Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan 28 .” [HR Bukhari dan Muslim]. telah dipilih Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur dan selanjutnya akan dikembangkan secara nasional. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan kaum lelaki untuk lebih berhati-hati dalam masalah wanita. yaitu ditetapkannya larangan mengumbar aurat dan perintah untuk menjaga pandangan mata kepada obyek yang tidak diperbolehkan.” maka seorang sahabat dari Anshar bertanya. Uji coba PKPT. sepakat untuk mengembangkan suatu model Penanggulangan Kanker Terpadu (PKTP) dalam skala yang lebih kecil yaitu di tingkat Dati II."Saudara ipar adalah maut (petaka). yaitu berduanya seorang lelaki dengan seorang perempuan di tempat sepi. 3. Islam telah melarang pergaulan yang dipenuhi dengan ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita).Lokakarya kanker tahun 1993. hubungan antara pria dan wanita telah diatur dengan batasanbatasan. yang ramburambunya sangat mendapat perhatian dalam Islam.Yakni untuk menjaga kehormatan dan menghindarkan dari perbuatan yang mengarah dosa dan kekejian.Yang dimaksud ikhtilat. Terlebih lagi dalam masalah mu'amalah (pergaulan) dengan lain jenis. Memahami dan menjelaskan etika pemeriksaan dalam perspektif Islam Pandangan islam terhadap ikhtilat Pembahasan tentang ikhtilat sangat penting untuk menjawab persoalan di atas. lantaran perbuatan itu hanya akan mencelakakan diri dan agamanya. Dalam hadits di bawah ini. "Berhati-hatilah kalian dari menjumpai para wanita. Perintah menjaga aurat dan menahan pandangan Di antara keindahan syariat Islam. Yaitu berkait dengan ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi manusia dari segala gangguan. Strategi penanggulangan kanker melalui model PKTP ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu penurunan angka kesakitan dan kematian akibat kanker dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Dalam Islam. untuk membentengi gejolak fitnah yang membahayakan dan mengacaukan kehidupan. Karenanya.Dalam hal ini menyangkut pergaulan antara sesama manusia."Bagaimana pendapat engkau tentang saudara ipar. wahai Rasulullah?”Rasulullah menjawab.

bila seorang wanita mudah menemukan dokter wanita yang cakap menangani penyakitnya. seperti untuk pemeliharaan dan penyelamatan jiwa dan raganya. Lajnah Dâ-imah juga menfatwakan. tidak hanya untuk yang berlawan jenis. atau putera-putera saudara lakilaki mereka. atau putera-putera suami mereka. kecuali kepada suami mereka. dan memelihara kemaluan mereka. baik karena tidak ada ada seorang dokter muslimah yang mengetahui penyakitnya maupun memang belum ada yang ahli. akan tetapi Islam pun menetapkan larangan melihat aurat sesama jenis. agar masyarakat terjauhkan dari fitnah dan ikhtilat yang bisa mencelakakan. atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita . ia tidak boleh membuka aurat atau berobat ke seorang dokter lelaki. atau wanita-wanita Islam. baik antara lelaki dengan lelaki lainnya. dan janganlah seorang wanita melihat kepada aurat wanita (yang lain)". sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". dan memelihara kemaluannya.Inilah kewajiban semua orang”. atau saudara-saudara mereka. atau putera-putera mereka. Kalau tidak memungkinkan maka ia boleh melakukannya. maka menjadi kewajiban kaum Muslimah untuk menjatuhkan pilihan kepadanya. (maka) ia boleh pergi ke dokter lelaki. apabila ada dokter umum dan dokter spesialis dari kaum Muslimah.Selama mendatangkan maslahat. Islam memang membolehkan untuk menggunakan cara yang mulanya tidak diperbolehkan.pandangannya. [HR Muslim] Idealnya muslimah berobat ke dokter wanita Hukum asalnya. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka.Allah Ta`ala menyebutkan dalam firmanNya surat al-An'âm/6 ayat 119: "(padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya 29 . bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang lelaki melihat kepada aurat lelaki (yang lain)." [an-Nûr/24: 30-31]. dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Seorang muslimah yang keadaannya benar-benar dalam kondisi terhimpit dan tidak ada pilihan. Larangan melihat aurat. .Bagian pelayanan lelaki dan bagian pelayanan wanita masing-masing disendirikan. dan dokter lelaki melayani kaum lelaki secara khusus kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. dan janganlah menampakkan perhiasan mereka. atau putera-putera saudara perempuan mereka. atau ayah mereka. Disebutkan dalam sebuah hadits: "Dari „Abdir-Rahman bin Abi Sa`id al-Khudri. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.Meski hanya sekedar keluhan yang paling ringan. . Bila memang dalam keadaan darurat dan terpaksa. dari ayahnya. Syaikh Bin Bâz rahimahullah mengatakan: “Seharusnya para dokter wanita menangani kaum wanita secara khusus. Berkaitan dengan masalah itu. atau ayah suami mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka. maupun antara sesama wanita. semisal persalinan ataupun jika harus melakukan pembedahan. flu batuk pilek sampai pada keadaan genting.

seperti kepala. Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. tetapi harus mengikuti rambu-rambu yang wajib untuk ditaati.. Tidak berduaan dengan sang dokter di kamar praktek atau ruang periksa.com/2009/12/pandangan-islam-dalam-pelayanan.html http://lhiezainternisti.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Available at: http://www.id/bitstream/123456789/21709/.maka keberadaan suami atau wanita lain (selain perawat) tetap diperlukan.Tidak berlaku secara mutlak. Last reviewed April 2007.usu./Chapter%20II.atasmu. meskipun sudah ada perawat wanita –umpamanya. V. Jakarta.ac. ia harus didampingi mahram atau suaminya saat pemeriksaan. Daftar Pustaka Andrijono. Jika obyek pemeriksaan menyangkut aurat wanita. MF. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.org. 2006. MS. Arumugam.pdf 2012 melalui Anonim. Sinopsis Kanker Ginekologi.Differential diagnosis of cervical cancer.html 30 . Azis. Mary Calvagna.blogspot.com/best-practice/monograph/259/diagnosis/differential. Diagnosis of Cervical Cancer.cancer.. Jakarta..Keberadaan mahram adalah keharusan. dan ini lebih baik untuk menjauhkan dari kecurigaan. Diakses pada 11 April2012 melalui http://bestpractice.2012. tangan. tidak bisa ditawar-tawar. dkk.Ca serviks. American Cancer Society website. kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya)" Meskipun dibolehkan dalam kondisi yang betul-betul darurat.2011.bmj. Sehingga tatkala seorang muslimah terpaksa harus bertemu dan berobat kepada dokter lelaki. 2005. dan kaki.. Diakses pada 11 April http://repository.Syarat ini disebutkan Syaikh Bin Bâz rahimahullah untuk pengobatan pada bagian tubuh yang nampak.