You are on page 1of 13

Reaksi timbal balik Reaksi timbal balik adalah reaksi yang, tergantung keadaan, dapat mengalir ke dua arah

.

Apabila Anda meniupkan uap panas ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut ferri ferro oksida atau magnetit, Fe3O4.

Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap.

Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati ferri ferro oksida panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk.

Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen.

Reaksi ini dapat berbalik, tapi dalam keadaan biasa, reaksi ini menjadi reaksi satu arah. Produk dari reaksi satu arah ini berada dalam keadaan terpisah dan tidak dapat bereaksi satu sama lain sehingga reaksi sebaliknya tidak dapat terjadi. Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup

Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil dari sistem

tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke dalam.

Pada contoh yang baru kita bahas tadi, Anda harus membayangkan sebuah besi yang dipanaskan oleh uap dalam sebuah kotak tertutup. Panas ditambahkan ke dalam sistem ini, namun tidak satu zat pun yang terlibat dalam reaksi ini dapat keluar dari kotak. Keadaan demikian disebut sistem tertutup.

Pada saat ferri ferro oksida dan hidrogen mulai terbentuk, kedua zat ini akan saling bereaksi kembali untuk membentuk besi dan uap panas yang ada pada mulanya. Coba pikirkan, kira-kira apa yang Anda temukan ketika menganalisis campuran ini setelah beberapa saat?

Anda akan sadar, bahwa Anda telah membentuk situasi yang disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan Dinamis

Mempelajari kesetimbangan dinamis secara visual

Bayangkan sebuah zat yang dapat berada dalam dua bentuk/warna, biru dan merah, masing-masing dapat bereaksi untuk menjadi yang lain (biru menjadi merah, merah menjadi biru). Kita akan membiarkan mereka bereaksi dalam sistem tertutup, di mana tidak ada satu pun yang dapat keluar dari sistem ini.

Biru dapat berubah menjadi merah jauh lebih cepat daripada merah menjadi biru. Dan berikut adalah peluang (probabilitas) dari perubahan yang dapat terjadi. 3/6 biru berubah menjadi merah, dan 1/6 merah berubah menjadi biru.

Anda dapat mencobanya dengan kertas berwarna yang digunting kecil-kecil (dua warna) dan sebuah dadu.

Berikut adalah hasil dari ‘reaksi’ (simulasi) yang saya lakukan. Saya mulai dengan 16 poto ngan kertas biru. Saya melihat potongan-potongan itu satu per satu secara bergantian dan memutuskan apakah kertas yang saya lihat dapat berubah warna dengan melempar dadu.

Kertas biru dapat saya ganti dengan kertas merah apabila angka 4, 5 dan 6 keluar.

Kertas merah dapat saya ganti dengan kertas biru apabila angka 6 keluar pada saat saya melihat sebuah kertas merah.

Ketika saya selesai melihat ke-16 kertas itu, saya mulai lagi dari awal. Tapi tentu saja kali ini saya mulai dengan pola yang berbeda. Diagram di bawah ini menunjukkan hasil yang saya dapat setelah saya mengulang proses ini sebanyak 11 kali (dan saya tambahkan 16 potongan kertas biru yang saya punya pada awal simulasi).

Anda dapat melihat bahwa ‘reaksi’ berlangsung terus menerus. Pola yang terbentuk dari kertas merah dan biru terus berubah. Tapi, yang mengejutkan ialah, jumlah keseluruhan dari masing-masing kertas warna biru dan merah tetap sama, di mana dalam berbagai situasi, kita dapatkan 12 kertas warna merah dan 4 kertas warna biru. Catatan : Sejujurnya, hasil akhir ini diperoleh secara kebetulan karena simulasi ini dilakukan dengan jumlah kertas yang sangat sedikit. Apabila Anda melakukan simulasi ini dengan jumlah kertas yang lebih banyak (misalnya beberapa ribu kertas), Anda akan mendapati proporsi yang terbentuk akan mendekati 75% merah dan 25% biru (suatu simulasi yang sangat membosankan, tentunya).

Apabila Anda mempunyai sejumlah besar partikel yang turut ambil bagian dalam sebuah reaksi kimia, proporsinya akan mendekati 75%:25%.

Penjelasan tentang "kesetimbangan dinamis"

Reaksi (simulasi) di atas telah mencapai kesetimbangan dalam arti tidak akan perubahan lebih lanjut dalam jumlah kertas biru dan merah. Namun demikian, reaksi ini masih terus berlangsung. Untuk setiap kertas merah yang berubah warna jadi biru, ada kertas biru yang berubah jadi merah di suatu tempat dalam campuran tersebut.

Inilah yang kita kenal sebagai "kesetimbangan dinamis". Kata "dinamis" menunjukkan bahwa reaksi itu masih terus berlangsung.

Anda dapat menggunakan tanda panah khusus untuk memperlihatkan bahwa ada kesetimbangan dinamis pada persamaan reaksi. Untuk kasus yang kita bahas di atas, Anda dapat menulis seperti demikian :

Yang perlu kita perhatikan di sini ialah, ini tidak hanya berarti bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi timbal balik, tapi ini menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi timbal balik yang berada dalam kesetimbangan dinamis. Pergeseran Kesetimbangan

Pergeseran dari kiri ke kanan dalam persamaan (dalam hal ini, dari warna biru ke warna merah) disebut ‘pergeseran kesetimbangan ke kanan’ dan dari kanan ke kiri disebut ‘pergeseran kesetimbangan ke kiri’

Posisi kesetimbangan Dalam contoh yang kita pakai, campuran kesetimbangan terdiri dari lebih banyak warna merah daripada warna biru. Posisi kesetimbangan dapat menggambarkan situasi ini. Kita dapat mengatakan bahwa:

 

Posisi kesetimbangan condong ke merah Posisi kesetimbangan condong ke sebelah kanan

Apabila kondisi praktikum berubah (dengan mengubah peluang terjadinya pergeseran kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri), komposisi dari campuran kesetimbangan itu sendiri pun akan berubah.

Contohnya, apabila dengan mengubah kondisi praktikum kita dapat memproduksi lebih banyak warna biru di dalam campuran kesetimbangan, kita bisa mengatakan bahwa "Posisi kesetimbangan bergeser ke kiri" atau "Posisi kesetimbangan bergeser ke warna biru". Catatan: Apabila Anda tertarik, cobalah perbesar peluang warna merah berubah menjadi biru dari 1/6 menjadi 2/6 untuk melihat efeknya pada posisi kesetimbangan. Dengan kata lain, biarkanlah warnanya berubah apabila angka 5 atau angka 6 keluar pada saat dadu dilempar.

Mencapai kesetimbangan dari sisi yang lain

Apa yang terjadi bila Anda memulai reaksi dengan warna merah dan bukan warna biru namun tetap memberi kesempatan untuk berubah warna seperti di contoh pertama ? Ini adalah hasil dari percobaan saya.

Sekali lagi Anda dapat melihat konfigurasi yang terjadi sama persis dengan percobaan pertama di mana kita mulai dengan warna biru. Anda akan mendapat konfigurasi kesetimbangan yang sama tanpa dipengaruhi dari sisi mana Anda memulai reaksi. Ingat: Anda tidak akan mendapat hasil yang sama bila menggunakan jumlah potongan kertas (yang melambangkan jumlah partikel) yang terlalu sedikit. Fluktuasi perubahan akan sangat mudah terlihat. Sekali lagi, apabila Anda menggunakan potongan kertas dalam jumlah besar, proporsi kesetimbangan

akan menjadi 75% merah dan 25% biru. Dengan jumlah potongan kertas yang saya gunakan, kita mendapat hasil reaksi yang sangat dekat dengan proporsi rata-rata.

Kesetimbangan Dinamis, lagi, dengan lebih formal

Kecepatan Reaksi

Ini adalah persamaan untuk sebuah reaksi biasa yang telah mencapai kesetimbangan dinamis.

Bagaimana reaksi ini bisa mencapai keadaan tersebut? Anggap saja kita mulai dengan A dan B.

Pada awal reaksi, konsentrasi A dan B pada mula-mula ada pada titik maksimum, dan itu berarti kecepatan reaksi juga ada pada titik maksimum.

Seiring berjalannnya waktu, A dan B bereaksi dan konsentrasinya berkurang. Ini berarti, jumlah partikelnya berkurang dan kesempatan bagi partikel A dan B untuk saling bertumbukan dan bereaksi berkurang, dan ini menyebabkan kecepatan reaksi juga berangsur-angsur berkurang.

Pada awalnya tidak ada C dan D sama sekali sehingga tidak mungkin ada reaksi di antara keduanya. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi C dan D bertambah banyak dan keduanya menjadi mudah bertumbukan dan bereaksi.

Dengan berlangsungnya waktu, kecepatan reaksi antara C dan D pun bertambah.

Akhirnya, kecepatan reaksi antara keduanya mencapai titik yang sama di mana kecepatan reaksi A dan B berubah menjadi C dan D sama dengan kecepatan reaksi C dan D berubah menjadi A dan B kembali.

Pada saat ini, tidak akan ada lagi perubahan pada jumlah A, B, C, D di dalam campuran. Begitu ada partikel yang berubah, partikel tersebut terbentuk kembali berkat adanya reaksi timbal balik. Pada saat inilah kita mencapai kesetimbangan kimia. Rangkuman

Kesetimbangan kimia terjadi pada saat Anda memiliki reaksi timbal balik di sebuah sistem tertutup. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu selain energi. Pada kesetimbangan, jumlah dari segala sesuatu yang ada di dalam campuran tetap sama walaupun reaksi terus berjalan. Ini dimungkinkan karena kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama.

Apabila Anda mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga mengubah kecepatan relatif reaksi ke kanan dan ke kiri, Anda akan mengubah posisi kesetimbangan, karena Anda telah mengubah faktor dari sistem itu sendiri. Efek dari perubahan berbagai faktor dalam sistem terhadap posisi kesetimbangan akan dibahas pada bab yang lain.

Aplikasi kesetimbangan kimia dalam industri
Dalam dunia industri, kesetimbangan kimia banyak dipergunakan khususnya dalam pembuatan gas maupun produk-produk industri lainnya. Proses Haber, merupakan proses pembuatan amoniak dari gas Nitrogen dan Hidrogen. N2 + 3 H2 ⇄ 2 NH3 ΔH = -22.13 kkal Persamaan ini mengindikasikan bahwa 2 mol amoniak terbentuk dari 1 mol gas N2 dan 3 mol gas H2, dari persamaan ini juga mengindikasikan bahwa reaksi adalah eksoterm, sehingga amoniak akan terbentuk dengan baik pada suhu rendah. Namun pada suhu rendah reaksi berjalan lambat. Usaha untuk meningkatkan jumlah dengan kecepatan yang cukup dilakukan dengan mengatur tekanan dan suhu dan menambahkan katalisator. Untuk proses yang optimal didapat dengan mengatur suhu sebesar 500ºC dan dengan tekanan 350 atm, dengan kondisi ini didapatkan produk amoniak sebesar 30%. Proses Kontak Proses kontak dipergunakan oleh industri untuk memproduksi asam sulfat. Proses berlangsung dalam dua tahap reaksi. Tahap pertama, pembentukan gas belerang trioksida: 2SO2(g) + O2(g) ⇄ 2 SO3(g) ΔH = -94.97 kkal dilanjutkan dengan melarutkan gas belerang trioksida ke dalam air, sesuai dengan reaksi: SO3(g) + H2O(g) ⇄ H2SO4 (l) Belerang trioksida merupakan produk yang vital sebagai bahan pembentuk asam sulfat. Dari persamaan reaksi di atas diketahui reaksi bersifat eksoterm. Reaksi lebih baik berlangsung pada suhu rendah, namun reaksi ini berjalan sangat lambat. Untuk mempercepat reaksi pembentukan belerang trioksida dipergunakan katalisator Vanadium oksida (V2O5) dan berlangsung pada suhu 400ºC. Dalam industri makanan, reaksi kesetimbangan juga berlangsung, seperti pada pembuatan tape, dan minuman beralkohol, perhatikan bagan 9.12.

Bagan 9.12. Pemanfaatan kesetimbangan kimia dalam industri Pada prinsipnya yang dipergunakan adalah ragi atau jamur, selanjutnya ragi menghasilkan enzim pembongkar karbohidrat membentuk molekul kecil glukosa dan fruktosa. Namun dalam prosesnya juga dihasilkan senyawa-senyawa lain seperti alkohol, aldehid yang menyebabkan aroma minuman atau tape menjadi harum. Selain itu enzim juga dapat mengoksidasi secara sempurna dan dihasilkan asam-asam karboksilat. Sehingga kita juga rasakan tape yang terasa asam. Jika kita coba mencermati, maka kita dapat menemukan bahan makanan atau bumbu masak yang lain yang merupakan produk hasil dari reaksi kesetimbangan dan juga zat-zat yang berfungsi sebagai katalisator.

KESETIMBANGAN KIMIA
A.Hukum Kesetimbangan dan Tetapan Kesetimbangan (K) Reaksi Kesetimbangan Pada tingkatan tertentu, suatu reaksi kesetimbangan akan mencapai kesetimbangan kimia. Kondisi Kesetimbangan Pada kondisi setimbang, konsentrasi zat akan selalu tetap. Maka untuk menghasilkan suatu harga yang tetap, dilakukan perhitungan Aljabar. Secara umum jika reaksi dituliskan sebagai: pA + qB mC + nD Harga tetap (K) adalah Maka Hukum Kesetimbangan adalah “Bila suatu reaksi dalam keadaan setimbang, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefisiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pereaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap”. Dalam kesetimbangan, pada reaksi yang sama, harga K akan berubah jika suhunya berubah. Jadi suhu

sangat mempengaruhi. Meskipun suhunya sama, tetapi setiap reaksi mempunyai harga K yang berbeda dengan reaksi yang lain. Contoh soal 1.1 Tuliskan tetapan kesetimbangan (K) untuk reaksi berikut: a.N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) b.N2O4 (g) 2NO2 (g) Contoh soal 1.2 Pada reaksi kesetimbangan berikut 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Konsentrasi SO3, SO2 dan O2 pada kesetimbangan masing-masing adalah 0,4 M, 0,2 M dan 0,1 M. Hitunglah tetapan kesetimbangan reaksi tersebut! Makna Tetapan Kesetimbangan 1.Untuk mengetahui kondisi reaksi bolak balik dengan komposisi tertentu. Reaksi bolak balik pada suhu tertentu yang mempunyai harga tetapan kesetimbangan, maka dapat ditentukan apakah reaksi tersebut pada keadaan setimbang atau tidak. Contoh soal 1.3 Pada suhu 300oC terdapat reaksi bolak balik: H2 (g) + I2 (g) 2HI (g) Mempunyai harga K = 20. Berdasarkan data tersebut, apakah sistem dalam keadaan setimbang atau tidak bila komposisinya adalah: a.[H2] = [I2] = [HI] = 0,020 mol dm-3 b.[HI] = 0,020 mol dm-3 ; [H2] = 0,01 mol dm-3 ; [I2] = 0,020 mol dm-3 2.Untuk menentukan komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang, komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang akan terlihat jika sudah diketahui suhu dan harga tetapan kesetimbangan reaksi. 3.Dapat memberi informasi mengenai hasil reaksi. Hasil reaksi dalam kesetimbangan dipengaruhi oleh harga K. jika harga K besar, maka hasil reaksinya banyak dan kalau harga K kecil, maka hasil reaksinya sedikit. B.Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc) Harga tetapan kesetimbangan yang berdasarkan konsentrasi diberi lambing Kc. Untuk reaksi umum, aA + bB cC + dD maka: Pembilang adalah hasil kali konsentrasi spesies-spesies yang ditulis disebelah kanan persamaan ([C], [D] …) masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien dalam persamaan reaksi yang setara (c, d …). Penyebut adalah hasil kali konsentrasi spesies-spesies yang ditulis disebelah kiri persamaan ([A], [B] …) juga setiap konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien reaksinya (a, b, …). Nilai numerik tetapan kesetimbangan Kc sangat tergantung pada jenis reaksi dan suhu. Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Kc adalah Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan dalam, persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap den nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu. Contoh: C(s) + CO2(g) 2CO(g) Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja. Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)

Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka konsentrasi dari pelarut itu tidak dimasukkan dalam perhitungan Kc. Contoh: CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq) C.Tetapan Kesetimbangan Tekanan (Kp) Tetapan kesetimbangan dalam sistem gas dapat dinyatakan berdasarkan tekanan parsial gas, bukan konsentrasi molarnya. Tetapan kesetimbangan yang ditulis dengan cara ini dinamakan tetapan kesetimbangan tekanan parsial dilambangkan Kp. Berdasarkan hukum tentang gas ideal, dapat dicari hubungan antara Kc dengan Kp. Untuk reaksi umum aA(g) + bB(g) cC(g) + dD(g) Harga tetapan kesetimbangan: Dimana: PA, PB, PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A, B, C dan D. Berdasarkan persamaan gas ideal PV = nRT didapatkan bahwa P = n/V (RT), pada gas besaran n/V merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga dapat disubtitusikan menjadi: PA = [A] RT PC = [C] RT PB = [B] RT PD = [D] RT Secara matematis, hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai: n adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri). n dimana Kp = Kc (RT) Contoh soal 1.4 Jika diketahui reaksi kesetimbangan: CO2(g) + C(s) 2CO(g) Pada suhu 300o C, harga Kp= 16. Hitunglah tekanan parsial CO2, jika tekanan total dalaun ruang 5 atm! Jawab: Misalkan tekanan parsial gas CO = x atm, maka tekanan parsial gas CO2 = (5 - x) atm. Jadi tekanan parsial gas CO2 = (5 - 4) = 1 atm Contoh soal 1.5 Dalam suatu ruangan tertentu terdapat kesetimbangan: N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) Harga Kc pada suhu 500oC adalah 0,04. Hitunglah Kp pada suhu tersebut! Jawab: n = 2 – (1 + 3) = -2Dari persamaan reaksi didapatkan harga

D.Tetapan Kesetimbangan untuk Kesetimbangan Heterogen Untuk reaksi kesetimbangan heterogen misalnya: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) Berlaku hukum kesetimbangan K’ = Selama reaksi berlangsung, konsentrasi dari CaCO3 dan CaO tetap karena keduanya merupakan zat padat. Sehingga merupakan harga yang tetap dan Jadi harga Kc untuk kesetimbangan di atas hanya ditentukan oleh konsentrasi gas CO2, dituliskan Kc = [CO2]. Pada kesetimbangan tersebut, gas CO2 yang dihasilkan hanya dipengaruhi oleh volume dan tidak dipengaruhi oleh jumlah CaCO3 yang dipanaskan. Maka dapat disimpulkan bahwa reaksi-reaksi

heterogen, baik zat padat maupun zat murni yang konsentrasinya tetap tidak tampak pada rumusan harga K. E.Kesetimbangan Disosiasi (α) Kesetimbangan disosiasi adalah merupakan suatu jenis reaksi yang melibatkan penguraian yaitu penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana. Disosiasi tidak sama dengan dekomposisi, karena dekomposisi penguraian senyawanya tidak mempunyai reaksi balik. Disosiasi dapat disebabkan oleh pemanasan (produk yang terbentuk bergabung kembali ketika didinginkan yang disebut dengan disosiasi termal. Contoh yaitu disosiasi termal pada NiO2 Da) yaitu perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mula-mula.lam sistem kesetimbangan, disosiasi dikenal dengan adanya derajat disosiasi ( Konsep derajat disosiasi tersebut dapat membantu dalam perhitungan sistem kesetimbangan. Contoh: 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ):besarnya nilai derajat disosiasi ( Harga derajat disosiasi terletak antara 0 dan 1, jika: a = 0 berarti tidak terjadi penguraian a = 1 berarti terjadi penguraian sempurna 0 <  < 1 berarti disosiasi pada reaksi setimbang (disosiasi sebagian). Contoh Soal 1.6 Dalam reaksi disosiasi N2O4 berdasarkan persamaan N2O4(g) 2NO2(g) banyaknya mol N2O4 dan NO2 pada keadaan setimbang adalah sama. Pada keadaan ini berapakah harga derajat disosiasinya ? Jawab: Misalkan N2O4 mula-mula adalah a mol Pada keadaan setimbang: mol N2O4 sisa = mol NO2 yang terbentuk ) = 2a a (1  = 2 1 = 1/3

RANGKUMAN Pada saat kesetimbangan, konsentrasi zat-zat selalu tetap, maka diperoleh harga tetapan kesetimbangan yang disebut dengan hokum kesetimbangan. Harga (K) pada setiap reaksi berbeda dengan reaksi lainnya meskipun suhunya sama, tetapi pada reaksi yang mempunyai harga K sama akan berubah jika suhunya berubah. Harga K tersebut digunakan untuk mengetahui informasi hasil reaksi dan kondisi reaksi bolak-balik dengan kondisi tertentu serta untuk menentukan komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Harga tetapan kesetimbangan dapat diperoleh dari 2 cara yaitu harga tetapan kesetimbangan diperoleh berdasarkan konsentrasi (Kc) dan harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan dari harga

tekanan (Kp). Untuk kesetimbangan heterogen, baik zat padat maupun zat cair murni yang konsentrasinya tetap tidak tampak pada harga K. ) yang menyatakan seberapa persen terurai pada saat mencapai kesetimbangan terurainya gas.Berdasarkan persamaan gas ideal, dapat dicari hubungan antara Kc dengan Kp. Dalam kesetimbangan terjadi penguraian zat menjadi zat yang lebih sederhana, yang disebut dengan kesetimbangan disosiasi. Dalam sistem, dikenal dengan derajat disosiasi ( GLOSSARIUM Derajat Disosiasi Menyatakan seberapa bagian (persen) gas yang telah terurai pada saat tercapai kesetimbangan. Hukum Kesetimbangan Pada reaksi kesetimbangan, hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang dipangkatkan koefisiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi yang dipangkatkan koefisiennya akan tetap, pada suhu tetap. Keadaan Setimbang Keadaan dalam suatu reaksi dapat balik yang terjadi dalam satu sistem, dimana kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri. Kesetimbangan konsentrasi antara zat hasil dengan zat reaktan. Kesetimbangan Disosiasi Reaksi kesetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat menjadi zat yang lebih sederhana. Kesetimbangan Heterogen Sistem kesetimbangan yang komponennya terdiri atas zat-zat dengan wujud yang berbeda. Persamaan Tetapan Persamaan yang menyatakan perbandingan. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi Hasil kali konsentrasi zat-zat pereaksi, setelah dipangkatkan koefisiennya pada reaksi yang bersangkutan. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Hasil kali tekanan parsial gas-gas hasil reaksi dibagi hasil kali tekanan parsial gas-gas pereaksi, setelah masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya dalam persamaan reaksi yang bersangkutan. Tetapan Kesetimbangan Perbandingan konsentrasi antara hasil reaksi dan pereaksi.