You are on page 1of 8

Makalah Seminar Kerja Praktek SYSTEM MAINTENANCE CHLORINATION PLANT PADA UNIT 5-7 PLTU SURALAYA

M Andi Agustianto [1], Herudin, ST., MT. [2]

Jurusan Teknik Elektro fakultas tekni, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon-Banten 42435
Andiagustian05@gmail.com [1], h3ru3rl1@yahoo.co.id [2]

Abstrak
Chlorination Plant adalah salah satu unit penunjang yang memproduksi sodium hypochlorit (NaOCl). NaOCl dimaksudkan untuk mencegah atau menghambat tumbuhnya mikroorganisme atau biota air laut (melumpuhkan sementara ) yang dapat menimbulkan gangguan pada fungsi sistem pendingin, terutama dapat memperbesar hambatan panas pada sistem penukar panas, korosi dan kerusakan mekanis. Karena pentingnya peranan chlorination plant pada suatu sistem pendingin di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) maka dibutuhkan pula system maintenance yang baik dan tepat untuk memproteksi dengan maksimal sistem pendingin yang ada pada PLTU, agar kinerja dan keandalan sistem pendingin tersebut tidak terganggu.

1. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi menciptakan suatu ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik. Perkembangan tersebut menyebabkan kebutuhan akan energi listrik semakin penting , Sehingga, dibutuhkan sistem keandalan tenaga listrik, pelayanan dan kontinuitas penyaluran tenaga listrik yang maksimal. PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Suralaya sebagai salah satu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang memasok listrik terbesar untuk Jawa-Bali diantara pembangkit yang dimiliki PT. Indonesia Power. Agar pasokan listrik Jawa-Bali tidak terganggu, maka dibutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga PLTU Suralaya tetap beroperasi secara kontinyu. Dalam pengoperasian mesin thermal seperti PLTU Batubara, hal pertama yang harus dijalankan adalah sistem air pendinginan utama. Fungsi sistem air pendingin utama khususnya untuk PLTU adalah menyediakan dan memasok air pendingin yang diperlukan untuk mengkondensasikan uap bekas dan drain uap di dalam kondensor. Fungsi lainnya adalah memasok air untuk mendinginkan

Heat Exchanger yang merupakan siklus pendingin tertutup. Terdapatnya kegagalan yang sering ditemui pada PLTU yang menggunakan air laut sebagai bahan utama dalam proses pendinginan. Binatang laut serta mikroorganisme yang tumbuh menjadi factor kegagalan yang terjadi pada sistem pendingin dari PLTU tersebut. Sistem pendingin pada PLTU Suralaya menggunakan air laut sebagai bahan pendingin untuk memanfaatkan sumber daya yang ada. Namun hal tersebut dapat menyebabkan menempel dan berkembang biaknya biota – biota laut (binatang dan tumbuhan laut) pada sistem pendingin, Jadi diperlukan perawatan dan proteksi yang handal agar hal tersebut tidak terjadi. Untuk menjaga keandalan dari sistem pendingin pada condenser, maka dirancang suatu peralatan yang dinamakan Chlorination Plant. Chlorination Plant adalah suatu unit yang memproduksi Sodium hypochlorite (NaOCl) yang berfungsi untuk memproteksi sistem air laut sebagai pendingin terhadap gangguan dari makro dan mikro-organisme. Chlorine adalah zat beracun, dalam dosis yang besar dapat membunuh kehidupan dalam laut dan pertumbuhan tanaman laut. Karena itu

pendingin sampel dan sebagainya. Gambar 3. 2.pemakaian chlorine ini harus diatur agar chlorine sisa pada outlet sistem air sesuai dengan nilai ambang batasnya. sehingga proses pertukaran panas pada kedua peralatan tersebut tidak terganggu. Prinsip Kerja Sistem Air Pendingin Siklus Terbuka 2. bahkan mungkin dapat menyebabkan penyumbatan lubang-lubang pipa air pendingin pada Condenser dan Heat Exchanger. Untuk mengkondensasikannya uap menjadi air diperlukan air pendingin. Tanpa pasokan air pendingin turbin tidak dapat dioperasikan. dimana bila tidak terinjeksi oleh larutan chlorine hasil produksi Sodium Hypochlorite Generator (pada Sistem Chlorinasi). Air yang dipakai adalah air murni (bebas mineral) yang diambil dari Condensate Storage Tank (CST). Sistem Air Pendingin Utama Siklus Tertutup Sistem pendingin tertutup adalah suatu rangkaian aliran air pendingin ber- . atau dari sisi keluar pompa condensate sebagai air penambahnya. idealnya tidak memerlukan penambahan air dari luar.1. Ada dua macam sistem air pendingin utama yang lazim diterapkan di PLTU. Karena resiko tersebut dapat merugikan bahkan dapat mempercepat live time peralatan maka Sistem klorinasi Gambar 3.2. Sistem Air Pendingin Utama Siklus Tertutup 2.1. Air yang digunakan sebagai media pendingin utama yang akan dibahas disini ialah air laut. Karena sistem tertutup. diantaranya adalah pendingin bantalan mesin putar. namun pada prakteknya akan selalu ada kehilangan. pendingin AC (Chiller). Sodium hypochlorite (NaOCl) dapat diproduksi dengan cara mengelektrolisa air laut. sehingga tetap diperlukan penambahan air baru.1. Biota laut tersebut adalah dari jenisjenis mikroorganisme. Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resirkulasi air dari sisi pembuangan mengalir ke sisi masuk. sehingga akan mengganggu aliran air laut yang dipakai sebagai air pendingin. Letak saluran masuk dan saluran pembuangan air pendingin harus dibuat terpisah sejauh mungkin. Sedangkan aliran air pendingin utama yang kurang dapat menyebabkan vakum kondensor menjadi rendah dan dapat mengakibatkan unit trip. air pendingin dipasok secara kontinyu dari sumber utama dari sistem pendingin. yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup.1. II. sirkulasi ulang (tertutup) yang berfungsi sebagai media pendingin alat-alat bantu PLTU. dalam hal ini digunakan air laut. DASAR TEORI 2.2 Pengertian Chlorination Plant System Chlorinasi merupakan suatu sistem perlindungan peralatan pada System Circulating Water dan Cooling Water.1 Sistem Air Pendingin Utama Air pendingin utama merupakan media pendingin untuk menyerap panas laten uap bekas dari turbin yang mengalir kedalam kondensor.2. Sistem Air Pendingin Utama Siklus Terbuka Dalam sistem terbuka. akan dapat hidup dan tumbuh berkembang membentuk karang atau kerang-kerangan. Yaitu melindungi terhadap gangguan makhluk hidup/biota laut agar tidak sempat hidup/berkembang biak diperalatan System Circulating Water dan Cooling Water.

sedangkan 10 cell lagi merupakan bagian outlet merupakan sisi keluaran dari modul. Masing-masing modul terdiri dari 20 cell yang dihubungkan seri yang mana 10 cell awal merupakan bagian inlet yakni sisi masukan dari modul Generator Cell. Pada setiap cell terdapat sensor yang digunakan untuk mengetahui nilai tegangan yang terinjeksi.3 Filosofi Chlorination Plant Unit 5-7 PLTU Suralaya Siklus kerja dari Chlorination plant diperlihatkan pada gambar dibawah ini : Gambar 3. maka sifat elektrolit kuat maka konduktivitas besar dan resistansinya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan air tawar. 2.4.5 m3/hr[4]. Tiap cell mengandung Titanium Cathode Tube dan Mixed metal Oxide Coated Titanium Anode Tube. Jika tegangannya .sangat diperlukan pada pembangkitan tenaga listrik. Air laut dialirkan keluaran dari automatic strainer dialirkan menuju Generator Cell (electrolyzer) melalui seawater supply pump dengan flow rata-rata sekitar 100 m3/hr[5]. Generator Cell ini terdiri dari 20 grup modul dalam dua buah unit yang masing-masing unit terdiri dari 10 modul. Didalam air laut banyak mengandung garam Natrium Chlorida (NaCl). Karena kandungan garam yang terlarut didalamnya cukup besar. tetapi yang dimaksudkan hanya bersifat memabukkan. Differential Pressure Switch dipasang pada sisi masuk dan keluar filter dan akan membunyikan alarm jika beda tekanan tinggi (high preassure) dan melaksanakan backwashing. Jika perbedaan tekanan bertambah besar terus. Sehingga kelestarian laut di sekitar lingkungan pembangkit tidaklah mengalami kerusakan. Cell-cell dibuat /dibentuk dari Inner dan Outer Bipolar Tube dan diatur sedemikian rupa sehingga polaritasnya ganti berganti antara cell yang berdekatan. sehingga mereka tidak dapat hidup dan tumbuh berkembang. Dosis klorinasi disini tidaklah bermaksud membunuh biota-biota tersebut yang hanyut ikut terbawa masuk aliran air kedalam sistem Cooling Water. Magnesium Chlorida dan lainlainnya. Karena sifat air laut banyak mengandung garam-garam. Cell-cell dari Electrolyser ini secara hidrolik dihubungkan secara seri/deret dengan laluan air laut yang melewati celah berbentuk lingkaran dan beraksi sebagai elektrolit. Inlet Manifold untuk setiap seksi mendistribusikan aliran kesetiap modul dan backpressure yang diciptakan akan mengatur dan menyamakan aliran untuk setiap individu modul minimum 4. Filosofi Desain Chlorination Plant Dari gambar diatas dapat dilihat Booster pump dan DSP (Desalination Supply Pump) mengalirkan air laut dari circuling water pump (CWP) menuju automatic strainer yang berfungsi menyaring partikel di dalam air laut yang mempunyai penyaringan 800 mikron. Dengan sifat-sifatnya tersebut maka akan mempermudah untuk dapat dilakukan meng-elektrolisasi-kan garam-garam Natrium (Sodium) Chlorida yang terlarut di dalam air menjadi Sodium (Natrium) Hypochlorite yang terkandung pada air laut[1]. Aliran air laut didistribusikan pada masing-masing 20 modul tersebut[7]. maka pada air laut juga mempunyai sifat elektrolit yang mempunyai sifat menghantarkan arus listrik. setting kontak kedua dicapai (High-high contact). maka paket akan di-shutdown.

Storage Tank Level Transmitter dipasang pada Interface tangki berhubungan dengan SCP (System Control Panel) melalui sinyal 4~20 mA[5]. Seandainya level hidrogen bertambah diatas 50% dari LEL. Larutan hypochlorite dan Hidrogen dilewatkan kedalam Storage tank dengan kapasitas 60 m3. kabel dan sikring. Produk Sodium hypochlorite (NaOCl) sebanding dengan besarnya arus listrik yang dilewatkan kedalam Sel Generator NaOCl (hypochlorite Generator). ion yang paling dominan dalam air laut adalah Sodium (Na+1) dan Chloride (Cl-1). Tetapi hal tersebut dapat dibuat dengan desain yang baik.5 m3/hr. Tiap Modul dikoneksi dengan T/R Unit lewat busbar. masing-masingnya 10 cell yang mengakibatkan setiap cell dipasok dengan arus sekitar 200 Ampere pada tegangan masing-masing sekitar 7 volt per cell. Kabel Negatif dihubungkan ke Cell 1 dan 20. Reaksi dengan Magnesium akan menghasilkan Mg(OH)2. 2. Hydrogen Gas Detectors dipasang dilokal dekat didepan Generator bersama Detector Head yang ditempatkan diatas Generator. maka sensor tersebut akan mengirim sinyal ke System control Panel (SCP) agar di trip.tidak sesuai dengan range yang digunakan. juga temperatur dan alirannya. derivative) melalui PLC (Programmable Logic Controller). paket akan di-shutdown secara terkontrol. tetapi ini tergantung kepada tahanan dalam air laut. Transformer / Rectifier (T/R) memberikan output berupa variasi arus DC sampai 7200 Ampere pada tegangan 104V DC. Flow Control Valve (FCV) mengatur besarnya aliran untuk mempertahankan level dalam tangki konstan. Sinyal digunakan untuk memberikan sistem alarm / trip untuk level tinggi (high) dan lebih tinggi (high-high) lagi. Hypochlorite Injection Pump mendorong larutan hypochlorite menuju water intake dengan diatur oleh Flow Control Valve (FCV).4 Proses Dasar Reaksi Elektrolisa Chlorine Elektrolisa air laut adalah suatu proses penguraian komposisi air laut untuk menghasilkan Sodium hypochlorite (NaOCl). terdapat sebuah flow indicating switch yang berfungsi untuk memonitor aliran dan akan mengirimkan sinyal trip ke SCP (System Control Panel) seandainya aliran ke modul turun dari 4. Kabel Positif dikoneksi ke Cell 10 dan 11. Sinyal juga digunakan untuk mengendalikan level tangki melalui kontrol PID (Proportional-Integral. Kedua endapan hydroxide berkumpul didalam sel generator. Sebagai akibat reaksi larutan elektrolit. Pada sisi inlet modul. Detector memonitor atmosfir dan memberikan alarm jika level hidrogen diatas 25% dari LEL (Low Explosion Level). Ion-ion tersebut direaksikan sesuai persamaan dibawah ini : Pada Anode : 2Cl-1 + 2 e-1  Cl2 + 2e Pada Cathode : 2Na+1 + 2H2O + 2 e_1  2NaOH + H2 Total : 2NaCl + 2H2O  2NaOCl + 2 H2 NaCl + H2O  NaOCl + H2 Didalam air laut reaksi elektrokimia yang kedua (sekunder) dengan Magnesium dan Calcium dapat terjadi pada sisi Cathode. Seperti diketahui. terbentuklah Sodium hypochlorite dan Hidrogen. sedang reaksi dengan Calcium membentuk Ca(OH)2. membolehkan hidrogen dalam larutan dikeluarkan lewat venting (puncak tangki) [4] . . Larutan ini ditahan didalam tank untuk periode waktu 5 menit. 20 Cell dari setiap modul secara listrik disusun dalam dua jalan parallel. Ini diperoleh dengan menggunakan controller PID yang diprogram dalam PLC pada System Control Panel. Arus tersebut dapat dikendalikan melalui Power Supply untuk mempertahankan besarnya output NaOCl.

2 Pemeliharaan Chlorination Plant Pada Unit 5-7 PLTU Suralaya pemeliharaan chlorination plant unit 5-7 PLTU suralaya terbagi menjadi 2 yaitu : a. 3. Untuk meningkatkan reliability. antara lain : a. yaitu : Tabel 4. yaitu : Tabel 4. Jadwal Pemeliharaan Rutin 2 Bulanan . b. Mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan peralatan akibat. c. Pemeliharaan Rutin Bulanan Jadwal Pemeliharaan rutin yang dilakukan pada saat bulanan.1. Priodik Pemeliharaan priodik adalah pemeriksaan rutin pada kinerja sistem Chlorine Plant dan peralatan – peralatan yang ada pada Chlorine Plant.3 Pemeliharaan Priodik Chlorination Plant Pemeliharaan rutin yang dilakukan pada system Chlorine Plant unit 5-7. Tujuan pemeliharaan Chlorination Plant adalah untuk menjamin kontinyunitas sistem pendinginan peralatan yang terhubung dengan produksi listrik pada pembangkit dan menjamin keandalan. Mengurangi kemungkinan sistem pembangkit berhenti/trip bekerja akibat temperature panas berlebih. Pemeliharaan Rutin 2 Bulanan Jadwal Pemeliharaan yang dilakukan pada saat 2 bulanan. SYSTEM MAINTENANCE CHLORINATION PLANT PADA UNIT 5-7 PLTU SURALAYA 3. Jadwal Pemeliharaan Rutin Bulanan c. e. Untuk memperpanjang umur peralatan. Non priodik pemeliharaan non priodik pada Chlorine Plant adalah pemeliharaan yang dilakukan ketika peralatan chlorine plant mengalami kelainan atau penurunan kinerja.2.III. Jadwal Pemeliharaan Rutin Mingguan b. availability dan effiency. Pemeliharaan Rutin Mingguan Jadwal Pemeliharaan rutin yang dilakukan pada saat mingguan.1 Pengertian Dan Tujuan Pemeliharaan Pemeliharaan peralatan pada suatu sistem pembangkit adalah serangkaian tindakan atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi dan meyakinkan bahwa peralatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. berkembangnya suatu mikroorganisme didalam sistem pendingin yang membuat temperatur panas berlebih pada peralatan d.3. Pemeliharaan ini berupa troubleshooting dan penggantian komponen. yaitu : Tabel 4. Sehingga dapat dicegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan. yaitu sebagai berikut : a. Meningkatkan Safety peralatan. pemeliharaan ini termasuk jenis pemeliharaan preventive. b. Pemeliharaan ini termasuk dalam pemeliharaan corrective. 3.

Tabel 4.5. Jadwal Pemeliharaan Rutin 6 Bulanan 1. yaitu : Tabel 4. Pengambilan data pengujian tegangan unbalance tanggal 10 januari 2013.6. Pemeliharaan Rutin 3 Bulanan Jadwal Pemeliharaan yang dilakukan pada saat 3 bulanan.8. Daftar Penggantian Peralatan Non Priodik (Korektif) b.7. yaitu : Tabel 4. Tegangan Per Cell Unit B1 Inlet . Jadwal Pemeliharaan Rutin 3 Bulanan e. Pemeliharaan Rutin 6 Bulanan Jadwal Pemeliharaan yang dilakukan pada saat 6 bulanan. Tegangan Per Cell Unit B2 Inlet Tabel 4.d. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Suralaya Tabel 4.9. Sampel Data Hasil Pengujian Tegangan Unbalance a. Tegangan Per Cell Unit B1 Outlet 3. Pengambilan data pengujian tegangan unbalance tanggal 3 januari 2013.4.4 Data Pemeliharaan Non Priodik Data ini di dapat saat pelaksaan kerja praktik berlangsung dari tanggal 3 – 31 januari 2013 di PT. Tabel 4.

Flowchart Langkah – Langkah Penanganan Gangguan IV. Sebagai akibat reaksi larutan elektrolit.5 m3/hr. Larutan ini ditahan untuk . air laut di supply melalui pompa CWP (circuling water pump) menuju automatic strainer yang berfungsi menyaring partikel di dalam air laut yang mempunyai penyaringan 800 mikron. sehingga proses pertukaran panas pada kedua peralatan tersebut tidak terganggu. 3. KESIMPULAN Chlorination plant merupakan suatu sistem perlindungan peralatan pada sistem air pendingin utama siklus terbuka. Hal ini dikarenakan air yang digunakan untuk injeksi chlorine merupakan air laut.1. gas Hydrogen sangat berpengaruh terhadap kerusakan yang terjadi pada Generator Cell. Korosi pada bus connection. Troubleshooting (Cause & Remedy) Troubleshooting ini menerangkan gambaran penyebab dan perbaikan dari kemungkinan gangguan yang terjadi selama unit chlorine plant beroperasi. Yaitu melindungi terhadap gangguan makhluk hidup/biota laut agar tidak sempat hidup/berkembang biak diperalatan sistem air pendingin utama siklus terbuka. lalu mencoba menemukan penyebabnya dan mengambil tindakan perbaikan yang tepat. c. Larutan hypochlorite dan Hidrogen dilewatkan kedalam Storage tank dengan kapasitas 60 m3. didalam generator cell flow ratarata dibagi menjadi 4. Setelah itu air laut dialirkan menuju generator cell (electrolyzer) melalui seawater supply pump dengan flow rata-rata sekitar 100 m3/hr. Langkah-langkah Penanganan Gangguan Gambar dibawah menunjukan alur penanganan apabila terjadi gangguan tegangan unbalance pada modul generator cell : Gambar 4. b.2. Pada siklus kerja chlorination plant unit 57. Kandungan gas Hydrogen(H2) dalam larutan Sodium hypochlorite. Hal ini harus dipahami karena tindakan yang tidak tepat mungkin akan menambah gangguan atau dapat menjadi penyebab gangguan yang lainnya. Ketika gangguan terjadi. Kerusakan lapisan platinum (Anoda) pada cell generator karena erosi atau melebihi batas umur pemakaiannya. jadi banyak mengandung garam yang dapat menyebabkan terjadinya korosi. para operator menjadi penentu pertama keamanan dari chlorine plant dan beropersainya chlorint plant itu. supply yang masuk ke generator cell dibagi menjadi arus 200 ampere dan tegangan 7 volt pada setiap cellnya. Transformator/rectifier memberikan supply ke generator cell arus DC sebesar 4000 ampere pada teganga 80 volt. Berikut ini merupakan beberapa hal yang menyebabkan cell terkikis dan menipis sehingga mengakibatkan tegangan unbalance : a. terbentuklah Sodium hypochlorite dan Hidrogen.

apabila alarm SCP masih menyala maka dilakukan isolasi modul dengan menutup inlet dan outlet modul supply air laut. Langkah-langkah troubleshooting pada saat terjadi tegangan unbalance pada modul generator cell yaitu pertama matikan power supply. bulanan. Lepaskan fuse pada modul yang unbalance.blogspot. PT. 7. reset alarm SCP (System Control Panel). 3 bulan dan 6 bulan. Fitra Adrian. Indonesia Power UBP Suralaya. . 2011.html (URL ini dikunjungi pada tanggal 10 maret 2013).html (URL ini dikunjungi pada tanggal 18 maret 2013). setelah itu periksa besar flow rate di electrolizer. periksa apakan ada kebocoran atau tidak. http://belajardiesel. 4. PEMELIHARAAN TRAFO DISTRIBUSI DAN PROGRAM MANAGEMENT PENDATAAN KVA TRAFO PT. Cilegon. http://arifiyanbudiman.html (URL ini dikunjungi pada tanggal 18 maret 2013). 2009. Indonesia Power UBP Suralaya. Pemeliharaan ini berupa troubleshooting dan penggantian komponen. 3. Wahyudiyanto Dyan Bayu. Training Manual Heat Rejection Chemical Treatment (Chlorination). 1994. Sedangkan untuk perawatan non priodik pemeliharaan yang dilakukan ketika peralatan chlorine plant mengalami kelainan atau penurunan kinerja. Coba start power supply kembali dan periksa apakah sudah normal atau tidak.com/2012/01/no rmal-0-false-false-false-in-x-nonex. Heru Rahmato. Heru Rahmanto. V. http://wongkentir. untuk perawatan priodik dilakukan pemeriksaan rutin pada kinerja sistem chlorine yang dilakukan setiap mingguan. 5. Untuk sistem maintenance chlorination plant unit 5-7 PLTU suralaya memiliki dua tipe perawatan yaitu perawatan priodik dan non priodik. 1994. PT. 6. Cilegon. dimana setiap pemeriksaan rutin tersebut berbeda-beda dalam kegiatannya. Indonesia Power UBP Suralaya. Wiring Diagram Rectifier Chlorination Plant Unit 5-7. 2 bulan. ganti cell pada modul yang unbalance. PLN (Persero) APJ. Cilegon. 2. Bandung.com/ 2012/10/27/sistem-pendinginanpltu.PLN (PERSERO) APJ BANDUNG. ANALISIS TEGANGAN UNBALANCE GENERATOR CELL PADA CHLORINATION PLANT UNIT 57 PLTU SURALAYA .blogspot. DAFTAR PUSTAKA 1.priode waktu 5 menit yang brtujuan untuk melepas larutan hidrogen keudara setelah itu Hypochlorite Injection Pump mendorong larutan hypochlorite menuju water intake sistem air pendingin utama siklus terbuka. PT.wordpress.com/20 08/03/sistem-air-pendingin-padapltu. PT.