“PENGELOLAAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR”

Oleh:
M.Ridho Bahtiar Imam Zawawi Imron Ilham Haqiqi L.M.Irwan Ramdani 11-311-502 11-311-513 11-311-508 11-311-484

Ida Bagus Koniten Suartana 11-311-498 Samsudin Agusman Hadi 11-311-518 11-311-487

Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan IKIP MATARAM 2013
1

Dalam menyusun makalah PENGELOLAAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR penulis mengalami banyak kesulitan dalam mencari referensi-referensi yang akan di gunakan supaya nantinya makalah ini menjadi makalah yang dapat bermanfaat dan menjadi ilmu yang melekat selama-lamanya dalam diri penulis khususnya dan pada diri mahasiswa umumnya. agama yang di ridhoi oleh Allah SWT Addinul islam. Mataram. untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesmpurnaan makalah beikutnya. Kesempurnaan adalah Tujuan Kesalahan adalah manusiawi Akhirnya penulis hanya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan dapat menambah wawasan ilmu kita. sehingga dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. namun penulis sudah berusaha sekuat tenaga dan fikiran agar makalah ini menjadi makalah yang sempurna namun apalah daya penulis hanya manusia biasa yang jauh dari sifat kesempurnaan. 27 Mei 2013 Penulis i . Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada sang Revolusioner kita yakni Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman biadab tak berakhlak menuju ke zaman peradaban yang begitu mulia dengan agama yang begitu mulia pula. Amin Yaa Rabbal Alamin. Kesempurnaan hanyalah milik Allah dan manusia adalah Tempat besarangnya kekurangan dan kesalahan. Penulis menyadari bahwa penulis memiliki keterbatasan dan kekurangan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya yang begitu besar sehingga dapat menyelesaikan makalah ini sebagai wujud dari sekian banyak tugas sebagai mahasiswa.

C............................................................... A.................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................... Media Opaque Projektor ............................................................................. Sepuluh Kompetensi Guru .......... i i ii 1 1 5 6 10 ii ..................................................... BAB I PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... B.................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA .......................................... Beberapa Komponen Keterampilan Mengajar ........ KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ..................

Untuk program S1 salah satunya dikenal adanya “sepuluh kompetensi guru” yang merupakan profil kemampuan dasar bagi seorang guru. Sepuluh kompetensi guru itu dijabarkan sebagai berikut: 1. Dua modal ini telah terumuskan di dalam sepuluh kompetensi guru. Mengenai kompetensi guru ini. ada berbagai model cara mengklasifikasikan.BAB 1 PEMBAHASAN PENGELOLAAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR Guru sebagai tenaga professional di bidang kependidikan. Dalam hal ini yang dimaksud “menguasai bahan” bagi seorang guru. di samping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan konseptual. guru akan dapat menyampaikan materi perjalanan secara dinamis. juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis. yakni: 1 . A. SEPULUH KOMPETENSI GURU Dalam pendidikan guru dikenal adanya “Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi”. Dengan modal penguasaan bahan. dan memang “mengelola interaksi belajar mengajar” itu sendiri merupakan merupakan salah satu kemampuan dari sepuluh kompetensi guru. yakni kemampuan mendesain program dan ketrampilan mengomunikasikan program itu kepada anak didik. Hal-hal yang bersifat teknis ini. Menguasai bahan Sebelum guru itu tampil di depan kelas untuk mengelola interaksi belajar mengajar. akan mengandung dua lingkup penguasaan materi. terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi belajar mengajar. terlebih dahulu harus sudah menguasai bahan apa yang dikontakkan dan sekaligus bahan-bahan apa yang dapat mendukung jalannya proses belajar mengajar. guru paling tidak harus memiliki dua modal besar.

c. Menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah. yakni menyediakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Mengenal dan dapat menggunakan proses intruksional yang tepat. guru harus selalu memerhatikan dan memperhitungkan reaksi-reaksi yang tidak diharapkan. guru dituntut mampu mengelola kelas. guru harus seoptimal mungkin untuk membenahinya. c. Menggunakan media atau sumber 2 . Merencanakan dan melaksanakan program remidial. kegiatan mengelola kelas akan menyangkut: mengatur tata ruang kelas yang memadai untuk pengajan dan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi.a. Oleh karena itu. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut: a. Mengelola program belajar-mengajar Guru yang kompeten. d. 4. secara kongkret ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh guru. Mengenal kemampuan anak didik. Melaksanakan program belajar mengajar. 3. Merumuskan tujuan intruksional atau pembelajaran. d. juga harus mampu mengelola program belajarmengajar. e. b. Mengelola kelas Untuk mengajar suatu kelas. yakni: a. sikap siswa yang keras ditanggapi dengan memadai dan tenang. Menguasai bahan pengayaan atau penunjang bidang studi. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh guru. b. Seandainya belum kondisi yang kondusif. b. langkah-langkah siswa yang sudah sesuai dengan tujuan perlu dikembangkan dengan memberi dukungan yang positif. guru mengambil tindakan yang tepat bila siswa menyimpang dari tugas. 2. Berkaitan dengan hal tersebut.

Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. c. keseimbangan dan keserasian antara pengembangan kuantitas dan pengembangan kualitas serta antara aspek lahiriah dan aspek rohaniah. Itulah sebabnya pendidikan nasional dirumuskan sebagai usaha sadar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 merupakan landasan konstitusional. memilih dan menggunakan sesuatu media. Pengembangan bangsa. Mengingat hal itu. maka sistem pendidikan akan diarahkan kepada perwujudan keselarasan. Mengenal. Pengembangan bangsa itu akan dapat diwujudkan secara nyata dengan usaha menciptakan ketahanan nasional dalam rangka mencapai cita-cita bangsa. Rumusan pendidikan nasional sebagaimana diuraikan diatas. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional. 5. Di dalam UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 dijelaskan bahwa: a. kegiatan interaksi antara guru dan siswa merupakan kegiatan yang cukup dominan. f. d.Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media sebagai berikut: a. 6. didasari pada Pancasila dan UUD 1945. Membuat alat-alat bantu pelajaran yang sederhana. yang diatur dengan undang-undang. b. Menggunakan unit microteaching dalam program pengalaman lapangan. Menggunakan buku pegangan atau buku sumber. Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar. Kemudian di dalam kegiatan interaksi antara guru dan siswa dalam rangka transfer of knowledge dan bahkan juga transfer 3 . Mengelola Interaksi Belajar-Mengajar Di dalam proses belajar-mengajar. Menguasai landasan-landasan kependidikan Pendidikan adalah serangkaian usaha untuk pengembangan bangsa. b. e. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar.

Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran Untuk memperlancar kegiatan pengelolaan interaksi belajar mengajar. pendidik dan pembimbing juga sebagai administrator. misalnya soal kreativitas.of values. Sehingga dapat mengambil tindakan-tindakan intruksional yang lebih tepat dan memadai. 7. 9. Hal ini sebagai upaya pemuasan layanan terhadap para siswa. 4 . Dengan demikian. Setiap siswa pada hakikatnya memiliki perbedaan. guru juga sebagai pembimbing ataupun konselor/penyuluh. Itulah sebabnya guru harus mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah serta harus menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah. masih juga diperlukan kegiatan sarana-sarana pendukung yang lain. proses interaksi antara guru dan siswa tidak semata-mata hanya tergantung cara atau metode yang dipakai. tetapi komponen-komponen yang lain juga akan memengaruhi keberhasilan interaksi belajar mengajar tersebut. Serasi dalam hal ini berarti komponen-komponen yang ada pada kegiatan proses belajar mengajar itu akan saling menyesuaikan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan belajar bagi anak didik. agar kegiatan interaksi belajar-mengajarnya bersama para siswa menjadi lebih tepat dan produktif. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah Guru di sekolah di samping berperan sebagai pengajar. 8. Jelasnya. gaya belajar bahkan juga dapat membawa akibat perbedaan dalam hal prestasi belajar siswa. guru harus mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. akan senantiasa menuntut komponen yang serasi antara komponen yang satu dengan yang lain. Mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah Dalam tugas dan peranannya di sekolah. Perbedaan-perbedaan semacam ini dapat membawa akibat pada kegiatan yang lain. termasuk antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Persoalan ini perlu diketahui oleh guru.

khususnya keterampilan mengajar di depan kelas. Latar Belakang Timbulnya Microteaching Tugas dan tanggung jawab guru adalah sangat luas. B. 5 . proses tersebut dapat diatur menurut kebutuhan serta disesuaikan dengan tujuan yang akn dicapai. 2. bentuk penampilan dan keterampilannya selalu dimonitor dan dalam keadaan terkontrol oleh para supervisor. Dalam kegiatan ini mahasiswa atau calon guru selama berlatih praktik mengajar. MICROTEACHING SEBAGAI LATIHAN MENGELOLA INTERAKSI BELAJAR-MENGAJAR 1. nusa dan bangsa. Pengertian Microteaching Microteaching merupakan salah satu usaha baru yang berorientasi pada upaya pengembangan dan peningkatan profesi guru. Dengan demikian. Dengan demikian. Oleh karena itu. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran Di samping bertugas sebagai pendidik dan pembimbing anak didik dalam rangka pengabdiannya kepada masyarakat.10. Semua ini dalam ukuran mikro atau mini. Demikian pentingnya sehingga berhasil atau tidaknya seorang guru sering diukur hanya dari aspek ini. tetapi tugas mengajar di depan kelas merupakan salah satu tugas yang sangat penting. Hal ini dalam rangka menumbuhkan penalaran dan mengembangkan proses belajar-mengajar. akan menambah wawasan bagi guru dalam upaya mengembangkan interaksi belajar mengajar yang dinamis. microteaching sering diartikan sebagai “mengajar dalam bentuk yang mini”. Setiap mata pelajaran diharapkan dapat memancing baik siswa maupun guru untuk terus dapat menjawab. Guru akan dikatakan pandai kalau dapat mengajar di muka kelas dengan baik. guru juga harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.

terdiri dari item-item : Pada bagian pertama ini berhubungan erat dengan masalah bahan yang dikontakkan kepada siswa. Konsisten dengan beberapa keterangan yang disinggung di muka. microteaching sebenarnya merupakan suatu usaha pengembangan di kampus. Maksud dan Tujuan Microteaching Banyak lembaga pendidikan guru yang mencantumkan kegiatan microteaching sebagai bagian dari Program Praktik Kependidikan di dalam kurikulumnya. dapat menjadi wahana dan motivasi untuk berkembangnya kegiatan microteaching ini. Dengan adanya Learning Resources Centre (LRC) di berbagai lembaga pendidikan. bahan yang dikontakkan terbatas. 3. atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar. juga komponen mengajar yang dikembangkan terbatas. bagaimana urutan penyajian bahan. Dikaitkan dengan kompetesi guru.Microteacing memiliki ciri-ciri pokok yakni : jumlah subjek belajar sedikit. bagaiman menciptakan hubungan dalam rangka membahas. maka microteaching ini dimaksudkan membekali calon guru sebelum dia sungguh-sungguh terjun ke sekolah tempat latihan praktik kependidikan untuk praktik mengajar. 6 . bagaimana perhatian guru terhadap bahan yang akan di bahas. Program ini meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar. dan bagaimana mengakhiri pembahasan. bekisar 5-10 orang. BEBERAPA KOMPONEN KETERAMPILAN MENGAJAR 1. C. waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit. Dengan model ini. kemudian dikembangkan lebih lanjut di lapangan melalui serangkaian kegiatan Praktik Kependidikan di sekolah tempat para mahasiswa/calon guru itu melakukan praktek mengajar. Tentang bagaimana menarik perhatian siswa pada bahan yang baru. Aspek materi.

pada waktu masuk ke dalam kelas untuk menerima pelajaran sering kita dengar masih membicarakan permainannya. Anak-anak yang habis bermain. b) Titik Pusat Titik pusat adalah bahwa apa yang diuraikan . Karena sistematika penyampaian yang jelek. Seseorang yang memasuki situasi baru secara mendadak sering timbul kejutan atau tekanan psikologis karena situasi yang lama masih membayangi pikiran atau perasaannya. dikemukakan dan dijelaskan oleh guru benar-benar terpusat pada bahasa yang sedang di garap bersama. Dalam hal ini guru perlu tanggap . atau dengan kata lain rantai kognitifnya rusak atu jelek. maka siswa menjadi bingung dan sulit untuk menangkap pelajaran. c) Rantai Kognitif Rantai kognitif adalah urutan-urutan atau sistematika dalam menyampaikan bahan pelajaran. Kadang-kadang pula guru kehilangan tempat bepijaknya karena terlalu berapi-api dalam menjelaskan sehingga arah pembicaraannya kemudian justru menjadi menyimpang dari permasalahan pokoknya.Guru sering tergiring ke arah pembicaraan di luar pemasalahan pokok karena hadirnya pertanyaan siswa yang tidak relevan dengan bahasa. maka di perlukan adanya kesiapan. Urutan yang baik adalah dari pengertian yang sederhana menyju yang kompleks.. dari yang mudah ke yang sulit. Adakalanya pada persiapan sistematikanya sudah baik tetapi pada waktu penyampaian tidak sesuai. Agar konsentrasi mereka dalam menerima pelajaran yang baru tidak terpecah. sehingga kalau pertanyaan ternyata menyimpang harus di arahkan atau di putus kata-kata yang halus dab edukatif.a) Interes Interes adalah usaha guru untuk menarik atau membawa perhatian siswa pada materi pelajaran yang baru. 7 . Ini dapat dilihat pada persiapan mengajar atau diketahui pada waktu guru menyampaikna pelajaran.

Model Kesiapan. Waktu selang 3. Penutup yang lengkap berupa ringkasan. Gerakan-gerakan anggota badan yang menunjukan kegelisahan dan acuh dapat pula dipandang sebagai gejala tidak baiknya kontak guru dengan siswa. e) Penutup Penutup disini sebagai cara guru dalam mengakhiri penjelasan atau pembahasan suatu pokok bahasan. tetapi tatapan matanya hampa hal ini menunjukan bahwa siswa tidak jelas atau tidak mengerti denagn uraian guru.d) Kontak Kontak dalam hal ini menyangkut hubungan batiniah antar guru dan siswa dalam kaitanya dengan bahan yang sedang dibahas pertama. maka guru wajib menjelaskan kemvbali scara singkat sehinggga tugasnya benar-benar dirasa tuntas. Variasi interaksi f. Gerak b. terdiri dari item-item : a. Mendorong dan melibatkan siswa 8 . Keterampilan Operasional. 2. Hal ini tercermin terutama dalam tanggapan siswa baik mengenai sinar matanya maupun gerakangerakan anggota badannya. terdiri dari item-item : a. kesimpulan dan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menguji tentang pencapaian tujuan intruksional. Isyarat g. Titik perhatian d. Apabila dalam pengujian tersebut ternyata beberapa tujuan belum tercapai. Kontak yang tidak baik misalnya siswanya kelihatan diam. Variasi penggunaan media e. Suara c. Membuka pelajaran b.

Menggunakan isyarat nonverbal e.c. Menggunakan waktu g. Menanggapi siswa f. Mengajukan pertanyaan d. Menutup pelajaran 9 .

SUMBER RUJUKAN: A. 2010.M. Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. 10 .

11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful