You are on page 1of 6

Tambang Bawah Tanah

PENGANTAR

1. PENGERTIAN
Secara umum pengertian tambang bawah tanah adalah suatu sistim penambangan mineral atau batubara dimana seluruh aktivitas penambangan tidak berhubungan langsung dengan udara terbuka.

2. SYARAT-SYARAT PENERAPAN TAMBANG BAWAH TANAH
Prinsip pokok eksploitasi tambang bawah tanah adalah memilih metode penambangan yang paling cocok dengan keunikan karakter (sifat alamiah, geologi, lingkungan, dll) endapan mineral dan batuan yang akan ditambang, dengan memperhatikan batasan tentang keamanan, teknologi dan ekonomi. Batasan keekonomian berarti bahwa dengan biaya produksi yang rendah tetapi diperoleh keuntungan pengembalian yang maksimum (return the maximum profit ataupun rate of return ROR) serta lingkungan. Untuk menentukan tambang bawah tanah harus memperhatikan: Karakteristik penyebaran deposit atau geometri deposit (massive, vein, disseminated, tabular, platy, sill, dll) Karakteristik geologi dan hidrologi (patahan, sesar, air tanah, permeabilitas) Karakteristik geoteknik (kuat tekan, kuat tarik, kuat geser, kohesi, Rock Mass Rating, Q-System, dll) Faktor-faktor teknologi (hadirnya teknologi baru, penguasaan teknologi, Sumber Daya Manusia, dll) Faktor lingkungan (limbah pencucian, tailing, amblesan, sedimentasi, dll).

    

Catatan: Rate of Return (ROR) secara umum diartikan sebagai tingkat pengembalian modal yang dinyatakan dalam prosen. Investasi dinyatakan menguntungkan apabila mempunyai ROR diatas tingkat bunga bank saat itu.  Cut-off grade: 1. Kadar rata-rata minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan. 2. Kadar minimum suatu logam yang terdapat dalam bijih supaya dapat ditambang secara menguntungkan berdasarkan ekonomi dan teknologi saat itu maupun lingkungan.  Diskusi tentang cog: Bagaimanakah konsekuensi apabila menggunakan difinisi (1) dan difinisi (2) ?

3. TAMBANG BAWAH TANAH DAN PROSPEK MASA DEPAN

e. Catatan: Stripping Ratio (SR) adalah perbandingan antara volume over burden (tanah penutup) dalam Bank Cubic Meter (BCM) yang harus digali untuk dapat menambang satu ton bijih. Perlu penerangan b. f. Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR c. bahan peledak harus yang permissible explossive. Dengan kata lain bertambahnya kedalaman deposit akan menyulitkan bila ditambang dengan sistim tambang terbuka karena setiap tambang terbuka dibatasi oleh besaran Stripping Ratio. Pengembangkan teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah. Barren rock adalah batuan yang tidak mengandung logam atau bagian dari bijih yang mempunyai kadar bijih sangat kecil. c. shrinkage stoping. Mining recovery adalah perbandingan antara bijih yang dapat ditambang dengan bijih yang ada didalam perhitungan eksplorasi.a. penggalian yang semakin dalam akan menghasilkan nilai SR yang semakin besar. Kecenderungan umum di masa yang akan datang. gas-gas beracun. Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka d. Berkurangnya mobilitas peralatan mekanik pada tambang terbuka apabila penambangan semakin dalam Pengetatan dan pembatasan mengenai masalah-masalah lingkungan. debu. serta sistim konstruksi penyangga dan perkuatan yang semakin baik. khususnya dalam hal teknik penggalian dan peralatan penambangan yang kontinyu. 1987). Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan (misal: cut and fill. stope and pillar) d.  4. Hal ini karena beberapa hal: Semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang. Problem ventilasi. Dapat menambang deposit dengan model yang tidak beraturan Bekas penggalian dapat ditimbun dengan tailing dan waste. sistim tambang bawah tanah akan menjadi pilihan utama eksploitasi mineral dan enerji (Hartman. yang dinyatakan dalam persen . d. Masalah safety dan kecelakaan kerja menjadi kendala Mining recovery umumnya lebih kecil Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol    Catatan: Waste adalah sisa-sisa penggalian pada tambang bawah tanah yang tidak bermanfaat yang diperoleh pada saat underground development (persiapan penambangan bawah tanah). Pada tambang terbuka. e. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TAMBANG BAWAH TANAH Keunggulan tambang bawah tanah a. dimana tambang terbuka akan memberikan dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan tambang bawah tanah. Kelemahan tambang bawah tanah a. b. c. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah b. g.

Aneka Tambang di Cikidang. Penyiapan sarana dan prasarana di permukaan 2.     Losses adalah kehilangan bijih pada penambangan bawah tanah karena keterbatasan atau kendala inheren pada metode yang diterapkan Dilusi adalah bercampurnya barren rock dengan bijih hasil penambangan sehingga akan menghasilkan kadar broken ore yang lebih kecil. Smoke adalah gas-gas yang tidak beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak. dll). 4. Tambang emas rakyat di Tasikmalaya. Freeport Indonesia di Tembagapura. pembuatan lubang-lubang sekunder dan tersier (secondary development dan tertiary development) 3. dan dikhususkan pemakaiannya pada tambang bawah tanah. batubara. smoke clearing. supporting. peledakan. bijih emas epithermal. pembuatan jalan masuk utama (main acces pada primary development) b. Catatan: Satu round adalah urut-urutan atau siklus eksploitasi tambang bawah tanah yang terdiri dari kegiatan pemboran dan pengisian bahan peledak. Permissible explossive adalah bahan peledak yang menghasilkan gas-gas tidak beracun. meliputi a. bijih emas epithermal. metode Longwall Mining. penirisan. metode block caving 2. roof controlling. TAMBANG BAWAH TANAH DI INDONESIA 1. metode underhand stull stoping PT. loading. Sumatera Barat. tranporting) pemboran dan peledakan. Aneka Tambang di Gunung Pongkor Bogor. pengangkutan (hauling. 6. ventilasi. PT. RUANG LINGKUP TAMBANG BAWAH TANAH Jenis-jenis pekerjaan pada tambang bawah anah antara lain: 1. dan room and pillar (tetapi sekarang sudah ditinggalkan) 3. 5. terdiri dari gas-gas CO dan NOX. Kegiatan eksploitasi: breaking (loosening) dengan pemuatan(loading). dan N2 bebas Fumes adalah gas-gas yang beracun sebagai hasil reaksi kimia bahan peledak yang meledak. metode coyoting (lubang tikus) . CO2. Kitadin. keselamatan kerja. terdiri dari gas-gas H2O. PT. PT. hauling. metode cut and fill dan shrinkage stoping 4. Papua. Penyiapan sarana dan pekerjaan bawah tanah. 5.  6. bijih tembaga dan emas. Tambang Batubara Bukit Asam di Ombilin. Catatan: PT. metode longwall. penerangan. scalling. Penanganan dan operasi pendukung: penyanggaan.

Kebutuhan logam meningkat (demand. cebakan tegak-tipis hanya cocok dengan stull stoping. Terjadi perkembangan teknologi dan masalah lingkungan. 1.  Bila kebutuhan meningkat sedangkan pasokan menurun.  Kadar bijih yang lebih kecil tersebut. sehingga terjadi pergeseran aplikasi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. karena: berkembangnya teknologi penyanggaan nilai batubara yang semakin meningkat semakin berkurangnya endapan batubara meningkatnya kebutuhan batubara. sedangkan jumlah cadangan dan kadar logam yang dijumpai sudah mulai menurun (supply. Suatu sistim tambang bawah tanah hanya cocok untuk cebakan tertentu saja. BAB I PENDAHULUAN Mengapa aplikasi tambang bawah tanah saat ini mulai menggeser aplikasi tambang terbuka? 1. saat ini tidak terdapat di permukaan (yang dapat ditambang dengfan tambang terbuka) tetapi terdapat terbenam jauh di bawah tanah (yang hanya dapat ditambang dengan tambang bawah tanah). bahkan didalam satu cebakan. Cebakan bijih tidak selalu dijumpai dalam karakter yang sama (baik geometri. sekarang mulai ditinggalkan  Kadar semakin kecil. 2. maka menurut hukum ekonomi maka harga akan meningkat. kebutuhan). cut-and-fill). sehingga sebuah cebakan bijih dapat ditambang dengan dua atau lebih metode tambang bawah tanah (misal: cut and fill dan shrinkage. apakah cadangan suatu bijih di suatu Kuasa Penambangan akan menurun?   Cebakan bijih mempunyai karakteristik ore zone maupun country rock yang berbeda-beda. massive ore hanya cocok dengan sistim caving. 2. Broken sulphide ore tidak cocok dengan sistim shrinkage stoping (karena broken sulphide ore akan menggumpal bila ditumpuk dalam waktu yang lama dalam stope sehingga akan menyulitkan dalam penarikan broken ore tersebut). square-set stoping dan stull stoping) . 3. room and pillar. 4. tetapi saat ini sudah ditinggalkan. sublevel stoping)  Toleransi losses yang semakin tinggi untuk mengejar produktivitas (misal: block caving. mekanika batuan. Oleh sebab itu: 1. maupun kadarnya). sublevel stoping. sehingga dimungkinkan untuk menambang bijih dengan kadar yang lebih kecil. dan menjadi tidak cocok untuk cebakan yang lain.  Metode yang dahulu populer (misal stull stoping. sehingga diperlukan produksi besar-besaran (misal: block caving. pasokan). Metode room and pillar pada batubara dahulu kala menjadi metode utama. 2. square-set stoping. stope and pillar) Diskusi: Apakah cut-off grade selalu sama setiap saat? Dengan dilakukan penambangan.

yaitu suatu metode tambang bawah tanah yang dengan mudah dapat diubah menjadi tambang bawah tanah lain tanpa banyak melakukan penyesuaian (misal: sublevel caving menjadi cut-and fill. Mine (produk utama) Vuonos Cu Vihanti Zn. Metode runtuhan ini tidak memerlukan penyanggan cebakan yang terletak di atas stope. Sebagaimana disebutkan didepan.Cu Pyhasalmi Cu. sehingga cebakan bijih diatasnya menjadi runtuh. Penambangan dilakukan diantara dua pillar. sehingga mining recovery tidak sempurna sekitar 60%. Disukai sistim yang fleksibel. artinya pada suatu cebakan bijih selalu atau dimungkinkan terjadi perubahan bentuk geometri. 2. Berikut ini adalah metode penambangan di Tambang Outokumpu Oy di Finlandia. Overlying ground disangga pillar permanen dari bijih itu sendiri atau disebut dengan natural support. Cara seperti ini disebut supported stope methods. yaitu 1. perubahan karakter mekanika batuan.3. Cara seperti ini disebut caving methods.Cu Open Pit (X) V V (X) (X) V (X) (X) Sublev Stoping V V V Sublev Caving (X) V Shrinkage Stoping (X) V Room Pillar V Cut and Fill V V (X) V V V (X) (X) V Keterangan: V = diterapkan saat ini (X) = diterapkan sebelumnya . dan perubahan kadar.Zn Kemi Cr Kotalahti Ni Keretti Cu Hammaslahti Cu Hitura Ni Virtasalmi Cu Vammala Ni. tailing). Dibuat sebuah undercut dibawah cebakan bijih. bahwa cebakan bijih tidak mempunyai sifat yang homogen malainkan heterogen. Dengan teknik pengisian ini. Cara seperti ini disebut open stope methods. cut-and fill menjadi shrinkage stoping) Strategi dalam pemilihan metode tambang bawah tanah ada tiga macam. 3. dimungkinkan sebuah cebakan bijih akan ditambang dengan dua atau lebih metode yang berbeda. Penambangan dilakukan tanpa atau dengan artificial support dan dilakukan filling (waste rock. maka pillar dapat ditambang. Oleh sebab itu.