You are on page 1of 27

Referat Penyakit Dalam

BAB I PENDAHULUAN Aritmia adalah kelainan pada jantung yang berupa gangguan pada frekuensi, ketidakteraturan, tempat asal denyut atau konduksi impuls listrik pada jantung. Di Amerika, lebih dari 850,000 orang dirawat di rumah sakit karena aritmia setiap tahunnya. Di Amerika Utara, prevalensi Atrial Fibrilasi diperkirakan meningkat dua sampai tiga kali lipat pada tahun 2050. Ini menunjukan bahwa kejadian aritmia semakin meningkat setiap tahunnya. Beberapa kondisi atau penyakit yang dapata menyebabkan aritmia adalah peradangan jantung, gangguan sirkulasi koroner, intoksikasi obat, gangguan keseimbangan elektrolit, gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom, gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat, gangguan metabolic, gangguan endokrin, gangguan irama jantung akibat gagal jantung, tumor jantung atau penyakit degenerasi. Klasifikasi aritmia sendiri dibagi menjadi 2 yaitu gangguan impuls dan gangguan sistem konduksi. Sebuah aritmia mungkin "Silent" dan tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala-gejala yang mungkin muncul seperti palpitasi, dada berdebar – debar, pusing atau kepala terasa melayang , sesak napas, dada terasa tidak nyaman atau nyeri dada, merasa lemah atau kelelahan (merasa sangat lelah), kesadaran menurun. Adapun tujuan penulisan refrat ini adalah untuk menambah wawasan rekan sejawat mengenai aritmia, terutama dalam hal diagnosa dan penanganan awal untuk mencegah komplikasi lanjut yang bahkan dapat menyebabkan kematian.

1

Referat Penyakit Dalam

BAB II PEMBAHASAN I. ANATOMI

Lapisan jantung terdiri dari : 1 1. Perikardium adalah lapisan paling atas dari jantung yang terdiri atas : • Lapisan fibrosa, yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax, disamping itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan, khususnya pembuluh darah besar yang menghubungkan dengan lapisan ini ( vena cava, aorta, pulmonal arteri dan vena pulmonal). Lapisan parietal, yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa Lapisan Visceral, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari otot jantung atau epikardium.

• •

Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan perikardium. Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 – 50 ml.
2. Epikardium adalah bagian terluar dari otot jantung. 3. Miokardium yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas

kemampuan kontraksi jantung. 4. Endokardium lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah.
2

 AV ( atrioventricular ) node : merupakan serabut – serabut saraf yang terletak di bagian basal dari interatrial dalam atrium kanan.10). Penyebaran impuls pada sistem purkinye menyebabkan kontraksi ventrikel. II.Referat Penyakit Dalam Sistem konduksi jantung terdiri dari :  SA ( Sinoatrial ) node : merupakan serabut-serabut saraf yang terdapat pada dinding atrium kanan dekat muara vena cava superior dan vena cava inferior. Serabut saraf ini merupakan cabang dari sistem syaraf tak sadar dan juga dipengaruhi saraf vagus (saraf ke.2 Peristiwa Listrik Pada Jantung Miokardium seperti halnya otot rangka. Dalam keadaan normal. SA node berperan sebagai pacemaker (pemicu) bagi kontraksi miokardium. Bercabang menjadi right dan left bundle branch kemudian menjadi serabut purkinje.  Bundle of His ( berkas His) : menyebar dari nodus AV. impuls juga menyebar ke AV node (nodus atrioventrikular) melalui traktus internodal. dapat berkontraksi setelah diinisiasi oleh potensial aksi yang berasal dari sekelompok sel konduktif pada SA node (nodus sinoatrial) yang terletak pada dinding atrium kanan. kemudian ke berkas his dan selanjutnya ke sistem purkinye. FISIOLOGI 1. Selain menyebar ke seluruh dinding atrium. yang memasuki selubung fibrosa yang memisahkan atrium dari ventrikel. 3 . Selanjutnya potensial aksi menyebar ke seluruh dinding atrium dan menyebabkan kontraksi atrium.

Fase 4: Resting membrane potential (-100 mv) Fase ini merupakan keadaan membaran istirahat dimana muatan sisi dalam membran sel menjadi lebih elektronegatif dbanding sisi luar (polarisasi). 3.Referat Penyakit Dalam Penyebaran potensial aksi pada ventrikel terdiri dari 4 fase yaitu : 1. 4 . Pada fase ini saluran lambat natrium dan kalsium terbuka sehingga terjadi keseimbangan antara influks natiurm dan kalsium serta efluks kalium. 4. Fase 1: Brief initial repolarization. 5. 2. Awal depolarisasi adalah keadaan polarisasi (resting membrane potential) dimana muatan sisi dalam membran lebih negative dibanding sisi luar (polarisasi). Fase 2: Prolonged plateau. Fase 0: Initial rapid depolarization. Pada fase ini saluran kalium mulai terbuka. Pada fase ini terjadi influks natrium akibat pembukaan saluran natrium saat terjadi peningkatan permeabilitas membran terhadap natrium. Fase 3: Late rapid repolarization dimana terjadi pembukaan saluran lambat kalium.

Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner). 7. 4. alkalosis). terutama yang berusia lanjut. ETIOLOGI 4.Referat Penyakit Dalam III. Gangguan metabolic (asidosis.5 juta orang di eropa. Di amerika.000 orang dirawat di rumah sakit karena aritmia setiap tahunnya. Di Amerika Utara. IV. peradangan miokard (miokarditis karena infeksi). Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung). hipotiroidisme). Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat. Atrial fibrilasi mengenai± 2. kira-kira 75 % orang yang terkena atrial fibrilasi berusia 65 tahun atau bahkan lebih tua. 3. V. Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia. 8. Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung.3 juta orang di amerika utara dan 4. Gangguan endokrin (hipertiroidisme. infark miokard. irama.5 Beberapa kondisi atau penyakit yang dapata menyebabkan aritmia adalah : 1. DEFINISI 4 Aritmia (gangguan irama jantung) adalah kelainan dalam kecepatan. EPIDEMIOLOGI 6 Di Amerika. Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis. quinidin. prevalensi AF diperkirakan meningkat dua sampai tiga kali lipat pada tahun 2050. dan obat-obat anti aritmia lainnya. misalnya demam reumatik. misalnya iskemia miokard. AF merupakan aritmia yang paling sering terjadi dengan prevalensi 0. tempat asal dari impuls/gangguan konduksiyang menyebabkan perubahan dalam urutan normal aktivasi atrium sampai ventrikel. . 6. Gangguan irama jantung akibat gagal jantung. Peradangan jantung. 10. 5 . 9.4 % pada golongan usia<65 tahun dan meningkat 10 % pada kelompok usia > 75 tahun. hipokalemia). 2. 11. lebih dari 850. 5. Gangguan irama jantung karena karmiopati atau tumor jantung.

Ventrikel 2. Berdasarkan tempat blok • • • • • • • Blok SA Blok AV Blok fasikular Blok Bundle Branch Blok IVCD ( intra Ventricular conduction defect) b. Berdasarkan derajat blok Derajat I Derjat II 6 . Atrial • • • • • • • • • • • • c.Referat Penyakit Dalam VI. SA-Node • • • Takikardia sinus Bradikardia sinus Aritmia sinus Atrial extra systole & para systole Atrial takikardi Atrial gelepar (flutter) Atril fbrilasi Atrial wondering pace maker/kelana Nodal extra systole dan para systole Nodal takikardi Nodal escape Ventrikular ekstra systole dan parasystole Ventrikular takikardi Ventrikular fibrilasi Ventrikular escape b. AV junction d. Gangguan system Konduksi ( penghantaran arus listrik) a. Gangguan impuls a.2 Aritmia terbagi atas : 1. KLASIFIKASI ARITMIA 1.

Sinus Bradycardi Sinus Tachycardia Sinus Aresst B. Irama sinus Aritmia yang terjadi pada keadaan bradikardia atau takikardi atau sinus aresst.5 A. Atrial Flutter 7 . GANGGUAN IMPULS 3.Referat Penyakit Dalam   Mobitz I ( wanckebach) Mobitz II • Derajat III : blok total (jantung masih berdenyut) c. Aksesori konduksi • Jalur Kent/ Sindroma Wolff – Parkinson – white • Jalur James/ Sindroma Lown – Ganong – Levin • Jalur Mohain 1. Irama Atrial Dibagi menjadi : i.

yaitu takikardai yang berasal dari atrium dan nodus AV. tekanan darah tinggi.Referat Penyakit Dalam irama atrial pada atrial Flutter (jumlah gel.turut. alkohol yang berlebihan. kelaianan ini dapat terjadi pada kelainan katub mitral atau tricuspid. Atrial Fibrilasi Atrial fibrillation Pada EKG terlihat gelombang yang sangat tidak teratur dan cepat sekali . penyakit klep mitral (seperti mitral valve prolapse). Pada atrial fibrillation beberapa signal listrik yang cepat dan kacau "menyala" dari daerah-daerah yang berbeda di atria. III. penyakit jantung koroner dan dapat juga akibat intoksikasi digitalis ii. cor pulmonal akut atau kronis . 8 . iii.P banyak) Gambaran terlihat baik pada sadapan II. disebut juga takikardi supraventrikuler paroksimal. dari pada hanya dari satu daerah pemacu jantung di SA node. dan radang dari lapisan jantung (pericarditis). dan aVF seperti gambaran gigi gergaji . Penyebab-penyebab dari atrial fibrillation termasuk serangan jantung. emphysema. gumpalan darah di paru (pulmonary embolism). mencapai 300 -500 kali permenit dan sering kali ditemukan pulsus deficit. Pada gambar terdapat ektrassistole yang berturut. gagal jantung. Signal-signal ini pada gilirannya menyebabkan kontraksi ventricle yang cepat dan tidak beraturan. tiroid yang aktif berlebihan. Atrial takikardi Biasanya adalah paroksimal (PAT= paroxysmal atrial tachycardia ).

gelombag { biasanya terlihat negative disadapan II . Ekstrasistole atrial Disebut juga Premature atrial beats. III. kelainan ini biasanya tidak memiliki arti klinis penting dan biasanya tidak butuh terapi Ekstrasistole Atrial C. Irama Junctional Gambaran EKG menunjukan laju QRS antara 40 -60 permenit dengan irama biasanya teratur . Biasanya disebabkan karena nodus SA kurang aktiv sehingga diambil alih : i.Referat Penyakit Dalam Atrial tachycardia iv. AV junctional ektrasistole 9 . Hal ini timbul akibat impuls yang berasal dari atrium timbul premature . Gelombang P bisa mendahului atau tumpang tindih dengan QRS. aVF .

AV junctional takikardi paroksimal seperti PAT iii. ini muncul karena pace maker ventrikel tiba – tiba lebih kuat dari SA node dalam memproduksi listrik . AV junctional takikardi Non paroksimal D. Irama Ventrikuler i. Ventrikel Ekstra Sistole (VES) Adalah gelombang ventrikel yang muncul tiba tiba pada gelombang sinus .Referat Penyakit Dalam ii. jenis ini terdiri dari :  VES Uniform atau Unifokal 10 .

Ventrikel Fibrilasi (VF) Adalah gambaran bergetarnya ventrikel . sehingga sel jantung tidak sempat berdepolarisasi dan repolarisasi sempurna. Terdapat 3 atau lebih komplek yang berasal dari ventrikel secara berurutan dengan laju lebih dari 100x/ menit. Ventrikular Takikardi (VT) Ventrikel tachycardia Pelepasan impuls yg cepat oleh fokus ektopic di Ventricel. Akibatnya sirkulasi darah menjadi tidak cukup. hal ini biasa terjadi pada iskemiaakut atau infrak miokard. muncul 2 VES sekaligus . iii. yang disebabkan karena begitu banyak tempat yang memunculkan implus. 11 . Pengaruhnya terhadap jantung adalah ventrikel yang berdenyut sangat cepat tanpa sempat mengosongkan dan mengisi darah secara sempurna. yang ditandai oleh sederetan denyut Ventrikel. jika muncul lebih dari 2 sekaligus disebut Run of ii. Disini sudah tidak terlihat gelombang P.   VES multiform VES Begimini Artinya setiap satu komplek normal diikuti oleh satu VES  VES trigemini Artinya setiap dua komplek normal diikuti oleh satu VES  VES Couplet Artinya setelah komplek normal .Referat Penyakit Dalam VES yang bentuknya serupa pada lead yang sama. QRS dan T.

5 Gangguan konduksi adalah gangguan yang terjadi pada jaringan konduksi ( jalur listrik jantung ) sehingga listrik jantung tidak berjalan lancer atau berhenti di tengah jalan. Gangguan AV block i. Block SA node Gangguan pada SA node menyebabkan block SA dan sinus Aresst. AV Block derajat 1 Umumnya disebabkan karena gangguan konduksi di proximal His bundle . proses degenerasi maupun varian normal . peradangan . Gambar yang muncul pada EKG adalah interval PR yang melebar > 0. 2. Gambaran yang muncul adalah gelombang berlekuk dan rapat. GANGGUAN KONDUKSI 3.Referat Penyakit Dalam iv. Ventrikel Flutter Ventrikel Fluter adalah gambaran getaran ventrikel yang disebabkan oleh produksi sebuah pacemaker diventrikel dengan frekuensi 250 – 350 kali permenit. B.22 detik dan interval PR tersebut kurang lebih sama disetiap gelombang 12 . sering terjadi pada intoksitas digitalis.terdiri: A.

miocarditis. AV Block derajat II Dibagi menjadi 2 tipe :  Mobitz tipe 1 ( wenckebach block) Interval PR secara progresif bertambah panjang sampai suatu ketika implus dari atrium tidak sampai ke ventrikel dan denyut ventrikel ( gelombang QRS)tidak tampak .Referat Penyakit Dalam ii. atau gelombang P tidak diikuti oleh QRS. Dapat terjadi pada infrak miocard akut. Hal ini disebabkan karena tonus otot yang meningkat .  Mobitz tipe 2 Interval PR tetap sama tetapi didapatkan denyut ventrikel yang berkurang. dan proses degenerasi. keracunan digitalis atau iskemik . 13 .

third degree AV Block ( Total AV block) C. dimana implus dari atrium tidak bisa sampai pada ventrikel . atau divisi anterior atau posterior cabang kiri. Dimana pada EKG ditemukan komplek QRS yang melebar lebih dari 0.gambaran EKG memperlihatkan adanya gelombang P teratur dengan kecepatan 60 – 90 kali permenit .11 detik disertai perubahan bentuk komplek QRS dan aksis QRS. Bila cabang kiri yang terkena disebut sebagai Left Bundle Branch Block (LBBB) dan jika kanan yang terkena disebut Right Bundle Branch Block (RBBB) i. dan proses degenerasi. sedangkan komplek QRS hanya 40 – 60 kali permenit . Jika menentap diperlukan pemasangan pacu jantung.Referat Penyakit Dalam iii. peradangan. sehingga ventrikel berdenyut sendiri karena implus yang berasal dari ventrikel sendiri . LBBB 14 . AV Block derajat III Disebut juga block jantung komplit . hal ini disebabkan oleh infrak miocard akut. Gangguan pada serabut HIS menyebabkan RBBB dan LBBB Bundle Branch Block menunjukan adanya gangguan konduksi dicabang kanan atau kiri sistem konduksi .

Gangguan konduksi ini dapat menyebabkan aksis bergeser ke kiri yang ekstrim.5 Mekanisme aritmogenik dapat dibagi menjadi : ganguan pembentukan impuls dan gangguan 1. yang disebut sebagai left anterior hemiblock (jika gangguan dicabang anterior kiri ) dan left posterior hemiblock (jika gangguan dicabang posterior kiri ) ii. V5 didapatkan S yang melebar karena depolarisasi ventrikel kanan yang terlambat. Gangguan pembentukan impuls 15 . VII.12 detik dan akan tambapk gambaran rsR’atau RSR’ di V1.Referat Penyakit Dalam Pada EKG akan terlihat bentuk rsR’ atau R di lead I. konduksi PATOFISIOLOGI 2. V5 dan V6 yang melebar. RBBB Pada EKG akan terlihat kompleks QRS yang melebar lebih dari 0. aVL. sementara itu di I. aVL . V2 .

Keadaan ini disebut concealed conduction. Contoh concealed 16 .apabila suatu ketika terjadi peningkatan tonus simpatis misalnya pada gagal jantung atau terjadi penghambatan aktivitas sodium-potassium-ATP-ase misalnya pada penggunaan digitalis. Gelombang depolarisasi yang berjalan melingkar ini bertindak seagi generator yang secara terus-menerus mencetuskan impuls. kelainan automatisasi pada keadaan normal. automatisasi (depolarisasi spontan) hanya terjadi pada nodus SA. Gangguan konduksi a. Hal ini disebabkan karena impuls-impuls yang dicetuskan di nodus SA sedemikian cepatnya sehingga menekan proses automatisasi di sel lain. Apabila bebrapa saat kemudian terjadi penyembuhan pada jalur A atau masa refrakter sudah lewat maka gelombang depolarisasi dari ajlur B akan menemus rintangan jalur A dan kembali mengkatifkan jalur B sehingga terbentuk sebuah gerakan sirkuler atau reentri loop. b. concealed conduction (konduksi yang tersembunyi) impuls-impuls kecil pada janutng kadang-kadang dapat menghambat dan menganggu konduksi impuls utama. re-entry Bilamana konduksi di dalah satu jalur tergaggu sebagai akibat iskemia atau masa refrakter. maka gelombang depolarisasi yang berjalan pada jalur tersebut akan berhenti. trigger automatisasi dasar mekanisme trigger automatisasi ialah adanya early dan delayed after-depolarisation yaitu suatu voltase kecil yang timbul sesudah sebuah potensial aksi. hipokalemia atau hipomagnesemia atau terjadi reperfusi jaringan miokard yang iskemik misalnya pada pemberian trombolitik maka keadaan-keadaan tersebut akan mnegubah voltase kecil ini mencapai nilai ambang potensial sehingga terbentuk sebuah potensial aksi prematur yang dinamakan “trigger impuls”. Reentr loop ini dapat berupa lingkaran besar melalui jalur tambahan yang disebut macroentrant atau microentrant. sedangkan gelombang pada jalur B tetap berjalan sepetisemual bahkan dapat berjalan secara retrograd masuk dan terhalang di jalur A. 2. trigger impuls yang pertama dapat mencetuskan sebuah trigger impuls yang kedua kemudian yang ketiga dan seterusnya samapai terjadi suatu iramam takikardai.Apabila terjadi perubahan tonus susunan saraf pusat otonom atau karena suatu penyakit di Nodus SA sendiri maka dapat terjadi aritmia b.Referat Penyakit Dalam gangguan ini dapat dibagi menjadi: a.

blok AV (jika hambatan konduksi terjadi di jalur antara nodus SA sampai berkas His). Blok Blok dapat terjadi di berbagai tempat pada sistem konduksi sehingga dapat dibagi menjadi blok SA (apabila hambatan konduksi pada perinodal zpne di nodus SA). DIAGNOSIS 4 17 . pada ekstrasistol ventrikel yang dikonduksi secara retrograd.Referat Penyakit Dalam conduction ini ialah pada fibrilasi atrium. GEJALA KLINIS 1. Gejala-gejala yang mungkin muncul : • • • • • • • • Palpitasi Dada berdebar – debar Pusing atau kepala terasa melayang Sesak napas Dada terasa tidak nyaman atau nyeri dada Merasa lemah atau kelelahan (merasa sangat lelah) Kesadaran menurun Syncope Tanda yang dapat terjadi : • • • • • • Bradikardi atau takikardi Hipotensi Syok Edema paru Akral dingin Penurunan kondisi urin IX. Biasanya gangguan konduksi jantung ini tidak memiliki arti klinis yang penting. blok cabang berkas (bundle branch block=BBB) yang dapat terjadi di right bundle branch block atau left bundle branch block. c. VIII.4 Sebuah aritmia mungkin "Silent" dan tidak menimbulkan gejala apapun.

Tes ini membantu untuk menentukan apakah ada penyakit jantung atau jantung koroner yang menjadi penyebab kelainan ritme. Pada kateter dimasukan kontras sehingga dapat tampak gambaran arteri koroner. • - Ambulatory monitors. Merekam ritme jantung secara kontinu selama 24 jam. juga dilakukan pemeriksaan penunjang seperti : • Electrocardiogram (ECG or EKG): Sebuah gambar impuls listrik yang berjalan melalui otot jantung. Melalui alat ini. - Transtelephonic monitor with a memory loop: rekorder kecil yang portable dipakai terus-menerus dalam jangka waktu tertentu untuk merekam dan menyimpan informasi ritme jantung pasien. biasanya di jari atau pergelangan tangan. • Stress test: sebuah tes untuk merekam aritmia yang muncul atau memburuk dengan latihan. Sebuah EKG dicatat pada kertas grafik. 18 . menentukan jika ada kelainan otot atau katup jantung yang menyebabkan aritmia. kateter dimasukan melalui pembuluh darah dan diarahkan dengan mesin x-ray. • Echocardiogram: alat ultrasound untuk melihat jantung.Referat Penyakit Dalam Selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang didapatkan tanda dan gejala seperti diatas. • Cardiac catheterization: menggunakan local anestesi. ritme jantung pasien dikirim melalui line telepon ke dokter. melalui penggunaan elektroda yang melekat pada kulit lengan. dada dan kaki. Tes ini dapat mendeteksi kerja otot dan katup jantung. Tes ini dilakukan saat istirahat atau dengan aktivitas. rongga jantung dan katup. - Transtelephonic monitor: monitor kecil ditempelkan pada elektroda. seperti : Holter monitor: Rekorder kecil yang portable dimana menempel pada elektroda di dada pasien.

Alat ini digunakan untuk menentukan penyebab kelainan ritme jantung dan penanganan yang sesuai. Selama tes. atau operasi.4 Penanganan aritmia tergantung pada tipe dan tingkat keparahan dari aritmia yang diderita.Referat Penyakit Dalam • Electrophysiology study (EPS): kateterisasi khusus jantung yang dapat mengevaluasi sistem konduksi jantung. perubahan gaya hidup. Penanganan aritmia terdiri dari pemberian obat. X. Farmakologi Terapi Banyak jenis obat yang digunakan untuk penanganan aritmia. terapi elektrik. PENATALAKSANAAN 1. Pada beberapa kasus aritmia tidak diperlukan penanganan. • Tilt table test (passive head-up tilt test or head upright tilt test): merekam tekanan darah dan nadi setiap menitnya saat meja dinaikkan dengan posisi kepala diatas pada level yang berbeda-beda. Hasil tes ini digunakan untuk mengevaluasi ritme jantung. tekanan darah. Beberapa obat yang sering digunakan : • • Anti aritmia Anti koagulan atau antiplatelet terapi untuk mengurangi resiko penggumpalan darah atau terjadinya stroke Vaughan-Williams Klasifikasi Cla Basic Comments 19 . Kateter dimasukan untuk merekam aktivitas elektrik jantung. aritmia dapat dimunculkan dan dihentikan.2.

Moderate reduction in phase 0 slope. increase APD. increase ERP. IV Cla Known ss as Examples Mechanism Clinical uses [1]  ne fast Ia channel blockers  Quinidi (Na ) channel block Procain (intermediate association/dissociation) amide Disopyr amide +   Ventricular arrhythmias prevention of paroxysmal recurrent atrial fibrillation (triggered by vagal overactivity)  procainamide in WolffParkinson-White syndrome  ne Ib  Lidocai (Na + ) channel block Phenyto (fast association/dissociation) in Mexileti ne  treatment and prevention during and immediately after myocardial infarction . though this practice is now discouraged given the increased risk of asystole  ventricular  20 . Block sympathetic activity. most effective at SA and AV nodes. decrease ERP.Referat Penyakit Dalam ss I Mechanism sodium-channel blockade IA . reduce rate and conduction.moderate Reduce phase 0 slope and peak of action potential.strong II III beta-blockade potassiumDelay repolarization (phase 3) and thereby increase channel blockade action potential duration and effective refractory period. calcium-channel blockade Block L-type calcium-channels.weak IC . reduce rate and conduction. Pronounced reduction in phase 0 slope. IB . reduce APD. no effect on APD or ERP. Small reduction in phase 0 slope.

Referat Penyakit Dalam tachycardia    de Ic  (Na + ) channel block Propafe (slow association/dissociation) none Moricizi ne Flecaini  atrial fibrillation prevents paroxysmal atrial fibrillation treats recurrent tachyarrhythmias of abnormal conduction system .  contraindicated immediately post-myocardial infarction.  olol   Esmolol Timolol beta blocking Propranolol also shows Metopro some class I action lol   ol  Amioda rone    III  de  Droned arone  E-4031 Sotalol Ibutilide K +  Propran  decrease myocardial infarction mortality II Betablockers   prevent recurrence of tachyarrhythmias Atenolol Bisoprol In Wolff-Parkinson-White syndrome channel blocker  (sotalol:) ventricular tachycardias and atrial fibrillation Dofetili Sotalol is also a beta blocker [ 2 ]  (Ibutilide:) atrial flutter and atrial fibrillation 21 .

especially in Heart unknown mechanisms Failure with Atrial Fibrillation.Referat Penyakit Dalam  slowIV channel blockers mil  m Verapa Ca Diltiaze 2+  channel blocker  prevent recurrence of paroxysmal supraventricular tachycardia reduce ventricular rate in patients with atrial fibrillation  V  Used in supraventricular Adenosi Work by other or arrhythmias. Setelah pemberian anestesi. contraindicated in ventricular arrhythmias. 22 . disalurkan syok elektrik ke dada pasien yang akan mensinkronisasi jantung dan memacu jantung kembali ke normal ritme. ne (Direct nodal inhibition). ritme yang normal terkadang tidak dapat didapatkan hanya dengan terapi farmokologi. Jadi diharapkan menghindari factor resiko tersebut : • • • Berhenti merokok Membatasi konsumsi alcohol Membatasi atau menghentikan konsumsi produk yang mengandung kafein ( teh atau kopi ) Electrical Cardioversion Pada pasien dengan aritmia yang persisten ( seperti atrial fibrilasi ). Digoxin Perubahan Pola Hidup Aritmia mungkin dapat berhubungan dengan gaya hidup tertentu.

Pada Bradikardi Dalam menghadapi pasien dengan bradikardi yang penting adalah menentukan apakah bradikardi sudah menimbulkan gejala dan tanda seperti diatas. Jika benar demikian usahakan untuk meningkatkan denyut jantung dengan langkah sebagai berikut : Segera pastikan tidak ada gangguan jalan nafas Berikan oksigen Pasang monitor EKG . tekanan darah dan oksimetri Pasang jalur IV line Perhatikan EKG : Jika EKG bukan AV block derajat II tipe 2 atau AV total / derajat 3 lakukan langkah sebagai berikut: 23 . Penatalaksanaan Pada Kegawat daruratan Aritmia 3 a. Pacemaker memiliki ‘pulse generator’ dan lead yang menghantarkan impuls dari generator ke otot jantung.Referat Penyakit Dalam Permanent Pacemaker Suatu alat yang mengirim impuls elektrik ke otot jantung untuk mendapatkan nadi yang normal. Pacemaker biasanya digunakan untuk menghindari terjadinya denyut jantung yang lemah.

Jika gambaran EKG adalah block derajat II tipe 2 atau AV total / derajat 3 lakukan langkah sebagai berikut: Segera pasang pacu jantung transkutan sambil menunggu pemasangan pacu jantung Cari dan tangani penyebab yang dapat menyokong seperti hipoglikemia. Pertimbangkan pemberian epineprin (2-10 mcg/min) atau dopamine 2-10 mcg/KgBB/min) Persiapkan pacu jantung transvenus b. jika tidak ada ulangi lagi 0. hipovolumia. pertimbangkan pemberian atropine 0. Jika dosis suldaf atropine telah mencapai 3 mg dan belum terjadi peningkatan denyut jantung > 60x/menit. pertimbangkan pemberian obat yang lain seperti epinefrin 2 -10 microgram/ menit atau dopamine 2-10 microgram/kgBB/menit.jika nadi teraba.5 mg (setiap 3 – 5 menit). edem paru. asidosis. monitor EKG. Bradikardi = Detak nadi <60x/min Pastikan jalan napas aman Bantu jalan napas jika diperlukan beri O2 Ukur tensi. tranvesa( Konsultasi ke dokter ahli jantung) hipokalemia.5 mg IV sambil perhatikan monitor EKG untuk melihat responpeningkatan denyut jantung. sampai ada respon peningkatan denyut jantung atau dosis atropine telah mencapi 3 mg.5 mg iv/5 menit (maks dose 3 mg) sambil menunggu pacu jantung trancutan. hipotensi).Referat Penyakit Dalam - Berikan sulfas Atropin 0. tentukan apakah pasien stabi atau tidakke stabil (terdapat Knsultasi dokter ahli syok . tamponade jantung. jika pada EKG terlihat AV blok derajat 2 tipe 2 atau total AV blok. pasang infus Perfusi baik Perfusi buruk Observasi monitor kondisi klinis Persiapkan pacu jantung transkutan . trauma. oximetri. Pada Takikardi Obati penyebab dasar Dalam penanganan takikardi yang paling penting adalah menetukan apakah nadi teraba atau tidak . Semua takikardi tidak Stabil harus segera di kardioversi kecuali 24 .

GAMBAR ALOGARITMA BHJL UNTUK TAKIKARDI BAB III PENUTUP 25 .Referat Penyakit Dalam sinus takikardi. Sinus takikardi adalah respon fisiologi untuk mempertahankan curah jantung.tanda syok) maka harus dicari penyebabnya . Monitoring hasil EKG dan lakukan tatalaksana seperti pada alogaritma Bantuan Hidup Jantung Lanjut. bukan dilakukan kardioversi pada sinus takikardinya.Jika terjadi gangguan hemodinamik (misalnya ada tanda.

2002 26 . Banyaknya jenis aritmia sehingga dalam menentukan penanganan yang diberikan pada aritmia tergantung pada jenis dan keparahan aritmia itu sendiri. non farmakologi ataupun gabungan keduanya. Edisi 6. jadi gambaran aritmia pada ECG juga sangat penting untuk diketahui dengan jelas. dapat berupa terapi farmakologi. Pathophysiology: Clinical Concepts of Disease Processes. Pengertian mengenai jenis aritmia baik dapat mendukung dalam pemilihan terapi yang tepat pada aritmia. Aritmia itu sendiri tidak selalu menimbulkan manifestasi klinis yang bermakna. Diperkirakan aritmia akan semakin menigkat jumlah kejadiannya pada tahun ketahun. Price. Aritmia merupakan penyakit yang berbahaya. Tidak semua kasus aritmia harus diobati. DAFTAR PUSTAKA 1. sehingga memerlukan pengobatan yang segera dan terapi yang teratur untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. oleh karena itu pengertian mengenai tipe – tipe aritmia sangat dibutuhkan. Wilson. Salah satu diagnosis aritmia yang paling popular digunakan adalah dengan Electrocardiograph (ECG). Penanganan aritmia juga bervariasi. Elsevier Science.Referat Penyakit Dalam Kejadian aritmia sering dijumpai pada pasien jantung ataupun yang bukan mengidap penyakit jantung.

Santoso.karo. 27 .2008 http://my. diaskes 19 Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia. diaskes 19 April 2011. Edisi 5. diaskes 19 April 2011. http://www.org/heart/disorders/electric/arrhythmia. Arrhythmias (Abnormal Perhimpunan Heart Beats).id/public/ITS-Undergraduate-13134-Abstract_id. Jakarta. Management Hidup of Jantung Lanjut.pdf . 2007 3. Suyatna.Referat Penyakit Dalam 2. dkk. Anna Ulfah Rahajo. Balai Penerbit FKUI. In: Farmakologi dan Terapi.ac.clevelandclinic. 5. 6. April 2011. Sigit Sulistyo.medicinenet. Karo.its. Heart Disease and Abnormal Heart Rhythm (Arrhythmia).aspx. Buku Panduan Kursus Bantuan 4. Jakarta. Muchtar.htm. http://digilib. Obat Antiaritmia.com/arrhythmia_irregular_heartbeat/article.