TUGAS MAKALAH INDIVIDU

PENGANTAR ILMU HUKUM
TENTANG HUKUM PERDATA

DISUSUN OLEH : FRIHANDA MIFTAH ILHAMI NPM : 1241173301028 PRODI : ILMU PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) PRODI ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG (UNSIKA) 2012

penulis banyak mendapatkan petunjuk serta pelajaran yang bermanfaat bagi penulis. Demikian Makalah ini disusun dengan harapan. Amiin. Tugas yang sederhan ini jauh dari sempurna. Karawang. Tugas ini. Keluargnya serta para sahabatnya dan umatnya yang setia sampai akhir zaman. Mudah-mudahan guna dan manfaat bagi kita semua khususnya insan pencipta dunia pendidikan dan penulis sangat selalu berharap mudah-mudahan Allah selalu meridhai kita semua. penulis mengharapkan kritik atau saran dari pembaca guna untuk memperbaiki kekurangan kekurangan tugas ini. karena atas perkenannya tugas ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.. Tugas ini guna melengkapi nilai dan materi yang telah di tentukan pada semester satu ini.Kata Pengantar Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah ke khadirat Allah SWT.. Dalam penyusunan tugas ini. Tidak lupa kepada Nabi besar Muhammad SAW. merupakan Mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum tentang penyusunan Makalah mengenai Hukum Perdata Indonesia. Januari 2013 Frihanda Miftah Ilhami .

......................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................... 5 2. 2 2............................................ Rumusan Masalah ......... 9 BAB III PENUTUP 3.......... Sejarah Hukum Perdata ............................................................ 13 ... 2 2....................... Latar belakang ... 12 3. Tujuan Penulisan ............................... Pengertian Hukum Perdata ........... 12 DAFTAR PUSTAKA ...4.................................................................................................................... 1 1. 1 BAB II PEMBAHASAN 2...................................... 1 1...... Saran ...........................................3............... Pengertian Hukum .........1...........3 ................................................. 3 2.....................................................................................................5...................................1.................................. Contoh......................2...............6............................2 .......................................................contoh Kasus Hukum Perdata ..........................................................1..... 7 2................. Keadaan Hukum Perdata di Indonesia ............................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1................................................................. i DAFTAR ISI ...... Kesimpulan .................... Sistematika Hukum Perdata ......2....

Apa pengertian Hukum b. Hukum perdata merupakan hukum yang sangat berkaitan dengan hubungan antar orang – perorangan. aturan mengenai jual-beli. seperti misalnya hukum perkawinan yang mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan yang didalamnya berupa perkawinan yang sah dan tidak sah. Untuk Mengetahui Apa yang dimaksud Hukum perdata b. harta benda dalam perkawinan. Rumusan masalah. serta akibat-akibat hukumnya . Apa pengertian Hukum Perdata c. perceraian. hukum kewarisan. dan segala yang berkaitan dengan transaksi. a. hubungan hukum antara wali dan anak. 1. pengalihan hak. Latar belakang Hukum perdata adalah aturan-aturan hukum yang mengatur tingkah laku setiap orang terhadap orang lain yang berkaitan dengan hak dan kewajiban yang timbul dalam pergaulan masyarakat maupun pergaulan keluarga atau Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antar perorangan di dalam masyarakat luas.1. pinjam-meminjam. Tujuan Penulisan a. Apa contoh Kasus Hukum perdata 1. Dan juga mengatur masalah kebendaan dan hak-hak atas benda.BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk mengetahui arti Pengertian Hukum terlebih dahulu . hubungan hukum antara suami dan istri. persyarikatan ( kerja sama bagi hasil ). sewa-menyewa.3.2.

untuk segenap peraturan Hukum Privat materiil (Hukum Perdata Materiil).1. 2. ketenteraman. Tujuan hukum mempunyai sifat universal seperti ketertiban.2. hukum adalah aspek terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Oleh karena itu setiap masyarat berhak untuk mendapat pembelaan didepan hukum sehingga dapat di artikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan-ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya.selain itu Hukum bertujuan untuk menjaga dan mencegah agar setiap orang tidak dapat menjadi hakim atas dirinya sendiri. Pengertian Hukum Perdata Yang dimaksud dengan Hukum Perdata ialah hukum yang mengatur hubungan antara perorangan di dalam masyarakat. kesejahteraan dan kebahagiaan dalam tata kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya hukum pengadilan dengan maka tiap perkara dapat di selesaikan melaui proses hakim berdasarkan ketentuan hukum yang prantara berlaku. Pengertian Hukum Hukum adalah suatu sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol .BAB II PEMBAHASAN 2. kedamaian. Perkataan Hukum Perdata dalam arti yang luas meliputi semua Hukum Privat materiil dan dapat juga dikatakan sebagai lawan dari Hukum Pidana Untuk Hukum Privat materiil ini ada juga yang menggunakan dengan perkataan Hukum Sipil. Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. . tapi oleh karena perkataan sipil juga digunakan sebagai lawan dari militer maka yang lebih umum digunakan nama Hukum Perdata saja.

Soediman Kartohadiprodjo. Soebekti. Di dalam pengertian sempit kadang-kadang Hukumi Perdata ini digunakan sebagai lawan Hukum Dagang. Semua hak yang meliputi hukum privat materiil yang mengatur kepentingan perseorangan. Prof. Hukum yang mengatur kepentingan perseorangan yang satu dengan perseorangan yang lainnya. 3. Disamping Hukum Privat Materiil. 2. Sejarah Hukum Perdata yang Berlaku di Indonesia Sejarah membuktikan bahwa Hukum Perdata yang saat ini berlaku di Indonesia. juga dikenal Hukum Perdata Formil yang lebih dikenal sekarang yaitu dengan HAP (Hukum Acara Perdata) atau proses perdata yang artinya hukum yang memuat segala peraturan yang mengatur bagaimana caranya melaksanakan praktek di lingkungan pengadilan perdata. Dalam arti bahwa di dalamnya terkandung hak dan kewajiban seseorang dengan sesuatu pihak secara timbal balik dalam hubungannya terhadap orang lain di dalam suatu masyarakat tertentu. 4. R. S. Sri Sudewi Masjchoen Sofwan Hukum yang mengatur kepentingan warga negara perseorangan yang satu dengan perseorangan yang lainnya.H. Definisi Menurut para Ahli 1. Sudikno Mertokusumo Hukum antar perseorangan yang mengatur hak dan kewajiban perseorangan yang satu terhadap yag lain didalam lapangan berkeluarga dan dalam pergaulan masyarakat.3. Prof.Dan pengertian dan Hukum Privat (Hukum Perdata Materiil) ialah hukum yang memuat segala peraturan yang mengatur hubungan antar perseorangan di dalam masyarakat dan kepentingan dari masing-masing orang yang bersangkutan. . 2.H. S. tidak lepas dari Sejarah Hukum Perdata Eropa.

Akibat ketidak puasan. Akhimya pada jaman Aufklarung (Jaman baru sekitar abad pertengahan) akhirnya dimuat pada kitab Undang—Undang tersendiri dengan nama "Code de Commerce". Dan mengenai peraturan . Sejalan dengan adanya penjajahan oleh bangsa Belanda (18o9-181 1). . karena Code Civil des Francais ini adalah merupakan sebagian dari Code Napoleon Sebagai petunjuk penyusunan Code Civil ini dipergunakan karangan dari beberapa ahli hukum antara lain Dumoulin. Setelah berakhimya penjajahan dan dinyatakan Nederland disatukan dengan Prancis pada tahun 1811. Oleh karena adanya perbedaan ini jelas bahwa tidak ada suatu kepastian hukum. Code Civil des Francais atau Code Napoleon ini tetap berlaku di Belanda (Nederland). Domat dan Pothies. Pada tahun 1804 atas prakarsa Napoleon terhimpunlah Hukum Perdata dalam satu kumpulan peraturan yang bemama Code Civil des Francais yang juga dapat disebut Code Napoleon". Diterimanya Hukum Perdata Romawi pada waktu itu sebagai hukum asli dari negara-negara di Eropa.peraturan hukum yang belum ada di Jaman Romawi antara lain masalah wessel. Oleh Karena perkembangan jaman. badan-badan hukum. disamping adanya Hukum tertulis dan Hukum kebiasaan setempat. assuransi. Dan tepatnya 5 Juli 1830 kodefikasi ini selesai dengan terbentuknya BW (Burgerlijk Wetboek) dan WVK (Wetboek van koophandle) ini adalah produk Nasional. Hukum Jemonia dan Hukum Cononiek. juga peraturan setiap daerah itu berbeda-beda.Bermula di benua Eropa. disamping itu juga dipergunakan Hukum Bumi Putra Lama. maka Raja Lodewijk Napoleon Menetapkan : "Wetboek Napoleon Ingerighr Voor het Koninkrijk Holland" yang isinya mirip dengan "Code Civil des Francais atau Code Napoleon" untuk dljadikan sumber Hukum Perdata di Belanda (Nederland).Nederland namun isi dan bentuknya sebagian besar sama dengan Code Civil des Francais dan Code de Commerce. oleh karena keadaan hukum di Eropa kacau-balau. dimana tiap-tiap daerah selain mempunyai peraturan-peraturan sendiri. dan setelah beberapa tahun kemerdekaan Belanda (Nederland) dari Perancis ini. kesatuan hukum dan keseragaman hukum. sehingga orang mencari jalan kearah adanya kepastian hukum. terutama di Eropa Kontinental berlaku Hukum Perdata Ramawi. bangsa Belanda mulai memikirkan dan mengadakan kodifikasi dari Hukum Perdatanya.

Sedangkan KUH Dagang untuk WVK (Wetboek van koophandle). Arab). b. yaitu mengatur hukum—hukurn yang diberlakukan bagi masing.Dan pada tahun 1948. Dapat kita Iihat : a. Arab) berlaku hukum masingmasing. di atas.I. India. 2. yang membagi penduduk Indonesia dalam tiga Golongan. Golongan Eropa dan yang dipersamakan. dimana sebagian besar dari Hukum Adat tersebut belum tertulis. Bagi golongan Bumi Putera (Indonesia Asli) dan yang dipersamakan berlaku Hukum Adat mereka. Golongan Timur Asing (bangsa Cina. Bagi golongan Eropa dan yang dipersamakan berlaku'Hukum Perdata dan Hukum Dagang Barat yang diselaraskan dengan Hukum Perdata dan Hukum Dagang di negeri Belanda berdasarkan azas konkondansi.masing golongan yang tersebut dalam pasal 163 I. yang pada pasal 163.4. _ Bagi golongan timur asing (bangsa Cina.S.India. yaitu : a. tetapi hidup dalam tindakan-tindakan rakyat. Adapun hukum yang diberlakukan bagi masing-masing golongan yaitu : a. 2. b.I. Arab) diperbolehkan untuk menundukkan diri kepada Hukum Eropa Barat baik secara keseluruhan maupun untuk beberapa macam tindakan hukum tertentu saja. — Maksudnya untuk segala golongan warga negara berlainan sama dengan yang lain. Keadaan Hukum Perdata Dewasa ini di Indonesia Mengenai keadaan Hukum Perdata dewasa ini di Indonesia dapat kita katakan masih beisifat majemuk yaitu masih beraneka warna Penyebab dari keaneka ragaman ini ada 2 faktor yaitu : 1. Yaitu hukum yang sejak dahulu kala berlaku di kalangan rakyat. Faktor Hostia Yuridis yang dapat kita lihat.S. c. India. Untuk Golongan Bangsa Indonesia Asli . Dan pasal 131 . dengan catatan bahwa golongan Bumi Putera dan Timur Asing (Cina. kedua Undang-Undang produk Nasional-Nederland ini diberlakukan di Indonesia berdasarkan azas koncordantie (azas Politik Hukum). karena negara kita Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa. Faktor Ethnis disebabkan keaneka ragaman Hukum Adat bangsa Indonesia. Sampai sekarang kita kenal dengan nama KUH Sipil (KUHP) untuk BW (Burgerlijk Wetboek). Golongan Bumi Putera (pribumi /bangsa Indonesia asli) dan yang dipersamakan c.S.

diperbolehkan menundukkan diri pada hukum yang berlaku untuk bangsa Eropa . Arab dan lainnya) jika temyata bahwa kebutuhan kemasyarakatan mereka menghendakinya. Untuk golongan bangsa Indonesia Asli dan Timur Asing (yaitu Tionghoa. dapatlah peraturan-peraturan untuk bangsa Eropa dinyatakan berlaku bagi mereka. Untuk golongan bangsa Eropa harus dianut perundang. hukum yang sebagian besar masih belum tertulis. Untuk golongan warga negara bukan asli yang berasal dari Tionghoa dan Eropa Berlaku kitab KUHP(Burgerlijk Wetboek) dan KUHD (Wetboek Van Koophandel). 3. Untuk memahami keadaan Hukum Perdata di Indonesia perlulah kita mengetahui riwayat politik pemerintah Hindia Belanda terlebih dahulu terhadap hukum di Indonesia. yaitu pada bagian 2 dan 3 dari TITEL IV dari buku I tentang : — Upacara yang mendahului pernikahan dan mengenai penahanan pemikahan Hal ini tidak berlaku bagi golongan Tionghoa. tetapi hidup dalam tindakantindakan rakyat mengenai segala hal di dalam kehidupan kita dalam masyarakat. jadi tidak mengenai Hukum Kepribadian dan Kekeluargaan (Personen en Familierecht) maupun yang mengenai Hukum Warisan. Selanjutnya untuk golongan warga negara bukan asli yang bukan berasal dari Tionghoa atau Eropah (antara lain Arab. Orang Indonesia Asli dan orang Timur Asing. 2. 4. b.S) yaitu pasal 75 RR (Regerings reglement) yang pokok-pokoknya sebagai berikut: 1.S) (Indische Staatregeling) yang sebelumnya pasal 131 (I. dan peraturan mengenai pengangkatan anak (adopsi). India dan lainnya) berlaku sebagian dari BW yaitu hanya bagian-bagian yang mengenai Hukum Kekayaan Harta Benda (Vermororgensrecht).undangan yang berlaku di negeri Belanda (sesuai azas Konkordansi ). Pedoman politik bagi pemerintah HIindia Belanda terhadap hukum di Indonesia ditulis dalam pasal 131 (I. dengan suatu pengertian bahwa bagi golongan Tionghoa ada suatu penyimpangan. Karena pada mereka diberlakukan khusus yaitu Burgerlijke Stand.Berlaku Hukum Adat yaitu hukum yang sejak dahulu kala berlaku di kalangan rakyat. sepanjang mereka belum ditundukkan di bawah suatu peraturan bersama dengan bangsa Eropa. Hukum Perdata dan Dagang (begitu pula Hukum Pidana besena Hukiun Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana harus diletakkan dalam Kitab Undang-undang yaitu di Kodifikasi).

5.Ordonansi Perkawinan bangsa Indonesia Kristen (Staatsblad 1933 no 74). Dan beberapa pasal dan WVK (KUHD) yaitu sebagian besar dari Hukum Laut(Staatsblad 1933 no 49) Disamping itu ada peraturan-peraturan yang secara khusus dibuat untuk bangsa Indonesia seperti : a. 2.Undang-undang Hak Pengarang (Auteurswet tahun 1912) . maka bagi mereka itu akan tetap berlaku hukum yang sekarang berlaku bagi mereka. Sebelumnya hukum untuk bangsa Indonesia ditulis di dalam Undang-Undang.5. yaitu: . Pasal 1788-1791 BW perihal hutang-hutang dari perjudian (staatsblad 1907 no 306) c. yaitu Hukum Adat. Perjanjian kerja perburuhan : (staatsblat 1879 no 256) b.Penundukan ini boleh dilakukan baik secara umum maupun secara hanya mengenai suatu perbuatan tertentu saja. dari pemberlaku Undang-Undang berisi: Buku I : Berisi mengenai orang.Ordonansi tentang pengangkutan di udara (Staatsblad 1938 no 98). Sistematika Hukum Perdata Sistematika Hukum Perdata kita (BW) ada dua pendapat. seperti pasal 1601-1603 lama dari BW yaitu perihal : a. b. Dan di dalanmya diatur hukum kebendaan dan hukum waris. Buku III : Berisi tentang hal perikatan. 717).Peraturan Umum tentang Koperasi (Staatsblad 1933 no 108) . . di jaman Hindia Belanda itu telah ada beberapa peraturan Undang-Undang Eropa yang telah dinyatakan berlaku untuk bangsa Indonesia Asli. Pendapat yang penama yaitu.peraturan yang berlaku bagi semua golongan warga negara.Organisasi tentang Maskapai Andil Indonesia (IMA) Staatsblad 1939 no 570 berhubungan dengan no. Berdasarkan pedoman tersebut di atas. Dan ada pula peraturan . Di dalamnya diatur hukum tentang diri seseorang dan hukum kekeluargaan. Buku II : Berisi tentang hal benda.Ordonansi Woeker (Staatsblad 1938 no 523) . Di dalamnya diatur hak-hak dan kewajiban timbal balik antara orang-orang atau pihak-pihak tertentu.

hubungan antara orang tua dan anak. Mengatur tentang manusia sebagai subyek dalam hukum. Hukum Warisan Mengatur tentang benda atau kekayaan seseorang jika ia meninggal. Hukum Kekeluargaan Mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang timbul dari hubungan kekeluargaan yaitu: — Perkawinan beserta hubungan dalam lapangan hukum kekayaan antara suami dengan istri. Pendapat yang kedua menurut ilmu Hukum / Doktrin dibagi dalam 4 bagian yaitu : I. Jika kita mengatakan tentang kekayaan seseorang maka yang dimaksudkan ialah jumlah dan segala hak dari kewajiban orang itu dinilaikan dengan uang. oleh karenanya dinamakan Hak Mutlak dan hak yang hanya berlaku terhadap seseorang atau pihak tertentu saja dan karenanya dinamakan hak perseorangan. Hukum tentang diri seseorang (pribadi). perwalian dan curatele. Hukum Kekayaan Mengatur prihal hubungan-hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang.Buku IV : Berisi tentang pembuktian dan daluarsa. IV. Disamping itu Hukum Warisan mengatur akibat-akibat dari hubungan keluarga terhadap harta peninggalan seseorang . Hak-hak kekayaan terbagi lagi atas hak-hak yang berlaku terhadap tiap-tiap orang. III. Hak mutlak yang memberikan kekuasaan atas suatu benda yang dapat terlihat dinamakan hak kebendaan. Di dalamnya diatur tentang alatalat pembuktian dan akibat-akibat hukum yang timbul dari adanya daluwarsa itu. dinamakan hak mutlak saja. — Hak seorang pengarang atas karangannya — Hak seseorang atas suatu pendapat dalam lapangan Hmu Pengetahuan atau hak pedagang untuk memakai sebuah merk. Hak mutlak yang tidak memberikan kekuasaan atas suatu benda yang dapat terlihat dinamakan hak kebendaan. Hak mutlak yang tidak memberikan kekuasaan atas suatu benda yang dapat terlihat. II. mengatur tentang perihal kecakapan untuk memiliki hak-hak dan kecakapan untuk bertindak sendiri melaksanakan hak-hak itu dan selanjutnya tentang hal-hal yang mempengaruhi kecakapan-kecakapan itu.

6. Selain itu. Gejugjati. menurut keterangan TNI AL. Wates. Brang. Kecamatan Lekok. dan Alas Telogo. Balunganyar. Semedusari.66 juta dan rencananya digunakan untuk pusat pendidikan dan latihan TNI AL yang terlengkap dan terbesar. memilih menempuh jalur hukum dan menggugat kepemilikan tanah itu ke Pengadilan Negeri (PN) Bangil. yakni Nguling dan Lekok. Di lain pihak. 18 Juli 2006 lalu. Tamping. Pasinan. Sumberagung. namun mereka dinyatakan kalah oleh PN Bangil dalam sidang 12 Maret lalu. dengan memanfaatkan penduduk setempat sebagai pekerja. lahan yang diinginkan warga itu merupakan milik TNI AL yang diperoleh dengan pembelian yang sah tahun 1960 seluas 3. serta di 11 desa. dalam setahun terakhir terjadi dua kali pemblokiran jalan pantura oleh warga. Saat itu tanah tersebut dibeli seharga Rp 77.569. Kemudian pada 1984 keluar Surat Keputusan KSAL No Skep/675/1984 tanggal 28 Maret 1984 yang menunjuk Puskopal dalam hal ini Yasbhum (Yayasan Sosial Bhumyamca) untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan perkebunan produktif. Contoh-contoh Kasus Hukum Perdata Sengketa tanah Prokimal (proyek pemukiman TNI AL) meletus tahun 1998. Karena belum memiliki dana. yakni Desa Sumberanyar. yakni 14 Desember 2006 dan 10 Januari 2007. Jatirejo.676 hektare.2. Warga di sekitar Prokimal sering menggelar unjuk rasa dengan cara memblokade jalur pantura (pantai utara) untuk menuntut pembebasan lahan yang dianggap miliknya. Kemudian Bupati Pasuruan mengajukan surat kepada KSAL pada 3 Januari 1998 untuk mengusulkan bahwa tanah relokasi untuk penduduk nonpemukim TNI AL agar diberikan seluas 500 meter persegi per KK. Dari catatan media Surya. Upaya-upaya penyelesaian sertifikasi tanah yang dilaksanakan Lantamal III Surabaya sejak 20 Januari 1986 dapat terealisir BPN pada 1993 dengan terbitnya sertifikat sebanyak 14 bidang dengan luas 3. warga Desa Alas Telogo. agar tidak telantar.205 hektare yang tersebar di dua kecamatan. Gugatan itu ditempuh 256 warga. Pada 20 November 1993 Bupati Pasuruan mengirimkan surat kepada Komandan Lantamal III Surabaya perihal usulan pemukiman kembali nonpemukim TNI AL di daerah Prokimal Grati. . Meski demikian masih ada penduduk yang belum melaksanakan pindah dari tanah yang telah dibebaskan TNI AL. tanah tersebut dijadikan area perkebunan dengan menempatkan 185 keluarga prajurit.

lahan Prokimal dijadikan pusat latihan tempur dan 5. Untuk relokasi warga. Janji untuk merelokasi warga kemudian diwujudkan. namun para kepala desa saat itu tidak berani menerimanya dan hanya akan menyampaikan lebih dulu kepada warga. ―Sesuai Keputusan KSAL. Sebelum persidangan itu. Pangarmatim Laksda Moekhlas Sidik meresmikan Prokimal sebagai pusat latihan tempur (Puslatpur) dan warga 11 desa yang berjumlah sekitar 5. Untuk biaya relokasi.Munculnya keputusan tersebut membuat warga marah hingga berujung pada bentrokan dengan polisi seusai sidang putusan. TNI AL dan Bupati akan mengusulkan kepada pimpinan masingmasing. ―Sesuai pesan Panglima TNI. TNI AL juga memberikan tambahan lahan sebesar 20 persen untuk pemenuhan fasilitas umum. Selain itu. dan 360 hektare tanah diberikan kepada warga di 11 desa yang ditempatkan di luar sabuk batas tempat latihan tempur.702 rumah direlokasi di luar garis latihan. Setiap rumah diberi tanah 500 meter persegi sekaligus bentuk pelepasan dari inventarisasi kekayaan negara (IKN) AL. 2007 ini lahan akan di-set up ulang sebagai pusat latihan tempur untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI AL. Dengan adanya keputusan ini.‖ tandas Moekhlas Sidik didampingi Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjufri kepada wartawan seusai bertemu dengan 11 kepala desa mewakili warga di lahan Prokimal Grati. yakni pada 15 Februari. bahkan Pemkab mengusulkan anggaran untuk relokasi itu ke pemerintah pusat ditambah dengan anggaran dari APBD Kabupaten Pasuruan. . Alasannya. 22 Maret lalu. karena ada niatan baik dari kami. tidak akan terjadi masalah seperti saya utarakan di hadapan warga.‖ kata Laksda Moekhlas Sidik saat meresmikan Prokimal sebagai Puslatpur.700 keluarga rencananya direlokasi ke bagian yang aman. lahan 500 meter persegi dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan warga. Meski TNI AL memberikan tanah seluas 360 hektare kepada warga 11 desa. diharapkan masyarakat tidak resah karena jaminan keamanan tidak terkena peluru nyasar serta adanya keputusan hukum atas tanah yang dimilikinya. Upaya relokasi warga 11 desa ini disambut positif Pemkab Pasuruan.

maka kasus tersebut juga termasuk salah satu contoh kasus hukum perdata. dimana kemudian terjadi selisih paham antara anakanaknya dan berujung kepada pelaporan salah seorang anak kepada pihak yang berwenang tentang perselisihan yang terjadi. pihak TNI AU telah memberikan lampu hijau untuk pengelolaan lahan dengan porsi 60:40 untuk TNI AU dan warga Desa Raci. Grati. yang menyebabkan empat warga tewas dan enam lainnya luka-luka. Di Raci. Gosip tersebut telah digosipkan oleh media menjadi seorang pengedar dan pemakai psikotropika.Di tengah upaya penyelesaian sengketa kasus tanah dengan jalan damai itulah. maka sang artis melaporkan media massa tersebut ke polisi atas tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Contoh Kasus Perdata Pencemaran Nama Baik Seorang artis merasa terhina atas pemberitaan sebuah media massa. Namun dalam kasus Raci ini. Contoh Hukum Perdata Warisan Seorang ayah yang ingin mewariskan harta bendanya ketika kelak ia meninggal tentunya akan menuliskan sebuah surat wasiat. juga terjadi kasus sengketa tanah serupa antara warga dengan TNI Angkatan Udara (AU). tiba-tiba terjadi insiden antara Marinir dengan warga Rabu (30/5). Kecamatan Bangil. Namun ketika seorang ayah tersebut telah meninggal. . Kasus antara artis dan media massa tersebut juga termasuk menjadi salah satu contoh kasus hukum perdata. Karena tidak terima dengan pemberitaan tersebut. Sengketa masalah tanah antara warga dengan TNI di Kabupaten Pasuruan bukan hanya terjadi di lahan Prokimal.

Saran Saran dari penyusun adalah semoga setelah melihat.1.Bukan sekedar isapan jempol semata. karena hukum dapat membuat orang lebih dewasa dalam bertindak. membaca. dan lebih disiplin dalam pemikiran dan tindakanya pula . Jadi.2. dalam peradilan hukum perdata itu diutamakan perdamaian karena hukum itu tidak hanya difungsikan untuk menghukum seseorang. dan mempelajari makalah ini. kita semua dapat mengerti dan menjauhi tindakantindakan yang berlawanan dengan hukum yang berlahu.BAB III PENUTUP 3. 3. sebenarnya kehidupan yang berdasar dari hukum akan jauh lebih dalam pengaturanya pada pribadi setiap individu. Kesimpulan Jadi Hukum perdata adalah segala hukum pokok yang mengatur kepentingan-kepentingan perorangan. khususnya hukum yang ada di Negara kita Indonesia . tapi juga sebagai alat untuk mendapatkan keadilan dan perdamaian.

ac.gunadarma.multiply.wordpress.com/journal/item/45?&show_interstitial=1&u=%2 Fjournal%2Fitem http://joeniarianto.Daftar pustaka http://nabilahfairest.pdf http://elearning.files.com/2008/07/microsoft-powerpoint-hkperdata.id/docmodul .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful