BAB I I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya memang sangat dibutuhkan, gunanya untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Salah satunya ialah mendeteksi terjadinya infeksi. Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi perlekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas). Infeksi radang panggul perlu mendapat pengobatan, sehingga tercapai kesembuhan total dengan obat yang tepat dan dosis yang tepat. Oleh karena itu disarankan agar mematuhi petunjuk dokter dalam minum obat dan melakukan kontrol, sehingga tidak terjadi infeksi menahun yang menyebabkan perlekatan dan kemandulan. Selain itu didalam makalah ini penyusun membahas tentang bahaya aborsi dan adanya terapi hormon. Oleh karena itu, mengingat ketiga hal diatas merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan khususnya wanita, kami sebagai penyusun merasa layak untuk mengangkat dan membahas ketiga permasalahan ini dalam makalah ini.

1

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum a. Untuk mendapatkan gambaran tentang Pelvic Inflamantory Disease, Unwanted Pregnancy dan aborsi, dan Hormon Replacemen Therapy. b. Untuk mengetahui bagaimana menghindari dari penyakit tersebut. 2. Tujuan Khusus a. Mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan b. Mampu merencanakan suatu makalah yang ditugaskan. c. Mampu membuat suatu laporan makalah dalam kesehatan reproduksi.

C. Manfaat Penulisan
Dalam membuat makalah ini kami sebagai penulis berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan gambaran tentang Pelvic Inflamatory Disease, Unwanted Pregnancy dan aborsi, Hormon Replacement Therapy dan juga berusaha memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh teman sejawat dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

D. Sistematika Penulisan
Bab I Pendahulun membahas tentang: - Latar Belakang - Manfaat Penulisan Tujuan Penulisan

2

Pelvic Inflamatory Disease (PID) .Sistematika Penlisan Bab II Pembahasan membahas tentang: .Hormon Replacemente Therapy (HRT) Bab III Penutup membahas tentang: .Saran 3 .Kesimpulan .Unwanted Pregnancy dan Aborsi ..

sub akut. virus. maka infeksi panggul sering menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam melayani kasus-kasus penyakit ginekologi. syok bahkan menyebabkan kematian penderita.BAB II PEMBAHASAN A. Karena luasnya masalah serta variasi infeksi panggul mulai dari yang asimtomatik sampai dengan yang mengakibatkan septikemi. Penyebaran secara limfogen dapat menyebabkan infeksi parametrium dan jaringan ekstraperitoneal lainnya. jamur dan parasit. atau radang kronis dan tuba fallopi. limfogen dan perkontinuitatum. Penyebaran infeksi panggul dapat secara hematogen. pasca salin. Penyebaran secara perkontinuitatum yaitu dari endometrium menjalar ke endotel tuba kemudian 4 . Infeksi disebabkan oleh bakteri. ovarium dan jaringan sekitarnya. Penyebaran infeksi secara limfogen umumnya terjadi pasca abortus. Penyakit radang panggul ( Pelvic Inflamatory Disease) adalah terminology yang umum untuk peradangan akut. Pelvic Inflamatory Disease (PID) Infeksi panggul merupakan penyakit yang umum ditemui dalam pelayanan kasus-kasus genekologi sehari-hari.

Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama. usus. tetapi bakteri juga bisa masuk kedalam tubuh setelah prosedur kebidanan 5 . Infeksi panggul akan menyebabkan perlengketan organ pelvis dengan omentum. setelah menapouse maupun selama kehamilan. dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopi. umumnya infeksi terjadi berupa infeksi campuran. mikoplasma. membentuk massa yang kompleks di daerah pelvis. streptokokus). Penyebaran infeksi panggul secara hematogen biasanya pada tuberkulosa. Penyebaran secara perkontinuitatum adalah gambaran khas infeksi panggul yang bukan di sebabkan infeksi puerperium. Nisseria Gonnorhoeae serta C. stafilokokus. sehingga tuba. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia. Trachomatis sering sebagai penyebab infeksi panggul. Nekrosis jaringan dapat terjadi yang kemudian akan menyebabkan terbentuknya abses. Infertilitas. kehamilan etopik dan nyeri panggul panggul. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual. ovarium sulit di identifikasi. Abses akan terlokalisir oleh karena perlengketan atau pus yang dihasilkan akan mengalir secara gravitasi ke daerah paling rendah di rongga pelvis sehingga akan terbentuk abses di kavum Douglas.menyebar ke peritoneum. gonore. Infeksi panggul dapat disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. yang kronis merupakan komplikasi pasca infeksi  Penyebab Pelvic Inflamatory Disease Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

persalinan. menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan 6 . Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk yang disertai oleh mual atau muntah.atau kandungan (misalnya pemasangan IUD. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopi. keguguran. Infeksi bisa menyebar ke struktur disekitarnya. aborsi dan bioksi endometrium). Tubayang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun. perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah: • • • • Aktinomikosis (infeksi bakteri) Skistosomiasis (infeksi parasit) Tuberculosis Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan roentgen khusus  Faktor resiko terjadinya PID: • • • • • Aktivitas seksual pada masa remaja Berganti-ganti pasangan seksual Pernah menderita PID Pernah menderita penyakit menular seksual Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang  Gejala: Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi.

Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi kedalam darah sehingga terjadi sepsis. Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul. Di dalam tuba.perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun. konsistensi dan bau yang abnormal • Demam • Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting • Kram karena menstruasi • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual • Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual • Nyeri punggung bagian bawah • Kelelahan • Nafsu makan berkurang • Sering berkemih • Nyeri ketika berkemih  Diagnosa: Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lainnya yang biasa di lakukan: 7 . ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses. Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID: • Keluar cairan dari vagina dengan warna. gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok.

Antibiotic diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan peroral (melalui mulut). • Infertilitas. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi. maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual.  Akibat lanjut penyakit radang panggul • Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. 8 . Untuk mendeteksi kemungkinan hal ini terjadi segera di lakukan pemeriksaan ultrasonografi apabila terjadi kehamilan pasca menderita penyakit radang panggul. mungkin perlu di lakukan pembedahan. Hal ini karena terjadi perubahan pada anatomi tuba falopi. Penyakit radang panggul dapat meningkat pada penderita hingga 17%. pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom.• • • • • Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan cairan dari serviks Kuldosentesis Laparoskopi USG panggul  Pengobatan: PID tanpa komplikasi bisa di obati dengan antibiotic dan penderita tidak perlu dirawat. Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik.

Aborsi 9 . Dan jika infeksi parah. bayi dalam rahim bisa meninggal. B. terjadi penyebaran kuman pada tubuh bayi. maka kuman-kuman itupun akan ikut dengan si bayi. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Akan tetapi betapapun baik dan buruknya alasan-alasan yang dikemukakan untuk merencanakan suatu kehamilan. bayi bisa prematur. Karena disinilah ketergantungan kelangsungan hidup setiap individu dapat terwujud. Kehamilan yang tidak diinginkan Banyak alasan mengapa kita sangat mendambakan kehadiran seorang anak. tetapi alasan yang paling penting pasti dalam rangka memenuhi organ biologis yang kuat kehidupan dapat berlangsung (berkembang biak). Jika bayi di lahirkan lewat vagina yang memiliki banyak kuman. Kegagalan pada alat kontrasepsi 2. antara lain: 1. Unwanted Pregnancy dan aborsi A. Kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode-metode pencegahan kehamilan B. Akibat lain dari peradangan saat hamil.• Bayi lahir cacat atau meninggal. Kelihatannya banyak kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan. Karena tindak perkosaan 3.

Kehidupan yang utuh dimulai dari dua benih yang bersatu. Aborsi buatan atau sengaja Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang di sengaja dan di dasari oleh calon ibu maupun si pelaku aborsi (dalam hal ini dokter. 3. Dalam dunia kedokteran dikenal tiga macam aborsi. Konsepsi dapat terjadi pada wanita yang sudah menstruasi dengan laki-laki dengan sperma yang mature. di mulai dari kelompok remaja sampai tua kecuali pada wanita sampai menapouse. dukun beranak). bidan. Aborsi adalah dampak dari hubungan seks artinya aborsi baru terjadi apabila ada hubungan seks dan konsepsi kedua benih. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknuya kualitas sel telur dan sperma. Aborsi spontan atau alamiah Berlangsung tanpa tindakan apapun.Aborsi adalah matinya atau gugurnya hasil konsepsi. Artinya aborsi dapat dimulai dari sejak benih wanita (ovum) dengan benih laki-laki (spermatozoa) mengadakan konsepsi. 2. Sebagai contoh calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat 10 . Dalam dunia kedokteran menggugurkan kandungan dikenal istilah abortus berarti pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. yaitu: 1. Ini suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum di beri kesmpatan untuk bertumbuh. Amorsi terapeutik atau medis Pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik.

Dalam tahapan ini aborsi dipakai untuk menutup rasa malu. Hal ini menyebabkan seseorang aborsi karena dianggap kandungannya mengganggu kari. diantaranya 11 . Ada beberapa orang yang melakukan aborsi karena tidak ingin anaknya tidak punya ayah.menbahayakan baik calon ibu maupun janin yang di kandungnya. 2. sebab tidak ada satupun ibu yang bangga anak gadisnya hamil di luar pernikahan.  Alasan aborsi Ada begitu banyak alasan seseorang melakukan aborsi: 1. 3. kebanyakan perkawinan ini mungkin akibat perkawinan kontrak. Masih ada segudang lain alasan tentang aborsi tersebut. Takut tidak dapat membiayai sekolah dll. Tidak cukup uang untuk merawat anak (66%) Bagi pasangan dibawah garis kemiskinan melakukan aborsi takut akan masa depan dari anak. Aborsi ini dilakukan juga supaya tidak mengganggu karir dan masa depannya. tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa. Tidak ingin memiliki anak (66%) Ada pasangan suami istri yang sepakattidak mau memiliki anak. sekolah dan lain-lain. dan aib. atau selingkuh diluar pernikahan atau tinggal kerja/sekolah/tugas yang jauh dari istrinya. Hamil diluar nikah (50%) Hamil diluar nikah dapat mengakibatkan perasaan malu dan tercoreng.

seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. akibat perkosaan. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. sudah memiliki banyak anak. Tetapi alasan apapun juga merupakan kecerobohan yang sangat serius dihadapan Tuhan.belum siap masih terlalu muda. karena janin akan bertumbuh cacat secara serius dll. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita. • Kanker payudara 12 . membahayakan calon ibu. Rahim sobek (uterine perforation) Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. incest. Phd yaitu: • • • • • Kematian mendadak karena pendarahan hebat Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.  Resiko aborsi Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seseorang wanita. Ada 2 resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1.

Resiko kesehatan mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. • • • Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi Infeksi rongga panggul Infeksi pada lapisan rahim. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.• • • • Kanker indung telur Kanker leher rahim Kanker hati Kelainan pada plasenta yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. 2. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut: • • • • • Kehilangan harga diri (82%) Berteriak-teriak histeris (51%) Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%) Ingin melakukan bunuh diri (28%) Mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 13 . Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological Reactions After Abortion di dalam penertbitan The Post Abortioan Review (1994). Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai PostAbortion Syndroma.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan beberapa dokter ahli. namun ditunda. pasangan ini telah memiliki anak laki-laki berusia 3 tahun. Angela melakukan USG.IVH). Setelah itu menjalani scan. tetapi harus dilakukan tes/scan lanjutan untuk 14 . diketahui bahwa janinnya mengalami perdarahan intraventrikular(intraventricular hemorrhage. Pada saat usia kehamilan 25 minggu. SOAP: Angela. 28 tahun. karena hari itu bersamaan dengan hari libur dan anak pertamanya sakit. Pasti akan dicari upaya untuk menghentikan atau menggugurkannya Salah satu jalan keluar yang kerap dipilih adalah aborsi. menikah dengan Jo. diperoleh bahwa hasil prognosisnya baik. sebelum usia janin mencapai 20 minggu. penundaan tersebut disebabkan oleh adanya masalah teknis pada alat USG. ia sedang hamil anak kedua. aborsi adalah penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim. Kehamilannya kali ini berlangsung dengan baik. Tidak semua kehamilan disambut baik. Dalam istilah medis. Angela tidak merasa khawatir dengan penundaan tersebut karena ia merasa yakin kalau semuanya akan berjalan baik-baik saja. terutama ketika kehamilan terjadi diluar rencana. Sebelumnya. Saat ini.• Tidak dapat menikamati hubungan eksual (59%) Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Selain itu.

Sayangnya. Angela ditemani suaminya menuju ruang operasi untuk melakukan proses aborsi. beberapa staf selalu mencoba menghindari kasus aborsi dengan alasan pertimbangan moral. sedangkan sebagian lagi tidak mau terlubat dalam terminasi kehamilan karena usia kehamilan Angela telah lanjut. Pada usia kehamilan ke 34.Angela mendapatkan injeksi intrakardiak yang berisi kalium klorida. Kemudian.mengetahui adanya perubahan yang signifikan. Manager unit kebidanan mengatakan bahwa para bidan harus segera menangani Angela karena janin dalam rahimnya tidak 15 . Selama ini. Angela datang ke klinik di temani oleh jo. Sayangnya. Oleh dokter kandungannya . muncul IVH baru dan prognosisnya memburuk. pada usia kehamilan 33 minggu. tidak ada satupun bidan yang mau menangani kasus aborsi Angela. Sebelumnya. Akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk melakukan aborsi. namun karena Angela sangat tertekan. Angela dan Jo disarankan untuk menjalani terminasi kehamilan (aborsi) sebagai satu-satunya pilihan terbaik . aborsi di tunda selama beberapa jam. mereka dijelaskan mengenai beberapa prosedur yang harus dijalani. tidak satupun bidan yang pernah menyatakan keberatannya secara tertiulis. Dokter memberi mifepristone untuk di minum dan dengan bantuan peralatan USS. Akan tetapi ketika masuk shift berikutnya dan para bidan dating. Karena penundaan tersebut. Angela tidak diberitahu bahwa ia akan tetap sadar selama bayinya di ambil sehingga ia merasa sedikit ketakutan. aborsi akan di lanjutkan pada shift berikutnya agar tersedia banyak waktu untuk melaksanakannya.

bayi lakilaki dengan berat 2. Joe.4 kg bisa dikeluarkan. Akhirnya. Supervisor tersebut menyarankan para bidan untuk merawat Angela sekalipun mereka merasakan beban moral. Pada tahun 1990. lebih lanjut dapat di jelaskan bahwa aborsi dapat di lakukan pada usia kehamilan berapapun dalam keadaan khusus. pemerintahan inggris melarang aborsi pada usia kehamilan lebih dari 29 minggu. 16 . Supervisor juga mengatkan bahwa setelah persalinan usai.mengalami kematian (IUFD). PERTANYAAN DAN PEMBAHASAN 1. Dua orang bidan menawarkan diri untuk merawat Angela. apakah dibenarkan tindakan aborsi pada usia kehamilan lanjut? Dalam UU aborsi tahun 1967. dan para bidan tampak sangat khawatir karena ada banyak tanda memar pada dada si bayi akibat sejumlah injeksi intrakardiak yang telah di lakukan sebelumnya. seperti:  Mencegah terjadinya luka permanent secara fisik atau mental pada ibu. Akan tetapi. Akan tetapi. dan suaminya. Beberapa hari setelah meniggalkan klinik. ia akan mendiskusikan kasus tersebut lebih lanjut dengan biadan lainnya. bayi. Beberapa bidan merasa hal tersebut merupakan respon yang kurang sensitive dan meminta saran dari supervisor bidan di unit lainnya. Angela. UU tersebut di amandemen menjadi Human Fertilization and Embriologi act yang membatasi pelaksanaan aborsi pada usia kehamilan 24 minggu. Angela menulis surat pada manager kebidanan berupa ucapan terima kasih atas perawatan yang di berikan oleh dua orang bidan serta perhatian mereka terhadap diri.

dalam kasus Angela. sehingga tindakan tersebut dapat di benakan. tujuan aborsi adalah menyelamatkan si bayi dari cacat fisik dan mental saan di lahirkan. bidan tidak boleh seenakknya menolak untuk memberi perawatan pada seoran ibu. Jika terdapat resiko yang dapat membahayakan ibu. sehingga dapat di persiapkan tim khusus yang akan menangani kasus aborsi. para bidan seharusnya menyatakan keberatannya untuk melakukan aborsi secara tertulis kepada atasannya.  Jika ada kemungkinan cacat fisik atau mental permanent pada bayi. maka tenaga medis pun bebas melakukan tindakan yang menurut mereka benar secara etika. tetapi karena hokum membiarkan ibu untuk melakukan tindakan aborsi sepanjang benar menurut etika. maka mereka tidak berhak 17 . karena para bidan sebelumnya tidak pernah mengejukan keberatan atas tindakan aborsi. sebelum muncul kasus kegawat daruratan seperti Angela. Bisakah Angela sebelumnya di persiapkan lebih matang untuk menghadapi prosedur aborsi agar tidak merasa ketakutan? Pada saat dokter kandungan menjelaskan prosedur aborsi. 3. Pada kasus Angela. sekalipun dilakukan pada usia kehamilan lebih lanjut. 2. Meskipun demikian. hendaknya penjelasan di berikan lebih detail termasuk efek penggunaan obat-obatan dan diberikan selama proses aborsi berlangsung. Bolehkah bidan dengan leluasa menolak memberi perawatan kepada Angela? Pada dasarnya. sehingga Angela tidak lagi merasa ketakutan. Oleh karena itu.

para bidan terikat kewajiban untuk ikut terlibat dalam prosesratan. bukan keterpaksaan. serta mencatat keberatan para bidan dalam melakukan aborsi. Hormon Replacement Teraphy 18 . Pihak rumah sakit khususnya unit berslin. manager dan supervisor dapat mengumpulkan para bidan yang bertugas saat itu. seperti seperdarahan eklamsia. komplikasi jantung. 4. seorang tenaga medis harus merawat pasien dengan penuh kerelaan dan ketulusan.menolak ikut terlibat merawar Angela. karena bagaimanapun. para bidan terikat kewajiban untuk ikut terlibat dalam proses perawatan bila kondisi Angela menjadi gawat. lalu menyimpannya dalam file khusus sehingga is bisa menyesuaikan dengan jadwal kerja yang ada agar proses perawatan pasien tidak terbengkalai. juga seharusnya memiliki prosedur tetap pelaksaan kasus tersebut. Apa yang bisa dilakukan oleh supervisor dan manager untuk mencegah kejadian tersebut agar tidak terulang? Pertama. Tenaga medis juga di harapkan tidak bersikap menghakimi pasien apapun keputusan yang diambil oleh klien. Sikap manajer kebidanan yang menyuruh bidan terlibat dalam aborsi juga kurang bijaksana. lalu mendiskusikan masalah yang ada. C. Supervisor adalah orang paling tepat untuk memberikan konseling kepada para bidan. Hal yang sama berlaku pula dalam kasus kegawatdaruratan. Para ahli menyarankan agar bidan mengajukan keberatan tersebut pada saat wawancara pekerjaan (hanya bila pewawancara menanyakannya).

19 . sehingga pencegahan penyakit jantung koroner pada wanita menopause.  Cara-cara Pemberian HRT Pada pengertian HRT dijelaskan bahwa HRT dapat diberikan per oral. • Per Oral Cara ini mempunyai keuntungan bahwa dosis hormon dapat diberikan secara individual. Pemberian secara oral dapat menimbulkan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah. Definisi Hormone Replacement Teraphy merupakan terapi estrogen yang dilakukan pada wanita uantuk meringankan gejala menopause dan mencegah terjadinya osteoporosis. adalah lewat implan. dosis dapat ditambah atau dikurangi. Selain itu. pemberiannya tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak memerlukan dokter atau paramedic. Di Negara tropik penggunaan berupa plester kurang disenangi karena banyak menimbulkan reaksi alergi dan gatal-gatal akibat keringat. trandermal. adalah lewat implant (Kamus Keperawatan Sue Hinchliff). atau dihentikan menurut reaksi penderita. • Transdemal (Koyok) Plester dilekatkan di dinding perut bagian bawah dan diganti 2 kali/minggu. Keuntungan kain pemberian secara oral adalah menstimulasi pembentukan HDL (Hight Density Lipoprotein) dan faktor-faktor tertentu di hati yang dapat membantu metabolisme kalsum. Dibeikan per oral. transdermal.

karena sudah timbul kerusakan yang irreversibel. maka pengobatan yang tepat adalah pemberian hormon estrogen. Kadang-kadang pada wanita tertentu osteoporis telah terjadi beberapa tahun sebelum menopause terjadi sehinga perlu segera di lakukan pencegahan dengan estrogen.  Penggunaan HRT Keluhan-keluhan yang timbul pada usia meno/pasca menopause di sebabkan kekurangan hormone estrogen. Kalau terpaksa juga harus di berikan. Implan harus diganti setiap enam bulan. Hanya baik di berikan pada wanita yang telah di angkat uterusnya. • Pencegahan osteoporosis dengan estrogen.Angka kejadian hyperplasia endometrium cukup tinggi (75%) sehingga harus selalu di beri progesteron. kurang olahraga. • Penanaman Pellet Estrogen (Implan) Tidak di anjurkan penggunaannya pada wanita yang uterusnya masih ada. Pada wanita yang memiliki resiko terjadi osteoporosis. Estrogen dapat mencegah hilangnya massa (kepadatan) tulang pada wanita pasca menopause. Bila pemberian estrogen baru di mulai begitu gejala timbul. Di anjurkan pemberiannya antara 2 tahun setelah tidak haid. Faktor resiko tersebut adalah jumlah lemak tubuh yang sedikit. karena dapat terjadi pendarahan yang hebat dan sulit di atasi. maka jangan lupa deberi progesterone paling sedikit 14 hari. masukan kalsium 20 . pemberian estrogen harus di mulai sesegera mungkin. maka hal tersebut sudah terlambat.

pengobatan dengan hormone kortikosteroid atau dengan fenition. Tetapi resikonya lebih kecil bila dibandingkan wanita menopause yang obesitas atau mengkonsumsi alkohol setiap hari. Pada wanita dengan hipertensi yang terkontrol. fenobargital dan lain-lain. Sedangkan bagi pasien dengan tekanan darah yang sudah tinggi 21 . • Penggunaan pada wanita yang mempunyai resiko kanker payudara. Berdasarkan penelitian. hipertensi bukanlah kontraindikasi terhadap pemakaian HRT. Pada tahun 1988. wanita yang terserang kanker payudara ketika sedang menggunakan HRT. • Penggunaan pada wanita yang hipertensi Secara umum. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pemakaian jaka panjang bagi penggunaan HRT dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.HRT masih dapat diberikan. Sulvian meneliti 2188 orang wanita pasca menopause yang menderita penyumbatan pembuluh nadi jantung. Ditemukan bahwa terjadi penurunan kejadian kelainan pada arteri koroner pada wanita menopause dengan estrogen di bandingkan dengan wanita tanpa estrogen. • Penyakit jantung koroner (PJK) Sebanyak 30 penelitian observasional yang pernah di lakukan pada wanita pasca menopause membuktikan bahwa estrogen dapat mengurangi resiko terkena PJK sampai 50%. mempunyai resiko kematian yang lebih kecil karena dapat terdeteksi lebih dini dan mempercepat pertumbuhan tumor yang sudah ada sehingga sel-sel kankernya kurang agresif.yang rendah.

penambahan estrogen ternyata memperbaiki parameter metabolik glukosa. Bagi penderita fibroid yang menggunakan HRT kemudian ternyata fibroidnya 22 . • Penggunaan pada wanita Fibroid atau Myom Wanita dengan fibroid yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan. diabetes tidak tergantung pada insulin. Dianjurkan untuk penderita penyakit hati berat. • Pengunaan pada wanita dengan penyakit hati Wanita yang menderita penyakit hati atau hanya mengalami sedikit peningkatan tes fungsi hati atau yang pernah menderita penyakit hati namun telah sembuh total dapt menggunakan HRT selama dilakukan dengan pengawasan ketat. kemungkinan terjadi hipertensi tetap tinggi. Wanita dengan sejarah keluarga menderita hipertensi dapat menerima HRT. Estrogen juga dapat memperbaiki perubahan metabolik yang di Pada penelitianterhadap wanita penderita asosiasikan dengan diabetes. Namun. harus menjalani perawatan guna penurunan tekanan darah terlebih dahulu. termasuk resistensi terhadap insulin. tetap dapat menggunakan HRT. Karena pada wanita ini menggunakan atau tidak menggunakan HRT. HRT tidak dapat di gunakan karena estrogen metabolisme di hati.sebelum menggunakan HRT. • Penggunaan pada wanita yang menderita diabetes Beberapa studi memperlihatkan penambahan estrogen pada wanita menopause yang menderita diabetes memberika efek perlindungan terhadap jantung. bagi mereka di sarankan untuk melakukan pemeriksaan panggul setahun sekali untuk melihat perkembangan fibroidnya.

BAB III PENUTUP A. mengalami pendarahan. 23 .membesar. KESIMPULAN Dari pembahasan yang kami uraikan di depan dapat diambil kesimpulan bahwa pelvic inflammatory disease adalah suatu peradangan pada tuba falopi terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif. di anjurkan untuk menghentikan penggunaan HRT nya. Jika kita merasa keganjalan dalam tubuh maka segeralah untuk memeriksakan diri supaya segala keganjalan dapat di deteksi sejak dini. Dan hormon Replacment Therapy adalah terapi estrogen yang dilakukan pada wanita untuk meringankan gejala menopause dan mencegah terjadinya osteoporosis. Aborsi adalah matinya (gugurnya) hasil konsepsi. SARAN Melakukan pemantauan tumbuh kembang wanita di sepanjang daur kehidupannya merupakan suatu hal yang sangan penting. B.

biz/edukasi-F3/bahaya-aborsi-bagi-cewek-t286. 1999.htm http://medicastore. 2001.com/indeks. Kesehatan Reproduksi. 24 . Jakarta Hinchiff. Sue.com http://denet.php?mod=penyakit&id=99 http://one.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI.indoskripsi.hforum. Kamus Perawatan. Jakarta www.obrolancantik.com/judul-skripsi-tugas-makalah/kedokteran/pelvicinflamatory-disease.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.