Kista ovarium merupakan suatu tumor, baik kecil maupun yang besar, kistik atau padat, jinak atau

ganas yang berada di ovarium. Dalam kehamilan, tumor ovarium yang dijumpai paling sering ialah kista dermoid, kista coklat atau kista lutein. Tumor ovarium yang cukup besar dapat menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalang – halangi masuknya kepala ke dalam panggul. Ovarektomi adalah operasi pengangkatan dari ovarium atau indung telur. Tetapi istilah ini telah digunakan secara tradisional dalam penelitian ilmu dasar yang menggambarkan operasi pengangkatan indung telur. (Wiknjosastro, 2005) Kista ovarium yang bersifat ganas disebut juga kanker ovarium. Kanker ovarium merupakan penyebab kematian dari semua kanker ginekologi. Di Amerika Serikat pada tahun 2009 diperkirakan jumlah penderita kanker ovarium sebanyak 23 .400 dengan angka kematian sebesar 13.900 orang. Tingginya angka kematian karena penyakit ini sering tanpa gejala dan tanpa menimbulkan keluhan, sehingga tidak diketahui dimana 2 sekitar 60% - 70% penderita datang pada stadium lanjut. ( Brunner & Suddarth, 2001) Di Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan laporan program dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang berasal dari Rumah sakit dan Puskesmas tahun 2010, kasus penyakit tumor terdapat 7.345 kasus terdiri dari tumor jinak 4.678 ( 68 % ) kasus dan tumor ganas 2.667 ( 42 % ) kasus, kasus terbanyak ditemukan di Kota Semarang (Dinkes Jateng, 2010). Dari data yang penulis dapatkan kasus kistoma ovari di Ruang Bougenvile RSUD TUGUREJO SEMARANG pada tahun 2011 terdapat 19 kasus, dengan rentang umur 17 – 19 tahun ( masa pubertas ) sebanyak 1 kasus, umur 20 – 50 tahun sebanyak 15 kasus, sedangkan umur 55 tahun keatas sebanyak 3 kasus. Kasus kistoma ovari pada usia antara 20 - 50 tahun masih mencapai peringkat tertinggi. Hal ini sesuai dengan faktor presdisposisi bahwa kistoma ovarii banyak terjadi pada usia 20 - 50 tahun (CM RSUD Tugurejo Semarang, 2011). Banyak tumor tidak menunjukkan tanda dan gejala , terutama tumor ovarium yang kecil. Sebagian besar gejala dan tanda yaitu akibat dari pertumbuhan, aktivitas endokrin dan komplikasi tumor. Adanya tumor di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan pembenjolan perut. Tumor ovarium tidak mengubah pola haid kecuali jika tumor itu sendiri mengeluarkan hormon. Prinsip bahwa tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi dan tumor nonneoplastik tidak, jika menghadapi tumor ovarium yang tidak 3 memberikan gejala/keluhan pada penderita dan yang besarnya tidak melebihi 5 cm diameternya, kemungkinan besar tumor tersebut adalah kista folikel atau kista korpus luteum. Tidak jarang tumor tersebut mengalami pengecilan secara spontan dan menghilang, sehingga perlu diambil sikap untuk menunggu selama 2-3 bulan, jika selama waktu observasi dilihat peningkatan dalam pertumbuhan tumor tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan tumor besar itu bersifat neoplastik dan dapat dipertimbangkan untuk pengobatan operatif. Tindakan operasi pada tumor yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium

kurang perawatan diri serta sebagai masalah yang mengganggu kebutuhan dasar lainnya. Setiap organ reproduksi wanita mempunyai peran yang saling mendukung dalam kehamilan. Pasien dapat melaporkan atau tidak melaporkan . serviks. sehingga wanita menjadi mandul. Keganasan ovarium merupakan 6 kasus kanker terbanyak dan merupakan penyebab kematian oleh karena keganasan ginekologi.yang mengandung tumor ( Wiknjosastro. Beberapa kista ovarium ini tidak menimbulkan gejala. Gangguan pada ovarium dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. 4 Melihat bahaya dan tingginya angka kejadian pada kasus kistoma ovarium. Organ tersebut terdiri atas uterus. dengan risiko terjadinya karsinoma terutama pada wanita yang mulai menopause. dan dapat mengalami resolusi spontan. Gangguan yang paling sering terjadi adalah kista ovarium. payudara. tuba falopi. 2005). Kista ovarium biasanya berukuran kecil (<5 cm). Ada beberapa yang menjadi ganas. antara lain dengan mengajarkan teknik manajemen nyeri dengan memberkan kompres hangat dan mengajarkan teknik relaksasi yaitu latihan tarik nafas dalam untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Selain itu dipengaruhi oleh kerja hormon. Organ reproduksi wanita lebih kompleks dibanding pria. Pada klien post operasi kista ovarium akan mengalami masalah yang berhubungan dengan nyeri. membantu perawatan luka post operasi dengn teknik aseptic untuk menghindari terjadinya infeksi. perkembangan dan kematangan sel telur. vagina. Ovarium mempunyai fungsi yang sangat krusial pada reproduksi dan menstruasi. berkapsul dengan isi cairan. resiko infeksi. ovarium. Tindakan keperawatan yang dilakukan tersebut ialah untuk mencegah terjadinya komplikasi sehingga asuhan keperawatan pada klien post operasi kista ovarium dapat dilakukan secara optimal. membantu memenuhi kebutuhan personal hygiene untuk memberikan rasa nyaman dan mempertahankan kebersihan tubuh. maka penulis tertarik untuk membahas tentang asuhan keperawatan pada klien dengan post operasi kista ovarium. Peran perawat diperlukan untuk mengatasi masalah – masalah. tetapi ada yang menyebabkan nyeri dan perasaan tidak menyenangkan.

Akibat yang terjadi adalah kesuburan terganggu. seperti apendisitis. .nyeri abdomen akut atau kronik. Kista yang lebih besar dapat menyebabkan pembengkakan abdomen dan penekanan pada organ-organ abdomen yang berdekatan. Dampak berikutnya adalah harapan keluarga untuk memiliki anak baru akan terhambat. Gejalgejala tentang rupture kista menstimulasi berbagai kedaruratan abdomen akut. Hal ini jelas mengganggu fungsi perkembangan keluarga. Apabila kista ini dialami wanita. bahkan dapat pula terjadi kesulitan untuk mendapatkan proses kehamilan. maka fungsi organ reproduksi ovarium mengalami gangguan. atau kehamilan ektopik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful