JENIS-JENIS PENELITIAN

Penelitian dapat digolongkan menurut sudut pandang tertentu. Menurut Prof. Sutrisno Hadi MA, jenis-jenis penelitian dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Menurut bidangnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian pendidikan, penelitian pertanian, penelitian hukum, penelitian ekonomi, penelitian agama. 1. Menurut tempatnya : Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, penelitian kancah 1. Menurut pemakaiannya : Penelitian dapat meliputi penelitian murni (dasar) dan penelitian terapan (terpakai) 1. Menurut tujuan umumnya : Penelitian dapat meliputi penelitian eksploratif, penelitian developmental, dan penelitian verifikatif 1. Menurut tarafnya : Penelitian dapat meliputi penelitian inferensial 1. Menurut pendekatannya : Penelitian dapat meliputi penelitian longitudinal dan penelitian cross sectional Di sisi lain Dirjen pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara penggolongan mengenai macam rancangan penelitian berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya. Mendasarkan sifat-sifat masalah tersebut, rancangan penelitian dapat digolongkan sebagai berikut :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Penelitian historis Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal komparatif Penelitian experimental sungguhan Penelitian experimental semu Penelitian tindakan

Penjelasan singkat untuk tiap-tiap macam penelitian dari sembilan macam tersebut dalam tulisan ini terutama bersumber dari buku Metodologi Penelitian terbitan Dirjen Perguruan Tinggi Depdikbud dan Pengantar Penelitian (Dasar, Metode dan Teknik) oleh Prof. Dr. Winarno Surachmad M. Sc. Ed. 1. 1. Penelitian historis 1. a. Definisi Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah adalah deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan atau faktafakta masa lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis untuk mencari kebenaran. Penelitian dengan menggunakan metode sejarah penyelidikan yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara cukup teliti dan hati-hati tentang bukti validitas dari sumber sejarah serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut. 1. b. Tujuan Penelitian historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan mengevaluasi dan memverifikasikan, serta mensistematiskan bukti-bukti untuk memegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat, dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa sekarang dan proyeksi masa depan. 1. c. Contoh Studi mengenai praktek dukun bayi di daerah pedesaan di Aceh yang bermaksud memahami dasarnya dimasa lampau serta relevansinya untuk masa kini.

1. d. Ciri-ciri

 

Penelitian historis lebih tergantung kepada data yang diobservasi oleh penelitian sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja ynag cermat yang menganalisis keautentikan, ketetapan dan pentingnya sumber-sumbernya. Penelitian historis haruslah tertib ketat, sistematis dan teratur. Penelitian historis tergantung dua data yaitu data primer, ialah data yang secara langsung diperoleh oleh peneliti dan sumber primer (data asli) dan data sekunder yaitu data yang diperoleh penelitian dari orang lain atau sumber sekunder jadi bukan asli. Penelitian historis menghendaki kritik untuk memperoleh kualitas data. Ada dua macam kritik

1. Kritik eksternal menanyakan apakah data itu autentik artinya data aslinya atau tiruan dan apabila autentik apakah relevan serta akurat 2. Kritik internal yaitu kritik yang menguji motif, objektifitas dan kecermatan peneliti terhadap data yang diperoleh. Dengan kritik ini penelitian historis akan lebih ketat, sistematis dan obyektif.

Penelitian historis menggunakan pendekatan yang lebih utama dan dapat menggali informasi yang lebih tua dibanding penelaahan pustaka. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan keuletannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya saksi yang tidak pernah berhubungan.

1. e. Sumber data pada metode history Sumber data merupakan data yang digunakan dalam penelitian dengan metode sejarah dapat diklasifikasikan secara bermacam-macam. Antara lain : remain, dokumen, sumber primer, sumber sekunder, materi fisik, materi tulisan dan sebagainya. 1. Remain dan Dokumen Jika sumber sejarah ditinjau dari sengaja atau tidak sengajanya bahan atau sumber data tersebut ditinggalkan, maka sumber sejarah dapat dibagi dua yaitu remain dan dokumen. Remain adalah peninggalan-peninggalan yang tidak disengaja baik berupa barang fisik maupun peninggalan rohani. Di

lain pihak terdapat juga catatan-catatan yang sengaja ditinggalkan dan disebut dokumen. Pengertian remain dan dokumen adalah : 1) Remain atau Relics, yaitu bahan-bahan fisis atau tulisan yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu kesadaran menghasilkannya untuk suatu keperluan pembuktian sejarah. Peninggalan materi termasuk : alat perkakas, perhiasan-perhiasan kuno, bangunan seperti piramida, candi, senjata-senjata, sendok, benda budaya, dsb. 2) Dokumen yaitu laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran-pemikiran manusia di masa yang lalu. Dokumen tersebut secara sadar ditulis untuk tujuan komunikasi dan transmisi keterangan. Contoh dari dokumen anatara lain buku harian, batu tertulis, daun-daun lontar, relief-relief pada candi, surat kabar, dsb. Jika sumber sejarah diatas diperluas lagi, maka sumber tersebut dapat kita bagi sebagai berikut : 1)
  

Keterangan ditinggalkan secara sadar Sumber tertulis : catatan harian, memoir, bopgrafi, dsb. Karangan tradisional : balada, cerita-cerita tradisional, anekdot, dsb. Hasil-hasil artistik : potret, gambar, lukisan, patung, dsb.

2) Relic atau testimoni tanpa sadar : pakaian, bahan makanan, alat rumah tangga, mesin-mesin, buku, makam, dsb. 3) Inskripsi, dokumen, momumen : memorial, kuburan, candi, dsb. Sebuah makam dapat dimasukkan dalam dua kategori diatas. Jika sebuah makam ditemukan dan pada makam tersebut hanay ada nama saja yang tertulis maka makam tersebut adalah relic. Tetapi, jika dibawah nama tersebut terdapat lagi berbagai keterangan seperti jabatan, kelahiran, serta tugas-tugas lain maka makam tersebut merupakan dokumen yang sengaja ditinggalkan. 1. Sumber primer dan sekunder

Sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpanan yang orisinal dari data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utamadari kejadian yang lain.

Penelitian biografis Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan seseorang dan hubungannya dengan masyarakat dinamakan penelitian biografis. buku harian. 1. Dalam penelitian ini. Penelitian yuridis atau legal Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal yang menyangkut dengan hukum baik hukum formal maupun nonformal dalam masa lalu. f. keputusan rapat. watak. maka penelitian sejarah tersebut digolongkan dalam penelitian yuridis. pengaruh. karangan seseorang tentang figur yang diselidiki ataupun catatan teman dari orang yang diteliti tersebut. Penelitian sejarah komparatif Jika penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk membandingkan faktor-faktor dari fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau maka penelitian tersebut dinamakan penelitian sejarah komparatif. dsb. Tetapi secara umum dapat dibagi atas empat jenis yaitu : 1. diteliti sifat. 1. Penelitian bibliografis .  Sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu peristiwa ataupun catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinal. Sumber-sumber data sejarah untuk penelitian biografis antara lain : surat pribadi. Jenis-jenis penelitian sejarah Penelitian historis banyak sekali macamnya. 1. Berita surat kabar tentang rapat itu adalah sumber sekunder. foto. suatu keterangan oleh saksi mata.Contoh : catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara. Contoh : keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan dari keputusan dari rapat itu sendiri tetapi dari sumber berita di surat kabar. 1. hasil karya seseorang. baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan dari subyek penelitian dalam masa hidupnya serta pembentukan watak. figur yang diterima selama hayatnya.

Penelitian dengan metode sejarah untuk mencari. Dalam merumuskan tujuan ini maka hubungkan dia dengan teori. g. membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu organisasi dikelompokkan dalam penelitian bibliografis. Penelitian ini mencangkup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh pemikir dan ahli. maka rumuskan tujuan-tujuan dari penelitian. Langkah-langkah pokok 1)    Mengidentifikasi masalah yang meliputi antara lain : Apakah pendekata historis merupakan yang terbaik bagi masalah yang digarap? Apakah data penting yang diperlukan mungkin didapat? Apakah hasilnya dapat digunakan? Merumuskan tujuan penelitian (kalau perlu sampai hipotesis) 2) Dari masalah telah diformulasikan. 1. Hipotesa tersebut amat berguna untuk memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian. 4) Mengumpulkan data. 6) Interpretasi dan generalisasi . jika ada dan kaitkan dengan hipotesa yang ingin dibentuk. Tujukan pengumpulan data terhadap data primer lebih dahulu. menganalisis. 5) Evaluasi data Data yang dikumpulkan perlu dievaluasi dengan melakukan kritis eksternal maupun internal. Mengumpulkan data dengan mengingat sumber-sumber. 3) Merumuskan hipotesa Rumuskan hipotesa sebagai keterangan sementara yang akan diuji kebenarannya. Untuk itu diperlukan pencatatan data misalnya dengan sistem kartu atau sistem lembaran. baru ditunjang dengan data sekunder.

a. Penelitian tentang pendapat masayarakat untuk mengembangkan pendidikan luar biasa. c. 1. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-maslah dalam masyarakat. serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan. penentuan sampelnya. penentuan metode pengumpulan datanya. 2. b. 1. Ciri-ciri a) Padap umumnya bersifat menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan hipotesis atau tidak.Analisis data serta buat interpretasi dan generalisasi dari fenomenafenomena yang diselidiki kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan. Tujuan Penelitian deskriptif bertujuan untuk pemecahan masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi. Tujuan . Contoh Survei mengenai sikap masyarakat petani terhadap program KB. sikap. 3. Definisi Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. 7) Menyusun laporan Menuliskan laporan penelitian. melatih pada tenaga lapangan dsb. Penelitian perkembangan 1. c) d) Mengumpulkan data Menyususn laporan 1. Penelitian deskriptif 1. 1. a. d. b) Merancang cara pendekatannya hal ini meliputi macam datanya. 1. pandangan serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.

Langkah Pokok 1) Definisikan masalah atau rumuskan tujuan-tujuannya 2) Lakukan penelaahan kepustakaan untuk menentukan garis dasar informasi yang ada dan memperbandingkan metodologi-metodologi . b. Langkah. 1. Pada umumya ramalan untuk masa panjang adalah educated guess sedang ramalan untuk waktu yang pendek lebih reliabel dan lebih valid. Tugasnya adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan bagaimanakah pola-pola pertumbuhan. biaya yang banyak dan penelitian yang ulet. 3) Dalam studi longitudinal biasanya sulit dalam masalah sampling sebab subyeknya terbatas studi longitudinal ini menuntut kontinuitas. dan berbagai faktor yang mempengaruhi sifat-sifat perkembangan itu 2) Dalam studi cross sectional Biasanya dapat mencakup subyek yang lebih banyak tetapi hanya memotret faktor yang lebih sedikit dibanding studi longitudinal. 4) Studi-studi kecenderungan mengandung kekemahan bahwa faktorfaktor yang tak dapat diramalkan mungkin masak dan memodifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjad tidak usah. waktu yang panjang. 1.Penelitian perkembangan bertujuan untuk menyelidiki pula dan perurutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu 1. d. c. Contoh Studi longtudinal mengenai pertumbuhan anak ia secara langsung mengukur sifat-sifat pertumbuhan dan perkembangan anak (individu) yang diteliti. lajunya. arahnya. Ciri-Ciri 1) Memusatkan perhatian pada studi tentang variabel –variabel dan perkembangannya selama beberapa waktu (bulan atau tahun). Dalam metode cross section ini biasanya slit dalam mengambil sampel antara lain karena umumnya yang beragam.

Ciri-ciri 1) Penelitian kasus adalah penelitian yang mendalam menegenai kasus tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganim mengenai kasus itu penelitian ini antar alain mencakup keseluruhan sklus kehidupan. c. Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi. individu. 1. Penelitian kasus dan penelitian lapangan 1. lembaga atau masyarakat. termasuk alat-alat yang telah ada dan teknik-teknik pengumpulan data yang telah dikembangkan. a. kaang-kadang hanya meliputi segmen-segmen tertentu pada faktor-faktor kasus. Ia lebihnintensif menerangi variabel yang penting. 4. 3) 4) 5) 6) Rancangan cara pendekatan Kumpulan data Evaluasi data yang terkumpul Susun laporan mengenai hasil evaluasi tersebut 1. proses dan interaksi yang memerlukan .penelitian. 1. Tujuan Tujan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. kelompok. Contoh Studi lapangan yang tuntas mengenai kebudayaan kelompok-kelompok masyarakat terpencil. b. 2) Studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variabel dan kondisi yang besar jumlahnya a) Penelitian kasus sangat berguna untuk informasi latar belakang guna merencanakan yang lebih besar dalam ilmu sosial.

Penelitian korelasional 1. Contoh . 1. b) Penelitian kasus memberikan contoh yang berguna berdasarkan data yang diperoleh untuk memberikan gambaran mengenai penemuanpenemuan yang disimpulkan dengan statistik Kelemahan :   Tidak memungkinkan generalisasi yang obyektif pada populasi sebab perincian kasus memang sangat terbatas representatnya. d.perhatian yang lebih luas. metode pengumpulan data mana yang digunakan? 3) Mengumpulkan data 4) Mengorganisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik. Penelitian kasus sangat peka terhadap keberatan sebelahan yang subyektif maka hasilnya kurang obyektif 1. saling berhubungan serta proses-proses yang mana yang akan menuntun penelitian 2) Merencanakan cara pendekatannya. b. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber-sumber data mana yng tersedia. 5. Tujuan Tujuan penelitian korelasional adalah untuk meyelidiki sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan padaa koefisien korelasi 1. Penelitian ini merupakan perintis bagi penelitian lanjutan juga merupakan sumber hipotesis. a. Langkah-langkah pokok 1) Merumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai. Apakah yang dijadikan unit studi itu sifat-sifat. 5) Menyusun laporannya dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut.

d. c. 2) Studi yang mempelajari saling hubungan antara skor pada tes masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi. 2) Penelitian ini menunjukkan taraf tinggi hendaknya salinh hubungan bukan ada atau tidaknya saling hubungan tersebut. 3) Penelitian cocok bila variabel-variabel bebas akibatnya kurang tertib dan kurang ketat.1) Studi untuk meramalkan keberhasilan belajar berdasarkan atas skor pada tes bakat. 4) Sering menggunakan data yang tanpa pilih-pilih 1. Ciri-Ciri 1) Penelitian ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya. Langkah-langkah pokok 1) 2) 3) a) b) c) Mendefinisikan masalah Melakukan telaah pustaka Merancang cara pendekatannya Mengidentifikasikan variabel yang relevan Menentukan subyeknya yang sebaik-baiknya Memilih atau menyusun alat pengukur yang cocok d) Memilih metode korelasional yang cocok untuk masalah yang sedang digarap 4) 5) 6) Mengumpulkan data Menganalisis data yang telah dikumpulkan dan dinuat interpretasinya Menuliskan laporan . 1.

Kelemahannya :  Tidak ada kotrol terhadap variabel bebas merupakan kelemahan utama dalam setiap rancangan ex post facta . Metode kausal komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat gejala yang dipersoalkan. Ciri pokok Penelitian kausal komparatif bersifat ex post facta artinya dikumpulkan setelah semua kejadian yang diperoleh berlangsung atau lewat. 1. 6. Perbaikan dalam hal teknik metode statistik dan rancangan dengan kontrol persial. 1. dewasa ini telah membuat studi kausal komparatif lebih dapat dipertanggungjawabkan.1. mencari kembali fakta yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Contoh 1) Penelitian untuk menentukan ciri-ciri guru yang efektif dengan menggunakan data yang berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin 2) Mencari pola tingkah laku prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah dengan cara menggunakan data deskriptif mengenai tingkah laku dan skor tes prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-anak tersebut kelas VI SD. Penelitian mengambil satu atau lebih akibat dan menguju data itu dengan menelusur kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab. saling hubungan dan maknanya. c. Penelitian kausal komparatif 1. Kelebihannya :    Metode kausal komparatif baik untuk berbagai keadaan apabila bersama dengan metode eksperimen. a. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang ada. b.

Apabila saling hubungan antara dua variabel telah ditemukan mungkin sukar untuk menentukan mana yang sebab mana yang akibat Kenyataan bahwa dua atau lebih faktor saling berhubungan tidak mesti memberi implikasi adanya hubungan sebab akibat Studi komparasi dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subyek secara terkontrol. 1. Faktor penyebab ternyata bukan faktor tunggal melainkan faktor dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan data yang disaksikan menyebabkan soalnya sangat kompleks. menimbulkan persoalan karena kategori macam itu sifatnya kabur. bervariasi.       Sukar memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan telah benar-benar tervcakup dalam kelompok faktor-faktor yang diselidiki. mantap. Sebab sangat sukar menempatkan kelompok yang telah ada yang mempunyai kesamaan dalam berbagai hal kecuali dalam hal menghadapkannya kepada variabel bebas Menggolongkan subyek dalm kategori dikotoki (misalnya : golongan pandai dan golongan bodoh). d. Langkah-langkah pokok 1) 2) 3) Mendefinisikan masalah Melakukan telaah pustak Merumuskan hipotesis 4) Merumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis serta produser yang akan digunakan 5) Menyusun rancangan cara pendekatannya a) Memilih subyek yang akan digunakan serta produser yang akan digunakan . Penelitian semacam itu sering menimbulkan penemuan yang tidak berguna. Untuk tujuan perbandingan. Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebabsebab ganda tetapi dapat pula disebabkan oleh sesuatu pada kejadian tertentu dan oleh sebab lain pada kejadian lain.

b) Memilih teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data c) Menetukan kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas sesuai dengan tujuan studi 6) Mencari validitas teknik untuk pengumpulan data dan menginterpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat 7) 8) Mengumpulkan. 7. Contoh 1) Penelitian untuk meyelidiki pengaruh metode ceramah dengan metode demonstrasi dalam bidang studi IPA pda murid kelas II SMA sebagai fungsi ukuran kelas (besar dan kecil) dan taraf intelegensi murid (tinggi. sedang. 2) Penelitian untuk menyelidiki efek pemberian tambahan makanan di sekolah kepada murid-murid SD di suatu daerah dengan memperhatikan keadaan sosial ekonomi orang tua dan taraf intelegensinya. ukuran kelas dan metode mengajar. rendah) dengan cara menempatkan guru secara random berdasarkan intelegensi. Tujuan Penelitian experimental sungguhan bertujuan untuk menyelidiki kemungkina saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dari membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenal kondisi perlakuan 1. 2) Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagi garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikeni perlakuan eksperimental . Ciri-Ciri 1) Menurut pengaturan variabel dan kondisi eksperimen secara tertib dan ketat baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun randomisasi. a. menganalisis dan mengolah data Menyusun laporan 1. b. c. Penelitian experimental sungguhan 1. 1.

karena manusia sering berbuat lain apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial dimanipulasi atau diobservasi secara sistematis. Hal ini memungkinkan untuk secar serempak menentukan : a) Efek variabel bebas utama (perlakuan) b) Variasi yang berkaitan dengan variabel yang digunakan membuat klasifikasi dan c) Interaksi antara kombinasi variabel bebas dan variabel yang digunakan untuk membuat klasifikasi tertentu. . misalnya rancangan faktorial dan analisis varian telah memungkinkan peneliti untuk memanipulasi atau membiarkan bervariasi lebih dari satu variabel dan sekaligus menggunakan lebih dari satu kelompok eksperimen. termasuk apa yang disebut kekeliruan pegukuran maka penyelesaian terbaik adalah memilih secara rambang mengenai subyek dalm kelompokkelompok dan perlakuan eksperimental pada kelompok 4) Rancangan ini menuntut interval validity yang merupakan tujuan pertama metode eksperimen.3) Memusatkan usaha pada pengontrolan variasi a) Untuk memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis b) Untuk meminimalkan varian variabel pengganggu atau yang tidak diinginkan dan yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen tetapi yang tidak menjadi tujuan penelitian. Apakah manipulasi eksperimen pada penelitian ini memang benar-benar penimbulkan perbedaan. 5) Rancangan ini juga menuntut interval validity yaitu seberapa representatifkah penemuan-penemuan penelitian ini dan seberapa jauh hasilnya dapat disimpulkan 6) Kemajuan dalam metodologi penelitian. Kelemahan : Kalau metode ini dikenakan kepada dunianya. c) Untuk meminimalkan varian kekeliruan atau varian rambang.

Langkah-langkah pokok 1) Melakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap 2) 3) 4) 5) Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah Merumuskan hipotesis. d. menentukan siapa-siapa yang masuk kelompok kontrol dan siapa yang masuk kelompok eksperimen d) Menerapkan perlakuan e) Memilih atau menyusun alat untuk mengukur hasil eksperimen dan validasikan alat tersebut. 1.1. dan jika mungkin lakukan pilat atau trial runtest untuk menyempurnakan alat pengukur atau rancangan eksperimennya. g) 6) Rumuskan hipotesis nol nya Melaksanakan eksperimen 7) Mengatur data kasar itu dalamcara yang mempermudah analisis selanjutnya dengan menempatkan dalam rancangan yang memungkinkan memperhatikan efek yang diperkirakan akan ada. berdasarkan atas penelaahan kepustakaan Mengidentifikasikan pengertian dasar dan variabel utama Menyusun rancangan eksperimen a) Mengidentifikasikan bermacam-macam variabel yang relevanmengidentifikasikan variabel dan noneksperimental yang mungkin mencemarkan eksperimen dan menentukan bagaimana caranya mengontrol variabel tersebut b) Menentikan rancangan eksperimennya c) Memilih subyek yang representatif bagi populasi tertentu. Penelitian experimental semu . 8. f) Merancangkan prosedur pengumpulan data.

b. efek testing. 2) Penelitian pendidikan yang menggunakan pre-test post-test di dalamnya variabel-variabel seperti kematangan. Contoh 1) Berbagai penelitian mengenai berbagai problem sosial seperti kenakalan. a. merokok jumlah penderita jantung yang di dalamnya kontrol dan manipulasi tidak selalu dapat dilakukan.1. c. regresi statistik dan adaptasi terlewatkan dari penelitian 1. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengembangkan keterampilan atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual lain. Ciri-Ciri 1) Penelitian eksperimental semu secara khas mengenai keadaan praktis yang di dalamnya tidak mungkin mengontrol semua variabel yang relevan kecuali beberapa variabel saja 2) Perbedaan antara penelitian eksperimental sungguh dan semua sangat kecil terutama kalau yang dipergunakan subyek adalah manusia 1. b. Penelitian tindakan 1. Langkah-langkah pokok Langkah pokok dalam penelitian eksperimental semua adalah sama dengan langkah-langkah dalam melakukan penelitian eksperimental sungguhan dengan pengalaman secara teliti terhadap masing-masing keterbatasan dalam hal validitas internal dan validitas eksternalnya. Contoh . 1. 1. d. a. keresahan. Tujuan Penelitian eksperimental semu bertujuan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan 1.

1999.Program inservice training untuk melatih para orthopaedagog bekerja untuk menangani anak-anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah 1. (6) Taraf Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara Moh. c. Ciri-Ciri 1) 2) 3) 4) Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual Fleksibeldan adaptif Cara penelitian impiris Penelitian tindakan kekurangan ketertiban ilmiah 1. Metode Penelitian. Nazir.menganalisis. dan mengevaluasi Menulis laporan Sumber : Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. (7) Teknik yang . 2007. (3) Tempat. (2) Pendekatan. antara lain berdasarkan: (1) Tujuan. (5) Bidang ilmu yang diteliti. (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh. d.mengolah data. Langkah-langkah pokok 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Menetapkan tujuan Melakukan telaah pustaka Merumuskan hipotesis Mengatur research setting Menentukan kriteria evaluasi Mengumpulkan. Jakarta : Ghalia Indonesia JENIS-JENIS PENELITIAN ILMIAH Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteriakriteria tertentu.

dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Survey Research (Penelitian Survei).digunakan. dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. 1. 2. hukum. Teknik. Experimen Research (Penelitian Percobaan). keinginan untuk mengetahui. Library Research (Penelitian Kepustakaan). dsb. 2. Fisika. biasanya bersifat eksperimen atau percobaan. Berdasarkan Tempat Penelitian : 1. Field Research (Penelitian Lapangan). Berdasarkan Teknik yang digunakan : 1. 1. Basic Research (Penelitian Dasar). Applied Reseach (Penelitian Terapan). langsung di lapangan. . Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran. efisien. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium). (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Penelitian Sosial. bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. dsb. pendidikan. Berdasarkan Bidang yang diteliti: 1. Berikut ini masing-masing pembagiannya. secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi. dilaksanakan pada tempat tertentu / lab. Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh: 1. efektif. secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia. Penelitian Eksakta. 3. (8) Keilmiahan. 2. Mempunyai alasan praktis. Berdasarkan Keilmiahan : 1. Mempunyai alasan intelektual. dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya.

Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting. Teknik. Generalizability. Hama Tanaman). Pembangunan). prosedur pengujian hipotesis jelas 4. 6. Kehumasan/PR. Keuangan. Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian. 8. 3. dll. Tatanegara Internasional). 5. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah) 2. Ekonomi (Mikro. 1. Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis. 4. fokus tujuan yang jelas. 2. Purposiveness. Periklanan). Rigor. Agronomi. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggirendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: 1. Komunikasi (Massa. Pemasaran). 2. 5. Pertanian (agribisnis. yang menunjukkan . yang ditatap. Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat. Replicability. teliti. Parsimony. memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik. Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain. 1. Testibility. 6. 8. 1. Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. Hukum (Perdata. Budi Daya Tanaman. Bisnis. Makro. 2. Objectivity. 7. Pidana. Manajemen.menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. 3. Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya. Precision. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti: 2. Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna.

Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen. pengaruh dari suatu fenomena. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Penelitian Exploratif (Penjajagan). tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi.variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. tapi tidak menguji hipotesis. pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel. proses yang sedang berlangsung. Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa. Penelitian ini dapat berupa : 1. 3. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan. Terbuka. . akan datang. bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. mencari-cari. Mempelajari masalah dalam masyarakat. 2. sekarang. pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Penelitian Evaluasi. pandangan. PENELITIAN SECARA UMUM : o Penelitian Survei: Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program). menghimpun fakta. daerah dsb. Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok. Penelitian Deskriptif. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda. Peneliti mengembangkan konsep. Variabel : masa lalu. Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan). sikap.

membuktikan teori. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi. TUJUAN PENELITIAN : Secara umum ada empat tujuan utama : 1. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada 3. mengembangkan teori. Tesis. pendekatan. Menggunakan data yang sama. teori berdasarkan data. menetapkan konsep. pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan.com JENIS-JENIS PENELITIAN Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan.4.wordpress. bertujuan mengadakan generalisasi empiris. 5. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu 2. Penelitian Prediksi. menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis. dan analisis & jenis data. 6. Penelitian Menurut Tujuan . Teori menerangkan data setelah data diurai. 1. tingkat eksplanasi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu. Penelitian Pengembangan Sosial. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada 4. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar. o Grounded Research Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan. 1998-2003. Disertasi) Sumber : http://skripsistikes. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Dalam riset ini data merupakan sumber teori.

2. b. c. Contoh : Sesaji terhadap keberhasilan bisnis. a. distribusi dan hubunganhubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis. e. b. tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut.a. Penelitian Survey Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil. Penelitian Ex Post Facto Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Policy Reserach . Penelitian Menurut Metode. Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan hasilnya). d. Penelitian Eksperimen Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti. Penelitian Naturalistic Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif. Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.

f. yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu. h. Penelitian Deskriptif . Penelitian Evaluasi Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan. sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. a. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi. kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Jadi penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. 3. iklim kerja. sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar. 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja. evaluasi. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif. dan sintesa data diperoleh. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Action Research Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. melalui pengumpulan. sehingga ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. g. dan pranata. yaitu untuk membandingkan suatu kejadian. 2) perilaku. Sumber datanya bisa primer.Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada. verifikasi.

Naturalistik e. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan. Asosiatif b. 4. Kuantitatif b. Data kuantitatif adalah data berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (scoring). Post Facto c. Komparatif c. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu. Jenis-jenis Penelitian Tujuan a. Penelitian Asosiatif/Hubungan Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Eksperimen d. c. meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua hal utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Ex. skema dan gambar. Kualitatif c. atau penghubungan dengan variabel yang lain. Terapan Metode a. kalimat. b. Penelitian Komparatif Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Survey b. Gabungan .Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri. atau dalam waktu yang berbeda. Policy Research Tingkat Eksplanasi Analisis & Jenis Data a. Murni b. baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan. Deskriptif a. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata.

yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek. Jenis-jenis Penelitian Jenis penelitian berdasarkan pendekatan Berdasarkan pendekatan. Action Research g. kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. Penelitian Kuantitatif Penelitian Kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif – induktif.kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic. . M. Sejarah Sumber : Materi Kuliah Metode Penelitian Sosial Dosen: Humam Santosa Utomo. Evaluasi h. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif Jenis penelitian berdasarkan fungsinya Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama. 1. yaitu : 1. gagasan para ahli ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori .f. secara garis besar dibedakan dua macam penelitian.

Penelitian Terapan Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataankenyataan praktis. Dapat dilakukan . B. Penelitian Evaluatif Penelitian evaluatif (Evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. improftif . semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apadanya.Secara umum dan mendasar dapat dibedakan menjadi 3 macam penelitian : 1. dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik 1. prediktif . Penelitian Dasar Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research). tau lembaga. organisasi. Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. yaitu penelitian yang diarahkan pada pengujian teori. dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. sedangkan unit dapat berupa tempat. dan eksplanatif. Penelitian Prediktif Penelitian prediktif (predictive research) ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. penerapan. JENIS – JENIS PENELITIAN BERDASARKAN TUJUANNYA Jenis – jenis penelitian berdasarkan penelitiannya di bedakan antara lain penelitian deskriptif . Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian. A. proses ataupun hasil kerja. 1. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program.

melalui studi kecenderungan dengan melihat perkembangan melalui jangka waktu tertentu. kegiatan atau pelaksanaan suatu program. dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west. Penelitian eksplanatif mencoba untuk mencarai hubungan antar hal tersebut.wordpress. menguji hipotesis. Penelitian Eksplanatif Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar suatu fenomena untuk variabel. penelitian deskriptif juga . Penelitian ini juga sering disebut noneksperimen. Di samping itu. D. karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.com PENELITIAN DESKRIPTIF Setelah mempelajari materi ini. Menguasai macam-macam penelitian deskriptif. pada saat ini atau pada saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya pada masa yang akan datang. Penelitian Improftif Penelitian inproftif (improvetive reasearch) ditujukan untuk memperbaiki. anda diharapkan akan dapat:      Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif. Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan korelasional atau saling hubungan. Dengan metode deskriptif. 1982). meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan. Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.1982:119). Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya. mengembangkan generalisasi. sumbangan atau kontribusi suatu variabel terhadap variabel lainnya. C. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best. penelitian memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel. Sumber : gayul.

permasalahan yang diteliti signifikan. teknik sampling harus ditentukan secara hati-hati. dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. tujuan harus diuraikan secara jelas. karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks. Kedua. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya. Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Dalam penelitian deskriptif. variabel penelitian dapat diukur. dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Pertama.merupakan penelitian. Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas. maupun perkembangan individual. yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Sebagai contoh. penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. kelompok anak. Dalam perkembangan akhir-akhir ini. metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para penelitian karena dua alasan. Penenelitian deskriptif juga dapat dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan antarvariabel yang lebih kompleks. misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah. peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi. Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan . metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. Dengan penelitian deskriptifi. dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang terjadi. dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama. penelitian deskriptif pada umumnya menarik para peneliti muda. Disamping itu.

Menentukan kerangka berpikir. LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut. 3. 6. agar di lapangan. akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam observasi. dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat. mengorganisasikan. seringkali memperoleh responden yag sangat sediit. 5. dan juga mencari hubungan komparasi antarvariabel. 1. Setiap ahli penelitian sering dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan . Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut. peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang diperlukan.penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian. 2. Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan secara jelas. Mengumpulkan. dan menganalisis data. menentukan instrumen. dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian. 4. sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi. sampel. Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara. teknik sampling. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan. mengumpulkan data. 7. Membuat laporan penelitian MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. 8. kadangkala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas. dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.

Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang menjadi latar belakang para ahli tersebut. . dan rekaman. Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini mempunyai 5 tujuan penting. cenderung sedikit bervariasi. dan studi sosiometrik. Penelitian Laporan Dari (Self-Report research) Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. kamera. Perbedaan pandangan tersebut. salah satu diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian deskriptif dilakukan oleh peneliti. macammacam penelitian deskrptif minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam. peneliti juga dianjurkan menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data. Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara langsung. yaitu laporan dari atau self-report. para peneliti harus dapat menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai peneliti. Alat-alat tersebut digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan. Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara. yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami. Dalam penelitian self-report. Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan. termasuk misalnya dengan menggunakan perlengkapan lain seperti catatan.jenis penelitian deskriptif. (follow-up study). Dalam penelitian self-report. yaitu :  Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui sistem kelembagaan. studi perkembangan. Salah satu contoh penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah. studi lanjutan.

    Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi usaha kecil dan menengah. implementasi. Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina.500. COLOMBO PLAN STAFF CALLEGE (CPSC).000. pengusaha kecil mempuyai asset P 1.000 . Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.001-P 15. dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional. yaitu lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian. Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah. Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC).000.001-P60. Subjek penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi. adalah para pengusaha atau entrepreneur . Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil Menengah (BSMD). Yang berkaitan dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk: Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and Industry (DTI). dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Merumuskan kebijakan. Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.001.baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset <P1.000. dan sistem monitoring yang relevan dengan kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. dan pengusaha menengah mempuyai P15.500. Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.000.

regional. prosedur dan jumlah biaya yang jelas tersebut. tenaga kerja dan perburuhan. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri. depertemen keuangan. fisik. lingkungan dan sumber daya alam. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal. peneliti pada waktu yang sama dan disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini. Pertanian. bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.dan jumlah pembiayaan pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. pemerintah dan dan pariwisata. reaksi terhadapan tertentu. Wewenang. sains dan teknologi. Pada masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur. peneliti menggunakan . misalnya: intelektual. reformasi agraria. Studi Perkembangan (Developmental Study) Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku. dan provinsi. wewenang. emosi. transportasi dan komunikasi. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel yang utamakan membedakan antara tingkat umur. pekerjaan dan pubik jalan raya. Data yang diperoleh dari masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat asosiasinya. anggaran dan manajemen. pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang diteliti. kita mereka melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut. Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu. sasaran penelitian perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun dalam kelompok. ekonomi nasional dan otoritas pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional. dan perkembangan sosoial anak. pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha.Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Studi perkembangan ini biasa dilakukan baik secara cross-sectional atau logiotudinal Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional.

Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan. misalnya program pendidikan kepada subjek yang di teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat. misalnya rogram pendidikan. untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Studi kelanjutan ini di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral. misalnya: satu kelas satu sekolah. peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. enam bulan. setelah mereka selesai program pendidikannya. Pada kasus ini. Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya menyangkut pengaruh suatu perlakuan.responden sebagai sampel tertentu. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian. Out (keluran) berkaitan dengan informasi hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan. Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya dalam kelompok organisasi. Dengan menggunakan gambar sosiogram. Studi Kelanjutan (Follow-up study) Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa periode waktu tertentu memproleh perlakuan. Studi Sosiometrik (Sociometric study) Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu kelompok individu. kemudian dicermati secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga bulan. satu tahun. Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka. setelah subjek atau responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya: . Sebagai contoh Badan Akreditasi Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja. Dari setiap anggota. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. dia dapat memilih satu atau tiga dalam kelompoknya.

Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas. Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya. studi perkembangan. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi. sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan variabel status seseorang misalnya pemimpin formal. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif. Dibidang pendidikan. agar pada waktu menjaring data di lapangan. “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam kelompoknya. kadang kala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. dan studi sosiometrik. “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam kelompok. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya. studi kelanjutan. Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas. peneliti tidak mengalami kesulitan. seperti berikut. pemimpin dalam lembaga pendidikan atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.   “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. .      Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian. Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan. penelitian deskriptif dapat dibedakan antara lain menjadi penelitian diri.    Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan. dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.

Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. 1998:15). dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell. teknik sampling. untuk mengembangkan teori. peneliti adalah instrumen kunci. peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya. masalah penelitian. dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. . tema.    Menentukan kerangka berfikir. menentukan instrumen pengumpul data. untuk memahami interaksi sosial. dan meneliti sejarah perkembangan. peneliti membuat suatu gambaran kompleks.penalaran-unm. laporan terinci dari pandangan responden. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Bogdan dan Taylor (Moleong. dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas. Membuat laporan penelitian Sumber: www. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. termasuk dalam hal ini menentukan populasi. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis.org Metode Penelitian Kualitatif Dalam penelitian sosial. Dalam penelitian kualitatif. Oleh karena itu. meneliti kata-kata. dan menganalisis data. topik. Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan. Pada pendekatan ini. Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan. untuk memastikan kebenaran data. menganalisis. sampel. untuk mengetahui makna yang tersembunyi.

yaitu: 1. perspektif teori menyajikan tentang teori yang digunakan sebagai perpektif baik dalam membantumerumuskan fokus kajian penelitian maupun dalam . Sistematika Penelitian Kualitatif Judul Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Bab I Pendahuluan Konteks Penelitian Fokus Kajian Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Bab II Perspektif Teoritis dan Kajian Pustaka Bab III Metode Penelitian Pendekatan Batasan Istilah Unit Analisis Deskripsi Setting Penelitian Pengumpulan Data Analisis Data Keabsahan data Bab IV Hasil dan pembahasan Bab VI Kesimpulan dan saran Daftar pustaka Lampiran Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur yang ada dalam penelitian kualitatif. Abstrak penelitian selain sangat berguna untuk membantu pembaca memahami dengancepat hasil penelitian. ditulis sesingkat mungkin tetapi mencakup keseluruhan apa yang tertulis di dalam laporan penelitian. 3.B. Penulisan judul sedapat mungkin menghindari berbagai tafsiran yang bermacam-macam dan tidak bias makna. Judul. singkat dan jelas serta mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian penelitian. 2. juga dapat merangsang minat dan selera orang lain untuk membacanya. Abstrak. Perspektif teoritis dan kajian pustaka.

Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu.melakukan analisis data atau membahas temuan-temuan penelitian. 2. sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Menurut Creswell (1998:54). Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri. peneliti harus kembali mencermati secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif teoritis yang digunakan. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). Biografi Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. menyajikan seluruh temuan penelitian yang diorganisasikan secara rinci dan sistematis sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian penelitian. Sementara kajian pustaka menyajikan tentang studi-studi terdahulu dalam konteks fenomena dan masalah yang sama atau serupa. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian. Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. C. yaitu: 1. Analisis temuan– temuan penelitian. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti . Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. menyajikan secara rinci metode yang digunakan dalam proses penelitian. 5. Hasil temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan makna di balik fakta. 4. Fenomenologi Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis penelitian. Temuan–temauan penelitian. 6. Temuan-temuan penelitian yang disajikan dalam laporan penelitian merupakan serangkaian fakta yang sudah direduksi secara cermat dan sistematis. dan bukan kesan selintas peneliti apalagi hasil karangan atau manipulasi peneliti itu sendiri. Metode yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami.

Sebagai proses. yaitu: 1. kebiasaan. bahasa. Metode Pengumpulan Data Beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Studi kasus Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku. memiliki pengambilan data yang mendalam. 3. dan cara hidup. aktivitas. dan menyertakan berbagai sumber informasi. tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Wawancara Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. dan kasus yang dipelajari berupa program. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. atau individu. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang . Etnografi Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat. Grounded theory Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu. peristiwa.menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden. etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku. 5. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. D. bertindak. 4. Situasi di mana individu saling berhubungan. dan interaksi dalam kelompok.

yaitu observasi partisipasi. 2. kontak mata. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara. waktu. mulai dengan informasi fakta. Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif. dan observasi kelompok tidak terstruktur. dan kepekaan nonverbal. Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. kegiatan. objek. kejadian atau peristiwa. dan kontrol emosi negatif. di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. untuk menjawab pertanyaan. berikan kesan positif. hindari pertanyaan multiple. dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.    Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden. pelaku. Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah. ulang kembali jawaban untuk klarifikasi. kecepatan berbicara. Dalam mencari informasi. dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek. yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). dan perasaan. perbuatan.diwawancarai. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. observasi tidak terstruktur. peneliti melakukan dua jenis wawancara. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian. jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport. Observasi Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat). . sensitifitas pertanyaan. untuk membantu mengerti perilaku manusia.

Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. Dokumen Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. yaitu: 1. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak. e. dan sebagainya. 3. serta mencari epipani dari kisah tersebut. seperti interaksi . E. buku atau catatan harian. Focus Group Discussion (FGD) Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. yaitu otobiografi. dan lain-lain. Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna. Biografi Langkah-langkah analisis data pada studi biografi. yaitu: a. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian kualitatif. remaja. data di server dan flashdisk. surat-surat pribadi. laporan. d. data tersimpan di website. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. klipping. Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis. intensitas atau kekuatan respon. b. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam. dan kualitas perilaku. catatan harian. cenderamata. artefak. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk suratsurat. dan pekerjaan.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah topografi. c. dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti pengalaman pendidikan. memorial. dokumen pemerintah atau swasta. stimulus kontrol (kondisi dimana perilaku muncul). jumlah dan durasi. pernikahan. foto. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif di dasarkan pada pendekatan yang digunakan. Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode.

Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan. d. riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu. sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan). gabungan dari gambaran tersebut ditulis. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. b.sosial didalam sebuah kelompok. Kemudian. 3. Grounded theory Langkah-langkah analisis data pada studi grounded theory. yaitu: a. c. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut. ideologi. yaitu: a. g. kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu. f. f. d. teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. peneliti mengidentifikasi suatu peristiwa. c. e. 2. Setelah itu. Fenomenologi Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi. peneliti membentuk kategori informasi tentang peristiwa dipelajari. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan. dan konteks sejarah. Selanjutnya. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data. menyelidiki . Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi). Axial coding. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. budaya. Mengorganisir data b. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi. Open coding.

e. Mengorganisir file. alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol. Menginterpretasi penemuan. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori. e. e. mengidentifikasi setiap kondisikondisi. Selective coding. c. sejarah. b. d. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. peneliti mengidentifikasi suatu jalan cerita dan mengintegrasikan kategori di dalam model axial coding. atau uraian. Oleh karena itu. yaitu: a. dan menggambarkan peristiwa tersebut. f. dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi peristiwa. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya. . yaitu: 1. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel. yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif. yaitu: a. F. Etnografi Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti. Mengorganisir informasi. b. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain. gambar. Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan dan menggambarkan suatu acuan yang menerangkan keadaan sosial. dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian.kondisi-kondisi yang menyebabkannya. c. d. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. 5. Kredibilitas Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Keabsahan Data Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal. 4. Studi kasus Langkah-langkah analisis data pada studi kasus. dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data. Menyajikan secara naratif.

Hal ini dilakukan dengan membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam mengumpulkan data. . b. dan menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan. serta denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang data. membentuk. dan untuk membangun kepercayaan para responden terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. dengan mengaplikasikannya pada data. e. serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. 2. Reliabilitas Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan definisi yang dirumuskan berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti. 4. triangulasi. Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Transferabilitas yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain.Beberapa kriteria dalam menilai adalah lama penelitian. membandingkan dengan hasil penelitian lain. per debriefing. Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian-pengujian untuk mengecek analisis. bisa mempelajari kebudayaan dan dapat menguji informasi dari responden. observasi yang detail. Memperpanjang masa pengamatan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. 3. metode pengumpulan dan analisis data. dan member check. Pengamatan yang terus menerus. yaitu: a. Konfirmabilitas yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan. untuk menemukan ciri-ciri dan unsurunsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang diteliti. G. c. Triangulasi. analisis kasus negatif. Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian. pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. d. situasi dan kondisi sosial.

(IAHS) Sumber : www. serta hubungan peneliti dengan responden.status dan kedudukan peneliti dihadapan responden. 2011 by enikekawati Filed under: pendidikan .penalaran-unm.org Posted on May 21st.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful