You are on page 1of 28

Pembangunan Sistem Pakar

ES vs SE Siklus Hidup Sistem Pakar berbasis Web

ES vs SE
• ES untuk persoalan dunia nyata • Kebutuhan: ES berkualitas sesuai standar SW konvensional • SE: metodologi standar pengembangan SW untuk komersial, industri, pemerintah • Beda ES dan SE (consumer product):
– Efektifitas, efisiensi, dan satisfaction – Critical application (performansi pakar)

Produk SE
• • • • • On-time Cost-effective Validated-verified, and tested Well documented Easily maintanable and enhanceable

SW Quality Metrics

Ukuran Kualitas ES
• • • • • • • • • • • Input benar Æ output benar, output lengkap Input beberapa kali Æ output konsisten Reliable, accurate, precise Usable and user friendly Maintainable and enhanceable Validated to user needs Verified knowledge base Tested for correctness and completeness Cost effective Code: reusable, understanable, portable Explanation facility

test β . DBS: CDM. DBS: PDM KBS: kode pengetahuan Tahapan Umum Pembangunan ES (high level view) Studi kelayakan Rapid prototype α .Tahapan Proses Pembangunan SW Dunia nyata Model konseptual Model dunia nyata SE: DFD. KBS: model pengetahuan Model struktur SW DBS: Logical data model. KBS: struktur basis pengetahuan Model Implementasi SE: kode program.test Sistem Kualitas Maintenance & Evolusi .

: Spiral Model ES Dev. 7. 4. analysis. 3. 5. 3. 3. 4. Design knowledge structure Implementation strategy Detailed user interface Design specifications and report Detailed test plan Test audit review System evaluation Final review 1. Acquisition strategy Knowledge element identification Knowledge classification system Detailed functional layout Preliminary control flow Preliminary user’s manual Requirements specifications Knowledge baseline: correct. 2. 4.ES Dev. 4. 8. 2. and extraction Definition Detailed Design Work plan Knowledge Definition Knowledge Design Knowledge Verification (1) Feasibility assessment (2) Resource management (3) Task phasing (4) Schedules (5) Preliminary functional layout (what: high level functions) (6) High level requirements (how) 1. 5. Testing results evaluation Recommendations Validation to user needs and requirements Final report . 2. Knowledge representation Detailed control structure Internal fact structure Preliminary user interface Initial test plan Code and checkout Formal Test Test Analysis KBS design review Test readiness review 1.: Linear Model Planning Source identification and selection Knowledge acquisition. 5. 6. 2. 3. adequate Knowledge review 1.

struktur kontrol CLIPS. elisitasi pengetahuan Æ laporan 18 Maret 2008 • Desain pengetahuan: representasi. UI Æ laporan 22 April 2008 • Coding & test • Evaluasi sistem Æ presentasi 6 Mei 2008 Studi Kelayakan • Masalah dan resources Æ solusi=SBP? Efektif ? • Masalah: – Ada masalah perlu solusi? – Sistem pakar cocok ? – Sistem pakar dibutuhkan ? • Solusi terbaik ? • Tersedia biaya besar ? • Resources – Tersedia good expert – Dukungan manajemen .Tahapan Tugas IF5031 • Studi kelayakan: evaluasi domain • Akuisisi pengetahuan: spesifikasi kebutuhan.

Good Expert • Cooperative – if an expert think that ES will put his job at risk. he will be uncooperative • Competent – KE difficult to judge if an expert is competent – incompetent expert leads to non-optimal ES – group of experts: may have different views • articulate (explainable) – able to explain how he solves problems • close/accessible Tahap Spesifikasi Kebutuhan • Tahap spesifikasi kebutuhan secara umum (SE): – Menjelaskan objektif proyek dan cara mencapainya • Tahap spesifikasi kebutuhan untuk sistem pakar: – – – – – – – Masalah Output Æ solusi what ES will do why ES is necessary Tujuan dan batasan Harapan pengguna Skenario pengujian sistem: kelengkapan .

KE dapat mengecek apakah semua tujuan sudah tercapai Dokumen Spesifikasi • Kompleksitas spesifikasi sangat bervariasi (tergantung masalahnya) • Struktur umum dokumen spesifikasi: – introduction – ES functions – constraints – miscellaneous issues .Mengapa Perlu Dokumen Spesifikasi ? • Deskripsi yang tepat dari masalah dan tujuan • Dapat digunakan untuk mengecek apakah sistem pakar sudah lengkap – Di akhir tahap pengembangan.

Security (user bisa mengubah basis pengetahuan). error identification (penanganan) 4. preprocessing data yang dibutuhkan). Introduction – problem overview (pemahaman masalah dan pentingnya masalah diselesaikan) – user profile (pengguna sistem dan interaksi yg dilakukan) – project goals (bagian masalah mana yang akan diselesaikan) 2. ES functions – system outputs (detil dan format). compatibility with previous products.Struktur Dokumen Spesifikasi 1. dan isu relevan lainnya . NLP). external interfaces. maintainability (periode updating). – auxiliary features (explanation. – implementation priorities Struktur Dokumen Spesifikasi (2) 3. – – – – – – – – Constraints Hardware. – miscellaneous issues Metode verifikasi dan validasi. reliability. reliability (akurasi dan efek kesalahan). dokumentasi (siapa pembacanya). – system inputs (format. speed of execution.

Tim Pengembang Tahap Planning Anggota Tim Pengembang • Expert / knowledge provider – Narasumber pengetahuan • Team leader/ project manager • Knowledge engineer / analyst • Knowledge system developer / analyst Æ KE – Mengimplementasi SBP pada platform tertentu • Knowledge manager – Monitoring tujuan organisasi dalam pengembangan sistem dan aset pengetahuan • Knowledge user ? – Narasumber kebutuhan .

Project Manager • Manajemen aktivitas – Planning. monitoring. scheduling. analisis • Manajemen konfigurasi produk – Manajemen produk (versi produk) – Manajemen perubahan • Perubahan dan evaluasi impact Æ lakukan perubahan Æ install produk versi baru • Manajemen resources Pemilihan Perekayasa Pengetahuan • • • • • • • • kompeten Berpikir terstruktur sabar bersahabat good inter-personal communication skills Tertarik belajar suatu domain baru Percaya diri dgn kemampuannya KE lebih baik yang tidak mengerti dengan problem domain • should avoid becoming an "expert" .

PC – Pengetahuan mudah didapat dari pakar dan dari printed material – Tim pengembang (alternatif): • Pakar sendiri • Pakar + 1 KE – Waktu pengembangan: 6 bulan .Interaksi dalam Tim Pengembang knowledge manager defines knowledge strategy initiates knowledge development projects facilitates knowledge distribution knowledge provider/ specialist elicits knowledge from elicits requirements from knowledge engineer/ analyst manages project manager validates delivers analysis models to KS manages uses knowledge user designs & implements knowledge system developer Pengembangan ES Kecil • small/simple systems – 100~200 rules.

interview pakar Junior KE: hadir dlm interview.Pengembangan ES Medium • 250~1000 rules • Kompleksitas masalah sedang • Pengetahuan dari printed material tidak cukup/lengkap Æ perlu pakar • Tim pengembang: – – – – Pakar Team leader: senior KE. dan dikerjakan oleh tim berbeda • Tim pengembang: – – – – Project manager Beberapa pakar Beberapa team leaders Beberapa junior KE . dokumentasi Analis sistem: interface ES dgn sw/hw lain • Waktu pengembangan: 1~ 2 tahun Pengembangan ES Besar • • • • >1000 rules Kompleksitas masalah tinggi Perlu interfacing dgn h/w lain Masalah dibagi menjadi beberapa komponen.

and concept sorting. e.. interviews. – several techniques are used for this purpose.Akuisisi Pengetahuan Akuisisi Pengetahuan Model driven KA Model of Expertise Akuisisi Pengetahuan • transfer and transform of problem solving expertise from a knowledge source • Knowledge elicitation: – Akuisisi pengetahuan dengan pakar sbg sumber pengetahuan. .g. protocol analysis.

validasi pengetahuan Knowledge Modeling • Data driven modeling – Model dibuat dari awal berbasis data hasil elisitasi pengetahuan (1st generation ES) – Tidak menggunakan predefined models • Select and modify – Pilih model yang sudah ada (general problem solving) – Adaptasi untuk kebutuhan aplikasi • Compositional modeling from library element – 2nd generation ES – expertise model is constructed in an incremental fashion from available generic components .Model driven Knowledge Acquisition • Knowledge modeling: – building a model of KBS • Model instantiation: – filling the model with domain knowledge • Model validation: – validating the developed KB – Validasi model.

– useful in the initial stages of KA.Instansiasi Model • KA: proses mengisi model • Model menentukan pengetahuan yang dibutuhkan • Ada beberapa model yang memiliki tools KA. . Tipe Pengetahuan • Declarative knowledge: – represents surface level of information that experts can verbalize. less value in later stages. • Procedure knowledge: – includes the skills an individual knows how to perform. • Meta-knowledge: – knowledge about how to use the knowledge that we have – knowledge used to help domain experts to retrieve their knowledge.

atribut dan hubungannya – Domain specific heuristics for problem solving concepts – factual knowledge about the application domain • Inference knowledge – knowledge about how the domain knowledge can be applied in the reasoning process – Functional behavior of problem solving concepts • Task knowledge – knowledge about the control of the reasoning process such that a solution can be found in an effective and efficient way – Goals of task. control knowledge Contoh MoE .Model of Expertise (MoE) • Domain knowledge – Domain specific concepts.

tapi unreadable) .Tahapan Akuisisi Pengetahuan • Identification – Identifikasi karakteristik masalah • Conceptualization – Menemukan konsep2 untuk merepresentasikan pengetahuan • Formalization – Design struktur untuk mengorganisasikan pengetahuan • Implementation – Formulasi pengetahuan ke bentuk runnable program • Testing – Validasi pengetahuan KA Bottleneck • Knowledge elicitation: mahal dan lambat – hanya 2~5 rules per hari • Mengapa lambat ? – Konsep2 dalam domain sulit dijelaskan kepada PP • Pengetahuan pakar itu “compiled” (seperti compiled program – fast dan efisien.

pengalaman.KA Bottleneck: Mengapa lambat ? • Fakta2 dan konsep tidak cukup. pengetahuan relevan lainnya. ♦ problem-solving strategies. – Pengetahuan pakar: ♦ domain-related facts & principles. ♦ Kepakaran domain dapat diaplikasikan lebih luas: common-sense knowledge The Two Faces of the Coin • knowledge engineers often consider – – – – an expert is a resource to be exploited knowledge is the property of the company. ♦ explanations and justifications. dibutuhkan juga pengetahuan strategik. not the expert it is the best of mankind to record all expertise experts desire ES in order to concentrate on more interesting problems • experts think that – the above arguments are not convincing – the biggest impact on their profession is in the redistribution of power .for instance. ♦ meta-knowledge . knowledge about when to use a particular piece of knowledge.

notes) – Meminta pakar membawa materi yang relevan – Mempersiapkan content: background reading • Kick-off interview diikuti interview terstruktur/tidak . agenda. pakar.Teknik Akuisisi • Manual: 1. alat perekam (tape. Observasi 3. end-user • Persiapan PP: – Mengetahui dengan jelas tujuan interview – Merencanakan interview: jadwal (waktu dan tempat). Intuitive • Otomatis: – Menggunakan tools untuk memfasilitasi akuisisi 1. Interview • Pihak yang terlibat: PP. Interview 2.

high-priest (agung. diskusi tentang background reading (overview domain). penjelasan singkat tentang SBP. discuss the more unusual and difficult areas).Kick-off Interview • Tujuan: – Membangun friendly relationship antara pakar dan PP – Memberitahukan tujuan SBP • Masalah yang mungkin muncul dari pakar: – Terancam. sosialisasi pentingnya proyek. pseudoAI-literate (sok tahu tentang SBP Æ sistem internal) Kick-off Interview (2) • Antisipasi masalah oleh PP – Menyatakan pentingnya keterlibatan pakar – Memperkirakan effort yang dibutuhkan – Menyatakan perubahan yang diinginkan (tujuan SBP) • Agenda: – Perkenalan pakar dan PP. uncommunicative. uncaring. memandang rendah PP. paternalistic (paling tahu yang terbaik. menyusun pertemuan selanjutnya . menyepelekan SBP). harapan pakar. harapan PP. sinis.

Teknik Questioning • Pertanyaan langsung (direct): – Untuk mendapatkan informasi yang spesifik – Apa yang dimaksud dengan …? – Apakah benar ….? • • • Pertanyaan tidak langsung (indirect): – Untuk mendapatkan informasi tambahan – Isu apa yang berkaitan dengan …? Probes/Investigasi: – Untuk mendapatkan informasi pada isu tertentu – Tolong jelaskan tentang …? Prompts: – (re)direct interview to different area – Tolong jelaskan kembali tentang …? Penggunaan Teknik Questioning beginning of topic prompts / indirect probes direct end of topic .

Interview Terstruktur • Dipandu oleh PP • Pakar diminta fokus pada satu isu pada satu saat – Gunakan teknik probe atau pertanyaan langsung • +: Info yang didapatkan fokus pada isu tertentu: konsep2 yang berhubungan dan mempermudah menstrukturkan pengetahuan • -: PP butuh pengetahuan domain yang lebih dalam (menyusun pertanyaan. sedikit fakta. terpotong2. fokus tentang konsep2 dan metode2 penting • -: Pengetahuan dangkal. atau strategi . konsep. menghindari pengalihan fokus) Interview Tidak Terstruktur • Dipandu oleh pakar • Topik diskusi diserahkan ke pakar: lebih relevan • +: pemahaman umum tentang problem/domain.

2. Observasi • quiet on-site observation – Pakar bekerja tanpa interrupt atau gangguan – Pakar berpikir sambil bicara ketika memecahkan masalah • on-site observation with discussion – PP dapat meng-interrupt ketika pakar memecahkan masalah • exercising the expert – Pakar diberikan kasus untuk diselesaikan – PP dapat membuat kasus yang lebih sulit • Problem description and analysis – Menggunakan buku untuk mendapatkan fitur2 domain – Pakar menjelaskan fitur2 penting dalam domain 3. Intuitive • Tukar peran PP dan pakar • Pakar mengobservasi dan bertanya kepada PP ketika PP memecahkan masalah .

Teknik Akuisisi Web-based Expert System .

Web-based Expert System • Web based expert system development project: 1. Expert System Development Subproject 2. Web Site/Application Development Subproject Expert System Developing Process Knowledge representation .

Web Site/ Application Developing Process Web-based ES Dev. Project .

MIKE Model based and incremental KE Proses dengan MIKE .

Riley. Prentice Hall • Ioannis M. Tharam S. ITEE'2005 . Dokas (2005) Developing Web Sites For Web Based Expert Systems: A Web Engineering Approach. (1994) Expert Systems.Pustaka • Giarratano. • Sabrina Sestito. (1994) Automated knowledge acquisition. Dillon. 2nd edition.