You are on page 1of 6

DATA FOKUS DATA SUBJEKTIF 1. Orang tua klien mengatakan teraba mass padat pada perut anaknya 2.

Orang tua klien mengatakan BAK terdapat darah (hematuria) 3. Terdapat demam, malaise, anoreksia 4. Orang tua klien mengaku cemas anaknya harus dioperasi 5. Orang tua klien bunging pengobatan selanjutnya DATA OBJEKTIF 1. BB : 22 Kg 2. TD : 110/75 Suhu : 38o C Nadi : 100 x / menit 3. Konjungtiva anemis 4. HB : 9 gr/dl, urin : eritrosit banyak 5. CT-Scan Abdomen dengan konsentrasi kesan : Pembesaran ginjal, infiltrasi Tumor ke jaringan sekitar 6. USG kesan : tumor solid / padat 7. Hasil rontgen BNO – IVP : gambaran distorsi, penekanan dan pemanjangan susunan pelvis & kalises 8. Hasil Renoarteriogram : gambaran arteri memasuki daerah tumor

HB : 9 gr/dl.ANALISA DATA DATA DS : 1. Orang tua klien mengatakan teraba mass padat pada perut anaknya DO : 1. Hasil rontgen BNO – IVP : gambaran distorsi. urin : eritrosit banyak 2. Orang tua klien mengatakan BAK terdapat darah (hematuria) 2. USG kesan : tumor solid / padat 4. CT-Scan Abdomen dengan konsentrasi kesan : Pembesaran PROBLEM Gangguan pemenuhan eliminasi urine ETIOLOGI efek sekunder dari obstruksi saluran kemih dari tumor ginjal . penekanan dan pemanjangan susunan pelvis & kalises 3.

HB : 9 gr/dl. TD : 110/75 2. Orang tua klien mengeluh bingung akan pengobatan Kecemasan Proses pembedahan Kurang pengetahuan Proses penyakit dan rencana pengobatan . Orang tua klien mengaku cemas anaknya harus dioperasi DS: 1. Konjungtiva anemis DS : 1. Terdapat malaise DO : 1. urin : eritrosit banyak 4. infiltrasi Tumor ke jaringan sekitar DS : 1.ginjal. Hasil Renoarteriogram : gambaran arteri memasuki daerah tumor 3. Anoreksia DO : 1. BB : 22 Kg Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Anoreksia Intoleransi aktivitas Kelelahan DS: 1.

letakkan air hangat dan dingin secara bergantian pada daerah suprapubis.d anoreksia 4. letakkan tangan dalam air hangat sesuai kebutuhan. Resiko perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b. Berikan stimulasi terhadap pengosongan urine dengan mengalirkan air. 2. Mampu mengosongkan kandung kemih.d proses infeksi TUJUAN: 1.d proses penyakit dan rencana pengobatan INTERVENSI KEPERAWATAN Hipertermi b. Pengeluaran urine normal.selanjutnya DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Intoleransi aktivitas b. Observasi dan catat jumlah/frekuensi berkemih. . Mampu mengontrol pengeluaran urine. KRITERIA HASIL: 1. 2. Gangguan pemenuhan eliminasi urine b.d efek sekunder dari obstruksi saluran kemih dari tumor ginjal 2. 2. 3. Kurang pengetahuan b. Mengosongkan kandung kemih secara teratur dan tuntas. Tingkatkan pemberian cairan.d proses pembedahan 5. Lakukan palpasi terhadap adanya distensi kandung kemih. Kecemasan b. 4.d kelelahan 3. INTERVENSI : 1.

d anoreksia TUJUAN : Kebutuhan Nutrisi tubuh terpenuhi KRITERIA HASIL : 1. Seimbangkan istrahat dan aktivitas bila ambulasi 6. Beri diet yang bergizi 4. Letargi. Klien dapat beraktivitas kembali INTERVENSI : 4. Pertahankan tirah baring bilah terjadi edema berat 5. Orang tua klien tidak menunjukkan tanda kecemasan lagi 2. Kecemasan b. Klien tidak terlihat kelelahan 2. Klien tidak terlihat lemas 3.d kelelahan TUJUAN : Pasien mendapat istrahat yang adekuat KRITERIA HASIL : 1. Orang tua klien merasa aman dan tidak khawatir . 3. Beri makanan dalam porsi kecil tapi sering 5. Catat intake dan output makanan secara akurat 2. Intrusikan pada anak untukistrahat bila ia merasa lelah 3. Nafsu makan klien kembali normal 2. Intoleransi aktivitas b. Kaji adanya tanda-tanda perubahan nutrisi : Anoreksi.2. Berkurangnya kecemasan 2. hipoproteinemia. Berat badan klien naik INTERVENSI : 1.d proses pembedahan TUJUAN : 1. Resiko perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b. Klien menghabiskan 1 porsi makanannya 3. Beri suplemen vitamin dan besi sesuai instruksi 4. Klien dapat memehami penyakitn KRITERIA HASIL : 1. 3.

dan sifat harapan. alternative pengobatan. Lakukan `evaluasi sebelum pulang ke rumah sesuai indikasi 4. Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan 2.INTERVENSI 1. Berikan lingkungan terbuka dimana pasien merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menolak untuk berbicara. KRITERIA HASIL : 1. Orang tua klien mengerti akan proses penyakit anaknya 2. Orang tua klien tidak bingung akan rencana pengobatan selanjutnya INTERVENSI : 1. 3. Kurang pengetahuan b. Klien akan mengatakan pemahaman tentang proses penyakit dan pengobatan 2.d proses penyakit dan rencana pengobatan TUJUAN : 1. Tinjau ulang pasien/orang terdekatnya pentingnya mempertahankan status nutrisi yang optimal. . Tinjau ulang dengan pasien/orang terdekat pemahaman diagnosa khusus. Beri tahu kebutuhan perawatan khusus di rumah 3. 2. Klien akan berpartisipasi dalam program pengobatan. Dorong dan kembangkan interaksi pasien dengan system pendukung 5. 4. Bantu pasien/orang terdekat dalam mengenali dan mengklarifikasi rasa takut untuk memulai mengembangkan strategi koping untuk menghadapi rasa takut ini.