You are on page 1of 7

BAB FRAKTUR dan DISLOKASI Trauma musculoskeletal sering sekali terjadi pada keadaan gawat darurat.

Segera dapat mengenai otot, ligament, sendi, dan tulang. Ada dua keadaan cedera pada tulang yang memerlukan tindakan penanganan segera, yaitu patah tulang atau fraktur dan dislokasi sendi. Yang sering terjadi adalah patah tulsng atau fraktur, yang sering mengenai anggota gerak. Patah tulang ini jarang mengancam jiwa, namun mengancam anggota gerak. Pengenalan fraktur sangat penting, karena diagnosis yang salah akan menyebabkan terjadinya penatalaksanaan yang salah pula, sehingga akan menyebabkan terjadinya kematian atau amputasi. Ekstremitas terdiri dari empat komponen utama yaitu tulang, jaringan lunak (kulit dan oto), pembuluh darah (arteri dan vena), dan nervus. Hal ini penting karena pada fraktur dapat juga terjadi cedera pada empat komponen tersebut. Penanganan kasus-kasus fraktur mengikuti kaidah umum penanganan trauma, yaitu dimulai dari penilaian A-B-C, baru melakukan penilaian terhadap ekstremitas. DEFINISI Fraktur adalah terputusnya kontinuitas korteks tulang, tulang rawan, dan epifisis. Dislokasi adalah bergesernya atau keluarnya bonggol sendi dari kapsul sendi. Fraktur dan dislokasi secara klinis terlihat gejala berupa adanya deformitas, gerak abnormal, dan nyeri pada ekstremitas Fraktur dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya hubungan luka dengan lingkungan luar, yaitu fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Pada fraktur terbuka, yaitu tulang yang patah mencuatkeluar melalui luka yang terbuka, tindakan pertolongan harus lebih hati-hati. Karena selain bahaya infeksi, gerakan tulang yang patah itu dapat melukai pembuluh-pembuluh darah sekitarnya sehingga terjadi perdarahan baru.

Fraktur tertutup

Fraktur terbuka

.2 DIAGNOSIS dan PENATALAKSANAANNYA Dalam mendiagnosis fraktur dan dislokasi sendi, hal pertama yang perlu diketahui adalah mekanisme traumanya. Hal ini penting untuk memperkirakan lokasi terjadinya fraktur, misalnya apabila jatuh dari

mengatasi nyeri . kita harus dapat mengenali keadaan A-B-C.merelaksasi otot .mencegah kerusakan jaringan lunak lebih lanjut Prinsip immobilisasi . krepitasi .mencegah pergerkan tiga dimensi (vertikal.adanya warna kebiruan atau warna pucat pada anggota gerak yang mengalami fraktur dengan cedera vaskuler FEEL . kulit yang tegang. Fraktur Tengkorak Bahaya terbesar dari tulang kepala yang pecah ialah akibatnya terhadap otak.memfiksasi bagian yang tidak stabil diantara dua bagian yang stabil .diraba pembengkakan jaringan.adanya deformitas (pemendekan atau bengkok) atau kelainan bentuk (bandingkan dengan yang sehat .adanya swelling/bengkak dan bekuan darah dibawah kulit (hematoma) . horizontal. movement LOOK . dan rotasi) A. adanya fragmen tulang yang keluar dari luka .adanya luka pada sekitar tempat trauma. nyeri tekan .diraba suhu permukaan kulit hangat atau dingin (pada patah tulang disertai putusnya pembuluh darah atau kematian anggota gerak) MOVEMENT .ketinggian dalam posisi berdiri dapat menyebabkan fraktur pada tulang punggung ataupun ujung tumit.adanya gangguan fungsi gerak Penanganan awal fraktur dan dislokasi sendi Immobilisasi adalah suatu tindakan untuk memfiksasi dan mencegah pergerakan bagian tubuh yang cidera. Fraktur tengkorak dapat terjadi tertutup ataupun terbuka tindakan pertolongan .diraba adanya ketidakstabilan tulang. Diagnosis fraktur Diagnosis lokal pada lokasi fraktur dilakuakn dengan cara look. Problem yang timbul berkaitan dengan fraktur biasanya masalh sirkulasi yang berupa perdarahan atau oklusi pembuluh darah yang akan mengancam jiwa atau anggota gerak. feel. Kemudian yang kedua. Tujuan immobilisasi .

baringkan penderia dengan letak kepalalebih rendah dari tubuhnya bersihkan luka. ia tidak dapat menggerakan tangannya Tindakan pertolongan . dan tenggorokan dari darah.immobilisasi dengan collar neck . Fraktur Leher Tulang leher adalah bagian dari rangkaian tulang belakang. akibatnya akan sangat fatal.leher yang tertengadah secara berlebihan . Oleh karena itu patah tulang leher termasuk ke dalam kecelakaan berat.hentikan perdarahan . lendir atau muntahan. Jika sumsum tulang belakang yang dilindunginya ikut rusak. jaga airway baringkan penderita dengan kedudukan miring atau kepala ditelungkupkan apabila tidak ada tanda-tanda patah tulang belakan.- penderita tidak boleh terlalu sering diangkat karena dapat memperparah bersihkan mulut. balut dengan kasa steril (lihat penanganan perdarahan kepala) kirim ke rumah sakit B.tangan dan lengan tidak bereaksi bila dirangsang dengan tususkan . Tanda-tanda patah tulang leher : .bila korban masih sadar. pada fraktur terbuka jangan mencuci dengan cairan apapun tutp luka. hidung.jaga A-B-C .

D. Kemudian dengan siku terlipat dan lengan bawah merapat ke dada. Fraktur Lengan Atas Tindakan pertolongan . pembalut disilangkan melalui ppunggung keketiak kanan. dan berikan balutan untuk mengikatnya. lengan digantungkan ke leher . Dan dari pundak kanan disilangkan lagi ke ketiak kiri. Fraktur Tulang Selangka Apabila tulang selangka patah. Dislokasi Siku Fossa artikularis ulnae tergeser ke belakang. biasanya siku tidak dilipat. Dan lengan tidak digantungkan ke leher E. Dalam hal ini pasanglah bidai yang juga meliputi lengan bawah. Ujungnya dipenitikan. Secara klinis tampak lengan bawah memendek dan olekranon sangat menonjol.pasanglah bidai di sepanjang lengan atas. Selain itu. bahu di sisi itu akan condong ke arah dada. Selanjutnya dari bawah ketiak kanan ke depan dan ke atas pundak kanan. . dari pundak kiri. didaerah yang patah akan terasa nyeri.apabila patah tulang dekat sendi siku.C. Tindakan pertolongan Kenakan balutan ”ransel” kepada penderita Caranya . dan seterusnya.

dilakukan traksi lengan bawah dengan siku dalam keadaan fleksi. kemudian lengan bawah difleksikan dimana terasa 'klik' pertanda olekranon kembali ke permukaan sendi yang normal. Fiksasi dengan perban elastik dan tangan digantung dengan collar and cuff.Imobilisasi dengan lempengan gips posterior dari lengan atas ke basis jari-jari dimana siku fleksi semaksimal mungkin tanpa mengganggu aliran darah. Fraktur Vertebrae Tindakan pertolongan .gantungkan lengan yang patah itu ke leher . .Asisten memegang lengan atas dan melakukan tarikan ke atas.kirim ke rumah sakit G. F.biarkan penderita dalam keadaan berbaring. Fraktur Lengan Bawah Tindakan pertolongan .ikat bidai-bidai itu dengan pembalut .Penolong memegang pergelangan tangan penderita.pasangkan bidai di sepanjang lengan bawah . . Traksi dipertahankan. Jangan diubah atau disuruh duduk .Tindakan pertolongan .

untuk mengurangi rasa sakit dan agar tidak bergerak ketika diusung Long Spine Board H. Ini untuk menghambat pembengkakan dan mengurangi rasa sakit .Di bawah lutut dan mata kaki diberi bantalan .Apabila tulang yang patah terdapat diatas pergelangan kaki . Dengan hati-hati angkat penderita ke usungan tersebut beri bantal di bawah pinggangnya.Apabila tidak ada bidai.Pasanglah sepasang bidai yang memanjang dari pinggul hingga ke kaki. betis dibidai dari mata kaki sampai beberapajari diatas lutut . Bidai harus sudah dipasang sebelum penderita dipindahkan ke tempat lain . misalnya dengan mempergunakan papan/long spine board. dapat menggunakan kaki yang sehat sebagai bidai I. kaki diletakkan lebih tinggi dari bagian tubuh lain. pembidaian berlapis bantal dipasangkan dari lutut hingga menutupi telapak kaki .Selama menunggu pengangkutan.Dengan dua bidai. Fraktur Tulang Betis . Fraktur Tulang Paha Tindakan pertolongan .- siapkan usungan yang beralas keras.

Mer-C. dkk. 2000. Mohamad. Pertolongan Pertama. Jakarta : Binarupa Aksara . PT Gramedia jakarta 2. Agus. Kedaruratan Medik Edisi Revisi. Purwadianto. 2007.Daftar Pustaka 1. Basic on Emergency. Jakarta 3. Kartono. 1983.