Osmoregulasi Hewan Air (Desember, 2012

)
REVIEW OSMOREGULASI HEWAN AIR (IKAN) “ Dihalalkan bagimu binatang buruan laut11 dan makanan (yang berasal) dari laut2 sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (Q.S. Al Maidah: 96). Menurut Artawan (2009), ikan yang termasuk ke dalam pisces merupakan organisme terbanyak dengan penyebaran terluas di antara kelompok vertebrata. Mereka mendominasi kehidupan di dalam air dengan variasi adaptasi morfologi, fisiologi dan tingkah laku yang luar biasa. Telah dikenal lebih dari 21.700 species, dan saat ini mungkin telah mencapai sekitar 28.000 species. Pisces menempati habitat yang sangat luas, meliputi : kolam yang luas, sungai yang dalam, telaga gurun yang sempit, lautan terbuka, palung laut yang dalam, sungai di pegunungan yang dingin, lautan garam dekat pantai dan sebagainya. 1: binatang buruan laut yang diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk juga dalam pengertian laut disini Ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya. 2: ikan atau binatang laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar dipantai dan sebagainya. Satu hal yang menarik dalam penyesuaian ikan terhadap lingkungannya ialah pengaturan keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya. Ikan-ikan mempunyai tekanan osmotik. Ikan harus mecegah kelebihan air atau kekurangan air. Cairan tubuh ikan tawar mempunyai tekanan yang lebih besar dari pada lingkungannya, garam-garam cendrung ke luar. Sebaliknya ikan yang hidup di laut mempunyai tekanan osmotik yang lebih kecil dari pada lingkunganya, sehingga terdapat kecendrungan garam-garam masuk ke dalam tubuh dan air keluar. Agar proses fisiologik di dalam tubuh berjalan dengan normal, maka diperlukan suatu tekanan yang layak bagi kehidupan ikan sehingga proses-proses fisiologik

Osmoregulasi Hewan Air (Desember. 2012) .

Konsentrasi osmotik dari sebuah larutan hanya tergantung pada jumlah partikel-partikel tanpa melihat ukuran. Air berpindah secara bebas dari larutan dengan konsentrasi tinggi pada sisi A ke larutan dengan konsentrasi rendah pada sisi B. pertama kali dipublikasikan oleh Abbe Nolet seorang peneliti berkebangsaan Perancis tahun 1748. Osmosis. seperti garam natrium) atau koloid (zat yang tidak mudah terurai menjadi larutan sejati. atau osmolaritas. sehingga menyebabkan perbedaan tinggi permukaan cairan pada kedua lengan. JE. jumlah osmol per liter larutan (mOsmol/L). 2003 dalam Ariyanti. 1. Osmosis merupakan fenomena alam yaitu peristiwa mengalirnya pelarut (biasanya air) mengalir melewati dinding lapisan semi permeabel. Tekanan osmotik dapat diukur dengan penurunan titik beku dan dinyatakan dengan istilah osmolalitas. (Guyton.quinmas. akan menjadi sama dengan tekanan osmotik pada saat mencapai keseimbangan. membran adalah lapisan tipis yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang berbeda berdasarkan sifat permeabilitasnya. PENGERTIAN Menurut Singh (2006) dalam Ariyanti (2009). 2009). Penelitian tentang sifat permeabilitas dan fenomena osmosis. Gambar 01. atau massanya. insang. Perbedaan sifat permeabilitas inilah yang menunjang proses membran untuk diterapkan di hampir seluruh bidang terutama industri kimia. seperti molekul protein yang besar). (William. kulit dan membran mulut dengan berbagai cara (Tridjoko. Efek penambahan zat terlarut yang impermeabel pada satu sisi dari membran semipermeabel. 2006). AC & Hall. Partikel zat terlarut dapat berupa kristaloid (zat yang membentuk larutan sejati.com | Dewi Susylowati 3 . 2009). 2012) www. Besarnya tekanan hidrostatik yang terjadi pada sisi B (diukur dengan tingginya cairan). muatan. Osmoregulasi dilakukan oleh ginjal.tubuhnya berjalan normal dinamakan osmoregulasi. jumlah osmol per kilogram larutan (mOsmol/kg).blogspot. Partikel yang bekerja sebagai osmol efektif harus terdapat dalam jumlah besar Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. Jumlah tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut dengan tekanan osmotik larutan tersebut. dari larutan konsentrasi zat terlarut rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut tinggi. 1997 dalam Rudi.

kulit dan membran mulut dengan berbagai cara (Tridjoko. atau osmolaritas. Osmosis merupakan fenomena alam yaitu peristiwa mengalirnya pelarut (biasanya air) mengalir melewati dinding lapisan semi permeabel. akan menjadi sama dengan tekanan osmotik pada saat mencapai keseimbangan. Jumlah tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut dengan tekanan osmotik larutan tersebut.quinmas. 2009). Efek penambahan zat terlarut yang impermeabel pada satu sisi dari membran semipermeabel. Tekanan osmotik dapat diukur dengan penurunan titik beku dan dinyatakan dengan istilah osmolalitas. sehingga menyebabkan perbedaan tinggi permukaan cairan pada kedua lengan. (William. jumlah osmol per kilogram larutan (mOsmol/kg). dari larutan konsentrasi zat terlarut rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut tinggi. Gambar 01. Osmoregulasi dilakukan oleh ginjal. insang. Partikel yang bekerja sebagai osmol efektif harus terdapat dalam jumlah besar Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. Perbedaan sifat permeabilitas inilah yang menunjang proses membran untuk diterapkan di hampir seluruh bidang terutama industri kimia. Osmosis. atau massanya. 2009).com | Dewi Susylowati 3 . (Guyton. jumlah osmol per liter larutan (mOsmol/L). 2003 dalam Ariyanti. pertama kali dipublikasikan oleh Abbe Nolet seorang peneliti berkebangsaan Perancis tahun 1748.blogspot.tubuhnya berjalan normal dinamakan osmoregulasi.Konsentrasi osmotik dari sebuah larutan hanya tergantung pada jumlah partikel-partikel tanpa melihat ukuran. Penelitian tentang sifat permeabilitas dan fenomena osmosis. 2006). Besarnya tekanan hidrostatik yang terjadi pada sisi B (diukur dengan tingginya cairan). PENGERTIAN Menurut Singh (2006) dalam Ariyanti (2009). AC & Hall. seperti molekul protein yang besar). JE. 1. 1997 dalam Rudi. muatan. seperti garam natrium) atau koloid (zat yang tidak mudah terurai menjadi larutan sejati. membran adalah lapisan tipis yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang berbeda berdasarkan sifat permeabilitasnya. Air berpindah secara bebas dari larutan dengan konsentrasi tinggi pada sisi A ke larutan dengan konsentrasi rendah pada sisi B. 2012) www. Partikel zat terlarut dapat berupa kristaloid (zat yang membentuk larutan sejati.

esofagus. difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Sedangkan menurut Kimball (1983) dalam Ni’mah (2007). Pada setiap tabrakan molekul terpental dan melaju ke arah lain. bila kan berpindah ke lingkungan laut. peristiwa difusi mudah terjadi. Menurut Sudirham dan Utari (2011). intestine dan ginjal. Difusi merupakan proses irreversible. namun secara keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat. Kemampuan adaptasi ikan terhadap perubahan salinitas berkorelasi dengan peningkatan aktivitas protein membran Na+. mekanisme transpor aktif dalam upaya menjaga konsentrasi osmotik internal homeostatis. tetapi juga pada besar. dan daya larut dalam lipid dari partikel-partikel tersebut. Menurut Takei dan Hirose (2001) dalam Susilo dan Sukmoningrum (2010).blogspot. 2010).com | Dewi Susylowati 4 . untuk melakukan transpor aktif ion sodium pada organ osmoregulasi. Pengaturan segera yaitu ikan mulai atau menghentikan minum dan meningkatkan atau menurunkan aktivitas transporter ion dan air yang telah ada pada epitel osmoregulasi yang berhadapan dengan perubahan salinitas lingkungan. dalam responnya terhadap perubahan salinitas. muatan. sedangkan sel klorida tipe air laut berdiferensiasi pada insang. Walaupun sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu. Tiap molekul bergerak secara lurus sampai ia bertabrakan dengan molekul lainnya. difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Pada level jaringan dan sel. Peningkatan aktivitas protein membran yang memfasilitasi transpor ion diduga berhungan dengan adanya stimulus hormonal (Susilo dan Sukmoningrum. pada fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama. pengaturan air dan ion paling sedikit terdapat dua fase. sel klorida tipe air tawar hilang. sedangkan K+ mempunyai peran yang sama dalam cairan intraseluler (Rudi. 2012) www. ikan memanfaatkan protein membran (seperti NA+. Pada proses osmoregulasi. Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. Pada fasa gas dan cair. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. ATPase) untuk melakukan transpor aktif ion yang terjadi di insang. ATP-ase. 2006). Pengaturan jangka panjang melibatkan modifikasi organ-organ osmoregulasi seperti insang. K+.dalam bagian tertentu. Inilah yang menyebabkan gerakan acak dari molekul tersebut. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi. Na+ (dan anion-anionnya) sangat menentukan osmolalitas dari cairan ekstraseluler. K+.quinmas. karena merupakan partikel terbanyak pada cairan ekstraseluler dan membran selnya relatif impermeabel baginya. dan intestine.

atau proses pengaturan tekanan osmose. sel-sel yang berperan dalam osmoregulasi adalah sel-sel chloride yang terletak pada dasar lembaran-lembaran insang. terutama oleh organisme perairan karena: bergerak cepat. Cl-. Perbedaan utama yaitu bahwa Na+. Hal ini penting dilakukan. dan Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember.blogspot. Difusi oksigen pada filamen insang dibantu oleh tekanan air yang terdapat pada rongga mulut dan air dipaksa keluar melalui insang. 2012) www. dan potassium (K+). sodium (Na+). Gambar 02. ran tubuh dan lingkungannya.com | Dewi Susylowati 5 . 2. Perubahan ion-ion pada ikan air laut berbeda dengan ikan-ikan air tawar. osmoregulasi adalah upaya hewan air untuk mengontrol keseimbangan air dan ion antara tubuh dan lingkungannya. NH4+. ORGAN OSMOREGULASI Menurut Tridjoko (2009). Morfologi insang (Artawan.Menurut Fujaya (2008). 2009) Pada insang. Peredaran darah dalam fillamen insang merupakan pertemuan antara pembuluh darah yang berasal dari jantung yang masih banyak mengandung CO2 dengan pembuluh darah yang akan meninggalkan filamen insang yang kaya akan oksigen. pertukaran antara oksigen yang masuk ke dalam darah dengan CO2 yang keluar dari darah terjadi dengan cara diffusi pada pembuluh darah dalam insang.quinmas. Studi mengenai fungsi dari biokimiawi insang teleostei mengindikasikan bahwa insang teleostei merupakan pompa ion untuk Chloride (Cl-).

tetapi proses tersebut dapat berlangsung di seluruh bagian ginjal. Ginjal juga berfungsi dalam haematopiesis pada jaringan haematopietik yang terdapat pada interstitium ginjal. sedangkan pada ikan air tawar Na+ dan Cl-. 2008). keduanya masuk dan keluar yang disebabkan oleh suaatu perubahan difusi. membran dan mitokondria sel mengalami perubahan besar dalam struktur. ginjal menyimpan ion-ion dan membebaskan air.sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. mengekskresikan sebagian besar produk akhir metabolisme tubuh. 2012) www. yakni seperti pada ikan air laut dan ikan air tawar bila di air tawar. dan kedua. Ginjal melakukan dua fungsi utama: pertama. ikan membebaskan ion-ion dan menyimpan air. 1979 dalam Tridjoko. 2009). sedangkan tubulus mengubah cairan yang disaring menjadi urin. menyebabkan beberapa aktivitas transpor ion berubah. Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. ginjal ikan berupa penefros dan mesonefros. mengatur konsentrasi cairan tubuh. Pada ikan diadromus. Gambar 03 menggambarkan fungsi nefron teleostei yang terdiri dari glomerulus dan tubulus. Glomerulus berfungsi menyaring cairan.blogspot.semuanya bergerak kelluar pada ikan air laut. Kulit terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis atau corium. pada ikan air asin. Menurut Irianto (2005). selama migrasi antara air tawar dan air laut. memiliki fungsi sebagai organ osmoregulator. Epidermis selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel. Pada ikan air tawar. sebagian besar sisa metabolisme berupa senyawa-senyawa nitrogen dibebaskan melalui insang. Dengan demikian nefron dapat membersihkan atau menjernihkan plasma darah dari zat-zat yang tidak dikehendaki ketika ia melalui ginjal.quinmas.HCO3.com | Dewi Susylowati 6 . Diagram Nefron (Bond. Filtrasi dapat terjadi pada glomerulus karena jaringan kapiler glomerulus merupakan jaringan bertekanan tinggi sedangkan jaringan kapiler peritubulus adalah jaringan bertekanan rendah (Fujaya. Selanjutnya zat sisa metabolisme akan dibuang ke luar tubuh. Haematopiesis terutama berlangsung pada bagian anterior ginjal. Gambar 03.

saraf dan jaringan pengikat. Na+ 170 mOsmol/lt. 2009). dinding usus aktif mengambil ion-ion monovalen (Na+. 1982 dalam Susilo dan Sukmoningrum.Epidermis bagian dalam terdiri dari lapisan sel yang selalu giat mengadakan pembelahan untuk menggantikan sel. Hal ini penting dilakukan untuk menghindarkan air yang telah diserap usus kembali ke dalam rektal. Namun pada ikan Nila. Usus memiliki banyak variasi.ikan yang bersisik.com | Dewi Susylowati 7 . Kulit digunakan sebagai alat ekokresi dan osmoregulasi. yang bersifat euryhaline. Hormon bisa mempengaruhi ginjal dan menaikan atau menurunkan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul bowman. Pada dermis ini terkandung pembuluh darah. 2008). sedangkan ketika di air laut osmolalitas darahnya adalah 365 mOsmol/lt.derivat kulit juga dibentuk di dalam lapisan ini. Pada beberapa jenis ikan. volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan pada ikan diatur oleh sekresi kelenjart endokrin (hormon). 4. dan SO42-) tetap di dalam usus sebagai cairan rektal agar osmolaritas usus sama dengan darah. Fundulus heterooclitus. Hormon juga mempengaruhi penyaringan ataupun penyerapan pada insang.. Na+ 85 mOsmol/lt. ginjal. Menurut Tridjoko (2009). Proses minum pada ikan air tawar dibutuhkan oleh usus untuk mengambil kembali ion-ion yang hilang melalui difusi dan juga melalui urin (Fujaya. peningkatan salinitas medium secara signifikan meningkatkan konsentrasi osmotik plasma darah. dan Cl-) dan air.125 mOsmol/lt. Ca2+. misalnya ikan mas.quinmas.sel sebelah luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. dan Cl. 2009). 2010).. osmolalitas darahnya 335 mOsmol/lt.blogspot. Setelah air masuk ke dalam usus ikan air laut. Cyprinus carpio (Tridjoko. Lapisan ini dinamakan stratum germinativum (lapisan Melphigi). Dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan. sebaliknya membiarkan lebih banyak ion-ion divalen (Mg2+. saat berada di air tawar.1. 3.145 mOsmol/lt (Gordon et al. IKAN TELEOSTEI Pada ikan teleostei euryhaline. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya berwarna besar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan sebagai lambung palsu. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada sel tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhada substansi tertentu. HORMON OSMOREGULASI Kelenjar endokrin yang bertanggung jawab terhadap proses osmoregulasi antara lain pituitari. 2008). yaitu 388 mOsmol/lt pada aklimasi di Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. dan urofisis. Oreochromis sp. PROSES OSMOREGULASI 4. 2012) www. dan Cl. Derivat. kulit juga berfungsi sebagai alat pernafasan tambahan dan sebagainya (Tridjoko. melalui aksi beberapa hormonnya (Fujaya. K+.

Untuk menjga keseimbangan cairan tubuhnya.com | Dewi Susylowati 8 . 2012) www. Disini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. teleostei potadrom berosmoregulasi dengan cara insang juga aktif mengambil garam-garam dari lingkungannya dan minum sedikit atau tidak minum sama sekali. Umumnya jumlah glomeruli ikan laut lebuh sedikit dan bentuknya lebih kecil Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember.blogspot. ikan tersebut memproduksi sejumlah besar urin. ikan air tawar yang disebut sebagai teleostei potadrom bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya. kelebihan garam harus dihilangkan.perairan tawar menjadi 447 mOsmol/lt pada aklimasi di perairan dengan salinitas 25 ppt (Haryadi. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat (urio acid). Karena air laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air. Menurut Tridjoko (2009). Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus dapat memompa air seni sebanyak-banyaknya.quinmas. Meskipun air seni mengandung sedikit garam. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air tersebut. filtrat glomerular mempuyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan melalui tubuh. untuk mengurangi kelebihan air dalam tubuh. volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan air tawar. menyebabkan air bergerak masuk ke dalam tubuh dan ion-ion ke luar lingkungannya dengan cara difusi. seperti yang terlihat pada famili cottidae. 2005 dalam Susilo dan Sukmoningrum. creatine dan ammonia. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Untuk mengatasi. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan dan penyerapan yang aktif melalui insang. meskipun ginjal mengabsorbsi kembali beberapa garam dari urinurinnya untuk tetap mempertahankan sejumlah ion-ion dalam tubuh. Sedangkan. 2010). Dinding tubuli ginjal bersifat impermeable terhadap air. berkebalikan dengan ikan air tawar. Menurut Fujaya (2008). Pada golongan ikan teleotei terdapat gelembung air seni (Urinary bladdder) untuk menampung air seni. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki tubuli ginjal. dindingnya impermeable terhadap air. keluarnya air yang berlimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. ikan laut hidup pada lingkungan yang hypertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang dan kemasukan garam-garam. glukosa akan diserap kembali pada tubuh proximallis dan garam-garam diserap kembali pada tubuh distalis. ikan ”minum” air laut dan berarti pula meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Menurut Tridjoko (2009).

2008). Dalam kondisi normal ikan air laut teleostei minum 10 mL/100 gram/jam sedangkan ikan teleostei air tawarhanya 20-10 μl/100 gram/jam (Fujaya. Pada umumnya sidat muda menyenang perairan dengan salinitas rendah dan sidat dewasa lebih menyukai perairan Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. creatinine. 2012) www.quinmas. Ikan sidat ini memiliki kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dengan salinitas air antara 0-35 ppt. sering disebut ikan eurihaline. mampu berpindah dari perairan tawar ke perairan laut atau sebaliknya. meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Ikan yang dapat beradaptasi pada dua lingkungan berbeda. Dengan memperbanyak minum air laut maka kehilangan air dalam tubuh ikan dapat diganti. Kira-kira 90 % hasil buangan nitrogen dielmenir melalui insang. Air seni golongan ikan bertulang sejati berisikan creatine.blogspot.com | Dewi Susylowati 9 . namun bersamaan dengan itu sejumlah besar garam-garam juga akan ikut masuk ke dalam usus dan garam-garam tersebut harus segera dikeluarkan kembali. sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Tabel 1. Anguilla bicolor McCelland. Salah satu contoh ikan yang mampu melakukan migrasi dari air tawar ke laut atau sebaliknya adalah ikan sidat.dari pada ikan air tawar (Tabel 1). beberapa senyawa nitrogen yang belum dapat diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO). Glomerulus ikan Ikan air laut teleostei memelihara konsentrasi ion-ion total dalam plasma sekitar sepertiga dari kosentrassi ion air laut.

2009. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya. Artawan. S. Semarang: UNDIP.2006. menuntut kemampuan sidat merubah pola regulasi osmotik plasma dibandingkan dengan lingkungan sebelum migrasi. karena sangat berbahaya apabila langsung di transfer ke air laut atau air tawar. 4.2007.com | Dewi Susylowati 10 Reference: Ariyanti.Jogjakarta: Gadjah Mada University Press. Randall et al. 2010). 1998 dalam Susilo dan Sukmaningrum.Ichthyology. Studi Metode Autoflush: Pengendalian Scaling pada Sistem Membran Reverse Osmosis Skala Rumah Tangga (TESIS). Tridjoko. 2010). Periode transisi pada pada air payau ini dibutuhkan untuk mempersiapkan diri dalam migrasi ikan salmon ke air laut atau ke air tawar. Agus.2011. Rudi. Karena cairan tubuhnya yang hiperosmotik terhadap lingkungannya golongan ikan ini cendrung menerima air melalui difusi. terutama lewat insang.blogspot. UIN Malang.Semarang: UNDIP.Mukhlis. Gambaran osmotik berubah secara total dari membuang air dan menghemat garam pada air tawar menjadi membuang garam dan menghemat air pada lingkungan laut. cairan tubuh golongan elasmobranchii umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari pada lingkungannya. 2002 dalam Susilo dan Sukmaningrum. Tekanan osmotok tubuhnya sebagian besar tidak disebabkanoleh garam-garam melainkanoleh tingginya kadar irea dan TMAO dalam tubuh.dengan salinitas tinggi (Liviawaty dan Afrianto. ikan teleostei diadromus bersifat hipoosmotik terhadap air laut dan hiperosmotik terhadap air tawar. M.9% Terhadap Keseimbangan Asam-Basa Pada Pasien Sectio Caesaria dengan Anestesi Regional (TESIS).Sains Akuatik 10 (2): 111-119.2009.2008. Alam telah menyediakan media adaptasi. maka semua organ-organ osmoregulasi menurun aktivitasnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan dalam tubuhnya.. Dessy. IKAN ELASMOBRANCHII Migrasi ikan sidat dari perairan tawar ke laut atau sebaliknya. 2012) www. Review Osmoregulasi Hewan Air (Desember. Ulfatun. Menurut Tridjoko (2009).2009. Sri.Patologi Ikan Teleostei.2010.2. Yushinta.quinmas. dan kondisi normal akan dicapai setelah satu atau dua hari (Schiamat-Nielsen. Sudirham. dan Utari. Bali: Undiksha Fujaya. kelebihan air untuk berdifusi dikeluarkan melalui sebagai air seni. Irianto. Ni’mah.Pemodelan Matematika pada Proses Difusi-Reaksi Kimia Molekul Biologi.2005. . Ketut.Bali: Undiksha. Ikan sidat yang bergerak dari air tawarke air laut akan kehilangan 4 % bobot tubuhnya dalam 10 jam dan sebaliknya akan bertambah bobotnya bila bergerak dari air laut ke air tawar. Susilo. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Menurut Fujaya (2008). Untung dan Sukmaningrum. Pengaruh Pemberian Cairan Ringer Laktat Dibandingkan NaCl 0. Mengenal Sifat-sifat Material (1). Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Setelah memasuki lingkungan estuari yang memiliki konsentrasi garam sama dengan plasma darah ikan.Ichthyologi. Penyerapan kembal terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dlaam mempertahankan tekanan osmotik dalam tubuhnya. N. Osmoregulasi Ikan Sidat (Anguilla bicolor McClelland) pada Media dengan Salinitas Berbeda. 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful