PROPOSAL

KEBIJAKAN PERIZINAN PENDIRIAN MINI MARKET DI KOTA MALANG

OLEH: GRACE ANNO PERDANA PUTRI

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

PENGANTAR Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah. Akhirnya kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung penyusunan proposal ini. Malang. suatu permasalahan yang sangat nyata disekitar kita. Dalam makalah ini kami membahas KEBIJAKAN PERIZINAN MINI MARKET DI KOTA MALANG. 30 Mei 2013 Penulis . Proposal ini disusun dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami tentang perizinan berdirinya sebuah minimarket yang sangat menjamur di kota Malang. Selanjutnya kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan proposal ini. karena berkat kemurahan-Nya proposal ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.

Begitu juga dengan pengusaha lokal yang membangun usaha minimarket seperti Indomaret dan alfamaret. Semenjak Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998 yang mengharuskan diterapkannya segala program liberalisasi. Mayarakat beranggapan minimarket-minimarket sekarang ini telah merusak perekonomian pedagang tradisional. Seperti halnya pasar tawangmangu. Hero. Kebijakan tersebut memunculkan berbagai peraturan pendukung untuk melegitimasi konsep otonomi daerah antara lain : UU No. Makro.22 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomer 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. sangat dekat dengan pasar tawangmangu yang hanya berjarak . Seven Eleven. Masyarakat setempat melakukan protes sebagai bentuk kekecewaan terkait keberadaan minimarket. Latar Belakang Kebijakan otonomi daerah menjadi pemicu banyaknya lahir Perda di berbagai tingkatan propinsi dan kabupaten. Instrument hukum dari Pemerintahan Pusat inilah yang dijadikan landasan dan acuan dalam penyusunan aturan di tingkat daerah dalam bentuk Perda. Akibatnya tidak sedikit warga yang melakukan protes.1. Supermarket dan Minimarket. Sejalan dengan konsep otonomi daerah yang memberikan porsi yang lebih besar kepada setiap daerah untuk mengatur daerahnya masing-masing. Pengusaha pasar modern sangat aktif untuk melakukan investasi baik itu dalam skala Hypermarket. Salah satu contohnya adalah Continent. Hadirnya perusahaan tersebut sekarang membebani usaha kecil. peritel-peritel asing atau pasar modern mulai berdatangan dan meramaikan industri ritel Indonesia. Mark & Spencer. Sejak saat itu. Yaohan. salah satu faktor utama dalam merealisasikan konsep otonomi daerah ialah dengan produk hukum (Perda). dan Circle K. Pemerintah setempat seolah tidak mau tahu dengan mudah memberikan izin pembangunan. alfa midi dan alfa express. Kehadiran minimarket jelas mengurangi pendapatan pedagang yang selama ini menghidupi keluarga pedagang tradisional. letak minimarket indomaret alfamaret tersebut. Lotus. Hal tersebut berujung pada ditandatanganinya letter of intent dengan IMF yang memberikan peluang besar kepada investasi asing untuk masuk di Indonesia.2 Salah satunya di bidang industri ritel. Sogo. Walmart. Carrefour.BAB I PENDAHULUAN 1.

pemerintah daerah Kota Malang mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan. sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan dibentuk dengan mengingat ketentuan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Untuk menegaskan Perpres No. jarak antara minimarket dengan pasar tradisional harus 500 meter. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern. iklim usaha dan investasi serta kelestarian lingkungan. Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 23 Ayat 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan. pemerintah kembali mengeluarkan aturan pendukung yaitu Permendag No. pemasok. memberikan norma-norma keadilan. Pasar . Aturan ini. 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. 112. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Pertimbangan dikeluarkannya Perda ini adalah bahwa usaha perindustrian dan perdagangan sangat penting dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah guna peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Adapun arah kebijakan yang ingin dicapai antara lain pemberdayaan pasar tradisional agar dapat tumbuh dan berkembang serasi. perjanjian perdagangan (traiding term) dan perizinan. Dari bebarapa pasar tradisional. dianggap secara tidak langsung mengancam dan melumpuhkan pedagang tradisional. Merespon keresahan masyarakat tersebut. serta saling menguntungkan. Bertumbuhnya minimarket khususnya Indomaret di Kota Malang belakangan ini. saling memperkuat. Kontribusi pasar tradisional terhadap masyarakat dan pemerintah kota Malang tidak bisa dianggap tidak begitu penting. Perkembangan industri dan perdagangan di daerah perlu diatur dengan memperhatikan kemampuan modal usaha. Karena itu pemerintah daerah diminta memikirkan nasib pedagang kecil yang bisa saja kehilangan mata pencaharian akibat tergilas perusahaan besar. mestinya berdasarkan peraturan yang ada. seperti Pasar belimbing. dan toko modern. toko modern dan konsumen. saling memerlukan. pusat perbelanjaan. pengembangan kemitraan dengan usaha kecil. Padahal. Pemerintah di wajibkan mengkaji ulang pemberian izin pendirian minimarketminimarket tersebut.sekitar 50 meter. lebih rinci mengatur mengenai zonasi. memberikan pedoman bagi penyelenggaraan ritel tradisional.

Dalam proses penyusunan Perda.dinoyo. sebut saja Pasar Tawangmangu dengan alfamart. omzet yang disumbangkan untuk pendapatan asli daerah dibidang retribusi baik sampah dan kios terbilang besar. 3) Tata cara pendirian Toko Modern akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Kepala Daerah. kenyataan justru sebaliknya.Rencana Detail Tata Ruang Kota termasuk peraturan zonasinya. berbagai pihak menilai bahwa keterlibatan publik dan pemerintah yang terkait dirasa sangat kurang. justru tidak melibatkan peran pedagang pasar tradisional dalam perumusan suatu Perda. dll. sudah menyebutkan secara implisit. Walaupun keterlibatan publik tidak menjadi suatu kewajiban tetapi menjadi ironi ketika suatu aturan yang tujuan dasarnya melindungi keberadaan pasar tradisional. Alih-alih meningkatkan daya saing pasar tradisional lewat aturan Perda. Implementasi Perda dilapangan dirasa tidak berjalan sesuai harapan. padahal Pasal 23 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan. yaitu: 1) Lokasi pendirian Toko Modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah. 2) Terhadap pendirian Toko Modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 (lima ratus) meter antar minimarket. Banyak sekali toko modern yang jaraknya sangat berdekatan dengan pasar tradisional. toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro. . pasar tawangmangu.

kebutuhan ini diasosiasikan dengan kebutuhan yang bersifat mental dari konsumen yang dapat terpenuhi dengan belanja ataupun membeli dan memiliki sebuah produk. Peran pasar modern khususnya minimarket di Indonesia pada akhirnya akan menggeser warung kelontong. Kebutuhan fungsional (functional needs). minimarket menerapakan sistem swalayan. jasa yang baik.2004:170). Menurut Kurt Salomon Associates (Berman dan Evans. produk-produk yang bermerk dan trendi lebih penting bagi konsumen di perkotaan dibandingkan dengan konsumen di pedesaan yang tingkat pendapatannya jelas berbeda. namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket. Berbeda dengan toko kelontong. Minimarket Minimarket adalah semacam “toko kelontong” atau yang menjual segala macam barang dan makanan. 2. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan kenyamanan berbelanja. Dengan semakin tingginya tingkat pendapatan konsumen maka kebutuhan piskologis semakin tinggi juga. Kebutuhan psikologis (psychological needs). terdapat sepuluh alasan teratas yang menyebabkan konsumen atau pengunjung meninggalkan gerai atau warung tanpa membeli sebagai berikut:     Tidak dapat menemukan gaya atau bentuk yang menarik Tidak dapat menemukan gaya ukuran yang pas ataupun gerai tersebut sedang kehabisan produk (out of stock) Tidak ada yang cocok Tidak ada karyawan yang dapat ditanya mengenai produk . Banyak produk yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional sekaligus kebutuhan psikologis. kebutuhan ini berhubungan langsung bentuk atau penampilan (performance) dari produk. kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan atas dua kategori yaitu: 1.1. dimana pembeli mengambil sendiri barang yang dibutuhkan dari rak-rak dagangan dan membayar dikasir. Menurut Levy and Weitz (2004:112-113). Hal ini terjadi karena adanya pola konsumen dalam berbelanja dan perlu disadari bahwa setiap konsumen memiliki kebutuhan yeng berbeda.BAB II TINJAUAN TEORITIK 2.

Kelontong : alat kelentungan yang selalu dibunyikan oleh penjaja barang dagangan untuk menarik perhatian pembeli dan barang-barang untuk keperluan sehari-hari. . makanan dan barang rumah tangga. Warung kelontong yaitu warung yang menyediakan kebutuhan rumah tangga seperti sembilan bahan pokok ( sembako ). Gerai-gerai minimarket yang tadinya hanya berjumlah ratusan di tahun 2002 melonjak menjadi ribuan di tahun 2006. tata letak produk yang baik dan tidak campur aduk.1. Pada kurun waktu 2002-2006. Warung ini ditemukan berdampingan dengan pemilik rumah yang tidak jauh dengan masayarakat seperti perkamapungan. Hal ini jelas terlihat dengan bermunculannya gerai-gerai mini market dalam radius setidaknya 500 meter dan kini telah memasuki pemukiman-pemukiman padat bahkan kompleks-kompleks perumahan. 2. 2. Pertumubuhan Minimarket di Indonesia Pertumbuhan ritel di Indonesia tercermin dengan pesatnya pertumbuhan minimarket sebagai salah satu pasar modern dan ritel di Indonesia. perumahan dan yang sering ditemui didalam gang. lokasi yang dekat dengan pemukiman.1.2. mini market tumbuh rata-rata 29% per tahun. Warung kelontong Pengetian warung kelontong dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didapatkan dari Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) yaitu) :   Warung : Toko kecil tempat menjual barang kelontong atau makanan.     Tidak dapat keluar masuk dari gerai dengan mudah harga terlalu tinggi Situasi di dalam gerai atau toko tidak nyaman Tidak dapat menemukan nilai baik Tata letak di dalam gerai tidak diatur dengan nyaman Produknya sedang tidak musim Sebagian besar alasan-alasan diatas dapat teratasi dengan berbelanja di minimarket (pasar swalayan) yang mengutamakan konsep keyamanan bagi konsumen termasuk di dalamnya kelengkapan produk yang dalam hal ini adalah produk-produk dasar kebutuhan rumah tangga bagi minimarket. Warung kelontong merupakan pertama kali yang melayani kebutuhan masyarakat sebelum minimarket. dan harga yang tidak terlalu tinggi. pedagang warung ini berhasil membiayai kebutuhan keluarga sampai juga dapat pendidikan anaknya sampai perguruan tinggi.

4. Keunggulan dan Kelemahan Warung Kelontong Terdapat beberapa keunggulan dan kelemahaan dari Warung kelontong sebagai berikut : 1. Keunggulan warung kelontong          Bersahabat terhadap pembeli Harga barang bisa ditawar Bisa beli eceran Dapat memenuhi pesan untuk pelanggan Bisa berutang atau dibayar kemudian 2. Keunggulan dan Kelemahan Minimarket Terdapat beberapa keunggulan dan kelemahaan dari minimarket dan warung kelontong sebagai berikut : 1) Keunggulan Minimarket        Menemukan gaya warung dengan bentuk yang menarik Memiliki keyamanan dalam ruangan dan kebersihan Pelayanan yang baik terhadap pembeli Selalu memunculkan promo produk baru 2) Kelemahaan Minimarket Harga pas tidak bisa tawar menawar Tidak bisa beli eceran SPG Kadang sangat tidak ramah atau tidak sopan 2. Kelemahaan Warung Kelontong Bentuk warung tidak menarik Tata letak barang di dalam warung tidak diatur dengan nyaman dan efesien Tidak selalu memperhatikan dengan keyamanan dan kebersihan Kurangnya penerangan lampu .3.2.

BAB III PEMBAHASAN 3.1. .07° Bujur Timur dan 7. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk. Mewujudkan pemerataan perekonomian dan pusat pertumbuhan wilayah sekitarnya 5. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang secara astronomis terletak 112. Mewujudkan dan mengambangkan pariwisata yang berbudaya 6.02° Lintang Selatan. Indonesia. adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur. maka dirumuskan upaya-upaya yang akan dilaksanakan ke dalam misi kota malang tahun 2009-2013 yaitu: 1. Mewujudkan pelayanan publik yang prima c. Banyaknya penghasil pusat oleh-oleh tersebut membuat semakin banyaknya sentra oleh-oleh di kota Malang dan juga semakin banyaknya ruko di kota Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur. dan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan iklim yang dimiliki.06° . Kondisi Geografis Daerah Kota Malang. dan keripik buah-buahan lainnya.06° . b. Karena terkenal dengan penghasil keripik tempe dan keripik buah-buahan lainnya maka penduduk sekitar membuka kios-kios disekitar tempat wisata agar pengunjung dapat membeli oleh-oleh tersebut sebagai buah tangan untuk dibawa ke daerah masing-masing. keripik tempe. Kondisi Ekonomi Kota Malang Selain terkenal dengan kota pelajar kota Malang juga terkenal dengan penghasil apel dan keripik tempe. terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Mewujudkan dan mengembangkan pendidikan pendidikan yang berkualitas 2. Mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat 3.112. Mewujudkan penyelenggaraan pembangunan yang ramah lingkungan 4.8. Mayoritas penduduk di kota Malang dan sekitarnya merupakan pembuat makanan khas malang tersebut menjadi keripik apel. Visi dan Misi Kota Malang Dalam rangka mewujudkan visi kota malang.

peraturan pusat dapat kita lihat dari Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan. Hukum tertulis tersebut mencakup peraturan pusat yang berlaku untuk semua warga negara atau suatu golongan tertentu saja maupun yang berlaku umum di sebagian wilayah negara.3. Peraturan setempat yang hanya berlaku di suatu tempat atau daerah saja. Terkait Efektifitas Pasal 23 Ayat 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan Terkait Jarak Pendirian Minimarket Dengan Pasar Tradisional Indikator untuk menentukan efektifitas penegakan hukumnya sebagai berikut: a. Peraturan terkait masalah yang di kaji dalampenelitian sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang sedemikianlengkap.8 Dalam penelitian ini tinjauan terhadap efektifitas lebih dikhususkan kepada tingkat pelaksanaan pada penerapan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan.2. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan. Indikator hukum tertulis (subtansi) Dalam arti material adalah peraturan tertulis yang berlaku umum dan dibuat oleh penguasa pusat maupun daerah yang sah. bahwa masalah utama dari efektifitas penegakan hukum sebenarnya terletak dari indikator yang memungkinkan dapat dikatakan efektif atau tidak. Efektifitas Pasal 23 Ayat 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan Terkait Jarak Pendirian Minimarket Dengan Pasar Tradisional Efektifitas diartikan sebagai sesuatu atau kondisi di mana telah sesuai dengan target atau tujuan yang akan ditempuh atau diharapkan. Secara konsepsional. peraturan daerah dapat kita lihat dari Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan. Ada pula yang menyatakan suatu hukum itu dikatakan efektif apabila warga masyarakat berperilaku sesuai yang diharapkan atau dikehendaki oleh hukum. Sesungguhnya dari serangkaian peraturan tersebut di atas mengarah padaperlindungan pengusaha kecil. termasuk masalah sanksinya. kemudian. yang di buat dengan mengingat beberapa peraturan daerah. maka inti dari efektifitas hukum terletak pada bagian menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan dalam kaidah-kaidah yang mantap dan sikap tindak sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir. dan mempertahankan bagaimana menjaga keharmonisan dalam kehidupan. untuk menciptakan. Sehingga dapat muncul sisi positif atau negatif yang terletak pada isi indikator. Pasal 23 . Indikatornya mempunyai arti netral.

b. j. Sub Dinas Bina Usaha . l. Berikut akan diuraikan Susunan Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sub Dinas Penyusunan Program . toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro.Terkait penelitian yang diambil peneliti..ayat (2) Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. seharusnya SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) tidak dapat di buat. e. Toko modern atau mini market hanya dapat berdiri pada jarak 500 (lima ratus) meter antar minimarket. h. Mengingat peraturan tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat yang mencari rejeki dari pasar tradisional. jika bertentangan dengan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. Indikator penegak hukum (struktur) Indikator penegak hukum adalah pihak-pihak yang membentuk maupun menerapkan hukum. Kepala Dinas . c. Dari peraturan tersebut dapat disimpulkan. Unit Pelaksana Teknis Dinas . Sub Dinas Bina Produksi . g. . Sub Dinas Perclagangan Luar Negeri . yakni: a. Efektifitas Pasal 23 Ayat 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan Terkait Jarak Pendirian Minimarket Dengan Pasar Tradisional. yakni Dinas perindustrian dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang. toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro. penegak hukum disini adalah beberapa pejabat Pemerintah Daerah. Kelompok Jabatan Fungsional . Sub Dinas Perclagangan Dalam Negeri . d. k. Bagian Tata Usaha . f. Sub Dinas Bina Sarana . Sub Dinas Metrologi . i. b. menyebutkan : (2) Terhadap pendirian Toko Modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 (lima ratus) meter antar minimarket. Wakil Kepala Dinas .

Penandatangan Keputusan Perijinan dan Pembayaran Retribusi/Pajak Perijinan dilaksanakan oleh BP2T Kota Malang. Meningkatkan Mutu Pelayanan Perijinan yang Cepat. perubahan sikap atau dinamika sosial yang terjadi di masyarakat sekitar jalan Tawangmangu dan pedagang di pasar menjadi fokus perhatian pemerintah. Di Jalan Sarangan terdapat Alfamart. adalah Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang. Meningkatkan kesadaran serta pemberdayaan masyarakat dalam bidang perijinan. Sehingga masyarakat yang mengurus atau mengajukan permohonan Perijinan hanya di BP2T Kota Malang Misi : 1. yaitu Pelayanan Perijinan yang dilaksanakan oleh BP2T Kota Malang berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh mulai dari Penerimaan Permohonan.Organ pemerintah sebagai penegak hukum terkait masalah penelitian. Meningkatkan dan Membentuk Kualitas Aparatur Perijinan yang Profesional di BP2T Kota Malang didalam melayani masyarakat di bidang perijinan. 4. Meningkatkan koordinasi dan kerja sama antar SKPD terkait guna mempercepat proses perijinan dengan membentuk Tim Pertimbangan Ijin dan Tim Teknis. 3. Meningkatkan Sarana dan Prasana Perijinan terutama pada tempat serta Alat kerja yang memadai. Seharusnya. 2. Efektifitas Pasal 23 Ayat 2 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan Terkait Jarak Pendirian Minimarket Dengan Pasar Tradisional. letaknya hanya kurang dari 500 meter dari Pasar Tawangmangu dan terdapat alfamart dan indomaret yang bersebelahan yang hanya terpisahkan dengan sebuah rumah makan cepat saji. Tepat. Akurat. . Pemrosesan. 5.Transparan dan Akuntabel. yakni Terkait penelitian yang diambil peneliti. Badan pelayanan perijinan terpadu kota Malang mempunyai visi dan misi sebagai berikut: Visi : “Pelayanan Perijinan Satu Pintu. Hal ini mewujudkan bahwa aparat penegak hukum tidak siap menjalankan kewajibannya.

Dari hasil di atas dapat disimpulkan. Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.3. Sarana atau fasilitas tersebut.Mayarakat sesungguhnya sangat terusik dengan keberadaan mini market. yang di dalamnya di dominasi sarjana ekonomi dan hukum. Bagaimana penegak hukum sebaiknya menangani problematika ini. Faktor Penghambat Dalam pelaksanaan di dalam masyarakat peraturan daerah kota Malang nomor 8 tahun 2010 tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan menemukan hambatan. sebagai berikut:. bahwa tenaga di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu sebagaian besar adalah tenaga-tenaga berpendidikan. Indikator Masyarakat (kultur) Masyarakat yakni lingkungan. d. Kota Malang di peroleh hasil atau data. karena hukum bertujuan untuk mencapai kedamaian di dalam masyarakat. Jika hal tersebut tidak dipenuhi. DI dan khusus pegawai honorer lulusan SMA . Masyarakat disini bisa dari pemilik usaha minimarket. Dalam hasil wawancara dengan Bapak Suharyono. jawaban satusatunya yang dapat dilakukan oleh penegak hukum adalah sebaiknya SIUP tidak diberikan. hambatan tersebut meliputi : . Indikator sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum Tanpa adanya sarana atau fasilitas tertentu. 3. di mana hukum tersebut akan diterapkan. Oleh karena itu masyarakat dapat mempengaruhi penegakan hukum tersebut. c. antara lain: Mencakup tenaga manusia yang berpendidikan dan organisasi yang baik. Efektif tidaknya penegakan hukum berasal dari masyarakat. maka tidak mungkin penegakan hukum dikatakan efektif. Tenaga pegawai di BPPT sebagaian besar adalah sarjana dan magister ekonomi dan hukum untuk jabatan-jabatan tertentu ada lulusan D III. masyarakat umum dan penjual di pasar di sekitar pasar tawangmangu. maka mustahil penegakan hukum akan mencapai tujuannya.

ijin gangguan besar dan ijin reklame permanen.1. Budaya kalangan menengah keatas membuat usaha melalui franchise atau biasa dikenal dengan waralaba memang sudah membudaya di masyarakat. 2. Upaya yang dilakukan pemerintah kota Dalam penerapan pasal 23 ayat 2 peraturan daerah kota Malang nomor 8 tahun 2010 memang menemui hambatan tetapi hambatan tersebut dapat di hadapi dengan cara menghadapi faktor menghambat tersebut dengan cara: 1. 4. menambah jumlah sosialisasi agar pengusaha dan masyarakat tau mengerti ketentuan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. menambah Tenaga dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang yang minim. untuk melakukan pengawasan. Belum dibentuk dalam struktur kepegawaian untuk peninjauan di lapangan terkait pemberian SIUP (Surat Ijin perdagangan). membuat anggaran Dana yang tersedia dari pemerintah. membuat tenaga pengawas dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang untuk peninjauan di lapangan terkait pemberian SIUP (Surat Ijin Usaha perdagangan). 4.karena keuntungannya yang menjanjikan. toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro. selama ini yang ada hanya ijin gangguan kecil.4. Semakin berkembangnya minimarket ini mengakibatkan usaha ini terkesan seperti memonopoli pasar. Hal tersebut yang mengakibatkan penjual di pasar tersebut tidak pernah menuntut pada pemerintah daerah. karena masyarakat tidak tahu terkait ketentuan Pasal 23 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. 3. 3. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan aparat merupakan faktor penghambat yang paling utama. hal ini dibuktikan dengan adanya toko-toko kecil yang sudah mulai tutup akibat maraknya waralaba seperti Indomaret atau alfamart. dan hanya pasrah menikmati percepatan atau perkembangan minimarket di daerah-daerah. Budaya membuat usaha melalui franchise atau biasa dikenal dengan waralaba memang sudah membudaya di masyarakat namun dapat di stop dengan adanya . 3. yang menyebutkan : (2) Terhadap pendirian Toko Modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 (lima ratus) meter antar minimarket. 2.

Perusahaan majalah dan surat kabar yang melayani jasa advertising yang ada di Malang. MFM dan masih banyak lagi perusahan radio yang berkualitas yang mampu menjangkau Kota Malang dalam setiap siarannya dan mungkin memasukan informasi mengenai adanya peraturan daerah kota Malang dan memberikan informasi yang penting kepada masyarakat. Semuanya pasti dapat melayani progam sosialisasi pemerintah.ketentuan perda Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan dengan memperhitungkan jarak antara minimarket dengan pasar tradisional. surya. 7. karena selalu ada mobile internet yang disediakan oleh kemekominfo. Perusahaan radio yang dapat dilakukan untuk sarana bersosialisasi juga merupakan upaya untuk menghadapi hambatan tersebut. 8. dll. Semuanya ini sudah tidak asing lagi di masyarakat Malang. . 6. sebut saja RRI. Perusahaan itu antara lain Radar Malang. 5. agar perlindungan bagi usaha kecil dapat terwujud. Seharusnya ini dapat dijadikan upaya untuk mengatasi hambatan pengusaha untuk mencari informasi peraturan-peraturan ketenagakerjaan yang banyak berdampak pada perusahaanya. LSM yang terus dan bersedia membantu para pedagang pasar yang merasa haknya dirugikan. Jawa Pos. Jaringan internet yang memberikan informasi mengenai undang-undang terbaru.

melakukan sosialisasi dengan para pemilik minimarket agar lebih mengetahui tentang adanya pasal 23 ayat 2 peraturan daerah kota Malang nomor 8 tahun 2010 tentang penyelenggaraan usaha . Upaya untuk menghadapi hambatan tersebut adalah menambah tenaga pengawas dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang yang minim. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya. 3.BAB IV PENUTUP 4.1. Efektifitas pasal 23 ayat 2 peraturan daerah kota Malang nomor 8 tahun 2010 tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan terkait dengan jarak pendirian minimarket terhadap pasar tradisional itu tidak efektif karena masih banyak minimarket yang berdiri berdekatan antar minimarket / minimarket berdiri berdekatan dengan pasar tradisional yang jaraknya kurang dari 500 meter padahal dalam pasal 23 ayat 2 peraturan daerah kota Malang nomor 8 tahun 2010 tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan telah disebutkan bahwa terhadap pendirian toko modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500(lima ratus) meter antar minimarket. Hambatan yang dialami oleh badan pelayanan dan perijinan terpadu adalah kurangnya tenaga pengawas dari badan pelayanan perijinan terpadu yang mengawasi banyaknya pendirian minimarket di lapangan dan belum dibentuknya struktur kepegawaian untuk peninjauan di lapangan terkait SIUP . maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1.toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro 2. membuat tenaga pengawas dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang untuk peninjauan di lapangan terkait pemberian SIUP (Surat Ijin perdagangan).

1. 4. oleh sebab itu maka sudah selayaknya jika Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan di pertahankan. Semakin banyaknya minimarket di kota Malang membuat dampak negatif yang sangat besar terhadap keberadaan pasar tradisional dan sektor informal lainnya. Pemerintah dalam hal ini adalah Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang (BP2T) dalam memberikan Surat izin pendirian usaha wajib perpedoman dengan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. Saran. Pemerintah dalam setiap aktifitasnya terutama yang berhubungan dengan implementasi kebijakan publik.2. . 2. Pemerintah seharusnya tanggap terhadap pendirian minimarket yang melanggar aturan Perda dengan memberikan sanksi yang tegas berupa pencabutan izin usaha. 3. terdapat minimarket yang menyalahi aturan mengenai analisis dampak sosial ekonomi dari masyarakat dan pelaku-pelaku usaha kecil yang berada disekitarnya. 4. Melihat regulasi dari Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. sesungguhnya sudah sangat tepat dan sudah secara implisit mengatur sanksinya. Sehingga sangat perlu dilakukan pengecekan kembali izin dari pendiriannya.perindustrian dan perdagangan terkait jarak pendirian minimarket dengan pasar tradisional. Dimana dari hasil penelitian. Seperti pada pemberian izin kepada pasar dan toko modern untuk berdiri. perlu melihat aturan yang mendasarinya.

id . 1991. 2007. “Proses Penyusunan Peraturan Daerah Dalam Teori & Praktek”.cit.matikan-pedagang-tradisional-minimarket-disegel http://malang kota.DAFTAR PUSTAKA Bambang Waluyo. http://nasional. Pengantar Metodologi Riset Sosial. ”Efektifitas Hukum dan Penerapan Sanksi. Mandar Maju Soerjono Soekanto.htm. Sinar grafika Harvey.inilah. Pengantar Penelitian Hukum.blogspot. Penelitian Hukum Dalam Praktek. “Neoliberalisme & Restorasi Kelas Kapitalis”. 1996.com.log. Jakarta: Sinar Grafika Kartini Kartono. 2009.” Bandung: Remadja Karya Soerjono Soekanto.Yokyakarta : Resist Book Huma.go. David. 1985. UI Press Pemerintah Propinsi Jawa Timur Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan http://makalahdanskripsi./hukum-ketenaga-kerjaan-efektifikas. Jakarta. Jakarta. 1986. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful