Terapi Meditasi

A. Definisi Meditasi Meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang, sehinga menambah kekayaan makna hidup baginya. Menurut Iskandar (2008) meditasi adalah latihan olah jiwa yang dapat menyeimbangkan fisik, emosi, mental, dan spiritual seseorang. Beberapa ahli memberikan istilah lain tentang meditasi (dalam P. Satiadarma, 1998) yaitu Visualisasi (Epstein, 1988; Fanning, 1988), relaksasi (Benson, 1975), mind-body healing (Rossi, 1988), dan Mind-body medicine (Goleman&Gurin, 1993).

B. Tujuan Meditasi Menurut Lichstein (1988) tujuan utama dalam meditasi adalah sebagai berikut : 1. perenungan dan kebijaksanaan 2. perubahan dalam kesadaran

3. relaksasi.

C. Manfaat Meditasi Meditasi banyak digunakan untuk mengurangi kecemasan, stress, dan depresi. Ketenangan jiwa yang diperoleh ketika bermeditasi dengan baik mampu meredakan dan memungkinkan seseorang berpikir jernih dalam pengambilan suatu keputusan. Meditasi merupakan pengalihan perhatian ketingkat pemikiran yang lebih dalam hingga masuk ke tingkat pemikiran yang paling dalam dan mencapai sumber pemikiran (T. Mattesion, 2006). Meditasi mampu menurunkan tingkat rangsangan seseorang dan membawa suatu keadaan yang lebih tenang, baik secara psikologis maupun fisiologis (T. Mattesion, 2006).Dengan meditasi mampu menurunkan kecemasan, perasaan reaktif dan agresivitas (Hjelee,1974;Prabowo,2007). Meditasi yang dilakukan individu akan menghasilkan reaksi yang mampu meningkatkan kesehatan secara umum dengan mempelancar proses metabolisme tubuh, laju denyut jantung lebih teratur, peredaran darah lancar, mengatasi berbagai macam penyakit, mendorong racun dan kotoran dari dalam tubuh keluar, menurunkan tingkat agretifitas dan perilaku-perilaku buruk dampak dari stress, menurunkan tingkat egosentris sehingga hubungan intrapersonal ataupun interpersonal menjadi lancar, mengurangi kecemasan, pada anak-anak dapat meningkatkan intelegensi meliputi karakter kognitif, matematis, logis serta karakter afektif, relational, kreatif dan emosional, pola pikir menjadi lebih matang, mempermudah dalam mengendalikan diri, meningkat kesejahteraan (Benson, 2000; R. Santoso, 2001).

Fase orientasi a) Salam teraupetik b) Bina hubungan saling percaya dengan pasien. Tahap Proses Meditasi 1. Prabowo. Lakukan secara berulang-ulang ( 3 x). Fase Relaksasi a) Duduk / tidur telentang. 2. Teknik meditasi konserfatif pada dasarnya memberikan instruksi untuk memperhatikan secara penuh pada hal tertentu. Anjurkan pasien memfokuskan pandangan pada satu titik dengan jarak satu meter didepan pasien hingga mata merasa lelah dan tertutup sendiri.D. Fase Terminasi a) Ucapkan terima kasih kepada tuhan karena telah mendapat bantuan dari Tuhan. E. . b) Pertahankan kondisi meditatif dalam keadaan mata dibuka. 3. Anjurkan pasien menarik nafas dalam melalui hidung dan niatkan dalam hati bersamaan dengan menarik nafas untuk menarik energi penyembuhan dari sekitar kita. c) Merasakan. Fase Trance a) Hening. b) Berdo’a sesuai dengan kebutuhan. menjadi pengamat yang sadar dalam mengamati apa yang terjadi tanpa harus bereaksi padanya. Proses Pelaksanaan Terapi Relaksasi Meditasi  Posisi duduk 1. Duduk dengan santai. dapat berupa objek eksternal yang terlihat nyata atau sensasi internal seperti tarikan nafas. c) Eksplorasi perasaan pasien. Jenis Meditasi Narayo dan Onstein (Tart. c) Pasrah. F.2007) mengklarifikasikan meditasi menjadi meditasi Konsefatif dan meditasi Pembukaan (Opening up meditation). bersamaan dengan itu keluarkan energi melalui telapak kedua kaki. Keluarkan nafas pelan melalui hidung.1997. 4. d) Siapkan pasien untuk berpartisipasi dalam terapi 2. 3. b) Konsentrasi. Sedangkan opening up meditation pada dasarnya mengacu pada keragaman teknik bertujuan membantu seseorang meningkatkan kepekaan dan kesadaran penuh dari apapun yang terjadi padanya. 4.

Dorong pasien untuk merilekskan semua organ tubuh mulai kaki sampai ujung kepala. 6.  Posisi berbaring 1. keluarkan energi ke seluruh tubuh. sementara pasien pasrah kepada Tuhan dengan fokus pada hati nurani. 4. betis. Lakukan berulangulang sebanyak 3 kali. Anjurkan pasien melakukan posisi tidur telentang dan pejamkan mata. Bimbing pasien berdo’a kepada Tuhan. Bimbing pasien untuk pasrah kepada Tuhan dan menyadari bahwa masalah tersebut merupakan bagian dari kehidupan dan terima apa adanya. 3. 7. sementara pasien pasrah kepada Tuhan dengan fokus pada hati nurani. Biarkan energi tersebut membersihkan energi negatif. keluarkan energi melalui kedua telapak tangan. 7. Tarik nafas dalam . Bimbing pasien untuk pasrah kepada Tuhan dan menyadari bahwa masalah tersebut merupakan bagian dari kehidupan dan terima apa adanya. 2. Tarik nafas dalam .Tarik nafas dalam . “ Tuhan berikanlah penyembu han pada diri saya”. lutut. Biarkan energi tersebut membersihkan energi negatif. Bimbing pasien berdo’a kepada Tuhan. paha hingga ujung kepala. Anjurkan pasien untuk membiarkan energi mengalir terus mulai ujung kaki hingga ujung kepala. 6. “ Tuhan berikanlah penyembu han pada diri saya”. keluarkan energi melalui ubun-ubun. Bawa pasien kembali pada masa lalu yang mengganggu pasien. . Kemudian rasakan energi dari atas kepala masuk kedalam tubuh dan menyapu bersih semua energi negatif dalam diri. Kemudian rasakan energi dari atas kepala masuk kedalam tubuh dan menyapu bersih semua energi negatif dalam diri. Lakukan berulang-ulang sebanyak 3 kali. Dorong pasien untuk memfokuskan pikiran pada kedua kaki pasien dan merasakan energi masuk mulai ujung ibu jari naik ke mata kaki. Bawa pasien kembali pada masa lalu yang mengganggu pasien. Lakukan berulang-ulang sebanyak 3 kali. 5. 5.

RYAN HANDOKO 6. DANU SATRIA 04091003002 04091003003 04091003021 04091003028 04091003033 04091003048 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013 . MARIA AGUSTIN 3.KEPERAWATAN JIWA TERAPI MEDITASI Oleh 1. EVI NURHAYATI 4. RIZKA WINDA SEPTARINA 2. EVI ERLIYANTI 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful