Pengelolaan dan Penataan Laboratorium

A. PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut, sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan pun memiliki peranan yang sangat besar untuk keberhasilan suatu pendidikan. Mulai dari peran guru, lingkungan belajar sampai pada ketersediaan fasilitas belajar mengajar. Salah satu fasilitas dalam proses belajar mengajar yang tidak boleh dikesampingkan adalah Laboratorium. Diharapkan laboratorium yang tersedia merupakan tempat latihan yang memiliki
kesamaan operasional dan peralatan dengan yang akan digunakan didalam tempat kerjanya kelak.Laboratorium merupakan perangkat kelengkapan akademik dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Selain itu, laboratorium juga merupakan tempat melakukan aktifitas praktikum untuk mengaplikasikan teori ke dalam praktek. Menurut Konsorsium Ilmu Pendidikan (Moh. Amien,1988:1), laboratorium diartikan sebagai sarana, prasarana dan mekanisme kerja yang menunjang secara unik satu atau lebih dharma perguruan tinggi melalui pengalaman langsung dalam

membentuk ketermapilan, pemahaman, dan wawasan dalam pendidikan dsn pengajaran serta dalam pengembangan ilmu dan teknologi dan pengabdian pada masyarakat.Sedangkanmenurut PP No.25/1980, pasal 27, laboratorium/studio adalah sarana penunjang jurusan dalam satu atau seni tertentu sesuai dengan keperluan bidang studi yang bersangkutan. Demi kelancaran dan kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan laboratorium, maka perlu adanya pengelolaan dan penataan yang baik secara berkala yang dilakukan oleh penanggung jawab laboratorium. Hal inilah yang akan diuraikan dalam makalah ini. B. PEMBAHASAN

Jadi. pengadaan tenaga kerja. dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. pengelolaannya meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut: 1. dan penganggaran. pemberian bimbingan. analitis. bahwa pengelolaan merupakan suatu proses pendaya gunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. pelaporan. Perencanaan ini dimaksudkan untuk merencakan konsep dari suatu laboratorium itu sendiri.33). pengkoordinasian. pengkoordinasian. 2. 3. Organisasi secara efektif dan efisien dengan menggunakan segala upaya dan daya yang ada. . pengorganisasian. peralatan laboratorium. spesimen biologi.Oleh karena itu. bahan kimia). Dalam pengelolaanlaboratorium. 4. 1. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan.pengertian manajemen adalah suatu usaha bersama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan. Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah proses pemikiran yang sistematis. Perencanaan Penataan Pengadministrasian Pengamanan. perawatan. Henri Fayol (1996:86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer. dan pengendalian. tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. istilah pengelolaan dianggap bersinonim dengan manajemendanadministrasi.Manajemen fasilitas laboratorium sangat penting artinya bagi sebuah organisasi pendidikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan. Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besarkah ukurannya? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab. Menurut Suharsimi Arikunto (1993. fasilitas laboratorium (bangunan. langkah-langkah. Sementara Luther M. pemberian komando. dapat disimpulkan. SDM. logis tentang kegiatan yang harus dilakukan. metode. karena sebuah laboratium dibangun untuk tujuan tertentu. yakni perencanaan. dan pengawasan Di bawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai aspek-aspek tersebut di atas. Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna. pengorganisasian.

laboratorium untuk penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium untuk ekologi. . Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi. Kata pengaturan dalam kalimat di atas mengandung makna yang sangat luas. yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan perlatan yang tersusun yang rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan. aman dan nyaman. di samping lalu lintas bahan yang akan digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah dan lancar. Jumlah siswa yang melebihi kapasiitas ruangan laboratorium dalam satu kali percobaan akan mengganggu kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas lainnya. b.Artinya sebelum laboratoium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. dengan rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2. Tujuan Tata Letak laboratorium a. Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Pada umumnya bentuk. Memaksimalkan penggunaan peralatan. c. memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna/pekerja/operato. Demikian pula. karena fungsi laboratorium di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk percobaan yang bersifat individual.5 m 2dari keseluruhan luas laboratorium. Umumnya laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses belajar mengajar. Disamping bentuk. Misalnya laboratorium yang akan digunakan untuk pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah tentunya akan memiliki bentuk yang berbeda dengan laboratorium untuk penelitian. ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian. 2. begitu pula dengan daerah kerja harus memiliki luas yang memungkinkan pengguna/pekerja/operator dapat bergerak bebas. sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk beroperasi. Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m 2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa. Penataan Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan di laboratorium. misalnya 3 – 4 m 2 untuk setiap mahasiswa. ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya.

barangbarang yang dimiliki sekolah. c. Laporan Triwulan Mutasi barang e. Menurut Instruksi Mendikbud No. b. Dengan demikian akan mempermudahkan pengontrolan. 4/M/1980 tentang tata pelaksanaan dan pelaporan hasil inventarisasi barang milik/kekayaan negara di lingkungan Depdikbud. Daftar Isian Barang f. diantaranya: a. Memberikan hasil yang maksimal dengan pendanaan yang minimal e. Buku Golongan Barang Inventaris d. Inventaris juga akan mempermudah untuk mengetahui dimana suatu peralatan akan ditempatkan. d. Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang satu ke yang lainnya. Bagi SMA yang mempunyai beberapa lab sangat penting untuk mendata fasilitas/menginventaris alat dan bahan lab untuk kegiatan pembelajaran siswa. Mempermudah pengawasan. maka ada beberapa daftar alat inventarisasi yang harus digunakan atau diisi. mudah dilihat mudah dijangkau aman untuk alat aman untuk pemakai 3. Inventaris adalah sutu kegiatan dan usaha untuk mnyediakan catatan tentang keadaan semua fasilitas. Buku Induk Barang Inventaris b. seperti terhadap kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan atau kecurian. Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai akan dapat diperoleh pedoman untuk mempersiapan anggaran atau mempersiapkan kegiatan pada tahun yang akan datang. Pengadministrasian Pengadministrasian sering juga disebut sebagai kegiatan menginventaris. Daftar Rekapitulasi barang Inventaris .d. Buku Catatan Barang Inventaris c. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun tata letak peralatan dan perabotan laboratorium adalah: a.

Pengamanan. dan mengikuti peraturan. b. c. Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Koordinator Laboratorium Nama Barang Inventaris Daftar Isian Barang Inventaris Yang Dipakai Nama Kelompok Kode Barang Jumlah Barang Barang . c. bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya. c. Pengelola laboratorium di sekolah umumnya sebagai berikut: a. d. kotak P3K. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan. perawatan. b. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. dll dalam keadaan baik dan dipahami Sarana pengamanan yang diperlukan dan harus ditaati di hampir semua laboratorium antara lain: a. dan pengawasan Pada dasarnya pengamanan. f. b. Jadwal penggunaan laboratorium yang jelas Tata tertib laboratorium yang dilaksanakan dengan tegas Alat penanggulangan kecelakaan: pemadam kebakaran. rumah sakit. Saluran air dengan kran dan shower Saluran gas dengan kran sentral Jaringan listrik yang dilengkapi dengan sekering atau pemutus arus Kotak p3k yang berisi lengkap obat Nomor telepon kantor pemadam kebakaran. antara lain: a. dan dokter Alat pemadam kebakaran yang siap pakai dan mudah dijangkau Aturan dan tata tertib penanggulangan kecelakaan Dan untuk pengawasan biasanya hanya dilakukan oleh ara pengelola laboratorium yang memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium. g. e. Usaha yang dilakukan dalam memelihara kelancaran penggunaan laboratorium. perawatan dan pengawasan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna.Contoh format dokumen/alat inventaris yang telah banyak dikembangkandan digunakan: No 1 2 4.

setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur. Organisasidan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan . keamanan dan keselamatan laboratorium selalu terjaga dengan baik Kelancaran penggunaan laboratorium selalu terjaga dengan baik Dalam melakukan pengelolaan laboratorium. 4. Penanggung jawab Laboratorium Laboran C. . Laboratorium harus dikelola/ditangani dan diatur tata letaknya sedemikian rupa dengan tujuan. dan mengusahakan keselamatan kerja. Oleh karena itu. agar : 1. Jakarta: Raja Grafindo Persada.d. 2. 3. Sumber : Arikunto. (1993). perawatan. beberapa aspek yang diperhatikan yaitu: 1. Suharsimi. dan pengawasan Dalam pengelolaan suatu laboratorium pada dasarnyamerupakan tanggung jawab bersama baik dari pengelola maupun pengguna laboratorium itu sendiri. PENUTUP Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari jadi suatu laboratorium sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu serta sistem pengajaran. 3. Disiplin laboratorium selalu terjaga dengan baik Kebersihan. Perencanaan Penataan Pengadministrasian Pengamanan. 2. memelihara. e.

Makalah.org/content/blog/pengelolaan-lab-bagian-2-tata-letak-peralatan-laboratorium. Pengertian Laboratorium. Sumber belajar di era teknologi informasi dan komunikasi.com/2010/07/07/sumber-belajar-di-era-teknologi-informasi-dan-komunikasi/. FPTK IKIP Yogyakarta. (2010). Soemardjo.Makalah. (2010).com/2008/05/pengertian-laboratorium. Diakses tanggal 14 Desember 2010 dari : http://bintangsitepu.Motivasi dan Evaluasi Kebijakan dalam Perawatan Sarana dan Prasarana Pendidi kan. dan Satunggalno.html. Pengelolaan lab. Anonim. Strategi Implementasi. Anonim.(1996). Perundangan Bangunan dan Sarana/Prasarana Soenarto. Anonim.Amien. Buku Pedoman Laboratorium dan Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA Umum Untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. FPTK IKIP Yogyakarta.(1996). Jakarta: P2LPTK Depdikbud. Aturan Sekolah. Moh.wordpress. Diakses tanggal 14 Desember 2010 dari : http://www.psbpsma. Desember 2010 dari : . Diakses tanggal 14 http://smileboys. (2010). dan Sumardjito. (1988).blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful