Dehidrasi

DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH

Dehidrasi adalah Berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonik), atau hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada air (dehidrasi hipotonik).

Manifestasi Klinis Derajat ringan • Keadaan umum : sadar. napas cepat dan dalam. • Derajat sedang (5 – 10 % BB)  turgor buruk. otot-otot kaku. nadi cepat. • Derajat berat (> 10 % BB) tanda dehidrasi sedang. ditambah kesadaran menurun (apatis sampai koma). pasien belum jatuh dalam presyok. sianosis. baik (mulai rewel karena kehausan) • • • • • • • • Berat Badan (BB) anak turun <5% dari BB awal Rasa haus (+) Sirkulasi darah / nadi normal Pernapasan biasa Mata agak cekung Turgor / tonus: biasa / normal BAK biasa Kencing sedikit (<2 ml/KgBB/Jam) (pada anak) . suara serak (vox cholerica). suara serak. pasien jatuh dalam presyok atau syok.DERAJAT DEHIDRASI Berdasarkan Pengurangan BB : • Derajat ringan (< 5 % BB) gambaran klinisnya turgor kurang.

140) Pernapasan agak cepat Mata cekung Turgor / tonus : agak berkurang BAK : sedikit Derajat berat • • • • • • • • Keadaan umum : apatis / koma BB anak turun >10% dari BB awal Rasa haus (+) Sirkulasi darah / nadi cepat sekali (> 140) Pernapasan kussmaul (cepat dan dalam) Mata cekung sekali Turgor / tonus : kurang sekali BAK : tidak ada .Derajat sedang • • • • • • • • Keadaan umum : gelisah / rewel (diam  pada anak) BB anak turun 5-10% BB awal Rasa haus (++) Sirkulasi darah / nadi cepat (120 .

biasanya 60% dari berat badan pria dan 50% dari berat badan wanita • • Na2 : kadar natrium plasma sekarang BW2: volume air berat badan sekarang .Tanda Membran mukosa Sensorium Perubahan ortostatik Nadi Tekanan darah Rata-rata aliran urin Rata-rata nadi 5% Kering Normal Normal 10 % Sangat kering Lemas Ada 15 % Terpanggang Sangat lemas > 15 bpm meningkat > 10 mmHg turun Penurunan ringan / meningkat Penurunan Meningkat >100 bpm Penurunan nyata Peningkatan nyata >120 bpm Penurunan Tekanan darah Peningkatan ringan dengan variasi pernapasan Dehidrasi menurut Godberger E Di mana: • • Na1 : kadar natrium plasma normal. 142 meq/L BW1: volume air badan yang normal.

032 dehidrasi ringan: BJ plasma 1.030.040 dehidrasi sedang: BJ plasma 1.028 Rehidrasi menurut Morgan-Watten contoh:Seorang pria dengan berat badan 40 kg dan berat jenis plasma pada waktu itu 1.028 -1.025 – 1.Contoh: seorang pria dengan berat badan 80 kg dan kadar natrium plasma sekarang 162 meq/L Na2 x BW2 = Na1 x BW1 162 x (x) (x) = 142 x 42 = 37 L Jadi defisit air 42 – 37 = 5 L.001 . maka kebutuhan cairan untuk rehidrasi inisial: 1.032 – 1.025 x 40 x 4 ml = 800 ml 0. Dehidrasi menurut Daldiyono Derajat dehidrasi berdasarkan berat jenis plasma Pada dehidrasi berat jenis plasma meningkat: • • • dehidrasi berat: BJ plasma 1.030 – 1.

tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada kulit yang rusak oleh luka bakar. Terapi dehidrasi Prinsip menentukan jumlah cairan yang akan diberikan yaitu sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari tubuh. rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab. • Kesulitan minum. peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui BAK • Luka bakar. Kondisi lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Di seluruh dunia. Macam-macam pemberian cairan: 1. BJ plasma dengan rumus: . Bila keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.Etiologi Beberapa kondisi yang sering menyebabkan dehidrasi antara lain : • Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. 4 juta anak anak mati setiap tahun karena dehidrasi akibat diare • Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum. • Berkeringat. • Diabetes.

Jenis cairan infuse 1. sehingga larut dalam serum. antara lain: • Bila skor kurang dari 3 dan tidak ada syok. kebutuhan cairan = 10% x berat badan (kg) 3. Keputusan menggunakan cairan infus sangat tergantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan. • Bila dehidrasi sedang-berat sebaiknya pasien diberikan cairan melalui infus pembuluh darah.5 g Nacl. Cairan rehidrasi dapat diberikan melalui oral. dan menurunkan osmolaritas serum. Cairan hipotonik: osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum. Sedangkan dehidrasi ringan–sedang pada pasien masiih dapat diberikan cairan per oral atau NGT . Pemberian per oral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 29 g glukosa. • Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. 3. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum.5 g Natrium Bikarbonat dan 1.2. Metode Daldiyono berdasarkan skor klinis. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing. bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Maka cairan “ditarik” dari dalam . kebutuhan cairan = 8% x berat badan (kg) Dehidrasi berat. 2. Bila skor lebih atau sama dengan 3 disertai syok diberikan cairan per intravena. enteral melalui selang nasogastrik atau intravena. maka hanya diberikan cairan peroral (sebanyak mungkin sedikit demi sedikit). Metode Pierce berdasarkan klinis: • • • Dehidrasi ringan. kebutuhan cairan = 5% x berat badan (kg) Dehidrasi sedang. kecuali bila ada kontraindikasi saluran cerna tak dapat dipakai.5 g KCl setiap liter.

yaitu untuk pemeliharaan. sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Cairan hipertonik: osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum. dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0. Mampu menstabilkan tekanan darah. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2. Disebut juga sebagai plasma ekspander. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi. meningkatkan produksi urin.9%. pengganti dan tujuan khusus. misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik. NaCl 45% hipertonik. juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL).5%. produk darah (darah). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Cairan Isotonik: osmolaritas cairannya mendekati serum. Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis. Sesuai dengan penggunaannya dapat dibagi menjadi beberapa golongan. menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Dextrose 5%+Ringer-Lactate. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel. karena memiliki . Contohnya adalah albumin dan steroid. dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. 2. • Koloid: ukuran molekulnya cukup besar (biasanya protein) sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi. dan tetap berada dalam pembuluh darah. Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan). Dextrose 5%+NaCl 0. dan mengurangi edema (bengkak).pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi). dan albumin. maka sifatnya hipertonik.9%). 3. dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah . Misalnya Dextrose 5%. maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat . khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Pembagian cairan lain adalah berdasarkan bentuknya : • Kristaloid: bersifat isotonik.

Haemacel. . Contoh cairan ini antara lain: Dekstran. Plasma. Darah. Albumin.kemampuan besar dalam mempertahankan volume intra-vaskuler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful