Epistemologi Filsafat dan epistemologi Islam Oleh : Syekhuddin I.

PENDAHULUAN Sepanjang sejarah manusia senantiasa dihantui oleh berbagai pertanyaan mendasar tentang diri dan kehidupannya. Berbagai jawaban yang bersifat spekulatif coba diajukan oleh para pemikir sepanjang sejarah dan terkadang jawaban-jawaban yang diajukan saling kontradiksi satu dengan yang lainnya. Perbedaan jawaban yang diajukan menjadikan perbedaan mendasar pada pandangan dan pola hidup (pandangan dunia dan ideology) manusia sepanjang sejarah. Salah satu perdebatan mendasar dalam sejarah kehidupan manusia adalah perdebatan seputar sumber dan asal usul pengetahuan.[1] Perbedaan pandangan seputar sumber dan asal-usul pengetahuan (atau lebih dikenal dengan epistemologi) inilah yang kemudian menjadi dasar pemicu perbedaan pandangan dunia dan ideology manusia.[2] Filsafat dan agama sebagai dua kekuatan yang mewarnai dunia telah menawarkan konstruk epistemologi yang berbeda dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya. Dibelahan dunia Barat sejak zaman Yunani Kuno filsafat telah berkembang sebagi suatu bentuk kreatifitas berpikir manusia dalam memecahkan persoalan kehidupan dengan menggunakan kekuatan daya nalarnya. Sepanjang sejarah perkembangan filsafat telah banyak jawaban yang diajukan oleh para filosof mengenai permasalahan-permasalahan mendasar manusia, khusunya persoalan seputar epistemologi. Berbagai aliran filsafat kemudian bermunculan mewarnai kancah intelektual manusia. Masing-masing aliran tersebut memberikan formulasi jawaban yang berbeda sebagai produk pemikiran filsafatnya yang dijadikan acuan bagi penganutnya. Sementara itu agama juga memberikan formulasi jawaban sendiri, yang tentunya berbeda dengan jawaban yang telah diajukan oleh filsafat. Terjadinya perbedaan antar filsafat dan agama dalam hal ini adalah dikarenakan perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh keduanya. Filsafat dalam pengembaraanya mencari hakekat keberadaan manusia menggunakan kekuatan akal sedangkan agama bersumber pada kitab suci yang diyakini sebagai wahyu dari Tuhan oleh para penganutnya. Islam sebagai agama yang diturunkan untuk menjawab seluruh pertanyaan dan menyelesaikan seluruh permasalahan hidup manusia. Tentunya juga memberikan formulasi jawaban mengenai permasalahan

epistemologi yang dimana jawaban atas permasalahan tersebut bersumber pada wahyu Allah yang termaktub dalam Alquran. Ayat-ayat suci Alquran yang memberikan jawaban yang universal terhadap persoalan kemanusiaan, termasuk diantaranya persoalan epistemologi kemudian dinterpretasikan dengan pendekatan logis oleh para pemikir muslim yang akhirnya merumuskan sekumpulan teori filsafat Islam. Berdasarkan asumsi diatas, pada makalah ini singkat ini, penulis mencoba untuk memaparkan beberapa permasalahan yaitu: 1. Apa ruang lingkup epistemologi? 2. Bagaimana konsep epistemologi filsafat? 3. Bagaimana konsep epistemologi Islam? II. PEMBAHASAN 1. A. Ruang Lingkup Epistemologi Secara etimologi epistemologi berasal bahasa Yunani, yaitu episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti teori atau ilmu.[3] Sedangkan secara terminologi epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang hakekat ilmu pengetahuan manusia, khususnya pada empat masalah, yaitu, 1. Sumber-sumber ilmu pengetahuan 2. Alat pencapaian pengetahuan 3. Metode pencapaian pengetahuan
4. Batasan pengetahuan atau klasifikasi pengetahuan.[4]

Epistemologi selain dianggap sebagai cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan manusia. Juga sering diidentikkan dengan asumsi-asumsi teoritik yang mendasari suatu pendapat ataupun bangunan pengetahuan manusia.[5] Terjadinya perbedaan pada tataran bangunan pengetahuan sangat ditentukan oleh perbedaan epistemologi. Secara umum pengetahuan manusia dibagi atas tiga kategori, yaitu pengetahuan sains, pengetahuan filsafat dan mistik.[6] Terjadinya perbedaan jenis pengetahuan manusia ini disebabkan oleh konstruksi epistemologi yang berbeda diantara ketiganya. Bahkan menurut

Murtadha Muthahhari, terjadinya perbedaan ideology dan pandangan dunia disebabkan oleh perbedaan dalam tataran epistemologi.[7] Sepanjang sejarah pemikiran manusia telah terjadi perdebatan panjang para filosof mengenai point-point pembahasan epistemologi. Perdebatan tersebut telah menghasilkan berbagai aliran filsafat dan ideology yang memiliki pandangan yang berbeda terhadap permasalahan mengenai pengetahuan dan kehidupan manusia. 1. B. Epistemologi filsafat Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa epistemologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang teori pengetahuan manusia. Dalam perkembangan filsafat, dalam hal ini filsafat barat persoalan epistemologi telah menghasilkan empat aliran utama dalam sejarah filsafat Barat yaitu: 1. Rasionalisme Rasionalisme dapat didefinisikan sebagai paham yang sangat menekankan akal sebagai sumber utama pengetahuan manusia dan pemegang otoritas terakhir dalam penentuan kebenaran pengetahuan manusia. [8] Aliran ini biasa dinisbatkan kepada beberapa tokoh pemikir barat, diantaranya Rene Descartes, Spionoza, Leibniz dan Christian Wolf. Meski sebenarnya akar-akar pemikirannya sudah ditemukan dalam pemikiran para filosof klasik, yaitu Plato dan Aristoteles.[9] Bagi kelompok rasionalisme sumber pengetahuan manusia didasarkan pada innate idea (ide bawaan) yang dibawa oleh manusia sejak ia lahir. Ide bawaan tersebut menurut Descartes terbagi atas tiga kategori, yaitu;

Cogitans atau pemikiran, bahwa secara fitr manusia membawa ide bawaan yang sadar bahwa dirinya adalah makhluk yang berpikir, dari sinilah keluar statement Descartes yang sangat terkenal, yaitu cogito ergo sum yaitu aku berpikir maka aku ada.

Allah Atau deus, manusia secara fitr memiliki ide tentang suatu wujud yang sempurna, dan wujud yang sempurna itu tak lain adalah Tuhan.

Extensia atau keluasan , yaitu ide bawaan manusia, materi yang memiliki keluasan dalam ruang. [10]

Akan tetapi.Ketiga ide bawaan diatas dijadikan aksioma pengetahuan dalam filsafat rasionalisme yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Empirisme Empirisme berasal dari bahasa Yunani.[16] .[13] 1. Sekalipun rasionalisme sangat menekankan fungsi rasio dalam mencapai pengetahuan. Thomas Hobbes.[11] Proses keraguan inilah yan kemudian akan mengantarkan manusia sampai pada pengetahuan yang valid dan diterima kebenarannya secara pasti. Akallah yang kemudian mengatur laporan indera tersebut sehingga dapat terbentuk pengetahuan yang benar. Berbeda dengan rasionalisme yang menjadikan akal manusia sebagai sumber dan penjamin kepastian suatu kebenaran pengetahuan manusia. Pengalaman indera diperlukan untuk merangsang kerja akal dan memberikan bahan –bahan agar akal dapat bekerja.[15] John Locke memperkenalkan teori tabula rasa sebagai pijakan aksiomatik dalam teori filsafatnya . kemudian pengalamanlah yang kemudian mengisi jiwa manusia sehingga memiliki pengetahuan. Selain akal bekerja mengolah data-data inderawi akal manusia juga dapat menghasilkan pengetahuan tentang realitas yang tak terinderai atau realitas yang abstrak. Dalam metode pencapaian pengetahuan Descartes memperkenalkan metode yang dikenal dengan metode keraguan (dibium methodicum) yaitu meragukan segala sesuatu termasuk segala hal yang telah dianggap pasti dalam kerangka pengetahuan manusia. Empirisme memandang hanya pengalaman inderawilah sebagai satu-satunya sumber kebenaran dan kepastian pengetahuan manusia. untuk sampainya manusia pada kebenaran adalah semata-mata dengan akal.[12] Bagi rasionalisme data-data yang dibawa oleh indera masih belum jelas dan kacau bahkan terkadang menipu. yaitu empiria yang artinya pengalaman. menurut teori tersebut pada mulanya manusia lahir dalam keadaan kosong dari pengetahuan. Oleh karena itu Rasionalisme membagi dua jenis pengetahuan tentang hak-hak yang kongkret yang kemudian lebih dikenal dengan sains dan pengetahuan tentang hal-hal yang abstrak yang kemudian lebih dikenal dengan filsafat. David Hume.[14] Aliran Empirisme dinisbatkan kepada beberapa tokoh pemikir Barat diantaranya Francis Bacon. dan John locke. bukan berarti rasionalisme mengingkari peranan indera dalam memperoleh pengetahuan.

1. untuk itu ia kemudian menetapkan syarat-syarat dalam pencapaian kebenaran akal. Tetapi kemudian ia tetap berpendapat bahwa empirisme tidak bisa ia terima begitu saja karena akan membawa keraguan pada akal. Karena empirisme hanya membatasi pengetahuan manusia pada aspek inderawi semata maka pengetahuan yang dihasilkan oleh manusia hanyalah pengetahuan sains. kemudian menurut pengakuannya sendiri ia kemudian terjaga dari mimpi rasionalismenya setelah membaca buku David Hume. empirisme sangat menekankan pengalaman inderawi sebagai satu-satunya jalan dalam pencapaian pengetahuan bagi manusia.[18] Yaitu dengan melakukan pengujian terhadap pengetahuan manusia berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang empiris dan menggunakan metode induktif yaitu mengambil kesimpulan umum dari hal-hal atau fenomena-fenomena yang bersifat khusus. Kant menganggap bahwa pengalaman dan akal manusia sama-sama dapat digunakan dalam mencapai pengetahuan manusia. • Tahap pencapaian inderawi .[17] Metode verifikatif-induktif merupakan metode yang ditawarkan oleh empirisme dalam menguji keabsahan suatu pengetahuan manusia.Oleh karena itu. yaitu. Kant tetap mengakui bahwa akal dapat mencapai kebenaran. karena pengetahuan sainslah yang dapat dibuktikan kebenarannya secara empirik. empirisme sangat menekankan metode eksperimen dalam proses pencapaian pengetahuan manusia. Aliran empirisme inilah yang kemudian berkembang pada abad 18 di Eropa menjadi aliran Positivisme yang sangat menggaungkan kebenaran ilmiah. Maka. Selanjutnya Kant membagi tahapan pencapaian pengetahuan manusia menjadi tingkatan. Kritisisme Ketika terjadi pertarungan filsafat antara aliran rasionalisme dan empirisme mengenai dasar pengetahuan manusia. itulah sebabnya aliran filsafatnya sering disebut dengan filsafat kritisisme.[19] Pada mulanya Kant mengikuti aliran rasionalisme. Seseorang yang tak memiliki satu jenis indera tertentu maka ia ia tidak dapat memiliki konsepsi tentang pengetahuan yang berhubungan indera tersebut. Immanuel Kant seorang filosof Jerman kemudian mencoba melakukan upaya menyelesaikan perbedaan tajam antara kedua aliran tersebut.[20] Dalam filsafat kritisisme.

idea Kosmologis. yaitu idea yang menyatukan seluruh gagasan-gagasan yang bersifat lahiriah. • idea psikis yaitu merupakan gagasan-gagasan mutlak yang mendasari segala gejala yang bersifat batiniah. Tugas akal budi manusia adalah menyusun dan menghubungkan data-data inderawi. Intuisionalisme .Tahapan pertama dalam proses pencapaian pengetahuan bagi Kant adalah pencapaian inderawi terhadap realitas eksternal. proses pengetahuan manusia telah sampai pada kaidah-kaidah asasi yang tidak bisa lagi diruntut dan bersifat mutlak Kant menyebutnya dengan idea transendental. Pengetahuan akal budi baru bisa diperoleh ketika terjadi sintesis antara pengalaman inderawi dengan bentuk-bentuk a priori yang dinamai oleh Kant dengan “kategori” yakni ide bawaan yang mempunyai fungsi epistemologi dalam diri manusia untuk menyusun pengetahuan.[24] Menurut Kant idea transendental ini merupakan idea bawaan yang merupakan postulat atau aksiomaaksioma epistemologi yang berada diluar jangkauan pembuktian empiris teoritis.[26] • • 1.[23] Pada tahapan ini. idea teologis yaitu gagasan yang mendasari seluruh gejala baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah. Namun yang dapat dicapai oleh manusia hanyalah fenomenanya atau gejala yang tampak saja yang tak lain adalah sintesis dari unsur-unsur yang datang dari luar sebagai materi dengan bentuk a priori ruang dan waktu dalam struktur pemikiran manusia. Dalam hal ini akal budi manusia bekerja dengan bantuan daya fantasinya. Tugas idea transendental ini ialah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkatan dibawahnya.[25] Idea transendental ini terbagi tiga. yakni Tuhan. [22] • Tahap rasio/intelek Menurut Kant. yaitu. yaitu yang terdapat dalam suatu pribadi yang mutlak.[21] • Tahap akal budi Bersamaan dengan pencapaian inderawi secara spontan bekerjalah akal budi manusia. yang dimaksud dengan rasio/intelek adalah kemampuan asasi yang menciptakan pengertian-pengertian umum dan mutlak.

Bagi Bergson hanya intuisilah yang mampu menangkap fenomena dalam durasi dan realitas sesungguhnya adalah durasi.[28] Bagi Bergson ada dua cara dalam proses pencapaian pengetahuan. Bagi Bergson indera dan akal manusia samasama terbatas dalam memahami realitas secara keseluruhan. pengetahuan intuitif berasal dari intuisi yang memperoleh melalui pengamatan langsung.[27] Secara epistemologi. . Epistemologi Islam Berbicara mengenai epistemologi Islam. Berpikir secara intuitif berarti berpikir dalam durasi. yaitu pengetahuan mengenai (knowledge about) dan pengetahuan “tentang” (knowledge of) pengetahuan pertama disebut dengan pengetahuan diskursif atau pengetahuan simbolis yang didapat dari metode analisis dan pengetahuan kedua disebut dengan pengetahuan intuitif karena diperoleh secara langsung melalui intuisi.[30] C. Sedangkan intuisi menurut Bergson adalah semacam rasio yang mana peneliti menempatkan dirinya dalam objeknya untuk menemukan apa yang unik dalam objek tersebut. tidak mengenai keberadaan lahiriah suatu objek melainkan hakekat keberadaan dari suatu objek tersebut. Analisis bekerja menuju sebuah gerneralisasi abstrak yang kemudian melenyapkan keunikan suatu objek.Dalam perkembangan selanjutnya epistemologi filsafat Barat kemudian dilengkapi dengan munculnya aliran intuisionalisme yang dipelopori oleh Henry Bergson. Durasi dalam hal ini dipahami sebagi waktu dalam gerak yang berkelanjutan dan bukan waktu yang kemudian terspesialisasi oleh rasio menjadi momen-momen atau titik-titik dalam garis. yaitu realitas yang tidak statis melainkan senantiasa dalam proses evolusi kemenjadian. kita dapat mendekatinya dengan melakukan pengkajian terhadap pendapat para pemikir islam mengenai konsep-konsep epistemologi yang digali dari nash-nash islam berdasarkan konsepsi pemikiran mereka berdasarkan ruang lingkup epistemologi yang telah dijelaskan sebelumnya. yaitu analisis dan intuisi.[29] Henry Berson membagi pengetahuan menjadi dua. yaitu intuisi. Analisis ialah aktifitas intelektual dalam mengenali objek dengan observasi bergerak mengairi objek atau dengan melakukan pemisahan terhadap bagian-bagian konstituen objek. Berdasarkan kelemahan akal dan indera tersebut kemudian Henry Bergson kemudian mengembangkan kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh manusia.

2.[34] Sedangkan metode demonstrative ditujukan untuk memahami realitas-realitas imajinal manusia dan melahirkan ilmu-ilmu murni berupa logika.Mengenai sumber-sumber pengetahuan yang merupakan bahasan pertama dalam epistemologi. Alam semesta 3. Sejarah. Metode intuitif atau irfani dengan menggunakan hati. Oleh karena itu dalam epistemologi Islam kita mengenal realitas non fisik baik berupa realitas imajinal (mental) maupun realitas metafisika murni yang dibahas oleh para pemikir. dalam istilah Muhammad Baqir Shadr metode ini juga disebut dengan teori disposesi. Diri manusia 4. Alquran dan sunnah 2.[35] .[33] Metode observasi ditujukan untuk melakukan pengkajian terhadap objek-objek yang bersifat inderawi dan menghasilkan pengetahuan sains. Dan menghasilkan pengetahuan mistik.[32] Mengenai alat pencapaian pengetahuan secara umum para pemikir Islam sepakat bahwa ada tiga alat epistemologi yang dimiliki oleh manusia dalam mencapai pengetahuan. para filosof Islam menganggap bahwa realitas tidak hanya terbatas pada realitas yang bersifat fisik melainkan juga mengakui realitas yang bersifat non fisik. Yaitu Indera. filsafat dan matematika. 1. Metode deduksi logis atau demonstrative (burhani) dengan menggunkan akal. Metode observasi sebagaimana yang dikenal dalam epistemologi Barat atau disebut juga metode bayani yang menggunakan indera sebagai pirantinya.[31] Menurut Jalaluddin Rakhmat. Akal dan Hati. Selanjutnya metode intuitif digunakan untuk memahami secara langsung realitas metafisis yang bersifat hudhuri dalam jiwa manusia. 3. Ketiga alat epistemologi ini kemudian menghasilkan tiga metode dalam pencapaian pengetahuan yaitu: 1. secara epistemologi Alquran memperkenalkan empat sumber pengetahuan manusia yaitu.

. Aliran ini sangat menekankan metode diskursif-demonstratif dengan menekankan pada aspek rasionalitas manusia. Penamaan aliran ini sangat jelas terpengaruh oleh pemikiran Yunani yang dibangun oleh Aristoteles dan Plato. yaitu tahapan dimana manusia mendapatkan penglihatan akan sinar ketuhanan serta mendapatkan apa yang disebutkan dengan cahaya ilham. Aliran iluminasi atau hikmah isyraqiyah Aliran iluminasi menurut berbagai sumber didasarkan pada ajaran Plato.[36] Aliran paripatetik dinisbatkan kepada tokoh-tokoh filosof Islam generasi awal diantaranya al-Farabi dan Ibnu Sinaa. Aliran paripatetik atau masysya’iyah Secara harfiah paripatetik atau masysya’iyah berarti jalan modar-mandir. • • Tahap diskursif. Meskipun banyak melakukan revisi terhadap pemikiran Yunani aliran ini dibangun atas dasar Aristotellanisme dan Neo Platonis.[37] 1. yang dalam bahasa iluminasi disebut juga dengan pencerahan (isyraq) menurut Syuhrawardi ada empat tahapan yang dilalui yaitu: • Tahap pertama adalah pembebasan diri dari kecenderungan-kecendrungan duniawi untuk menerima pengalaman Ilahi Tahap iluminasi. Penggunaan istilah ini disebutkan merujuk pada Plato yang mengajarkan filsafat kepada murid-muridnya dengan berjalan-jalan. dimana pengetahuan yang didapatkan dengan pencerahan kemudian dikonstuksi lewat premis-premis yang didasarkan pada logika diskursif. Aliran ini dinisbatkan kepada seorang filosof – sufi Islam yaitu Syiihabuddin Suhrawardi al-Maqtul.[38] Mengenai proses mendapatkan pengetahuan.Berbicara mengenai titik tekan penggunaan metode demonstrative dan intuitif dalam proses pencapaian pengetahuan manusia para filosof Muslim kemudian berbeda pendapat. Secara epistemologi aliran ini sangat menekankan perolehan kebenaran lewat pengalaman intuitif dan kemudian mengelaborasi dan memverifikasinya secara logis. Dalam sejarah filsafat Islam secara umum filsafat Islam terbagi ketiga aliran besar yaitu: 1.

[40] Secara epistemologi teosofi transendental menekankan tiga prinsip utama dalam perolehan ilmu pengetahuan yaitu. khususnya pemikir ilmunisasi dan teosofi transendental secara umum terbagi dua yaitu: • Ilmu hushuli (knowledge by represence) yaitu pengetahuan manusia yang masih menggunakan perantara dimana antara subjek yang mengetahui dan objek yang diketahui mengalami keterpisahan.[39] 1.[41] Dalam hal ini nash Alquran. metode pencapaian pengetahuan dan klasifikasi pengetahuan. pembuktian rasional secara Deduktif-silogistik. [43] 1. Epistemologi filsafat dalam hal ini barat terbagi kedalam empat aliran utama yaitu: . III. Teosofi Transendental atau hikmah muta’alliyan Teosofi Transendental merupakan aliran filsafat Islam yang didirikan oleh Mulla Shadra dalam merumuskan alirannya berusaha memadukan konsep-konsep pemikiran Islam yang telah dibangun sebelumnya. dan hadis. intuisi intelektual atau isyraq. PENUTUP Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya.[42] Klasifikasi pengetahuan dalam pandangan pemikir muslim. paripatetik. ilmunisasi dan sufisme. yaitu pemikiran kalam. Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang teori pengetahuan. dalam makalah ini penulis berkesimpulan: 1.• Tahap keempat ialah tahapan pembahasan dan penulisan. Sehingga filsafat hikmah atau xteosofi transcendental adalah kebijaksanaan yang diperoleh lewat pencerahan spritual atau intuisi intelektual dan disajikan dalam bentuk argumentasi yang rasional dan didasarkan pada nash-nash Islam. 2. yang ruang lingkupnya terdiri dari sumber-sumber pengetahuan. dan syariat. alat pencapaian pengetahuan. • Ilmu hudhuri (knowledge by presence) yaitu pengetahuan manusia yang tidak menggunakan perantara dimana objek pengetahuan hadir dalam jiwa manusia sebagai subjek yang mengetahui.

iluminasi dan teosofi transendental. 3. Bandung: teraju 2002 ——————Muhammad Iqbal.• rasionalisme yang sangat menekankan fungsi rasio dalam proses pencapaian manusia pengetahuan • • empirisme yang mengutamakan pengalaman manusia sebagai sumber pengetahuan kritisisme yang menggabungkan epistemologi rasionalisme dan empirisme pencapaian pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA Adian. Jakarta: Logos Wacana Ilmu 1997 Kartanegara. akal dan hati sebagai alat dengan menggunakan metode demonstrative dan intuitif dalam proses pencapaian pengetahuan. Dalam persoalan metode pencapaian pengetahuan epistemologi Islam terbagi kedalam tiga aliran filsafat. 5. Haedar. Manual Training Pencerahan . Menyoal Obyektivisme Ilmu Pengetahuan. Donny Gahrial. Mulyadi. 2003 Ammar. dalam proses • intuisionalisme yang sangat menekankan peranan intuisi manusia dalam mencapai kebenaran pengetahuan. Bandung : Teraju. Filsafat Agama. Serta observasi. penggunaan indera. Amsal. Panorama Filsafat Islam. Epistemologi Islam meyakini realitas fisik dan non fisik sebagai sumber pengetahuan. Ringkasan Logika Muslim Jakarta: Yayasan al-Muntazhar 1992 Bagir. Hasan Abu. Secara umum klasifikasi pengetahuan dalam Islam terbagi dua yaitu: ilmu hushuli dan ilmu hudhuri. Bandung : Arasy 2005 Bakhtiar. Jakarta : Kosmic 2002 . Buku Saku Filsafat Islam. 4. yaitu paripatetik. Bandung : Mizan 2002 Kosmic.

Falsafatuna Diterjemahkan oleh Muhammad Nur Mufid Bandung : Mizan. Filsafat Ilmu (Cet. Yogyakarta: Belukar. Nur Mufid Ali. IR. 19 [8] Donny Gahrial Adian. Bandung : Remaja Rosdakarya. Mas’ala-ye Syenokh. Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan.2002). 1994) h. 1997 Rakhmat.cit. h. Bandung : remaja Rosdakarya. II. op. Filsafat Umum. Manual Training Filsafat.. I. 76 [5] Ibid [6] Ahmad Tafsir. Bandung: Mizan. Islam Alternatif. (Cet. Jalaluddin. Filsafat Umum. Diterjemahkan oleh M. Yogyakarta Belukar Muthahhari. 43 [9] Muhammad Muslih. 2002 Poedjawijatna. Falsafatuna. 2005) h.. 2001). I . Masysla-ye Syenikh diterjemahkan oleh Muhammad Jawad Bafaqih dengan judul mengenal epistemologi. Jakarta : Lentera Basritama 2001 ————————. Bandung : Mizan. IV. 2004 Shadr. (Cet. 2001) h. Ahmad.Muslih. Muhammad Baqir. IX . (Jakarta: Kosmic. 2002) H. (Cet. op. 20 [4] Kosmic.cit. 17-22 [3] Mohammad Muslih. Murtada. lentera. h. Jakarta : Rineka Cipta. 2001 [1]Muhammad Baqir Shadr. (Cet. 49-50 . 1994 Tafsir.Man and Universe diterjemahkan oleh Ilyas Hasan dengan judul Manusia Dan Alam Semesta.. 23 [7] Murtadha Muthahhari. 25 [2] Lihat Murtadha Muthahhari. Muhammad. Bandung : Teraju. Filsafat Ilmu. Pembimbing Kearah Alam Filsafat. h. Diterjemahkan oleh Muhammad Jawad Bafaqih dengan Judul Mengenal Epistemologi. h.

cit.. h. h. Poedjawijatna.cit.cit.. loc. h.. h. (Jakarta . Filsafat Agama.. 1997). 103-106 [16] Ahmad Tafsir. op. op. 48 [15] Lihat Ir..cit [19] Ir. h... PembimbingKearah Alam Filsafat. op. h.cit. 1997). h. op.. h. 64 [23] Ibid [24] Kosmic.cit.. h. Poedjawijatna.. h. 27 . Logos Wacana ilmu. 63 [22] Ibid..cit.. 124 [11] Donny Gahrial Adian.cit.. Jakarta: Roneka Cipta.cit. op. op.cit. op.. 25 [13]Kosmic. 134 [25] Amsal Bakhtiar. (Cet. 107 [20] Ibid [21] Muhammad Muslih. 24 [17] Muhammad Baqir Shadr... h... op. 125 [14] Donny Gahrial Adian. h. 45 [12] Ahmad Tafsir.. op. h. op.cit. op.[10] Kosmic.... h. h. X ..cit. 33 [18] Donny Gahrial Adian.cit... op. 65 [27] Ahmad Tafsir. 170 [26] Muhammad Muslih.

II. 2005) h.cit. h.cit. h. Op.. Islam Alternatif. h. op. (Cet. I . Bandung : Mizan. (Cet.cit [31] Mulyadi Kartanegara. op. Lihat juga Murtadha Muthahhari.[28] Muhammad Muslih. 203-205. h. I . 234 [43] Hasan Abu Ammar.. h.. 46-47 [30] Muhammad Muslih. Muhammad Iqbal (Cet. 2002). op. 36-37 [35] Kosmic. Buku Saku Filsafat Islam. 70 [29] Donny Gahrial Adian. 47-48 [33] Mulyadi Kartanegara. h. 171 [42] Kosmic. (Cet. h. Panorama Filsafat Islam. Bandung : Teraju.cit. 2004) h.Muntazhar. (Cet.. 1992). Bandung : Arasy. 63 [34] Lihat Muhammad Baqir Shadr.cit. Op. 85 [37] Ibid. Jakarta : Lentera Basritama. 2002) h. 233 [41] Haidar Baqir... 13-1398 [40] Kosmic. 14 . loc. Ringkasan Logika Muslim. 58 [32] Lihat... h.cit. op. I . 138 [39] Lihat Ibid. (Cet. h.. h. XII .. Jalaluddin Rakhmat. h. Op. Man and Universe diterjemahkan oleh Ilyas Hasan dengan judul manusiadan Alam semesta. 2003) h.cit. I . 203 [36] Haidar Baqir. Jakarta : yayasan al. Bandung : Mizan.. 103 [38] Ibid..cit.

kehilangan dimensi spiritualitasnya. ilmu dan teknologi haruslah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan bukan sebaliknya. Artinya ilmu dan teknologi menjadi instrumen penting dalam setiap proses pembangunan sebagai usaha untuk mewujudkan kemaslahatan hidup manusia seluruhnya. Pendekatan . sehingga ilmu-ilmu umum tersebut tidak bebas nilai atau sekuler. PENDAHULUAN A. Ilmu pengetahuan yang sesungguhnya merupakan hasil dari pembacaan manusia terhadap ayat-ayat Allah swt.MENUJU INTEGRASI ILMU-ILMU KEISLAMAN DENGAN ILMU-ILMU UMUM Oleh: Syekhuddin I. Latar Belakang Masalah Pemikiran tentang integrasi atau Islamisasi ilmu pengetahuan dewasa ini yang dilakukan oleh kalangan intelektual muslim. maka berkembangkanlah ilmu atau sains yang tidak punya kaitan sama sekali dengan agama.[3] Untuk mencapai sasaran tersebut maka perlu dilakukan suatu upaya mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dengan ilmu-ilmu keislaman. atau mampu memahami wahyu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. tidak lepas dari kesadaran beragama. Dengan sebuah konsep bahwa ummat Islam akan maju dapat menyusul menyamai orang-orang barat apabila mampu menstransformasikan dan menyerap secara aktual terhadap ilmu pengetahuan dalam rangka memahami wahyu.[1] Disamping itu terdapat asumsi bahwa ilmu pengetahuan yang berasal dari negara-negara barat dianggap sebagai pengetahuan yang sekuler oleh karenanya ilmu tersebut harus ditolak. Secara totalitas ditengah ramainya dunia global yang sarat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian. atau minimal ilmu pengetahuan tersebut harus dimaknai dan diterjemahkan dengan pemahaman secara islami.[2] Dipandang dari sisi aksiologis ilmu dan teknologi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia. Tidaklah mengherankan jika kemudian ilmu dan teknologi yang seharusnya memberi manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi kehidupan manusia ternyata berubah menjadi alat yang digunakan untuk kepentingan sesaat yang justru menjadi “penyebab” terjadinya malapetaka yang merugikan manusia.

Buka masanya sekarang disiplin ilmu –ilmu agama (Islam) menyendiri dan steril dari kontak dan intervensi ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu kealaman dan begitu pula sebaliknya. suatu integrasi ilmu pengetahuan Islam dan umum. maka akan dibahas terlebih dahulu tentang : Alquran dan ilmu pengetahuan. Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Bacalah. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. A. Alquran dan Ilmu Pengetahuan (Sains) Alquran diturunkan oleh Allah swt. bahkan wahyu yang pertama kali turun. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.[5] .interdisciplinary dan inter koneksitas antara disiplin ilmu agama dan umum perlu dibangun dan dikembangkan terus-menerus tanpa kenal henti. Alquran menempatkan ilmu dan ilmuan dalam kedudukan yang tinggi sejajar dengan orang-orang yang beriman (QS: al-Mujadilah: 11).[4] B. adalah ayat yang berkenaan dengan ilmu. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Banyak nash Alquran yang menganjurkan manusia untuk menuntut ilmu. Alquran juga menuntun manusia untuk menjalani segala aspek kehidupan. Permasalahan Permasalahan yang penting diajukan adalah bagaimana mengintegrasikan atau menyatukan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum. yaitu perintah untuk membaca seperti yang terdapat dalam surat al-‘Alaq ayat 1-5. Dia diketahuinya. termasuk di dalamnya menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan. rekonstruksi sains Islam. PEMBAHASAN Sebelum sampai kepada pembahasan penyatuan /integrasi ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum. kepada manusia untuk menjadi petunjuk dan menjadi pemisah antara yang hak dan yang batil sesuai dengan firman-Nya dalam surat al-Baqarah ayat 185. II.

Kegiatan itu mungkin menjadi pendorong munculnya ilmu-ilmu pengetahuan alternatif. ilmu komputer dll. membahas hubungan Alquran dan ilmu pengetahuan bukan dinilai dengan banyaknya cabang-cabang ilmu pengetahuan yang tersimpul di dalamnya. semua bersumber dari al-Qur’an al-Karim. bukan pula dengan menunjukkan kebenaran teori-teori ilmiah. Itulah sebabnya pengembangan teori-teori ilmu pengetahuan Islam dimaksudkan untuk kemaslahatan umat Islam.Al-Nahl: 78) Syeikh Mahmu>d Abdul Wahab Fayid mengatakan bahwa ayat ini mendahulukan pendengaran dan penglihatan dari pada hati disebabkan karena keduanya itu sebagai sumber petunjuk berbagai macam pemikiran dan merupakan kunci pembuka pengetahuan yang rasional. Cara berpikir inilah yang dinamakan paradigma Alquran.Disamping itu. bahwa seluruh cabang ilmu pengetahuan yang terdahulu dan yang kemudian. M. Quraish Shihab mengatakan. Tetapi pembahasan hendaknya diletakkan pada proporsi yang lebih tepat sesuai dengan kemurnian dan kesucian Alquran dan sesuai pula dengan logika ilmu pengetahuan itu sendiri. Struktur transendental Alquran adalah sebuah ide normatif dan filosofis yang dapat dirumuskan menjadi paradigma teoretis. Pengembangan eksperimen-eksperimen ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada paradigma Alquran jelas akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. ilmu tumbuh-tumbuhan. Jelas bahwa premis-premis normatif Alquran dapat dirumuskan menjadi teori-teori empiris dan rasional.[7] Dr. tetapi yang lebih utama adalah melihat adakah jiwa ayat–ayatnya menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan atau sebaliknya.[9] B. (QS. serta adakah satu ayat Alquran yang bertentangan hasil penemuan ilmiah yang telah mapan?[8] Kuntowijoyo mengatakan bahwa Alquran sesungguhnya menyediakan kemungkinan yang sangat besar untuk dijadikan sebagai cara berpikir. dalam arti sesuai dengan kebutuhan pragmatis umat manusia sebagai khalifah di bumi. paradigma Islam. Alquran menghargai panca indra dan menetapkan bahwasanya indra tersebut adalah menjadi pintu ilmu pengetahuan. Tidak perlu melihat apakah di dalam Alquran terdapat ilmu matematika. 1388 M). Ia akan memberikan kerangka bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan empiris dan rasional yang orisinal. Namun Imam Al-Sy>athibi (w. yang telah diketahui maupun yang belum. tidak sependapat dengan AlGazali. Rekontruksi Ilmu Pengetahuan Islam .[6] Imam al-Ghazali sebagaimana dikutip oleh Quraish Shihab mengatakan.

Dalam perkembangan keilmuan Islam, terdapat pengelompokan disiplin ilmu agama dengan ilmu umum. Hal ini secara implisit menunjukkan adanya dikotomi ilmu pengetahuan. Kondisi seperti ini terjadi mulai abad pertengahan sejarah Islam hingga sekarang. Dalam konteks Indonesia, dikatomi ilmu umum dan ilmu agama malah sudah terlembagakan. Hal ini bisa dilihat dari adanya dua tipe lembaga pendidikan yang dinaungi oleh departemen yang berbeda. Lembaga pendidikan yang berlabel agama di bawah naungan DEPAG sedangkan lembaga pendidikan umum berada di bawah DEPDIKNAS. Pandangan dikotomis terhadap ilmu pengetahuan Islam seperti itu, tidak sesuai dengan pandangan integralistik ilmu pengetahuan pada permulaan sejarah umat Islam. Ternyata pandangan dikotomis yang menempatkan Islam sebagai suatu disiplin yang selama ini terasing dari disiplin ilmu lain telah menyebabkan ketertinggalan para ilmuan Islam baik dalam mengembangkan wawasan keilmuan maupun untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan multidimensional approach (pendekatan dari berbagai sudut pandang). Oleh karena itu wajarlah jika dikotomi ilmu pengetahuan mendapatkan gugatan dari masyarakat, termasuk gugatan dari para ilmuan muslim melalui wacana Islamisasi ilmu pengetahuan.[10] Muhammad Abid al-Jabiry dalam Amin Abdullah mengatakan: Adalah merupakan kecelakaan sejarah umat Islam, ketika bangunan keilmuan natural sciences (al-ulu>m al-kauniyyah) menjadi terpisah dan tidak bersentuhan sama sekali dengan ilmu-ilmu keislaman yang pondasi dasarnya adalah “teks” atau nash. Meskipun peradaban Islam klasik pernah mengukir sejarahnya dengan nama-nama yang dikenal menguasai ilmu-ilmu kealaman, antara lain seperti Al-Biru>ni (w. 1041) seorang ensiklopedis muslim, Ibn Sina seorang filosuf dan ahli kedokteran, Ibn Haitsam (w.1039) seorang fisikawan, dan lain-lain. Sayang perguruan tinggi Islam, yang ada sekarang kurang mengenalnya atau mungkin sama sekali tidak mengenalnya lagi, lebih-lebih perkembangan metodologi ilmu-ilmu kealaman yang berkembang sekarang ini, yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang ada sekarang.[11] Selain ilmuan-ilmuan muslim yang dikemukakan di atas masih banyak ilmuan lain yang terkenal diantaranya, Abu Abbas al-Fadhl Ha>tim an-Nizari (w-922) seorang ahli astronomi, Umar Ibn Ibrahim alKhayyami (w.1123) yang lebih di kenal dengan Umar Khayyam penulis buku aljabar, Muhammad al-Syarif al-Idrisi (1100-1166) ahli ilmu bumi.

Pada periode klasik Islam ini (Abad VII-XIII) dijuluki The golden age of Islam, telah terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada beberapa faktor yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan pada periode ini, yaitu: 1. Agama Islam sebagai motivasi. 2. Kesatuan bahasa yang memudahkan komunikasi ilmiah. 3. Kebijakan pemerintah untuk pengembangan ilmu pengetahuan. 4. Didirikannya akademi, Laboratorium, dan perpustakaan sebagai sarana pengembangan ilmu. 5. Ketekunan ilmuan untuk mengadakan riset dan eksperimen. 6. Pandangan Internasional yang membuka isolasi dengan dunia luar. 7. Penguasaan terhadap bekas wilayah pengembangan filsafat klasik Yunani. Pada periode klasik Islam tidak terdapat dikotomi ilmu pengetahuan. Memang telah dikembangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Alquran dan hadis dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari alam dan masyarakat, tetapi masih berada dalam satu kerangka yaitu pengetahuan Islam.[12] Sesudah periode klasik ini, yaitu sejak abad XIII, Ilmu pengetahuan Islam mulai mengalami kemunduran, produktivitas ilmuan-ilmuan muslim sangat berkurang. Di dunia barat justru terjadi sebaliknya, warisan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dari Islam dikembangkan, sehingga mengantar mereka mencapai dunia baru melalui pintu gerbang renaissance, dan reformasi. Kondisi seperti ini mempengaruhi struktur ilmu pengetahuan dalam Islam. Ilmu pengetahuan yang dikaji dari Alquran dan hadis yang dianggap sebagai ilmu pengetahuan Islam, sedangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari alam, dan dari masyarakat dikeluarkan dari struktur ilmu pengetahuan Islam. Dengan demikian muncullah dikotomi ilmu pengetahuan Islam dengan umum. Kalau hal ini dibiarkan terus berkembang maka akan membawa dampak negatif, misalnya teknologi nuklir bisa menjadi senjata pemusnah yang seharusnya untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu Ilmu pengetahuan Islam perlu direkonstruksi kembali dengan paradigma baru yaitu bahwa ilmu pengetahuan Islam menggambarkan terintegrasinya seluruh sistem ilmu pengetahuan dalam satu kerangka. Ilmu

pengetahuan Islam menggunakan pendekatan wahyu, pendekatan filsafat, dan pendekatan empirik, baik dalam pembahasan substansi ilmu, maupun pembahasan tentang fungsi dan tujuan ilmu pengetahuan. Dengan rekonstruksi ilmu pengetahuan Islam tidak terkait lagi adanya dikotomi antara ilmu pengetahuan Islam (syari’ah) dengan ilmu pengetahuan umum, keduanya saling berhubungan secara fungsional (fungsional Corelation)[13] C. Integrasi Ilmu Pengetahuan ke Islaman dengan Umum Setelah umat Islam mengalami kemunduran sekitar abad XIII-XIX, justru pihak Barat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya dari Islam sehingga ia mencapai masa renaissance. Ilmu pengetahuan umum (sains) berkembang pesat sedangkan ilmu pengetahuan Islam mengalami kemunduran, yang pada akhirnya muncullah dikotomi antara dua bidang ilmu tersebut. Tidak hanya sampai di sini tetapi muncul pula sekularisasi ilmu pengetahuan. Namun sekularisasi ilmu pengetahuan ini mendapat tantangan dari kaum Gereja. Galileo (L. 1564 M) yang dipandang sebagai pahlawan sekularisasi ilmu pengetahuan mendapat hukuman mati tahun 1633 M, karena mengeluarkan pendapat yang bertentangan dengan pandangan Gereja. Galileo memperkokoh pandangan Copernicus bahwa matahari adalah pusat jagat raya berdasarkan fakta empiris melalui observasi dan eksperimen. Sedangkan Gereja memandang bahwa bumi adalah pusat jagat raya ( Geosentrisme) didasarkan pada informasi Bibel.[14] Pemberian hukuman kepada para ilmuan yang berani berbeda pandangan dengan kaum Gereja menjadi pemicu lahirnya ilmu pengetahuan yang memisahkan diri dari doktrin agama. Kredibilitas Gereja sebagai sumber informasi ilmiah merosot, sehingga semakin mempersubur tumbuhnya pendekatan saintifik dalam ilmu pengetahaun menuju ilmu pengetahuan sekuler.[15] Sekularisasi ilmu pengetahuan secara ontologis membuang segala yang bersifat religius dan mistis, karena dianggap tidak relevan dengan ilmu. Alam dan realitas sosial didemitologisasikan dan disterilkan dari sesuatu yang bersifat ruh dan spirit dan didesakralisasi (di alam ini tidak ada yang sakral). Sekularisasi ilmu pengetahuan dari segi metodologi menggunakan epistemologi rasionalisme dan

empirisme. Rasionalisme berpendapat bahwa rasio adalah alat pengetahuan yang obyektif karena dapat

yang merupakan antitesis dari usul yang pertama. Upaya yang dilakukan adalah objektifikasi.[16] Kondisi inilah yang memotivasi para cendekiawan muslim berusaha keras dalam mengintegrasikan kembali ilmu dan agama. adalah ilmuisasi Islam. Tokoh yang mengusulkan pertama kali upaya ini adalah filosof asal Palestina yang hijrah ke Amerika Serikat. Upaya yang pertama kali diusulkan adalah islamisasi ilmu pengetahuan. Sekularisasi ilmu pengetahuan pada aspek aksiologi bahwa ilmu itu bebas nilai atau netral. Syed Muhammad Naquib Al-Attas. melalui rujukan utamanya Alquran dan Hadis. menyebabkan ilmu itu “memihak”. Pemikiran kalangan yang mengusung ide “Islamisasi ilmu” masih terkesan sporadis. dan dengan demikian menghilangkan obyektivitasnya. menurut kaum sekular. Akan tetapi. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengembalikan ilmu pengetahuan pada pusatnya yaitu tauhid. Islam dijadikan sebagai suatu ilmu yang objektif. nilai-nilai ilmu hanya diberikan oleh manusia pemakainya. Isma>’il Ra>ji Al-Faru>qi.. Kemunculan ide: “Islamisasi ilmu” tidak lepas dari ketimpangan-ketimpangan yang merupakan akibat langsung keterpisahan antara sains dan agama. ke dalam realitas kesejarahannya secara empirik? . di antaranya bisa disebut adalah: Ismail Raji Al-Faruqi. dan belum terpadu menjadi sebuah pemikiran yang utuh.melihat realitas dengan konstan. Fazlur Rahman. Upaya “islamisasi ilmu” bagi kalangan muslim yang telah lama tertinggal jauh dalam peradaban dunia moderen memiliki dilema tersendiri. Upaya ini diusung oleh Kuntowijoyo. Hal ini dimaksudkan agar ada koherensi antara ilmu pengetahuan dengan iman. sehingga ajaran Islam yang terkandung . Dilema tersebut adalah apakah akan membungkus sains Barat dengan label “Islami” atau “Islam”? Ataukah berupaya keras menstransformasikan normativitas agama. Dari sebagian banyak cendikiawan muslim yang pernah memperdebatkan tentang islamisasi ilmu. Kedua-duanya samasama sulit jika usahanya tidak dilandasi dengan berangkat dari dasar kritik epistemologis. Sedangkan empirisme memandang bahwa sumber pengetahuan yang absah adalah empiris (pengalaman). tema ini sejak kurun abad 15 H. menjadikan Alquran sebagai suatu paradigma. Sekulerisme telah membuat sains sangat jauh dari kemungkinan untuk didekati melalui kajian agama. Dia mengusulkan agar melakukan perumusan teori ilmu pengetahuan yang didasarkan kepada Alquran. dan Ziauddin Sardar. Memasukkan nilai ke dalam ilmu. telah menjadi tema sentral di kalangan cendekiawan muslim. Upaya yang lainnya.

3. tidak hanya untuk umat Islam tapi non-muslim juga bisa merasakan hasil dari objektivikasi ajaran Islam. sehingga analisis dan konklusi yang diberikan sarat makna-makna atau nilai.[17] Azyumardi Azra. “Maksud” alam tersebut adalah suci (baik) sesuai dengan misi yang diemban dari Tuhan. Pandangan ini diakui oleh ontologi rasionalisme yang mengakui sejumlah kenyataan empiris. Pertama: Restorasionis. dengan ilmu-ilmu umum mungkin dilakukan dengan tetap tegak diatas prinsip–prinsip tanpa mengacu pada pendekatan teologi normatif. maka corak ilmu yang dihasilkan akan diwarnai pula oleh corak pikiran yang digunakan dalam mengkaji fenomena yang diteliti. empiris etik dan empiris transenden. tetapi juga melibatkan al-qalb yakni intuisi batin yang suci. proses pencarian ilmu tidak hanya berputar-putar di sekitar rasio dan empiri.dalam Alquran dapat dirasakan oleh seluruh alam ( rahmatan lil ‘alamin). alam semesta sebagai obyek ilmu pengetahuan tidak netral. pemimpin jamaat al-Islam Pakistan. 1398 M) dari Andalusia. 2. mengatakan bahwa ilmu itu hanya pengetahuan yang berasal dari nabi saja. Cendekiawan yang berpendapat seperti ini adalah Ibrahim Musa (w. Bila alam dikelola dengan “maksud” yang inheren dalam dirinya akan membawa manfaat bagi manusia. Dalam pandangan Islam. Moh. rasional. . Ibnu Taymiah. yakni empiris sensual. Ilmu pengetahuan adalah produk akal pikiran manusia sebagai hasil pemahaman atas fenomena di sekitarnya. sebagai berikut: 1. Dalam pandangan Islam. Natsir Mahmud mengemukakan beberapa proposisi (usulan) tentang kemungkinan islamisasi ilmu pengetahuan. 4. Rasio dan empiri mendeskripsikan fakta dan al-qalb memaknai fakta. Dalam pandangan Islam realitas itu tidak hanya realitas fisis tetapi juga ada realitas non-fisis atau metafisis. melainkan mengandung nilai (value) dan “maksud” yang luhur. Masalah yang muncul kemudian adalah apakah integrasi/islamisasi ilmu pengetahuan keislaman. Sebagai produk pikiran. Begitu juga Abu Al-A’la Maudu>di. mengatakan ilmu-ilmu dari barat. mengemukakan ada tiga tipologi respon cendekiawan muslim berkaitan dengan hubungan antara keilmuan agama dengan keilmuan umum. yang mengatakan bahwa ilmu yang bermanfaat dan dibutuhkan adalah praktek agama (ibadah).

Jamal al-Din al-Afga>ni menyatakan bahwa Islam memiliki semangat ilmiah. geologi dan ilmu ekonomi adalah sumber kesesatan karena tanpa rujukan kepada Allah swt.[20] Integrasi yang dimaksud di sini adalah berkaitan dengan usaha memadukan keilmuan umum dengan Islam tanpa harus menghilangkan keunikan–keunikan antara dua keilmuan tersebut. fisika. Kalau ilmu qauniyah berkenaan dengan hukum alam. dan rasionalis. Mereka mengatakan bahwa Islam pada masa Nabi Muhammad dan sahabat sangat revolutif. Sehingga ayat-ayat qauliyah dan qauniyah dapat dipakai. tidak mengucilkan Tuhan (sekularisme) atau mengucilkan manusia ( other worldly asceticisme). Disinilah pentingnya integrasi konstruktif dimana integrasi yang menghasilkan kontribusi baru yang tak diperoleh bila kedua ilmu tersebut terpisah. merupakan rekonstruksi ilmu-ilmu yang berasal dari al-ayah al-qur’aniyah dan yang berasal dari al-ayah al-kawniyah berarti kembali kepada kesatuan transsendental semua ilmu pengetahuan. Tapi ada kelemahan dari integrasi.[21] (2) Berkaitan dengan pembagian keilmuan. dan Nabi Muhammad saw.[18] Kuntowijoyo menyatakan bahwa inti dari integrasi adalah upaya menyatukan (bukan sekedar menggabungkan) wahyu Tuhan dan temuan pikiran manusia (ilmu-ilmu integralistik). kimia. biologi. Terdapat keritikan yang menarik berkaitan dengan integrasi antara ilmu agama dengan sains: (1) Integrasi yang hanya cenderung mencocok-cocokkan ayat-ayat Alquran secara dangkal dengan temuan-temuan ilmiah. Kedua: Rekonstruksionis interprestasi agama untuk memperbaiki hubungan peradaban modern dengan Islam. progresif. ilmu qauniyah berkenaan dengan hukum Tuhan dan ilmu . Sayyid Ahmad Khan (w. zoologi. Ketiga: Reintegrasi. yaitu qauniyah (Alam) dan qauliyah (Teologis). di mana adanya penaklukan. 1898 M) mengatakan firman Tuhan dan kebenaran ilmiah adalah sama-sama benar. seperti teologi ditaklukkan oleh sains. Atau bahkan integrasi diperlukan untuk menghindari dampak negatif yang mungkin muncul jika keduanya berjalan sendiri-sendiri ….[19] Model integrasi adalah menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai grand theory pengetahuan.geografi. Kuntowijoyo mengatakan bahwa ilmu itu bukan hanya qauniyah dan qauliyah tetapi juga ilmu nafsiyah.

keilmuan sosial. maka dibutuhkan kerjasama. Oleh karena itu. Muara dari pendekatan integratif-interkonektif menjadikan keilmuan mengalami proses obyektivikasi dimana keilmuan tersebut dirasakan oleh orang non Islam sebagai sesuatu yang natural (sewajarnya). humaniora. sehingga ada kemungkinan berat sebelah.[25] .[24] Pendekatan integratif-interkonektif merupakan usaha untuk menjadikan sebuah keterhubungan antara keilmuan agama dan keilmuan umum. sehingga Islam dapat menjadi rahmat bagi semua orang.nafsiyah berkenaan makna. nilai dan kesadaran. masing-masing corak keilmuan dapat memahami keterbatasan. maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri …. saling membutuhkan. kekurangan dan kelemahan pada masing-masing keilmuan dan sekaligus bersedia mengambil manfaat dari temuan-temuan yang ditawarkan oleh tradisi keilmuan yang lain serta memiliki kemampuan untuk memperbaiki kekurangan yang melekat pada diri sendiri.[23] Pendekatan integratif-interkonektif merupakan pendekatan yang tidak saling melumatkan dan peleburan antara keilmuan umum dan agama. yaitu kesulitan memadukan studi Islam dan umum yang kadang tidak saling akur karena keduanya ingin saling mengalahkan. Pendekatan keilmuan umum dan Islam sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga corak yaitu: paralel. Interkoneksitas yang dimaksud oleh Amin Abdullah adalah: “Usaha memahami kompleksitas fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia. integrasi keilmuan mengalami kesulitan. salah satu dan keduanya akan menjadi primadona. Pendekatan paralel masing-masing corak keilmuan umum dan agama berjalan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dan persentuhan antara satu dengan yang lainnya. Pendekatan Sirkular. bisa tetap menganggapnya sebagai perbuatan keagamaan. linear dan sirkular. saling koreksi dan saling keterhubungan antara disiplin keilmuan. baik keilmuan agama. Pendekatan Linear. hermeneutikal). Ilmu nafsiyah inilah yang disebut sebagai humaniora (ilmu-ilmu kemanusiaan. Sekalipun demikian. tidak sebagai perbuatan keagamaan. saling tegur sapa. diperlukan usaha interkoneksitas yang lebih arif dan bijaksana.[22] Amin Abdullah memandang. Sehingga setiap bangunan keilmuan apapun. dari sisi yang mempunyai perbuatan. termasuk amal.

Di sini Islam mengalami objektivitas dimana etika agama menjadi ilmu yang bermanfaat bagi seluruh manusia. baik berupa ayat-ayat qauliyyah yang terhimpun di dalam Alquran maupun ayat-ayat kauniyah yang terhampar dijagat alam raya ini. politik. bagi hasil (al-Mud{a>rabah) dan kerja sama (al-Musya>rakah). sehingga keilmuan umum dan agama dapat saling bekerja sama tanpa saling mengalahkan.[26] Perbedaan pendekatan integrasi-interkoneksi dengan Islamisasi ilmu adalah dalam hal hubungan antara keilmuan umum dengan keilmuan agama. sistematis. Sedangkan pendekatan integrasi interkoneksi lebih bersifat menghargai keilmuan umum yang sudah ada. obyektif dan menyeluruh tentang ayat-ayat Allah swt. Karena keterbatasan kemampuan manusia untuk mengkaji ayat-ayat tersebut.Contoh konkrit dari proses objektivikasi keilmuan Islam adalah Ekonomi Syariah yang prakteknya dan teoriteorinya berasal dari wahyu Tuhan. adalah bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi diperoleh melalui usaha yang sungguh-sungguh dengan menggunakan instrumen penglihatan. Dari perspektif Epistemologi. hubungan internasional. sosiologi. maka hasil kajian / pemikiran manusia tersebut harus dipahami atau diterima sebagai pengetahuan yang relatif kebenarannya. maka terjadi pemilahan. Kedepan. adalah merupakan pemahaman yang timbul dari hasil studi yang mendalam. Dari perspektif ontologis. dan pengetahuan yang memiliki kebenaran mutlak hanya dimiliki oleh Allah swt. Dari uraian di atas. epistemologis dan aksiologis. antropologi. karena keilmuan umum juga telah memiliki basis epistemologi. sambil mencari letak persamaan. baik metode pendekatan ( approach) dan metode berpikir (procedure) antar keilmuan dan memasukkan nilai-nilai keilmuan Islam ke dalamnya. Islam menyediakan etika dalam perilaku ekonomi antara lain. hukum dan peradilan dan seterusnya. ontologi dan aksiologi yang mapan. teknologi. peleburan dan pelumatan antara ilmu umum dengan ilmu agama. ekonomi. pola kerja keilmuan yang integralistik dengan basis moralitas keagamaan yang humanistik dituntut dapat memasuki wilayah-wilayah yang lebih luas seperti: psikologi. kesehatan. pendengaran dan hati yang . Kalau menggunakan pendekatan islamisasi ilmu. baik muslim maupun non muslim. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dalam mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman ke dalam ilmu-ilmu umum sebaiknya mengacu kepada perspektif ontologis. bahwa ilmu itu pada hakekatnya. bahkan arti agama sekalipun.

Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. Respon cendekiawan muslim berkaitan hubungan antara ilmu pengetahuan Islam dan umum ada 3 tipologi. 2. . Sejak kredibilitas Gereja sebagai sumber informasi ilmiah merosot. Amin. terhadap hukum-hukum alam dan sosial ( sunnatullah). Penyatuan antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum lebih condong kepada integrasiinterkoneksitas dan mengacu kepada perspektif ontologis. 3. Rekonstruksionis. bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan kepada pemberian manfaat dan pemenuhan kebutuhan hidup umat manusia.I. Perlu disadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian dari ayat-ayat Allah dan merupakan amanat bagi pemiliknya yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di sisi-Nya. M. Yogyakarta: Penerbit SUKA Press. Islamic Stadies dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi . yaitu: Restorasionis. Bukan sebaliknya. 2006 _______. Reformasi Pendiidkan Islam. Terjadinya dikotomi ilmu pengetahuan Islam dengan ilmu-ilmu umum menyebabkan para ilmuan Islam berusaha melakukan Islamisasi atau integrasi kedua ilmu tersebut. maka bertumbuh suburlah pendekatan saintifik dalam ilmu pengetahuan menuju ilmu pengetahuan sekuler. sebab kalau hal ini tidak dilakukan maka akan membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Cet. Cet I. Jakarta: CRSD Press. Epistemologis dan aksiologis. 4. Armai. dan Reintegrasi. ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk menghancurkan kehidupan manusia. Islamic Studies Di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif .diciptakan Allah swt. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. 2007. 2005. BAB III. Alquran diturunkan kepada manusia disamping sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. juga menuntun manusia untuk menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan. KESIMPULAN 1. Dari perspektif aksiologi. 5. Karena itu tidak menafikan Tuhan sebagai sumber dari segala realitas termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Cet. I. Arief.

Wicaksana. Makassar: Alauddin Press. 2007). “Pendidikan Dalam Alquran” Semarang: Penerbit CV. 2005 Departemen Agama RI. Islam Sebagai Ilmu. Bagir. (Madinah Almunawwarah: Mujamma’ al-Malik Fahd Li Thibaat al-Mushhaf al-Syarief. Cet. Bandung: Penerbit Mizan.Falasany. [1] Armai Arief. 2005. h. Sosial dan Politik. Reintegrasi Ilmu-Ilmu. 1418 H. Cet. [3] Ibid. II. Said. 2005. . 1989. 2005).124..DR. (ed) (Cet I. Al-Tarbiyah Fie Kitab Allah . Jakarta. Alquran dan Terjemahnya. 1989). [2] Nurman Said. xxxvi. h. Bandung: Mizan. Jakarta: CRSD Press. Amin Abdullah. 1986.Wicaksana. Semarang: Penerbit CV. Islamic Stadies dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi . dkk. Shihab. Jakarta: Gramedia. 2005). “Pendidikan Dalam Alquran”. Makassar: Alauddin Press. [6] Syeikh Mahmud Abdul Wahab Fayid. Quraish. Syeikh Mahmud Abdul Wahab. 23-24. 33. Sinergi Agama dan Sains. Reformasi Pendidikan Islam.M. M. Jujun S. Penerbit: Teraju. Muhammad Sabri. Wahyuddin Halim. Bandung: Mizan. Kuntowijoyo. Membumikan Alquran. (Madinah Al-Munawwarah: Mujamma’ al-Malik Fahd li Thibaat al-Mushhaf al-Syarief. Integrasi Ilmu dan Agama. Interprestasi dan Aksi . Ilmu Dalam Perspektif Moral. Azyumardi. Alquran dan Terjemahnya. (Cet I. 1079. 1418 H). Nurman.. h. diterjemahkan Drs. [5] Departemen Agama RI. Integrasi Ilmu dan Agama.H. Judi Al-Falasany. Interprestasi dan Aksi . Fayid. Zainal Abidin (ed). (Cet. Judi Al. 1992 Suriasumantri. Al-Tarbiyah Fie Kitab Allah. h. h.Azra.xxxvii [4] Prof. I. h. 2005. dkk. Sinergi Agama dan Sains. Yogyakarta: Penerbit Suka Press. (ed) Cet I. diterjemahkan Drs.

Dr.cit. 27.. op.. Integrasi Ilmu dan Agama. 2005) h. [15] Prof.cit. (ed)..Quraish shihab. Jakarta: Penerbit: Teraju.H. . op. Muhammad Sabri. Moh. [20] Imam Suprayogo. Suriasumantri. 2005).M.DR. h. 119. Nurman Said. [19] Kuntowijoyo. 1986). (ed). Natsir Mahmud.cit. [10] M. Reintegrasi Ilmu-ilmu dalam Islam Zainal Abidin Bagir (ed) Integrasi Ilmu dan Agama.. h. op.107 [11] Prof. II. 206. Amin Abdullah.[7] Dr. Islam Sebagai Ilmu. [9] Kuntowijoyo. h. dkk. Zainal Abidin Bagir. 50-51.cit. [21] Zainal Abidin Bagir (ed). Ilmu dalam Perspektif Moral .25-26. Pengalaman UIN Malang.M.49 – 50. [12] M. Nurman Said. h. Interprestasi dan Aksi .41 [8] Ibid. Wahyuddin Hakim. Bandung: Mizan. 134. (bandung: Mizan. Landasan Paradigmalik Islamisasi Ilmu Pengetahuan . 57-58. [17] Ibid. Bandung: Penerbit Mizan. 1992) h . h. (Cet I. Membangun Integrasi Ilmu dan Agama .. Sosial dan Politik. 129. [14] Jujun S.211. [13] Ibid. Ke Arah Rekonstruksi Sains Islam. 3. Op. (Cet.cit. (Jakarta: Gramedia. Membumikan Alquran. Shaleh Putuhena. 129-133. h. h. h. [18] Azyumardi Azra. [16] Lihat Ibid. 107. h.. h. 2005) h. h.cit. Wahyuddin Halim Muhammad Sabri. Interprestasi dan Aksi. op. op.Shaleh Putuhena.

h..[22] Kuntowijoyo.. [24] Ibid.cit. Manakala kita berfikir . h. 105. islam.M. [23] Prof. dan terutama bila harus dipraktekkan sungguh-sungguh ternyata bahwa berfikir dengan teliti dan tepat merupakan kegiatan yang cukup sukar juga. Latar Belakang Masalah Filsafat merupakan akar dari seluruh ilmu yang ada. Setiap hari kita sudah berdialog dengan diri kita sendiri. LOGIKA INFERENSIAL Posted: September 22. Namun bila kita selidiki lebih lanjut. rasa-rasanya berfikir begitu mudah. nilai. 219 – 223.Amin Abdullah.Dr. VII-VIII. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. menulis. Islamic Studies Di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif . 62. ilmu. mendengarkan penjelasan-penjelasan dan mencoba menarik kesimpulan-kesimpulan dari hal-hal yang kita lihat dan kita dengar.Amin Abdullah. berdialog dengan orang lain. Terus menerus seringkali hampir tidak kita sadari. op. op. h. Kita sudah begitu sering berfikir.cit. op.cit. PENDAHULUAN A. h. logika. h.I. mengkaji suatu tulisan. 2006). [26] Prof.DR. 51. bicara. 2009 by syekhu in MAKALAH Tag:agama. dari hasil pemikiran-pemikiran filsafat itulah muncul teori-teori yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kelimuan dan teknologi di jagat raya ini. (Cet. paradigma LOGIKA INFERENSIAL Oleh: Syekhuddin I. filsafat. M. semenjak kita sudah biasa melakukannya. inferensial. [25] Kuntowijoyo. budaya. membaca suatu uraian.

[2] jalan fikiran yang masuk akal.[4] Oleh karena demikian. Kegiatan berfikir-fikir benar-benar dituntut kesanggupan pengamatan yang kuat dan cermat. LOGIKA A. lalu persoalan tersebut ia fikirkan dengan menggunakan akal yang sehat. waspada terhadap pembenaran diri (rasionalisasi) yang dicari-cari. terhadap prasangka-prasangka. B. [1] pengetahuan tentang kaidah berfikir. terhadap pembuatan oleh rasa perasaan pribadi atau kelompok/ golongan. logika berarti. yaitu sistem yang menjadi acuan bagaimana manusia harus berfikir. Bagaimana sejarah logika? II. Logika dapat dikatakan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Yunani) yang artinya kata ( word) atau apa yang diucapkan. . ketika seseorang menghadapi sebuah persoalan yang memerlukan jalan keluar (pemecahan). kemudian dari hasil berfikir itu ia mendapatkan sebuah simpulan pemecahan dari persoalan tersebut.seksama dan sistematis berbagai penalaran. maka permasalahan “Logika Inferensi” dapat dirumuskan. terhadap segalanya yang tidak berkaitan (tidak relevan). Rumusan dan Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.[3] Inferensi berarti simpulan. logika inferensial dapat didefinisikan sebagai “berfikir dengan akal yang sehat untuk memperoleh kesimpulan”. sebagai berikut: 1. kesalahan-kesalahan yang terselubung. Contohnya. dituntut untuk melihat hubungan-hubungan. Bagaimana pengertian logika inferensi? 2. kejanggalan-kejanggalan.[1] kemudian berubah menjadi studi sistem preskriptif dari argumen dan penalaran ( reasoning). yang disimpulkan. segera akan dapat kita ketahui bahwa banyak penalaran tidak menyambung. [2] Menurut kamus besar bahasa Indonesia. apakah sesuatu atau argumen itu absah ( valid) atau sebagai pendapat yang keliru (fallacious). Pengertian Logic (logika) berasal dari kata logos (Bhs.

logikè epistèmè (logika ilmiyah) sesungguhnya baru dapat dikatan terwujud berkat karya Aristoteles. [3] ilmu untuk menggerakkan fikiran kepada jalan yang lurus dalam memperoleh suatu kebenaran. Taib Thahir Abd. Muin mengemukakan bahwa ilmu manthiq (logika) menurut bahasa ialah bertutur benar. antara lain. Namun demikian. dikembangkan menjadi teori tentang ilmu. Adapun definisinya bermacam-macam. lebih-lebih yang bertalian dengan ideogenesis dan penggunaan bahasa dalam pemikiran.M. . mempersoalkan masalah pikiran dan bahasa. Mereka telah melihat masalah identitas dan perlawanan asas dalam realitas. (428-347) mengumumkan metode Sokrates tersebut sehingga menjadi teori ide. Tetapi kaum sofis-lah yang membuat fikiran manusia sebagai titik api pemikiran secara eksplisit. yang nama aslinya Aristokles. Poespoprodjo dalam bukunya yang berjudul Logika Scientifika: Pengantar Dialektika dan Ilmu . Dunia Yunani Tua Menurut sebagian kisah sejarah Zeno dari Citium (±340-265) disebutkan bahwa tokoh Stoa adalah yang pertama kali menggunakan istilah logika. Menurut Plato. namun kesimpulannya sama. Namun demikian. Dapatkah ungkapan mengatakan secara tepat apa yang ditangkap pikiran? Sokrates (470-399) dengan metodenya. ide adalah bentuk “mulajadi” atau model yang bersifat umum dan sempurna yang disebut prototypa. sedangkan benda individual duniawi hanya merupakan bentuk tiruan yang tidak sempurna yang disebut ectypa. [2] ilmu untuk mencari dalil. Dalam metode ini dikumpulkan contoh dan peristiwa konkrit untuk kemudian dicari ciri umumnya. [1] ilmu tentang undang-undang berfikir. akar logika sudah terdapat dalam pikiran dialektis para filsuf mazhab Elea. [5] alat yang merupakan undang-undang berfikir dan bila undang ini dipelihara dan diperhatikan.[5] B. Sejarah Ringkas Logika W. Sedangkan oleh Aristoteles. Gorgias (±483-375) dari Lionti (Sicilia). maka hati nurani manusia pasti dapat terhindar dari fikiran-fikiran yang salah. mengembangkan metode induktif. [4] ilmu yang membahas tentang undang-undang yang umum untuk fikiran. Gagasan Plato ini banyak memberikan dasar terhadap perkembangan logika. membagi sejarah logika. yakni teori dinge an sich versi Plato. Plato.[6] sebagai berikut: 1. masalah penggunaan bahasa dalam kegiatan pemikiran.

disebut juga logika suposisi yang tumbuh berkat pengaruh para filosof Arab. dan Sextus Empiricus mengadakan sistematisasi logika dengan mengikuti cara geometri. dan tekanan terletak pada ciri-ciri term sebagai symbol tata bahasa dari konsep-konsep seperti yang terdapat di dalam karya Petrus Hispanus. Karya utama Galenus berjudul Logika Ordini Geometrico Demonstrata . Chrysippus yang Stoa mengembangkan logika proposisi dan mengajukan bentuk-bentuk berfikir yang sistematis.[7] 2. Pada abad XIII-XV berkembanglah logika seperti yang sudah . Alexander Aphrodisiens.. kemudian komentar-komentar dari Boethius dan Fons Scientiae (Sumber Ilmu) karya Johannes Damascenus. keempat karya Aristoteles lainnya dikenal lebih luas dan disebut sebagai logika baru. maka logika juga merosot. Kini ilmu menjadi dangkal sifatnya dan sangat sederhana. yang biasa disebut logika lama. yakni metode ilmu ukur. Theoprastus mengembangkan teori logika Aristoteles. dan kaum Stoa mengembangkan teori logika dengan menggarap masalah bentuk argument disjungtif dan hipotesis serta beberapa segi masalah bahasa. Karya tersebut ditambah dengan karya Phorphyrios yang bernama Eisagogen dan traktat Boethius yang mencakup masalah pembagian. Kemudian muncullah zaman dekadensi logika. Sesudah tahun 1141. masalah metode debat. Thomas Aquinas dkk.[9] Di dalam logika ini di ditunjuk pentingnya pendalaman tentang suposisi untuk menerangkan kesesatan logis. Salama ini logika mmengembang karena menyertai perkembangan pengetahuan dan ilmu yang menyadari betapa berseluk beluknya kegiatan berpikir yang langkahnya mesti dipertanggungjawabkan. Galenus sangat berpengaruh karena tuntutannya yang sangat ketat aksiomatisasi logika. mengusahakan sistimatisasi dan mengajukan komentar-komentar dalam usaha mengembangkan logika yang telah ada.Sesudah Aristoteles. silogisme kategoris hipotesis. Tapi impian Galenus hanya terlaksana jauh kemudian. Tetapi beberapa karya pantas mendapat perhatian kita. Logika Abad Pertengahan Pada mulanya hingga tahun 1141. William dari Ockham. Yakni di akhir abad XVII melalui karya saceheri yang berjudul Logica Demonstrativa. Galenus.[8] Logika lama dan logika baru kemudian disebut logika antik untuk membedakan diri dari logika terministis atau logika modern. penggarapan logika hanya berkisar pada karya Aristoteles yang berjudul Kategoriai dan Peri Hermenias. yakni Eisagogen dari Porphyrios.

dan verifikasi hipotesis melalui pengamatan dan eksperimen lebih lanjut. penyimpulan yang terwujud dalam hipotesis (kesimpulan sementara). Logika Dunia Modern Logika Aristoteles. Okcham. selain mengalami perkembangan yang murni. Discors The La Methode (1637).[10] 3. Metode induktif untuk menemukan kebenaran. tetapi dengan tekanan-tekanan yang berbeda. (1632-1704) dalam karyanya Leviatham (1651) dan John Locke (1632-1704) dalam karyanya yang bernama Essay Concerning Human Understanding (1690). yakni semacam Aljabar pengertian dengan tujuan untuk membuktikan kebenaran-kebenaran tertinggi. Tokohnya adalah Petrus Hispanus. yakni logika fisika induktif murni sebagaimana terpapar dalam karya Francis Bacon.[11] 4. Abad pertengahan mencatat berbagai pemikiran yang sangat penting bagi perkembangan logika. teori suposisi yang jika diperdalam ternyata lebih kaya dari semiotika matematika di zaman ini. tetapi dokrin-dokrinya sangat dikuasai paham nominalisme. dan Raimon Lullus yang menemukan metode logika baru yang disebut Ars Magna. Karya Boethius yang orisinal dibidang silogisme hipotesis. Selanjutnya diskusi tentang universalia. Roger Bacon.disebutkan di atas. Novum Organum (London. juga dilanjutkan oleh sebagian pemikir. didasarkan pada pengamatan empiris. disebut logika modern. Pemikiran dipandang sebagai suatu proses manipulasi tanda-tanda verbal dan mirip operasioperasi dalam matematika. penggarapan logika modal. dan lain-lain penyempurnaan terknis. berpengaruh bagi perkembangan teori konsekwensi yang merupakan salah satu hasil terpenting bagi perkembangan logika di abad pertengahan. yang direncanakan Francis Bacon. munculnya logika hubungan. Logika Aristoteles yang rancangan utamanya bersifat deduktif silogistik dan menunjukkan tanda-tanda induktif berhadapan dengan dua bentuk metode pemikiran lainnya. W. Logika di India . penyempurnaan teori silogisme. analisis data yang diamati. Meskipun mengikuti tradisi aristoteles. 1620) serta matematika deduktif murni sebagaimana terurai di dalam karya Rene Descartes. Thomas Hobbes. Kemudian dapat dicatat juga teori tentang cirri-ciri term. Kedua tokoh ini memberikan suatu interpretasi tentang kedudukan di dalam pengalaman.

[13] Logika formal mempelajari asas-asas. Logika lahir dari Sri Gautama yang harus sering berdebat melawan golongan Hindu fanatic yang menyerang aliran kesusilaan yang diajarkannya. empirisme rasional. Logika terus sebagai metode berdebat. Dan apa yang disebut dengan logika formal sekarang ini ialah ilmu yang mengandung kumpulan kaidah-kaidah cara berfikir untuk mencapai kebenaran. dan akhirnya merumuskan metode ilmu pengetahuan.[15] Logika formal dinamakan orang juga logika minor. Vacaspati Misra.Di Asia hanya India yang sudah mengembangkan logika secara formal sejak masa lalunya. dan mengundang banyak komentar dari orang-orang seperti Uddyotakara. sedang logika material dinamakan sebagai logika mayor. Logika material mempelajari langsung pekerjaan akal. seorang Buddhis Udayana. Logika Formal dan Logika Material Setelah pengetahuan logika makin ramai dibicarakan orang maka logika artificialis dibedakan orang menjadi dua macam. alat-alat pengetahuan. agar orang dapat berfikir dengan benar dan mencapai kebenaran. dan lain-lain. Mazdab Nyaya. Dengan sistematis logika dipaparkannya dalam Nyaya-Sutra sehingga mencapai taraf perkembangan ilmu.[14] Logika material mempelajari sumber-sumber dan asal-usul pengetahuan. Logika material inilah yang menjadi sumber yakni yang menimbulkan filsafat mengenal ( kennisleer) dan filsafat ilmu pengetahuan (wetenschapsleer).[16] D. serta menilai hasil-hasil logika formal dan mengujinya dengan kenyataan-kenyataan praktis yang sesungguhnya.[12] C. Bhagavata. Nyaya-Sutra mendapat komentar dari Prasastapada. proses terjadinya pengetahuan. Positivistic Logic Positivisme Logis (disebut juga sebagai empirisme logis. yaitu logika formal dan logika material. yang kemudian disempurnakan oleh pengikut-pengikut Buddha lainnya. Mazdab Mimamza Dharmakirti. Kumarila Bhatta. Positivisme Logis . dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Apakah hasil-hasil logika formal itu sungguh sesuai dengan isi (materi) kenyataan yang sebenarnya. aturan-aturan atau hukum-hukum berfikir yang harus ditaati.

yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut sebagai bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. topik yang dibahas Popper bukanlah tentang membedakan antara . salah atau tidak memiliki arti sama sekali. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar. yaitu dengan membuat pernyataan ilmiah dalam bentuk yang dapat dipersangkalkan (falsifiability). meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina. Para pengkritik Positivisme Logis berpendapat bahwa landasan dasar yang digunakan oleh Positivisme Logis sendiri tidak dinyatakan dalam bentuk yang konsisten. Karl Popper. Masalah yang dinyatakan dalam bentuk eksistensi positif (misalnya: ada burung berwarna hitam) atau dalam bentuk universal negatif (misalnya: tidak semua burung berwarna hitam) mungkin akan mudah dibuktikan kebenarannya. adalah salah satu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini. salah satu kritikus Positivisme Logis yang terkenal. menulis buku berjudul Logik der Forschung (Logika Penemuan Ilmiah) pada tahun 1934.J. para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Di buku ini dia menyajikan alternatif dari teori syarat pembuktian makna. namun masalah yang dinyatakan sebaliknya. Masalah lain yang muncul adalah dalam hal pembuktian teori. penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme. materialisme naturalisme filsafat dan empirisme. Konsekuensi dari pendapat ini adalah. Pertama. tidak memiliki makna apa-apa. Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lain Moritz Schlick. semua bentuk diskursus yang tidak dapat dibuktikan secara empiris. yaitu dalam bentuk eksistensi negatif (misalnya: tidak ada burung yang berwarna hitam) atau universal positif (misalnya: semua burung berwarna hitam) akan sulit atau bahkan tidak mungkin dibuktikan. Karl Popper.berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Ayer. Misalnya. Rudolf Carnap. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. dan A. Salah satu teori Positivisme Logis yang paling dikenal antara lain teori tentang “makna yang dapat dibuktikan”. Otto Neurath. termasuk di antaranya adalah etika dan masalah keindahan. Sehingga. prinsip tentang teori tentang “makna yang dapat dibuktikan” seperti yang dinyatakan di atas itu sendiri tidak dapat dibuktikan secara empiris. Secara umum. sehingga tergolong ke dalam bidang metafisika.

namun jika suatu saat nanti berkembang menjadi sesuatu yang dapat dibuktikan melalui penyangkalan. psikoanalisis pada jaman itu tidak memiliki metode penyangkalannya. Postmodern Logic Istilah postmodern. Bisa dikatakan bahwa logika matematika menyatukan kekuatan ekspresi dari logika formal dan kekuatan deduksi dari sistem pembuktian formal ( formal proof system). Akan tetapi. percobaan-percobaan untuk melakukan operasi-operasi logika formal dengan memakai simbolsimbol dan aljabar juga dilakukan oleh banyak matematikawan lain. pertama kali dilontarkan oleh Arnold Toynbee pada tahun 1939. informasi mengenai hasil pekerjaan mereka sangat sedikit dan jarang sekali ditemukan. sebaliknya. Sekitar tahun 1700. Menurutnya. yang karena itu tidak terlalu diketahui oleh publik. Sebagai contoh. pernyataan metafisik tidaklah harus tidak bermakna apaapa. maka akan dapat digolongkan sebagai ilmiah.[17] E. adalah aplikasi dari teknik-teknik matematika ke dalam representasi dan analisis logika formal.pernyataan yang bermakna dan yang tidak. Logika matematika mempelajari tentang matematis ilmu logika dan aplikasinya ke dalam ruang lingkup matematika. Kendati sampai saat ini belum ada kesepakatan dalam pendefinisiannya. sehingga tidak dapat digolongkan sebagai ilmiah. Logika matematika sebenarnya mengacu kepada dua ruang lingkup penelitian yang berbeda. Lebih dari itu.[18] F. karena pada saat tersebut belum ditemukan metode penyangkalannya. Penggunaan matematika dalam hubungannya dengan logika dan filsafat dimulai pada zaman Yunani kuno. Sedangkan yang kedua. namun untuk membedakan antara pernyataan yang ilmiah dari pernyataan yang bersifat metafisik. Beberapa hasil teori logika yang telah berhasil dan terkenal di kalangan para matematikawan barat di antaranya adalah Teori silogisme dari Aristoteles dan aksioma Euclid untuk geometri planar. Mathematical Logic Logika matematika adalah cabang ilmu pengetahuan logika dan matematika. termasuk Leibniz dan Lambert. dan sebuah pernyataan yang bersifat metafisik pada satu masa. logika matematika kadang dianggap sebagai ilmu yang bisa memetakan logika manusia. belum tentu akan selamanya bersifat metafisik. Logika matematika juga memiliki kaitan erat dengan ilmu komputer dan logika filsafat. tetapi istilah tersebut berhasil menarik perhatian banyak . Yang pertama adalah aplikasi teknik-teknik logika formal ke dalam matematika dan penalaran matematika.

Menurut Bauman. Foster menjelaskan. J Francois Lyotard. Zygmunt Bauman dalam karyanya yang berjudul Post-Modern Ethics berpendapat. Asas pemikiran postmdernisme sebagaimana berbagai isme dan aliran pemikiran lain di Barat. postmodernisme adalah usaha keras sebagai reaksi dari kesia-siaan zaman modernis yang sirna begitu saja bagai ditiup angin. Ia berhasil menggarap karyanya yang berjudul The Post-Modern Condition sebagai kritikan atas karya The Grand Narrative yang dianggap sebagai dongeng khayalan hasil karya masa Modernitas. Ketidakjelasan definisi sebagai mana yang telah disinggung menjadi penyebab munculnya kekacauan dalam memahami konsep tersebut. untuk pertama kalinya istilah itu berhasil diekspor ke benua Eropa sehingga banyak pemikir Eropa mulai tertarik pada pemikiran tersebut. postmodernisme adalah pengembangan dari modernitas seperti yang diungkap Bryan S. Tentu. selalu bertumpu dan . muncullah pendapat ketiga yang ingin menengahi antara dua pendapat yang kontradiktif tadi. kata “post” dalam istilah tadi bukan berartikan “setelah” (masa berikutnya) sehingga muncullah kesimpulan-kesimpulan seperti di atas tadi. Sedang kekacauan akibat konsep berfikir yang tidak jelas akan membingungkan pelaku dalam pengaplikasian konsep tersebut. salah satu contoh pribadi yang telah terpikat dengan konsep tersebut. Adapun penyebab dari kesia-siaan zaman modernis adalah akibat dari tekanan yang bersumber dari prasangka (insting. wahm) belaka. postmodernisme adalah lawan dari modernisme yang dianggap tidak berhasil mengangkat martabat manusia modern. Dari pendapat terakhir inilah akhirnya postmodernisme dibagi menjadi beberapa bagian. sedang yang lain menganggap bahwa postmodernisme adalah bentuk sempurna dari modernisme. antara lain: Post-Modernis Ressistace. kesalahan berkonsep akan berdampak besar dalam menentukan kebenaran berfikir dan menjadi ambigu. Pada tahun 1960. betapa jauh perbedaan pendapat antara dua kelompok tadi tentang memahami Post-modernis. Opposition Post-Modernisme dan Affirmative Post-Modernism. Post-Modernism Reaction. Turner dalam Theories of Modernity and Post-Modernity. Sedang sebagian lagi seperti Jameson beranggapan. Satu mengatakan. Banyak versi dalam mengartikan istilah postmodernisme ini.orang di Barat. sebagian orang seperti Lyotard beranggapan. yang mana tidak mungkin kita dapat masuk jenjang postmodernisme tanpa melalui tahapan modernitas. Dapat dilihat. konsep modernisme sangat berseberangan dengan postmodernisme bahkan terjadi paradok. Akibat dari perdebatan antara dua pendapat di atas.nya.

Dengan kata lain. dituntut untuk melihat hubungan-hubungan. yang kemudian dikembangkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952). segera akan dapat kita ketahui bahwa banyak penalaran tidak menyambung tidak menyekrup. atau teori. kejanggalan-kejanggalan. atau teori tersebut bagi manusia. yang lahir sebagai sebuah upaya intelektual untuk menjawab problem-problem yang terjadi pada awal abad ini. Transendental Logic Emanuel Kant menemukan Logika Transendental yaitu logika yang menyelediki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman. strategi dan pendekatan-pendakatan yang terkonstruk agar inferensinya lebih baik. Pragmatisme mulai dirintis di Amerika oleh Charles S.[20] III. Kegiatan berfikir-fikir benar-benar dituntut kesanggupan pengamatan yang kuat dan cermat. semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan. humanisme. kesalahan- . “isme” di sini sama artinya dengan isme-isme yang lainnya yaitu aliran. H. Kreteria kebenarannya adalah “faedah” atau “manfaat”. suatu teori adalah benar if it works (apabila teori dapat diaplikasikan). Pragmatic Logic Istilah pragmatisme berasal dari kata Yunani “pragma” yang berarti perbuatan atau tindakan. Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan. epistemologi materialisme. Tidak terkecuali dengan postmodernisme. ajaran atau paham. Ide ini merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya. Dengan demikian pragmatisme adalah ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti tindakan. dalil.berakhir pada empat pola pemikiran. dalil. Manakala kita berfikir seksama dan sistematis berbagai penalaran.[19] G. liberalisme dan sekularisme. KESIMPULAN Dari uraian pembahasan di atas. Suatu teori atau hipotesis dianggap oleh pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil. Berfikir dengan teliti dan tepat merupakan kegiatan yang cukup sukar juga. Peirce (1839-1942). penulis memberikan kesimpulan bahwa dalam menghasilkan kesimpulan dari hasil pemikiran diperlukan metode.

M. IV.com/articles/6472/1/Logika/Page1. Jakarta: Penerbit Wijaya. terhadap segalanya yang tidak berkaitan (tidak relevan). Kamus Besar Bahasa Indonesia Ed. Bandung: Pustaka Grafika.pdf Luthfi. Muchtar. Jakarta: Balai Pustaka.. I. [2]Santika WP.). Bakry. terhadap pembuatan oleh rasa perasaan pribadi atau kelompok / golongan.net/id http://www. Poespoprodjo. Taib Thahir Abd. h. Cet. Hasan.informatika. Logika Digital.html http://id. Sistematik Filsafat.org/wiki/Positivisme_Logis [1]Dr.wikipedia.org/~rinaldi/Matdis/2007- 2008/Makalah/MakalahIF2153-0708-001.. Bandung: Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.. Hasbullah. Jadi jelasnya berfilsafat tidak hanya sekedar berfikir mendalam namun ada aturan-aturan atau prosedur yang harus dijadikan sebagai syarat agar dapat dikatakan berfilsafat. Cet. . Larsa Pranenza Rahila http://www. 1992 M. http://jurnalislam. WP. III. (Bandung: Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. Cet. 1999 M. Jakarta: Penerbit Wijaya. W.kesalahan yang terselubung. 2. Mohd Shabry AR. Muin. et al. 2005 M. Logika Scientifika: Pengantar Dialektika dan Ilmu. 1993 M. Ilmu Manthiq (Logika). Santika. 05 Oktober 2008 yang lalu menjelaskan bahwa sebenarnya arti asal kata logos adalah Tuhan pencipta word. Logika Digital.parapemikir. IX. waspada terhadap pembenaran diri (rasionalisasi) yang dicari-cari. Faby. terhadap prasangka-prasangka. DAFTAR PUSTAKA Alwi. Cet. dalam seminar mata kuliah Filsafat Ilmu pada hari Rabu. 2007 M. 2007 M. IV.

sebagian besar dari mereka (Jumhu>r Ulama) membolehkan mempelajari ilmu logika dengan syarat orangorang yang akan mempelajarinya sudah kokoh iman dan cukup akalnya. Logika Scientifika: Pengantar Dialektika dan Ilmu. 680.). III. op. 16-17. Penentangan mereka itu bukan hanya sebatas menentang tidak setuju atau tidak sepakat tapi jauh lebih keras dari itu. Al-Kindiy bukan hanya menganjurkan tapi malah mempelajari dan sekaligus menyelidiki logika yunani secara khusus. Muin. h. di antara mereka ada juga yang malah menganjurkannya. ilmu logika ini tidak diterima begitu saja dengan mulus. Angel yang berjudul “ Reasoning and Logic”. 2005 M.parapemikir.. h. (Cet. Bandung: Pustaka Grafika. h.com/articles/6472/1/Logika/Page1. Selain penolakan yang tegas serupa di atas. Taib Thahir Abd. 1999 M. (Ed. IV. seperti Al-Gaza>liy. cit.html [9]Di dunia Islam. Al-Kindiy dan lain-lain. h. Al-Fara>biy. . [11]Ibid. Jakarta: Penerbit Wijaya. (Cet. Namun demikian.parapemikir. Keenam buku tersebut adalah Categoriae (mengenai pengertian-pengertian). Cet.[3]Hasan Alwi. IV.. h. 44. h. I. [8]Menurut buku Richard B. http://www. et al. Ilmu Manthiq (Logika). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penentangan mereka sampai kepada mengharamkan ilmu logika untuk digunakan di dalam dunia Islam. Poespoprodjo. bahkan Al-Fara>biy melakukannya lebih mendalam lagi dari apa yang sudah dilakukan oleh Al-Kindiy. [4]Ibid.. Jakarta: Balai Pustaka..).com/articles/6472/1/Logika/Page1. 1993 M. De Interpretatiae (Mengenai keputusan-keputusan) Analitica Priora (mengenai silogisme) Analitica Posteriora (Mengenai pembuktian) Topika (mengenai berdebat) dan De Sophisticis Elenchis (mengenai kesalahan-kesalahan berfikir). 43. Aristoteles sendiri meninggalkan enam buah buku khusus yang membicarakan ilmu logika ini yang oleh murid-muridnya diberi nama “Organon”. mereka sangat menentang penggunaan ilmu logika. 42-43. tapi direspon dengan berbagai macam pendapat oleh tokoh-tokoh Islam terkemuka. http://www.html [10]W. 432 [5]M.. Poespoprodjo.). [6]W. h. Al-H{a>fiz} Ibnu S{ala>h} dan Ima>m Nawawi misalnya. [7]Ibid. 41.

FAKTOR-FAKTOR PENYOKONG Posted: September 22. ilmu. FAKTOR-FAKTOR PENYOKONG Oleh : Syekhuddin BAB I PENDAHULUAN I. Mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama di Universitas Imam Khomeini Qom. Lihat. [13]Hasbullah Bakry.. h. nilai ISLAM SEBAGAI ADIKUASA.ebonk.wikipedia.org/blog/archives/2005/06/27/logika/ ISLAM SEBAGAI ADIKUASA. budaya. http://jurnalislam. [16]Ibid. 1992 M. Jakarta: Penerbit Wijaya. 56. filsafat.net/id [20]http://www. (Cet.org/~rinaldi/Matdis/2007- 2008/Makalah/MakalahIF2153-0708-001.informatika. 20-21. Latar Belakang . [15]Ibid. Republik Islam Iran. Sistematik Filsafat. [14]Ibid.pdf [19]Muchtar Luthfi.). 2009 by syekhu in MAKALAH Tag:adikuasa. h. http://www. islam. agama. [17]http://id.org/wiki/Positivisme_Logis [18]Larsa Pranenza Rahila Faby. IX.[12]Ibid.

melainkan membawa juga konsekwensi dasyat dalam kehidupan manusia. Lahirlah cabang filsafat yang disebut sebagai Filsafat Pengetahuan. tidaklah salah jika diberi predikat islami atau Qur’ani sehingga menjadi Filsafat Islami atau Filsafat Qur’ani. Melalui cabang filsafat ini diterangkan sumber dan sarana serta tata-cara untuk menggunakan sarana-sarana itu guna mencapai pengetahuan ilmiah. Penemuan-penemuan yang telah terjadi bukan saja menghasilkan kepuasan dan keasyikan. maka semenjak itu refleksi filsafat mengenai pengetahuan manusia menjadi menarik perhatian. Adapun Filsafat Ilmu tanpa melandaskan diri pada konsep Agama atau bahkan dipisahkan dari dimensi keimanan menurut ajaran Islam. Perkembangan ilmu telah mengalami dekade yang ditandai oleh ketidak pastian. dalam bahasa lain Filsafat Ilmu ini disebut Filsafat Ilmu sekuler yang berpijak pada pandangan sekularisme. yaitu : . Penemuan yang dihasilkan bertumpu pada kreativitas manusia. B. Untuk mengetahui apa sesungguhnya ilmu itu harus melalui filsafat ilmu. Sehingga ketika Filsafat Ilmu yang berlandaskan ajaran Islam (Al-Qur’an) berhasil diwujudkan. Ajaran Islam melalui Al-Qur’an telah memberikan landasan untuk membentuk konsep Filsafat Ilmu. Ketika Immanuel Kant menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. Karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan a higher level of know ledge maka lahirlah Filsafat Ilmu sebagai penerusan pengembangan Filsafat Pengetahuan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: ilmu (pengetahuan). Rumusan Masalah Setelah penulis mengemukakan beberapa persolan latar belakang diatas maka dapat kami tulis beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini. suatu kemampuan yang unik bagi makhluk manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Dengan demikian setiap ilmuan merasa sangat penting untuk mendalami filsafat ilmu untuk mengenal hakekat ilmu yang dimilikinya.Ilmu merupakan salah satu dari sekian pengetahuan. dan kadang-kadang disebut juga dengan nama pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) karena metode untuk memperolehnya dilakukan melalui metode ilmiah.

[1] Adapun pengertian Filsafat menurut para Filosof antara lain : Konsep Rene Descartes. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. sedang philos berarti “Teman”. Belanda. Menurut Rene Descartes. Philoshophy (Inggris). Prancis).[2] Konsep Francis Bacon Menurut Francis Bacon. Adapun pengertian Filsafat sebagai berikut: Istilah “Filsafat” dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata Falsafah (Arab). Misalnya perbedaan pendapat antara Ernest Nagel dengan Stephen Toulmin tentang apakah filsafat ilmu merupakan suatu studi scientific achievement in vivo atau studi tentang masalahmasalah mengenai penjelasan (problems of explanaton). filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan. Istilah Yunani Philein berarti “mencintai”. Philoshophia (Latin).1. Philoshophie (Jerman. Pengertian Filsafat Ilmu Sebelum penulis mengemukakan Filsafat Ilmu terlebih dahulu dikemukakan pengertian Filsafat. dan filsafat mengenai semua pengetahuan sebagai bidangnya. Selanjutnya istilah sophos berarti “bijaksana”. Semua istilah itu bersumber dari Yunani Philoshophia.[3] Adapun pengertian filsafat ilmu terdapat berbagai pendapat sehingga sulit untuk memberikan suatu batasan yang positif. Ada beberapa titik pandang (view points) untuk menetapkan dasar pemahaman terhadap filsafat ilmu sebagai berikut : . dimana Tuhan. Pengertian Filsafat Ilmu 2. sedangkan sophia berarti “kebijaksanaan”. Objek Telaah Filsafat Ilmu BAB II PEMBAHASAN 1. filsafat merupakan induk agung dari ilmu-ilmu.

antara keliru dan benar. Gilbert Ryle telah menunjukkan terdapat sesuatu yang pretensius (pretentious) tentang pandangan ini mengenai filsafat ilmu sehingga para ilmuan memerlukan filsafat ilmu untuk menjelaskan kepada mereka makna dari konsep-konsep ilmiah. peneliti mungkin tidak menutup keinginan-keinginan deterministik para ilmuan lebih daripada hukum-hukum statistik. Pandangan ketiga mengemukakan bahwa filsafat ilmu itu adalah suatu disiplin yang di dalamnya konsepkonsep dan teori-teori tentang ilmu dianalisis dan diklasifikasikan. Pandangan ini cenderung mengasimilasikan filsafat ilmu dengan sosiologi. dan pada beberapa pengertian didasarkan atas. Filusuf ilmu mungkin mengemukakan bahwa para ilmuan menduga (presuppose) alam tidak berubah-ubah. dan dalam hal ini kadang-kadang filsafat ilmu ditumbuhkan pengertiannya dengan metodologi. Sehingga tidaklah aneh dalam kaedah ilmu pengetahuan bila ia mengalami goyah setelah pasti atau roboh setelah diyakini. antara terpencar dan padu dan lain sebagainya. dan terdapat suatu keteraturan di alam sehingga gejala-gejala alam yang tidak begitu kompleks cukup didapat oleh peneliti. Akan tetapi. ilmu dianggap masih dalam keadaan antara kurang dan lengkap. atau pandangan mekanistik lebih daripada penjelasan teologis.Pertama menyebutkan bahwa filsafat ilmu adalah perumusan world-views yang konsisten dengan. Jadi filsafat ilmu ialah penyelidikan filosofis tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. merupakan tugas dari filusuf ilmu (philosopher of science) untuk mengelaborasikan implikasi yang lebih luas dari ilmu.[5] Sampai saat ini. yang perlu untuk dipahami adalah bahwa filsafat ilmu itu pada dasarnya science of science. teori-teori ilmiah yang penting. Dengan kata lain filsafat ilmu sesungguhnya merupakan penyelidikan lainjutan. . dan itu berlangsung menurut hukum kemajuan. Filsafat ilmu erat hubungannya dengan logika dan metodologi. gelombang. potensial dan komplek di dalam pemanfaatan ilmiahnya. Sebagai tambahan.[4] B. Objek Telaah Filsafat Ilmu Ilmu pengetahuan selalu memperbarui diri seiring dengan perkembangan zaman. Pandangan kedua menyebutkan bahwa filsafat ilmu adalah suatu eksposisi dari presuppositions dan predispositions dari para ilmuan. Hal ini berarti memberikan kejelasan tentang makna dari berbagai konsep seperti partikel. Akan tetapi. Menurut pandangan ini.

Setelah dilakukan gerakan demitologisasi yang di pelopori para filusuf pra-socrates. dimana komponen-komponen pendukungnya yakni logika. filsafat bahasa.[6] Para peneliti akan memulai usaha penelitian baru untuk menemukan kaedah-kaedah ilmu yang baru yang diharapkan akan menjadi hukum-hukum atau teori-teori yang akan berlaku di zaman yang akan datang.Pada mulanya ilmu bersifat perkiraan kemudian meningkat menjadi menyakinkan.[7] Pada masa yang lalu ilmu pengetahuan identik dengan filsafat. Selanjutnya masing-masing cabang melepaskan diri dari batas filsafatnya dan berkembang mandiri yang masing-masing mengikuti metodologinya sendiri. Plato dan Aristoteles. dan membaginya menjadi ilmu pengetahuan Poietis (terapan). politik) dan ilmu pengetahuan teoritik. sehingga pembatasannya bergantung pada sistem filsafat yang dianutnya. membahas “sifat pengetahuan ilmiah”. dan metodologi. Para peneliti masih terus melakukan eksperimen-eksperimennya terhadap pelbagai kaidah ilmu pengetahuan. Dari cabang filsafat ini dijelaskan sumber dan sarana serta tata cara untuk menggunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan ilmiah. Dalam konteks pengetahuan ilmiah ini. matematika. Objek Telaah filsafat ilmu dalam bidang filsafat sebagai keseluruhan pada dasarnya mencakup dua pokok bahasan.[8] Pokok bahasan yang pertama erat hubungannya dengan filsafat . yang selama berabad-abad dianggap sebagai kebenaran yang tak perlu dipersoalkan lagi. Perkembangan filsafat dapat mengantarkan suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan itu tumbuh dengan subur serta bercabang dengan mekar. filsafat dengan kemampuan rasionalitasnya setapak demi setapak telah mencapai puncak perkembangannya sebagaimana ditunjukkan melalui Socrates. maka lahirlah cabang filsafat yang disebut filsafat ilmu sebagai penerusan atau pengembangan filsafat pengetahuan. Hal tersebut terbukti dengan pernyataan Aristoteles bahwa filsafat sebagai semua kegiatan yang dapat dipertanggung jawabkan secara akaliah. Setelah refleksi filsafat mengenai pengetahuan manusia menjadi menarik perhatian maka lahirlah cabang filsafat yang disebut sebagai filsafat pengetahuan. yaitu: pertama. ilmu pengetahuan praktis (dalam arti normatif seperti etika. ilmu pasti dan filsafat pertama yang selanjutnyanya dikenal sebagai metafisika. Ilmu pengetahuan inilah yang dianggap sebagai yang terpenting dan membaginya menjadi ilmu alam. Semenjak itu filsafat yang semula bercorak metologik berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang meliputi berbagai macam bidang. dan kedua menelaah “cara-cara mengusahakan pengetahuan ilmiah”.

Filsafat ilmu dapat pula dikelompokkan berdasarkan model pendekatan. Jadi filsafat ilmu terapan tidak bertitik tolak dari dunia filsafat melainkan dari dunia ilmu. seperti dalam kelompok ilmu alam. Pada pokok bahasan kedua. yaitu kajian filsafat ilmu yang membicarakan kategori-kategori serta metode-metode yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu atau dalam kelompok-kelompok ilmu tertentu. Filsafat ilmu umum. b. Kajian ini terkait dengan masalah hubungan antara ilmu dengan kenyataan. Pengetahuan yang berupa pola pikir hakekat keilmuan. terkait dengan cara-cara mengusahakan pengetahuan ilmiah. misalnya: etika profesi. kelompok ilmu tehnik dan sebagainya[9]. Filsafat ilmu dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Filsafat ilmu terapan. susunan kenyataan. 2. d. Filsafat ilmu murni. yang mencakup kajian tentang persoalan kesatuan. dan sebagainya. membuka cakrawala terhadap kemungkinan berkembangnya . kesatuan. dan kadang-kadang pengertian filsafat ilmu ditumbuhkan dengan metodologi. Pada kajian ini dunia ilmu bertemu dengan dunia filsafat. Dengan kata lain filsafat ilmu terapan merupakan deskripsi pengetahuan normatif. 2. filsafat ilmu berhubungan erat dengan logika serta metodologi. Filsafat ilmu khusus. c.pengetahuan (epistemologi). yaitu bentuk kajian filsafat ilmu yang dilakukan dengan menelaah secara kritis dan eksploratif terhadap materi kefilsafatan. keragaman. perjenjangan. yaitu : 1. yang secara umum menyelidiki syarat-syarat dan bentuk-bentuk pengetahuan manusia. Filsafat ilmu terapan sebagai pengetahuan normatif mencakup : a. serta hubungan diantara segenap ilmu. Serangkaian nilai yang bersifat etis yang terkait dengan pola pikir dengan model praktek yang khusus. Pengetahuan mengenai model praktek ilmiah yang diturunkan dari pola pikir. Pengetahuan mengenai berbagai sarana ilmiah. kelompok ilmu masyarakat. yaitu filsafat ilmu yang mengkaji pikiran kefilsafatan yang melatarbelakangi pengetahuan normatif dunia ilmu.

Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan. Berlainan dengan agama. maka ilmu dapat disebut sebagai suatu pengetahuan empiris. Berdasarkan obyek yang ditelaahnya. Paling sedikit ada tiga aspek dari suatu filsafat ilmu: ontologis.[11] Epistemologi berusaha untuk memaparkan dan menjawab problem-problem yang muncul dalam area tertentu. atau bentuk-bentuk pengetahuan lainnya. merupakan paham ontologik yang pada akhirnya menentukan pendapat bahkan keyakinan kita masing-masing mengenai apa dan bagaimana yang ada sebagaimana menifestasi kebenaran yang kita cari. Semua epistemologi meletakkan beberapa oposisi sebagai penyusun teori pengetahuan. yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagaimana yang “ada” itu. maka ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris ini. dimana obyek-obyek yang berbeda di luar jangkauan manusia tidak termasuk ke dalam bidang penelaahan keilmuan tersebut. Adapun mengenai bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu. apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah. meliputi sumber. tujuannya yaitu meletakkan yang memungkinkan bagi suatu pengetahuan. misalnya terkait dengan anggapan dasar tentang “realitas” dalam ilmuilmu khusus dan konsekuensinya pada pemahaman terhadap “realitas” secara keseluruhan. dan akiologis. epistemologis. sarana. Inilah yang merupakan salah satu ciri ilmu yakni orientasi kepada empiris. paham dualisme. pluralisme dengan berbagai nuansanya. . Epistemologi ilmu. Obyek penelaahan ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme. atau teori pengetahuan.[10] Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu. misalnya: positivisme logis. dan tata cara menggunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan ilmiah. Metode inilah yang membedakan ilmu dengan buah pemikiran yang lainnya. membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Epistemologi.pengetahuan normatif yang baru. Bila filsafat ilmu terapan berangkat dari kajian filosof terhadap asumsiasumsi dasar yang ada dalam ilmu.

yaitu: pertama. yang menyangkut etik dan heuristik. Objek Telaah filsafat ilmu dalam bidang filsafat sebagai keseluruhan pada dasarnya mencakup dua pokok bahasan. seperti kawasan sosial. Ilmu itu sendiri bersifat netral. Seperti dicanangkan oleh Francis Bacon berabad abad yang silam: Pengetahuan adalah kekuasaan. tetapi juga arti maknanya terhadap kehidupan umat manusia. yang menghemat kerja dan membuat hidup lebih mudah. hanya membawa kebahagiaan yang sedikit sekali kepada kita?. dan si pemilik pengetahuan itulah yang harus mempunyai sikap. membahas “sifat pengetahuan ilmiah”. Salah satu pertanyaan Einstein. Filsafat ilmu dalam perkembangannya juga mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu. Kesimpulan Dari uraian di atas maka dari itu kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Yang dimaksud filsafat ilmu ialah penyelidikan filosofis tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara- cara untuk memperolehnya.Axiologi ilmu meliputi nilai-nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan. ilmu tidak mengenal sifat baik atau buruk. dan kedua menelaah “cara-cara mengusahakan pengetahuan ilmiah”. mengapa ilmu yang amat indah ini. Pengertian dan objek telaah filsafat yang ada di atas memberikan kita wawasan yang cukup luas sehingga membuat kita akan selalu berpikir untuk melanjutkan para filosof-filosof yang telah lalu. Kalau kita mengkaji pertanyaan ini. .[12] BAB III PENUTUP A. kawasan simbolik ataupun fisik-material. maka masalahnya terletak dalam hakekat ilmu itu sendiri. Apakah kekuasaan itu akan merupakan berkah atau malapetaka bagi umat manusia. Dengan kata lain filsafat ilmu sesungguhnya merupakan penyelidikan lanjutan. semua itu terletak pada orang yang menggunakan kekuasaan tersebut. Bahkan sampai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap bukan saja kemanfaatan.

I Made Putrawan. Filsafat Umum. Jakarta: PT. (Cet. Filsafat Umum. 66.. h. 18. S. 1999). XIII. 1996). Raja Grafindo Persada. 3 (New York: Oxford University Press. 11. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM. Cet. Filsafat Sains Menurut Al-Qur’an. Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu. I. Cet. Conny. I. [2]Acmadi Asmoro. vol. (Bandung: Remaja Rosda Karya Tahun 1999). Al-Aqqad. TH. Yusuf. (Cet. Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. . II. I (Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 2001) [1]Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM. [4]Semiawan R. h. [5]Abbas Mahmud Al-Aqqad.I. Jakarta : Bulan Bintang. (Cet. h. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta. Cet. II. h. Musa.. IV. Filsafat Al-Qur’an. Filsafat Ilmu. Cet. I. II. Abbas. (Jakarta: Bulan Bintang 1998). Mahdi. I dan Setiawan. 3. [7]Yusuf Musa. (Cet. h. Achmadi. Al-Qur’an dan Filsafat. V (Bandung: Mizan 1993). Bandung : Remaja Rosda Karya. 1988). The Oxford Encyclopedia of The Modern Islam World. I Setiawan. Ilmu dalam Perspektif. Al-Qur’an dan Filsafat. Mahmud. (Cet. Asmoro. Semiawan. II. Ghulsyani. 2001). Raja Grafindo Persada tahun 1997). Yayasan Obor Indonesia 1997). 1995). Cet. IV. 55. [6]Ibid. Putrawan Made. (Jakarta: Pustaka Firdaus Tahun 1996). (Jakarta. (Jakarta: PT. 328 Suriasumantri. Cet. Filsafat Ilmu. Conny R. Jujun. Filsafat Qur’an.DAFTAR PUSTAKA Beerling dkk. h. Cet. Jakarta : Pustaka Firdaus. 1997). [3]Ibid.

h. 1993). 35. (Cet. Suriasumantri. 1995). h. 3 (New York: Oxford University Press. Ilmu dalam Perspektif. XIII. [11]Jujun S. Bandung : Mizan. The Oxford Encyclopedia of The Modern Islam World. h.[8] Yusuf Musa. Suriasumantri. 9. [12]Jujun S. h. Ibid. 328 [10]Mahdi Ghulsyani. vol. Ibid. V. h. .78 [9] Beerling dkk. 32. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia 1997). (Cet. Filsafat Sains Menurut Al-Qur’an.

bahwa Nabi Muhammad saw.menerima. Selanjutnya. ada juga. Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada. dimana paganisme tumbuh menjadi sebuah identitas yang melekat pada. dalam arti hasil bacaan itu nantinya dapat bermanfaat untuk kemanusiaan. meneliti. yang mula-mula diperintahkan kepadanya adalah “membaca”.tumbuh bersamaan dengan munculnya Islam itu sendiri. mengetahui ciri sesuatu. ketika diutus oleh Allah sebagai rasul. yang mengubah masyarakat Arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab. ilmu. hidup dalam masyarakat yang terbelakang. Kemudian Islam datang menawarkan cahaya penerang. dan membaca teks baik yang tertulis maupun tidak. masyarakat Arab masa itu. Ketika Rasulullah saw. wahyu pertama. Sebagaimana sudah diketahui. mendalami. Kalau dilacak akar sejarahnya. pandangan Islam tentang pentingnya ilmu.[1] Jibril memerintahkan Muhammad: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan” QS. al-’Alaq (96): 1[2] Perintah ini tidak hanya sekali diucapkan Jibril tetapi berulang-ulang sampai Nabi dapat menerima wahyu tersebut. [3] Wahyu pertama. itu menghendaki umat Islam untuk senantiasa membaca dengan dilandasi bismi Rabbik. ayat lain yang menyatakan: . menelaah. Latar Belakang Sejak awal kelahirannya. Dari kata iqra inilah kemudian lahir aneka makna seperti menyampaikan.ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN (Matarantai Peradaban yang Nyaris Terabaikan) Oleh: SYEKHUDDIN BAB I PENDAHULUAN A.

Ibnu Rusyd dan yang lainnya. pencarian ilmu dalam segi apa pun pada akhirnya akan bermuara pada penegasan Tauhid. pelaiaran” QS.Dari Anas)[5] Dengan demikian.. Setelah berinteraksi ilmu islam dengan ilmu pengetahuan yang lain maka munculah ilmuwan-ilmuwan baru dari kalangan kaum muslim. Al-Farabi.“Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui?. dan Fatimiyah. sesungguhnya (hanya) orang-orang yang berakallah yang dapat menerima. Alquran dan Hadis kemudian dijadikan sebagai sumber ilmu yang dikembangkan oleh urnat Islam dalam spektrum yang seluas-luasnya. seluruh metafisika dan kosmologi yang lahir dari kandungan Alquran dan Sunnah merupakan dasar pernbangunan dan pengembangan ilmu Islam.[6] Dengan semangat Islam yang besar menuntut ilmu. Peradaban inilah yang menjadi cikal bakal perkembangan renaisans di dunia barat. ada juga hadis Rasulullah yang menekankan wajibnya mencari ilmu. (al-Zumar (39): 9[4] Selain ayat-ayat tersebut di atas. Dan sejauh pemahaman terhadap Alquran. Karena itu. Alqur’an dan Sunnah menciptakan atmosfir khas yang mendorong aktivifas intelektual dalarn konformitas. namun bukan berarti ilmu pengetahuan Islam belum bekembang sebelum pengadopsian ilmu dari dunia luar. Ibnu Sina. terdapat pula penafsiran. Kedua. prinsip-prinsip semua ilmu dipandang kaum Muslimin terdapat dalam Alquran. Seiring dengan perkembangan ilmu penetahuan dan munculnya ilmuwan menjadikan peradaban Islam menjadi pusat peradaban terutama. Lebih lagi. di masa pemerintahan Daulah Umaiyah. Abbasiyah. antara lain: “Menuntut Ilmu wajib atas tiap-tiap muslim”(11R. Rumusan Masalah . Ibnu ‘Abdil Bar. kedua sumber pokok Islam ini memainkan peran ganda dalam penciptaan dan pengembangan ilmu-ilmu. yang memungkinkan tidak hanya pengungkapan misteri-misteri yang dikandungnya tetapi juga pencarian makna secara lebih mendalarn. seperd Al-Kindi.yang bersifat esoteris terhadap kitab suci ini. menjadikan kaum muslim memburu ilmu-ilmu pengetahuan dan berbagai negara dan peradaban dunia diantaranya ilmu pengetahuan Yunani dan India. B. yang berguna untuk pembangunan paradigma ilmu. Alquran dan Hadis menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan ilmu dengan menekankan kebajikan dan keutamaan menuntut ihnu. Peran itu adalah: Pertama. Singkatnya.

Bagaimana perkembangan iltnu pada masa kejayaan Islam? 4. penulis merumuskan beberapa. Dalam sejarah peradaban manusia. Penyampaian Ilmu dan Filsafat Yunani ke Dunia Islam Pengalihan pengetahuan ilmiah dan Filsafat Yunani ke dunia Islam. bahkan seringkali ekstrim antara pandangan filsafat Yunani. maka. khususnya mazhab eklektisisme. Bagaimana perkembangan ihnu pada masa Islam klasik? 3. Sebagai contoh kongkret dapat disebutkan bahwa Plato dan Aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab Islam. pengetahuan itu oleh umat Islam. memiliki sikap yang jeias karena ia percaya pada kesatuan filsafat dan bahwa tokoh-tokoh filsafat harus bersepakat di antara mereka sepanjang yang menjadi tujuan mereka adalah kebenaran. Bagaimana masa keruntuhan tradisi keilmuan dalarn Islam? 5. seperti filsafat Plato dan Aristoteles. Bagaimana peralihan ilmu ke dunia Barat? BAB II PEMBAHASAN A. dengan cara mengemukakan pandangan-pandangan yang relatif . dan penyempian serta pengintegrasian. alam hal ini.[7] Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia. pada dasamya. terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda. merupakan sebuah catatan sejarah yang unik. Bahkan bisa dikatakan para filosof Muslim mulai dari Al-Kindi sarnpai Ibn Rusyd terlibat dalam upaya rekonsiliasi tersebut. dengan pandangan keagamaan dalam Islam yang seringkah menimbulkan benturan-benturan. Bagaimana sejarah sainpainya ilmu dan filsafat Yunani ke dunia Islam? 2. yang kemudian menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofisnya. Islam. amat jarang ditemukan suatu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain. permasalahan sebagai berikut ini: 1. Al-Farabi.Untuk memudahkan pemahaman kita.

dan Analytica Priori. Kegiatan ini pada gilirannya menghasilkan terjemahan karya filosof Yunam seperh Phorphyrius.lagi upaya rekonsiliasi oleh para filosof Muslim ini menghasilkan aktivitas dan ikatan yang kuat antara. tetapi juga membuktikan. Menurut C.[10] Selain itu.[11] . banyak diminati oleh para pelajar. Categories. Sayangnya. seperti kedokteran. Qadir. Hermeneutica. dan tak diragukan. Islam atau penaklukan Timur Dekat oleh bangsa Arab pada tahun 641 M. Usaha-usaha mereka pada gilirannya menjadi alat dalam penyebaran filsafat dan penetrasinya ke dalam studi-studi keislaman lainnya.baru dan menarik. tanpa memandang agama mereka. pada saat itu Suriah merupakan tempat bertemunya dua kekuasaan dunia. terutama Siriani. kita harus melihat sisi lain yang juga. terus berkembang dengan bebasnya sampai mereka berada di bawah kekuasaan Islam. kecintaan umat Islam terhadap ihnu pengetahuan dan sikap hormat mereka kepada ilmuwan. Atas dasar itu. bahkan setelah pusat-pusat itu ditaklukkan oleh umat Islam. pengaruh pemikiran Yunani tetap mendalam dan meluas. yang melakukan dekontruksi atas pemaharnan teologi kalangan Kristen konservatif ortodoks.[9] Jauh sebelurn umat Islam dapat menaklukkan daerah-daerah di Timur Dekat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mendukung adanya kebebasan intelektual. Pada masa ini juga didapati seorang tokoh Kristen bernama Nestorius. filsafat Arab dan filsafat Yunani. Walaupun tujuan utama sekolah-sekolah tersebut menyebarluaskan pengetahuan Injil. Ephesus. ini juga didapati pusat-pusat ilmu pengetahuan seperti Ariokh. Di kalahgan umat Kristen Suriah. menunjang keberhasilan Islam dalam menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sisi lain itu adalah aktivitas pentejermahan.[8] Selanjutnya. ketika berbicara tentang proses penyampaian ilmu. pihak gereja memandang ilmu kedokteran itu sebagai ihnu sekular dan dengan demikian posisinya lebih rendah dari pada ilmu pengobatan spiritual yang merupakan hak istimewa para pendeta. proses penterjemahan penafsiran buku buku Yunani di negeri-negeri Arab dimulai jauh sebelum lahirnya agama. setelah ia terpengaruh oleh alam pikiran Yunani tersebut. bangsa Suriah disebut-sebut memainkan peran penting dalam penyebaran kebudayaan Yunani ke Timur dan Barat. terutama kaum Nestorian. Ia bersama pengikutnya kemudian hijrah ke Suriah dan melanjutkan kegiatan ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani. clan Iskandariah. ihnu pengetahuan Yunani dipelajari dan disebarluaskan melalui sekolah-sekolah mereka. Pusat-pusat ilmu pengetahuan yang dipimpin oleh umat Kristen ini. buku-buku Yunani Purba masih dibaca dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. di mana. dan filsafat Yunani ke dunia Islam. namun pengetahuan ilmiah. Romawi dan Persia. pada masa. A. di antaranya adalah Isagoge.

Sistem. Urusan Luar Negeri. Perkembangan Ilmu pada Masa Islam Klasik Sebagaimaha telah disinggung di atas bahwa pentingnya ilmu pengetahuan sangat ditekankan oleh Islam sejak awal. mulai masa Nabi sampai dengan Khulafa al-Rasyidun. Dan setelah Beliau yaitu di masa sahabat berlaku system ke khilafahan. Muslim). 4. meski ada kerniripan dalam sebagian penwnpakannya. Mashdlih . 6.(H. Sftuktur negara Khilafah adalah sbuktur yang telah dijalankan oleh Yhulafaur Rasyidin setelah Fmulullah saw. Peradilan. jelaslah bahwa sftuktur negara Khilafah dalmn bidang pernerintahan clan administrasinya adalah sebagai berikut: I .B. pendidikan. Para Wali. 3. 8. ataupun republick. Di masa Rasululah dan khulafaurrasiyidin ilmu pengetahuan peradaban berkembang. Khalifah. Industri.R. Khilafah. [12] Karena itu. 9. perindusrtian. 2. Amir al-Jihdd. system kekaisaran. 10. pemerintahan Islam yang diwajibkan oleh Tuhan alam semesta adalah sistem.Keamanan Dalarn Negeri. tempat orang-orang berperang di belakanpya dan berlindunga kepadanya. System Khilafah ini berbeda. Para Mu’6win at-Tafwfdh (Wuzard’ at-Tafwfdh). ekonomi (transaksi/ Muarnalah). 7. alMaidah(5): 48 Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai. putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan … QS. di Madinah setelah Beliau hijrah ke Madinah dan mendirikan Daulah Islam di sana. Wuzard’at-Tanfidz. wafat. Sumktur negara Khilafah diambil (ditetapkan) dari struktur negara yang ditegakkan oleh Rasulultah saw. system ini bukanlah system kemjaan. 5. Di dalam sistem Khilafah inilah Khalifah diangkat metalui bailat berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Raulullah untuk memerintah sesuai dangan wahyu Allah yang turunkan. pertumbuhan dan perkembangan ilmu berkembang dengan pesat seiring dengan tantangan zaman. federasi. dari system pernerintahan lainnya. Sesungguhnya struktur negara Khilafah berbeda dengan struktur semua sistern yang dikenal di dunia saat ini. kesehatan dan lain-lain Raulullah di masa pernerintahan beliaulah kepala negara dari Daulah Islam yang berpusat di madinah. di berbagai bidang seperti pemerintahan.[13] Dengan penelitian dan pendalarnan terhadap nash-nash yang berkaitan dengan suuktur negara itu.

menetapkan tebusan orang-orang kafir yang menjadi tawanan perang Badar dengan mengajari 10 orang anak-anak kaum Muslim(membaca dan menulis).75 g emas). al-Anfal(8): 60 Dalam masalah pendidikan . Baitul Mal. Demilianlag bukti atas perhatian para sahabat erhadap ilmu pengetahuan. khalifah Umar memberikan nafkah kepada tiaptiap mereka lima belas dinar setiap bulan (63. Yana berkata: ” Kernudian Rasulullah saw. dari sejarah oleh sebagian para sejarawan yang tidak senang kepada Islam. Majelis Umat (SyUra dan MuhaSabah). dengan manjaniq selarna. Dalam hadits-hadits Rasulullah saw. Dalam al-Qur’an di jelaskan bahwa madu juga merupakan obat yang paling bagus. dan tidak hanya itu pun Al-Qur’an dapat juga menjadi obat bagi penyakit fisik atau psikis. Menjelaskan tentang habba saudah yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit kecuali maut. Hal ini menggantikan harta tebusan yang termasuk ghanimah dan menjadi milik kaum Muslim. makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang. anjuran menutup wadah air di malam hari karena Allah menurunkan penyakit pada malam haridan masih banyak yang lainya. Rasulullah saw. larangan mencapur makanan yang manis dan asin yang menjadi sumber penyakit. di bidang industri terutarna. pengetahuan di masa Rasulullah dan sahabat yang nyaris atau bahkan ingin dihapus. Hal ini berdasar pada firman Allah SWT. Lembaga. pernah memerintahakan pendirian industri manjaniq(senjata pelontar) dan dababah (semacam tank dati kayu).an-Nds (Kernaslahatan Urnum) 11. 13. Informasi.[17] Demikianlah sekelumit ilmu. anjuran makan makanan yang halal lagi baik. Mengepung penduduk Thaif dan menggempurnya. 15 hari…”[15] hal ini menenclakan perkembangan ilmu. di sampmg sebagian kaurn Muslim tidak tahu akan sejarah peraclabannya sendiri juga ada yang lebih bangga mempelajari i1mu dan peradaban barat dan merasa malu ketika mempelajari ilmu . Dalam riwayat menurut Wadiyah Ibn Atha : “di madinah terdapatiga oang guru yang mengajar anak-anak. 12. Al-Baihaqi telah menyebutkan riwayat dalarn Sunan al-Baihaqi dari Abu Ubaidah ra. masalah persenjataan.[16] Dan sebagimana.: Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi… Qs. diketahui bersama bahwa Al-Qur’an dan Sunnalah sebagai sumber ilmu. Menjadikan kaum intelektual Muslim kekinian lebih mengenal peradaban duma barat karena adanya kebohongan dalam penulisan seJarah.” Dana ini diambil dari Baitul Mal (kas Negara.[14] Rasulullah saw.

sedang di sisi lain ia mendukung Qadariyah (antara lain Washil Ibn Atha’ tokoh dan pendiri Mu’tazilah). muncul berbagai golongan yang memiliki aliran teologis tersendiri yang pada dasarnya berkembang karena alasan-alasan politis. msalah kebebasan atau ketidakbebasan manusia dalam menentukan perbuatannya. Tahap penting berikutnya dalam proses perkernbangan dan tradisi keilmuan Islam ialah masuknya unsurunsur dari luar ke dalam Islam. seJarah mencatat dua orang tokoh besar yang tidak ikut terlibat dalam. persoalan tentang hukurn orang Yang berdosa besar. Embrio inilah Yang pada masa kemudian menemukan bentuknya yang lebih sisternatis dalam. adalah Abdullah Ibn Umar dan Abdullah Ibn Abbas.[20] peranan akal dalam pergulatan pemikiran clan keilmuan dalarn tradisi Islam dimulai.. aliran Khawarij. Yang disebut pertama Mencurahkan perhatiannya dalam bidang ilmu hadis. serta Yahudi dan Kristen) dan budaya Hellenisme. satu hal yang patut dicatat dalam kaitannya dengan. pasca Fitnah al-Kubra bermunculan berbagai aliran politik dan teologi. Kedua tokoh itu. di luar konflik yang muncul pada saat itu.dan peradaban Islam. Dari sini tampaknya. khususnya unsur-unsur budaya Perso-Semitik (Zoroastrianismekhususnya Mazdaisme. Satu sisi ia mendukung Jabariyah (antara lain oleh Jahm Ibn’ Safwan). apakah mu!min atau kafir. Dari adanya pandangan yang dikotomis antara keduanya . Yang disebut belakangan mempunyai pengaruh besar terhadap pemikiran Islam ibarat pisau bermata. yang sebenarnya dijadikan inspirasi bagi ilmuwan Barat meraih kegemilangan ilmu penetahuannya yang diawali dengan masa Renaissan. Namun. perdebatan teologis yang cenderung mengkafirkan satu sama lain. sementira yang disebut belakangan lebih berorientasi pada ilmu tafsir. perkembangan ilmu dalam Islam adalah peristiwa Fitnah al-Kubra. sekaligus. yang ternyata tidak hanya membawa konsekuensi logis dari segi politis seperti yang dipahami selarna ini tapi ternyata juga membawa perubahan besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ilmu di dunia. sudah diwakili sejak dini Perdebatan antara kalangan Mu!tazilah dan Khawarij. Mereka juga sering disebut seb11moyang” golongan Sunni atau Ahl-al-Sunnah wa ab Jama’ah. Islam. Dari sini kemudian dapat dikatakan bahwa sejak awal Islam kajian kajian dalam bidang teologi sudah berkembang meskipun masih berbentuk embrio. Pasca tedadinya Fitnah al-Kubra. dan kelompok Muawiyah. Keduatokoh ini sering disebut sebagai pelopor turnbuhnya institusi keulamaan dalam Islam..[19] Sebagai contoh. seperd ditulis Nasution. Selanjutnya. berarti pelopor kaj ian mendalam dan sistematis tentang agama Islam. Kajian-kajian teologis dalam Islam. Ali.[18] Seperti sudah disinggung di atas. dua. tetapi justru mencurahkan perhatiannya pada bidang ilmu agama. Pada saat itu muncul aliran Syi’ah Yang membela.

untuk mene~emahkan buku-buku kuno mengenai kedokteran. (Yahya) Ibn Masawayh (w. terutama filsafat Aristoteles. dan karya-karya bidang astrologi yang dite~emahkan oleh satu tim sarjana. ia telah berjasa besar dalam. khususnya pada masa pernerintahan Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. di mana pada saat yang sama wilayah-wilayah yang jauh di luar kekuasaan Islam masih berada pada masa kegelapan peradaban (Dark Age). Islam pada masa keemasannya. Sikap menengahi itu terutarna dilakukan oleh Abu At-Hasan AI-Asy’ari. itu juga dite~emahkan karya-karya dalam bidang astronomi. dapat ditarik sebuah hipotesis sementara bahwa pada awal Islam pengaruh Hellenisme dan juga filsafat Yunani Terhadap tradisi keilmuan Islam sudah semakin kental. dan Harun Ar-Rasyid. la adalah seorang pengikut Mu!tazilah dan seorang rasionalis yang berusaha memaksakan pandangannya kepada rakyat melalui mekanisme negara. dan Al-Maturidi yang juga menggunakan unsur Hellenisme. Harun memerintahkan. seorang murid. Pada masa Harun AI-Rasyid (786-809) proses pene~emahan itu juga masih terus berlangsung. seperti Siddhanta.. Kemajuan ini membawa. 857). [22] Pada masa selanjutnya oleh al Khawarizmi. Al-Ma!mun. kita mengenal nama-nama seperti Al-Mansur. seorang dokter Istana. sehingga pada saat selanjutnya pengaruh itu pun terus mewarnai perkembangan ilmu pada masa berikutnya.Yuhanna. Orang terpenting di Bait al-Hikmah adalah Hunain.[23] Selain itu juga ada Quadripartitus karya Purdemy. Walaupun begitu. di dunia Islam. sebuah risalah India yang dite~ernahkan oleh Muhammad Ibn Ibrahim al-Fazari (w. yang memberikan perhatian teramat besar bagi perkembangan ilmu. misaInya. Ilmu berkembang sangat maju dan pesat. 806). dan sebuah departemen pene~emahan. Di masa.[21] Berdasarkan uraian di atas. sejarah Islam..[24] Perkembangan ilmu selanjutnya berada pada masa pemerintahan AI-Ma!mun (813-833).kemudian muncul. mengembangkan ilmu di dunia Islam dengan membangun Bait al-Hikmah. sebuah observatorium. . Dikabarkan bahwa Al-Mansur telah memerintahkan pene~emahan naskahnaskah Yunani mengenai filsafat dan ilmu. yang terdiri dari sebuah perpustakaan. Siddhanta ini dibuat versi baru te~emahannya dan diberikan komentar-komentar. Perkembangan Ilmu pada Masa Kejayaan Islam Pada masa kejayaan kekuasaan Islam. proses penerjemahan karya-karya filosof Yunani ke dalam bahasa Arab bez*an dengah pesat. C. Dalam. dengan memberikan imbalan yang besar kepada para ahli bahasa (penedemah). usaha menengahi dengan menggunakan argurnen-argumen Hellenisme. Pada masa pernerintahan Al-Mansur.

dan Archimedes. bagian III tentang matematika. dan pada bagian maternatika ia membahas geometri. Kitabnya yang berjudul al-Hawi adalah kitab yang paling terkemuka di antara karya-karya kedokteran Arab yang diambill manfaatnya oleh orang-orang Latin.Masawayh. la terkenal karena orisinalitasnya dan pandangannya yang jernih dan kemampuannya menemukan jenis-jenis penyakit yang belum dikenal sebelumnya. Yahya juga dikenal sebagai ahli logika dan menedemahkan The Prolegorpena of Ammonius dan sebuah kata pengantar untuk Isagoge-nya Pophyrius. Metaphysics. Ibn Sina ihnu-ihnu psikologi. juga tokoh. Dalam bagian fisika. Galenus. dan karya Plato seperti Timaesus dan Laws.[25] Selanjutnya. Selanjutnya ada Muhammad Ibnu Zakaria AI-Razi. Salah satu karyanya dalam bidang musik adalah Kitab al-Musiqi al-Kabir. Poetics.(w. sebuah ensiklopedi filsafat Arab yang terbesar. pada masa kejayaan ini. dan botani.[27] Sederetan nama yang penulis sebutkan di atas. bahkan di seluruh masa Abad Pertengahan. seorang ilmuan yang lebih sering disebut saintis ketimbang filosof. bagi kemajuan ilmu. seperti Categories. bagian II tentang fisika. Atas dasar inilah mereka memperlakukan persoalan persoalan fisika sebagaimana mereka memperlakukan masalah masalah yang bersifat metafisik. dan ia juga adalah seorang musikus muslim yang terbesar. Selanjutnya pada pertengahan abad ke-10 muncul dua penerjemah terkemuka yaitu Yahya Ibn A’di. dokter terbesar dalam Islam. yang hidup di Andalusia dan bergelut secara intensif dalam bidang kedokteran. la bahkan pemah berpendapat bahwa seseorang mungkin dapat menjadi filosof sebelum mempelajari filsafat. Aristoteles. misalnya. yang telah berjasa menerjemahkan buku-buku Plato. . yang berminat besar dalam bidang matematika dan fisika. astronomi. Ibn Tufail. kita juga mengenal Al-Kindi. Bagian I mengenai logika.[26] Selain tokoh di atas. dan Abu Ali Isa Ibn Ishaq Ibn Zera (w. Sophist. dan musik. mengarang al-Kulliyat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada pertengahan abad ke-13 M. Appolonuis.tokoh filsafat yang bergelut secara serius dalam. Ibn Rusyd. Selain mereka tentu masih banyak tokoh-tokoh lain yang karena alasan pembatasan pembabasan. Kemudian kita mengenal Ibn Bajah. tiak dapat penulis sebutkan satu persatu. Tokoh lainnya adalah AlFarabi yang mengadakan penelitian dalam bidang geometri dan mekanika. dan bagian IV membahas metafisika. Yahya banyak mernperbaiki terjemahan dan menulis komentar mengenai karya-karya Aristoteles. 974). geologi. ilmu hitung. Salah satul bukti nyata dan mi adalah kitab al-Syifa. Hal im bisa dipahami karena adanya kenyataan bahwa mereka menganggap ilmu-ilmu rasional sebagai bagian filsafat. hanya sebagian kecil saja dari para saintis dan juga filosof Muslim yang memberikan sumbangan tak ternilai. terdapat. dan Ibn Ruslid. zoologi. kajian-kajian di luar filsafat. yang berisi empat bagian. 1008).

Kitab ini mernuat problematika sanad dan rn-atan hadis. Menyusul kemudian Al-Baghdadi derigan kitabnya al-Kifayahfi fim ar-Riwayah. matematika. Kedua. pada. ilmu. Perkembangan ilmu taffir dan’ulum Alquran belum menemukan bentuknya yang konkret sampai dengan abad ke-3 H. Pertama.Selain adanya perkembangan ilmu yang dapat dikategorikan ke dalam bidang eksakta. sejarah juga mencatat kemajuan ilmu-ihnu keislaman. ke-4 menyusul. di antaranya kitab al-Muhaddis al-Fasil bain arRawi wa al-Way karya ArRa-mahurmuzi. yaitu ilmu yang membahas sanad dan matan dan segi diterima atau ditolaknya. juga perumahan dosen dan ulama. Kedua. pertarna abad ke. para Khalifah membangun berbagai perguruan tinggi yang dilengkapi dengan “iwan” (auditorium). dilengkapi dengan ilmu ushul fiqih. walaupun fidak demikian terperinci seperti y-ang dikemukakan oleh para ulama sesudahnya. dari segi ketepatan. fisika. Rasulullah. Pada tahap ini fiqih telah berbentuk mazhab. iftnu hadis terus berkembang hingga mencapai puncaknya pada abad ke-7dengan munculnya kitab Muqaddimah ibn Salahfi Num al-Hadis. peinbukuan. fiqih. dan disiplin ihnu keislarnan yang lain. geometri. Pada perkembangan selanjutnya ilmu hadis semakin dipertuas pembabasannya deengan mengambil dua bentuk. tahap pematangan bentuk yang dimulai sejak decade awal abad ke-2 H hingga pertengahan abad ke-4 H. dan penieliharan penwayatan. sehingga melahirkan kaidah yang berkaitan dengannya. ilmu dirayah. Pertama. asram mahasiswa. Sejak abad IV H. hadis. pengutipan. tahap pernbentukan fiqih yang dimulai pada paruh perUma abad ke-1 H hingga decade awal abad ke-2 H. Pada masa ini ijtihad fiqih dikodifikasi dan.[29] Selain dalam bidang Alquran dan Hadis. Dapur. kimia. Kemudian pada abad. abad ke-5.suatu hadis. Kitab yang berkaitan secara khusus dengan ilmu hadis muncul pada akhir abad ke3. kamar mandi. Ketiga.. karya Ibn Shalah. perbuatan. Hal ini dapat terjadi atas perhatian yang diberikan Khalifa dalam pengembangan Ilmu pengetahuan.I H. perkembangan Ilmu hadis dimulai sejak Imam Syafi’i menyusun kitabnya. hmgga paruh . dan lain sebagainya. ushul fiqih..[30] .[28] Dalam bidang hadis. Fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu dengan mengalami beberapa tahapan. ilmu fiqih dan ushul fiqih telah mengalami perjalanan panjang hingga tabentuk seperti sekarang ini. riwayah yattu suatu ilmu untuk mengetahu sabda. baik dalam bidang tafsir. Sealin itu pergurua tunggi tersebut juga dilengkapi tamantaman rekreasi. pengakuan dan Isifat Nabi Saw. Al-Hakim An-Naisabun dengan karyanya Ma’rifah al-Num al-Hadis. yang bernama ar-Risalah. tahap pembentukan pada masa. dan ruang makan. Khulafa al-Rasyidun.

Dalam sejarahnya yang sangat panjang Khilafah Islam tidak pernah mengadakan suatu ujian dalam lembaga-lembaga pendidikan negeri maupun swasta. (5) Meracik obat-obatan. Apabila terlihat tanda kecakapan dan keistimewaan pada dirinya. dia pasti akan mengutuk para pengikutnya: sebagai kaum murtad dan. beijtihad. kcmudian diselenggarakan suatu sidang yang dihadiri oleh para ulama dan ilmuwan. bila ia sudah menguasai ilmu kedokteran. bahwa menjelang abad ke-18. menyatakan seandainya Muhammad bisa kembali hidup. dan pengadaan ujian tulis akan mendorong masyarakat hanya mengarahkan cita-citanya untuk mendapatkan predikat atau titel saja tanpa dilihat kemampuannya dalam mengajar. dan lain-lainnya sesuai dengan kepandaiannya. Islam tampaknya sudah mati. berfatwa. (2) Meriwayatkan hadits Rasulullah SAW yang berasal dari guru-gurunya. Dalam sidang itu siswa yang telah Menyelesaikan suatu mata pelajaran tertentu atau suatu kitab tertentu ditanyai mengenai ilmu yang ia tekuni.seingga tidak ada yang mampu menggali hukum terhadap fenomena yang berkembang di kemudian hari. ke-18 dalam sejarah Islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat Islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban Islam secara. Sedangkan sistem ujian tulis akan mematikan daya cita dan kreatifitas siswa. Sehinga setiap yang baru yang datangnya dari barat dianggap tidak layak diambil oleh ummat Islam. Sepertl yang diungkapkan oleh Lothrop Stoddard.[33] . universal. musyrik. dan telah nampak penguasaannya atas ilmu tersebut. bahasa. dan lain-lain merupakan teknik yang paling sesuai untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami pengetahuan yang ia pe-lajari. ia diberikan hakhak yang membolehkannya melakukan perbuatan-perbuatan: (1) Mengajarkan ilmunya. dunia Islam teiah merosot ke. apabila ada seorang siswa yang telah bertahun-tahun menekuni suatu ilmu. Yang ada hanyalah ide pemberian “ijazah” sebagai pengganti dari ujian-ujian.[32] Keempat. seperti misalnya ilmu falak. dan berkreasi. (3) Rerfatwa. dan yang tertinggal hanyalah cangkangnya yang kering kerontang berupa ritual tanpa j iwa dan takhayul yang merendahkan martabat umatnya. syari’at. adalah tahap kemunduran fiqih yang ditandai oleh jatuhnya Baghdad ke bangsa Tartar dan tertutupnya pintu ijtihad oleh para ulama.tingkat yang terendah. (4) Mengobati penyakit. maka disebarkan pemberitahuan kepada siswa-siswa dan dewan guru.[31] Teknik munadborob (diskusi) atau ujian lisan mengenai suatu ilmu. Masa Keruntuhan Tradisi Keilmuan dalam Islam Abad. D. Ia.

in Islam lqbal meny atakan bahwa. Ia.Hal ini misalnya ia tuangkan dalarn karyanya berjudul al-Munqidz min sl-Dalal. Padahal ia sebenamya menawarkan sebuah metode yang ilmiah dan rasional. . The Reconstruction of . sementara jiwa Islam adalah difiamis dan berkembang.Falasifahnya. Fiqih merupakan ilmu pertama yang dikembangkan oleh ummat Islam.[34]alarn bukunya. Religious Thought. dan juga menekankan pentingnya pengamatan dan analisis. barangkali kemerosotan rasional di kalangan umat Islam tidak akan separah sekarang ini. pergeseran. kegiatan keilmuan akan mandeg dengan sendirinya alias statis. Seandainya orang mau meluangkan waktunya untuk mengkaji karya Ibn Rushd itu. serta rancang bangun epistemologi keilmuan. maka.juga tidak memperhatikan karya Ibn Rusyhd (Tahafut al-Tahafut). ljma’ dan Qiyas. baik natural sciences maupun social sciences. selalu mengalami apa yang disebut. perumusan kembali.dengan shifting paradigm (pergeseran gugusan pernikiran keilmuan). nasikh dan mansukh. perbaikan. Sunnah. dan dirumuskan oleh akal budi manusia yang juga bersifat historis. dirancang.[35] Jika asumsi lqbal di atas bisa diterima. hampir semua jenis kegiatan ilmu.[36] Sebab lain Yang menyebabkan kehancuran tradisi keilmuan Islam adalah persepsi yang keliru dalam memahami pemikiran Al-Ghazali. terpengaruh oleh perkembangan pemikiran dan perkembangan kehidupan social Yang mengitari penggal waktu ternentu. Runtuhnya bangunan tradisi keilmuan Islam secara garis besar dapat diterangkan karena adanya sebab-sebab berikut. merupakan sumber hukum yang tetap. Orang umumnya mengecam AI-Ghazali karena ia menolak filsafat seperti yang ia tulis dalarn Tahafu t al. Kegiatan ilmu selamanya bersifat historis. Namun karena sifatnya yan . Keempat sumbernya yang utarna yaitu Alquran. ketika ia menyatakan menurut telaah filsafat ilmu.Pemyataan Stoddard di atas menggambarkan begitu dahsyatnya proses kejatuhan peradaban dan tradisi keilmuan Islam yang kenfudian menjadikan umat Islam sebagai bangsa yang dijajah oleh bangsa-bangsa Barat. sangat dimungkinkan terjadinya perubahan. tepat apa yang dilukiskan oleh Amin Abdullah tentang sifat kedinamisan ilmu. Yang dimaksud bersifat historis adalah terikat ruang dan waktu. salah satu penyebab utama kematian semangat ilmiah di kalangan umat Islam adalah diterimanya paham Yunani mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis. Dengan begitu. serta sifat skeptis. lantaran dibangun. Jika tidak demikian. bahkan religious sciences. Selain itu umat Islam. Selanjutnya mengungkapkan bahwa semua aliran pemikiran Muslim bertemu dalarn suatu teori Ibn Miskawaih mengenai kehidupan sebagai suatu gerakan evolusi dan pandangan Ibn Khaldun mengenai sejarah.Al-Ghazali kepada filsafat. yang membela Aristotehanisme dan mengecam kritik.

Baik berupa ide-ide atau hukum hukum yang sebenarnya tidak bersumber dari Islam. disusul kemudian dengan dipisahkannya dari Islam pada abad ketujuh Hijriyah.tetap itulah kaum Muslim harus menggunakan metode deduktif untuk sampai kepada keputusan mengenai masalah-masalah khusus. tanpa menggunakan bahasa Arab. (4) Serangan gelombang missionaris.[37] Para penguasa seringkali merasa takut dengan tersebar luasnya peodidikan. menjadi bersikap dogmatis dan taklid secara membuta.menyebabkan Ionggamya pengaruh golongan elit feodal dan keagamaan. walaupun terdapat perbedaan mendasar diantara keduanya. Dengan membuka kesempatan. sejak abad ke-17 . (2) Adanya manipulasi ajaran Islam oleh orang-orang yang membenci Islam. menyusul serangan secara politis (yang mendominasi dunia Islam) dari negara negara kafir Barat. [38] Menurut Abdul Qadim Zallum sebab sebab kemerosotan Ummat Islam beberapa hal diantaranya yang paling menonjol: (1) Transfer filsafat-filsafat India. dengan tujuan merusak citra Islam dan menjauhkan kaum muslimin dari Islam. maka penyebarluasan ilmu dan teknologi menadikan dasar kekuasaan golongan yang mempunyai hak-hak istimewa. dan pengetahuan di kalangan massa yang dapat menggerogoti kekuasaan mereka yang mutlak. dan serangan (orientalis) dalam bidang kebudayaan. Di masa dekadensi. -kesulitan-kdsulitan ijtihad dan mistisisme asketik Juga merupakan faktor Yang menyebabkan kemunduran tradisi.. dan pada saat yang sama metode induktif kehilangah semangatnya. Seperti misalnya dalam pengambilan hukum-hukum baru pada berbagai peristiwa yang berkembang.Padahal agama Islam tidak mungkin dapat dipahami tanpa bahasa Arab. kegiatan intelektual sedang mencapai titiknya yang terendah. yang dilakukan dengan jalan ijtihad. baru bagi masyarakat dan menawarkan cara yang baru sama sekali untuk memperoleh pengaruh melalul pengetahuan dan bukan melalui pewarisan. (3) Diabaikannya bahasa Arab dalarn memahami dan melaksanakan ajaran Islam. Munculnya orang-. ini tidak akan dapat dilakukan.orang yang pandai dan terampil. tidaklah mengherankan jika orang kemudian. Selain sebab-sebab di atas. serta adanya upaya sebagian kaurn muslimin untuk mengkompromikannya dengan Islam. intelektual dan keilmuan di dunia Islam. Persia dan Yunani.

kutipan surat tersebut antara lain: “ Kami mengharap anak-anak kami bisa menimba kagungan yangideal ini agar kelak menjadi cikal bakal kebaikan untuk mewaisi peninggalan yang Mulia guna memberi cahaya ilmu di negeri kami. Beralihnya Ilmu Pengetahuan ke Dunia Barat Masih berkaitan dengan era kejayaan keilmuan Islam. . matematikus. Syam dan Mesir.[40] Terjadinya peralihan ilmu pengetahuan dari Islam ke dunia Barat dapa dilahat dari beberapa factor berikut ini : adanya pelajar-pelajar barat yang belajar di duinia Islam. dengan tujuan mengalihkan pandangan dan menjauhkan kaum muslimin dari Islam. Mereka hidup bersama dan menikmati toleransi agama yang besar. Mereka juga mengikuti kegiatan intelektual dan kebudayaan kaum Muslim yang mempunyai dokter-dokter. orang orang Kristen di Timur mengadakan kontak dengan orang-orang Islam. yang sesungguhnya baru bermula pada abad ke-12. kontak pribadi. Mereka pernah mencoba menterjemahkan Alquran pada abad ke-10 Masehi. kepada Khilafah Hisyam III diAdalusia Spanyol. Terjadinya transformasi kebudayaan dan khususnya ilmu dari dunia Islam ke Barat disebabkan paling tidak oleh dua alasan. seperti yang tampak dalam surat dari George II. yang masih diliputi kebodohan dari brbagai penjuru dunia. Alasan yang lain. Tidak dapat dipungkiri kebudayaan Islamlah yang mendorong orang-orang Latin melakukan penerjemahan..seperti yang dilakukan oleh Raja Inggeris mengirim keluarganya untuk belajar di Negara Khilafah. perlu juga disinggung secara sepintas tentang transformasi. Raja Inggeris. Dari sinilah kemudian gagasan-gagasan Barat masuk ke Dunia Islam dan uniknya gagasangagasan dari Dunia Islam masuk ke Barat. khususnya sesudah Perang Salib.” [41] Terjadinya kontak pribadi ini juga disebabkan karena.[39] E.Masehi.Byzantium secara geografis berdekatan dengan Dunia Islam. Pertama. Norwegia. dan para ahli astronom yang memberikan sumbangan khusus dalam penerjemahan warisan Yunani ke dalarn bahasa Arab. Namun. adanya kegiatan penerjemahan. kimiawan. Swedia. ilmu dan duma Islam ke Barat. memperkaya pengetahuan mereka tentangnya. gerakan penterjemahan. Setelah penalukan Arab atas Persia. Setelah mengenal sebagian khazanah kebudayaan Islam mereka lalu. yang pada akhimya untuk menghancurkan Islam.

DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Ilmu pengetahuan beralih ke dunia barat: a. Al).. Ensiklopedi Temads dWa Islam. Perkembangan ilmu pada masa klasik sangat maju karena prinsip-prinsip semua ilmu terdapat dalam Alquran dan Hadis. Persia dan Yunani.khususnya Mazdaisme. Islam. Jilid IV. dan serangan (orientalis). Tapi pada masa pemerintahan Ali Fitnah Besar menimpa kaum muslim memunculkan paham teologis. Serangan gelombang missionaris.Toledo dan Palermo adalah dua pusat penerjemahan tersebar saat itu yang banyak mengoleksi sumbersumber Arab berkat perantaraan orang Yahudi dan hubungan mereka dengan orangorang Kristen dan Islam. Transfer filsafat-filsafat India. c. 2. Masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam islam terjadi karena: a. 3. dengan kelahiran tokoh ilmuwan muslim di segala bidang. b. Adanya manipulasi ajaran Islam oleh orang-orang yang membenci Islam. 4. dan serangan (orientalis) Serangan gelombang missionaris. c. b. seperti unsur-unsur budaya Perso-Semitik (Zoroastrianisme. serta Yahudi dan Kristen) dan budaya Hellenisme. Proses penyampaian ilmu dan filsafat Yunani ke dunia Islam melalui proses penterjemahan penafsiran buku buku Yunani di negeri-negeri Arab dimulai jauh sebelum lahirnya agama. Diabaikannya bahasa Arab menebakan sulit berijtihad. adanya pelajar-pelajar barat yang belajar di duinia Islam. pencarian ilmu dalam segi apa pun pada akhirnya akan bermuara pada penegasan Tauhid. kemudian masuklah unsur-unsur dari luar ke dalam Islam.dan merea adalah moyang Ahlussunnah Waljamaa’ah. Kemajuan ini membawa. d. 5. Pada masa kejayaan 3 dinasti besar Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah.[42] KESIMPULAN 1. penterjemahan besar-besaran buku ke berbagai bahasa. Taufik (et. Fatimiyah Ilmu berkembang sangat maju dan pesat. perampasan ilmu-ilmu Islam dengan jalan perang salib. Jakarta: Ictiar Baru Van Hove. namun ada yang tidak melibatkan diri. 2002 . Islam pada masa keemasannya.

“ AlWa’ie” No. Sistem Pendidikan di Masa Khilafa Islam . 1996. Amsal. Jakaita: PT. Filsafat Ilmu (Edisi. Qatrun Nadaa.Cet. 12. 81 Tahun VII. editor Nur Eva.Hikmah Al-Quran dan Terjemahannya. 1982. Jakarta: U1 Press.1. No. 2006.“ El-Wa’ie. Nasution. . Cet. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru . Shiddiq al-Jawi. ( Abdurrahman Muhammad Khalid. Harun. Mukhtar al. Bahtiar. (Cet. penterjemah Yahya A. Bandung: Diponegoro al-Hasyimi. t. Raja Grafindo Persada. Azyumardi.(Cet.. Jakarta: Hizbut Taluir Indonesia. 1. 2006 Departernen Agama R1. 1-31 Oktober 2007. Azra. Akal dan Wahyu dalam Islam. Madjid. Hizbut tahrir. Jakarta: Kahinah. 93. 1-31 Juli 2005. 3. Kairo: Syirkah Nur Asiya. “Politik Pendidikan Islam .Hadits an-Nabawiyah. 86 Tahun VIII.“ Al-Wa’ie”. Al.(1-31 Mei 2007. No. Jakarta: Paramadina. Abdurrahman. 3. Ajhizah al-Daulah Al-Khilaifah (Stuktur Negara Khilafah).R. 1997. Cet. 59 Tahun V.t. Soal Jawab Seputar Gerakan Islam). Pembiayaan Pendidikan dalam Islam. Cet. Kaki Langit Peradaban Islam. 10. Nur Cholis. Surabaya: Al-Izzah.1. Ahmad. h. 2001 al-Baghdadi.

Mukhtar al. 1989). 3. h.Haditsi an-Nabawiyah (Cet.. 35. t. 1. 1989 Shihab. 3. Jakarta: Kahinah. op. M. h. Qadir. alih bahasa: Ahmad Tafsir. h. Al. alih bahasa: Hasan Basari. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. cit. 93. [10]Ibid. Filsafat dan I1mu Pengetahuan dalam Islam . (Cet.Quraish Shihab. (Cet.Quraish. h.Hikmah Al-Quran dan Terjemahannya (Cet. Kairo: Syirkah Nur Asiya.. Wawasan AI-Quran: Tairsir MauduI atas Berbagai Persoalan Umat . Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 13. Bandung: Pustaka. Filsafat dan I1mu Pengetahuan dalam Islam . h. 35 [8] Ibid. Jakaita: PT. 2001). [3]M. Bandung: Diponegoro).Qadim Zallum. Bandung: Mizan. 34. Raja Grafindo Persada. alih bahasa: Hasan Basari.t. 10. 12. Qadir CA.t. .op. h. h. (Cet. cit. Mengenal Sebuah Gerakan Islam di Timur Tengah Hizbut Tahrir. 200 1). . [4]Departemen Agama R1.. 12. 118-119. 433. (Ibrahim Madkoer. Wawasan AI-Quran: Tairsir MauduI atas Berbagai Persoalan Umat . [7]Amsal Bahtiar. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru . Filsafat Ilmu (Edisi. Jakarta: Al Khilafa. [5]Ahmad al-Hasyimi.). 32. Cet. h. [9]CA.(Edisi 1. Hizbut Tahrir.(Edisi 1. 2006). h. Bandung: Mizan. h. 12. 1986). penerjemah Abu Afif Nurkhalis. 597. 2001 [1]Amsal Bahtiar. t. 459. Filsafat Islam dan Renesans Eropa (Kumpulan Tulisan Komisi Nasional Mesir untuk UNESCO dengan judul Sumbangan Islam kepada Ihnu dan Kebudayaan) . [2]Departernen Agama R1. [6]Azyumardi Azra. Abdul.

A.1. [20] Harun Nasution.. 1982). 1997). 1. op.41. 120. h. [26] Amsal Bahtiar. h. 3. 133-134. 2006). Jakarta: Paramadina.. 42-43 (lbrahim Madkoer.). h.“ El-Wa’ie. 59 Tahun V. h. [15]Ibid. h. 29.. [16]Ibid. Jakarta: U1 Press.) [27]Ibid.( Ibrahim Madkoer.( Majid Fakhry. 20-29. cit. [18]Nur Cholis Madjid. [14] Ibid. 42. Qadir.[11]Ibid. cit. No.. [13]Hizbut Tahrir.. h.(New York: Colombia University Press. The Spirit of Islam) [24]C. A History offsImnic Philosophy . [12]Hizbut tahrir. 52-53. h.(Cet.20-121). !-31 Juli 2005.. h. 35-36.(Cet.h. h 3. op. “Politik Pendidikan Islam . h.1. h.45. h..cit. [22]Ibid. Ajhizah al-Daulah Al-Khilaifah (Stuktur Negara Khilafah). h. [17]Qarun Nadaa. h.. Akal dan Wahyu dalam Islam. 13-14. Kaki Langit Peradaban Islam.R. h. . [21] Ibid. 20. 14. op.4 I( Syeed Ameer Ali. Jakarta: Hizbut Taluir Indonesia. h. (Cet. 1-2. [25] Ibid. peneijemah Yahya A. [19]Ibid. h. h. h. 37-38. 39-40. 1970).) ` [23]Ibid. 213.

t. h. http://jaringskripsi. 130 [34]Ibid. ( Abdurrahman Muhammad Khalid.).com/page/21/ ..(Jilid IV. h. h. h. [42] Lihat Amin Abdullah. 130-143. penerjemah Abu Afif Nurkhalis. op. “ AlWa’ie” No. Mengenal Sebuah Gerakan Islam di Timur Tengah Hizbut Tahrir(Jakarta: Al Khilafa. Qadir. Ensiklopedi Temads dWa Islam.( Lahore.87-88 [33] C. Hizbut Tahrir. Al).. [30]Shiddiq al-Jawi.. Pembiayaan Pendidikan dalam Islam. h. 87. [39] Abdul Qaim Zallum. Studi Islam.( 1-31 Oktober 2007).cit. in lsiam. h. 102.wordpress. 25.) [37]Amsal Bahitiar. [32]Ibid. h.cit. 45.. h. cit. Sistem Pendidikan di Masa Khilafa Islam . editor Nur Eva ( Surabaya: AlIzzah. op. h 69. cit. 86 Tahun VIII. 1996 ). h. [31]Abdurrahman al-Baghdadi. [29] Ibid. H. 11465). 2002). 81 Tahun VII. Jakarta: Ictiar Baru Van Hove. 14 [40]Amsal Bahtiar.(Allama Muhammad lqbal. 49. 52. [35]Amsal Bahtiar. h. Lectures on the Recontruction of Religius Thought. No. 13. t. 47.A.. op. h. op.. h.(1-31 Mei 2007). [38]Ibid. 138. Soal Jawab Seputar Gerakan Islam).[28]Taufik Abdullah(et. [41]“ Al-Wa’ie”..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful