MOTOR INDUKSI/MOTOR ASINKRON

merupakan motor yag paling banyak digunakan di dalam perusahaan karna sederhana, kuat, dan murah pembuatannya. pemanfaatan energi dari stator ke rotor dengan elektromagnet. konstruksi motor induksi terdiri dari; 1. stator: bagian yang statis 2. rotor: bagian yang dinamis jenis-jenis rotor 1. rotor sangkar (squirrel cage rotor) 2. rotor lilit (wound motor) menentukan rugi dan efesiensi motor listrik asinkron, dengan menghitung rugi maka dapat diketahui efesiensi sebuah motor. rugi-rugi yang terdapat motor asinkron; 1. rugi gesek 2. rugi angin

rugi inti pada stator/primer 4. arus. berisi data motor yang meliputi tegangan. 3 . percobaan beban nol(0) percobaan ini di lakukan untuk mengetahui rugi angin. perubahan sliip (diberi tahanan tambahan pada motor) pengereman motor. slot belitan stator (alur) yaitu tempat menempatkan belitan pada stator . pengereman secara mekanik 2. 1. Motor asinkron rotor sangkar mempunyai bagian-bagian stator (bagian yang diam) dan rotor (bagian yang berputar). Pada bagian lain terdapat papan nama (name plate) motor. kelas isolasi.3. perubahan kutub (mengubah jumlah kutub) 3. dengan menahan rotor sehingga tidak dapat berputar. gesek. frekuensi kerja serta jumlah fasa. dan inti stator percobaan dilakukan dengan motor dinyalakan tanpa beban 2. yang berguna untuk membuang panas yang berasal dari rugi-rugi pada motor. percobaan hunbungan sikat percobaan ini di lakukan untuk mengetahui rugi tembaga stator dan rotor. hubungan belitan dan lain-lain. Pada bagian dalam terdapat inti stator yang berupa laminasi pelat-pelat baja tipis terisolasi satu sama lain. mengatur kecepatan motor dapat dilakukan dengan mengubah/mempengaruhi. pengereman secara dinamik Anatomi motor asinkron Motor asinkron 3-fasa ada 2 macam. 3. rugi rotor/sekunder percobaan pada motor asinkron 1. 1. yaitu motor asinkron belitan dan motor asinkron rotor sangkar. Pada bagian luar stator sirip pendingin motor. Stator terdiri dari rumah motor (enclosure). percobaan beban percobaan ini dilakukan dengan menggunakan rem arus putarpenghitungannya dilakukan dengan pemasangan alat-alat ukur seperti voltmeter dan wattmeter pada jalajala listriknya. frekuensi jala-jala 2. juga terdapat terminal motor di mana hubungan ke rangkaian luar motor dilakukan.

33 m L N (Rpm) Bila saat itu motor mendapat tegangan catu 3-fasa V dan arus jala-jala I dengan faktor kerja = cos ϕ maka daya masuk motor ϕcos3IVPin××=. Bila salah satu fasa masukan terputus.as)...( 1 ) N : kecepatan putaran sinkron s f : frekuensi tegangan stator p : jumlah kutub motor Fluksi yang berputar di sepanjang inti stator itu akan memotong batang-batang konduktor rotor. Pada gambar tersebut terlihat bahwa keseimbangan putaran terjadi pada n=N di mana pada saat itu kopel beban = kopel putar motor. Cara kerja motor asinkron Bila pada ke-3 fasa belitan stator diterimakan suatu tegangan 3-fasa seimbang maka pada inti stator akan terjadi medan putar. Saat itu kopel motor akan mengimbangi kopel beban.. 1 ft = 0.rotor. Rotor terdiri dari suatu massa inti rotor dengan batang-batang Al atau Cu yang merupakan belitan rotor yang dihubung singkat dengan suatu ring pada kedua ujung sisi rotor. Motor berputar dengan kopel putar sebesar gaya tersebut kali jari-jari (jarak batang konduktor . Pada kondisi motor tanpa beban maka putaran motor mendekati N . Slip = ssNNNS−=. sering dipasang sudut-sudut fan pendingin yang ikut berputar dengan putaran as. sehingga terimbas suatu tegangan imbas di rotor.. Karakteristik kerja motor asinkron Gambar 1 menunjukkan karakteristik kopel dan putaran dari suatu motor asinkron dan bebannya. yang berputar sesuai dengan kecepatan sinkron.lb) ... Pada ujung as sebelah lain sisi beban. motor mendapat momen/ kopel percepatan sebesar: SBSaTTT−=…( 6 ) . pfNs×=120. a) Karakteristik T-N motor dan beban b) Diagram kerja motor Gambar 2.Bantalan dan as terdapat pada sumbu motor dan merupakan pertemuan bagian stator dan rotor. S akan makin besar pula.45 kg o p s T (ft . yang merupakan gaya putar rotor. jadi motor hanya mendapat masukan 2-fasa maka tak akan terjadi medan putar sehingga kopel motor tidak terbangkitkan dan motor gagal start. Pada beban mekanis motor makin besar.( 4 ) sehingga efisiensi motor = inOPP=η…( 5 ) Kembali ke Gambar 2: Pada saat start. Aliran daya pada motor asinkron Diagram alir daya ini menggambarkan proses terjadinya perubahan (konversi) energi dari energi listrik ke energi mekanis (putaran) dengan bermacam rugi (daya hilang) yang terjadi selama proses konversi onergi tersebut berlangsung. Karena batang rotor terhubung singkat maka akan mengalir arus rotor pada batang-batang rotor tersebut.( 2 ) S akan selalu ada pada operasi motor asinkron. Operasi motor asinkron. Daya mekanis keluar motor saat itu : 5250NTPLO×=… ( 3 ) P [H ] . Rotor menyatu konstruksi dengan as motor. 1 lb = 0. Beban yang besar akan menarik arus motor yang besar pila sehingga kopel motor = kopel beban dan terjadi pada putaran kerja sistem motorbeban.

T : Kopel percepatan motor saat start a S T : Kopel start motor T : Kopel lawan dari beban saat start SB 6 .

Dari hubungan (6) itu terlihat bahwa kecepatan start motor adalah tergantung pada tegangan masuknya. Batas pembebanan motor ditentukan oleh batas kenaikan temperatur yang terjadi yang masih dapat ditolerir oleh isolasi belian motor. 2VkT×≈…( 7 ) Selanjutnya diagram pada Gambar 3 memperlihatkan karakteristik motor asinkron dalam melayani beban. Bila terlewati maka isolasi belitan tersebut akan rusak hingga terjadi hubung singkat yang kemudian membakar isolasi belitan motor. Tiap jenis isolasi beliatan motor mempunyai batas temperatur kerja maksimum sendiri-sendiri yang tak boleh terlewati. Pada beban yang lebih besar. Sementara itu oleh besarnya arus motor. Untuk motor yang sama. arus kerja motor lebih tinggi dan putaran kerja motor lebih rendah. Diagram perjalanan waktu dari arus dan putaran motor untuk dua macam pembebanan 7 . Gambar 3. waktu start motor akan lebih panjang. temperatur kerja motor akan lebih tinggi pula.

latar belakang penggunaan start semacam itu adalah untuk menurunkan arus start motor. terutama pada motor besar. dmpstartXZVI+=.. 8 .Start motor asinkron Masalah kopel motor ini erat hubungannya dengan cara-cara start motor asinkron. Pada cara start wye . arus diperkecil 3 kali semula. I sebesar itu (lihat persamaan 8) akan terus start mengalir sebelum motor berputar.. mpstartZVI3/=. kopel start motor: 33221=⎟⎠⎞⎜⎝⎛=VkkVTT Di mana T = kopel motor pada cara kerja wye-delta = 13kopel start motor pada start 1 langsung hubungan delta.delta misalnya. Dengan start melalui R depan atau X depan. Besarnya X ataupun V adalah tergantung pada batas arus start minimum m start start yang masih dapat diterima oleh sistem motor ...beban di mana motor pada kondisi start tersebut masih sanggup membawa beban ke putaran nominal yang ditujunya.( 10 ) dimana E adalah ggl lawan motor. Dengan start wye-delta. sesuai : ms ZEVI−=. mpstartZVI=…( 8 ) V : Tegangan masuk motor / fasa p Z Impedansi motor / fasa m: Oleh Z m motor yang rendah maka I start akan tinggi sekali yang selain mengakibatkan jatuh tegangan sesaat yang besar dijaringkan (antara sumber . Namun sementara itu.( 9 ) Setelah motor berputar barulah I turun.motor) juga dapat mengganggu frekuensi pembangkit serta pengamanan pengaman arus gangguan.

Contoh penggunaan rangkaian ekivalen ini misalnya untuk menhitung efisiensi. Rangkaian ekivalen motor asinkron diciptakan untuk mempermudah pekerjaan analisa atas motor. Gambar 4. motor asinkron mempunyai pula suatu rangkaian ekivalen. Untuk putaran motor tertntu maka nilai I dapat 1 dicari. daya keluaran dan lain-lain.Rangkaian ekivalen motor asinkron Sebagaimana juga dengan mesin listrik tak berputar: transformator. Demikian pula nilai I dan keluaran motor adalah : 13RassIP××−××= rugi-rugi motor adalah : 222202121RaIRIRIPRCloss++= 9 22220 2 . di mana : V / fasa : tegangan masuk motor / fasa m 1 R : tahanan stator X : reaktansi 2 2 2 a R : tahanan rotor dilihat dari stator 2 2 a X : reaktansi R : tahanan rangkaian magnetisasi motor c c X : reaktansi rangkaian magnetisasi motor 22 1RaSS××−:menggambarkan tahanan yang mewakili beban yang merupakan fungsi dari S a : perbandingan lilitan stator dan rotor Nilai parameter rangkaian ekivalen motor diperoleh dari hasil pengukuran laboratorium. Rangkaian ekivalen motor asinkron per fasa . Lihat gambar 4.

A. Berikan penguatan atas generator AS hingga tegangan kerjanya tercapai lalu on-kan saklar beban generator AS pada posisi beban minimum. 2. startlah moroe asinkron saudara dan setelah keadaan steady state ukur V. I . dilanjutkan cara perhitungan menurut teori rangkaian listrik untuk jaringan R dan X . I . V . Pasang rangkaian percobaan sebagai berikut : Gambar 5. Lakukan nomor 3 hingga tercapai I ~ 5 A maksimum. 4. W adalah daya masuk motor beban nol.Cos ϕ motor adalah dicari setelah nilai 221RaSS××− diperoleh. 3. W. Catat lagi V. f f a a 4. N motor. cos ϕ dan dari generator V . 10 . Rangkaian percobaan. W. Percobaan 1. L Masukan motor adalah : ϕcos311×××=VIPin Dengan demikian efisiensi motor dapat dicari. Pada kondisi tanpa beban. Tak lupa N motor. I.

Buatlah grafik hubungan antara W motor vs N in I motor vs N W motor vs cos ϕ in 2. Aliran daya pada motor asinkron Daya mekanis yang diperolehDaya keluaran mekanisputaran diteruskan ke generator Daya keluaran Daya listrik Rugi panas belitan dan rugi inti stator Rugi gesekan dan angin Rugi panasDaya listrik masuk stator 11 . Tugas 1.5. gambarkan diagram aliran yang terjadi pada percobaan ini secara keseluruhan (tak hanya didalam motor asinkron) Gambar 6. Pada sub-bab 4 tentang aliran daya pada motor asinkron .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful