BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang berada dalam taraf halusinasi menuju industrialisasi tentunya akan mempengaruhi peningkatan mobilisasi masyarakat /mobilitas masyarakat yang meningkat otomatisasi terjadi peningkatan penggunaan alat-alat transportasi /kendaraan bermotor khususnya bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Sehingga menambah “kesemrawutan” arus lalu lintas. Arus lalu lintas yang tidak teratur dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor. Kecelakaan tersebut sering kali menyebabkan cidera tulang atau disebut fraktur. Menurut Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Penanganan segera pada klien yang dicurigai terjadinya fraktur adalah dengan mengimobilisasi bagian fraktur. Penanganan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi umumnya oleh akibat tiga fraktur utama yaitu penekanan lokal, traksi yang berlebihan dan infeksi (Rasjad, 1998 : 363). Peran perawat pada kasus fraktur meliputi sebagai pemberi asuhan keperawatan langsung kepada klien yang mengalami fraktur, sebagai pendidik memberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah komplikasi, serta sebagai peneliti yaitu dimana perawat berupaya meneliti asuhan keperawatan kepada klien fraktur melalui metode ilmiah.
1

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana asuhan keperawatan fraktur tertutup Tibia Fibula 1/3 Distal Dextra diruang I Orthopedi Fatmawati B. TUJUAN • Tujuan Umum • Agar mahasiswa lebih memahami dan paham tentang penyakit Apendieksitis Tujuan Khusus Agar mahasiswa mengerti definisi penyakit Osteoporosis & Osteoatrtis Agar mahasiswa tahu tentang klasifikasi Osteoporosis & Osteoatrti Agar mahasiswa mengerti penyebab dari Osteoporosis & Osteoatrtis Agar mahasiswa mengetahui tanda dan gejala Osteoporosis & Osteoatrtis

2

BAB II ISI 1. DEFINISI OSTEOPOROSIS DAN OSTEORATHRITIS Pengertian Osteoporosis adalah pengeroposan tulang. Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam tulang. Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur. adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. ( wikipwdia.com) Pengertian Osteoarthritis dikenal juga sebagai artritis degeneratif, penyakit degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujungujung tulang penyusun sendi.( wikipedia.com) 2. ETIOLOGI Etiologi osteoporosis ( Faktor Resiko ) Family history Fair skin and hair Nothern European background Scoliosis Osteogenic imperfecta Early menopause Slender body build Excessive alkohol use Cigarette smoking Inactivity Malnutrition Low calcium intake Exercise-induced amenorrhea High-fiber diet
3

. Prevalensi. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan osteoartritis pada sendi yang menanggung beban.diabetes melitus dan hipertensi.High-phophate diet High-protein diet Etiologi Osteoarthritis .Umur Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis. dan beratnya osteoartritis semakin meningkat dengan bertambahnya umur.Genetik Faktor herediter juga berperan pada timbulnya osteoartritis. tetapi juga dengan osteoartritis sendi lain. . Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaaan pada frekuensi pada kelainan kongenital dan pertumbuhan. Adanya mutasi dalam gen prokolagen atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur tulang rawan sendi seperti kolagen. dan lebih sering menyebabkan osteoartritis lutut. Usia kurang dari 45 tahun Osteoarthritis lebih sering terjadi pada pria dari wanita.Jenis kelamin Pada orang tua yang berumur lebih dari 55 tahun. . proteoglikan berperan dalam timbulnya kecenderungan familial pada osteoartritis. faktor ketuaan adalah yang terkuat. .Kegemukan dan penyakit metabolik Berat badan yang berlebih ternyata dapat meningkatkan tekanan mekanik pada sendi penahan beban tubuh. diduga terdapat faktor lain (metabolik) yang berperan pada timbulnya kaitan tersebut antara lain penyakit jantung koroner.Suku bangsa Osteoartritis primer dapat menyerang semua ras meskipun terdapat perbedaan prevalensi pola terkenanya sendi pada osteoartritis. 4 . prevalensi terkenanya osteoartritis pada wanita lebih tinggi dari pria. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan antara umur dengan penurunan kekuatan kolagen dan proteoglikan pada kartilago sendi.

Bunyi pada setiap persendian(crepitus). terutama pada waktu menopang berat badan. TANDA DAN GEJALA - Manifestasi klinisOsteoporosis patah tulang punggung yang semakin membungkuk hilangnya tinggi badan nyeri punggung - Manifestasi klinis Osteoarthritis a. Demikian juga cedera sendi dan oleh raga yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan resiko osteoartritis yang lebih tinggi. hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut) 5 .. pekerjaan dan olah raga Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian suatu sendi yang terus-menerus. Kesulitan menggunakan persendian e. namun bisa membaik bila diistirahat kan . Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan .Cedera sendi (trauma). tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu . Gejala ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian d. berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama. 1.Pada mulanya hanya terjadi pagi hari. b. Pada beberapa penderita . Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian (Heberden’s dan Bouchard’s nodes) Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan. c.

paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid. barbiturat. KLASIFIKASI - Macam – macam Osteoporosis 1. anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin rusak. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal. tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal. yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. 2. 3. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun. wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam. Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder.Perubahan bentuk tulang. menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obatobatan. 2. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda 6 . Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita). tulang mulai berubah bentuk dan meradang .

kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang - Macam-macam Osteoartritis 1. menyerang perlahan tapi pasti.yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal. dan dapat mengenai banyak sendi. 7 . Penyebab lain adalah faktor genetik dan penyakit metabolik. tidak diketahui penyebab secara pasti. Sekunder Dialami sebelum usia 45 tahun. Dialami setelah usia 45 tahun. Primer Penyebab tak diketahui. akibat sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi. 2. akibat proses penuaan alami. Biasanya mengenai sendi lutut dan panggul. bisa juga sendi lain seperti punggung dan jari-jari. dapat dilakukan: • mengukur kepadatan tulang menggunakan alat yang disebut Densitometer Xray Absorptiometry (DXA). Alat ini ada dua jenis yaitu SXA (Single X-ray Absorptiomety) dan DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry). penyebab trauma (instability) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar). 3. PENATALAKSANAAN - Penatalaksanaan Oateoporosis Untuk melihat tingkat kepadatan tulang dan mendeteksi Osteoporosis.

DXA merupakan alat periksa yang efektif. menentukan resiko fraktur yang akan terjadi. Dapat memeriksa semua tulang. untuk memastikan perlu tidaknya pembedahan parathyroid.• Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui aktivitas Remodelling tulang yaitu pemeriksaan CTx atau C-Telopeptide dan N-Mid Osteocalcin. Indikasi pemeriksaan Pada wanita dengan defisiensi estrogen. dan non portable . 3 Pada pasien dengan osteopenia vertebra. Osteoporosis memang tidak mematikan tetapi bila terjadi patah tulang. Sedang tepat karena dengan selisih waktu pengukuran yang relatif singkat ternyata mempunyai nilai yang sama. untuk Pemeriksaan di atas mempunyai efek samping radiasi. dan menentukan respon terapi osteoporosis. mendiagnose low bone mass/osteoporosis. untuk mendiagnosa 4 osteoporosis dan membuat keputusan langkah pengelolaan lanjut. Bagi yang memiliki risiko tinggi. Akurat karena dapat dinyatakan berapa banyak bone mass yang ada pada tulang. lakukan skrining dengan pemeriksaan kepadatan tulang. Waspadai Osteoporosis sejak dini. menentukan keputusan terapi Pada pasien hiperthiroidism primer asymptomatik. Indikasi pemeriksaan bone mass sebagai berikut No 1 2 replacement estrogen. untuk mengetahui remodelling tulang. Bone mass density (BMD) dapat diukur secara akurat dan tepat. untuk mendiagnosa penurunan bone mass dan penyesuaian dosis. terlebih bila pasien masih berusia muda. Pada pasien dengan pengobatan steroid jangka lama. 8 . mahal. kualitas hidup bisa memburuk.

Meningkatnya sclerosis pada tepi sendi disertai dengan hilangnya garis normal sendi. Nodus Heberden kadang-kandang tanpa rasa nyeri dan kekakuan sendi jari-jari tangan.Kista tulang .Adanya tanda destruksi kartilago. . Gambaran radiologi sendi yang menyokong diagnosis OA adalah: .Perubahan bentuk osteofit dari taji menjadi lingkaran atau hilangnya bagian penting dari tulang. . Foto konvensional lutut posisi AP Pada sebagian besar kasus radiografi pada sendi lutut yang terkena osteoartritis sudah cukup memberikan gambaran diagnostik. marginal atau periostal. . Foto sendi interfalangeal proksimal dan distal Tampak gambaran Nodus Heberden pada bagian dorsal sendi interfalangeal distal. sentral. sedangkan nodus Bouchard pada bagian proksimal sendi interfalangeal tangan wanita dengan osteoarthriis primer. . .- Penatalaksanaan Osteoarthtritis Gambaran Radiologi : a.Kecenderungan untuk mengadakan subluksasi. Kemudian diikuti oleh perubahan yang lambat pada tulang yaitu: .Osteofit pada pinggir sendi. Pemeriksaan Laboratorium : 9 . Pada stadium lanjut disertai dengan deviasi jari ke lateral.Perubahan struktur anatomi sendi akibat hilangnya sebagian besar dari tulang rawan. c. b.Penyempitan celah sendi akibat hilangnya kartilago . Foto Vertebra Servikal dan Torakal-Lumbal Tampak adanya penyempitan ruangan intervertebralis serta adanya osteofit. .Peningkatan densitas (sclerosis) tulang subkondral.Meningkatnya gambaran taji (spur).

oleh karena patogenesisnya yang belum jelas. Persoalan Seksual Gangguan seksual dapat dijumpai pada pasien osteoartritis terutama pada tulang belakang. Dukungan psikososial Dukungan psikososial diperlukan pasien osteoartritis oleh karena sifatnya yang menahun dan ketidakmampuannya yang ditimbulkannya. 2. Perlindungan sendi Osteoartritis mungkin timbul atau diperkuat karena mekanisme tubuh yang kurang baik. Serum kolesterol sedikit meninggi c. meskipun tak dapat memperbaiki atau menghentikan proses patologis osteoartritis. paha dan lutut. Penurunan berat badan seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan. Obat obatan Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik yang khas untuk osteoartritis. Disatu pihak pasien ingin menyembunyikan ketidakmampuannya. dipihak lain dia ingin orang lain turut memikirkan penyakitnya. Pasien osteoartritis sering kali keberatan untuk memakai alat-alat pembantu karena faktor-faktor psikologis. Pemeriksaan faktor reumatoid negatif 1. Diet Diet untuk menurunkan berat badan pasien osteoartritis yang gemuk harus menjadi program utama pengobatan osteoartritis. Perlu dihindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit.a. 4. Laju endap darah normal b. obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit. alat-alat listrik yang dapat memperingan kerja sendi juga perlu diperhatikan. Beban pada lutut berlebihan karena kakai yang tertekuk (pronatio). Pemakaian tongkat. Sering kali diskusi karena ini harus dimulai dari dokter 10 . 5. 3. Obat-obat anti inflamasinon steroid bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis. meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketidak mampuan.

Berbagai sumber panas dapat dipakai seperti Hidrokolator. Program latihan bertujuan untuk memperbaiki gerak sendi dan memperkuat otot yang biasanya atropik pada sekitar sendi osteoartritis. Latihan isometric lebih baik dari pada isotonic karena mengurangi tegangan pada sendi. pebersihan osteofit. 4. Atropi rawan sendi dan tulang yang timbul pada tungkai yang lumpuh timbul karena berkurangnya beban ke sendi oleh karena kontraksi otot. maka penguatan otot-otot tersebut adalah penting. Tindakan yang dilakukan adalah osteotomy untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidaksesuaian. debridement sendi untuk menghilangkan fragmen tulang rawan sendi. 7. Pada sendi yang masih aktif sebaiknya diberi dingin dan obat-obat gosok jangan dipakai sebelum pamanasan. inframerah. bantalan elektrik. ultrasonic.karena biasanya pasien enggan mengutarakannya. 6. PENGOBATAN - OSTEOARTHRITIS 11 . Oleh karena otot-otot periartikular memegang peran penting terhadap perlindungan rawan senadi dari beban. Operasi Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien osteoartritis dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyari yang menetap dan kelemahan fungsi. Pemakaian panas yang sedang diberikan sebelum latihan untk mengurangi rasa nyeri dan kekakuan. yang meliputi pemakaian panas dan dingin dan program latihan ynag tepat. mandi paraffin dan mandi dari pancuran panas. Fisioterapi Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan osteoartritis.

Pemberian pengobatan lokal dengan injeksi intra-articular steroid. Prosedur ini sering dilakukan pada kaki dan artrodesis. berhasil pada beberapa pasien.(1. meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik. c. dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi. artroplasti total. debrideman sendi. Karena itu jika fungsi sendi menjadi 12 . Tindakan ini diperlukan pada keadaan : kehilangan kontrol kandung kencing dan fungsi usus. Sedangkan asam salisilat harus diperhatikan efeknya terhadap saluran cerna. pembersihan osteofit. serta mengurangi nyeri. Obat peredam nyeri (misalnya acetaminofen) obat yang diperlukan. untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidak sesuaian).6. Penurunan berat badan seringkali dapat mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan b. Diet untuk menurunkan berat badan pada pasien osteoarthritis yang gemuk harus menjadi program utama pengobatan osteoarthritis. Tindakan Operasi Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien dengan osteoartritis dengan kerusakan sendi yang nyata. salisilat cream efektif pada beberapa penderita ostearthritis.8) Obat anti inflamasi non-steroid (misalnya aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan (sinovitis).a. adanya nyeri yang menetap dengan gejala-gejala iritasi saraf. Untuk topikal terapi dengan topikal NSAID. Operasi Arthroplasty total merupakan perawatan yang pasti untuk kasus osteoartritis yang berat. Maka tindakan yang dilakukan pada tulang belakang adalah dengan Laminektomi apabila ada herniasi diskus intervertebralis Arthroscopy secara minimal invasif untuk degenerasi kartilago yang berkembang atau hilangnya fragmen. Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan. dilakukan bila seluruh bagian sendi rusak. dilakukan pada orang muda pada sendi yang tidak stabil. Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi. Pemberian Obat-obatan Obat-obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas.Penanganan Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain osteotomi. Sekitar 90% penderita osteoarthritis pada tulang belakang tidak memerlukan tindakan operasi.

dan bone dynamic. Kedua menentukan apakah osteoporosis itu termasuk high atau low turn over. raloxifen). Anamnesa. bisphosphonate. dan interaksi sosial. digunakan untuk menegakkan osteoporosis serta menyingkirkan penyebab lain bone loss.pemeriksaan fisik dan penunjang. Protokol penanganan osteoporosis oleh Lane (1999) Treatment Protocols For men and premenopausal women Physiologic calcium (see table Vitamin D ( 400 – 800 U/day ) Adequate nutrition 13 . PTH. estrogen. sedatif. penanganan nyeri. Bentuk spesifik intervensi tergantung pada bone mass individual. Untuk memilih terapi yang tepat langkah pertama ialah menyingkirkan kausa osteoporosis sekunder. harus dicegah. Kalsium dan vitamin D termasuk anti resorbsi lemah. hypnotic agent. Macam obat anti resorbsi antara lain hormonal replacement (seperti tamoxifen. dan derivatnya. dan obat-obatan yang mengganggu motorik seperti transqualizer. maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi. faktor resiko yang ada. FDA ( Food and Drug Administration) tidak menganjurkan pemberian stimulator tulang seperti sodium fluorida. Pemberian obat-obatan dimulai setelah dibuktikan adanya bone loss. mobilisasi.terbatas. isolasi diri. Bed rest berkepanjangan. Obat terapi yang tersedia sebagian besar dalam bentuk anti resorbsi dan diperuntukkan pada osteoporosis high turn over. dan kalsitonin. - OSTEOPOROSIS Pada pasien osteoporosis penanganan meliputi mempertahankan kualitas hidup.

antiestrogen agent ). cycle of 400 mg/day for 2 weeks. bone pain Pamidronate (Aredia. used as a nutritional additive Slow-release sodium fluoride. and balance training ) For postmenopausal women * Antiresorptive agents Estrpogens (with progestin if uterus is intact ) Alendronate (Fosamax). 5 mg/day for mild to moderate bone difisiency. approved for paget disease and Ostyeolysis associated with malignancy. strengthening. 200 U/day via nasal spray for mild bone loss . new fracture. Raloxifene (Evista).used In treatment of breast cancer Formative agents (experimental) Monofluorophosphate (monocal.Exercise (impact exercise. 24 mg of Elemental fluoride per day. under study 14 .. 10 mg/day if bone mass is 2. fluoride and calcium suplement ). intravenous infusion). approved For paget disease Tamoxifen (Nolfadex. 70 % as effective as estrogen.0 SDs below peak bone mass Calcitonin (Miacalcin). an antiestrogen (SERM) approved for prevention Not approved by FDA (Experimental) Etidronate(Didronel). rest 11 weeks.

• Earlier intervention if the bone loss ratye is increased and / or there are independent risk factors 1. Kalsium sitrat akan larut saat tidak ada asam.500 1. Infant Birth to 6 months 6 months to 1 year Children 1-5 years 5-10 years mg/day 400 600 800 800 1.Kalsium Penambahan suplemen kalsium diperlukan bila kebutuhan kalsium sesuai umur harus dicapai.200 NS Suggestes Intake. Umumnya sediaan dalam bentuk kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Kalsium karbonat membutuhkan asam untuk larut. Recommended Daily Calcium Intake Age Range Recommended Dietary Allowance.200 – 1. Orang akhlorhidria tak dapat menyerap sediaan ini. dan tidak konstipasi. Efek sampingnya kembung dan konstipasi.000 Dietary 15 . tidak membentuk gas. Sumber makanan yang mengandung kalsium antara lain produk susu dan derivatnya. National Institute of Health merekomendasikan intake kalsium perhariseperti pada tabel dibawah Pemberian kalsium tidak boleh melebihi 500 mg per kali pemberian. menurunnya resiko resiko batu ginjal sehingga merupakan pilihan pada pasien aklorhidria.200 1. mg/day 400 600 800 800 – 1.

Chapuy et al.Adolescents and young adult NS ( 11 – 24 years ) Female athletes Eustrogenemic Hyperestrogenemic Adults Men (25-65 years) Women (25-50 years) Pregnant/ nursing mothers Postmenopausal women Receiving HRT Not reveiving HRT Over 65 years (both sexes) 800 800 1.25 mg calcitrol Menurut Lucas&Einhorn (1993) pemberian kalsium saja tidak akan melindungi wanita dari defisiensi estrogen.National Institute of Health . NS= not spesified Penyerapan kalsiun diperbesar dengan pemberian 400 – 800 unit vitamin D atau 0.200 NS NS 800 1. Gallagher & Riggs menunjukkan penurunan bermakna insiden fraktur vertebra pada pemberian vitamin D dibanding 16 placebo.500 1. 2.200 – 1.500 *Abbreviations .000 1. menunjukkan pemberian vitamin D dan kalsium menurunkan fraktur femur proksimal sebesar 25 %.500 1.500 1.000 1.500 1. Vitamin D Sangat penting untuk penyerapan kalsium. HRT= hormone replacement therapy.

Penelitian menunjukkan pemberian estrogen perimenopause (fase penurunan cepat estrogen) akan menurunkan kecepatan bone loss khususnya trabekula vertebra. Estrogen dapat menekan gejala menopause seperti hot flushing. Waktu paruh vitamin D2. Dosis estrogen 0. sublingual.Yang menjadi penting ialah peningkatan resiko kanker payudara sebesar 30 % pada lama pemakaian di atas 10 tahun.5 % pada cortical bone) dan akan menurun lagi pada 6 – 10 tahun postmenopause. Ketika terapi estrogen berhenti bone loss akan meningkat tajam sampai 7 tahun post penghentian estrogen. Obat antiestrogen seperti tamoxifen yang lazim digunakan dalam terapi kanker payudara mempunyai efek mempertahankan dan meningkatkan bone mass sekitar 70 % dan meningkatkan cardiac lipid profile. Sedang peneliti lain mengatakan resiko penyakit kardiovaskuler menurun pada pemakaian estrogen. Pada premenopause dan perimenopause pemakaian pil KB sangat efektis untuk mencegah osteoporosis. atau intravaginal. Estrogen Estrogen penting dalam pencegahan dan penanganan osteoporosis. Saat menopause skeletal bone loss meningkat ( 8 % pada cancellous bone dan 0. percutaneus.625 mg/hari. mual. 17 .merekomendasikan pemberian 400 – 800 unit vitamin D perhari khususnya pada orang dengan resiko osteoporosis . Pada umur 30 – 40 tahun estrogen wanita mulai menurun namun belum menampakkan defisiensi. Pemberian estrogen harus bersama kalsium . perokok estrogen akan terdegradasi. Cara pemberian per oral. Namun dapat meningkatkan resiko kanker kandungan dan efek withdrawlnya meningkatkan bone loss dan memperberat gejala menopause. Sehingga terapi estrogen harus didampingi terapi anti resorbsi lain sebagai maintenance. transdermal. 3. Pada wanita gemuk dosis diturunkan karena androgen akan mengkonversi zat estrogen like di jaringan lemak. D3 ialah 2 bulan.mencegah alzheimer. Namun akan meningkatkan endometriosis yang dapat dicegah dengan pemberian progestagen periodik. atrofi genitourinaria. Efek samping yang dapat terjadi ialah terbentuknya batu ginjal. 25HCC ialah beberapa hari. Pada wanitra kurus. hiperkalsemia. subcutaneus. juga menurunkan 50% penyakit koroner.Sehingga tamoxifen tidak digunakan sebagai terapi osteoporosis. dan D3 (calcitrol) ialah 4 jam.

Sedang pada low turn over osteoporosis terjadi 18 . Telah terbukti menurunkan fraktur 50 %. 5. Mempunyai efek penurunan fraktur vertebrae sebesar 75 % . tapi untuk pengobatan paget disease. Dosis yang direkomendasi FDA 10 mg/hari untuk BMD 2 SD dibawah rata-rata. 8. Dan 5 mg/hari untuk minimal bone loss. Cara pemberiannya subcutan. Karena bersifat hypocalcemic agent maka pemberiannya harus disertai kalsium . Efek sampingnya dispepsia. FDA tidak merekomendasikan penggunaannya untuk osteoporosis. Mekanisme kerjanya ialah menghambat maturasi . Generasi II dan III masih dalam uji klinis. Ada 3 generasi bisphosphonate. FDA merekomendasikan dosis 100 IU per hari. Generasi I ialah etidronate banyak digunakan pada paget disease dan efikasi yang tinggi pada osteoporosis. Human calcitonin tidak direkomendasikan untuk osteroporosis.Calcitonin derivat kan salmon mempunyai potensi 40 – 50 kali dibanding human calcitonin. Alendronate menghambat resorbsi 1000 kali lebih besar dibanding pembentukan tulang sendiri. 6. sementara efek pada fraktur femur masih diperdebatkan. Penghentian alenndronate tak mempercepat bone loss seperti estrogen. Sehingga calcitonin diindikasikan untuk osteoporosis dengan nyeri . nyeri tulang pada terapi yang tanpa disertai kalsium. tak dianjurkan pada wanita hamil karena belu ada penelitian keamanannya. atau suppositoria rektal .4. Berefek menurunkan aktivitas osteoclast . Sangat efektif mengobati high turn over osteoporosis. migrasi. efek analgesik (mekanismenya belum diketahui). Pemberiannya peroral saat perut kosong. dan aktivitas osteoclast. Calcitonin Merupakan hormon non gonadal non steroid. Half life alendronate 10 tahun. penempelan pada tulang. Bhisphosphonate Merupakan analog pyrophosphonate. nasal spray. oesophgitis. diare. Dosis 400 mg per hari selama 2 minggu dengan interval istirahat 11 minggu. Bone Stimulating Agent Estrgen calcitonin dan bisphosphonate bekerja dengan mencegah resorbsi pada high turn over osteoporosis.

Bila ditambah exercise akan efektif mempertahankan dan meningkatkan bone mass.. Impact exercise . Latihan agak berat akan memacu remodelling tulang. Contoh sit up. menyeimbangkan semua latihan. Contoh jogging. Suatu penelitian menyebut 7. Strengthening exercise. Imobilisasi lama memicu osteoporosis. Pada menopause pemberian diet. kalsium hanya mengurangi kecepatan bone loss. 19 . Bone mass erat hubungannya dengan muscle mass yang menempel. Mekanismenya menghambat fungsi osteoblast. Disarankan melatih otot trunkus dengan beban ringan. Osteoblast merespon rangsang dalam waktu 24 – 48 jam. dimulai dari ringan dan dinaikkan bertahap. Sehingga dibutuhkan agent secara langsung menstimulasi fungsi osteoblast. angkat beban ringan dengan membungkuk. Pada latihan ringan akan mempertahankann bone mass. PTH. Pemberiannya tidak direkomendasikan FDA. Exercise Meski tidak termasuk modfalitas terapi medis namun sangat efektif dalam mencegah osteoporosis. Jenis dan durasi exercise tidak ditentukan. Topical steroid dilaporkan tidak mempengaruhi tulang. naik tangga. jalan cepat. dan memicu hiperparathyroid sekunder. 7. mempengaruhi tulang di profunda otot. Dosis yang menginduksi bone loss belum jelas. Agent yang masih dalam tahap eksperimental ialah fluorida. Cumming & Courtey menyarankan 3 hal dalam program latihan. Sedang latihan terlalu berat akan memicu kegagalan bone modelling. ada yang menyebut beberapa minggu. 8. menghambat resorbsi kalsium di intestinal dan tubulus proksimal ginjal. bertujuan menstimulasi pembentukan osteoblast dan mencegah resorbsi. Balance training. PTH related peptide dan analognya.5 mg prednisolone per hari dalam waktu lama juga belum jelas.kegagalan pembentukan tulang oleh osteoblast. Sel tulang peka lingkungan . Kortikosteroid Sudah terbukti bahwa kortikosteroid mengakibatkan osteoporosis. vitamin D .

Seperti Osteoporosis dan Osteoarthritis. Pada orang usia lanjut usia banyak terserang osteoporosis dikarenakn banyak faktor-faktor dalam tubuh yang mempengaruhi kalsium mengalami kemunduran. 20 . Dalam rentang waktu perubahan funsinya banyak penyakit yang muncul yang diderita oleh orang lanjut usia. Sedangkan untuk oateoarthristis untuk orang lanjut usia di karenakan adanya penurunan fungsi untuk mengahsilkan cairan sendi yang disebut sinovial.PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Saat orang sudah lanjut usia maka semua organ-organ tubuh serta fungsinya mengalmi kemunduran. Oleh karena penyakit in sering muncul pada orang usia lanjut kami akan membahasnya dalam makalah ini.

disertai penurunan sintesis proteoglikan dan kolagen. yang diikuti oleh kelainan fungsi matriks rawan sendi.(7) Pada proses degenerasi dari kartilago artikular menghasilkan suatu subtansi atau zat yang dapat menimbulkan suatu reaksi inflamasi yang merangsang makrofag untuk menghasilkan IL-1 yang akan meningkatkan enzim proteolitik untuk degradasi matriks ekstraseluler Gambaran utama pada osteoarthritis adalah: 1. Mahsiswa tahu tentang bagaiman mencegah dari penyakit ini PATOFISIOLOGI OSTEOARTHRITIS Pada osteoartritis terjadi perubahan-perubahan metabolisme tulang rawan sendi. Hal ini menyebabkan penurunan kadar proteoglikan. Mahsiswa mengerrti dan tahu tentang osteoporosis dan osteoartritis 2. Selanjutnya akan terjadi perubahan komposisi molekuler dan matriks rawan sendi. Penurunan kekuatan dari tulang rawan disertai oleh perubahan yang tidak sesuai dari kolagen. Melalui mikroskop terlihat permukaan tulang rawan mengalami fibrilasi dan berlapis-lapis.2. Perubahan tersebut berupa peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi. 3. terbentuknya kista subartikular 3. Mahasiswa tahu bagaimana pelaksanaan penyakit ini. Destruksi kartilago yang progresif 2. Kondrosit sendiri akan mengalami kerusakan. Pada tepi sendi akan timbul respons terhadap tulang rawan yang rusak dengan pembentukan 21 . Pada level teratas dari tempat degradasi kolagen. adanya fibrosis kapsul Perubahan dari proteoglikan menyebabkan tingginya resistensi dari tulang rawan untuk menahan kekuatan tekanan dari sendi dan pengaruh-pengaruh yang lain yang merupakan efek dari tekanan. memberikan tekanan yang berlebihan pada serabut saraf dan tentu saja menimbulkan kerusakan mekanik. Sklerosis yang mengelilingi tulang 4. terbentuknya osteofit 5. perubahan sifat-sifat kolagen dan berkurangnya kadar air tulang rawan sendi. MANFAAT 1. Hilangnya tulang rawan akan menyebabkan penyempitan rongga sendi.

akibatnya tulang menjadi tebal dan padat (eburnasi). Lesi akan meluas dari pinggir sendi sepanjang garis permukaan sendi. rusak dan menimbulkan gejala-gejala osteoartritis seperti nyeri sendi. rapuh.Kalsium Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang.Vitamin D Berperan penting dalam mempertahankan massa tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih efektif. salmon dan margarine. Sehingga tulang subkondral merespon dengan meningkatkan selularitas dan invasi vaskular. maka osteoartritis dapat dianggap sebagai kegagalan sendi yang progressif. brokoli dan produk dari kacang kedelai. Namun ternyata peningkatan tekanan yang terjadi melebihi kekuatan biomekanik tulang. Kebutuhan harian yang disarankan untuk vitamin D adalah 200 hingga 400 IU/hari. Melihat adanya proses kerusakan dan proses perbaikan yang sekaligus terjadi. tergantung usia seseorang. Hilangnya tulang-tulang tersebut merupakan usaha untuk melindungi permukaan yang tidak terkena. tulang dapat menjadi tipis. 99% Kalsium berada dalam tulang dan gigi sedangkan 1%nya ada di dalam tubuh. 2.200 mg per hari. Bila tubuh kekurangan kalsium.osteofit. Dengan menambah luas permukaan sendi yang dapat menerima beban. ikan tuna. Pada akhirnya rawan sendi menjadi aus. tubuh akan mengambilnya dari tulang dan bila terjadi terus menerus. kaku dan deformitas. suplemen kalsium yang mengandung vitamin D akan lebih efektif mencegah osteoporosis dan mengurangi risiko patah tulang akibat osteoporosis. Kalsium terdapat dalam produk susu. Karenanya. dan mudah patah.000-1. Kebutuhan kalsium harian berkisar antara 1. Adanya pengikisan yang progresif menyebabkan tulang dibawahnya juga ikut terlibat. NUTRISI TULANG Berikut daftar nutrisi agar Anda terbebas dari masalah tulang keropos: . osteofit diharapkan dapat memperbaiki perubahan-perubahan awal tulang rawan sendi pada osteoartritis. Vitamin D merupakan regulator positif bagi metabolisme kalsium dan meningkatkan penyerapan kalsium sebanyak 2. Pembentukan tulang baru (osteofit) dianggap suatu usaha untuk memperbaiki dan membentuk kembali persendian. vitamin D bisa Anda dapatkan di minyak ikan. 22 . Pada makanan.5 kali. .

Kolagen yang merupakan bahan baku untuk tulang juga membutuhkan vitamin C untuk pembentukannya. Dapatkan pada bayam dan daging sapi.stwaberi. bunga matahari. Dosis suplemen vitamin E : 400 IU/hari .Magnesium Untuk pertumbuhan otot dan tulang.Zat besi Memiliki peranan dalam membantu transportasi oksigen ke sel darah yang dibutuhkan oleh enzim antioksidan untuk mengatasi kerusakan sendi.. Terdapat pada kedelai. Contoh makanan yang mengandung vitamin C : jeruk. pisang . KESIMPULAN Oasteoporosis dan osteoartritis merupakan penyakit yang sering menderita orang usia lanjut. sayuran hijau. . Penyakit osteoporsis diakibatkan karena kekurang kalsium dalam tulang karena berbagai faktor. asparagus. mentega. Sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1000 mg per hari. Untuk itu pencegahan yang paling tepat untuk penyakit ini merupakan. sebaiknya sejak kita masih muda kita sering berolahraga dan melatihsendi-sendi kita dan banyak mengonsumsi susu berkalsium. Sedangkan untuk osteoartritis diakibatkan karena cairan pelumas sendi yang berkurang sehingga terjadi gesekan pada tulang yang berakibat pada nyeri klien.VitaminE Vitamin ini dapat meningkatkan asupan oksigen ke otot dengan meningkatkan sirkulasi dan kemampuan gerak otot.VitaminC Membantu pembentukan tulang dan tulang rawan sehingga terbentuk jaringan sendi yang sehat. . Contoh makanan yang mengandung vitamin E : kecambah.kacang-kacangan. gandum dan kerang laut. 23 . jambu biji. tomat dan pisang ambon.

id/2009/10/nutrisi-tepat-agar-tulang-kuat/ http://www.ac. Boedhi Darmojo & Martono Hadi (1999).com/osteoartritis/ 24 . Balai Penerbit FK Universitas Indonesi • http://mukipartono. Jakarta R.DAFTAR PUSTAKA • • • • http://carahidup.com/2008/01/osteoarthritis. Rencana Asuhan Keperawatan.um.irwanashari. Jakarta. EGC. 2000. Geriatri Ilmu Kesehatan Usia Lanjut.html Doenges E Marilynn.

. Luna Maya ( 70 thn ) dirawat di RS karena mengeluh rasa nyeri di tulang pergelangan tangan dan kakinya terutama lutut.. Dx. hasil X-Ray : penurunan kepadatan massa tulang. BB 75 Kg. 25 . I. Hasil TTV: TD 120/80 mmHg. TB 160 cm. Luna dirawat karena mengeluh nyeri di tulang pergelangan tangan dan kaki • Keluhan utama: nyeri di pergelangan tangan dan lutut PEMERIKSAAN FISIK • Keaadaan umum: tampak sakit.ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN OSTEOPOROSIS DAN OSTEOATRITIS KASUS Ny. RR 18 x/menit. PENGKAJIAN RIWAYAT KEPERAWATAN MASA LALU • • Penyakit yang pernah diderita Ada alergi obat atau makanan RIWAYAT KEPERAWATAN MASA SEKARANG • Alasan masuk: Ny. Medis : osteoartitis dan osteoporosis. nadi 100x/menit suhu 37 drjat C..

Pola nutrisi dan metabolik • • Klien makan habis berapa porsi? Apakah ada makanan pantangan? 3. tanda gejala. Pola aktivitas dan latihan • Apakah untuk melakukan kebutuhan sehari-hari klien perlu dibantu atau dilakukan secara mandiri? • Saat beraktivitas cepat lelah atau tidak? 5. Pola pemeliharaan kesehatan • Apakah klien tahu tentang penyebab. Pola tidur dan istirahat • • Apakah klien bisa tidur nyenyak? Apakah kalau malam hari sering terbangun? 26 . cara pencegahan penyakit osteoartitis dan orteoporosis? 2.• • • TTV: TD 120/80 mmHg. suhu 37 C. RR 18x/menit Pemeriksaan fisik muskuloskeletal: bentuk tubuh?cara berjalan? Bising usus PEMERIKSAAN PENUNGJANG Hasil X-Ray : penurunan kepadatan massa tulang POLA GORDON 1. Nadi 100x/menit. Pola eliminasi • • Apakah klien bisa BAB dan BAK? Saat BAB/BAK sakit atau tidak? 4.

6. Pola peran dan hubungan terhadap sesama • • Apakah hubungan klien dengan dokter. Pola koping dan stres • Cara klien menghadapi penyakit yang diderita sekarang 7. perawat dan sesama ada kesulitan? Apakah selama sakit ada perubahan peran dalam keluarga? 8. ANALISA DATA Data Problem Nyeri akut Etiologi Agen cidera fisik Ds: pasien mengeluh nyeri ditulang pergelangan tangan dan kaki terutama lutut DO: wajah klien tampak 27 . Pola persepsi sensori • • Klien mengeluh nyeri pada pergelangan tangan dan kaki Pengkajian nyeri PQRST DATA TAMBAHAN • • • Skala nyeri? Kuantitas nyeri? Wajah klien tampak meringis karena nyeri II.

wajah klien tampak meringis III. Adanya nyeri pada pergelangan tangan mempengaruhi . Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik ditandai dengan pasien mengeluh nyeri ditulang pergelangan tangan dan kaki terutama lutut. Monitor TTV Rasional 1.meringis skala nyeri? Kuantitas nyeri? DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. INTERVENSI No Dp 1 Tgl/jam 2 Agustus 2010 Tujuan dan kriteria hasil Nyeri akut teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7x24 jam dengan kriteria hasil: 28 Intervensi 1.

Nyeri klien dalam skala 13 2.1. Teknik relaksasi mampu mengalihkan perhatian pasien sehingga 4. Wajah klien tidak nampak meringis lagi 2. Berikan kompres hangat nyeri dapat berkurang 4. Ajarkan teknik relaksasi 3. Adanya nyeri pada pergelangan tangan dan lutut klien menyulitkan klien untuk melakukan aktivitas 29 . Adanya nyeri pada klien perlu adanya pemantauan untuk mengetahui keadaan klien 3. Bantu ADL klien bisa membantu memperlancar pembuluh darah 5. Monitor skala nyeri ( PQRST ) tanda-tanda vital pada pasien 2. Adanya kompres hangat 5.

Anjurkan klien untuk menggerakkan ektremitasnya namun tidak boleh melakukan gerakan memuntir 7. Nutrisi tulang seperti kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang 30 . Kolaborasi pemberian analgetik 6. Koloaborasi diit tinggi protein dan tinggi kalsium analgetik mampu mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien 8. Adanya pemberian 8.sehingga 6. Pergerakan pada ektremitas yang sering dilakukan mampu mencegah adanya kekakuan otot kebutuhan ADL perlu dibantu 7.

1. Matriks tersusun sebagian besar oleh kolagen type I dan sebagian kecil oleh protein non kolagen. Demineralisasi terjadi hanya dengan resorbsi seluruh matriks. osteocalsin (Gla protein) yang dihasilkan oleh osteoblast dan konsentrasinya dalam darah menjadi ukuran aktivitas osteoblast. ANATOMI DAN FISIOLOGI TULANG Anatomi Tulang Sebagian besar tulang berupa matriks kolagen yang diisi oleh mineral dan selsel tulang. osteonectin (bone spesific protein).. seperti proteoglikan. Suatu matriks yang tak bermineral disebut osteoid yang normalnya sebagai lapisan tipis pada tempat pembentukan tulang baru. Mineral tulang terutama berupa kalsium dan fosfat yang tersusun dalam bentuk hidroxyapatite Pada tulang mature proporsi kalsium dan fosfat adalah konstan dan molekulnya diikat oleh kolagen. Sel tulang terdiri 3 macam : 31 . Proporsi osteoid terhadap tulang meningkat pada penyakit riketsia dan osteomalasia.

fungsinya belum jelas. seperti epifisial plate dan pada penyembuhan tulang. Dengan meresorbsi matriks akan meninggalkan cekungan di permukaan tulang yang disebut Lakuna Howship. osteoblast tetap berada di permukaan tulang baru.Pada akhir siklus remodelling . Osteoblast Osteoblast berhubungan dengan pembentukan tulang. Bone Remodelling Ada 2 jalan pembentukan tulang.1. bersifat sementara sebelum diganti oleh tulang mature yang disebut lamellar bone . Lamellar bone mempunyai 2 struktur yaitu cortical bone yang tampak padat. dimana serabut kolagennya tidak beraturan arahnya. 32 . Endochondral ossification dengan osifikasi jaringan kartilago. ditemukan pada stadium awal penyembuhan tulang. Osteoclast Osteoclast adalah mediator utama resorbsi tulang. Membraneous ossification dengan osifikasi jaringan ikat seperti pembentukan tulang dari subperiosteal. 1. Diduga di bawah pengaruh parathyroid hormon (PTH) berperan pada resorbsi tulang (osteocytic osteolysis) dan transportasi ion kalsium. dan cancellous bone yang tampak seperti spoon atau porous. Fisiologi Tulang 1. kaya alkaline phosphatase dan dapat merespon produksi maupun mineralisasi matriks. Tulang imature disebut woven bone. Osteocyte Osteocyte berada di lakunare . dimana serabut kolagen tersusun paralel membentuk lamina dengan osteocyte diantaranya. Osteocyte sensitif terhadap stimulus mekanik dan meneruskan rangsang (tekanan dan regangan) ini kepada osteoblast 3. dibentuk oleh prekursor monosit di sumsum tulang dan bergerak ke permukaan tulang oleh stimulus kemotaksis. atau masuk ke dalam matriks sebagai osteocyte 2.

3 % pertahun. Fase ini disebut osteoporosis senile. bone density (kadar mineral ) variasinya sangat kecil bila dikaitkan umur. keadaan ini disebut sebagai osteoporosis post menopause. sehingga tulang menjadi lebih porous. Remodelling berkaitan usia Remodelling berlangsung seumur hidup. korteks menebal sehingga tulang lebih berat dan kuat. Hal ini disebabkan berhentinya pengaruh hormon gonadal yang juga terjadi pada wanita 5 tahun post oophorektomi. Pada periode ini tiap individu mencapai peak bone mass. dan pelebaran kavum medulare. Proses yang terjadi adalah pengurangan aktivitas osteoblast.Tulang selalu mengalami 2 proses. Penyusutan bone mass merupakan faktor yang sangat penting 33 . Pada umur di atas 70 tahun kecepatan bone loss pria dan wanita relatif sama. sedang pada wanita ada perbedaan antara saat menopause dan 5-10 tahun post menopause. Resorbsi dimulai saat osteoclast teraktivasi dan taksis ke permukaan tulang yang bermineral. 2. Proses yang terjadi adalah resorbsi berlebihan oleh osteoclast karena lepas kontrol hormonal. Pada pria kecepatan bone loss 0. Berkaitan dengan menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya resiko fraktur . Pada umur di atas 40 tahun secara lambat dan pasti terjadi bone loss . Matriks organik dan mineral diambil secara bersamaan. Setelah 2-3 minggu resorbsi berhenti osteoclast tak tampak. resorbsi permukaan endoosteal. Pada trabekula akan terbentuk cekungan dan pada kortek akan membentuk liang seperti kerucut terpotong (cutting cone). penipisan trabekula . Sekitar 1-2 minggu kemudian cekungan diliputi osteoblast dan 3 bulan kemudian telah terjadi pembentukan dan mineralisasi tulang. Proses ini disebut remodelling atau turn over. Pada umur 20-40 tahun kanalis haversi dan ruang intertrabekuler telah tumbuh lengkap. pelebaran kanalis haversi. yaitu resorbsi dan pembentukan. 1. Dengan ditandai peningkatan bone loss. ada beberapa penjelasan. 1. Semasa tumbuh tulang akan meningkat baik bentuk maupun ukuran namun tetap ringan dan porous. Penting ditegaskan bahwa meskipun bone mass (jumlah netto kuantitas tulang per unit volume ) menurun setelah umur pertengahan.

Kondisi defisiensi kalsium ekstrasel yang persisten menggambarkan kondisi tulang. perubahan kadar kalsium ekstrasel dan tulang dikontrol oleh faktor lokal dan sistemik. Konsentrasi kalsium dan fosfor ekstrasel tergantung absorbsi intestinal dan ekskresi ginjal.25-DHCC ). Konsentrasi fosfat serum 0. Keseimbangan antara resorbsi kalsium. ekskresi kalsium di tubulus renal. Faktor sistemik tersebut adalah : (a).3 mmol/L. lubang/defek pada tulang tidak akan pernah diperbaiki sehingga hilangnya hubungan struktural ini akan menurunkan kekuatan 3. Regulasi Bone Remodelling dan Calcium Exchange Kalsium dan fosfor tulang sangat lambat perubahannya.5 – 10. Kontrol kalsium lebih kritis dibanding fosfor. Absorbsi di intestinal ditingkatkan oleh 1.6 mmol/L.0 mmol/24 jam.Sementara defisiensi fosfor hanya sedikit menurunkan kadar fosfat serum. (b).9 – 1.dan 1. Bergesernya kompensasi dari absorsi intestinal.DHCC. 3.25-dihydrocholecalciferol ( 1.25. Parathyroid hormon (PTH) 34 . Bila defisit kalsium bersifat persisten maka terjadi mobilisasi kalsium tulang dengan meningkatkan resorbsi tulang. Ekskresi kalsium urine 2. Kalsium dan Fosfat Kadar normal kalsium serum 2. ekskresi ginjal sangat efisien dan reabsorbsi 90 % di tubulus proksimal yang pengaturannya oleh hormon parathyroid. Pada waktu post menopause. Absorbsi di usus sebanding jumlah yang dimakan . Regulasi pertukaran kalsium merupakan mata rantai yang tidak dapat dihindarkan pada pembentukan dan resorbsi tulang. 3. dan bone remodelling diatur oleh hormon parathyroid. Penurunan aktivitas sel tulang pada umur tua membuat kecepatan remodelling lambat. ekskresi ginjal.2 – 2.2.

Fungsinya mempertahankan konsentrasi serum kalsium pada rentang yang sangat sempit. dan secara tak langsung dari efek sinar ultraviolet pada sel prekursor di kulit. Hal ini terjadi khususnya ketika bone turn over begitu tinggi seperti pada paget disease.25-DHCC menstimulasi resorbsi oleh osteoclast dan peningkatan transport kalsium. (c) Kalsitonin Disekresi oleh sel C kelenjar thyroid. Vitamin D Vitamin D3 ( Cholecalciferol ) diperoleh dari 2 sumber. PTH juga menstimulasi osteolysis oleh osteocyte. akan diubah oleh hepar menjadi 25hydrocholcalciferol (25-HCC) yang merupakan metabolit aktif.Vitamin D3 sendiri tidak aktif. Produksi dan release distimulasi oleh naik turunnya kadar kalsium serum. Sekresinya distimulasi oleh kenaikan konsentrasi kalsium plasma di atas 2.25 dihydrocholecalciferol(1.25-DHCC) yang merupakan metabolit yang sangat aktif. Di tulang 1. Oleh ginjal zat ini akan diubah menjadi 1. Juga secara tak langsung mempengaruhi pembentukan tulang karena dengan peningkatan absorbsi kalsium dan fosfat di usus akan meningkatkan mineralisasi osteoid. Target organnya tubulus renal. Zat ini menstimulasi absorbsi kalsium di usus dan meningkatkan resorbsi tulang. dan secara tidak langsung dengan mengaktifkan osteoblast untuk menyiapkan permukaan tulang yang akan diresorbsi dan memulai kemotaksis osteoclast. (e) Hormon lain 35 .25-DHCC. tulang.25 mmol/L. Secara langsung dari makanan. (d). Peningkatan PTH dan fosfat plasma akan meningkatkan 1. Pada tubulus renal PTH merespon cepat penurunan kalsium plasma dengan meningkatkan resorbsi kalsium urine dan menghambat resorbsi fosfat urine. Begitu juga sebaliknya.Pada usus PTH secara tak langsung meningkatkan resorbsi kalsium dengan cara meningkatkan absorbsi vitamin D yang akan dikonversi menjadi metabolit aktif di ginjal. bekerja berlawanan dengan fungsi PTH. Pada tulang PTH meningkatkan aktivitas osteoclast. dan intestinal .

36 . Transforming growth factor dapat menstimulasi aktivasi osteoblast. Faktor lokal antara lain somatomedin C (Insulin –like growth factor I ) dihasilkan oleh osteoblast akan meningkatkan proliferasi osteoblast. Tekanan mekanik dibuktikan oleh Wolft (sebagai wolft law) berperan pada tulang. menurunkan absorbsi kalsium intestinal. prolonged bed rest. Peningkatan temperatur dan oksigen meningkatkan pembentukan tulang. Prinsip ini digunakan dalam terapi biphosphonate. dan menginaktifkan sintesis kolagen. Pada berat badan menurun. Peningkatan fosfat (pyrophosphate) menghambat resorbsi tulang. multiple myeloma. inaktivitas. Thyroxin meningkatkan pembentukan dan resobsi tulang tetapi lebih dominan resorbsi sehingga hyperthyroid dihubungkan dengan besarnya pembongkaran tulang dan osteoporosis. PTH. dan tumor ganas lain. Keseimbangan asam basa mempengaruhi resorbsi tulang .Estrogen menstimulasi absorbsi pengaruh kalsium dan melindungi tulang dari menyebabkan oeteoporosis. kelemahan muskuler dan imobilisasi anggota gerak dapat mengakibatkan osteoporosis. Stimulasi elektrik terjadi pada bagian dimana terjadi kompresi akan bermuatan negatif dan bagian bertekanan rendah bermuatan positip. Efek withdrawl hormon ini Kortikosteroid adrenal juga menyebabkan osteoporosis dengan meningkatkan resorbsi tulang . cytokines adalah faktor yang kuat pada resorbsi tulang. Zat ini diperkirakan berperan terjadinya osteoporosis pada inflamasi. Pada asidosis kronik resorbsi meningkat dan akan menurun pada alkalosis . Oleh Brighton & Cluskey dapat mempengaruhi pembentukan dan resorbsi tulang. Interleukin (IL-1) dan osteoclast activating factor (OAF). menghambat pembentukan tulang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful